<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pancasila &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pancasila/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 15:18:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pancasila &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP</title>
		<link>https://memontum.com/dispendik-kabupaten-malang-dukung-gelaran-program-pancasila-goes-to-school-bpip</link>
					<comments>https://memontum.com/dispendik-kabupaten-malang-dukung-gelaran-program-pancasila-goes-to-school-bpip#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233344</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang mendukung penuh pelaksanan program advokasi pembinaan ideologi bertajuk &#8216;Pancasila Goes to School&#8217; sebagai upaya masif dalam menanamkan kembali nilai-nilai dasar negara kepada generasi muda. Koordinasi awal bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, telah dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Selasa (23/06/2026) tadi. Dalam koordinasi tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang mendukung penuh pelaksanan program advokasi pembinaan ideologi bertajuk &#8216;Pancasila Goes to School&#8217; sebagai upaya masif dalam menanamkan kembali nilai-nilai dasar negara kepada generasi muda. Koordinasi awal bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, telah dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Selasa (23/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam koordinasi tersebut, Ketua Rombongan BPIP, Henry Yulius Wines Hutagaol, menyampaikan bahwa program ini dimaksudkan untuk menguatkan pemahaman Pancasila di lingkungan sekolah. Untuk wilayah Kabupaten Malang, program ini direncanakan menyasar Sekolah Rakyat di wilayah Kecamatan Singosari.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga berharap, program ini dapat membantu generasi muda untuk mengenal, mendalami, serta menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila secara terstruktur di lembaga pendidikan formal. &#8220;Generasi Z dan Generasi Alpha saat ini berada di level usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Oleh karena itu, kami meluncurkan sebuah program taktis yang sudah terencana matang di dalam Rencana Strategis (Renstra) BPIP untuk menginternalisasikan kembali nilai Pancasila kepada mereka,&#8221; kata Ketua Rombongan BPIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Henry juga menambahkan, bahwa Program Pancasila Goes to School ini nantinya akan dikemas secara menarik dan interaktif, bagi para pelajar. Salah satunya, dalam bentuk perlombaan seperti kompetisi debat hingga gelar karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui sinergi dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan menjadi fondasi kuat dalam pembentukan karakter para pelajar sejak dini yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. <strong>(hms/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dispendik-kabupaten-malang-dukung-gelaran-program-pancasila-goes-to-school-bpip/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Panjang Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila, 90 Ribu Wisatawan Padati Wisata Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/libur-panjang-idul-adha-hingga-hari-lahir-pancasila-90-ribu-wisatawan-padati-wisata-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[padati]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi tujuan wisatawan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila, atau 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Bahkan, tercatat mencapai 90.968 wisatawan yang datang untuk menikmati indahnya berbagai destinasi wisata yang. Hal itu, sebagaimana dijelaskan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (05/06/2026) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"></blockquote>


<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi tujuan wisatawan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila, atau 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Bahkan, tercatat mencapai 90.968 wisatawan yang datang untuk menikmati indahnya berbagai destinasi wisata yang.</p>
<p>Hal itu, sebagaimana dijelaskan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (05/06/2026) tadi. Berdasarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, mencatat bahwa total kunjungan wisatawan selama periode libur panjang, mencapai 90.968 orang. Diantaranya, 89.870 merupakan wisatawan domestik dan 1.098 lainnya merupakan wisatawan mancanegara.</p>
<p>&#8220;Kami bersyukur, Banyuwangi tetap menjadi jujugan wisatawan di setiap momen libur panjang. Banyuwangi akan terus berupaya menyajikan pelayanan yang semakin baik di semua destinasi,” kata Bupati Ipuk.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, menjelaskan bahwa hampir seluruh destinasi di Banyuwangi mengalami lonjakan pengunjung. Hotel dan penginapan juga mencatat kenaikan okupansi hingga 100 persen. Bahkan, mobilitas penumpang di sejumlah stasiun di Banyuwangi terpantau mengalami peningkatan.</p>
