<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pamerkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pamerkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 May 2025 13:23:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pamerkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pamerkan Inovasi Produk Unggulan UMKM hingga Ekraf Malang, Wali Kota Wahyu Kunjungi Malang City Expo</title>
		<link>https://memontum.com/pamerkan-inovasi-produk-unggulan-umkm-hingga-ekraf-malang-wali-kota-wahyu-kunjungi-malang-city-expo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2025 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi Malang City Expo (MCE) 2025 yang dihelat di Gedung Kartini Kota Malang, Jumat (02/05/2025) tadi. Kunjungan tersebut, menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Malang terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal, agar dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi Malang City Expo (MCE) 2025 yang dihelat di Gedung Kartini Kota Malang, Jumat (02/05/2025) tadi. Kunjungan tersebut, menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Malang terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal, agar dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa Malang City Expo ini juga menjadi implementasi dari Dasa Bakti Unggulan Ngalam Laris, yang menjadi bagian dari program seribu event yang digagasnya. &#8220;Acara ini menjadi wadah untuk memamerkan inovasi produk unggulan dari UMKM Kota Malang, serta memberikan ruang bagi produk luar Malang untuk turut berpartisipasi,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ekspo yang mengusung tema ‘A Celebration of Local Creation’ ini, menampilkan lebih dari 60 stan UMKM dari berbagai sektor. Termasuk koperasi, ekonomi kreatif, perdagangan dan pariwisata.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Malang pun mengapresiasi kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk Bank Indonesia Malang yang turut berperan dalam pembinaan UMKM di Kota Malang. “Melalui program Sahabat UMKM dan Ngalam Laris, kami berupaya memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mereka dapat memperluas pasar, baik secara nasional maupun global. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan daya saing produk lokal,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Malang City Expo 2025 juga mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia, yang bertujuan untuk mendorong kecintaan terhadap produk dan pariwisata lokal. Kegiatan ini, sekaligus juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan UMKM, yang diyakini akan menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.</p>



<p>Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, UMKM di Kota Malang akan dapat berkembang lebih pesat. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Asta Citra Perupa Malang Pamerkan 72 Lukisan Karya 38 Pelukis Jawa Timur di Gedung DPRD Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/asta-citra-perupa-malang-pamerkan-72-lukisan-karya-38-pelukis-jawa-timur-di-gedung-dprd-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[perupa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218278</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Asta Citra Perupa Malang kembali menggelar pameran lukisan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Acara yang berlangsung mulai 6 hingga 12 Januari 2025 ini, memamerkan 72 lukisan karya 38 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ketua pelaksana pameran, Bambang Simbah Randika Santoso, menyampaikan bahwa ini merupakan pameran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Asta Citra Perupa Malang kembali menggelar pameran lukisan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Acara yang berlangsung mulai 6 hingga 12 Januari 2025 ini, memamerkan 72 lukisan karya 38 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur.</p>



<p>Ketua pelaksana pameran, Bambang Simbah Randika Santoso, menyampaikan bahwa ini merupakan pameran kesembilan sejak Asta Citra Perupa Malang didirikan. Acara ini menjadi wadah bagi para pelukis dari berbagai aliran untuk menampilkan karya terbaiknya.</p>



<p>&#8220;Pameran kali ini dikemas menarik dengan tema Gebyar Pameran Lukisan dan Seni Budaya. Pesertanya tidak hanya dari Malang Raya, tetapi juga dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Banyuwangi. Kami berharap pameran ini menjadi kontribusi nyata seniman Malang Raya untuk Kota Malang, Jawa Timur dan Bangsa Indonesia,&#8221; ujar Bambang, Jumat (10/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain lukisan, pameran ini juga menampilkan karya seni lain seperti udeng khas Malang, berbagai jenis keris, dan cendera mata hasil karya pelaku seni di Malang Raya. Pameran ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, sesuai jam kerja DPRD Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, salah satu peserta pameran, Arif Budiman, mengaku sangat antusias bisa kembali berpartisipasi dalam ajang seni ini. Ia mengungkapkan bahwa pameran ini menjadi momentum penting baginya setelah berhenti berkarya selama sepuluh tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Pameran ini memberikan saya semangat baru untuk kembali melukis. Saya menampilkan dua karya lukis saya di sini,&#8221; ujar Arif.</p>



