<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Padi Organik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/padi-organik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Feb 2020 16:07:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Padi Organik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Bertekad Tumbuhkan Ekonomi Baru di Lumajang dengan Beras Organik</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-bertekad-tumbuhkan-ekonomi-baru-di-lumajang-dengan-beras-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 16:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Organik]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Padi Organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106650-bupati-bertekad-tumbuhkan-ekonomi-baru-di-lumajang-dengan-beras-organik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peralihan pertanian dari padi non organik menjadi organik akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian baru di Lumajang. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat Pencanangan Tanam Pengembangan Padi Organik di Desa Sumbermujur, Rabu (19/2/2020). &#8220;Organik itu kita sudah merasakan harga sangat bersaing, sangat kompetitif dan pasar organik sangat banyak yang menbutuhkan beras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peralihan pertanian dari padi non organik menjadi organik akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian baru di Lumajang. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat Pencanangan Tanam Pengembangan Padi Organik di Desa Sumbermujur, Rabu (19/2/2020).</p>
<p>&#8220;Organik itu kita sudah merasakan harga sangat bersaing, sangat kompetitif dan pasar organik sangat banyak yang menbutuhkan beras organik, kalau ini menjadi produktifitas para petani maka akan menumbuhkan perekonomian baru bagi para petani,&#8221; jelas Bupati.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106652" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Bupati-Bertekad-Tumbuhkan-Ekonomi-Baru-di-Lumajang-dengan-Beras-Organik.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Bupati Bertekad Tumbuhkan Ekonomi Baru di Lumajang dengan Beras Organik" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Bupati-Bertekad-Tumbuhkan-Ekonomi-Baru-di-Lumajang-dengan-Beras-Organik.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Bupati-Bertekad-Tumbuhkan-Ekonomi-Baru-di-Lumajang-dengan-Beras-Organik.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Bupati-Bertekad-Tumbuhkan-Ekonomi-Baru-di-Lumajang-dengan-Beras-Organik.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Bupati-Bertekad-Tumbuhkan-Ekonomi-Baru-di-Lumajang-dengan-Beras-Organik.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/Bupati-Bertekad-Tumbuhkan-Ekonomi-Baru-di-Lumajang-dengan-Beras-Organik.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Bupati menjelaskan bahwa pertanian organik tidak hanya bernilai ekonomis tinggi, pertanian organik juga penting untuk perbaikan ekosistem pertanian yang kian rusak terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti penggunaan pestisida.</p>
<p>&#8220;Maka pilihan yang benar adalah mengembalikan kesuburan tanah dari pertanian non organik menjadi organik,&#8221; jelas Bupati.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Paiman menjelaskan bahwa pencanangan ini diadakan dalam rangka mewujudkan Lumajang sebagai lumbung padi organik. Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Pencanganan Sukses Penyuluh Komunikasi Bermartabat (Suluh Kober).</p>
<p>&#8220;Padi organik dari hulu dan hilir kami terus berupaya dengan jajaran terkait sehingga kedepan semakin menjadi, dan menjalankan kebijakan Bupati mewujudkan bumi organik tidak lama dapat kami lakukan,&#8221; jelasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106651" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0164-copy.jpg?resize=740%2C494&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="494" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0164-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0164-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0164-copy.jpg?resize=600%2C401&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0164-copy.jpg?resize=200%2C134&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati beserta jajaran Forkopimda turut menanam padi organik di lahan milik Kelompok Tani Kalijambe Sumbermujur. Usai kegiatan, Bupati berkesempatan meresmikan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) Kelompok Tani Kali Jambe. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kesulitan Pupuk Bersubsidi, Petani Kencong Kembangkan Padi Organik</title>
		<link>https://memontum.com/kesulitan-pupuk-bersubsidi-petani-kencong-kembangkan-padi-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2019 14:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Padi Organik]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk bersubsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/72078-kesulitan-pupuk-bersubsidi-petani-kencong-kembangkan-padi-organik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Karena kelangkaan pupuk bersubsidi sejak empat tahun lalu membuat petani di Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tidak patah arang. Para petani kini mengandalkan pupuk organik dan menjadi petani mandiri. Hamparan tanaman padi di areal persawahan ini, terbagi dalam plot-plot dengan papan besar bertuliskan ‘Padi Konversi Organik kerjasama Bumdes dengan Kelompok Tani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Karena kelangkaan pupuk bersubsidi sejak empat tahun lalu membuat petani di Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tidak patah arang. Para petani kini mengandalkan pupuk organik dan menjadi petani mandiri.</p>
