<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pakde karwo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pakde-karwo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jan 2019 05:07:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pakde karwo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pakde Karwo, Terapkan Ekonomi Kerakyatan, Wujud Working Ideology Pancasila</title>
		<link>https://memontum.com/pakde-karwo-terapkan-ekonomi-kerakyatan-wujud-working-ideology-pancasila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2019 05:07:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<category><![CDATA[Terapkan Ekonomi Kerakyatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=74147</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya&#8212;&#8212;Bahaya faham liberalisasi yang masuk di Indonesia mengakibatkan banyaknya masyarakat kecil kalah dalam pertarungan di pasar global. Melihat kondisi tersebut, Jatim menerapkan sistem ekonomi kerakyatan sebagai wujud dari Working Ideology Pancasila. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat menjadi Keynote Speaker pada pelantikan DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jatim Periode 2018-2020 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya&#8212;&#8212;</strong>Bahaya faham liberalisasi yang masuk di Indonesia mengakibatkan banyaknya masyarakat kecil kalah dalam pertarungan di pasar global. Melihat kondisi tersebut, Jatim menerapkan sistem ekonomi kerakyatan sebagai wujud dari Working Ideology Pancasila.</p>
<p>Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat menjadi Keynote Speaker pada pelantikan DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jatim Periode 2018-2020 di Kantor GMNI Wisma Marinda Surabaya, Sabtu (19/1/2019) malam.</p>
<p>Dikatakannya, ekonomi kerakyatan merupakan basis dari kekuatan yang bersumber dari rakyat sebagai wujud konkrit dari implementasi dalam Working Ideology Pancasila.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898020799-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-74108" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898020799-copy.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898020799-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898020799-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898020799-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898020799-copy.jpg?resize=270%2C180&amp;ssl=1 270w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a> <a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898028397-e1547960128208.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-74109" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1547898028397-e1547960128208.jpg?resize=500%2C362&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="362" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>“Perkembangan yang serius saat ini adalah menerjemahkan konsep ideology menjadi implementasi. Sehingga ekonomi kerakyatannya dirasa sepi dan tagline nya masih menjadi sebatas pidato semata,” ungkapnya.</p>
<p>Oleh karenanya, Pakde Karwo sapaan akrabnya membawa konsep ekonomi kerakyatan diterapkan di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini.</p>
<p>Menurutnya, kesalahan berfikir yang seringkali terjadi dari pemerintah yakni memaksakan atau merumuskan program bagi masyarakat miskin tanpa melibatkannya. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak terjadi di Jatim yang sejak awal telah mengedepankan konsep partisipatoris di setiap pengambilan keputusan atau kebijakan.</p>
<p>&#8220;Kesalahan paling serius dari kita adalah memaksakan program kemiskinan yang ada. Dan optimis bahwa negara mampu menyelesaikan permasalahan kemiskinan tanpa melibatkan rakyat kecil di dalamnya. Maka, kami selalu melakukan pendekatan partisipatoris di dalam pengambilan kebijakan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam paparannya, ekonomi kerakyatan juga dibuktikan melalui keberpihakan Pemprov Jatim lewat pemberian fasilitasi terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui beragam jenis pembiayaan.</p>
<p>Melihat kondisi itu, Pemprov Jatim mendirikan Bank UMKM untuk memfasilitasi segala kebutuhan industri kecil dan menengah. “Inilah bentuk pembiayaan yang berkeadilan,” imbuhnya.</p>
<p>Pakde Karwo memandang, kemandirian ekonomi di Indonesia harus mampu memfasilitasi kepentingan masyarakat kecil. Oleh karenanya, konsep negara harus hadir mengurus kepentingan rakyatnya melalui kebijakan telah dilakukan di Jatim.</p>
