<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pakisaji &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pakisaji/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 10:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pakisaji &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siswa SMPN 2 Pakisaji Lahirkan 5 Judul Buku Orisinal Hasil Metode PBL</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl</link>
					<comments>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[orisinal]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232136</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 2 Pakisaji, menjadi momentum istimewa, Senin (27/04/2026) tadi. Bukan sekadar ujian formal, sekolah ini juga merayakan keberhasilan literasi dengan meluncurkan lima judul buku fisik hasil karya murni para siswa. Karya-karya tersebut, merupakan buah dari penerapan metode Project Based Learning (PBL), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 2 Pakisaji, menjadi momentum istimewa, Senin (27/04/2026) tadi. Bukan sekadar ujian formal, sekolah ini juga merayakan keberhasilan literasi dengan meluncurkan lima judul buku fisik hasil karya murni para siswa.</p>



<p>Karya-karya tersebut, merupakan buah dari penerapan metode Project Based Learning (PBL), pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun pelajaran 2025/2026. Dua diantaranya, berjudul Kotak Misteri dan Nada yang Hilang, yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala SMPN 2 Pakisaji, Muhammad Ja&#8217;far, kepada Pengawas Pembina, Eko Sulistyawan, di sela peninjauan ujian.</p>



<p>Guru Pembina dan Editor, Riyami, menjelaskan bahwa proyek ini bermula dari upaya meningkatkan tingkat kesulitan materi teks deskripsi untuk Kelas 9. Pemilihan pengembangan Cerpen Heksagraf (cerpen enam paragraf) dilakukan, karena strukturnya yang kaya akan deskripsi.</p>



<p>Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik membuat draf, menganalisis isi, hingga melakukan konsultasi intensif. Proses bimbingan dilakukan secara hybrid, dimana selain tatap muka di kelas selama lima pertemuan.</p>



<p>“Konsultasi dilanjutkan melalui WhatsApp (WA). Jika melalui pesan teks belum dipahami, pembina memberikan penjelasan melalui pesan suara, telepon, hingga panggilan video untuk membedah naskah bersama siswa,” ujar Riami.</p>



<p>Kegigihan ini, pun membuahkan hasil luar biasa, karena naskah siswa diuji langsung oleh penerbit J Maestro selalu pemegang konsep Heksagraf. Dari 73 siswa, sebanyak 64 siswa dinyatakan lulus uji dan karyanya berhasil dibukukan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya Heksagraf, siswa juga menghasilkan buku bertema Fabel yang lahir dari integrasi materi teks eksplanasi dan ujian praktik. Dalam proses kreatifnya, siswa bahkan memanfaatkan teknologi AI untuk menghitung jumlah kata guna memastikan standar tulisan antara 500 hingga 1.500 kata.</p>



<p>Untuk menjamin integritas, setiap siswa wajib menandatangani surat pernyataan keaslian karya. Hal ini diambil, sebagai langkah konkret sekolah dalam mengatasi kendala ego siswa atau kecenderungan plagiarisme yang sempat muncul.</p>



<p>Pihak sekolah menilai, proyek PBL ini sangat efektif dalam memperkuat karakter siswa karena literasi tidak hanya soal buku, melainkan kemauan membaca situasi sekitar dan keberanian menuangkan ide. “Bagi karya siswa yang belum masuk ke tahap pembukuan, sekolah tetap memberikan apresiasi dengan memajang hasil karya mereka di Mading sekolah melalui desain digital yang menarik,” tambah Riami.</p>



<p>Keberhasilan ini, pun menjadi pemantik semangat bagi SMPN 2 Pakisaji, untuk target di tahun mendatang. Sekolah berencana untuk membeli karya-karya siswa, guna memperkaya koleksi perpustakaan sebagai bentuk penghargaan nyata.</p>



