<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pahami &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pahami/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Oct 2025 09:56:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pahami &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Banyuwangi Tegaskan Pentingnya Pahami Ideolagi Pancasila</title>
		<link>https://memontum.com/pimpin-upacara-hari-kesaktian-pancasila-bupati-banyuwangi-tegaskan-pentingnya-pahami-ideolagi-pancasila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ideolagi]]></category>
		<category><![CDATA[kesaktian]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226453</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (01/10/2025) tadi. Pelaksanaan upacara ini, diikuti Forkopimda, Kepala OPD, veteran hingga unsur masyarakat serta ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar. &#8220;Untuk mengenang jasa pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (01/10/2025) tadi. Pelaksanaan upacara ini, diikuti Forkopimda, Kepala OPD, veteran hingga unsur masyarakat serta ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar.</p>



<p>&#8220;Untuk mengenang jasa pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai,&#8221; kata Bupati Ipuk, dalam serangkaian peringatan upacara.</p>



<p>Setelahnya, Bupati Ipuk membacakan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Dilanjutkan, pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh petugas, yang dilanjutkan pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai bentuk penghormatan, di lokasi upacara juga dipajang foto-foto Pahlawan Revolusi. Mulai Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto, Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono dan Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman.</p>



<p>Bupati Ipuk menjelaskan, alasan memajang foto para pahlawan, adalah untuk mengenang jasa-jasa mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan ideologi Pancasila. &#8220;Para Pahlawan Revolusi yang gugur itu demi mempertahankan ideologi Pancasila melawan gerakan Partai Komunis Indonesia. Ini harus kita hargai dan menjadi pegangan kita. Bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang wajib kita pertahankan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Baginya, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, namun juga simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia. “Peringatan ini harus kita maknai dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar di Ponorogo, Kemenkominfo Ajak Pelajar Pahami Hak dan Tanggung Jawab di Ruang Digital</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-di-ponorogo-kemenkominfo-ajak-pelajar-pahami-hak-dan-tanggung-jawab-di-ruang-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 03:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213185</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Ponorogo &#8211; Dunia digital membuat pelajar makin mudah dan cepat mengakses bahan belajar. Lewat beragam aplikasi, pelajar sangat terbantu untuk mencari dan mengasah kecakapan hingga berburu bahan pelajaran yang lebih berkualitas. Prestasi pun lebih mudah dicapai, lantaran pelajaran di kelas online jadi makin seru dan menantang. Tetapi saat mengakses ruang digital, pelajar mesti terampil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Ponorogo</strong> &#8211; Dunia digital membuat pelajar makin mudah dan cepat mengakses bahan belajar. Lewat beragam aplikasi, pelajar sangat terbantu untuk mencari dan mengasah kecakapan hingga berburu bahan pelajaran yang lebih berkualitas. Prestasi pun lebih mudah dicapai, lantaran pelajaran di kelas online jadi makin seru dan menantang.</p>



<p>Tetapi saat mengakses ruang digital, pelajar mesti terampil memahami hak dan tanggung jawab. Ada etika dan tata krama yang harus diterapkan dengan bijak dan berhati-hati. Kenapa? Karena pengguna berisiko merusak jejak digital yang berpotensi merusak masa depan.</p>



<p>Untuk memberi pemahaman seputar hak dan tanggung jawab di ruang digital kepada pelajar, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Ponorogo, Kamis (22/08/2024) pagi, mulai jam 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Belajar Hak dan Tanggung Jawab di Ruang Digital&#8217;, diskusi online yang akan diikuti pelajar dan tenaga kependidikan dengan menggelar nonton bareng (Nobar) ini rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah technopreneur, Erlan Primansyah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Nastai’in dan Mom Influencer Ana Livian sebagai key opinion leader, serta dipandu Chi Chi Zakaria selaku moderator.</p>