<p>“Libur Idul Adha membawa berkah bagi Banyuwangi. Tercatat hampir semua destinasi selalu ramai. Hotel dan penginapan juga kebanjiran tamu,” ujar Hartono.</p>
<p><strong>Baca juga :</strong></p>



<p>Dirinya juga menyebut, Pantai Pulau Merah menjadi destinasi yang paling ramai dikunjungi dengan total pengunjung mencapai 11.589 orang. Destinasi ini, populer dengan panorama eksotis saat matahari terbenam.</p>
<p>Kemudian, Hutan De Djawatan yang mencatat sebanyak 11.027 pengunjung. Destinasi yang terkenal dengan deretan pohon trembesi berusia ratusan tahun itu selalu menjadi favorit di setiap masa libur panjang. Pantai Marina Boom mencatat 8.824 pengunjung, disusul Banyuwangi Park sebanyak 6.000 pengunjung dan Kawah Ijen 3.664 pengunjung.</p>
<p>Sales Manager Aston Banyuwangi, Sari, mengatakan bahwa selama libur panjang, jumlah kunjungan wisatawan turut berdampak pada okupansi hotel. Sejumlah akomodasi bahkan mencatat tingkat hunian hingga 100 persen selama periode libur panjang. “Peningkatannya signifikan. Pesanan kamar sudah full sejak 28 &#8211; 31 Mei,” kata Sari.</p>
<p>Hal serupa juga terjadi di Villa Solong yang menawarkan panorama Selat Bali. Penginapan tersebut juga mengalami lonjakan okupansi selama long weekend kali ini. “Semua kamar penuh mulai 28-31 Mei. Dan semua tamu kami dari luar kota,” ujar Executive Marketing Villa Solong, Imam Solehan.</p>
<p>Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa ada lonjakan dan peningkatan mobilitas penumpang di sejumlah stasiun di Bumi Blambangan. KAI Daop 9 Jember mencatat, sebanyak 77.508 penumpang naik-turun selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 38.045 penumpang berangkat dan 39.463 penumpang datang. “Jumlah ini merupakan yang tertinggi di seluruh wilayah KAI Daop 9,” katanya.</p>
<p>Jumlah penumpang tersebut lebih banyak dari jumlah yang turun-naik di Stasiun Jember (67.032 penumpang), Kota/Kabupaten Probolinggo (8.405 penumpang), Kabupaten Lumajang (4.105 penumpang) dan Kota/Kabupaten Pasuruan (4.046 penumpang). <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Malang Ingatkan Kembali Pedoman dan Kebijakan Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-lahir-pancasila-wali-kota-malang-ingatkan-kembali-pedoman-dan-kebijakan-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Balai Kota Malang, Senin (01/06/2026) tadi. Dalam momentum tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan pembangunan maupun kehidupan bermasyarakat. Saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Balai Kota Malang, Senin (01/06/2026) tadi. Dalam momentum tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan pembangunan maupun kehidupan bermasyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wali Kota Wahyu menyampaikan pesan agar seluruh kepala daerah menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. &#8220;Semua kebijakan, baik pembangunan maupun program lainnya, harus mengacu pada Pancasila. Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa ideologi bangsa ini harus terus dijadikan pedoman dalam setiap langkah pembangunan,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila. Dirinya juga menegaskan, bahwa seluruh program pembangunan di Kota Malang, termasuk pelaksanaan Dasa Bakti, disusun dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Program prioritas nasional maupun program pembangunan di Kota Malang, harus berorientasi pada makna-makna yang terkandung dalam Pancasila. Karena pada hakikatnya, Pancasila adalah dasar kita dalam melaksanakan seluruh kegiatan,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga mengingatkan generasi muda, agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai simbol yang dibacakan saat upacara atau sekadar tulisan yang terpajang di dinding sekolah, kantor, maupun rumah. Nilai-nilai Pancasila itu, menurutnya harus benar-benar dipahami, dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jangan sampai Pancasila hanya dibacakan saat upacara atau menjadi pajangan. Makna dan hakikat yang terkandung dalam lima sila harus betul-betul kita laksanakan dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal Pemuda Pancasila, Wawali Kota Malang Dorong Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/halal-bihalal-pemuda-pancasila-wawali-kota-malang-dorong-keterlibatan-masyarakat-dalam-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[keterlibatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231645</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam membangun Kota Malang, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Namun, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Hal itu, disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Malang, di Sekretariat PP, Perum Mutiara Jingga Residence, Lowokwaru, Minggu (12/04/2026) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam membangun Kota Malang, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Namun, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Hal