<p>“Inilah yang telah kita lakukan, dimana pemerintah mengintervensi dengan memberikan stimulasi dan yang kecil dibantu. Tidak bisa yang besar, menengah, dan kecil dibiarkan bertarung atas nama efisiensi,” tegasnya.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Pakde Karwo yang juga alumni PA GMNI ini berharap kepada seluruh pejuang pemikir dan pemikir pejuang, sebutan GMNI untuk konsisten menjaga tradisi intelektual dalam mencari kebenaran.</p>
<p>“Kepada pengurus DPD GMNI, saya berharap agar selalu konsiten berfikir secara intelektual untuk mencari kebenaran. Intelektual itu, harus secara terus menerus mencari kebenaran guna memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” tutupnya. (hms/ano/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74147</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kumpul Bersama OPD, Pakde dan Budhe Karwo Sekalian Pamit</title>
		<link>https://memontum.com/kumpul-bersama-opd-pakde-dan-budhe-karwo-sekalian-pamit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 13:58:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73532-kumpul-bersama-opd-pakde-dan-budhe-karwo-sekalian-pamit</guid>

					<description><![CDATA[* Tancapkan Tonggak Remunerasi ASN &#160; Memontum Surabaya &#8211; Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menyampaikan rasa syukurnya karena selama 10 tahun memimpin Jatim, ia dikelilingi orang-orang yang hebat dan luar biasa di lingkungan Pemprov Jatim. Orang-orang inilah yang kemudian membantunya dalam membangun Jatim menjadi provinsi yang maju dan berdaya saing hingga saat ini. &#8220;Saya bersyukur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Tancapkan Tonggak Remunerasi ASN</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menyampaikan rasa syukurnya karena selama 10 tahun memimpin Jatim, ia dikelilingi orang-orang yang hebat dan luar biasa di lingkungan Pemprov Jatim. Orang-orang inilah yang kemudian membantunya dalam membangun Jatim menjadi provinsi yang maju dan berdaya saing hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;Saya bersyukur dikelilingi orang-orang hebat yang membantu membangun Jatim dengan hati bukan semata karena pekerjaan. Tidak mungkin menang bertarung dengan provinsi lain bila tidak dengan hati,&#8221; kata Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim ini saat silaturahmi dengan seluruh pejabat dan staf dari sembilan OPD yang ada di lingkungan Pemprov Jatim di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jatim, Jalan Gayung Kebonsari Surabaya, Rabu (16/1/2019).</p>
<p>Kesembilan OPD tersebut yakni Badan Penelitian dan Pengembangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Peternakan, dan Dinas Perkebunan. Serta, Dinas Sosial, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas PU Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. </p>
<p>Menurutnya, selain dikelilingi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim yang luar biasa, ia juga didukung oleh masyarakat Jatim yang pekerja keras dan jujur. Modal kuat inilah yang kemudian menjadikan kualitas SDM Jatim terus meningkat dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.</p>
<p>&#8220;Basis masyarakat Jatim adalah spiritual, maka SDM kita selain berkualitas juga memiliki akhlak yang sangat baik,&#8221; kata Pakde Karwo.</p>
<p>Untuk itu, diakhir kepemimpinannya, Pakde Karwo memberikan kado istimewa peningkatan kesejahteraan berupa remunerasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim. Remunerasi ini sudah melalui perhitungan matang dengan didahului studi banding ke Pemprov Jawa Barat dan Jawa Tengah. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73532</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakde Karwo, Beri Arahan Visi-Misi Bupati Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/pakde-karwo-beri-arahan-visi-misi-bupati-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2018 07:32:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Beri Arahan Visi-Misi Bupati Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=58533</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang&#8212;&#8212;Gubernur Jawa Timur Sukarwo  memberi arahan terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jombang untuk lebih Fokus kepada masalah  kesehatan, Perumahan Rakyat, Trantib dan masalah sosial. Itu saat Soekarwo diwawancara awak media seusai mengikuti paparan visi dan misi Bupati Jombang di gedung DPRD Jombang. Selasa (2/10/2018). &#8220;Bukan koreksi ini arahan. Ada hal yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jombang&#8212;&#8212;</strong>Gubernur Jawa Timur Sukarwo  memberi arahan terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jombang untuk lebih Fokus kepada masalah  kesehatan, Perumahan Rakyat, Trantib dan masalah sosial. Itu saat Soekarwo diwawancara awak media seusai mengikuti paparan visi dan misi Bupati Jombang di gedung DPRD Jombang. Selasa (2/10/2018).<br />
