<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pagelaran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pagelaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jun 2025 11:16:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pagelaran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Segoro Topeng Kaliwungu, Tarian Sakral Lumajang yang Dikemas dalam Pagelaran Budaya Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/segoro-topeng-kaliwungu-tarian-sakral-lumajang-yang-dikemas-dalam-pagelaran-budaya-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[sakral]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[tarian]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223390</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan dan satu persatu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai. Pemandangan Inilah yang dihadirkan dalam Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia. Bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan dan satu persatu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai.</p>



<p>Pemandangan Inilah yang dihadirkan dalam Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia. Bukan sembarang pertunjukan, Segoro Topeng adalah bentuk kolosal dari Tari Topeng Kaliwungu tarian sakral asal Desa Kaliwungu, Lumajang.</p>



<p>Sejak pertama kali digelar secara besar-besaran pada 2022, event ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga wajah baru promosi pariwisata berbasis budaya. Nama &#8216;Segoro Topeng&#8217; sendiri lahir dari perpaduan dua kekuatan utama. &#8216;Segoro&#8217; (Samudera Hindia) yang menggambarkan keelokan pantai selatan dan ‘Topeng’ yang merepresentasikan kekayaan nilai-nilai budaya lokal. Gabungan ini, menciptakan pengalaman tidak terlupakan, di mana seni tradisi berdialog langsung dengan alam.</p>



<p>Setiap tahun, tema yang diusung berbeda dan selalu mengangkat cerita yang menggugah. Tahun 2023, bertema &#8216;Kidung Katresnan&#8217;, menyoroti cinta dan pengorbanan. Tahun 2024 dengan tema &#8216;Legenda Argasonya&#8217;, yang mengangkat mitologi lokal. Tahun ini, tema &#8216;Mystical of Kaliwungu&#8217;, yang menelusuri sisi magis dan spiritual dari desa yang menjadi asal mula tarian ini.</p>



<p>Lebih dari sekadar panggung hiburan, Segoro Topeng hadir sebagai strategi destinasi branding Kabupaten Lumajang. Tujuannya jelas, yaitu menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata yang menyatu dengan keindahan alam, menciptakan pengalaman wisata yang sarat makna.</p>



<p>&#8220;Acara ini mampu menggugah tidak hanya wisatawan, tetapi juga hati masyarakat lokal, terutama generasi muda. Mereka diajak mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur melalui ekspresi yang megah, modern, dan membanggakan,&#8221; kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, dalam siaran persnya, Jumat (27/06/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, event ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman tari, penata musik, pembuat kostum hingga UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Semua bersinergi menyajikan sajian budaya yang tak lekang oleh waktu dan tak kalah dengan festival internasional.</p>



<p>Dengan ratusan penari yang terlibat, setiap helai gerakan, warna topeng dan hentakan musik adalah hasil kolaborasi ratusan tangan kreatif. Mereka tidak hanya tampil di atas panggung, tapi juga menenun kisah Lumajang yang inklusif dan membanggakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tahun 2025 menjadi tahun istimewa. Untuk pertama kalinya, Segoro Topeng Kaliwungu ditetapkan sebagai salah satu dari 110 Karisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI. Penetapan ini, memperkuat posisi Lumajang dalam peta pariwisata nasional, bahkan internasional.</p>



<p>Event yang berlangsung selama dua hari ini dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan. Hari pertama, 28 Juni, diawali dengan aksi penanaman cemara laut bertajuk &#8216;Pantai Lestari, Cemara Menyapa&#8217;. Aksi ekologis ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa bersatu dengan pelestarian budaya.</p>



<p>Di hari yang sama, suasana dihangatkan oleh Reggae Senja, yang menghadirkan musik sebagai bahasa universal yang menyatukan semua kalangan. Sementara, Pameran UMKM juga menampilkan produk lokal dari tangan-tangan kreatif warga Lumajang yang siap bersaing di pasar global.</p>



<p>Hari kedua, atau 29 Juni, menjadi puncak kemeriahan. Mahameru Fishing Festival meriahkan pagi hari dengan semangat kebersamaan nelayan dan wisatawan. Fashion Show Batik Lumajang menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa tampil elegan dan modern.</p>



