<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Panen Perdana Padi Perlakuan Organik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/panen-perdana-padi-perlakuan-organik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2021 13:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Panen Perdana Padi Perlakuan Organik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panen Perdana Demfarm VUB di Lahan Pertanian Sidodadi Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-ketua-komisi-iv-dpr-ri-panen-perdana-demfarm-vub-di-lahan-pertanian-sidodadi-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 13:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Pertanian Sidodadi]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Perdana Padi Perlakuan Organik]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151134</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M Si melakukan panen perdana kegiatan demfarm pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) padi khusus di lahan pertanian Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/08) tadi. Turut mendampingi Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M Si melakukan panen perdana kegiatan demfarm pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) padi khusus di lahan pertanian Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/08) tadi.</p>



<p>Turut mendampingi Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Fery Fahrudin Munir, Kepala BPTP Jawa Timur, Catur Herman, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Andi Suryanto Wibowo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaidi serta Forkopimka Kraksaan.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-dorong-penerapan-dashboard-monitoring-di-rsud-dr-mohammad-saleh">Wali Kota Probolinggo Dorong Penerapan Dashboard Monitoring di RSUD dr Mohammad Saleh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-ekosistem-perairan-wali-kota-probolinggo-4-tebar-bibit-ikan-di-ranu-sentong">Jaga Ekosistem Perairan, Wali Kota Probolinggo 4 Tebar Bibit Ikan di Ranu Sentong</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/deteksi-dini-ptm-pemkot-probolinggo-gelar-cek-kesehatan-gratis-bagi-seluruh-asn">Deteksi Dini PTM, Pemkot Probolinggo Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh ASN</a></li>
</ul>


<p>Demfarm pengembangan VUB padi khusus ini terselenggara antara Komisi IV DPR RI dengan BBP2TP Kementerian Pertanian RI. Setidaknya ada 5 (lima) varietas padi baru yang ditanam. Yakni, Inpari 32, Inpari 42, Inpari Nutri Zink, Pamelen dan Inpari 45. Masing-masing varietas ini dikembangkan di lahan seluas 1,5 hektar. Khusus untuk Inpari Nutri Zink dan Inpari 45 itu disiapkan untuk benih.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Hasan Aminuddin turun langsung melakukan panen perdana bersama masyarakat petani, menggunakan alat mesin pemanen padi atau combine harvester. Pelaksanaan panen perdana ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.</p>



<p>“Atas nama rakyat saya menyampaikan terima kasih. Ini merupakan bagian sejarah baru. Sebab merubah mindset petani itu tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Hari ini bagian dari sebuah keinginan sebagai wakil rakyat bagaimana SDM petani berubah mengikuti zaman,” terang Wakil Ketua Komisi IV DPR RI</p>



<p>Menurut Hasan, petani itu sulit merubah kebiasaan dan mengikuti perkembangan zaman. Sebab petani itu dihantui rasa takut karena persepsi yang merasukinya. Ternyata kegiatan ini ada tambahan kuantitas 3 ton.</p>



<p>“Hari ini saya hadir bersama dengan petani yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Ada amanah APBN dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian rakyat. Oleh karena itu saya memperkenalkan bibit baru di wilayah Kabupaten Probolinggo. Harapannya bagaimana para petani ini tidak memilih pertanian yang monoton, sehingga mencari benih baru untuk meningkatkan kualitas produksi dari petani itu sendiri,” tegasnya.</p>



<p>Sementara Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Fery Fahrudin Munir, mengungkapkan kegiatan ini merupakan kegiatan khusus dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui BPTP Jawa Timur.</p>



<p>“Jadi kami mengawal dari aspek inovasi dan teknologinya, lengkap dengan sarana dan prasarananya. Intinya bagaimana pembelajaran kepada petani, menerapkan inovasi teknologi yang ada di Balitbang Pertanian. Kita coba kembangkan dan kawal dengan baik, dengan harapan nanti bisa mengadopsi teknologi itu dan nanti berkembang untuk kelanjutannya kita harapkan Pemerintah Daerah mengawalnya,” ujarnya.</p>



