<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Padat Karya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/padat-karya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jun 2022 12:08:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Padat Karya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembangunan Irigasi Program Padat Karya di Situbondo Dilakukan Pengecekan Tim BBWS</title>
		<link>https://memontum.com/pembangunan-irigasi-program-padat-karya-di-situbondo-dilakukan-pengecekan-tim-bbws</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2022 12:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[BBWS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Padat Karya]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=171140</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tim Monitoring Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Berantas Kementrian PUPR dan Perumahan Rakyat di Surabaya, melakuan pengecekan lokasi Padat Karya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di wilayah Kabupaten Situbondo, Selasa (21/06/2022) tadi. Tim yang diketuai Wahyu Adi Nugroho, turun ke lokasi pembangunan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan proyek padat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Tim Monitoring Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Berantas Kementrian PUPR dan Perumahan Rakyat di Surabaya, melakuan pengecekan lokasi Padat Karya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di wilayah Kabupaten Situbondo, Selasa (21/06/2022) tadi. Tim yang diketuai Wahyu Adi Nugroho, turun ke lokasi pembangunan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan proyek padat karya yang didanai APBN tahun 2022.</p>



<p>Program padat karya irigasi tersier yang dikunjungi Tim BBWS itu, berlangsung di Desa Panji Lor dan Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. &#8220;Kita bersama tim pendamping masyarakat, sengaja turun langsung untuk melihat progres pekerjaan padat karya tersebut,” jelas Wahyu.</p>



<p>Pogram padat karya saluran peningkatan jaringan iriggasi tersier di Kabupaten Situbondo, kata Wahyu, seluruhnya ada 84 lokasi yang tersebar di 16 kecamatan wilayah Kabupaten Situbondo. Tujuan utama dari kegiatan P3 TGAI, ini merupakan program padat karya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.</p>



<p>&#8220;Tujuan utamanya meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat petani. Baik secara langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Untuk kegiatan secara langsungnya, imbuh Wahyu, kegiatan ini melibatkan tenaga kerja lokal. Sedangkan kegiatan tidak langsungnya, program padat karya ini bermanfaat bagi para petani. “Dengan dibangunnya saluran irigasi ini, air tidak terbuang percuma. Melainkan lancar tersalurkan ke areal pertanian masyarakat,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu yang disampaikan Wahyu, dirinya menegaskan, selama melakukan monitoring bersama tim, tidak menemukan kegiatan yang kurang volume. “Alhamdulillah, hasil monitoring tim, pekerjaan irigasi cukup baik dan sudah sesuai dengan bestek yang tertuang dalam kegiatan tersebut,” terangnya.</p>



<p>Ditambahkan Wahyu, apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bestek, maka pihaknya akan menolak. &#8220;Apabila pekerjaannya itu tidak sesuai spek yang ada, maka kami kembalikan ke pihak desa selaku penangggung jawab kegiatan dan anggarannya tidak dicairkan,” ujarnya.</p>



<p>Kepala Desa Panji Lor, Akhmad Buhori, dalam kesempatan itu berterima kasih dengan adanya program padat karya. Karena, pembagunan irigasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat petani. “Saya harap ada program lanjutan dari pemerintah pusat untuk kedepannya,” ujar Kades Panji Lor. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171140</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi XI DPR RI Minta Pemerintah Belanjakan Program</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-xi-dpr-ri-minta-pemerintah-belanjakan-program</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2020 13:25:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi XI DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Padat Karya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127194</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah Daerah Lakukan Program Padat Karya Memontum Malang &#8211; Ekonomi Indonesia di dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi. Pada kuartal II tahun 2020, ekonomi mengalami minus hingga 5,32 persen. Lalu berlanjut pada kuartal III, kembali mengalami minus 3,49 persen dan itu mengalami kenaikan. Sejumlah hal tersebut, disampaikan anggota Komisi XI DPR RI, Ali Ahmad, disela kunjungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Pemerintah Daerah Lakukan Program Padat Karya</strong></h3>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Ekonomi Indonesia di dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi. Pada kuartal II tahun 2020, ekonomi mengalami minus hingga 5,32 persen. Lalu berlanjut pada kuartal III, kembali mengalami minus 3,49 persen dan itu mengalami kenaikan.</p>