<p>”Webinar juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranponorogo2208" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranponorogo2208</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Rabu (21/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan bahwa memahami hak dan tanggung jawab di ruang digital amat penting bagi pelajar. Sebab, ruang digital telah memberikan dampak besar pada berbagai aspek di kalangan pendidikan. Internet telah merevolusi cara belajar moderen yang kian menantang dan menarik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Platform media sosial dengan beragam aplikasi belajar moderen, e-mail, pesan instan, dan konferensi video telah mempermudah pelajar untuk terhubung dengan teman, guru, serta mudah mengakses materi belajar,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Belajar hak dan tanggung jawab di ruang digital, lanjut Kemenkominfo, berarti menjelajahi internet dan terlibat dengan konten online sambil meminimalkan risiko terhadap keamanan, privasi serta saling menghargai hak dan tanggung jawab orang lain di ruang digital. ”Dari webinar ini, pelajar diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, beretika, tetap berbudaya dan terlindungi. Terkait itu, individu dapat memanfaatkan teknologi sekaligus meminimalkan risiko dan tuntutan hukum yang etikanya diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Sebagai informasi, webinar seperti digelar di Kabupaten Ponorogo ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo ini tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213185</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Pelajar di Kota Pasuruan Pahami Terkait Hak Cipta Konten Digital, Kemenkominfo Gelar Webinar</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-pelajar-di-kota-pasuruan-pahami-terkait-hak-cipta-konten-digital-kemenkominfo-gelar-webinar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 04:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Pasuruan &#8211; Banyak pengguna digital asal comot mengambil gambar dan kutipan untuk disebarluaskan. Padahal, karya tulis maupun gambar yang ada di dunia maya juga memiliki hak cipta yang dilindungi undang-undang. Pahami hak cipta konten digital, agar tidak bermasalah dengan hukum lantaran tuduhan penjiplakan (plagiator). Untuk memberikan pemahaman terkait hak cipta konten digital, Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Pasuruan</strong> &#8211; Banyak pengguna digital asal comot mengambil gambar dan kutipan untuk disebarluaskan. Padahal, karya tulis maupun gambar yang ada di dunia maya juga memiliki hak cipta yang dilindungi undang-undang. Pahami hak cipta konten digital, agar tidak bermasalah dengan hukum lantaran tuduhan penjiplakan (plagiator).</p>



<p>Untuk memberikan pemahaman terkait hak cipta konten digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kota Pasuruan, Sabtu (04/05/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Pahami Hak Cipta Konten Digital&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti secara nonton bareng (Nobar) oleh siswa dan tenaga pendidik itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Waryani Fajar Riyato, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mochammad Syafi’i, key opinion leader influencer, Azmy Zen dan Joan Permana selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftarankotapasuruan0405" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftarankotapasuruan0405</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-wallet sebesar Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Jumat (03/05/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa pengguna digital memiliki hak untuk mengakses dan berekspresi di ruang digital sekaligus mau bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang ditimbulkannya. Mereka juga berhak untuk menggunakan jaringan komunikasi internet dengan mengunggah karya cipta.</p>



<p>&#8220;Tapi awas, semua konten digital memiliki hak cipta yang dilindungi undang-undang. Pengguna media sosial atau kreator konten harus mengupayakan agar kontennya atau karya ciptaannya bisa terlindungi dan meminimalisasi risiko pelanggaran hak cipta,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014, jika ingin melindungi ciptaan atau mengakui bahwa suatu konten itu miliknya, cukup dengan melakukan publikasi ke depan umum. &#8220;Dalam UU Hak Cipta dinyatakan, hak cipta atau perlindungan terhadap suatu ciptaan itu muncul ketika sudah dipublikasikan,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kota Pasuruan ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>&#8220;Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Webinar bersama Pelajar Sidoarjo, Kemenkominfo Ajak Pahami Dasar Keamanan Akun Medsos</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-webinar-bersama-pelajar-sidoarjo-kemenkominfo-ajak-pahami-dasar-keamanan-akun-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo – Lebih dari 60 persen jumlah penduduk Indonesia (167 juta, red), tercatat aktif menjadi pengguna media sosial. Namun, tingginya angka pengguna media sosial tersebut, belum dibarengi dengan kesadaran dan pemahaman akan keamanan digital penggunanya. Untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi keamanan akun media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> – Lebih dari 60 persen jumlah penduduk Indonesia (167 juta, red), tercatat aktif menjadi pengguna media sosial. Namun, tingginya angka pengguna media sosial tersebut, belum dibarengi dengan kesadaran dan pemahaman akan keamanan digital penggunanya.</p>