itu, disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Malang, di Sekretariat PP, Perum Mutiara Jingga Residence, Lowokwaru, Minggu (12/04/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Wawali Ali, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, dalam menjalankan pembangunan. Dukungan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, menjadi faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semua elemen harus terlibat. Dengan kebersamaan, pembangunan tidak hanya berjalan lebih cepat, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Wawali Ali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menilai, persatuan merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Nilai kebersamaan tersebut, menurutnya telah menjadi kekuatan bangsa sejak dahulu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Persatuan adalah kunci. Tanpa itu, kita sulit bergerak bersama menghadapi tantangan,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wawali Ali juga mengajak seluruh pihak, menjaga kondusivitas Kota Malang. Lingkungan yang aman dan harmonis, dinilai menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mari kita jaga kota ini bersama. Dengan semangat persaudaraan, kita bisa mewujudkan Malang yang lebih maju dan berkelas,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Wawali Ali juga turut mengapresiasi kontribusi berbagai elemen masyarakat yang selama ini aktif mendukung pembangunan daerah dan berharap sinergi tersebut terus diperkuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang, Ripkianto, mengatakan bahwa kegiatan halal bihalal menjadi momentum mempererat silaturahmi internal sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. “Kami ingin terus berbenah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231645</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Banyuwangi Tegaskan Pentingnya Pahami Ideolagi Pancasila</title>
		<link>https://memontum.com/pimpin-upacara-hari-kesaktian-pancasila-bupati-banyuwangi-tegaskan-pentingnya-pahami-ideolagi-pancasila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ideolagi]]></category>
		<category><![CDATA[kesaktian]]></category>
		<category><![CDATA[pahami]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226453</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (01/10/2025) tadi. Pelaksanaan upacara ini, diikuti Forkopimda, Kepala OPD, veteran hingga unsur masyarakat serta ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar. &#8220;Untuk mengenang jasa pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (01/10/2025) tadi. Pelaksanaan upacara ini, diikuti Forkopimda, Kepala OPD, veteran hingga unsur masyarakat serta ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk mengenang jasa pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai,&#8221; kata Bupati Ipuk, dalam serangkaian peringatan upacara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelahnya, Bupati Ipuk membacakan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Dilanjutkan, pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh petugas, yang dilanjutkan pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bentuk penghormatan, di lokasi upacara juga dipajang foto-foto Pahlawan Revolusi. Mulai Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto, Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono dan Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Ipuk menjelaskan, alasan memajang foto para pahlawan, adalah untuk mengenang jasa-jasa mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan ideologi Pancasila. &#8220;Para Pahlawan Revolusi yang gugur itu demi mempertahankan ideologi Pancasila melawan gerakan Partai Komunis Indonesia. Ini harus kita hargai dan menjadi pegangan kita. Bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang wajib kita pertahankan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baginya, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, namun juga simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia. “Peringatan ini harus kita maknai dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Malang Tekankan Refleksi Nilai Luhur Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-kesaktian-pancasila-wali-kota-malang-tekankan-refleksi-nilai-luhur-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[kesaktian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226416</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025, di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (01/10/2025) tadi. