<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pakaian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pakaian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Aug 2025 14:10:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pakaian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Gejolak Demo, ASN di Kota Malang Diimbau Kenakan Pakaian Bebas Rapi dan Tidak Pakai Mobdin</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-gejolak-demo-asn-di-kota-malang-diimbau-kenakan-pakaian-bebas-rapi-dan-tidak-pakai-mobdin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mobdin]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang. Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang.</p>



<p>Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi yang dikeluarkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). &#8220;Betul, imbauannya seperti itu, ASN mengenakan pakaian bebas rapi. Namun, tetap melaksanakan tugas dan pelayanan masyarakat dan tidak ada Work From Home (WFH),&#8221; kata Hendru, Minggu (31/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa imbauan tersebut hanya bersifat sementara. Pihaknya berharap, agar kondisi di Kota Malang tetap kondusif.</p>



<p>&#8220;Tidak ada Surat Edaran (SE) resmi dari pusat, sifatnya imbauan. Semoga kondisi di Kota Malang tetap kondusif,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, para ASN juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas, sementara waktu. &#8220;Iya, termasuk kendaraan dinas juga kami imbau sementara waktu ini,&#8221; imbuh Hendru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan HUT Arema, Wali Kota Malang Imbau ASN Kenakan Pakaian Berlogo Arema</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-arema-wali-kota-malang-imbau-asn-kenakan-pakaian-berlogo-arema</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[berlogo]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224843</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Arema ke 38, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengenakan pakaian berlogo Arema, Senin (11/08/2025) tadi. Menurutnya, itu dilakukan untuk membersamai dan Kota Malang juga merupakan bagian dari Arema. &#8220;Karena Kota Malang ini sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Arema ke 38, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengenakan pakaian berlogo Arema, Senin (11/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, itu dilakukan untuk membersamai dan Kota Malang juga merupakan bagian dari Arema. &#8220;Karena Kota Malang ini sudah terkenal dengan sepak bolanya, untuk itu semua ASN saya imbau untuk menggunakan pakaian dengan berlogo Arema. Jadi kita Kota Malang ini bagian dari Arema,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa sebelumnya, dirinya juga telah melakukan kerja bakti bersama Arema Utas. Mulai dari membersihkan di area Car Free Day (CFD) hingga patung singa di depan Stasiun Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami berharap, peringatan Arema ini dilaksanakan bersama-sama seluruh masyarakat Kota Malang dengan positif. Yang jelas ada kekompakan, kebersamaan dan solidaritas. Doa kami semua semoga Arema tetap jaya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Wali Kota Wahyu juga memberikan dukungan penuh pada Arema FC yang akan bertanding dengan PSBS Biak, pada sore nanti. Bahkan, Wahyu memperkirakan skor kemenangan dua kosong.</p>



<p>&#8220;Kami berharap pasti menang. Mudah-mudahan bisa 2-0,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224843</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Jadi Banyuwangi Dihiasi Keberagaman Pakaian Adat hingga Penghargaan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-jadi-banyuwangi-dihiasi-keberagaman-pakaian-adat-hingga-penghargaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dihiasi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[keberagaman]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217663</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Hari Ulang Tahun (HUT) ke-235 Kabupaten Banyuwangi digelar di Taman Blambangan, dengan penuh nuansa keberagaman, Rabu (18/12/2024) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti peserta upacara dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Pulau Jawa. Bahkan, tidak hanya mengenakan pakaian adat Suku Osing, yang berasal dari Banyuwangi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Hari Ulang Tahun (HUT) ke-235 Kabupaten Banyuwangi digelar di Taman Blambangan, dengan penuh nuansa keberagaman, Rabu (18/12/2024) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti peserta upacara dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Pulau Jawa.</p>



<p>Bahkan, tidak hanya mengenakan pakaian adat Suku Osing, yang berasal dari Banyuwangi. Tetapi ada juga yang mengenakan pakaian adat dari Suku Bali, Madura, Jawa, Bugis, Melayu hingga Arab dan Tionghoa.</p>