<p>Sore menjelang malam, tibalah saat yang ditunggu, Sendratari kolosal &#8216;Segoro Topeng Kaliwungu&#8217; digelar. Di hadapan ribuan penonton, panggung raksasa di pesisir pantai menjelma menjadi dunia mistis nan memukau. Cahaya, musik, dan gerakan penari menyatu dalam satu harmoni yang mengguncang hati.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang menaruh harapan besar pada event ini. Mereka melihat Segoro Topeng bukan hanya sebagai acara tahunan, tapi sebagai simbol transformasi budaya menjadi motor ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.</p>



<p>Seiring semakin dikenalnya Lumajang sebagai tujuan wisata, Segoro Topeng akan dikembangkan dalam format yang lebih luas. Sehingga, menjadi paket wisata budaya yang terintegrasi, sehingga tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman hidup yang mendalam bagi para wisatawan.</p>



<p>Bukan hal mustahil, jika dalam beberapa tahun ke depan, Segoro Topeng bisa setara dengan festival budaya kelas dunia. Apalagi Lumajang telah mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 sebuah prestasi luar biasa.</p>



<p>Namun di balik gemerlap event, satu hal yang tidak boleh dilupakan. Segoro Topeng adalah suara dari masyarakat, warisan dari masa lalu dan cahaya untuk masa depan. Di setiap topeng yang menari, terselip harapan akan negeri yang lebih mencintai budayanya.</p>



<p>Dan pada akhirnya, siapa pun yang menyaksikan Segoro Topeng akan membawa pulang lebih dari sekadar gambar. Mereka akan membawa cerita, emosi, dan rasa bangga bahwa Indonesia, melalui Lumajang, punya cara istimewa untuk menyapa dunia. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223390</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seribu Penari Bakal Meriahkan Pagelaran Kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/seribu-penari-bakal-meriahkan-pagelaran-kolosal-gandrung-sewu-di-pantai-marina-boom-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[marina]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[seribu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan. “Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan.</p>



<p>“Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi pariwisata. Gandrung Sewu juga menjadi ajang konsolidasi budaya sekaligus upaya melakukan pelestarian dan regenerasi kesenian Gandrung,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p>Tahun ini, ujarnya, pagelaran seni kolosal akan mengangkat tema besar &#8216;Payung Agung&#8217;, yang terinspirasi dari keberagaman etnis yang ada di Banyuwangi. Diketahui, Banyuwangi sendiri terdiri atas beragam suku, mulai Suku Osing Jawa, Madura, Mandar dan Bali. Semuanya memberikan warna pada kehidupan seni dan budaya di daerah.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi telah menggelar event Gandrung Sewu sejak tahun 2012. Dihelat sejak 12 tahun lalu, animo masyarakat yang ingin terlibat dalam event ini setiap tahunnya tak pernah surut.</p>



<p>Ribuan siswa yang ingin andil sebagai penari dalam Gandrung Sewu ini terus bertambah. Setiap tahunnya, penyelenggara menggelar seleksi karena tingginya antusias pelajar yang ingin terlibat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Inilah salah satu bentuk regenerasi pelaku seni yang terus kita lakukan. InshaAllah Banyuwangi tidak terlalu khawatir akan keberlanjutan kesenian daerahnya. Tidak hanya Gandrung Sewu, kami juga terus akan mensuport kesenian daerah lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berkat konsistensi ini, sejak 2023 event Gandrung Sewu juga menjadi salah satu even unggulan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam upaya pelestarian Tari Gandrung dan menjadikannya terus berkembang sampai dengan saat ini,” kata Sugirah.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Taufik Rohman, menerangkan bahwa Gandrung Sewu akan dihelat dengan sejumlah rangkaian. Di awali 24 Oktober, Padang Ulanan yakni apresiasi tari dan musik tradisi pada pukul 14.00 siang.</p>



<p>Menyusul 25 Oktober akan berlangsung Meras Gandrung pada pukul 16.00 yang dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Gagrak Banyuwangi pada pukul 19.00. “Pagelaran kolosal Gandrung Sewu akan berlangsung 26 Oktober mulai pukul 13.00 di tepi Pantai Marina Boom,” kata Plt Dispar Taufik.</p>



