<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pakuniran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pakuniran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Nov 2023 09:47:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pakuniran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembunuhan Warga Pakuniran, Pelaku Mengaku Usai Membunuh Langsung Beritahu Istri</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-warga-pakuniran-pelaku-mengaku-usai-membunuh-langsung-beritahu-istri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2023 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[beritahu]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[membunuh]]></category>
		<category><![CDATA[mengaku]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201601</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Terduga pelaku pembunuhan warga Pakuniran, AS atau Abdul Samad (65), warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan pemeriksaan penyidik Polres Probolinggo, Rabu (15/11/2023) tadi. Selain motif pembunuhan yang sudah disampaikan tersangka, ternyata dalam rangkaian peristiwa itu, diketahui jika terduga juga sempat memberitahu istri bahwa telah membunuh korban. &#8220;Setelah membacok korban, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Terduga pelaku pembunuhan warga Pakuniran, AS atau Abdul Samad (65), warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan pemeriksaan penyidik Polres Probolinggo, Rabu (15/11/2023) tadi. Selain motif pembunuhan yang sudah disampaikan tersangka, ternyata dalam rangkaian peristiwa itu, diketahui jika terduga juga sempat memberitahu istri bahwa telah membunuh korban.</p>



<p>&#8220;Setelah membacok korban, saya langsung pulang ke rumah dan bilang sama istri saya, bahwa kalau korban sudah meninggal dunia,&#8221; kata tersangka saat ditemui di ruang penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Probolinggo.</p>



<p>Selain mengenai aksinya itu, Samad juga kembali mengatakan bahwa pembunuhan yang dilakukannya itu karena jengkel akibat istrinya sering digoda oleh korban. Rasa jengkel inilah, yang kemudian berujung prmbunuhan.</p>



<p>&#8220;Awalnya saya berkelahi sama korban (Abdul Halim). Waktu itu saya sempat dibanting, karena dia badannya lebih besar. Bantingan itu sampai punggung saya terkena batu yang ada di sawah,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dalam perkelahian itu, kata Samad, dirinya berhasil merebut senjata tajam (Sajam) berupa celurit milik korban. Selanjutnya, dari senjata itulah yang dipakai untuk membacok korban.</p>



<p>Di hadapan penyidik Pidum Satreskrim Polres Probolinggo, Samad juga mengaku menyesal usai melakukan perbuatan itu. &#8220;Saya menyesal. Saya nekat. Karena dia sudah sering menggoda istri saya dan bahkan sampai sekitar 3 tahun ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, mengatakan jika perbuatan tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 KUHP terkait penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.</p>



<p>&#8220;Kami akan terus mengembangkan dan memeriksa kasus ini. Tetapi dipastikan, untuk motifnya pelaku menghabisi nyawa korban karena memang sudah lama menyimpan dendam. Dia dendam kepada korban setelah istrinya sering digoda,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan Pria Pakuniran Probolinggo Bermotif Cemburu karena Istri Digoda</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-pria-pakuniran-probolinggo-bermotif-cemburu-karena-istri-digoda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bermotif]]></category>
		<category><![CDATA[Cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[digoda]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201498</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Petugas Reskrim Polres Probolinggo, terus melakukan pemeriksaan terhadap AS (65) tahun, terduga pelaku pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), warga Dusun Jatikandang RT 05/RW 03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pendalaman pemeriksaan, diketahui ternyata aksi pembunuhan itu bermotif asmara. Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, menjelaskan bahwa pembunuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Petugas Reskrim Polres Probolinggo, terus melakukan pemeriksaan terhadap AS (65) tahun, terduga pelaku pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), warga Dusun Jatikandang RT 05/RW 03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pendalaman pemeriksaan, diketahui ternyata aksi pembunuhan itu bermotif asmara.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukan pelaku AS, dilakukan karena pelaku merasa cemburu setelah sang istri digoda oleh korban Abdul Halim.</p>