<p>“Banyuwangi adalah Taman Nasional Nusantara. Ada berbagai suku dan etnis. Bersama-sama kita jaga dan kembangkan Kabupaten Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memimpin upacara. Bupati Ipuk sendiri, dalam peringatan itu mengenakan pakaian etnik Tionghoa, Cheongsam Sangjit. Dengan semangat kebersamaan itu, tambah Bupati Ipuk, menjadi modal penting bagi pembangunan.</p>



<p>“Tanpa adanya kolaborasi, kebersamaan dan kerja sama semua pihak, mustahil Banyuwangi bisa seperti ini,” jelasnya.</p>



<p>Bupati Ipuk merinci, mengenai sejumlah keberhasilan yang diraih Banyuwangi, dalam setahun terakhir. Mulai dari ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) untuk Geopark Ijen hingga mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai Kabupaten Paling Inovatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Prestasi ini berkat kita semua bersama-sama. Mari kita peduli untuk mengembangkan Banyuwangi di tahun-tahun berikutnya,” paparnya.</p>



<p>Bupati Ipuk pun mengajak seluruh pihak, untuk bersinergi menciptakan berbagai inovasi demi menuntaskan pembangunan daerah. Tantangan fiskal yang akan dihadapi, tidak bisa menjadi hambatan untuk terus bergerak.</p>



<p>“Sekali lagi, kita harus bekerja sama,” tegasnya.</p>



<p>Peringatan Hari Jadi Banyuwangi ke-253, ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi positif bagi daerah. Salah satunya, diberikan kepada Laita Ro&#8217;ati Masykuroh, yang merupakan putri warga Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, yang mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai Piala Wanita AFF 2024 dan meraih penghargaan khusus sebagai penjaga gawang terbaik (Best Goalkeeper).</p>



<p>Dalam acara peringatan tersebut, juga diserahkan santunan kepada 253 anak yatim piatu dan acara ditutup dengan makan tumpeng bersama warga sekitar, Sewu Ankak. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217663</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan HUT Ke-110, Pemkot Malang Gelar Pawai Budaya dengan Gunakan Pakaian Era Kolonial</title>
		<link>https://memontum.com/rayakan-hut-ke-110-pemkot-malang-gelar-pawai-budaya-dengan-gunakan-pakaian-era-kolonial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[ke-110,]]></category>
		<category><![CDATA[kolonial]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar Pawai Budaya dengan tema kolaborasi Kuno-Kini (Kolonial-Milenial), Sabtu (27/04/2024) tadi. Pawai tersebut, diberangkatkan secara langsung oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dari depan Balai Kota Malang, pukul 09.30 WIB, yang diikuti oleh 35 peserta dari masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar Pawai Budaya dengan tema kolaborasi Kuno-Kini (Kolonial-Milenial), Sabtu (27/04/2024) tadi. Pawai tersebut, diberangkatkan secara langsung oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dari depan Balai Kota Malang, pukul 09.30 WIB, yang diikuti oleh 35 peserta dari masyarakat Kota Malang, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang serta jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan perbankan Kota Malang.</p>



<p>“Pesertanya ini ada dari semua lapisan masyarakat dan memang kita lebih memberikan kesempatan pada mereka, agar kita sama-sama merayakan HUT Kota Malang,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Terlihat para peserta begitu antusias dengan mengenakan berbagai kostum era kolonial Belanda, mulai dari pakaian zaman penjajah, pakaian pejuang, hingga pakaian noni-noni Belanda. Kemudian, juga banyak dari peserta yang menampilkan mobil hias dari tiap OPD, bantengan dan musik patrol.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita bersama-sama merayakan HUT Kota Malang ke 110 ini dengan menolak lupa, tapi juga harus menghadapi masa depan. Makanya kita ambil tema Kuno-Kini Kolonial Milenial,” ujarnya.</p>