<a href="https://memontum.com/58491-wabup-jember-ajak-pmii-kenali-sejarah-bangsa-jaga-nkri/img20181002135554-copy" rel="attachment wp-att-58509"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-58509" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG20181002135554-copy.jpg?resize=500%2C281&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="281" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG20181002135554-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG20181002135554-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
&#8220;Bukan koreksi ini arahan. Ada hal yang wajib diselesaikan Bupati, yakni masalah kesehatan, Perumahan rakyat, Trantib dan Permasalahan sosial,&#8221; ujar Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.</p>
<p>Selain itu Pakde Karwo mengusulkan agar fokus yang lebih fokus (visi dan misi.red) jangan terlalu banyak, karena jika terlalu bayak dimungkinkan menjadi tidak fokus.</p>
<p>&#8220;Fokus yang yang paling fokus, paling banyak lima. Jangan terlalu banyak nanti ndak fokus. Tidak nampak hasilnya. Fokus itu diambil dari mana, ya diambil dari yang wajib dan kemudian apa yang diinginkan masyarakatnya saat kampanye,&#8221; pungkas Pak de Karwo.</p>
<p>Menangapai hal itu, Bupati Jombang, Munjidah Wahab mengatakan program-program dan visi misi memang harus sesuai dan linear antara program nasional, program provinsi dan program  Kabupaten harus match .</p>
<p>&#8220;Ya memang kita harus sesuai dan linear, seperti yang disampikan tadi kalau ditekankan harus turun, ya dalam lima tahun ya harus kita turunkan, seperti  misalnya gizi buruk. Tadi semua yang ditekankan pak gubernur akan kita perhatikan karena itu program proritas juga,&#8221; tandas Munjidah Wahab. (ham/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">58533</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakde Karwo Wanti-wanti Semua Bupati Jangan Sampai Kena OTT</title>
		<link>https://memontum.com/pakde-karwo-wanti-wanti-semua-bupati-jangan-sampai-kena-ott</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 13:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[OTT]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/57583-pakde-karwo-wanti-wanti-semua-bupati-jangan-sampai-kena-ott</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Menegaskan untuk semua kepala daerah yang baru di lantiknya untuk mengingatkan kinerja Kepala Daerah yang baru dilantik, dan Pakde Karwo juga menekankan jangan sampai Kepala Daerah yang baru di lantiknya terkena OTT. Karena OTT akan berdampak sekali bagi rakyat, tetapi jika Kepala Daerah bersih dan jauh dari OTT, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Menegaskan untuk semua kepala daerah yang baru di lantiknya untuk mengingatkan kinerja Kepala Daerah yang baru dilantik, dan Pakde Karwo juga menekankan jangan sampai Kepala Daerah yang baru di lantiknya terkena OTT. Karena OTT akan berdampak sekali bagi rakyat, tetapi jika Kepala Daerah bersih dan jauh dari OTT, dampaknya ke rakyat di daerah yang dipimpin pasti makmur.</p>
<p>Pakde Karwo juga mengatakan bahwa kepala daerah baik yang lama maupun baru, diharapkan selektif dan harus sesuai dengan kebutuhan masyakarat dalam menyusun APBD. Kemudian dalam pelaksanaannya dilakukan secara cermat. Sebab, pelaksanaan pembangunan akan berkualitas jika tidak dikorupsi oleh para pejabatnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/09/IMG-20180927-WA0083-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-12465" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Yang diharapkan Goverment atau kepemerintahan yang baik itu, jika tidak ada OTT lagi terkait korupsi. Kalau OTT sudah tidak ada, maka lewat pelayanan publik, masyarakat akan sejahtera dan meningkatkan perekonomian wilayah,” Tegas Pakde Saat di depan para awak media setelah acara sertijab Bupati Probolinggo.</p>
<p>Sementara untuk pembangunan di Kabupaten Probolinggo, Pakde Karwo berharap Pemkab Probolinggo harus lebih memaksimalkan potensi pertanian. Utamanya pasca panen komoditi yang dibudidayakan oleh warga. Seperti dengan cara memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat guna, agar hasil panen itu mempunyai nilai tambah.</p>