<p>&#8220;Pelaku mengaku cemburu, karena korban pernah menggoda istrinya,&#8221; jelas Kasatreskrim, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, antara korban dan pelaku merupakan tetangga rumah&nbsp; sehingga, saling mengenali satu sama lain. Bahkan, lahan sawahnya pun bersebelahan antara milik korban dan pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Keduanya saling mengenal dan lahannya juga bersebelahan antara pelaku dan korban. Apakah masuk pembunuhan berencana atau tidak, kami masih melakukan pendalaman. Ini untuk menentukan pasal yang akan kami sangkakan selanjutnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa pelaku juga akan dilakukan visum jika terdapat luka. Ini untuk memastikan apakah sebelumnya sempat terjadi perkelahian antara korban dan pelaku atau tidak. &#8220;Informasi awal sempat berkelahi. Namun, nanti akan kami dalami. Nanti ke depan mungkin akan kami lakukan pemeriksaan dan akan dilakukan visum juga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Abdul Halim, ditemukan tak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023). Sebelumnya, korban sempat berpamitan untuk mengairi tanaman cabai di sawah tepatnya pada Jumat (10/11/2023) malam. Namun sejak saat itu, korban tak kunjung pulang dan ditemukan meninggal dengan luka bacok. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201498</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cukup Tiga Hari, Pelaku Pembunuhan Pria Pakuniran Dibekuk Polres Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/cukup-tiga-hari-pelaku-pembunuhan-pria-pakuniran-dibekuk-polres-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201470</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pelaku pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), warga Dusun Jatikandang, RT 05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya berhasil diringkus petugas kepolisian, Senin (13/11/2023) tadi. Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, mengatakan bahwa setelah proses penyelidikan dilakukan, akhirnya petugas berhasil mengungkap terduga pelakunya. Petugas kepolisian dengan dibantu perangkat Desa Ranom, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Pelaku pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), warga Dusun Jatikandang, RT 05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya berhasil diringkus petugas kepolisian, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Adi Fajar Winarsa, mengatakan bahwa setelah proses penyelidikan dilakukan, akhirnya petugas berhasil mengungkap terduga pelakunya. Petugas kepolisian dengan dibantu perangkat Desa Ranom, akhirnya berhasil menangkap seorang pria berinisial AS (65), yang merupakan tetangga korban.</p>



<p>&#8220;Pelaku sudah tergambarkan oleh penyidik, setelah melakukan beberapa penyelidikan. Terduga pelaku sendiri, berhasil diamankan dirumahnya tanpa perlawanan,&#8221; terang Iptu Putra Adi Fajar, saat ditemui di ruangannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil penangkapan ini, ujarnya, petugas masih terus melakukan penyelidikan. Begitu juga dengan temuan 2 celurit yang berada di lokasi kejadian, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Sampai saat ini belum diketahui motif pembunuhan tersebut.</p>



<p>&#8220;Informasi awal, keduanya sempat melakukan aksi perkelahian. Tetapi, ini masih kita dalami. Dan untuk dugaan adanya dua celurit itu, masih kita dalami juga karena sajam yang ditemukan di TKP merupakan temuan dari anjing pelacak. Tapi yang pasti, senjata yang terakhir ditemukan tidak digunakan untuk melukai korban,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201470</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Urai Dugaan Pembunuhan Warga Pakuniran, Polres Probolinggo Turunkan K9 dan Temukan Bukti Baru</title>
		<link>https://memontum.com/urai-dugaan-pembunuhan-warga-pakuniran-polres-probolinggo-turunkan-k9-dan-temukan-bukti-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[turunkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201453</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Satreskrim Polres Probolinggo menerjunkan dua anjing pelacak (K9) dari Satuan Unit Anjing Pelacak untuk mengumpulkan barang bukti di sekitar lokasi kejadian tepatnya di Dusun Jatikandang RT05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Minggu (12/11/2023) kemarin. Anjing pelacak ini dikerahkan petugas, untuk penyelidikan kasus dugaan pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), petani cabai asal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Satreskrim Polres Probolinggo menerjunkan dua anjing pelacak (K9) dari Satuan Unit Anjing Pelacak untuk mengumpulkan barang bukti di sekitar lokasi kejadian tepatnya di Dusun Jatikandang RT05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Minggu (12/11/2023) kemarin. Anjing pelacak ini dikerahkan petugas, untuk penyelidikan kasus dugaan pembunuhan terhadap Abdul Halim (67), petani cabai asal Dusun Jatikandang, RT 005/RW 003. Sebagaimana diberitakan, Abdul Halim ditemukan tidak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023). Bahkan, sebilah cerulit juga masih menancap di tubuh korban.</p>



