<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pancaroba &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pancaroba/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 08:59:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pancaroba &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Awal Mei 2026 Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba</title>
		<link>https://memontum.com/awal-mei-2026-masuk-musim-kemarau-bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-pancaroba</link>
					<comments>https://memontum.com/awal-mei-2026-masuk-musim-kemarau-bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-pancaroba#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Malang Raya, akan mulai berlangsung pada dasarian pertama Mei 2026. Kondisi hujan yang masih kerap terjadi saat ini, merupakan bagian dari fase peralihan musim atau pancaroba. Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa prediksi itu merujuk pada rilis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Malang Raya, akan mulai berlangsung pada dasarian pertama Mei 2026. Kondisi hujan yang masih kerap terjadi saat ini, merupakan bagian dari fase peralihan musim atau pancaroba.</p>



<p>Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa prediksi itu merujuk pada rilis Stasiun Klimatologi Jawa Timur pada akhir Maret 2026 lalu. Menurutnya, sebelum pergantian musim, wilayah Indonesia umumnya mengalami masa transisi atau pancaroba yang ditandai meningkatnya potensi cuaca ekstrem.</p>



<p>“Periode sekarang ini adalah masa peralihan musim. Ciri utamanya muncul awan kumulonimbus. Biasanya pagi terasa sangat terik, lalu menjelang siang muncul awan putih seperti bunga kol, kemudian berubah menjadi awan gelap,” jelas Anung, Jumat (10/04/2026) tadi.</p>



<p>Awan kumulonimbus tersebut, berpotensi memicu berbagai cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat, hujan es, angin puting beliung, hingga badai guntur. Dikatakannya, bahwa pada masa pancaroba intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem cenderung meningkat.</p>



<p>“Di mana pun lintasan awan kumulonimbus lewat, potensi cuaca ekstrem pasti ada. Bedanya, durasinya biasanya tidak lama, tapi intensitasnya tinggi,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Anung menambahkan, hujan yang masih turun hampir setiap sore belakangan ini tidak berarti musim hujan masih berlangsung. Secara klimatologis, suatu wilayah disebut memasuki musim kemarau ketika curah hujan bulanan berada di bawah 150 milimeter.</p>



<p>“Hujan tetap bisa terjadi saat kemarau ataupun peralihan musim. Yang membedakan, hujannya lebat tetapi singkat dan biasanya terjadi siang hingga sore hari,” katanya.</p>



<p>Secara umum, sebagian besar wilayah Malang Raya diprediksi mulai memasuki kemarau pada awal Mei. Namun, daerah di sisi timur yang berbatasan dengan Lumajang diperkirakan mengalami kemarau lebih lambat.</p>



<p>Sementara itu, BMKG masih memantau perkembangan fenomena El Nino yang diperkirakan muncul pada pertengahan tahun dengan intensitas lemah. “Kalau El Nino menguat menjadi moderat atau kuat, musim kemarau 2026 berpotensi lebih panjang dan awal musim hujan bisa mundur bahkan hingga awal 2027 di beberapa daerah,” tuturnya.</p>



<p>Sebagai langkah antisipasi, pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota telah menyiapkan berbagai mitigasi. Mulai dari pemetaan titik rawan kebakaran hutan dan lahan, penyediaan sumur bor, hingga opsi modifikasi cuaca untuk menjaga ketersediaan air waduk selama musim kemarau.</p>