<p>Ditambahkannya, Sendratari Gandrung Sewu tahun ini akan mengisahkan bagaimana para Penari Gandrung yang berlatar belakang dari berbagai suku di Banyuwangi hidup dalam keadaan yang rukun dan guyub. “Keragaman suku ini akan divisualisasikan oleh para Penari Gandrung, dengan menarikan tarian dari suku-suku tersebut diiringi lagu daerahnya masing-masing. Inikan menjadi atraksi yang menarik, bagaimana seni budaya dari berbagai suku di Banyuwangi kita visualisasikan dalam sebuah koreografi yang apik dalam payung besar Gandrung Sewu,” kata Taufik.<strong> (kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pagelaran Kentrung Modern Kala Senja, Mas Dhito Dorong Guru di Kediri Miliki Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pagelaran-kentrung-modern-kala-senja-mas-dhito-dorong-guru-di-kediri-miliki-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kentrung]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[senja,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong guru non ASN di wilyahnya untuk memiliki usaha. Hal ini dimaksudkan, untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Disampaikan Mas Dhito-sapaan akarabnya, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana akan menaikkan insentif bagi guru non ASN. Pun demikian, pihaknya menginginkan guru non formal ini punya kemandirian berwirausaha, agar tidak bergantung terus menerus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong guru non ASN di wilyahnya untuk memiliki usaha. Hal ini dimaksudkan, untuk meningkatkan kesejahteraan guru.</p>



<p>Disampaikan Mas Dhito-sapaan akarabnya, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana akan menaikkan insentif bagi guru non ASN. Pun demikian, pihaknya menginginkan guru non formal ini punya kemandirian berwirausaha, agar tidak bergantung terus menerus dengan kenaikan insentif yang telah diberikan.</p>



<p>“Ada nggak guru-guru yang punya usaha? Ada nggak guru-guru yang ingin pelatihan usaha?,” tanya Mas Dhito di Pagelaran Kentrung Modern Kala Senja di Bumi Panjalu, Kamis (30/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mas Dhito juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menginventarisir berapa jumlah guru di Kabupaten Kediri, yang telah berusaha. Kemudian, bagi guru yang belum mempunyai usaha, bupati muda itu mendorong agar guru mampu menciptakan usaha baru.</p>



<p>Dengan inventarisir itu, katanya, bisa diketahui program apa yang cocok diberikan kepada para guru tersebut. Baik program, bantuan alat atau pun modal usaha.</p>



<p>Meski demikian, saat dialog di acara yang dihadiri ratusan guru tersebut, Mas Dhito berharap agar para guru bisa menentukan kebutuhan prioritas untuk usaha yang sedang dijalankan. &#8220;Butuhnya apa bukan inginnya apa. Jangan sampai minta modal tapi ternyata butuhnya (prioritasnya) bukan itu,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muksin, menjelaskan bahwa pagelaran seni tersebut merupakan perpaduan antara seni tari, drama dan musik yang mengambil lakon Jimat Lontar Nyi Girah.</p>



<p>Pagelaran ini, ujarnya, merupakan tindak lanjut dari program magang Guru Agama Hindu dan Guru Seni Budaya di Bali pada April 2023 lalu. Sedangkan harga tiket yang dikenakan untuk melihat agenda di Taman Totok Kerot itu, nantinya akan dirupakan pementasan berkelanjutan. Sehingga harapannya, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Para guru juga ingin menyumbangkan PAD walaupun kecil, doa mereka dengan PAD ini kesejahteraan guru juga terangkat,” terang Muksin.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hormati Lagu Indonesia Raya, Mas Dhito Beri Apresiasi Penonton di Gelaran Seni Jaranan Jawa dan Festival Jawa</title>
		<link>https://memontum.com/hormati-lagu-indonesia-raya-mas-dhito-beri-apresiasi-penonton-di-gelaran-seni-jaranan-jawa-dan-festival-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 May 2023 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengingatkan akan pentingnya menghormati lagu Kebangsaan Indonesia Raya kepada masyarakat Kabupaten Kediri. Hal ini disampaikan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, saat memberikan sambutan di Gelar Seni Jaranan Jawa dan Festival Jawa di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (21/05/2023) tadi. Awalnya atau saat sebelum gelaran seni dimulai, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengingatkan akan pentingnya menghormati lagu Kebangsaan Indonesia Raya kepada masyarakat Kabupaten Kediri. Hal ini disampaikan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, saat memberikan sambutan di Gelar Seni Jaranan Jawa dan Festival Jawa di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (21/05/2023) tadi.</p>



<p>Awalnya atau saat sebelum gelaran seni dimulai, semua orang menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, bupati muda tersebut melihat sebagian orang tetap duduk, walaupun lagu ciptaan W R Supratman tersebut sudah dikumandangkan.</p>