<p>Tentu tema yang diangkat tersebut, juga menjadi satu kesatuan dengan rangkaian napak tilas yang sudah digelar beberapa waktu lalu. Di usia yang sudah ke 110 ini, menurutnya diperlukan tanggung jawab yang besar, terlebih juga untuk generasi milenial ke depan.</p>



<p>“Ini adalah satu rangkaian yang kemarin kita sudah napak tilas ke beberapa tempat bersejarah dan perlu kita ketahui bersama bahwa kita juga punya tanggung jawab besar untuk milenial, bagaimana mengenalkan dan jangan sampai berhenti disini saja,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pantauan di lapangan para penonton juga sangat antusias menyaksikan pawai tersebut. Terlihat di sekitar Balai Kota Malang dan Alun-Alun Tugu Kotq Malang, mulai dipadati sejak pukul 08.00 WIB sebelum pawai diberangkatkan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Pahlawan, Pegawai RSAR Situbondo Kenakan Pakaian Atribut Pahlawan</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-pahlawan-pegawai-rsar-situbondo-kenakan-pakaian-atribut-pahlawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[atribut]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201343</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Suasana berbeda terlihat di Rumah Sakit Umum dr Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo, dalam memperingati Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2023) tadi. Semua pegawai rumah sakit itu, memakai kostum bertemakan pahlawan saat melayani pasien. Hal ini dilakukan, untuk membangkitkan semangat dan mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia dari para penjajah. “Seluruh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Suasana berbeda terlihat di Rumah Sakit Umum dr Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo, dalam memperingati Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2023) tadi. Semua pegawai rumah sakit itu, memakai kostum bertemakan pahlawan saat melayani pasien.</p>



<p>Hal ini dilakukan, untuk membangkitkan semangat dan mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia dari para penjajah. “Seluruh karyawan-karyawati, perawat dan dokter di RSAR Situbondo,.hari ini memberikan pelayanan kepada pasien menggunakan kostum pahlawan,” ujar Direktur RSAR Situbondo, dr Hj Roekmy Prabarini Ario.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada prinsipnya, sambung dr Roekmy, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan karyawan, karyawati, perawat dan dokter di RSAR Situbondo. Dengan menggunakan pakaian atau kostum pahlawan dalam melayani pasien ini, diharapkan dapat menularkan semangat perjuangan untuk memerangi penyakit yang diderita pasien.</p>



<p>“Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjasa atas bangsa Indonesia. Kami juga memberikan door prize kepada para karyawan yang penampilannya bagus dalam menggunakan kostum pahlawan,” tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MFW 2023 Hadirkan 289 Desainer, Pj Wali Kota Kenakan Pakaian Desainer UMKM Ternama Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/mfw-2023-hadirkan-289-desainer-pj-wali-kota-kenakan-pakaian-desainer-umkm-ternama-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[ternama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200853</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Pj Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat dan keluarga, turut meriahkan kegiatan Malang Fashion Week (MFW) 2023, yang berlangsung di Mal Sarinah, Kota Malang, Kamis (02/11/2023) sore. Tidak hanya itu, dihadapan para penonton, mereka juga tampil berlenggak lenggok dengan mengenakan pakaian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Pj Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat dan keluarga, turut meriahkan kegiatan Malang Fashion Week (MFW) 2023, yang berlangsung di Mal Sarinah, Kota Malang, Kamis (02/11/2023) sore. Tidak hanya itu, dihadapan para penonton, mereka juga tampil berlenggak lenggok dengan mengenakan pakaian produk UMKM milik desainer ternama Kota Malang, yakni Sam Suga.</p>



<p>“Tentu melalui kegiatan ini, harapannya memang MFW bisa menjadi media memperkenalkan dan mempromosikan produk UMKM Kota Malang di mata lokal maupun nasional dan internasional. Karena dengan kearifan lokal yang ada, tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga, diharapkan juga bisa dikenal di seluruh Indonesia dan juga dunia,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Apalagi, ujarnya, gelaran MFW menurutnya juga sudah diselenggarakan sebanyak enam kali berturut-turut. Sehingga, diharapkan nantinya dapat membawa nama Kota Malang, terutama dalam bidang fesyen yang merupakan salah satu sub sektor dari Ekonomi Kreatif (Ekraf).</p>