<p>&#8220;Pada saat lebaran kemarin kami melakukan modifikasi cuaca untuk mendukung keselamatan penyeberangan. Ke depan, langkah serupa juga disiapkan untuk memantau ketinggian air waduk, agar panen air hujan bisa dimaksimalkan sehingga dampak musim kemarau tidak terlalu berat terhadap kebutuhan air masyarakat,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/awal-mei-2026-masuk-musim-kemarau-bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-pancaroba/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Pancaroba, Dinkes Kabupaten Malang Himbau Masyarakat Waspadai Ispa hingga Diare</title>
		<link>https://memontum.com/musim-pancaroba-dinkes-kabupaten-malang-himbau-masyarakat-waspadai-ispa-hingga-diare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215839</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Himbauan itu disampaikan, karena kondisi saat ini sudah memasuki musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami, mengatakan ada beberapa penyakit yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Himbauan itu disampaikan, karena kondisi saat ini sudah memasuki musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami, mengatakan ada beberapa penyakit yang mengancam di musim pancaroba. &#8220;Saat pancaroba, sering kali bermunculan penyakit seperti flu, demam berdarah, diare dan Ispa,” kata Tri Awignami, Kamis (24/10/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa dari Januari hingga September 2024, Dinkes Kabupaten Malang mencatat ada sebanyak 603 kasus Ispa di Kabupaten Malang. Di mana Juni dan Juli, terjadi angka peningkatan. Sementara di Mei 2024, tercatat sebanyak 59 kasus. Peningkatan Ispa cukup drastis, itu terjadi pada Juni, yakni sebanyak 116 kasus. Puncaknya pada Juli, sebanyak 197 kasus.</p>



<p>&#8220;Suhu dan cuaca panas ekstrem berpotensi mengganggu daya tahan tubuh dan memicu timbulnya penyakit yang disebabkan oleh debu. Infeksi ini, biasanya disebabkan oleh virus tetapi dapat juga disebabkan oleh bakteri. Biasanya, menyerang hidung dan tenggorokan,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jika dibandingkan 2023 pada periode yang sama yakni Januari hingga September, jumlah kasus Ispa di Kabupaten Malang saat ini justru menurun. Dinkes Kabupaten Malang mencatat, sejak awal tahun hingga September 2023, kasus Ispa mencapai 840 kasus.</p>



<p>“Kasus tertinggi pada September yakni 122 kasus. Berbeda dengan 2024, di bulan Juni 2023 justru menurun. Dari 90 kasus di bulan Mei, menjadi 68 kasus di bulan Juni,” ungkapnya.</p>



<p>Tri Awignami menghimbau, agar masyarakat dapat lebih peduli dengan kondisi tubuh. Diantaranya, mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus dan penyakit.</p>



<p>“Masyarakat bisa mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, menjaga pola hidup, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker bila ada paparan debu atau dekat dengan orang bergejala Ispa. Pastikan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar serta mengganti masker secara rutin bila sudah lembab atau basah,” imbaunya. <strong>(blo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215839</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pancaroba hingga Cuaca Ekstrem, DLH Kota Malang Lakukan Perempesan dan Perapian Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/pancaroba-hingga-cuaca-ekstrem-dlh-kota-malang-lakukan-perempesan-dan-perapian-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[perapian]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pancaroba hingga cuaca ekstrem, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, harus bekerja ekstra. Salah satunya, dengan melakukan perempesan dan perapian pohon di kawasan Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode Kb Al Fitra, menyampaikan jika pihaknya dalam mengatasi hal tersebut telah mengerahkan tim untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pancaroba hingga cuaca ekstrem, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, harus bekerja ekstra. Salah satunya, dengan melakukan perempesan dan perapian pohon di kawasan Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode Kb Al Fitra, menyampaikan jika pihaknya dalam mengatasi hal tersebut telah mengerahkan tim untuk melakukan perempesan dan perapian pohon. &#8220;Sekiranya ada permintaan, maka kita lakukan perempesan. Tetapi meskipun tidak ada permintaan, juga tetap kita jadwalkan secara rutin di beberapa kawasan. Jadi, misalnya satu hari di jalan apa, itu juga kami libatkan Dishub. Karena saat kita melakukan perapian dan perempesan, pasti memakai alat berat yang otomatis menutup sebagian jalan. Jadi Dishub yang mengatur lalu lintasnya,” ujar Laode, Jumat (29/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, saat disinggung mengenai lokasi khusus yang rawan dan perlu untuk dilakukan perempesan, pihaknya menyampaikan jika saat ini masih belum ada. Pihaknya masih menyesuaikan permohonan dari masyarakat.</p>