<p>Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga mampu menginspirasi para seniman untuk terus b</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218278</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Festival Kita Bisa di Hari Disabilitas Internasional, Pelajar Disabilitas di Banyuwangi Pamerkan Hasil Kreasi</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-festival-kita-bisa-di-hari-disabilitas-internasional-pelajar-disabilitas-di-banyuwangi-pamerkan-hasil-kreasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kreasi]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217206</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Kita Bisa, Selasa (03/12/2024) tadi. Pelaksanaan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, ini menampilkan beragam karya kreatif anak-anak muda penyandang disabilitas di Banyuwangi. Anak-anak dari berbagai sekolah itu, memamerkan sejumlah hasil karyanya di stan-stan yang berjajar di depan Aula SD Negeri Model Banyuwangi, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Kita Bisa, Selasa (03/12/2024) tadi. Pelaksanaan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, ini menampilkan beragam karya kreatif anak-anak muda penyandang disabilitas di Banyuwangi.</p>



<p>Anak-anak dari berbagai sekolah itu, memamerkan sejumlah hasil karyanya di stan-stan yang berjajar di depan Aula SD Negeri Model Banyuwangi, yang menjadi venue kegiatan. Mulai dari kain batik, anyaman dari limbah plastik, aneka kerupuk, snack, robot bertenaga surya, hingga tempat sampah yang menggunakan sensor gerak.</p>



<p>Bahkan, ada juga yang memamerkan kemampuannya di bidang coding. Salah satunya, siswa penyandang border line dari SMPN 3 Banyuwangi, yang mampu membuat game Pin Ball dengan bimbingan guru pendampingnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa Festival Kita Bisa sudah menjadi agenda rutin di Banyuwangi, di mana pelaksanaan ini sebagai panggung aktualisasi bagi para anak muda difabel. &#8220;Ini salah satu wujud komitmen Pemkab untuk memberikan akses pendidikan yang sama kepada anak-anak muda daerah,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Sejak tahun 2013, ujarnya, Pemkab Banyuwangi telah mewujudkan sekolah inklusi yang ramah bagi para penyandang disabilitas. Bahkan hingga hari ini, semua sekolah negeri dari tingkat PAUD sampai SMA sederajat telah berstatus inklusif.</p>



<p>Pemkab juga telah meluncurkan inovasi Si-Denakwangi (Aplikasi Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Kabupaten Banyuwangi). Aplikasi ini digunakan untuk mendeteksi jenis ketunaan peserta didik berkebutuhan khusus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan identifikasi tersebut, layanan dan pembelajaran yang diterapkan para guru pendamping khusus (GPK) betul-betul tepat sesuai kondisi anak didik berkebutuhan khusus-nya. Harapannya, ini dapat memaksimalkan prestasi mereka.</p>



<p>Tidak hanya di sektor pendidikan, Pemkab juga terus mengupayakan pemenuhan hak-hak disabilitas pada berbagai bidang yang lain. Misalnya terpenuhinya fasilitas disabilitas di tempat-tempat publik hingga terbukanya peluang di dunia kerja.</p>



<p>&#8220;Pemkab juga rutin menggelar rembug anak dan ABK untuk menjaring aspirasi mereka untuk kami jadikan bahan penyusunan kebijakan daerah. Lewat rembug ini kita berharap aspirasi mereka bisa terakomodir,&#8221; urai Bupati Ipuk.</p>



<p>Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, menambahkan bahwa di Banyuwangi saat ini terdapat 191 sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, mulai dari tingkat paud, SD, SMP, hingga SMA sederajat. Sekolah-sekolah ini, didampingi oleh 11 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang bertindak sebagai konsultan. Adapun jumlah guru pendamping khusus (GPK) sebanyak 250 orang.</p>



<p>“Secara berkala para GPK ini kami berikan bimtek untuk meningkatkan kapasitasnya. Sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam menjembatani kesulitan belajar ABK di sekolah inklusi,” kata Bramuda.</p>