<p>Sejumlah hal tersebut, disampaikan anggota Komisi XI DPR RI, Ali Ahmad, disela kunjungan menghadiri Gebyar Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan oleh Orientasi Jasa Keuangan (OJK) Malang, Senin (9/11) tadi. Mengantisipasi kian terpuruknya ekonomi, dirinya meminta pemerintah pusat agar segera melakukan belanjakan program.</p>
<p>&#8220;Saya memberikan solusi ini, untuk mengurangi minus di kuartal IV 2020. Harapannya, pada kuartal IV itu nanti sudah menjadi nol persen. Sehingga, pada kuartal pertama bisa kembali lagi dan tidak terjadi krisis ekonomi,&#8221; ujar Ali, Senin (9/11).</p>
<p>Ali mengharap, bidang keuangan dan perbankan, juga turut memberi solusi dengan mendesak pemerintah pusat, untuk segera bisa belanja program. Karena, seperti program jaringan pengaman sosial (JPS) terbukti mampu membantu perekonomian.</p>
<p>&#8220;Belanja program sudah banyak yang mulai cair dan sudah dibagikan ke masyarakat. Contohnya, seperti BLT UMKM Rp 2,4 juta dan juga bansos dari Kemensos,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ali pun juga menjelaskan, selain mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah pun juga harus punya tanggung jawab untuk mengangkat kontraksi ekonomi di kuartal IV tahun 2020.</p>
<p>&#8220;Caranya, nanti bisa memanfaatkan program pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2020 untuk program padat karya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Program padat karya sendiri, merupakan kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia dibanding tenaga mesin.</p>
<p>&#8220;Tujuannya itu, agar ada upah kerja yang diberikan kepada masyarakat dan itu akan mampu menguatkan perekonomian di daerah. Kami pun sudah menyampaikan ke daerah, agar program-program, khususnya untuk akhir tahun fokus langsung pada padat karya,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127194</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proyek Padat Karya Serap 3.750 Naker Terdampak Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/proyek-padat-karya-serap-3-750-naker-terdampak-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2020 14:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Padat Karya]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot kediri]]></category>
		<category><![CDATA[serap 3750 naker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125595</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mencanangkan Program Padat Karya mulai September 2020. Program tersebut direalisasikan oleh dinas-dinas terkait di jajaran Pemkot Kediri, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri. Sejumlah 210 paket proyek tersebut tersebar di tiga pekerjaan PU yaitu cipta karya, pengairan, dan bina marga. Paket proyek ini melibatkan 1.950 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mencanangkan Program Padat Karya mulai September 2020. Program tersebut direalisasikan oleh dinas-dinas terkait di jajaran Pemkot Kediri, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri.</p>
<p>Sejumlah 210 paket proyek tersebut tersebar di tiga pekerjaan PU yaitu cipta karya, pengairan, dan bina marga. Paket proyek ini melibatkan 1.950 orang kuli bangunan dan lebih dari 1.800-an tukang. “Draft anggaran sebesar Rp 27 miliar direalisakan menjadi 210 paket proyek,” kata Sunyata, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri, Selasa (13/10/2020).</p>
<p>Menurut Sunyata, seusai dengan instruksi Wali Kota, program padat karya harus melibatkan minimal 25% tenaga kerja dari masyarakat setempat atau sekitar lokasi proyek. Harapannya, masyarakat yang penghasilannya terdampak Covid-19 bahkan hingga tidak memiliki penghasilan lagi bisa bekerja dan mendapatkan upah.</p>
<p>Mekanisme dari penentuan proyek ini kebanyakan merupakan usulan dari kelurahan dan ada juga beberapa tambahan dari PU yang dirasa perlu untuk masyarakat. Jadi sebagian besar merupakan aspirasi dari masyakat. “Awalnya sepi sekali kena Corona. Tidak ada pemasukan. Lalu dari Pak RT disuruh ngumpulin KTP, jadi saya bisa kerja lagi,” kata Sumarwan, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren. Ia dan 20 rekannya sedang mengerjakan perbaikan saluran irigasi di kawasan Banaran.</p>