<p>Untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi keamanan akun media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (20/03/2024) pagi, pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Digital Safety 101: Dasar Keamanan Akun Media Sosial&#8217;, diskusi online itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber.</p>



<p>Mereka adalah Kepala Program Studi Ekonomi Syariah STAIN Tulungagung Mei Santi, dosen sekaligus digital enthusiast M Adhi Prasnowo, influencer Azmy Zen dan Anissa Rilia selaku moderator. &#8220;Webinar ini dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaransidoarjo2003. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Selasa (19/03/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, keamanan digital dan media sosial merupakan sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital atau secara daring maupun luring,dapat dilakukan secara aman. &#8220;Ada beberapa penyebab terjadinya kejahatan di ruang digital. Seperti serangan malware, phising dan scam, password yang lemah, maupun human error,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, tingginya aktivitas digital juga membuka potensi buruk, seperti penipuan dan pencurian akun. Untuk itu, diperlukan pemahaman masyarakat terkait keamanan digital.</p>



<p>Untuk diketahui, gelaran webinar di Kabupaten Sidoarjo ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tutur Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia. Survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut terkait literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo.<strong> (hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Orang Tua Pahami Perlindungan Anak, Kemenkominfo Gelar Diskusi Digital di Sonoageng Nganjuk</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-orang-tua-pahami-perlindungan-anak-kemenkominfo-gelar-diskusi-digital-di-sonoageng-nganjuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sonoageng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194829</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Perundungan di dunia maya (cyberbullying), pornografi dan kekerasan seksual adalah wajah lain era digital yang mestinya tidak boleh terjadi dan menimpa anak-anak. Untuk melindungi anak, orang tua perlu memahami tantangan dalam menghadapi penggunaan internet oleh anak. &#8220;Pendidikan mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diakses oleh anak dalam dunia internet, harus diberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Nganjuk</strong> &#8211; Perundungan di dunia maya (cyberbullying), pornografi dan kekerasan seksual adalah wajah lain era digital yang mestinya tidak boleh terjadi dan menimpa anak-anak. Untuk melindungi anak, orang tua perlu memahami tantangan dalam menghadapi penggunaan internet oleh anak.</p>