<p>Mengenai pengurusan hak cipta (HAKI), pihak sekolah menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait mekanisme dan anggarannya. Pencapaian ini, diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lain di wilayah Malang, untuk terus menghidupkan semangat literasi yang berkelanjutan dan menghasilkan produk nyata yang membanggakan. <strong>(hms/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/siswa-smpn-2-pakisaji-lahirkan-5-judul-buku-orisinal-hasil-metode-pbl/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232136</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Resmikan Musala RH Jago Karangduren Pakisaji</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-resmikan-musala-rh-jago-karangduren-pakisaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[karangduren]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[musala]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meresmikan Musala RH Jago di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (14/02/2026) tadi. Dalam momentum ini, Bupati Sanusi menyampaikan rasa bangganya atas peran serta partisipasi masyarakat, yang telah berupaya meningkatkan pembangunan di bidang keagamaan dan spiritual. &#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami menyambut baik kegiatan ini. Serta, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meresmikan Musala RH Jago di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (14/02/2026) tadi. Dalam momentum ini, Bupati Sanusi menyampaikan rasa bangganya atas peran serta partisipasi masyarakat, yang telah berupaya meningkatkan pembangunan di bidang keagamaan dan spiritual.</p>



<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami menyambut baik kegiatan ini. Serta, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Karangduren dan juga semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Musala RH Jago,&#8221; katanya.</p>



<p>Bupati Sanusi berharap, selain diniatkan sebagai amal jariyah, semoga pembangunan Musala RH Jago ini nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat. &#8220;Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rida serta keberkahan terhadap Musala ini. Sehingga, dapat terus dipergunakan dan mampu menjadi wadah dakwah yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Bupati Sanusi juga menyampaikan, sejumlah pencapaian dan program kerja Pemerintah Kabupaten Malang. Tidak ketinggalan, apresiasi tinggi diberikan Bupati Malang atas peran serta masyarakat Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tentunya akan dibutuhkan waktu bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk mewujudkan pembangunan yang berhasil dan berdaya guna,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Momen pertemuan ini, diuraikannya, bukan sekadar untuk memperkuat jalinan silaturahmi, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan serta kekeluargaan sebagai umat Muslim, sekaligus untuk merajut kembali hubungan antara Pemerintah Kabupaten Malang, para alim ulama, para santri, dan juga dengan masyarakat secara luas. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk terus dibina, mengingat tantangan zaman di era modern saat ini semakin kompleks, bahkan dapat dikatakan bergerak lebih cepat dibanding pengaruh dakwah dan pendidikan.</p>



<p>&#8220;Perubahan nilai-nilai dan pandangan hidup masyarakat akhir-akhir ini begitu terasa. Pembinaan umat harus dilakukan secara bijak, terarah dan terpadu serta mempunyai dimensi yang luas. Seperti penguatan akidah umat, pencerdasan umat, pembinaan kehidupan keluarga, pembangunan akhlak dan budi pekerti, pembinaan karakter bangsa, penguatan ukhuwah Islamiyah, kesadaran lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan umat secara material dan spiritual,&#8221; tambahnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan HUT Perusahaan Rokok di Pakisaji, Bupati Malang Dorong Ciptakan Suasana Sehat dan Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-perusahaan-rokok-di-pakisaji-bupati-malang-dorong-ciptakan-suasana-sehat-dan-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[suasana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226866</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri undangan Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 CV Megah Sejahtera, yang berlokasi di Jalan Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (18/10/2025) tadi. Kedatangan bupati bersama rombongan, disambut hangat Direktur CV Megah Sejahtera, Robby Demas Kosasi, bersama jajaran manajemen perusahaan dan ribuan karyawan, yang berkumpul bersama di aula perusahaan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri undangan Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 CV Megah Sejahtera, yang berlokasi di Jalan Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (18/10/2025) tadi. Kedatangan bupati bersama rombongan, disambut hangat Direktur CV Megah Sejahtera, Robby Demas Kosasi, bersama jajaran manajemen perusahaan dan ribuan karyawan, yang berkumpul bersama di aula perusahaan untuk merayakan hari spesial tersebut.</p>



<p>&#8221;Selamat ulang tahun CV Megah Sejahtera, Stronger Together. Semoga semakin sejahtera, tidak hanya sejahtera bagi bosnya, namun juga bagi seluruh karyawannya. Saya sebagai Bupati Malang mengapresiasi kepada perusahaan yang banyak menggandeng masyarakat. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Malang lebih makmur dan sejahtera,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai informasi, CV Megah Sejahtera merupakan perusahaan manufaktur rokok yang berpusat di Kabupaten Malang, dengan jumlah karyawan kurang lebih 3 ribu orang. Perusahaan ini, berdiri sejak tahun 2008 dan mengusung tekad ingin mengembangkan usaha yang didukung oleh tim Sumber Daya Manusia yang berjiwa muda dan berpikiran inovatif.</p>