<p>Melihat hal itu, Mas Dhito kemudian mengingatkan pentingnya sikap menghormati lagu kebangsaan sebagai jati diri bangsa dengan sikap sempurna dalam kondisi berdiri. &#8220;Bagaimana kita mau mempunyai tagline Kediri Berbudaya kalau (didengarkan, red) lagu kebangsaan saja, jenengan duduk,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Rupanya, bupati yang gemar bervespa itu memperhatikan sikap penonton saat menyanyikan lagu kebangsaan. Tidak hanya itu, diantara penonton, Mas Dhito pun menemukan Putri Budyaningrah Utami, yang tetap konsisten dengan sikap sempurnanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Karenanya, Mas Dhito meminta guru MTs Kanigoro, Kecamatan Kras, itu untuk maju di hadapan para penonton. Selanjutnya, Mas Dhito kemudian memberikan hadiah kepada pelajar tersebut.</p>



<p>“Sekarang mbak mau pilih apa, laptop, handphone atau beasiswa?,” tanya Mas Dhito kepada Putri.</p>



<p>Setelah mendengar jawaban dari pertanyaannya, Mas Dhito pun tanpa ragu menambahkan hadiah sebuah laptop kepada Putri. Pemberian hadiah atau apresiasi itu, Mas Dhito menilai, dengan tagline baru Kediri Berbudaya, sudah sepatutnya masyarakat juga menjunjung tinggi budaya menghormati lagu kebangsaan.</p>



<p>Slogan Kediri Berbudaya, lanjutnya, tidak sekadar sebagai slogan atau tagline semata. Melainkan juga dipraktekkan dalam kehidupan. &#8220;Kediri Budaya bukan hanya slogan. Tetapi, bagaimana mempraktekan budaya menghargai orang lain, budaya membuang sampah pada tempatnya, budaya menghargai lagu kebangsaan,” terang Mas Dhito.</p>



<p>Sementara itu, pelaksanaan Festival Jaranan Jowo ini sendiri diikuti oleh puluhan sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga SMA. Dengan festival itu, Mas Dhito menginginkan ke depan akan digelar di tempat-tempat peninggalan sejarah seperti candi. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Watu Ulo Pegon 2023 Sedot Ribuan Pengunjung di Pesisir Jember Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/watu-ulo-pegon-2023-sedot-ribuan-pengunjung-di-pesisir-jember-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2023 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Pesisir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Setelah sempat vakum karena pandemi Covid-19, Pagelaran Watu Ulo Pegon atau Wato, akhirnya kembali digelar. Meski terik panas matahari membakar kulit, tidak menyurutkan semangat ribuan warga untuk hadir di Pantai Watu Ulo, Minggu (07/05/2023) siang. Bahkan, nampak warga berduyun-duyun datang ke pesisir Jember Selatan, untuk menyaksikan even tradisi yang digelar tahunan atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://jember.memontum.com/"><strong>Jember</strong> </a>&#8211; Setelah sempat vakum karena pandemi Covid-19, Pagelaran Watu Ulo Pegon atau Wato, akhirnya kembali digelar. Meski terik panas matahari membakar kulit, tidak menyurutkan semangat ribuan warga untuk hadir di <a href="https://jember.memontum.com/">Pantai Watu Ulo</a>, Minggu (07/05/2023) siang.</p>



<p>Bahkan, nampak warga berduyun-duyun datang ke pesisir <a href="https://jember.memontum.com/">Jember </a>Selatan, untuk menyaksikan even tradisi yang digelar tahunan atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Dalam perhelatan tahun ini, selain warga juga banyak pejabat daerah yang turun dan ikut datang serta menyaksikan setiap rangkaian prosesi.</p>



<p>Asisten Administrasi Umum <a href="https://jember.memontum.com/">Pemkab Jember</a>, Widodo Julianto, mewakili Bupati Jember, Hendy Siswanto, membuka festival tersebut. </p>



<p>&#8220;Hari ini, kita sengaja hadir untuk bersama-sama menyaksikan Waton yang merupakan warisan leluhur,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perlu kita ketahui bersama, lanjutnya, bahwa Pegon merupakan transportasi barang tradisional yang nyaris tergerus modernisasi. &#8220;Sejarah adanya Festival Pegon berangkat dari tradisi yang digelar pada 1989,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Gelaran ini, digelar pada hari ketujuh Hari Raya Idul Fitri atau pada saat Kupatan.</p>