<p>Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu, ada dua barang bukti berhasil ditemukan petugas. Diantaranya, berupa balok kayu dan batu. Barang bukti tersebut, diduga digunakan pelaku untuk menyerang korban.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Kami temukan kayu balok dan batu, yang diduga juga dipakai menganiaya korban. Sementara dari hasil otopsi kepada korban, terdapat memar di bagian belakang kepala korban akibat pukulan benda tumpul,&#8221; terang Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Putra Fajar Adi Winarsa, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Selain itu, lanjutnya, total luka akibat senjata tajam (Sajam) berupa celurit di tubuh korban sebanyak lima luka bacokan. Terdiri empat luka berada di bagian wajah korban dan satu luka di bagian betis kiri korban. Dua luka dibagian wajah tersebut yang paling parah di bagian dahi dan mulut korban.</p>



<p>&#8220;Satu luka bacok di bagian betis kiri yang sama-sama diketahui celurit masih menempel. Celurit yang kami amankan itu tanpa gagang. Diduga saat hendak dicopot dari betis korban, gagangnya lepas,&#8221; jelasnya.<strong> (nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pamit Airi Sawah, Pria Asal Pakuniran Probilinggo Ditemukan Tak Bernyawa dengan Celurit Menancap</title>
		<link>https://memontum.com/pamit-airi-sawah-pria-asal-pakuniran-probilinggo-ditemukan-tak-bernyawa-dengan-celurit-menancap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[celurit]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[menancap]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[probilinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nasib tragis dialami Abdul Halim warga Dusun Jatikandang RT05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023) tadi. Informasi yang dihimpun, korban yang berumur sekitar 67 tahun itu, sempat berpamitan hendak mengairi tanaman cabe di sawah tepatnya, Jumat (10/11/2023) malam. Saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Nasib tragis dialami Abdul Halim warga Dusun Jatikandang RT05/RW03, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa dengan luka bacok di tengah sawah, Sabtu (11/11/2023) tadi.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, korban yang berumur sekitar 67 tahun itu, sempat berpamitan hendak mengairi tanaman cabe di sawah tepatnya, Jumat (10/11/2023) malam. Saat itu, korban berpamitan dan keluar rumah sekitar pukul 21.00.</p>



<p>Sayangnya, hingga Sabtu (11/11/2023) pagi, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga yang khawatir, kemudian bergegas mencari korban ke sawah. Setelah sampai di sawah, keluarga korban dibuat terkejut saat mendapati korban sudah ditemukan tergeletak tidak bernyawa di tengah sawah.</p>



<p>Tidak hanya itu, korban juga didapati mengalami luka bacok. Diantaranya, seperti di bagian wajah dan betis.</p>



<p>Kepala Desa Ranon, Sirahum, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai peristiwa dan luka yang dialami korban. Dirinya pun menjelaskan, bahwa warga dan keluarga juga tidak mengetahui penyebab atau motif dari kejadian itu. Sementara itu, sebilah celurit juga ditemukan masih menancap di betis kiri korban.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Korban pertama kali ditemukan Pak RT. Mengenai apa penyebabnya, semua masih belum tahu,&#8221; katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (11/11/2023) tadi.</p>



<p>Sirahum menambahkan, warga yang melihat lokasi, tidak bisa memastikan apakah celurit tersebut milik terduga pelaku atau bukan. Namun yang pasti, menurut keterangan keluarga, saat pamit keluar rumah, korban tidak membawa celurit.</p>