<p>&#8221;Perusahaan (CV Megah Sejahtera, red) butuh dukungan semua pihak dalam mewujudkan cita-citanya. Seperti lingkungan kerja yang sehat dan menjaga kebersihan di sekitarnya. Sekali lagi, selamat ulang tahun ke 17 kepada CV Megah Sejahtera. Semoga tambah megah, hebat, tambah besar dan tambah sejahtera,&#8221; ujar bupati. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226866</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Samdesgroto di Pakisaji, Bupati Malang Gali Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/samdesgroto-di-pakisaji-bupati-malang-gali-potensi-lokal-untuk-kesejahteraan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[samdesgroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sambang Desa Gotong Royong (Samdesgotro) Bangun Desa adalah program yang mendekatkan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang dengan masyarakat, agar bisa memanfaatkan potensi inovasi bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Malang, HM Sanusi, saat melaksanakan Program Samdesgroto Bangun Desa di wilayah Kecamatan Pakisaji, Rabu (02/07/2025) tadi. Kegiatan Samdesgroto di Kecamatan Pakisaji, ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sambang Desa Gotong Royong (Samdesgotro) Bangun Desa adalah program yang mendekatkan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang dengan masyarakat, agar bisa memanfaatkan potensi inovasi bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Malang, HM Sanusi, saat melaksanakan Program Samdesgroto Bangun Desa di wilayah Kecamatan Pakisaji, Rabu (02/07/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan Samdesgroto di Kecamatan Pakisaji, ini dimulai dari Balai Desa Kebonagung. Di lokasi ini, Bupati Sanusi meresmikan Ruang Kelas SD Negeri 5 Kebonagung, meninjau TPS3R Loka Bhakti Desa Genengan, meninjau Pertanian Melon Ketahanan Pangan Desa Genengan dan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih Desa Pakisaji.</p>



<p>Bupati Malang juga meninjau kerusakan ruang kelas di SDN Kendalpayak. &#8220;Kerusakan ruang kelas di SDN Kendalpayak, perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap melalui Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya, Bupati Malang mendatangi Sanggar Seni Ngesti Pandawa Desa Permanu, meninjau Peternakan Sapi Perah Kandang Sapi Unggul Yonathan Desa Permanu, serta menyalurkan bantuan kepada warga Dusun Putukrejo, Desa Wadung.</p>



<p>Bupati Malang menyampaikan bahwa asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo, salah satunya menyebutkan tentang upaya untuk membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. &#8220;Pembangunan pedesaan tidak dapat dipisahkan dari gagasan kemandirian daerah. Dengan mendorong pembangunan desa mandiri dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, sekaligus membangun ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan pembangunan pedesaan, maka desa tidak lagi dianggap sebagai obyek pembangunan, melainkan diposisikan sebagai subyek dan ujung tombak pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mengingat, masing-masing desa memiliki sumber daya dan karakteristik wilayah dalam bidang sosial, budaya dan sumber daya alam yang beragam,” tambah Bupati Malang.</p>



<p>Kegiatan Samdesgroto Bangun Desa menjadi salah satu langkah strategis bersama dalam memetakan secara lebih komprehensif terhadap potensi dan permasalahan desa dalam rangka memproyeksikan program pembangunan yang tepat guna. Hal ini sekaligus dapat menjadi pedoman program kegiatan unggulan Pemerintah Kabupaten Malang yang akan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.</p>



<p>“Ini menjadi upaya kita bersama dalam rangka mengembangkan potensi daerah untuk menghasilkan produk khas daerah yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menjadi pendekatan untuk mengembangkan potensi desa menjadi sebuah destinasi wisata yang melibatkan sumber daya lokal dan partisipasi masyarakat desa,” jelas Bupati Malang</p>



<p>Bupati Malang yakin, dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Kecamatan Pakisaji, akan dapat menemukan potensi-potensi unggulan lain di wilayah Kecamatan Pakisaji, baik dari sektor pertanian, peternakan, pendidikan, UMKM hingga pariwisata dan seni budaya.</p>