<p>Senada dengan yang disampaikan oleh Agung Prasetyo, mandor pengerjaan saluruan irigasi di kawasan Ngronggo, Kecamatan Kota. Ia mempekerjakan 14 kuli dengan 3 tukang yang kesemuanya berdomisili di Desa Ngronggo. “Targetnya mulai September sampai pertengahan Desember harus sudah selesai semua,” imbuh Sunyata yang terus memantau realisasi proyek di lapangan. <strong>(mid/im/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disnaker Kabupaten Malang Luncurkan Padat Karya Infrastruktur</title>
		<link>https://memontum.com/disnaker-kabupaten-malang-luncurkan-padat-karya-infrastruktur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2019 08:51:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disnaker Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Padat Karya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98001-disnaker-kabupaten-malang-luncurkan-padat-karya-infrastruktur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Guna meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)Kabupaten Malang luncurkan program padat karya infrastruktur dengan melibatkan 88 pekerja di Desa Mulyorejo Kecamatan Ngantang, Rabu (16/10/2019) siang. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta), Rahmat Yuniman, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga setempat. Jelas Rahmat, kegiatan ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Guna meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)Kabupaten Malang luncurkan program padat karya infrastruktur dengan melibatkan 88 pekerja di Desa Mulyorejo Kecamatan Ngantang, Rabu (16/10/2019) siang.</p>
<p>Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta), Rahmat Yuniman, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga setempat.</p>
<p>Jelas Rahmat, kegiatan ini merupakan implementasi kebudayaan program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI. Padat Karya Infrastruktur tersebut di gelar mulai 23 September 2019 hingga 12 Oktober 2019, dengan kegiatan berupa pekerjaan rabat beton sepanjang 300 m dan resmi ditutup pada Rabu (16/10) siang.</p>
<p>&#8221;<br />
Program ini memberdayakan masyarakat sekitar Desa Mulyorejo, Ngantang, supaya bisa bersinergi membangun daerahnya dan mensergikan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Rahmat, program Padat Karya Infrastruktur ini juga untuk membuka lapangan pekerjaan sementara bagi masyarakat sekitar. Supaya dapat mengurangi angka pengangguran sekaligus kemiskinan yang ada di Kabupaten Malang.</p>
<p>Adapun sasaran program ini, bagi masyarakat yang belum bekerja atau pengangguran. Meskipun itu bersifat sementara, bukan pekerjaan reguler, menurut dia yang penting ada kegotong-royongan dari warga untuk berpatisipasi dalam pembangunan padat karya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu warga Desa Mulyorejo, Ngantang, Erno mengantakan, masyarakat sangat membutuhkan Program Padat Karya ini. Karena sebelumnya jalan tersebut merupakan jalan setapak. Pengendara kendaraan bermotor kesulitan mengakses jalan tersebut.</p>
<p>&#8220;Jalan itu merupakan akses utama bagi warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani menuju ladangnya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lanjut Erno, atas musyawarah dengan warga sekitar, pembangunan jalan perlu dilakukan sebagai moda utama para petani setempat juga menjadi urgensi dilakukan program padat karya. Akhirnya, mereka mengusulkan adanya gotong royong pembangunan jalan melalui program padat karya Disnaker.</p>
<p>“Kondisi jalan memang butuh diperbaiki. Itu dulu jalan setapak, apalagi kalau hujan susah dilewati. Sehingga butuh ditingkatkan agar mempermudah akses masyarakat beraktifitas dan bekerja,&#8221; tandasnya. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98001</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Lumajang Hadir di Desa Besuk Sosialisasi Padat Karya 2019 DBHCHT</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-lumajang-hadir-di-desa-besuk-sosialisasi-padat-karya-2019-dbhcht</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jul 2019 01:27:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[Padat Karya]]></category>
		<category><![CDATA[wabup lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89265-wabup-lumajang-hadir-di-desa-besuk-sosialisasi-padat-karya-2019-dbhcht</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., mengungkapkan, program kegiatan pemerintah, harus bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat. Demikian, keterangan Bunda Indah saat memberikan arahan pada acara Sosialisasi Padat Karya Tahun 2019 Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di Balai Desa Besuk, Kec. Tempeh, Kab. Lumajang, Rabu (30/7/2019) pagi. Ia menjelaskan, tujuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., mengungkapkan, program kegiatan pemerintah, harus bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat. Demikian, keterangan Bunda Indah saat memberikan arahan pada acara Sosialisasi Padat Karya Tahun 2019 Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di Balai Desa Besuk, Kec. Tempeh, Kab. Lumajang, Rabu (30/7/2019) pagi.</p>
