<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pagelaran budaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pagelaran-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2020 13:06:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pagelaran budaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lestarikan Budaya, Laskar Tjakraningrat Tampilkan Batik Berusia 100 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-budaya-laskar-tjakraningrat-tampilkan-batik-berusia-100-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 13:06:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Laskar Tjakraningrat]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107770-lestarikan-budaya-laskar-tjakraningrat-tampilkan-batik-berusia-100-tahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Seiring perkembangan jaman modern yang ada saat ini, banyak nilai budaya dan seni tradisional yang mulai tergeser. Untuk mempertahankan hal tersebut, pegiat budaya Laskar Tjakraningrat Bangkalan menggelar pegelaran budaya dengan menampilkan berbagai kebudayaan dan seni di markas Laskar Tjakraningrat di jalan KH Moh Kholil, Bangkalan, Rabu (4/3/2020). Salah satu hal yang menarik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Seiring perkembangan jaman modern yang ada saat ini, banyak nilai budaya dan seni tradisional yang mulai tergeser. Untuk mempertahankan hal tersebut, pegiat budaya Laskar Tjakraningrat Bangkalan menggelar pegelaran budaya dengan menampilkan berbagai kebudayaan dan seni di markas Laskar Tjakraningrat di jalan KH Moh Kholil, Bangkalan, Rabu (4/3/2020).</p>
<p>Salah satu hal yang menarik dari pagelaran ini yaitu, lembaran batik tulis yang berusia lebih dari 100 tahun. Batik khas Bangkalan ini dikenal dengan nama Batik Patengteng dan memiliki proses khusus dalam pembuatannya.</p>
<p>Selain dikenal dengan motif yang unik, batik tersebut memiliki ciri khas warna yang cerah. Nah, warna cerah inilah yang memiliki proses lama karena harus dimasukkan kedalam kendi pewarnaan dengan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan warna yang khas.</p>
<p>Ketua Laskar Tjakraningrat, Fathur Rahman Said atau dikenal dengan Jimhur Saros mengatakan batik patengteng ini merupakan salah satu aset seni budaya Bangkalan. Batik ini banyak digunakan oleh kalangan raja pada jaman dahulu.</p>
<p>&#8220;Harus bangga memiliki dan menggunakan batik patenteng ini, kita sebagai generasi penerus harus melestarikan seni budaya ini agar tidak punah dan tinggal nama,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Tak hanya menampilkan batik dan kerajinan berusia ratusan tahun, dalam pagelaran ini juga ditampilkan tarian dan nyanyian khas Bangkalan. Menariknya, tarian dan nyanyian itu dibawakan oleh siswa SD dan SMP.</p>
<p>Selain menyuguhkan kesenian, pagelaran ini sekaligus meresmikan sekolah menembak dan juga club panahan milik laskar tjakraningrat. Diharapkan, dengan diresmikannya kedua club ini banyak generasi muda dapat menyalurkan kegiatannya ke arah yang positif.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bangga dengan adanya pagelaran budaya tersebut. Ia berharap, melalui laskar Tjakraningrat banyak masyarakat yang tergugah untuk bersama-sama melestarikan budaya Bangkalan.</p>
<p>&#8220;Pelestarian budaya sangat perlu dan penting. Terimakasih kepada Laskar Tjakraningrat yang hingga hari ini terus melestarikan seni dan budaya Bangkalan. Semoga semakin banyak masyarakat yang turut andil dalam pelestarian budaya ini, karena inilah warisan nenek moyang kita yang harus kita jaga bersama,&#8221; pungkasnya. <strong>(Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107770</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Kenalkan Budaya Asli dengan Pagelaran Bondowoso Megalitikum 2019</title>