<p>“Tidak kalah penting, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam menguatkan komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, serta pemerintah dan masyarakat desa dalam bergotong royong menyukseskan agenda pembangunan Kabupaten Malang,” jelas Bupati Malang</p>



<p>Bupati Malang mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar seluruh rangkaian kegiatan Sambang Desa Gotong Royong Bangun Desa ini dapat terlaksana dengan optimal. &#8220;Mampu membawa dampak positif dalam menumbuhkan kemandirian dan kreativitas desa. Sekaligus pada muaranya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan daerah,&#8221; tambahnya. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Ketahanan Pangan, Plt Bupati Malang Lakukan Gerakan Tanam Padi di Pakisaji</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-plt-bupati-malang-lakukan-gerakan-tanam-padi-di-pakisaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2024 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215739</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menghadiri Gerakan Tanam Padi bersama Petani Tangguh Malang Makmur di Lahan Sawah Poktan Margo Rukun III, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (23/10/2024) tadi. Hadir dalam kegiatan itu, anggota DPRD Kabupaten Malang, Dandim 0818 Malang-Batu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Malang, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menghadiri Gerakan Tanam Padi bersama Petani Tangguh Malang Makmur di Lahan Sawah Poktan Margo Rukun III, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (23/10/2024) tadi. Hadir dalam kegiatan itu, anggota DPRD Kabupaten Malang, Dandim 0818 Malang-Batu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Malang, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk dan Buah sub-Tropika, Camat dan Muspika Pakisaji, Kepala Desa Karangduren serta Para Petani Tangguh.</p>



<p>Plt Bupati Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa Gerakan Tanam Padi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh para petani di seluruh Kecamatan Pakisaji. Gerakan ini, juga merupakan program pemerintah yakni tersedianya bahan pangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan, secara khusus makan siang gratis.</p>



<p>&#8220;Oleh karena itu, Gerakan Tanam Padi yang kita lakukan hari ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas dan memastikan ketahanan pangan di daerah kita tetap terjaga. Dengan adanya gerakan ini, saya mengajak seluruh petani, perangkat daerah terkait, serta seluruh kalangan masyarakat untuk bekerja bersama-sama,&#8221; kata Plt Bupati Malang.</p>



<p>Kegiatan ini, tambah Plt Bupati Malang, bukan hanya sekedar menanam, tetapi juga memastikan bahwa juga menerapkan teknologi pertanian yang modern, pupuk yang tepat, serta menjaga kualitas benih yang ditanam. &#8220;Dengan demikian, hasil panen kita akan terus meningkat dan kesejahteraan para petani pun ikut terangkat,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di sisi lain, juga harus memahami bahwa untuk mencapai peningkatan produksi padi, upaya yang dilakukan adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, mengoptimalkan penggunaan air, serta memaksimalkan hasil panen. &#8220;Jadi, melalui Gerakan Tanam ini, kita tunjukkan komitmen bersama bahwa Kabupaten Malang siap untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, Gerakan Tanam ini tidak hanya berhenti hanya pada simbolis penanaman hari ini saja. Namun juga harus menjadi semangat yang terus yang berkelanjutan. &#8220;Semangat yang menyala di seluruh penjuru Kabupaten Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Setelah penanaman padi dan acara seremonial, para petani tangguh dan peserta kegiatan menerima bimbingan teknis terkait metode penanaman serta penjelasan singkat mengenai kondisi tanah di Desa Karangduren.</p>