<p>Pada saat itu, orang-orang dengan menaiki Pegon berjalan berarak-arakan menuju pantai. Sambil menikmati pantai, dengan memakan berbagai hidangan ketupat.</p>



<p>&#8220;Festival ini hanya bisa dinikmati setahun sekali,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Terkait gelaran itu, dirinya juga berharap agar benar-benar dilestarikan. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab bersama.</p>



<p>Melalui kegiatan Waton ini, masyarakat juga menampilkan kesenian yang dapat diteruskan ke generasi-generasi berikutnya. Selain itu, diharapkan dapat menarik minat wisata.</p>



<p>&#8220;Mari berpartisipasi untuk festival-festival berikutnya. Mari menjaga dan menghargai tradisi yang menjadi ciri khas bangsa,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Untuk Kali Pertama, Pagelaran Wayang Kulit Bawakan Cerita dalam Babad Kadhiri secara Utuh</title>
		<link>https://memontum.com/untuk-kali-pertama-pagelaran-wayang-kulit-bawakan-cerita-dalam-babad-kadhiri-secara-utuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 May 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sejarah tanah Kediri hingga menjadi kerajaan dalam serat Babad Kadhiri, akan ditampilkan dalam perspektif cerita wayang. Pagelaran wayang kulit ini, rencananya membawakan 10 lakon secara berseri selama tiga hari berturut-turut pada 02 hingga 04 Mei 2023. Pagelaran wayang kulit yang diinisiasi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sejarah tanah Kediri hingga menjadi kerajaan dalam serat Babad Kadhiri, akan ditampilkan dalam perspektif cerita wayang. Pagelaran wayang kulit ini, rencananya membawakan 10 lakon secara berseri selama tiga hari berturut-turut pada 02 hingga 04 Mei 2023.</p>



<p>Pagelaran wayang kulit yang diinisiasi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1219. Mas Dhito, sapaan akrabnya menyampaikan, untuk menggelar wayang kulit ini, pemerintah daerah bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Melalui cerita yang utuh dan ditampilkan secara berseri, ini diharapkan masyarakat khususnya generasi muda menjadi lebih tahu dan paham mengenai sejarah Kediri,&#8221; kata Mas Dhito, Senin (01/05/2023) tadi.</p>



<p>Babad Kadhiri yang dibawakan dalam perspektif cerita pewayangan ini, urainya, menjadi sarana tranformasi pengetahuan sejarah Kediri yang sangat berharga. Selain sebagai tontonan, pagelaran wayang kulit ini diharapkan dapat menjadi tuntunan. Sebab, banyak nilai-nilai positif yang dapat dipelajari melalui lakon atau cerita yang dibawakan dalang.</p>



<p>&#8220;Dengan mengetahui jalannya cerita dengan karakteristik tokoh yang ada dalam tiap lakon, kita berharap ada nilai-nilai positif yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Ki Didik Wibisono, perwakilan Pepadi Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa cerita-cerita dalam Babad Kadhiri yang dibawakan dalam pagelaran wayang kulit, diakui baru pertama kali ini dibawakan secara utuh. &#8220;Untuk pertama kalinya, penampilan nanti secara utuh. Mulai dari berdirinya kerajaan Mamenang sampai tenggelamnya (Kerajaan Mamaneng),&#8221; terangnya.</p>



<p>10 lakon yang dibawakan dalam pergelaran itu, Pertama yakni Babad Mamenang yang menceritakan sejarah munculnya Kerajaan Mamenang. Kedua yakni Sri Aji Joyoboyo Jumeneng menceritakan sejarah Sri Aji Jayabaya menjadi raja di Mamenang. Tiga yaitu Jongko Jinarwo menceritakan tentang Sri Aji Jayabaya medharake atau memaparkan tentang Jangka Jaya Baya.</p>



<p>Kemudian, urianya, empat yaitu Mayangkoro yang menceritakan tentang moksanya Resi Mayangkoro atau Anoman. Lima yakni Angling Dharma, menceritakan kelahiran Angling Dharma cucu dari Sri Aji Jayabaya. Kemudian enam yakni Sang Cakrawartin (Cakrawartin artinya utusan Tuhan) lakon ini menceritakan epos kepahlawanan Angling Dharma membantu Kerajaan Kediri dari marabahaya.</p>