<p>Fery menjelaskan intinya bagaimana pihaknya memperkenalkan inovasi teknologi, sehingga bisa meningkatkan produktivitas, bahkan bisa dua kali lipat, efisien dan hemat biaya serta memaksimalkan penggunaan. Kalau biasanya bisa satu hingga dua kali tanam, kita bisa tiga kali tanam. “Kita memakai mekanisasi mulai alat panen, alat tanam hingga penyemprotan dengan menggunakan drone. Kita harus memperkenalkan secara pelan-pelan dengan inovasi teknologi,” ujar Fery. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151134</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, Panen Perdana Padi Perlakuan Organik</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-situbondo-yoyok-mulyadi-panen-perdana-padi-perlakuan-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2018 08:14:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Perdana Padi Perlakuan Organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=37305</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo&#8212; Wakil Bupati Situbondo, Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si melakukan panen padi perlakuan organik. Senin (16/04/2018) Panen perdana tersebut dilaksanakan di sawah milik Wabup H.Yoyok di Dusun Tanjung Pasir, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Wabup H.Yoyok mengatakan, karena ini panen perdana menggunakan pupuk organik, maka hasil panen tahun ini berkurang. “Biasanya di lahan seluas 1,1 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo&#8212;</strong> Wakil Bupati Situbondo, Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si melakukan panen padi perlakuan organik. Senin (16/04/2018) Panen perdana tersebut dilaksanakan di sawah milik Wabup H.Yoyok di Dusun Tanjung Pasir, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>
<p>Wabup H.Yoyok mengatakan, karena ini panen perdana menggunakan pupuk organik, maka hasil panen tahun ini berkurang.</p>
<p>“Biasanya di lahan seluas 1,1 hektare bisa menghasilkan tujuh ton. Sedangkan sekarang ini menjadi empat ton setelah menggunakan organik,” katanya.</p>
<p>Penurunan produksi pada awal-awal penggunaan pupuk organik hal yang biasa. Sebab masih dalam tahap mengembalikan kesuburan tanah.</p>
<p>“Tetapi pada tahun-tahun berikutnya akan meningkat drastis,” ujar H.Yoyok.</p>
<p>Sementara itu, H.Yoyok mengaku, penurunan produksi itu sebenarnya bukan persoalan. Sebab, meski secara kuantitas berkurang, tetapi kualitas panen lebih unggul.</p>
<p><a href="https://memontum.com/37255-jembatan-widang-babat-lamongan-putus-foto-foto-viral-di-medsos/img-20180416-wa0230-copy" rel="attachment wp-att-37260"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-37260" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180416-WA0230-copy.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180416-WA0230-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180416-WA0230-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180416-WA0230-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>“Karena harga jual padi lebih tinggi dengan menggunakan organik,” tambahnya.</p>
<p>H.Yoyok menerangkan, padi yang menggunakan pupuk anorganik, harga jualnya Rp.10 ribu perkilogram. Sedangkan yang organik mencapai Rp. 17 ribu perkilogram.</p>
<p>“Jadi sebenarnya tidak rugi, malah untung,” paparnya.</p>
<p>Yang terpenting dari penggunaan pupuk organik, adalah mengembalikan tingkat kesuburan tanah. Tanah persawahan yang bertahun-tahun kesuburannya berkurang, secara bertahap akan subur kembali. “Inilah yang harus dijaga,” kata H.Yoyok.</p>
<p>Sementara itu, H.Yoyok mengaku, saat ni ada sekitar 150 hektare sawah yang menggunakan pupuk organik di Situbondo. Dia berharap, ke depan lebih banyak lagi petani yang memakai pupuk organik.</p>
<p>Dengan begitu, tingkat kesuburan tanah menjadi lebih baik. Sehingga target ketahanan pangan di Kota Santri bisa tercapai.</p>
<p>“Inilah yang diharapkan pemerintah seperti yang sering disampaikan Bupati,” pungkas H.Yoyok.</p>
<p>Saat panen perdana kemarin, hadir dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, jajaran Forkopimda Kecamatan Mangaran, serta warga sekitar. Hadir sebagai undangan, KH. Zakki Abdullah dan KH. Zainuri Tamim Sufyan.</p>
<p>Dalam pesannya, Kiai Zakki menyampaikan, penggunaan pupuk organik oleh Wabup H.Yoyok merupakan hal yang perlu diikuti oleh masyarakat. Sebab, dengan kondisi kerusakan tanah saat ini, sudah saatnya petani memakai pupuk organik.</p>
<p>“Agar hasil pertanian kita meningkat, masyarakat lebih sejahtera. Tetapi yang tidak kalah penting dari semua itu, kita mensyukuri nikmat berupa peningkatan hasil panen. Jangan sampai lupa,” pungkasnya. (im/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">37305</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