<p>“Kitakan ada tim survei. Mereka melakukan survei terlebih dulu dan nanti dijadwalkan. Biasanya juga menyesuiakan permohonan masyarakat. Nah yang sifatnya permohonan masyarakat itu, kami dahulukan. Selain itu baru kita perempesan perapian kawasan,” katanya.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, untuk kriteria pohon yang perlu dilakukan perempesan, yakni ketika dahan atau ranting pohon sudah doyong ke jalan raya. “Selain itu, kami juga melihat apakah banyak pohon yang perlu dirempesi untuk keefektifan program juga. Karena kalau cuma satu kan tidak efektif,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Laode juga menambahkan jika pihaknya terus memaksimalkan penyiraman beberapa tanaman yang ada di taman-taman Kota Malang. Dilakukan setiap hari dan ketika malam hari saja. Per harinya disiapkan lima tanki dengan kebutuhan air 3 ribu hingga 5 ribu liter.</p>



<p>“Kita lakukan penyiraman di malam hari karena biar tidak mengganggu aktifitas pengguna jalan. Supaya rata harus pelan-pelan. Kalau siang atau sore, takutnya menghambat lalu lintas. Jadi mereka sekali jalan bisa sampai 10 taman yang disiram,” imbuh Laode. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pancaroba dan Cuaca Ekstrem, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Warga Flu dan Batuk</title>
		<link>https://memontum.com/pancaroba-dan-cuaca-ekstrem-dinkes-kabupaten-malang-ingatkan-warga-flu-dan-batuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Cuaca ekstrem yang dialami wilayah Indonesia, mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Tidak terkecuali, pancaroba yang tengah dialami Kabupaten Malang, yang sekarang tengah menunggu musim hujan. Merespon kondisi yang ada, Dinkes berharap agar warga di Kabupaten Malang, ekstra dalam menjaga kesehatan. Terutama, kondisi tubuh saat mulai kurang sehat. &#8220;Cuaca ekstrem memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem yang dialami wilayah Indonesia, mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Tidak terkecuali, pancaroba yang tengah dialami Kabupaten Malang, yang sekarang tengah menunggu musim hujan.</p>



<p>Merespon kondisi yang ada, Dinkes berharap agar warga di Kabupaten Malang, ekstra dalam menjaga kesehatan. Terutama, kondisi tubuh saat mulai kurang sehat.</p>



<p>&#8220;Cuaca ekstrem memang sedang kita alami. Sementara pancaroba, pun juga tengah ada. Sekarang pagi hingga siang panas, sementara malam dingin. Karenanya, warga harus selalu menjaga kesehatan,&#8221; ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, Rabu (20/09/2023) tadi.</p>



<p>Terkait dengan kondisi yang ada, Wiyanto pun meminta agar masyarakat mewaspadai gejala batuk dan flu. Khusus batuk, itu karena kondisi panas yang kini sedang terjadi. Sementara flu, tentunya karena kondisi dingin saat malam hari. Hal inilah, yang harus diantisipasi secara personal oleh warga.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Ketika cuaca panas, sudah pasti batuk menjadi ancaman. Namun tatkala dingin, sudah pasti flu. Inilah yang harus diantisipasi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Untuk mengantisipasi kondisi yang ada, Wiyanto pun mengingatkan, agar masyarakat bisa menjaga atau beradaptasi. Artinya, ketika kondisi panas, maka batuk karena debu harus bisa diminimalisir. Begitu juga, ketika malam hari.</p>



<p>&#8220;Multivitamin dan banyak istirahat, tentunya menjadi solusi. Artinya, jika memang siang tidak ada aktivitas yang diperlukan, maka akan lebih baik menunda. Begitu juga malam hari, pun sebaliknya,&#8221; ujarnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadapi Musim Pancaroba, Surabaya Gerakkan 32 Ribu Kader Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-musim-pancaroba-surabaya-gerakkan-32-ribu-kader-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2021 15:07:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159198</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Menghadapi musim pancaroba serta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel akbar kader dengan menggerakkan 32 ribu kader kesehatan se-Kota Surabaya di Gor Sepuluh November, Minggu (28/11/2021). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa tanpa adanya para kader kesehatan, Surabaya tidak akan bisa lepas dari masalah kesehatan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Menghadapi musim pancaroba serta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar apel akbar kader dengan menggerakkan 32 ribu kader kesehatan se-Kota Surabaya di Gor Sepuluh November, Minggu (28/11/2021).</p>