<p>Plt Bupati Malang juga berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi untuk bekerja lebih baik dalam menjaga ketersediaan pangan. &#8220;Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian sangat penting untuk mendukung target swasembada pangan, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan,&#8221; tambahnya. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215739</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan Rusak 2 Km, Puluhan Warga Karangduren&#8211;Pakisaji Protes, Tanam Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-rusak-2-km-puluhan-warga-karangduren-pakisaji-protes-tanam-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2018 11:49:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[protes warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28392-jalan-rusak-2-km-puluhan-warga-karangduren-pakisaji-protes-tanam-pohon</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Puluhan warga Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang menggelar aksi protes. Hal itu dilakukan akibat rusaknya jalan sepanjang 2 Km di desa setempat. Warga berharap agar ada perhatian dari pemerintah. Apalagi, jalan sepanjang tersebut merupakan akses jalan menuju SMP Negeri 1 Pakisaji. &#8220;Jalan ini merupakan akses menuju SMP Negeri 1 Pakisaji.Akibat rusaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Puluhan warga Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang menggelar aksi protes. Hal itu dilakukan akibat rusaknya jalan sepanjang 2 Km di desa setempat. Warga berharap agar ada perhatian dari pemerintah. Apalagi, jalan sepanjang tersebut merupakan akses jalan menuju SMP Negeri 1 Pakisaji.</p>
<p>&#8220;Jalan ini merupakan akses menuju SMP Negeri 1 Pakisaji.Akibat rusaknya jalan ini, banyak siswa yang jatuh. Kami mohon segera ada perhatian dari pemerintah,&#8221; ujar Abah Toyib (51) tokoh masyarakat desa setempat, Minggu (25/2/2018) kemarin. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180225-WA0236-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-28393" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180225-WA0236-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180225-WA0236-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180225-WA0236-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180225-WA0236-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Protes itupun masih dilakukan dalam bentuk damai, puluhan warga sekedar foto bersama di seputaran lokasi jalan rusak. Dan itu dilakukan agar segera ada perhatian dari Kepala Desa, termasuk dinas terkait.</p>
<p>&#8220;Selama ini warga masih toleran, tetapi jika masih belum juga ada perhatian, warga terpaksa gelar aksi unjuk rasa,&#8221; terang salah seorang warga. </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, jalan rusak dan berlubang terjadi  di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Buntutnya mereka menanami jalan berlubang tersebut dengan menanam pohon pisang. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalipare beberapa waktu lalu.</p>
<p>Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes warga desa atas kondisi jalan yang rusak dan mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan. </p>
<p>&#8220;Kami prihatin mas, dengan kondisi jalan di desa kami. Padahal kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi jalan ini ke pemerintah Kabupaten Malang. Tapi tidak ada respon sama sekali. Makanya kami tanami pohon pisang ini sebagai bentuk protes terhadap pemkab Malang,” tutur salah seorang warga. </p>
<p>Padahal, selama ini warga mengaku sebagai warga Kabupaten Malang sudah patuh dalam membayar pajak. Namun pemkab seakan tutup mata terhadap laporan dan keluhan masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas PU Binamarga Ir Romdhoni beberapa waktu lalu. <strong>(sur/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>LSM Prodesa Soroti Tarikan di Pasar Pakisaji, Diduga Pungli</title>
		<link>https://memontum.com/lsm-prodesa-soroti-tarikan-di-pasar-pakisaji-diduga-pungli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2018 13:04:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/25431-lsm-prodesa-soroti-tarikan-di-pasar-pakisaji-diduga-pungli</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Lembaga swadaya masyarakat Prodesa soroti tarikan ke pedagang pasar Pakisaji. Ini diduga Pungli karena tanpa ada sosialisasi ke pedagang pasar dan terkesan dipaksakan. Kusaeri, LSM Prodesa Malang menjelaskan, tarif- tarif karcis baik untuk lapak maupun parkir, sudah ada ketentuannya dalam regulasi daerah (perda). &#8220;Jika itu yang naik dan tidak sesuai dengan perda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Lembaga swadaya masyarakat Prodesa soroti tarikan ke pedagang pasar Pakisaji. Ini diduga Pungli karena tanpa ada sosialisasi ke pedagang pasar dan terkesan dipaksakan. Kusaeri, LSM Prodesa Malang menjelaskan,  tarif- tarif  karcis baik untuk lapak maupun parkir, sudah  ada ketentuannya dalam regulasi daerah (perda).</p>
