<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pakai masker &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pakai-masker/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2021 14:45:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pakai masker &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Viral Bupati Pamekasan Foto Bareng Cewek Tanpa Gunakan Masker</title>
		<link>https://memontum.com/viral-bupati-pamekasan-foto-bareng-cewek-tanpa-gunakan-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2021 09:07:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pakai masker]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Kunjungan Bupati Pamekasan ke Desa Bajang dan Klompang Timur heboh. Bukan wisatanya yang membuat warganet ramai, melainkan foto yang beredar ke luar, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan foto bareng cewek tanpa masker. Foto dengan latar belakang padi hampir menguning itu viral di jagad media sosial. Ketua Formaasi Iklal mengeluhkan desanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Kunjungan Bupati Pamekasan ke Desa Bajang dan Klompang Timur heboh. Bukan wisatanya yang membuat warganet ramai, melainkan foto yang beredar ke luar, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan foto bareng cewek tanpa masker.</p>



<p>Foto dengan latar belakang padi hampir menguning itu viral di jagad media sosial. Ketua Formaasi Iklal mengeluhkan desanya viral bukan karena wisata, tapi karena Bupati bersama cewek yang tidak meggunakan masker.</p>



<p>&#8220;Ceweknya melorot (Ikat bajunya) Bupatinya tidak patuhi Protokol Kesehatan (Prokes), yaitu tidak menggunakan masker,&#8221; kata Aktivis yang saat ini mukim di Desa Klompang Timur, Pakong tersebut.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/133239-10-maling-kotak-amal-masjid-di-wilayah-pamekasan-dibekuk-sudah-beraksi-di-20-tkp#ixzz6nwZJKryl" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : 10 Maling Kotak Amal Masjid di Wilayah Pamekasan Dibekuk, Sudah Beraksi di 20 TKP</a></strong></p>



<p>Dikonfirmasi, perempuan yang berada didekat Bupati Pamekasan membenarkan dirinya. Namanya Trias Anggun. Perempuan yang diperbincangkan warganet membantah tidak mematuhi Prokes.</p>



<p>&#8220;Loh. Saya awalnya pakai masker mas. Tapi, karena mau di foto kita lepas. Kami sendri yang buka setelah itu kami pasang lagi,&#8221; bantah Trias via aplikasi Whatsapp, Senin (01/03).</p>



<p>Perempuan asal Pamekasan itu juga membantah dirinya bersama perempuan lain diundang pihak desa.&nbsp; Trias mengaku, dia bersama temannya hanya kebetulan berwisata ke tempat tersebut.</p>