<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa tanpa adanya para kader kesehatan, Surabaya tidak akan bisa lepas dari masalah kesehatan. Bahkan, tanpa adanya kader kesehatan, Covid-19 pun tidak akan bisa teratasi dan melandai secara signifikan seperti saat ini.</p>



<p>Eri menjelaskan, dalam menghadapi musim pancaroba dan mewaspadai penyebaran penyakit menjelang Nataru, dirinya ingin menggandeng seluruh warga Surabaya. Karena, kota ini tidak akan bisa sehat, tanpa adanya peran masyarakat untuk lebih mencintai lingkunganya. Karenanya, turut dilibatkan juga seluruh kader kesehatan untuk bersama-sama mengubah perilaku warga menjadi lebih sehat.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menyampaikan, agar perkampungan di Surabaya terhindar dari jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Diharapkan, warga bisa menjaga lingkungannya, salah satunya menjaga saluran air supaya lancar dan terhindar dari banjir.</p>



<p>&#8220;Kalau menjaga kampung, jangan sampai salurannya itu buntu, biar nggak banjir. Karena itu saluran sudah dibangun oleh wali kota sebelumnya, mulai dari zamannya Pak Bambang DH, Bu Risma. Membangun, ayo dijaga bareng-bareng,&#8221; ujar Eri.</p>



<p>Selain itu, Eri menekankan, upaya menjaga lingkungan di Kota Surabaya, agar tetap bersih. Dan itu, bukan hanya tugas Pemkot, akan tetapi juga peran serta masyarakat, menjaga kota ini agar terhindar dari segala macam bencana.</p>



<p>&#8220;Nanti kalau banjir, katanya Pak Eri nggak pernah turun? Ya saya lihat dahulu warganya, kalau warga nggak ikut turun, ngapain kita harus turun? Tapi kalau warga turun, bersama-sama pemerintah, mau mengubah perilakunya. Kita berterima kasih kepada pemimpin sebelumnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ikuti-ketentuan-nasional-pemkot-malang-hindari-penambahan-pegawai-baru">Ikuti Ketentuan Nasional, Pemkot Malang Hindari Penambahan Pegawai Baru</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-relokasi-pasar-induk-gadang-dprd-kota-malang-minta-mekanisme-dan-status-aset-diperjelas">Soroti Relokasi Pasar Induk Gadang, DPRD Kota Malang Minta Mekanisme dan Status Aset Diperjelas</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hadapi-kemarau-dan-potensi-el-nino-bpbd-kota-malang-fokus-mitigasi-kebakaran">Hadapi Kemarau dan Potensi El Nino, BPBD Kota Malang Fokus Mitigasi Kebakaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/semua-bangunan-wajib-pbg-dprd-kota-malang-dorong-penertiban-dimulai-tahun-ini">Semua Bangunan Wajib PBG, DPRD Kota Malang Dorong Penertiban Dimulai Tahun Ini</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/zana-holistic-center-suguhkan-layanan-unggulan-terapi-akupuntur-hingga-signature-lift-therapy">Zana Holistic Center Suguhkan Layanan Unggulan Terapi Akupuntur hingga Signature Lift Therapy</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Eri juga mengingatkan, para camat dan lurah se-Surabaya, agar turut serta mendampingi para kader kesehatan yang bertugas ke rumah-rumah warga. Karena menurutnya, tugas kader kesehatan adalah tugas Pemkot Surabaya.</p>



<p>&#8220;Memeriksa jentik di kamar mandi, dipikir enak jadi kader? Yo enggak, kadang-kadang marahi, diusir orang. Nah, ketika ada kader yang diperlakukan seperti itu, Camat dan Lurah juga harus hadir, jangan dilepas. Karena ini tugasnya pemkot. Pemkot nggak bisa jalan tanpa kehebatan para kader ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga berharap, dengan adanya kader kesehatan, nantinya tidak ada lagi jentik nyamuk, stunting, gizi buruk, bahkan Covid-19 di Kota Surabaya. &#8220;Kalau warganya nggak jalan, kadernya nggak jalan, omong kosong Surabaya menjadi kota yang hebat. Ayo dijaga bareng-bareng, apa yang sudah diberikan oleh pemimpin sebelumnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan saat ini kader-kader di Surabaya sudah menjadi satu kesatuan, yakni kader kesehatan. Kader kesehatan mempunyai peran masing-masing, mulai dari menyosialisasikan lingkungan, jumantik, posyandu lansia dan lain sebagainya.</p>