<p>&#8220;Jika itu yang naik dan  tidak  sesuai dengan  perda yang  berlaku, maka disperindagsar  telah melakukan pungli,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kenaikan pada  pungutan- pungutan  lainnya seperti kebersihan, keamanan dan seterusnya biasanya itu tergantung kesepakatan antara pedagang dan pengurus paguyuban di pasar setempat. Bilamana ada kenaikan atas pungutan- pungutan  tersebut  tanpa melalui musyawarah oleh para pihak, maka adalah tugas Disperindagsar untuk mempertemukan para pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180209-WA0052-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-25434" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180209-WA0052-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180209-WA0052-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180209-WA0052-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180209-WA0052-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Karena Disperindagsar melalui UPT Pasarnya, disamping mengelola pasar juga bertugas memfasilitasi semua masalah- madalah yang terjadi di dalam pasar agar tercipta aktifitas dan suasana kegiatan ekonomi rakyat yang kondusif. Menurutnya, seluruh pejabat atau aparat negara, baik militer maupun sipil, harus ada dasar hukumnya dalam  setiap memungut dana di masyarakat.</p>
<p>Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku kenaikan retribusi tidak pernah ada sosialisasi sama sekali. Tahu-tahu diberi edaran tertanggal dikosongi dan ditanda tangani kepala unit pasar Pakisaji Anton Apriansa SE.</p>
<p>&#8220;Kita selalu ditarik pajak retribusi mulai keamanan, kebersihan tapi imbal balik perbaikan dan pengecekan gak ada. Lah uangnya untuk apa, sudah gitu kita hanya diberi kuitansi bukan karcis yang ada porporasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Anehnya sosialisasi kenaikan retribusi dari dulu juga tidak pernah disosialisasikan sama sekali. Apalagi kondisi ekonomi saat ini sangat menurun dan daya beli sangat minim sekali. Kenaikan retribusi pasar Pakisaji yang diterima pedagang bervariatif ada yang dari 100.000 menjadi 145.000, ada yang dari 60.000 menjadi 90.000.</p>
<p>&#8220;Saya minta kenaikan retribusi diturunkan dan dibatalkan. Anehnya pengurus malah mengiyakan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Nurcahyo, Kepala dinas perdagangan dan pasar mengaku kenaikan harus berdasarkan Perda no 10 tentang retribusi jasa umum. Nurcahyo juga membantah ada kenaikan saat dikonfirmasi wartawan mengenai kenaikan retribusi pasar. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25431</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bayi Perempuan Terbalut Sajadah Selamat, Bayi Laki-laki dalam Kresek di Sungai Tewas</title>
		<link>https://memontum.com/bayi-perempuan-terbalut-sajadah-selamat-bayi-laki-laki-dalam-kresek-di-sungai-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2017 10:23:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dibuang]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan bayi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/3920-bayi-perempuan-terbalut-sajadah-selamat-bayi-laki-laki-dalam-kresek-di-sungai-tewas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sehari, Minggu (5/11/2017) pagi, dua bayi ditemukan di wilayah hukum Pakisaji. Satu kondisi hidup dalam Kardus depan rumah warga Kendalpayak, satu tewas ditemukan terhanyut di aliran drainase pinggir jalan Segaran Pakisaji. &#8220;Bayi perempuan kondisi sehat. Kini dirawat bidan desa. Satu ditemukan meninggal di aliran sungai kecil Desa Genengan, &#8221; urai Kapolsek Pakisaji, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Sehari, Minggu (5/11/2017) pagi, dua bayi ditemukan di wilayah hukum Pakisaji. Satu kondisi hidup dalam Kardus depan rumah warga Kendalpayak, satu tewas ditemukan terhanyut di aliran drainase pinggir jalan Segaran Pakisaji.</p>
<p>&#8220;Bayi perempuan kondisi sehat. Kini dirawat bidan desa. Satu ditemukan meninggal di aliran sungai kecil Desa Genengan, &#8221; urai Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung kepada memontum.com</p>
<p> <em><strong>DIGENDONG :</strong> AKP Suyoto gendong bayi. <strong>(Foto Humas Polres Malang)</strong></em></p>