<p>Sebelum acara puncak, imbuhnya, Festival Kita Bisa di mulai dengan berbagai kegiatan yang mewadahi kreativitas dan potensi anak-anak berkebutuhan khusus. &#8220;Sejak Senin (02/12/2024) kemarin, kita sudah menggelar Porseni dan Bimtek inklusif, puncaknya kita laksanakan hari ini dengan menampilkan berbagai karya para ABK,&#8221; paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217206</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Senang Pamerkan Kemaluan ke Mahasiswi di Kota Malang, Pelaku Eksibisionis Ditangkap Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/senang-pamerkan-kemaluan-ke-mahasiswi-di-kota-malang-pelaku-eksibisionis-ditangkap-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap]]></category>
		<category><![CDATA[eksibisionis]]></category>
		<category><![CDATA[kemaluan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[senang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209134</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaku eksibisionis (kelainan perilaku mempertontonkan alat kelamin atau kemaluan, red), berinisial KA (32), warga Desa Wringin Anom, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dibekuk petugas Polsek Lowokwaru di rumahnya, Sabtu (04/05/2024) lalu. Dirinya ditangkap, akibat perbuatannya yang memamerkan alat kelaminya kepada sejumlah mahasiswi, saat di Jalan Tlogomas, Gang I, Kecamatan Lowokwaru, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaku eksibisionis (kelainan perilaku mempertontonkan alat kelamin atau kemaluan, red), berinisial KA (32), warga Desa Wringin Anom, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dibekuk petugas Polsek Lowokwaru di rumahnya, Sabtu (04/05/2024) lalu. Dirinya ditangkap, akibat perbuatannya yang memamerkan alat kelaminya kepada sejumlah mahasiswi, saat di Jalan Tlogomas, Gang I, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/04/2024) malam.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo, mengatakan bahwa pengungkapan ini berawal dari pengaduan masyarakat yang resah dengan pelaku eksibisionis yang beraksi di Jalan Tlogomas Gang I. Atas pengaduan ini, pihaknya melakukan penyelidikan dan termasuk memeriksa rekaman CCTV.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa rekaman CCTV aksi terduga pelaku yang memamerkan alat kelaminya, ini sempat viral di media sosial. Tidak hanya menunjukan alat kelaminya, namun pelaku juga melakukan masturbasi di depan korban.</p>



<p>Modus pelaku sendiri, dilakukan dengan mengendarai motor Yamaha Mio berkeliling di Jalan Tlogomas, Gang 1 dan sekitarnya. Saat itu, pelaku mendatangi dua mahasiswi yang sedang berjalan. Sambil duduk di atas motornya, pelaku berpura-pura menanyakan alamat.</p>



<p>Namun saat itu, pelaku juga menunjukkan alat kelaminya. Hal ini, kontan membuat kedua korban merasa kaget hingga berteriak sambil berlari takut. Saat itulah, pelaku langsung tancap gas kabur ke arah Jalan Raya Tlogomas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari peristiwa ini, petugas Polsek Lowokwaru melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui identitas dan menangkap pelaku. &#8220;Pelaku mengaku baru kali ini melakukan aksi eksibisionis. Dia melakukan aksinya di empat titik di kawasan Tlogomas,&#8221; ujar Kompol Anton, saat rilis di Mapolresta Malang Kota, Senin (06/05/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa malam sebelum kejadian, pelaku mengendarai motornya untuk membeli bensin di SPBU Tlogomas. &#8220;Usai membeli bensin, pelaku mengaku timbul hasrat melakukan aksinya setelah melihat banyak perempuan melewati Jalan Tlogomas, Gang I. Pelaku kemudian melakukan aksinya di beberapa lokasi. Dari pengakuan pelaku, dirinya melakukan aksinya di 4 lokasi di sekitaran Tlogomas,&#8221; ujar Kompol Anton.</p>



<p>Masih menurut Kapolsek, bahwa perbuatan bapak satu anak ini dilakukan akibat sudah lama menduda setelah cerai dengan istrinya pada 2018. Sejak saat itu, tersangka hidup sendiri. &#8220;Pelaku juga sering melihat film porno sehingga timbul hasrat mempertontonkan alat kelaminnya sambil masturbasi. Pelaku akan merasa puas kalau korban berteriak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 36 UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 281 Ayat 2 KUHP. &#8220;Ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209134</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Kunjungan Ibu Negara Iriana, Novita Hardiny Pamerkan Produk Unggulan Khas Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-kunjungan-ibu-negara-iriana-novita-hardiny-pamerkan-produk-unggulan-khas-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[hardiny]]></category>
		<category><![CDATA[iriana,]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[novita]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200455</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, pamerkan produk produk unggulan daerahnya saat menyambut kunjungan kerja (Kunker) Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, di Surabaya Kriya Gallery (SKG) Siola. Dalam kesempatan itu, Dekranasda Trenggalek bersama dengan Dekranasda se-Jawa Timur difasilitasi untuk mengenalkan produk unggulannya di ruang pamer UMKM binaan Kota Surabaya. &#8220;Hari ini kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, pamerkan produk produk unggulan daerahnya saat menyambut kunjungan kerja (Kunker) Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, di Surabaya Kriya Gallery (SKG) Siola.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Dekranasda Trenggalek bersama dengan Dekranasda se-Jawa Timur difasilitasi untuk mengenalkan produk unggulannya di ruang pamer UMKM binaan Kota Surabaya. &#8220;Hari ini kita pameran, yang alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan ibu ibu Oase. Tentunya juga, kita menyambut kedatangan Ibu Presiden, Ibu Iriana Joko Widodo,&#8221; kata Novita Hardiny, Kamis (26/10/2023) tadi.</p>



