<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pandanrejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pandanrejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Jul 2023 10:49:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pandanrejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Stroberi Pandanrejo Kota Batu Penuhi Ritel Modern Kota Besar, Permintaan Perhari Tembus 2 Kwintal</title>
		<link>https://memontum.com/stroberi-pandanrejo-kota-batu-penuhi-ritel-modern-kota-besar-permintaan-perhari-tembus-2-kwintal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kwintal]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pandanrejo]]></category>
		<category><![CDATA[penuhi]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[ritel]]></category>
		<category><![CDATA[stroberi]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194582</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Stroberi hasil panen petani Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berhasil masuk sejumlah ritel modern seperti swalayan dan kafe di Kota Besar. Dalam sehari, permintaan pasar lebih dari 2 kwintal untuk tiga kawasan yaitu Kota Malang, Surabaya dan Kota Batu. Supplier stroberi, Nur Tole, mengatakan bahwa kebutuhan stroberi saat ini cukup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Stroberi hasil panen petani Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berhasil masuk sejumlah ritel modern seperti swalayan dan kafe di Kota Besar. Dalam sehari, permintaan pasar lebih dari 2 kwintal untuk tiga kawasan yaitu Kota Malang, Surabaya dan Kota Batu.</p>



<p>Supplier stroberi, Nur Tole, mengatakan bahwa kebutuhan stroberi saat ini cukup bagus. Hanya saja, untuk wilayah Batu sendiri, penemuannya belum maksimal sehingga harus ditutupi dari stroberi Bandung (wilayah, red).</p>



<p>&#8220;Saat ini stroberi hasil panen dari petani yang ada di Pandanrejo, itu sudah mengisi pasar ritel modern. Seperti Kota Malang, Surabaya, Kota Batu, Bandung hingga Kediri,&#8221; terangnya, saat berada Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (30/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk pemenuhan kebutuhan, paparnya, ada sedikitnya 25 petani mitra yang sudah bergabung. Sementara untuk harga, dari petani perkilo stroberi di atas Rp 25 ribu.</p>



<p>&#8220;Dari persatu petani, itu kesemuanya kita tampung dengan besaran panen yang ada. Bahkan, hingga sebanyak mencapai 70 Kg untuk persatu harinya dari satu petani mitra,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Untuk memaksimalkan pengiriman, ujarnya, pemilahan buah dengan ukuran tertentu melibatkan warga sekitar, terutama ibu-ibu. Sehingga, dalam pendistribusian relatif tidak ada kendala.</p>



<p>&#8220;Buah seperti apa dan ukuranya bagaimana, itu sudah disampaikan di awal. Sehingga, dalam pengemasan tidak ada kendala. Buah yang dikemas, pun benar-benar sehat dengan ukuran yang setara. Kami menjual dalam pack mulai setengah hingga kelipatannya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dengan telah terbuka pemasaran stroberi hingga di pasar ritel modern, dirinya berharap, produksi stroberi yang menjadi ikon Desa Pandanrejo, bisa terus berkembang. Apalagi, untuk pemenuhan dalam seharinya, membutuhkan jumlah yang lumayan banyak.</p>



<p>&#8220;Stroberi Pandanrejo ini sudah dikenal masyarakat luas. Selain menjadi jujukan para wisatawan di daerah lumbung stroberi, buah di sini juga sangat bagus. Karenanya, tinggal pemenuhan pasar yang harus terus ditingkatkan,&#8221; lanjutnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194582</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siklus Mekarnya Bunga Matahari di Ladang Bunga Matahari Pandanrejo Jadi Wahana Wisata Baru Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/siklus-mekarnya-bunga-matahari-di-ladang-bunga-matahari-pandanrejo-jadi-wahana-wisata-baru-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[ladang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[mekarnya]]></category>
		<category><![CDATA[pandanrejo]]></category>
		<category><![CDATA[siklus]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung Di lokasi ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung</p>



<p>Di lokasi ini, selain bisa melihat siklus nan indah, wisatawan juga bisa melakukan foto selfi dengan latar Bunga Matahari. Termasuk, menikmati indahnya alam pegunungan dengan hembusan angin yang sejuk.</p>



<p>Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung juga akan disuguhi indahnya pematang sawah. Tidak kurang, ada sekitar 50 meter dan lebar lebih kurang 40 centimeter, pematang yang bisa dijumpai.</p>



<p>Pemilik usaha Ladang Bunga Matahari, Nur Zelynda Avelina, mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk menanam Bunga Matahari ini seluas sekitar seperempat hektar atau 2.500 meter persegi dengan 3.000 bibit yang ditanam. Dan, ladang Bunga Matahari tersebut dirintis mulai tahun 2019.</p>



<p>&#8220;Jadi, ladang Bunga Matahari ini luas sekali. Ada 2.500 meter persegi yang kami tanami. Sehingga, wisatawan yang berkunjung di sini bisa jalan-jalan sampai puas,&#8221; terangnya di ladang Bunga Matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (24/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konsep ladang dari Bunga Matahari ini, tambahnya, adalah natural alami. Dalam artian, lokasi lahan tidak merubah struktur tanah. &#8220;Jadi, wisatawan yang berkunjung ke sini, itu akan melewati pematang sawah sekitar 50 meter dan lebar 40 centimeter. Ternyata, ini juga banyak yang diminati oleh wisatawan. Apalagi, wisatawan dari luar Kota Batu, seperti Surabaya, Lamongan, Jombang, Blitar atau daerah lain yang jarang ada pemandangan ladang sayuran seperti ini,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk lokasi ladang itu, jelas Nur, tidak jauh dari pusat Kota Batu. Dari pintu tol Karanglo sebelum jembatan Kali Lanang, terus belok kiri mengikuti rambu petunjuk arah. Sebaliknya, setelah Alun-alun Kota Batu menuju Surabaya, lewat jalur Bendo kemudian setelah jembatan Kali Lanang belok kanan.</p>



<p>&#8220;Ini sebenarnya buka sejak tahun 2019. Namun saat itu, ada pandemi Covid-19. Sekarang, dibuka kembali sejak Maret 2022 sampai sekarang yang setiap harinya buka pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Tarif pengunjung Rp 10 ribu perorang,&#8221; urainya.</p>



<p>Di ladang ini, imbuhnya, yang harus diketahui wisatawan bahwa Bunga Matahari tidak bisa mekar setiap saat. Bunga Matahari ini ada siklus mekarnya. Sekali mekar, itu bertahannya hanya tiga sampai empat minggu. Lebih dari itu, kalau musim hujan, kebanyakan gagal mekar.</p>



<p>Di lokasi ini, imbuhnya, terdapat lima spot foto yang bisa dimanfaatkan pengunjung dengan tema suku Indian dan Asthetic. Selain itu, juga berfoto dengan latar belakang pemandangan pegunungan. Dan, bila pengunjung yang berminat foto keluarga di tengah ladang Bunga Matahari, maka kami juga sediakan fotografer dengan tarif Rp 15 ribu yang durasinya 15 menit dengan enam foto.</p>



<p>Untuk pengembangan, tegasnya, ke depan akan ditambah spot foto lagi supaya wisatawan tidak bosan. &#8220;Saya berharap, kondisi ini akan terus normal. Sehingga, bila ada rejeki bisa menambah semacam kafe juga spot foto supaya pengunjung lebih nyaman di sini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191747</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