<p>“Ekraf kitakan sudah dikenal. Kemarin juga Ekraf kita mendapatkan penghargaan dan Bu Gubernur juga mengintruksikan agar Ekraf yang ada di Kota Malang ini bisa lebih baik lagi,” katanya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, Wahyu juga menyampaikan apabila ada korelasi yang baik antara potensi ekonomi dengan produk-produk UMKM lokal, maka menurutnya pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat. &#8220;Jadi memang kita harapkan dengan kolaborasinya UMKM bersama MFW 2023 ini, potensi UMKM lokal kita bisa semakin terangkat. Seperti yang saya sampaikan tadi, ada korelasi yang baik antara potensi ekonomi kita dengan produk-produk UMKM,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Founder Malang Fashion Week, Agus Sunandar, menyampaikan jika gelaran tersebut akan berlangsung selama 4 hari hingga Senin, (05/11/2023) mendatang. Selain itu, juga melibatkan 289 desainer yang terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu desainer profesional, guess designer dan young designer atau desainer pemula.</p>



<p>“Untuk guess designer ada 13, mereka sebagian besar dari luar negeri. Ada dari Thailand, Singapore, dan dari Kuala Lumpur. Kemudian profesional desainer nya ada 60 an, dan sisanya adalah young designer,” ucap Sam Suga-sapaanya.</p>



<p>Untuk tema besar dalam gelaran MFW 2023, yaitu Diverse, dimana kata tersebut berasal dari kata Diversity, yang artinya perbedaan. Itu dipilih, karena mengangkat berbagai macam perbedaan, mulai dari berbagai macam budaya, aneka ragam kesenian, hingga produk-produk beraneka ragam dari Indonesia.</p>



<p>“Itu dieksplor oleh desainer menjadi sebuah koleksi fesyen yang harmoni dan bagus. Sehingga kita bisa melahirkan sebuah produk fesyen dari keberagaman,” imbuhnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terapkan Kamis Mbois, Pj Wali Kota Malang Wajibkan ASN Kenakan Pakaian Produk UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/terapkan-kamis-mbois-pj-wali-kota-malang-wajibkan-asn-kenakan-pakaian-produk-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mbois,]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<category><![CDATA[wajibkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200784</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait dengan peraturan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Malang, wajib mengenakan pakaian produk UMKM lokal, pada tiap Kamis. Peraturan tersebut, akan diberlakukan perKamis (02/11/2023), besok. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan jika peraturan tersebut dibuat agar tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait dengan peraturan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Malang, wajib mengenakan pakaian produk UMKM lokal, pada tiap Kamis. Peraturan tersebut, akan diberlakukan perKamis (02/11/2023), besok.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan jika peraturan tersebut dibuat agar tidak ada skat atau jarak antara ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang dengan masyarakat, dalam memberikan pelayanan. &#8220;Karena kalau biasanya kita menggunakan seragam, kita melayani masyarakat kan kadangkala sungkan untuk bisa berbaur melayani. Tapi dengan pakaian bebas ini, kan sepertinya menyatu, sehingga kesannya tidak ada skat,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Rabu (01/11/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika para ASN nantinya diberikan kebebasan untuk mengenakan produk UMKM lokal Kota Malang. Mulai dari batik, jeans atau pun kemeja. Namun, tetap harus memperhatikan kesopanan dan kerapian.</p>



<p><strong>Baca juga </strong>:</p>





<p>“Jadi bebas, tetapi harus menggunakan pakaian produk UMKM lokal Kota Malang. Kalau pakai kaos ya tidak boleh, tetap harus rapi dan sopan. Kalau pakai celana jeans juga boleh tapi harus produk UMKM Kota Malang,” ucapnya.</p>