		<link>https://memontum.com/disdikbud-kenalkan-budaya-asli-dengan-pagelaran-bondowoso-megalitikum-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 04:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bondowoso Megalitikum]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94715-disdikbud-kenalkan-budaya-asli-dengan-pagelaran-bondowoso-megalitikum-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso memperkenalkan budaya lokal dengan menggelar Pagelaran Budaya Bondowoso Megalitikum 2019. Pagelaran yang menampilkan budaya asli Bondowoso, ini dibuka Bupati KH.Salwa Arifin di Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo, Jumat malam (27/9/2019). Beragam tradisi dan kesenian menarik asli dari desa-desa di Kota Tape –julukan Kabupaten Bondowoso- [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso memperkenalkan budaya lokal dengan menggelar Pagelaran Budaya Bondowoso Megalitikum 2019. Pagelaran yang menampilkan budaya asli Bondowoso, ini dibuka Bupati KH.Salwa Arifin di Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo, Jumat malam (27/9/2019).</p>
<p>Beragam tradisi dan kesenian menarik asli dari desa-desa di Kota Tape –julukan Kabupaten Bondowoso- ditampilkan di hadapan masyarakat yang memenuhi alun-alun. Diantaranya, kesenian Topeng Konah dari desa Blimbing kecamatan Klabang, Glundeng dari Kecamatan Tamanan, serta karawitan dan keroncong asli Bondowoso. Selain itu, kolaborasi kesenian lokal dan moderen.</p>
<div id="attachment_94716" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-94716" decoding="async" class="size-full wp-image-94716" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/2-Bupati-Salwa-Arifin-Pukul-Gong-Bondowoso-Megalitikum-2019-copy.jpg?resize=740%2C377" alt="PUKUL GONG: Bupati KH.Salwa Arifin memukul gong LED membuka Pagelaran Budaya Bondowoso Megalitikum 2019" width="740" height="377" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/2-Bupati-Salwa-Arifin-Pukul-Gong-Bondowoso-Megalitikum-2019-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/2-Bupati-Salwa-Arifin-Pukul-Gong-Bondowoso-Megalitikum-2019-copy.jpg?resize=300%2C153&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/2-Bupati-Salwa-Arifin-Pukul-Gong-Bondowoso-Megalitikum-2019-copy.jpg?resize=768%2C391&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-94716" class="wp-caption-text">PUKUL GONG: Bupati KH.Salwa Arifin memukul gong LED membuka Pagelaran Budaya Bondowoso Megalitikum 2019</p></div>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, H. Harimas sekaligus ketua panitia mengatakan, pagelaran budaya ini digelar agar masyarakat luas mengetahui dan memahami Bondowoso merupakan kabupaten kaya budaya lokal dan layak ditampilkan secara global.</p>
<p>”Pagelaran ini juga ajang potensi talenta muda untuk menampilkan keahlian serta bakat dan minat terhadap budaya tradisional asli Bondowoso,” katanya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Harimas, pagelaran budaya digelar untuk menarik minat masyarakat luar datang ke Bondowoso. Sehingga, pelaku budaya di Bondowoso ikut andil mendatangkan wisatawan dari luar Bondowoso.</p>
<p>”Dengan begitu, budaya asli Bondowoso menjadi magnet bagi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri berkunjung ke Bondowoso” terangnya.</p>
<p>Bupati KH. Salwa Arifin yang membuka pagelaran budaya dengan pukulan gong LED mengatakan, Bondowoso merupakan kabupaten kaya budaya asli. Baik, tradisi, adat istiadat, maupun kesenian tradisonal yang tidak kalah dengan daerah lain.</p>
<p>”Karena itu, Pagelaran Budaya Bondowoso Megalitikum 2019 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ini sangat bagus dan bisa mengedukasi masyarakat tentang kekayaan budaya asli Bondowoso yang diwariskan para leluhur kita,” katanya.</p>
<p>Pagelaran budaya, ini hadiri para pejabat Forkopimda. Diantaranya, Sekda H. Syaifullah, Dandim 0822 Letkol Inf. Jadi, Kajari Bondowoso, dan perwakilan Kapolres setempat. Hadir pula, para pejabat OPD pemkab, perwakilan Pimcab Bnak Jatim Bondowoso, dan Sinung Sudrajat, Pengawas Dewan Kesenian Bondowoso yang juga Wakil Ketua DPRD periode 2019-2024 dari PDI-P. <strong>(ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94715</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