<p>&#8220;Untuk korban sudah dibawa ke kamar jenazah Waluyo Jati Kraksaan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sampai berita ini ditulis, pihak kepolisian masih belum bisa dikonfirmasi.<strong> (nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Asal Pakuniran Probolinggo Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sawah</title>
		<link>https://memontum.com/pria-asal-pakuniran-probolinggo-ditemukan-tak-bernyawa-di-tepi-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[tepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192312</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang Lansia yang diketahui bernama Jamil (74), warga Desa Triwungan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi sawah Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Minggu (02/07/2023) tadi. Tubuh korban, kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Sub, saat hendak mencari rumput. Mengetahui ada orang yang diduga meninggal, saksipun segera meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang Lansia yang diketahui bernama Jamil (74), warga Desa Triwungan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi sawah Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Minggu (02/07/2023) tadi. Tubuh korban, kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Sub, saat hendak mencari rumput.</p>



<p>Mengetahui ada orang yang diduga meninggal, saksipun segera meminta tolong kepada warga. Termasuk, meneruskan laporan ke pihak kepolisian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat dilakukan pengecekan terhadap korban, diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia,&#8221; kata Kanitreskrim Polsek Pakuniran, Ipda Adi Pradana.</p>



<p>Ditambahkannya, dari hasil identifikasi terhadap tubuh korban, petugas tidak mendapati tanda-tanda kekerasan. Sementara keluarga korban, juga menolak dilakukan otopsi. Korban sendiri menurut pihak keluarganya, itu memiliki riwayat penyakit asma.</p>



<p>&#8220;Korban kemudian dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Waluyojati. Termasuk, membuat surat keterangan mengenai meninggalnya korban,&#8221; paparnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192312</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warung Kelontong di Pakuniran Probolinggo Hanguskan Uang Tunai Rp 23 Juta dan Bangunan</title>
		<link>https://memontum.com/warung-kelontong-di-pakuniran-probolinggo-hanguskan-uang-tunai-rp-23-juta-dan-bangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2023 03:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[hanguskan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[juta]]></category>
		<category><![CDATA[kelontong]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pakuniran]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rp]]></category>
		<category><![CDATA[tunai]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191541</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sebuah warung kelontong milik Abdul Hamid (55), yang berada di Dusun Krajan, Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ludes dilahap si jago merah, Kamis (22/06/2023) sekitar pukul 04.30. Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian, warung dalam kondisi sepi, karena korban istirahat pulang ke rumahnya di Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Belum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sebuah warung kelontong milik Abdul Hamid (55), yang berada di Dusun Krajan, Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ludes dilahap si jago merah, Kamis (22/06/2023) sekitar pukul 04.30.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian, warung dalam kondisi sepi, karena korban istirahat pulang ke rumahnya di Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun saat itu warga mengetahui api sudah membesar membakar warung kelontong tersebut.</p>



<p>Kanitreskrim Polsek Pakuniran, Iptu Adi Pradana, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan warga telah terjadi kebakaran di Desa Gunggungan Lor. Pihaknya kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun sayangnya warung yang jadi lokasi kebakaran sudah tidak dapat diselamatkan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Bangunan warung yang terbuat dari kayu semua, sehingga membuat api mudah membesar. Termasuk, seperti bahan bakar seperti bensin, solar dan tabung gas LPG,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat itu, tambahnya, warga sekitar warung yang mengetahui kebakaran tersebut sempat bergotong royong berusaha memadamkan api. Namun api tidak bisa dipadamkan. &#8220;Untuk dugaan masih belum ditemukan. Kami masih melakukan pendalam terkait kejadian ini,&#8221; terangnya.</p>



<p>Tidak ada korban jiwa dan kejadian itu. Namun, pemilik warung hanya mengalami kerugian materil kurang lebih sekitar Rp 70 juta rupiah. &#8220;Kerugian materi sekitar Rp 70 juta dan uang tunai milik korban yang ada di dalam warung sekitar Rp 23 juta. Tujuh buah dirigen berisi BBM, satu etalase berisi rokok dan 18 tabung LPG 3 kg,&#8221; paparnya.<strong> (nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191541</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