<p>Ditegaskan ulang, jika biasanya pada hari Kamis para ASN Kota Malang wajib mengenakan baju lurik atau baju adat, kini sudah ditiadakan. Itu akan diganti dengan Kamis Mbois yang diwajibkan menggunakan pakaian produk UMKM lokal Kota Malang.</p>



<p>“Ini akan kita rutinkan. Harapannya memang untuk memberikan semangat pada UMKM Kota Malang, walaupun saat ini sudah baik. Sehingga kita bisa memberikan dan merasakan, produk UMKM Kota Malang untuk bisa kita gunakan sendiri, bukan dijual di luar Kota Malang,” imbuhnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pimpin Upacara Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jember Kenakan Pakaian Adat Minahasa</title>
		<link>https://memontum.com/pimpin-upacara-hari-kemerdekaan-ri-bupati-jember-kenakan-pakaian-adat-minahasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[minahasa]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, H Hendy Siswanto, memimpin Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Jember, Kamis (17/08/2023) tadi. Memaknai pakaian khas prajurit perang Suku Minahasa, Bupati Hendy tampil dengan balutan dominasi warna merah menyala dengan aksen hitam dan kuning lengkap dengan mahkota. Sedangkan dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Jember, KH MB Firjaun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, H Hendy Siswanto, memimpin Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Jember, Kamis (17/08/2023) tadi. Memaknai pakaian khas prajurit perang Suku Minahasa, Bupati Hendy tampil dengan balutan dominasi warna merah menyala dengan aksen hitam dan kuning lengkap dengan mahkota. Sedangkan dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Jember, KH MB Firjaun Barlaman, mengenakan baju safari khas Bali berwarna hitam. Busana yang digunakan, lengkap dengan udeng berwarna emas dan kamen batik hitam kombinasi perak.</p>



<p>Tampil kompak dan selalu bersama kedua kepala daerah itu, pun mendapat apresiasi peserta. Apalagi, saat melakukan program kerja atau menyapa warga. &#8220;Keren, dengan pakaian adat berbeda, namun selalu kompak tampil bersama sebagai bupati dan wakil,&#8221; kata pegawai yang turut menjadi peserta upacara.</p>



<p>Sementara itu, sebelum upacara dimulai, para peserta upacara dihibur dengan penampilan marching band SMPN 1 Jember dan paduan suara SMKN 4 Jember yang mempersembahkan lagu Hari Merdeka, Indonesia Tetap Merdeka dan Maju Tak Gentar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upacara peringatan HUT Ke-78 Republik Indonesia, ini diikuti oleh para personel TNI, Polri, Satpol PP Jember, BPBD Jember, Damkar Jember, jajaran pejabat Pemkab Jember, pejabat Forkopimda, para pelajar serta para guru. Tidak kalah menarik, dalam setiap Upacara Hari Kemerdekaan adalah prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Paskibraka Kabupaten Jember 2023, terdiri dari 73 personel, yang telah digembleng cukup lama.</p>



<p>Mereka merupakan siswa-siswi dari beberapa sekolah tingkat menengah atas (SMA, MA, SMK), baik negeri maupun swasta yang lulus seleksi. Bertindak sebagai pembawa baki pada prosesi pengibaran Bendera Merah Putih, adalah ananda Najwa Salsabila Citatya Putri, siswi SMKN 01 Kencong.</p>



<p>Setelah upacara selesai, Bupati Jember Hendy Siswanto menyerahkan beberapa penghargaan. Penghargaan pertama merupakan sertifikat akreditasi dengan nilai paripurna diberikan kepada RSD Balung. Kemudian, penghargaan tanda Satya Lencana Karya Satya 30 tahun diberikan kepada Kepala BKPSDM Jember, Sukowinarno. Lalu, penghargaan tanda Satya Lencana Karya Satya 20 tahun diberikan kepada Guru SDN Sukoreno, Siswantini dan penghargaan tanda Satya Lencana Karya Satya 10 tahun diberikan kepada tenaga kesehatan RSD Kalisat, Erna Dwi Nurul Hikmah.</p>