<p>.</p>
<p>Pagi, pukul 06.30, geger seputaran Jalan Raya Segaran RT04/RW09, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Mumuh Muhsinin (38) terkejut melihat kardus mencurigakan di atas kursi bambu.</p>
<p>Sebelumnya ia diberitahu Mudayati (34). Saat kardus dibuka pertama kali disaksikan sejumlah warga, tampak bayi ditutupi kain jarik cokelat dan sajadah cokelat hitam. Ari-ari atau tali pusarnya masih panjang. Ada handuk putih juga.</p>
<p> <em><strong>IDENTIFIKASI :</strong> petugas di lokasi temuan dekat aliran sungai kecil Genengan. <strong>(Foto Humas Polres Malang)</strong></em></p>
<p>Info itu kemudian dilanjutkan ke ketua RW dan berlanjut ke perangkat desa serta pihak kepolisian. &#8220;Kondisi tertutup. Cuma feeling saya. Isinya bayi. Antara hidup atau mati. Dibuka setelah banyak warga,&#8221; cerita Mumuh pada wartawan.</p>
<p>Bayi perempuan lalu diboyong ke bidan desa, Siti Maisyaroh. &#8220;Panjang 51 cm, bobot 3 Kg. Usianya baru satu ha. Kondisinya sehat, sekarang masih diobservasi, masih dipantau. Sepertinya gak ada masalah,&#8221; terang Siti Masiyaroh saat ditemui wartawan.</p>
<p>Hampir bersamaan, pukul 08.00, kembali ditemukan bayi. Namun, kondisinya tinggal jasad. Naas, bayi laki-laki terlihat di aliran sungai pinggir jalan Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Pagi itu, bayi terbungkus tas kresek hitam.</p>
<p>Pertama kali dilihat Abdul Mukhid (65) saat berjalan di pinggir aliram sungai menuju tempat cucian mobil Karya Jaya. Ia melihat tas tampak berisi boneka. Baunya menyengat saat didekati. Ia pun memberitahu Miskan (66) warga Sumur Bor RT04/ RW01, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.</p>
<p>Keduanya lalu mengevakuasi ke atas jalan. Informasi temuan jasad bayi lalu diketahui Polsek Pakisaji dan Polres Malang. Hadir anggota Unit Reskrim Polres Malang beserta tim identifikasi Polres Malang. Baik temuan bayi hidup maupun bayi mati, kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3920</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Koramil Pakisaji Karya Bakti bersama Masyarakat Bangun Masjid</title>
		<link>https://memontum.com/koramil-pakisaji-karya-bakti-bersama-masyarakat-bangun-masjid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 08:32:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[karya bakti]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0818/07]]></category>
		<category><![CDATA[pakisaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2485-koramil-pakisaji-karya-bakti-bersama-masyarakat-bangun-masjid</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda sebanyak 9 anggota Babinsa Koramil 0818/07 Pakisaji bersama pemuda Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji menggelar karya bhakti dengan melakukan pemugaran masjib, Sabtu (28/10/2017). Kegiatan ini dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2017. Bersama puluhan masyarakat sekitar masjid, melakukan kegiatan berupa pemugaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda sebanyak 9 anggota Babinsa Koramil 0818/07 Pakisaji bersama pemuda Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji menggelar karya bhakti dengan melakukan pemugaran masjib, Sabtu (28/10/2017).</p>
<p>Kegiatan ini dalam rangka  peringatan hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2017. Bersama puluhan masyarakat sekitar masjid,  melakukan kegiatan berupa pemugaran bangunan Mushola Darussalam yang terletak di RT 4 RW 6 Dusun Sentong Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.</p>
<p>Mushola yang berukuran 6 x 6 tersebut sengaja di pugar karena akan dibangun sebuah Masjid Al Walidan dengan ukuran 10 x 15 meter. &#8220;Hal tersebut dilakukan dalam upaya memberikan daya tampung jamaah yang bisa memadahi warga sekitar serta wujud dari keimanan ketaqwaan dalam beribadah,&#8221; terang Danramil Lettu Inf Didik Hartono.</p>
<p>&#8220;Hadirnya para Babinsa tidak semata mata hanya secara fisik mereka berkarya dan berbhakti namun lebih dari itu mereka juga berusaha merangkul dan memberikan sisipan sisipan kalimat agar sebagai sesama anak bangsa untuk tetap komitmen menjaga persatuan dan kesatuan terlebih di hari yang sangat bersejarah ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Salah satu tokoh masyarakat menyatakan,  jika dia merasa senang dan bangga atas hadirnya para Babinsa tersebut. Dia menyatakan bahwa TNI akan selalu dicintai oleh rakyat, dengan tugas nyata yang dilakukan. <strong>(fik/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2485</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