<p>&#8220;Tujuh yaitu Jaya Amijaya Dadi Ratu yang menceritakan Raden Jaya Amijaya anak dari Prabu Jayabaya menjadi raja. Delapan mengenai Jaya Amisena Dadi Ratu, menceritakan Raden Jaya Amisena anak Prabu Jaya Amijaya menjadi raja. Sembilan, yakni Sri Aji Pamasa Krama, menceritakan pernikahan anak Prabu Jaya Amisena yang bernama Sri Aji Pamasa. 10 yaitu Sri Aji Pamasa, menceritakan Kerajaan Mamenang yang dilanda banjir bandang, sehingga kerajaan tenggelam dan Kerajaan Mamenang dipindah ke Pengging,&#8221; urainya.</p>



<p>Secra keseluruhan, terangnya, ada 12 dalang yang akan membawakan semua lakon-lakon itu secara berseri selama tiga hari. Tidak hanya dalang pria, namun juga akan tampil dalang wanita.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan, nanti banyak masyarakat yang dapat menonton dan menikmati seluruh cerita dalam pagelaran wayang kulit ini,&#8221; papar Didik Wibisono, yang menjabat bendahara Pepadi Kabupaten Kediri itu. <strong>(pan/sit/kom)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>67 Inovator Meriahkan Gelaran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Ke-4 Pemkab Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/67-inovator-meriahkan-gelaran-kompetisi-inovasi-pelayanan-publik-ke-4-pemkab-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2022 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[TIF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Trenggalek Innovation Fest (TIF). Gelaran kompetensi inovasi pelayanan publik yang telah memasuki tahun ke-4, ini berlangsung di GOR Gajah Putih. Mengusung tema Innovation For Sustainability, TIF tahun 2022 ini diikuti sebanyak 67 inovasi yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lembaga, sekolah dan instansi lainnya di Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Trenggalek Innovation Fest (TIF). Gelaran kompetensi inovasi pelayanan publik yang telah memasuki tahun ke-4, ini berlangsung di GOR Gajah Putih.</p>



<p>Mengusung tema Innovation For Sustainability, TIF tahun 2022 ini diikuti sebanyak 67 inovasi yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lembaga, sekolah dan instansi lainnya di Kota Keripik Tempe. Event ini digelar, guna memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan seluruh jajarannya dalam berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat.</p>



<p>Dengan begitu, diharapkan nantinya dapat menjaring, mendesiminasikan, mendokumentasikan dan mempromosikan inovasi pelayanan publik di unit-unit penyelenggara pelayanan publik, serta mendorong dilakukannya replikasi pelayanan publik. &#8220;Hari ini tepatnya di tahun ke 4 ini, kita menggelar Trenggalek Inovation Fest 2022. Tadi Pak Deputi juga menyampaikan bahwa ada beberapa inovasi yang layak dimasukkan ke tingkat nasional,&#8221; terang Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam sambutannya, Rabu (30/11/2022) siang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Suami Novita Hardiny ini berharap, inovasi-inovasi ini akan berkorelasi dengan prestasi yang ada di Kabupaten Trenggalek. &#8220;Jadi, bukan inovasi kalau yang kita lakukan itu tidak memudahkan masyarakat. Contoh dengan adanya inovasi Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan &#8216;GERTAK&#8217;, orang miskin sekarang termudah-kan apa tidak untuk melaporkan mendapatkan beberapa program. Terus inovasi jemput bola, orang rentan merasakan manfaatnya apa tidak,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, Dr Ajib Rakhmawanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, sebagai lembaga kementrian di pusat, tentunya mempunyai kewajiban mendorong pelayanan publik yang lebih baik melalui Inovasi-inovasi.</p>



<p>&#8220;Ternyata, di sini telah menjadi trend atau budaya. Inovasi telah menjadi program dari pada pemerintah daerah setiap tahunnya. Kami di pemerintahan pusat mendorong penciptaan inovasi-inovasi pelayanan publik,&#8221; tutur Ajib.</p>



<p>Kementrian PAN RB itu juga mengapresiasi, bagaimana inovasi-inovasi yang sudah muncul di suatu pemerintahan terkait pelayanan publik ini bisa direplikasi dan dikembangkan.</p>



<p>&#8220;Jangan hanya dimunculkan saja. Kami berharap, apa yang sudah baik di suatu tempat itu bisa dipindahkan atau ditularkan ke instansi lainnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kemudian, sambungnya, inovasi ini tentunya menjadi budaya tersendiri atau setelah menjadi program rutin bisa dibuat suatu kebijakan yang permanen.</p>