<p>Dan berdasarkan data BPS, Kabupaten Probolinggo termasuk daerah miskin di Jawa Timur. Angka kemiskinan di daerah Kabupaten Probolinggo lebih tinggi dari angka kemiskinan Jawa Timur yang hanya 10 persen. </p>
<p>“Dari data yang ada, daerah yang terdapat kemiskinannya di Jawa Timur daerah timur. Oleh karena itu Saya harap untuk memaksimalkan hasil pertanian dan wisata, gunanya agar bisa memacu pertumbuhan ekonomi. Sehingga kedepan daerah ini bebas dari kemiskinan,” Terangnnya.</p>
<p>Di Kabupatrn Probolinggo sangat potensi sekali jika di kelola dengan baik dan serius, Seperti yang terlihat di data, kantong kemiskinan tersebut ada di Kecamatan Krucil dan Tiris. Padahal dua kecamatan ini kaya akan potensi alam dan pertaniannya.</p>
<p>“Saya ingin untuk daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi, seperti Tiris dan Krucil supaya pertaniannya di tingkatkan. Misalnya karena di wilayah itu bisa untuk kopi, maka untuk petani kopi bisa beralih, dari robusta ke kopi Arabika, karena kopi arabika harganya lebih mahal dari Robusta,” Tutup Pakde. <strong>(Pix/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakde Karwo Minta HIPMI Jatim Atasi Impor Bahan Baku</title>
		<link>https://memontum.com/pakde-karwo-minta-hipmi-jatim-atasi-impor-bahan-baku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2018 14:17:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[HIPMI]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29423-pakde-karwo-minta-hipmi-jatim-atasi-impor-bahan-baku</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo meminta Himpunan Pengusaha MudaIndonesia (HIPMI) Jatim untuk mengatasi impor bahan baku. Sebab sebanyak 74,99 persen bahan baku Indonesia berasal dari impor. “Impor bahan baku ini jadi permasalahan kita. Bahkan ekspor kita rendah karena terjebak dalam impor bahan baku yang tinggi. Ini yang perlu dicarikan solusinya pengganti bahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo meminta Himpunan Pengusaha MudaIndonesia (HIPMI) Jatim untuk mengatasi impor bahan baku. Sebab sebanyak 74,99 persen bahan baku Indonesia berasal dari impor. </p>
<p>“Impor bahan baku ini jadi permasalahan kita. Bahkan ekspor kita rendah karena terjebak dalam impor bahan baku yang tinggi. Ini yang perlu dicarikan solusinya pengganti bahan baku impor,” ujar Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim saat Pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jatim Periode 2018-2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (1/3/2018) pagi. </p>
<p>Untuk menekan volume impor, HIPMI Jatim diharapkannya dapat melihat potensi bahan baku yang ada di dalam negeri. Dalam hal ini HIPMI Jatim juga bisa mengolah atau mengganti bahan baku dengan bahan substitusi. “Kalau ada bahan baku yang tersedia di sini, maka tidak perlu lagi impor,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut disampaikannya, Pemprov Jatim menerapkan Sistem Informasi Perdagangan Bahan Baku (SIPAP) untuk mengatasi permasalahan impor bahan baku di Jatim. Tujuan dibuatnya aplikasi ini agar mendorong sistem perdagangan yang mempercepat substitusi impor, sehingga kemandirian industri dalam negeri dapat terwujud.</p>
<p>Dalam aplikasi tersebut, jelas Pakde Karwo, dapat diihat berbagai raw material dari berbagai daerah di Indonesia, data real time mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah, bersumber dari aggregator masing-masing provinsi. Dan aplikasi ini dapat membuat perusahaan langsung dapat melakukan business to business.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, mengatasi impor bahan baku juga bisa dilakukan dengan mendirikan smelter untuk mengolah bahan baku di Jatim. Misalnya, mengolah bauksit dan nikel untuk industri rumah tangga.  “Kita kan punya banyak, jadi  tidak harus impor dari Cina,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal Jatim ke Peserta Lemhanas</title>
		<link>https://memontum.com/pakde-karwo-paparkan-budaya-lokal-jatim-ke-peserta-lemhanas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2018 17:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[lemhanas]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26109-pakde-karwo-paparkan-budaya-lokal-jatim-ke-peserta-lemhanas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Gubernur Jatim Dr H Soekarwo memaparkan keberadaan budaya lokal di Jatim, yang terdiri dari budaya arek, mataraman, madura, serta Osing. Masing-masing budaya tersebut memiliki tokoh panutan dan pendekatan kultural yang berbeda pada masyarakat. “Saya kira pendekatan kepada masyarakat di masing-masing budaya ini berbeda. Pendekatan kultur seperti ini menjadi utama dalam melakukan apa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Gubernur Jatim Dr H Soekarwo memaparkan keberadaan budaya lokal di Jatim, yang terdiri dari budaya arek, mataraman, madura, serta Osing. Masing-masing budaya tersebut memiliki tokoh panutan dan pendekatan kultural yang berbeda pada masyarakat. </p>