<p>&#8220;Maaf sebelumnya. Aku gak di undang Klebun Bajang atau siapapun itu. Hanya kemarin aku lagi berwisata ke tempat itu. Murni kebetulan. Aku juga kaget kemarin pas ada kunjungan bupati ke Desa Bajang,” jelasnya. <strong>(adi/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135822</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Situbondo Mulai Berlakukan Sekolah PTM</title>
		<link>https://memontum.com/situbondo-mulai-berlakukan-sekolah-ptm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 15:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Face Shield]]></category>
		<category><![CDATA[Hand Sanitizer]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[MIN 1 Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[pakai masker]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran daring]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tatap Muka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133820</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak 77 lembaga sekolah SMP yang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dan 13 lembaga sekolah yang masih menerapkan pembelajaran daring. Sekolah tatap muka di Kabupaten Situbondo, mulai menemukan formulasinya. Pembelajaran tatap muka di Bumi Sholawat mulai menemukan titik temu. Skema kombinasi akan diberlakukan di berbagai sekolah untuk bisa menerapkan protokol kesehatan, sehingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak 77 lembaga sekolah SMP yang melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dan 13 lembaga sekolah yang masih menerapkan pembelajaran daring. Sekolah tatap muka di Kabupaten Situbondo, mulai menemukan formulasinya.</p>
<p>Pembelajaran tatap muka di Bumi Sholawat mulai menemukan titik temu. Skema kombinasi akan diberlakukan di berbagai sekolah untuk bisa menerapkan protokol kesehatan, sehingga menekan penularan Covid-19.</p>
<p>Kepala SMPN 1 Situbondo, Dra. Hj. Tatik Krisnawati M. Pd, menyatakan pembelajaran tatap muka di sekolahnya hari ini berjalan lancar. Seluruh siswa yang hadir dalam kondisi sehat dan sebelum masuk kelas para siswa, di cek suhu badannya, kemudian cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer yang disiapkan oleh pihak sekolah serta siswa diwajibkan pakai masker/face shield, diterapkan protokol kesehatan secara ketat,&#8221; ujar Tatik Krisnawati, Selasa (02/02).</p>
<p>Dia mengungkapkan, pembelajaran tatap muka hari pertama ini diikuti sebanyak 16 siswa per kelasnya dengan menyiapkan 10 ruang kelas IX. Sementara bagi pelajar lain, mereka dapat mengikuti pembelajaran melalui online di rumahnya masing-masing,</p>
<p>Untuk pembelajaran tatap muka tahap awal ini hanya diikuti siswa kelas IX saja Mengingat kelas IX waktunya sangat pendek, karena sebentar lagi siswa kelas IX pada bulan Maret-April akan melaksanakan ujian praktek dan ujian sekolah,” ujar Tatik Krisnawati Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Situbondo.</p>
<p>Tatik Krisnawati menambahkan yang mengikuti pembelajaran tatap muka minggu ini diikuti siswa kelas IX saja secara bergantian, pada hari senin diikuti siswa dengan nomer absen 1 sampai 16, kemudian hari Selasa siswa dengan nomer absen 17 s/d 32, demikian seterusnya selama 2 minggu dan akan dievaluasi apabila berjalan dengan baik, nanti akan dilanjutkan siswa kelas 7 dan kelas 8,&#8221; ujar Tatik Krisnawati.</p>
<p>SMP Negeri 1 Situbondo memiliki ruang kelas 30 ruang, terdiri dari 10 ruang kelas 7, 10 ruang kelas 8 dan 10 ruang kelas 9 tetapi hanya 50% siswa dari jumlah siswa dalam satu ruang kelas, “Jadi yang mengikuti pembelajaran tatap muka hanya 16 sampai 20 siswa saja dengan catatan apabila ada siswa mempunyai penyakit bawaan tetap melaksanakan pembelajaran secara daring dirumah,&#8221; tegas Tatik. Lebih lanjut Tatik menambahkan bagi siswa yang sudah dapat ijin dari orang tuanya dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Jadi di SMP Negeri 1 Situbondo melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran online (daring) dari rumah masing-masing siswa.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://situbondo.memontum.com/1078-min-1-situbondo-sosialisasi-hidup-sehat-siswa-siswi-cuci-tangan-dan-minum-jamu-tradisiona#ixzz6lJb71uGe"><strong>MIN 1 Situbondo Sosialisasi Hidup Sehat, Siswa-siswi Cuci Tangan dan Minum Jamu Tradisiona</strong></a></p>
<p>Hal senada juga diungkapkan oleh Moh Arif M. Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Situbondo, Ia mendukung Pembelajaran Tatap Muka di sekolahnya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Moh Arif tidak menginginkan adanya cluster baru di dunia pendidikan, khususnya di pembelajaran tatap muka, Ia mengedepankan keselamatan siswanya dengan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP.</p>
<p>Sementara Andi Yulianto Waka Kurikulum SMPN 1 Situbondo untuk tingkat kehadiran siswa yang masuk di pembelajaran tatap muka ini secara keseluruhan antara 16 hingga 20 siswa atau 50% dari jumlah siswa per kelas dan tingkat kehadiran lebih dari 90% yang masuk tatap muka, artinya yang 90% tersebut siswa yang masuk dapat ijin dari orang tuanya dan 10% tetap kita layani pembelajaran secara daring dirumah.</p>