<p>&#8220;Dibuat suatu peraturan misalnya, dinas atau badan di suatu daerah melaksanakan inovasi namun juga sesuai dengan tema hari ini sustainable. &#8220;Jadi selalu berkelanjutan,&#8221; papar salah satu pejabat di Kemenpan RB.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Gelaran Kreatifitas PAUD Mayangan, Bunda PAUD Probolinggo Kampanyekan We Love Cities</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-gelaran-kreatifitas-paud-mayangan-bunda-paud-probolinggo-kampanyekan-we-love-cities</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175597</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Masih dalam suasana memperingati Hari Jadi ke 663 Kota Probolinggo dan HUT Himpunan Pendidik serta Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) ke-17, digelar kreatifitas PAUD, Rabu (21/09/2022) tadi. Bertempat di Lautan Pasir depan kafe tenda BeeJay Bakau Resort (BJBR), terdapat 395 siswa dari 24 lembaga Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Mayangan, Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Masih dalam suasana memperingati Hari Jadi ke 663 Kota Probolinggo dan HUT Himpunan Pendidik serta Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) ke-17, digelar kreatifitas PAUD, Rabu (21/09/2022) tadi. Bertempat di Lautan Pasir depan kafe tenda BeeJay Bakau Resort (BJBR), terdapat 395 siswa dari 24 lembaga Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, berbaris rapi guna mengikuti Senam Maumere di awal acara.</p>



<p>Ditandai dengan pelepasan balon oleh Bunda PAUD, Aminah Hadi, kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan We Love Cities (WLC), dengan mengklik vote lakukan satu kali sehari sampai dengan masa kampanye dari 19 September hingga 31 Oktober 2022. Selain itu, juga like komen dan share konten dari facebook Pemerintah Kota Probolinggo dan medsos Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin di facebook dan Instagram Handal Edukasi. Disertai #welovecities dan #weloveprobolinggo.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Dalam sambutannya, Bunda PAUD, Aminah Hadi, mengapresiasi giat kreatifitas PAUD dengan melibatkan anak-anak PAUD se-Kecamatan Mayangan. Menurutnya, Kecamatan Mayangan yang berada di pesisir pantai, sehingga perlu adanya pengetahuan dan pendekatan lingkungan terdekat yang ada di Kecamatan Mayangan. Hal ini, dapat mendukung tumbuh kembang anak dalam hal pengembangan ide dan pemahaman letak geografis Kecamatan Mayangan.</p>



<p>“Mari kita dukung tumbuh kembang anak-anak kita sebagai generasi bangsa yang beraktual, berkarakter dan berjiwa Pancasila. Sehingga, agar lebih cinta pada kota kita, yakni Kota Probolinggo. Karena dengan adanya cinta kepada Kota Probolinggo, maka anak-anak akan merasa bangga dengan kotanya dimana mereka berada,” jelas Aminah.</p>



<p>Pagi itu, Bunda Aminah juga melihat dan mendampingi beberapa peserta didik saat menggambar di kain kanvas. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175597</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadirkan Pagelaran Wayang Kulit, Satpol PP Kabupaten Blitar Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal</title>
		<link>https://memontum.com/hadirkan-pagelaran-wayang-kulit-satpol-pp-kabupaten-blitar-sosialisasi-gempur-rokok-ilegal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2022 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Cukai]]></category>
		<category><![CDATA[cukai rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Gempur Rokok Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[rokok ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[satpol PP]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179213</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Upaya pemerintah untuk menggempur peredaran rokok ilegal dan meningkatkan pemahaman akan penegakan hukum terhadap barang kenai cukai, terus dilakukan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Satuan Pulisi Pamong Praja (Satpol PP), mengadakan sosialisasi ketentuan peraturan perundang undangan di bidang cukai. Sosialisasi yang dilaksanakan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Upaya pemerintah untuk menggempur peredaran rokok ilegal dan meningkatkan pemahaman akan penegakan hukum terhadap barang kenai cukai, terus dilakukan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Satuan Pulisi Pamong Praja (Satpol PP), mengadakan sosialisasi ketentuan peraturan perundang undangan di bidang cukai.</p>