<p>“Saya kira pendekatan kepada masyarakat di masing-masing budaya ini berbeda. Pendekatan kultur seperti ini menjadi utama dalam melakukan apa saja, khususnya pelaksanaan program pemerintah,” kata Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim saat menerima calon peserta Program Pendidikan Reguler (PPR) Angkatan 57 dan 58 Lemhanas RI dari 12 negara sahabat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (12/2/2018).</p>
<p>Dijelaskan, budaya arek memiliki banyak kaum intelektual dan lingkungannya terdidik. Sebanyak 20 persen masyarakat Jatim menggunakan pendekatan budaya arek, yang berada di Kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan, Kab Jombang, Kab/Kota Malang.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, tokoh masyarakat, tokoh agama dan intelektual menjadi tokoh panutan pada budaya arek. Dalam budaya ini, sebagian besar masyarakat mengembangkan industri dan UMKM. </p>
<p>“Masyarakat dengan budaya arek itu sangat rasional dan terdidik. Mereka bisa menyampaikan apa saja dengan data yang lengkap dan contoh yang jelas,” ujar Pakde Karwo sambil menyampaikan kondisi geografis Jatim sebagai Hub Kawasan Indonesia Timur.</p>
<p>Sementara itu, budaya mataraman menggunakan birokrasi, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai pendekatannya. Budaya mataraman berada di daerah seperti Kab. Tuban, Kab/Kota Madiun, Kab Ngawi. Daerahnya agraris, diantaranya menghasilkan tebu dan padi.</p>
<p>“Kultur budaya mataraman seperti di Solo dan Yogya. Ada sebanyak 45 persen masyarakat Jatim menggunakan pendekatan Budaya Mataraman,” jelasnya. Berbeda dengan budaya mataraman dan arek, terdapat sebanyak 30 persen masyarakat masuk dengan pada budaya madura, dimana peranan ulama sangat penting dalam budaya ini. </p>
<p>Budaya lokal lainnya yang ada di Jatim, jelasnya, yakni budaya Osing dengan birokrasi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sebagai panutannya. Masyarakat yang ada pada budaya Osing ini tercatat sebanyak 5 persen. Daerah agrarisnya dan terutama menghasilkan padi. Pengetahuan dan pemahaman tentang tiga budaya tersebut, jelas Gubernur Pakde Karwo, akan memudahkan keberhasilan pelaksanaan  berbagai program dan bidang di Jatim.</p>
<h2><strong>Gunakan Paradigma Pembangunan Partisipatori</strong>s</h2>
<p>Melihat kondisi budaya masyarakat yang ada di Jatim, Pemprov. Jatim menggunakan paradigma pembangunan dengan pendekatan partisipatoris. Artinya, masyarakat dilibatkan untuk merumuskan keputusan dan kebjakan. Menurutnya, pendekatan partisipatoris inilah yang menyebabkan suasana aman dan nyaman di Jatim. Selain itu, konflik di Jatim juga paling kecil.</p>
<h2><strong>Kunjungi Jatim Selama 6 Hari</strong></h2>
<p>Dalam sambutan pengantar, pimpinan delegasi peserta PPR  Angkatan 57 dan 58 Lemhanas RI, Laksamana Pertama Budi Setiawan menjelaskan  calon peserta lemhanas berkunjung ke Jatim untuk menjalankan program pengenalan budaya lokal selama enam hari. Untuk itu, calon peserta dijadwalkan mengunjungi berbagai obyek instansi pemerintah, militer, dan obyek wisata di Jatim.</p>
<p>Sebanyak 13 personel menjadi calon peserta Program Pendidikan Reguler (PPR) Angkatan 57 dan 58 Lemhanas RI ini berasal dari 12 negara  sahabat  yakni Australia, Bangladesh, Fiji, Zimbabwe, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Singapura, Timor Leste, Laos, Sri Lanka. <strong>(gd/nhs/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26109</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakde Karwo Komitmen Bangun Jatim Berbasis Spiritual</title>
		<link>https://memontum.com/pakde-karwo-komitmen-bangun-jatim-berbasis-spiritual</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2017 11:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/3966-pakde-karwo-komitmen-bangun-jatim-berbasis-spiritual</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo berkomitmen untuk membangun Jawa Timur berbasis spiritual. Pasalnya, pembangunan berbasis spiritual terbukti mampu membuat provinsi ini menjadi aman, nyaman dan kondusif. Sehingga pembangunan berjalan dengan lancar, perekonomian tumbuh stabil, dan masyarakat makin sejahtera. “Pembangunan berbasis spiritual menjadikan provinsi ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo berkomitmen untuk membangun Jawa Timur berbasis spiritual. Pasalnya, pembangunan berbasis spiritual terbukti mampu membuat provinsi ini menjadi aman, nyaman dan kondusif. Sehingga pembangunan berjalan dengan lancar, perekonomian tumbuh stabil, dan  masyarakat makin sejahtera.</p>