<p>&#8220;Total kader di Surabaya itu ada 32.600, tapi tadi yang hadir di GOR Sepuluh Nopember tadi ada 12.400 kader,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menyampaikan, bahwa mereka digerakkan serentak dan sudah bergerak melakukan pemberantasan sarang nyamuk di seluruh kecamatan dan kelurahan untuk menekan angka DBD. &#8220;Terus semangat kepada seluruh kader, terima kasih atas kerja kerasnya dalam menekan angka kesakitan dan terus semangat membantu warga supaya terhindar dari penyakit,&#8221; terangnya. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159198</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Pancaroba Waspada Serangan Ispa</title>
		<link>https://memontum.com/musim-pancaroba-waspada-serangan-ispa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2017 05:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ispa]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/4117-musim-pancaroba-waspada-serangan-ispa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki masa pancaroba dari musim kemarau kemusim penghujan. Sebaiknya setiap orang terus meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kalau sampai daya tahan tubuh lemah. Akhirnya mudah diserang penyakit. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang DR Asih Tri Rahmi menjelaskan, saat musim pancaroba. Tubuh mudah diserang penyakit infeksi saluran pernafasan (Ispa). Tandanya tubuh mengalami demam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki masa pancaroba dari musim kemarau kemusim penghujan. Sebaiknya setiap orang terus meningkatkan kesehatan tubuhnya. Kalau sampai daya tahan tubuh lemah. Akhirnya mudah diserang penyakit. </p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang DR Asih Tri Rahmi menjelaskan, saat musim pancaroba. Tubuh mudah diserang penyakit infeksi saluran pernafasan (Ispa).</p>
<p>Tandanya tubuh mengalami demam tinggi. Tenggorokan terasa sakit. Apalagi saat dipergunakan untuk menelan makanan kemudian persendian terasa ngilu semua. Agar terhindar dari Ispa harus menjaga kesehatan tubuh dan lingkungannya.</p>
<p>&#8220;Saran kita agar teehindar dari Ispa. Harus makan bergizi. Perbanyak makan buah dan sayur. Perbanyak minun air putih. Olah raga dan istirahat dengan teratur,&#8221; ungkap Asih.</p>
<p>Asih kemudian mengintruksikan kepada masyarakat. Apabila disekitar rumah terdapat ungas mati secara mendadak atau tidak wajar. Dianjurkan segera melapor ke Dinkes Kota Malang.</p>
<p>Atau kekantor kelurahan terdekat. Asih khawatir kalau ada unggas mati mendadak akibat flu burung. &#8220;Sementara ini untuk wilayah Malang Raya. Hanya di RSI Dinoyo yang menangani kasus flu burung. Harapan kami di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang terhindar flu burung,&#8221; sebut dia.</p>
<p>Disinggung masalah serangan penyakit difteri kepada siswa SMAN 3 Kota Malang dan SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Menurut Asih masalah itu sudah bisa diselesaikan. Kini siswa di SMAN 3 dan SD Mummadiyah 9 Kota Malang bisa belajar dengan normal lagi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah pusat menetapkan RSI Dinoyo Sebagai rumah sakit rujukan. Supaya kalau ada kasus flu burung di Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang bisa segera tertangani,&#8221; ungkap Asih.</p>
<p>Ditempat terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirurohim menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan sampai membuang sampah disungai.</p>
<p>&#8220;Sebentar lagi musim penghujan datang. Kalau sampah menumpuk disungai. Bisa menyebabkan banjir bandang. Dampaknya lebih parah lagi kalau terjadi banjir bandang,&#8221; pesannya. <strong>(cw4/jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4117</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