<p>&#8220;Pendidikan mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diakses oleh anak dalam dunia internet, harus diberikan sejak dini,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis yang diterima awak media, terkait rencana menggelar diskusi literasi digital di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Kamis (03/08/2023) besok sekitar pukul 17.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) kolaborasi Kemenkominfo dengan Komunitas Pecinta Jaranan &#8216;Rogo Sanjoyo Putro&#8217; Desa Sonoageng itu, akan menghadirkan tiga nara sumber yang mengupas tema &#8216;Perlindungan Anak di Dunia Online&#8217;. Mereka adalah presenter TV, Babytha Fara, penyiar radio, Danin Sibilo, mom influencer, Novindah Sochmariyanti dan Muhammad Naufal, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarNganjuk0308. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Rabu (02/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa untuk melindungi anak di dunia online, selain memperhatikan, orangtua juga perlu memberikan pendidikan internet terhadap anak. ”Setidaknya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi orangtua dalam era digital,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Tantangan pertama, ialah kemudahan akses internet atau akses wifi gratis dan kuota internet berharga murah yang membuat akses lebih mudah. Selanjutnya, anak-anak yang bebas terkoneksi tanpa aturan. ”Tidak adanya aturan terkait penggunaan internet membuat anak terlalu bebas menggunakannya,” urai Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Tantangan lain, anak-anak lebih pintar dari orangtuanya. Digital native membuat anak lebih mudah menguasai teknologi digital dibanding orangtua, tetapi bukan berarti anak-anak lebih paham. ”Dunia user-generated content, atau informasi di internet bisa datang dari siapa saja, membutuhkan daya pikir kritis ketika mem-posting atau memilah informasi di internet,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Tantangan terakhir, yakni anak-anak ingin bebas meskipun belum paham risiko. Pengaruh informasi yang diterima dari internet membuat anak ingin kebebasan yang lebih besar. Namun, tidak semua yang ada di internet bersifat positif. Ada pula risiko negatif internet yang tidak diketahui anak-anak.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara bersih desa, itu juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni jaranan, bazar murah UMKM dan seni hiburan lainnya. Literasi digital di tengah hajatan bersih desa, diharapkan mampu berperan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan masyarakat desa serta kompetensi literasi digital orangtua.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194829</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Diskusi di Alun-alun Probolinggo, Kemenkominfo Ajak UMKM Pahami Pentingnya Digital Marketing</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-diskusi-di-alun-alun-probolinggo-kemenkominfo-ajak-umkm-pahami-pentingnya-digital-marketing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192611</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pasar malam keliling masih menjadi sarana hiburan murah bagi masyarakat di daerah. Animo pengunjung tak pernah sepi lantaran, selain tak ada pungutan biaya masuk (free HTM), di pasar malam pengunjung juga bisa berbelanja aneka produk UMKM maupun kuliner khas daerah setempat. Bagi pelaku usaha UMKM, pasar malam juga mampu menjadi sarana penggerak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pasar malam keliling masih menjadi sarana hiburan murah bagi masyarakat di daerah. Animo pengunjung tak pernah sepi lantaran, selain tak ada pungutan biaya masuk (free HTM), di pasar malam pengunjung juga bisa berbelanja aneka produk UMKM maupun kuliner khas daerah setempat. Bagi pelaku usaha UMKM, pasar malam juga mampu menjadi sarana penggerak ekonomi masyarakat.</p>



<p>Memanfaatkan momentum pasar malam sekaligus untuk memberikan pemahaman pentingnya digital marketing bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan UMKM Kota Probolinggo akan menggelar diskusi literasi digital di Alun-alun Probolinggo, Sabtu (08/07/2023) petang sekitar pukul 18.30 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Digital Marketing bagi UMKM Pemula&#8217; itu, akan menghadirkan tiga nara sumber. Diantaranya, Mom Infuencer, Novindah Sochmriyanti, artis Roland International, Mia Marcellina, model sekaligus kreator konten, Wiekalyana Sotya Perdana dan Riska Regita selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarProbolinggo0807. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,&#8221; tulis Kemenkominfo dalam rilis, Jumat (07/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, digital marketing merupakan upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik atau internet untuk terhubung dengan pelanggan. Jenis pemasaran ini, dinilai lebih efektif, karena bisa dijalankan dari rumah dan tidak memerlukan biaya yang terlalu mahal.</p>



<p>&#8220;Karena tidak butuh modal yang besar, digital marketing juga bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk menjangkau target pasar yang lebih luas dan meningkatkan profit,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Untuk memanfaatkan digital marketing, lanjut Kemenkominfo, para pelaku UMKM dapat mencoba beberapa cara berpromosi yang lazim digunakan di dunia maya. Di antaranya, membuat akun Googe My Business, promosi lewat media sosial, kerja sama dengan key opinion leader (KOL) dan influencer (endorsement).</p>



<p>&#8220;Selain itu, bisa juga membangun website sendiri, maupun melalui email marketing. Saat berbelanja di website, pelanggan akan mencantumkan alamat email mereka sebagai kelengkapan data. Email berfungsi untuk memberitahu status dan proses pengiriman barang,&#8221; imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Selain diskusi, acara Gebyar Pasar Wisata 1000 BUMDes di Alun-alun Probolinggo, itu juga diisi dengan bazar dan pasar murah produk UMKM, pengajian, musik akustik dan hadrah, serta puluhan wahana hiburan dan mainan lainnya. Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital, dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192611</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