<p>“Pembangunan berbasis spiritual menjadikan provinsi ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur atau provinsi yang subur dan makmur, adil dan aman” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat Doa bersama dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jatim Tahun 2017 dan Doa bersama untuk para Pahlawan di halaman Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (5/11/2017) pagi.</p>
<p>Pakde Karwo mengatakan, pembangunan berbasis spiritual menjadi fokus utama sejak periode pertama kepemimpinannya sebagai Gubernur Jatim bersama dengan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf, tepatnya pada Tahun 2009 lalu. Dampaknya, pembangunan di Jatim berjalan lancar dan masyarakat kian sejahtera. </p>
<p>Hal itu dibuktikan melalui naiknya PDRB perkapita masyarakat Jatim. Pada tahun 2009, PDRB per kapita Jatim hanya sebesar Rp. 18,42 juta. Tahun 2016, naik menjadi Rp. 47,7 juta. Pada tahun 2018, diprediksikan PDRB perkapita Jatim sekitar Rp. 62 juta. Meningkat 350% atau 3,5 kali lipat dari 2009. </p>
<p>“Ini berkat pembangunan spiritual yang membuat terpeliharanya suasana aman, nyaman, dan kondusif di Jatim. Terima kasih kepada para tokoh agama, seperti kiai, kiai, ulama, masyayich, dan habaib yang terus melakukan syiar agama di Jatim” katanya.</p>
<p>Karena itu, lanjut Pakde Karwo, pembangunan berbasis spiritual akan terus digiatkan di Jatim. Pria nomor satu di Pemprov Jatim ini mengatakan, terdapat berbagai program yang telah dilaksanakan dan disiapkan untuk memperkuat basis spiritual di provinsi ini. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3966</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Era Siber, Pakde Karwo Gagas Konvergensi Media</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-era-siber-pakde-karwo-gagas-konvergensi-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 12:32:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[AMSI]]></category>
		<category><![CDATA[pakde karwo]]></category>
		<category><![CDATA[siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2043-masuki-era-siber-pakde-karwo-gagas-konvergensi-media</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Perkembangan teknologi yang begitu pesat melahirkan apa yang disebut dengan inovasi disruptif, yakni inovasi yang menyingkirkan hal-hal yang tidak sesuai, termasuk munculnya media online atau media siber. Apabila media lama telah menemukan filosofinya melalui konten atau isinya, maka media baru ini menemukan filosofi kecepatan informasi. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Perkembangan teknologi yang begitu pesat melahirkan apa yang disebut dengan inovasi disruptif, yakni inovasi yang menyingkirkan hal-hal yang tidak sesuai, termasuk munculnya media online atau media siber. Apabila media lama telah menemukan filosofinya melalui konten atau isinya, maka media baru ini menemukan filosofi kecepatan informasi.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Konferensi Wilayah/Konferwil Pertama Asosiasi Media Siber Indonesis (AMSI) Jatim di Spazio Building, Jalan Mayjend Yono Soewoyo Surabaya, Rabu (25/10/2017).</p>
<p>Untuk itu, Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim mengusulkan adanya konvergensi atau pengintegrasian media sehingga ada sinergi antara media konvensional dan media siber, saling mengisi diantara dua jenis media ini. “Jadi, media siber melayani kebutuhan masyarakat secara cepat sedangkan media konvensional memperkuat melalui konten. Bukan masalah untung rugi,” terangnya.</p>
<p>Pakde Karwo mengatakan, perkembangan teknologi media adalah sebuah keniscayaan dan tidak akan mengeliminasi jenis media sebelumnya. Dimana lahirnya radio tidak akan menghapus surat kabar dan lahirnya televisi tidak otomatis menghilangkan radio. Begitu juga lahirnya media siber tidak serta merta mematikan jenis media sebelumnya.</p>
<p>Menurutnya, era disruptif ini jangan sampai membuat media konvensional mati dan kalah dengan media baru. Melalui konvergensi ini, masing-masing media harus bersinergi dan berjalan beriringan. “Yang satu (media konvensional) memberi background filosofis melalui konten, yang satu (media siber) memberi kecepatan waktu. Ini pertarungan sesuatu yang baru,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2043</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