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa peringatan tersebut menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa. Terlebih, Pancasila sebagai dasar negara sejak kelahirannya telah menjadi kekuatan bangsa dalam mewujudkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025, di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (01/10/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa peringatan tersebut menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa. Terlebih, Pancasila sebagai dasar negara sejak kelahirannya telah menjadi kekuatan bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada deklarasi dan ikrar yang kita bacakan hari ini. Itu mengingatkan bahwa Pancasila sampai saat ini terbukti kesaktiannya. Apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari, semua demi menjaga Pancasila sebagai pedoman hidup kita,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menegaskan, kedaulatan Indonesia berdiri di atas keadilan sosial dan persatuan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, merefleksikan nilai-nilai Pancasila harus menjadi langkah awal untuk menyatukan cita-cita ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Wali Kota Wahyu mengingatkan, akan pentingnya menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian lingkungan serta integrasi sosial budaya. “Selama ini, kita sering berfokus pada hasil akhir, namun melupakan keberlanjutan. Karena itu, perlu keseimbangan baru yang mengedepankan kemajuan semua kelompok masyarakat sekaligus memprioritaskan konservasi alam,” tuturnya. Di akhir, Wali Kota Wahyu menekankan bahwa semangat Merdeka Belajar akan melahirkan generasi Pelajar Pancasila yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mampu bergotong-royong, mandiri, kritis dan kreatif. &#8220;Mereka inilah yang akan meneruskan estafet pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan berkeadilan di masa depan,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Malang Tekankan Penguatan Nilai-Nilai untuk Generasi Muda</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-lahir-pancasila-wali-kota-malang-tekankan-penguatan-nilai-nilai-untuk-generasi-muda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nilai-nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222597</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Balai Kota Malang, Senin (02/06/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menjadi inspektur upacara menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda sebagai fondasi membangun Indonesia Emas 2045. Diuraikan Wali Kota Wahyu, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Balai Kota Malang, Senin (02/06/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menjadi inspektur upacara menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda sebagai fondasi membangun Indonesia Emas 2045.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diuraikan Wali Kota Wahyu, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. &#8220;Makna dari sambutan yang saya bacakan tadi adalah untuk mewujudkan eksistensi Pancasila, mengaktualisasikan nilai-nilai luhur yang telah terbukti menjadi pedoman hidup bangsa. Ini juga berkaitan erat dengan Asta Cita Presiden dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, menurutnya Pemkot Malang tidak hanya melakukan sosialisasi nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mengedepankan implementasi secara nyata di tengah masyarakat. Termasuk juga pendekatan yang masif dan menyeluruh, khususnya kepada generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dalam menanamkan nilai Pancasila, kita tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga menunjukkan eksistensi dan implementasinya. Kita memanfaatkan berbagai media, baik cetak, massa, maupun digital untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada generasi muda tentang makna Pancasila hari ini dan di masa depan,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, menurutnya berbagai program internal telah dijalankan oleh Pemkot Malang, dalam membumikan Pancasila. Namun, tetap terbuka terhadap evaluasi, termasuk dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), agar nilai-nilai Pancasila benar-benar dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami sudah menjalankan sejumlah upaya, tetapi tetap perlu evaluasi. Kepala BPIP mengingatkan agar nilai-nilai Pancasila ini betul-betul dirasakan, terutama oleh generasi muda yang akan memimpin bangsa ke depan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, dalam peringatan tersebut juga diberikan penghargaan yang telah diraih oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang yang diserahkan kepada Pemkot Malang. Yakni mengenai capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini adalah rapot yang diberikan oleh Kementerian Dasar dan Menengah, bahwa Kota Malang ini rapotnya baik. Penghargaan ini berupa capaian SPM bidang pendidikan dan Pemkot Malang mendapatkan nilai terbaik,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222597</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deputi BPIP Sebut Pemikiran Romo Benny Tentang Aktualisasi Pancasila Belum Terimplementasi Penuh</title>
		<link>https://memontum.com/deputi-bpip-sebut-pemikiran-romo-benny-tentang-aktualisasi-pancasila-belum-terimplementasi-penuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aktualisasi]]></category>