<p>Rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-78 Republik Indonesia di Kabupaten Jember, ditutup dengan penampilan senam ‘Jember Keren’ oleh Perwosi IGTKI dan Himpaudi Kabupaten Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Kediri Fashion Festival, Mas Dhito Dorong Pengrajin untuk Munculkan Model Baru</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-kediri-fashion-festival-mas-dhito-dorong-pengrajin-untuk-munculkan-model-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Kediri Fashion Festival yang melombakan baju batik khas Kabupaten Kediri, dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Festival ini dilakukan, guna menguatkan identitas Kabupaten Kediri, yang memiliki motif khas batik pagringsingan dan lidah api tersebut. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Plt Dinas Perdagangan, Tutik Purwaningsih, menyebutkan bahwa usai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Kediri Fashion Festival yang melombakan baju batik khas Kabupaten Kediri, dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Festival ini dilakukan, guna menguatkan identitas Kabupaten Kediri, yang memiliki motif khas batik pagringsingan dan lidah api tersebut.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Plt Dinas Perdagangan, Tutik Purwaningsih, menyebutkan bahwa usai dilaunchingnya baju khas Kabupaten Kediri tahun lalu, Pemerintah Kabupaten berkomitmen mengembangkan batik khas tersebut dalam berbagai inovasi. &#8220;Lomba baju batik khas ini persembahan dari Dekranasda Kabupaten Kediri, yang terus berkomitmen mengembangkan batik khas Kabupaten Kediri,” katanya, Rabu (12/10/2022) tadi.</p>



<p>Dihelatnya festival ini, lanjut Tutik, bakal menambah khasanah batik di Bumi Panjalu. Mulai dari motif hingga baju dengan inovasi model yang terus berkembang.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-daging-sapi-dan-ayam-layak-dikonsumsi-dkpp-lumajang-lakukan-pengawasan">Pastikan Daging Sapi dan Ayam Layak Dikonsumsi, DKPP Lumajang Lakukan Pengawasan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pasuruan-berangkatkan-ratusan-pemudik">Bupati Pasuruan Berangkatkan Ratusan Pemudik</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/momen-libur-lebaran-jadi-penekanan-bupati-indah-untuk-penghematan-energi-di-lumajang">Momen Libur Lebaran Jadi Penekanan Bupati Indah untuk Penghematan Energi di Lumajang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kapolda-jatim-tinjau-jalur-ketapang-gilimanuk-jelang-penutupan-layanan-hari-raya-nyepi-di-pulau-bali">Kapolda Jatim Tinjau Jalur Ketapang-Gilimanuk Jelang Penutupan Layanan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perayaan-hari-suci-nyepi-di-lapangan-rampal-ketua-dprd-sebut-sebagai-etalase-toleransi-di-kota-malang">Perayaan Hari Suci Nyepi di Lapangan Rampal, Ketua DPRD Sebut sebagai Etalase Toleransi di Kota Malang</a></li>
</ul>


<p>Festival bertajuk Gebyar Pesona Batik Khas Kabupaten Kediri, ini dihelat mulai 4 Oktober hingga 15 November 2022. Sementara sampai dengan 11 Oktober, setidaknya sudah terdapat 75 peserta yang mendaftar.</p>



<p>&#8220;Nantinya, peserta ini akan diberi kesempatan untuk membuat busana dengan motif khas mulai 14 Oktober hingga 13 November, yang kemudian pemenangnya akan diumumkan pada 15 November 2022,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, adanya festival ini diharapkan pengrajin batik akan terpacu untuk menciptakan model-model baru. Terlebih dengan adanya bandara, baik motif hingga busana batik dari daerah dengan jumlah penduduk 1,5 juta lebih ini, nantinya dapat mudah dikenal wisatawan baik domestik maupun manca.</p>



<p>“Konsumen atau pemakai batik juga lebih tertarik dengan banyaknya pilihan model dari motif khas Kabupaten Kediri,” paparnya.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176672</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