<p>“Diharapkan pembelajaran tatap muka ini lebih efektif, anak-anak didik daya serapnya lebih tinggi dari pembelajaran melalui daring, supaya nanti SKM (Standard Kelulusan Minimum) lebih tinggi,&#8221; ungkap Andi Yulianto.</p>
<p>Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka disekolahnya, pihaknya juga menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan. Di antaranya, pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun, bilik sterilisasi, tempat cuci tangan, penerapan jaga jarak di kelas dengan jarak satu setengah meter, hingga akses jalan One Way atau satu arah. (jalan masuk kesekolah dan jalan keluar sekolah)</p>
<p>Sementara Nayla siswa kelas 9 merasa senang belajar dikelas dengan tatap muka langsung dengan gurunya. Kalau melalui daring dijelaskan melalui youtube kurang begitu dipahami dan dimengerti, kalau melalui pembelajaran tatap muka apabila ada pelajaran yang kurang dimengerti bisa tanya langsung ke gurunya dan guru menjelaskan secara detail sampai ia mengerti.</p>
<p>“Saya merasa senang Pak mengikuti pembelajaran tatap muka ini, disamping kangen sama guru-gurunya juga teman-temannya, karena sudah hampir setahun selama adanya pandemi Covid-19 ini tidak pernah tatap muka dengan guru dan teman-temannya,&#8221; terang Nayla. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemutihan Tinggal 26 Hari Lagi, Masyarakat &#8216;Serbu&#8217; Samsat Makota</title>
		<link>https://memontum.com/pemutihan-tinggal-26-hari-lagi-masyarakat-serbu-samsat-makota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2020 13:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[pakai masker]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[samsat kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sat Lantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126919</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kantor Samsat Kota Malang di Jl S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (3/11/2020) pagi dibanjiri masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan STNK dan balik nama kendaraan. Terhitung masyarakat yang melakukan penggurusan hingga mencapai 400 orang. Tentunya warga memanfaatkan adanya pemutihan yang sudah dimulai sejak 1 September 2020 dan akan berakahir pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kantor Samsat Kota Malang di Jl S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (3/11/2020) pagi dibanjiri masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan STNK dan balik nama kendaraan. Terhitung masyarakat yang melakukan penggurusan hingga mencapai 400 orang.</p>
<p>Tentunya warga memanfaatkan adanya pemutihan yang sudah dimulai sejak 1 September 2020 dan akan berakahir pada 28 November 2020. Sisa waktu 26 hari lagi digunakan oleh warga dalam pengurusan balik nama dan STNK. Mengginggat selama pemutihan ini pemohon dibebaskan biaya balik nama dan bebas biaya denda pajak.</p>
<p>Dengan membludaknya pengurus STNK dan pemohon balik nama kendaraan, petugas Lantas Polresta Malang Kota harus mengatur jarak antrian dan memastikan pemakaian masker demi menjaga protokol kesehatan .</p>
<p>Saat dikonfirmasi Memontum.com, Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution SH SIK membenarkan peningkatan pelayanan Samsat Malang Kota. &#8220;Pelayanan Samsat Polres Malang meningkat. Banyak masyarakat yang datang untuk mengurus perpanjangan STNK yang bebas denda pajak dan bebas biaya balik nama. Pemutihan akan berakhir pada 28 November 2020,&#8221; ujar AKP Rama.</p>
<p>Karena banyaknya masyarakat yang datang, AKP Ramadhan melakukan pengecekan langsung pelayanan di kantor Samsat dan protokol kesehatan. &#8220;Kami datang untuk mengecek pelayanan dan protokol kesehatan tetap terjaga,&#8221; ujar AKP Rama.</p>
<p>Petugas berkeliling memastikan masyarakat tidak bergerombol dan menjaga jarak saat dalam antrian. &#8220;Kami juga berkeliling memastikan bahwa masyarajat yang datang ke Samsat memakai masker. Ternyata tadi masih ada beberapa orang yang berada di luaran kantor Samsat, kedapatan tidak mamau masker,&#8221; ujar AKP Rama.</p>
<p>Karena kedapatan tidak memakai masker di lingkungan Samsat, beberapa orang tersebut mendapat teguran untuk segera memakai masker. &#8220;Tadi yang tidak memakai masker, kami berikan imbauan untuk tetap memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan. Alasannya karena sedang merokok dan maskernya berada di dalam tas. Saat bepergian harus mematuhi Inpres No 6 Tahun 2020,&#8221; ujar AKP Rama.</p>
<p>Dalam kesempatan ini petugas Lantas Polresta Malang Kota membagikan masker kepada pengunjung Samsat. Sebanyak 200 masker dibagikan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tadi ada 200 masker yang kami bagikan. Selalu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap memakai masker dan jaga jarak. Memetuhi parotokol kesehatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,&#8221; ujar AKP Rama. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126919</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