<p>Sosialisasi yang dilaksanakan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar tersebut, dilakukan melalui pagelaran Wayang Kulit di Pendopo Kecamatan Sutojayan, Minggu (10/09/2022) malam. Kegiatan tersebut, dilaksanakan dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).</p>



<p>Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setya Budi, mengatakan bahwa sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-215/PMK.07/2021, Satpol PP berperan sebagai fungsi penegakan hukum, membina dan mengajak masyarakat agar tidak menjual rokok ilegal atau rokok yang tidak berpita cukai. &#8220;Saya mengajak pedagang, warung kelontong agar tidak menjual rokok ilegal, rokok yang tidak ada pita cukainya,&#8221; kata Rustin Tri Setya Budi.</p>



<p>Lebih lanjut Rustin menyampaikan, dalam Undang-Undang Cukai Nomor 39 tahun 2007, pelanggaran dalam menyalurkan dan menjual rokok ilegal, merupakan pidana dan dapat dikenakan pidana penjara paling sedikit satu tahun dan paling banyak lima tahun. Serta, denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak tiga kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.</p>



<p>&#8220;Saya menghimbau kepada masyarakat Lodoyo dan Kabupaten Blitar, agar tidak menjual rokok ilegal. Jangan mudah dibujuk rayu oleh sales pengedar rokok bodong. Tolak rokok ilegal. Karena barang siapa yang menjual mengedarkan rokok ilegal dapat dikenakan sangsi pidana,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Rustin menambahkan, pelanggaran Undang-undang Cukai, diantaranya bisa rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai berbeda, rokok pita cukai bekas, dan rokok polos atau tanpa pita cukai. &#8220;Sanksi penjual rokok ilegal yaitu, pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. Dan denda 3 kali dari nilai cukai yang seharusnya dibayar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Mantan Camat Sutojayan ini menjelaskan, untuk memaksimalkan tugas sebagai fungsi hukum, Satpol PP Kabupaten Blitar, akan terus gencar melakukan sosialisasi terhadap Barang Kena Cukai (BKC). Sosialisasi tersebut, diantaranya melalui budaya seperti wayang kulit, kemudian dengan cara langsung tatap muka dengan pedagang kelontong, asonga.</p>



<p>&#8220;Saya rasa dengan kegiatan ini, peredaran rokok ilegal di Kabupaten Blitar bisa cegah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tahun 2022 ini, Satpol PP menargetkan operasi lebih masif dan sering. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti ribuan rokok ilegal. &#8220;Ini sebagai bentuk menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Blitar. Ayo Gempur rokok ilegal,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bupati Blitar, Rini Syatifah melaui Kepala Dinas Disporbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, dalam kesempatan itu mengajak segenap elemen masyarakat bersama-sama memerangi peredaran rokok ilegal. &#8220;Rokok ilegal merugikan negara. Untuk itu mari kita perangi dan gempur peredaran rokok ilegal,&#8221; ajaknya.</p>



<p>Lebih lanjut Suhendro menyampaikan, untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi, Pemerintah Kabupaten Blitar akan banyak menggelar berbagai event yang bisa dijadikan sarana mengangkat pertumbuhan ekonomi terutama produk UMKM di Kabupaten Blitar. &#8220;Untuk memutar roda perekonomian, karena sebagai daerah yang kaya akan seni budaya, maka setiap Minggu akan diadakan pentas budaya di masing masing Kecamatan, seperti Kecamatan Sutojayan ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Suhendro menambahkan, melalui Disporbudpora, pihaknya akan mengagendakan pentas seni. &#8220;Sebentar lagi ada agenda Siraman Pusaka Gong Kyai Pradah. Di masa endemi ini, kami akan banyak mengundang semua kalangan utuk mengangkat pertumbuhan ekonomi terutama produk UMKM di Kabupaten Blitar,&#8221; jelas Suhendro, yang hadir dalam malam sosialisasi ketentuan peraturan perundang undangan di bidang cukai.</p>



<p>Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea dan Cukai Blitar, Krisna Swanda Dwi Putra, mengatakan bahwa sesuai Tupoksi, pihaknya selalu melaksanakan intelijen, patroli dan operasi pencegahan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Kepabeanan dan cukai. Kemudian, melaksanakan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai.</p>



<p>&#8220;Atas kinerja Sarpol PP sebagai Satgas Bidang Hukum, Bea Cukai Blitar, kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal dan memerangi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Blitar,&#8221; ujarnya. <strong>(jar/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179213</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