<p>Adapun produk-produk yang dipamerkan ini, ujarnya, merupakan khas dari Kota Keripik Tempe, yang salah satunya kain batik. &#8220;Kita memamerkan beberapa produk hasil Kabupaten Trenggalek dan beberapa kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Jawa Timur. Menariknya, kita di sini harus kurasi lagi produk-produk premium yang masing-masing kabupaten dan kota miliki,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bukan tanpa alasan, suami Bupati Trenggalek ini membawa atau memamerkan produk unggulannya yakni batik. Tentunya, batik adalah kebanggaan Kabupaten Trenggalek, karena batik ini sudah menguasai pasar nasional dengan terbukanya toko yang ada di Sarinah.</p>



<p>&#8220;Selain membawa batik, kita juga membawa beberapa makanan khas Trenggalek juga,&#8221; tutur ibu tiga anak ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harapan ke depan, tambahnya, baik dari pusat, maupun provinsi, jika ada kegiatan event-event seperti ini bisa punya sedikit waktu longgar untuk mengundang. Sehingga, kita yang ada di kabupaten dan mota ini punya waktu persiapan lebih banyak.</p>



<p>&#8220;Mengingat di moment yang sama ini, mita membagi ada beberapa UMKM yang promosi atau ikut event di beberapa tempat, di luar kabupaten kita,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya, sambung Novita, dengan adanya promosi ini, pihaknya bisa terkoneksi dengan pemerintah pusat, membangun kerja sama bagaimana meningkatkan koneksi UMKM yang ada di daerah. Dirinya juga berharap, agar kedepannya masyarakat Indonesia lebih mencintai dan menggunakan produk karya anak bangsa. Utamanya, mempromosikan produk lokal daerah yang berkualitas, meningkatkan daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM termasuk industri kecil dan menengah.</p>



<p>&#8220;Kita juga terus berusaha untuk mendorong penguatan UMKM dengan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan lokal, dan terus konsisten mendukung UMKM lokal melalui berbagai program pembinaan,&#8221; papar Novita. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200455</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispertahortbun Sumenep Pamerkan Alih Teknologi, DPUTR Terkait Layanan Info Beli Tanah dan Dirikan Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/dispertahortbun-sumenep-pamerkan-alih-teknologi-dputr-terkait-layanan-info-beli-tanah-dan-dirikan-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[dirikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertahortbun]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200437</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Tuang (DPUTR) juga ikut menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754, Senin (23/10/2023) tadi. Kadispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan ada perubahan mindshet atau cara pandang masyarakat dari sistem konvensional menuju pola pikir dan prilaku modern. Dimana dalam mengelola [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Tuang (DPUTR) juga ikut menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754, Senin (23/10/2023) tadi.</p>



<p>Kadispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan ada perubahan mindshet atau cara pandang masyarakat dari sistem konvensional menuju pola pikir dan prilaku modern. Dimana dalam mengelola lahan pertanian, cara bercocok tanam sudah onfirm dengan alih teknologi.</p>



<p>&#8220;Petani sudah bisa mengolah pertanian dengan sentuhan tehnologi. Berbeda dengan sebelumnya yang masih mengandalkan cara-cara konvensional. Dari menggunakan sapi berubah ke tehnologi mesin hand traktor misalnya,&#8221; kata Kadispertahortbun.</p>



<p>Ditambahkannya, baik budidaya tanaman dari konvensional hingga tehnologi hidroponik bisa dipelajari melalui penyuluhan. Untuk pasca panen yakni dari bahan mentah diproses melalui tehnologi hingga menjadi bahan olahan (produk). Hal itu akan berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Sumenep, menghimbau pada masyarakat untuk rajin berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan mencari akses informasi. Karena banyak perubahan pada peraturan perundang-undangan.</p>



<p>Seperti terkait masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis atau usahanya dengan mencari atau membeli lahan baru untuk didirikan usaha itu harus sesuai dengan Perda Rencana Detai Tata Ruang Kota (RDTRK).</p>