		<category><![CDATA[deputi]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>
		<category><![CDATA[terimplementasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215105</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepergian Staf Khusus (Stafsus) Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny, meninggalkan gagasan yang belum sepenuhnya terimplementasi. Hal itu, diungkap oleh Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso, saat menghadiri misa arwah, di Kota Malang, Senin (07/10/2024) tadi. Salah satu pemikiran penting Romo Benny yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepergian Staf Khusus (Stafsus) Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny, meninggalkan gagasan yang belum sepenuhnya terimplementasi. Hal itu, diungkap oleh Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso, saat menghadiri misa arwah, di Kota Malang, Senin (07/10/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pemikiran penting Romo Benny yang belum terwujud, kata Prakoso, yakni mengenai pentingnya aktualisasi ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. &#8220;Romo Benny selalu menekankan bahwa ideologi Pancasila harus diaktualisasikan menjadi living ideology dan working ideology, yang dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI,” kata Prakoso.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Prakoso juga menyebut bahwa Romo Benny memiliki komitmen kuat terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila secara konstitusional dan beretika moral. Sebelum wafat, Romo Benny juga sempat berdiskusi terkait etika pengelolaan lingkungan hidup untuk kepentingan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Itu banyak menyita pemikiran beliau pada saat di Pontianak. Ide-ide beliau ini sangat relevan dan harus terus dilanjutkan,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, Romo Benny meninggal dunia pada Sabtu (05/10/2024) di Pontianak, saat bertugas. “Beliau posisinya meninggal ketika sedang bertugas di Pontianak. Sederhananya beliau kelelahan, karena beliau kalau sudah bekerja hampir tidak pernah berhenti,” imbuh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215105</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Kesaktian Pancasila, Pj Bupati Pamekasan Ajak Penanaman Nilai Pancasila sesuai Generasi</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-kesaktian-pancasila-pj-bupati-pamekasan-ajak-penanaman-nilai-pancasila-sesuai-generasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesaktian]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216912</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar Upacara Kesaktian Pancasila, di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (01/10/2024) tadi. Dalam upacara itu, Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, menyampaikan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila merupakan hal yang harus bagi seluruh generasi Bangsa Indonesia yang notabene penerus perjuangan para pendahulu. Sementara dalam penanaman itu, tentu melalui pola [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar Upacara Kesaktian Pancasila, di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (01/10/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam upacara itu, Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, menyampaikan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila merupakan hal yang harus bagi seluruh generasi Bangsa Indonesia yang notabene penerus perjuangan para pendahulu. Sementara dalam penanaman itu, tentu melalui pola berbeda sesuai dengan tuntutan generasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti Gen-Z, saat ini yang jelas berbeda pola yang diterapkan dengan generasi sebelumnya. &#8220;Pola penanaman nilai-nilai Pancasila itu harus selaras dengan aktivitas generasinya. Seperti Gen-Z yang aktivitasnya sebagian besar melalui media sosial (Medsos), maka penanamannya melalui Medsos,&#8221; kata Pj Bupati Pamekasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menambahkan, bahwa penanaman dengan pola pendekatan aktivitas itu secara tidak sadar akan terserap dengan baik. Salah satunya, melalui konten-konten media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nilai-nilai Pancasila harus dikemas sedemikian rupa dan disesuaikan dengan generasi yang akan disasar. Salah satunya, seperti masuk dalam konten-konten yang mudah dimengerti oleh generasi hari ini. Jadi, pola-polanya harus diubah dan diikuti,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pada era 80 dan 90-an, penanaman nilai Pancasila dilakukan melalui penataran dan tentu pola itu tidak begitu efektif untuk diterapkan di era sekarang ini. &#8220;Penanaman nilai-nilai Pancasila harus masif untuk menjaga ideologi bangsa ini dengan baik di masa-masa yang akan datang. Karena Pancasila ini merupakan pedoman dalam bernegara,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216912</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