<p>Ia menjelaskan, tujuan dilaksanakannya program Padat Karya adalah melaksanakan kegiatan di desa, sekaligus memberikan pekerjaan sementara kepada warga di sekitar proyek.</p>
<p>Program Padat Karya di Desa Besuk Kec. Tempeh dilaksanakan sekitar 2 pekan.</p>
<p>Kegiatannya, antara lain membersihkan selokan dan irigasi. Warga yang berpartisipasi dalam program tersebut, mendapatkan upah sebesar Rp. 60.000/ hari.</p>
<p>Bunda Indah berharap, setelah program Padat Karya ini selesai, warga masyarakat tetap antusias membangun desa, melalui kerja bhakti.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wabup mendengarkan langsung keluhan dari warga. Seorang warga, bernama Agus Sarwono, menuturkan, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Padahal, sudah diberi papan peringatan.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Wabup meminta agar Kepala Desa Besuk, Slamet Suprijono, membuat Peraturan Desa (Perdes), tentang larangan membuang sampah sembarangan.</p>
<p>&#8220;Tolong nanti dibuat Perdes. Warga yang buang sampah sembarangan, harus diberi sanksi denda,&#8221; tegasnya</p>
<p>Di sisi lain, Ia mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk dekat dengan warga. Tidak ada jarak antara pemerintah dengan rakyat, dan sebaliknya. Aparatur harus selalu siap mendengar keluhan dari masyarakat, dan langsung menanggapinya.</p>
<p>&#8220;Kami adalah pelayan masyarakat. Kami wajib melayani masyarakat. Masyarakat adalah juragan kami.&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di akhir sambutannya, ia menegaskan, bersama bupati akan menuntaskan program-program Pemkab. Lumajang, yang belum ter-realisasikan <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Akan Diberdayakan Bangun Jalan di Desa Kedawung</title>
		<link>https://memontum.com/masyarakat-akan-diberdayakan-bangun-jalan-di-desa-kedawung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2018 12:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kedawung]]></category>
		<category><![CDATA[Padat Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Jalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51069-masyarakat-akan-diberdayakan-bangun-jalan-di-desa-kedawung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Akan dibangun jalan sepanjang kurang lebih 600 meter di Desa Kedawung dengan memberdayakan masyarakat. Hal itu, disampaikan Bupati Lumajang, Drs. As&#8217;at, M.Ag., saat menghadiri Edukasi dan Rembuk Masyarakat, Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementrian Ketenagakerjaan RI dalam rangka padat karya dan infrastruktur tahun 2018 di Desa Kedawung, Kecamatan, Padang, Jum&#8217;at (10/8/2018) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Akan dibangun jalan sepanjang kurang lebih 600 meter di Desa Kedawung dengan memberdayakan masyarakat. Hal itu,  disampaikan Bupati Lumajang, Drs. As&#8217;at, M.Ag., saat menghadiri Edukasi  dan Rembuk Masyarakat, Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementrian Ketenagakerjaan RI dalam rangka padat karya dan infrastruktur tahun 2018 di Desa Kedawung, Kecamatan, Padang, Jum&#8217;at (10/8/2018) pagi.</p>
<p>Bupati bersyukur bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah memberikan perencanaan dan pelaksanaan program yang baik, termasuk pemberdayaan masyarakat dalam membangun jalan. &#8220;Saya bersyukur, Kita mendasari pembangunan itu dengan niat yang baik dan perencanaan yang baik pula,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pada kesempatan itu Bupati juga mengatakan, Pemerintahan itu tidak boleh tebang pilih dalam memberikan pelayanan. Jadi siapa saja yang membutuhkan harus diberi pelayanan. Ia berharap program tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik mungkin. Hal itu dimaksudkan untuk mencipatakan lapangan kerja serta memberikan peran masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur desa.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kedawung, Bawon, berharap program yang akan dilaksanakan di Desa Kedawung tersebut, bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. &#8220;Harapan program yang sudah diserahkan kepada Desa Kedawung sangat bermanfaat untuk masyarakat. Saya berharap program ini terus berlanjut di Desa Kedawung,&#8221; harapnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51069</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