<p>     Hamparan tanaman padi di areal persawahan ini, terbagi dalam plot-plot dengan papan besar bertuliskan ‘Padi Konversi Organik kerjasama Bumdes dengan Kelompok Tani Mulur’. Padi tersebut adalah tanaman organik yang dikembangkan oleh kelompok tani (Poktan) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kencong</p>
<p>      Kepala Desa Kencong Nurhadi Wiyono mengatakan, pengembangan ini sudah dilakukan sejak empat tahun lalu, sejak pupuk bersubsidi mahal dan langka. </p>
<p>Akhirnya ada sosialisasi dari petugas penyuluh lapang (PPL) terkait penanggulangan kelangkaan pupuk dengan pembuatan pupuk organik. Terutama dengan cara membuat kompos dari kotoran ternak. “Kotoran ternak ini sangat murah dan mudah ditemukan di sini,” katanya.</p>
<p>    Kepala Desa Kencong menambahkan, dukungan dari pemdes untuk mengembangkan alternatif ini juga sangat besar. Setiap satu bulan sekali selalu diadakan pelatihan. &#8221; Pemdes mendatangkan PPL dan juga tim ahli. Memang awal-awal pelatihan tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, &#8221; lanjutnya.</p>
<p>    Menurut Wiyono, dalam mengenalkan pertanian berbasis organik pada Poktan membutuhkan proses yang panjang. Karena perubahan sistem budidaya dari padi konvensional ke organik itu membutuhkan waktu yang cukup lama. “Awalnya hasil tanaman tidak seperti yang diharapkan, terutama dalam pemasarannya yang sulit, karena harga beras organik mencapai dua kali lipat dibanding beras biasa, “ Itulah yang membuat kelompok tani semakin semangat, tak ada kata menyerah bagi mereka,  tegasnya.</p>
<p>     Sementara Ali Maksun, salah satu petani anggota Poktan Mulur Desa Kencong mengaku, awalnya untuk menanamkan kesadaran petani dalam bertanam padi organik itu sangat sulit. Namun saat ini sudah menggandrungi budidaya padi sistem organik karena alasan kesehatan. “Dulu saya sakit lambung lama, ternyata makan nasi dari beras organik lama-kelamaan sakitnya bekurang,” terangnya.</p>
<p>    Petani sekaligus guru MTs itu menyebut bahwa dengan cara konvensional akan banyak kandungan bahan kimia yang bisa merusak lingkungan. Bahkan hal itu pastinya bisa berdampak buruk bagi kesehatan.</p>
<p>    Petani lain, Budi Agus Santoso menyampaikan bahwa petani organik itu adalah petani yang mandiri, karena tidak mengandalkan pupuk bersubsidi. Bahkan para petani organik siap kalau pupuk subsidi dicabut karena selama ini kita tidak ketergantungan dengan pupuk subsidi dan pestisida. “Untuk pestisida kami manfaatkan pestisida hayati yang diracik sendiri dari tanaman dan rempah,” tegasnya.</p>
<p>   Alhasil dari perjuangan Pemdes dan Poktan Desa Kencong dalam mengembangkan padi organik Poktan yang bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), budidaya padi organik semakin berkembang lagi. <strong>(im/aji/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72078</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Program Pemuda Tani, Kemenpora Gelar Panen Perdana Padi Organik di Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-program-pemuda-tani-kemenpora-gelar-panen-perdana-padi-organik-di-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 13:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenpora]]></category>
		<category><![CDATA[Padi Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35752-hasil-program-pemuda-tani-kemenpora-gelar-panen-perdana-padi-organik-di-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8212; Program Pemuda Tani Organik berbasiskan Kearifan Lokal Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mulai menuai hasil. Hal itu dibuktikannya dengan digelarnya panen perdana padi organik di lahan milik Pemuda Tani Organik, Husni Mubarok, di Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Sabtu (7/4/2018). “Ini adalah Panen Perdana yang di kembangkan oleh Mas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8212; Program Pemuda Tani Organik berbasiskan Kearifan Lokal Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mulai menuai hasil. Hal itu dibuktikannya dengan digelarnya panen perdana padi organik di lahan milik Pemuda Tani Organik, Husni Mubarok, di Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Sabtu (7/4/2018).</p>
<p>“Ini adalah Panen Perdana yang di kembangkan oleh Mas Husni (Muhammad Husni Mubarok.red), salah satu petani muda di Kabupaten Lamongan,” kata Staf Khusus Menpora Bidang Kepemudaan, Zainul Munasichin. </p>
<p>Dikatakan Zainul, panen perdana padi organik yang dikembangkan oleh para pemuda tani alumni pelatihan pertanian organik Kemenpora ini merupakan 100 persen padi organik. </p>
<p>“Sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia atau insektisida, semuanya murni organik yang dikembangkan dari bahan-bahan yang sangat alami pupuknya,” ucapnya. </p>
<p>Tak hanya itu, Zainul juga menyebutkan padi organik hasil panen raya perdana di lahan demontration plot (demplot) seluas 100 meter persegi ini memiliki hasil yang  tidak kalah dengan pertanian yang menggunakan pupuk kimia. </p>
<p>“Kelebihan lainnya, biaya produksinya lebih murah, Dan hasil dari padi organik ini harganya tinggi, karena sekarang masyarakat cenderung lebih menyukai bahan-bahan pangan yang sifatnya organik,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Zainul menuturkan pasca panen padi organik ini, Kemenpora tak lantas berhenti begitu saja, namun Kemenpora juga akan membantu para pemuda tani dalam pemasaran hasil pertanian organik pasca panen. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35752</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