<p>Sebab jika tak sesuai, akan terganjal pada proses pengajuan izin atau rekomendasinya nanti. Jadi masyarakat bebas mengecek terlebih dahulu lahan itu bisa dibuka bisnis usaha atau justru tidak boleh. Termasuk lahan tersebut bisa didirikan bangunan perumahan atau tidak. Itu semua harus dicek dulu.</p>



<p>&#8220;Ada dua cara ngecek lahan itu. Yakni PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan SLF (Sertifikat Layak Fungsi). Kalau PBG yakni di lahan itu belum ada bangunan. Itu kalau dulu disebut IMB. Tapi jika sudah ada bangunan maka bisa cek SLF nya,&#8221; beber mantan Kadis Pengairan ini.</p>



<p>Jadi, lanjut Eri, masyarakat sebelum beli lahan atau tanah harus dicek dulu. Masuk area terlarang atau zona aman bebas usaha. Itu untuk mengantisipasi keluar tidaknya Rekom atau izin pemerintah di lahan tersebut. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200437</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Madura Night Vaganza! Bupati Sumenep Pamerkan Produk Unggulan, Kuliner dan Hasil Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/madura-night-vaganza-bupati-sumenep-pamerkan-produk-unggulan-kuliner-dan-hasil-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 14:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[vaganza!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200434</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Inovasi kebijakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754, terus dipresentasikan ke hadapan publik. Ini dilakukan, agar masyarakat tahu sejauh mana kerja-kerja politik Bupati Sumenep dalam memberikan pelayanan publik dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Event Madura Night Vaganza digelar bukan sekedar hiburan. Melainkan, agar masyarakat sadar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Inovasi kebijakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754, terus dipresentasikan ke hadapan publik. Ini dilakukan, agar masyarakat tahu sejauh mana kerja-kerja politik Bupati Sumenep dalam memberikan pelayanan publik dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat</p>



<p>Event Madura Night Vaganza digelar bukan sekedar hiburan. Melainkan, agar masyarakat sadar bahwa sudah banyak hal yang dilakukan Bupati Sumenep untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Sumenep.</p>



<p>Diantara sekian banyak target kebijakan Bupati Sumenep, yakni adalah memberikan pelayanan pada masyarakat. Dalam event Madura Night Vaganza, Bupati Fauzi ingin memastikan bahwa program-programnya terukur dan terealisasi sesuai rencana.</p>



<p>&#8220;Yah, acara memang dikemas dengan pesta rakyat. Sehingga produk-produk unggulan tiap kecamatan atau bahkan desa bisa ditampilkan melalui stand yang dibuka setiap malam di Lapangan Giling Sumenep. Masyarakat bisa tahu apa saja produk unggulan desa di tiap kecamatan,&#8221; kata Bupati Fauzi, Senin (23/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pria yang belakangan akrab dipanggil Cak Fauzi ini mengatakan, pemerintah menyiapkan sarana atau fasilitas untuk produk unggulan desa yang dipamerkan. Bahkan, bisa dijadikan sarana memperdagangkan produk. Makanya, Pemkab Sumenep melibatkan peserta buka stand atau mempromosikan atraksi kesenian budaya tradisional masing-masing kecamatan. Pihak desa atau pelaku UMKM bisa jualan produknya sekaligus pada pengunjung. Mulai dari hasil pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan.</p>



<p>Event yang digelar mulai 21 Oktober hingga 5 November 2023, paparnya, diikuti 26 kecamatan, 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD, 100 UMKM serta 30 unit wahana. Bahkan, juga diwarnai dengan berbagai hiburan.</p>



<p>&#8220;Diantaranya pentas seni unggulan setiap kecamatan, pentas seni siswa SD hingga SMA, Tong-tong Serek dan Tong-tong on stage,&#8221; tambah Cak Fauzi.</p>



<p>Termasuk diselenggarakannya layanan jasa yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Seperti ngurus jasa kependudukan KTP, kesehatan dan layananan lainnya. “OPD pada Madura Night Vaganza ini mensosialisasikan program sekaligus hasil-hasil pembangunan yang telah berlangsung dan pencapaiannya,&#8221; bebernya.</p>



<p>Harapannya, kata Bupati Fauzi, kegiatan ini bisa menginspirasi sekaligus membangun semangat kebersamaan jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sumenep lebih sejahtera. &#8220;Pameran itu bisa promosikan produk unggulan, sajian kuliner dan karya atau hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah,&#8221; terang Cak Fauzi. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200434</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
