<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pantai Bantol &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pantai-bantol/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jan 2019 13:01:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pantai Bantol &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mayat Tanpa Kepala Pantai Bantol, Apa Sebab Kematiannya?</title>
		<link>https://memontum.com/mayat-tanpa-kepala-pantai-bantol-apa-sebab-kematiannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2019 13:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Donomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Bantol]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/71264-mayat-tanpa-kepala-pantai-bantol-apa-sebab-kematiannya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Jenazah tanpa kepala yang ditemukan di Pantai Bantol Donomulyo, Rabu (2/1/2019) sore diotopsi tim forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Sekitar pukul 17.00, proses otopsi telah selesai. Hasilnya? &#8220;Hasil otopsi masih belum keluar Mas. Dari pihak kepolisian saja,&#8221; ungkap seorang ahli forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang kepada Memontum.com. Pihak kepolisian sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Jenazah tanpa kepala yang ditemukan di Pantai Bantol Donomulyo, Rabu (2/1/2019) sore diotopsi tim forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Sekitar pukul 17.00, proses otopsi telah selesai. Hasilnya? </p>
<p>&#8220;Hasil otopsi masih belum keluar Mas. Dari pihak kepolisian saja,&#8221; ungkap seorang ahli forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang kepada Memontum.com. </p>
<p>Pihak kepolisian sendiri, belum memberikan konfirmasi atau kejelasan detil hasil sementara observasi atau visum et repertum luar tubuh korban. Hingga kini, perkiraan usia, sebab kematian masih belum jelas. </p>
<p>Sebelumnya, sekitar pukul 15.00, anggota Inafis Reskrim Polres Malang berusaha keras melakukan identifikasi sidik jari dengan menggunakan alat khusus&#8211;mambis. Namun sayang, upaya itu gagal. </p>
<p>&#8220;Ini sampel dari tulang,&#8221; ungkap seorang anggota Inafis kepada Ipda Agoeng Hartawan, Kanit Idik II Satuan Reskrim Polres Malang di sela-sela selesainya proses otopsi. </p>
<p>Ipda Agung Hartawan memilih tidak memberikan konfirmasi detil &#8220;karakter&#8221; terkait mayat tanpa kepala itu. &#8220;Ke Kasat saja ya Mas,&#8221; ungkap Agung kepada Memontum.com dan 2 jurnalis lainnya.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://memontum.com/71187-pria-tanpa-kepala-tergeletak-di-pantai-donomulyo" rel="noopener" target="_blank">Pria Tanpa Kepala Tergeletak di Pantai Donomulyo </a></p>
<p>&#8220;Coba hubungi Kasat Reskrim Mas,&#8221; tegas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung SH SIK Msi dalam upaya konfirmasi Memontum.com.</p>
<p>Sayangnya, hingga pukul 20.00, AKP Adrian Wimbarda masih belum memberikan statement, baik melalui sambungan ponsel ataupun balasan Whatsapp. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Unair Dihantam Ombak Pantai Bantol, 2 Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-unair-dihantam-ombak-pantai-bantol-2-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 12:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Bantol]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55820-mahasiswa-unair-dihantam-ombak-pantai-bantol-2-meninggal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dua mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya (Unair) alami musibah di Pantai Bantol Donomulyo, Minggu (16/9/2018) siang. Satu karena dihantam ombak saat pegangan perahu karet dan satu lagi tenggelam ketika berusaha menolong korban. Musibah menimpa, Nadya Firsya Ramadani (20) warga Jatisari Besar Gg Gempol 7 RT03/RW05 Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Excel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dua mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya (Unair) alami musibah di Pantai Bantol Donomulyo, Minggu (16/9/2018) siang. Satu karena dihantam ombak saat pegangan perahu karet dan satu lagi tenggelam ketika berusaha menolong korban. </p>
<p>Musibah menimpa, Nadya Firsya Ramadani (20) warga Jatisari Besar Gg Gempol 7 RT03/RW05 Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Excel Genius Darmawan (20) Kebonsari LVK VII-A/7 RT01/RW03 Kebonsari, Kota Surabaya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/IMG-20180916-WA0049-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-19520" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kedua korban, saat kejadian tidak sendirian. Rombongan berangkat Sabtu (15/8/2018) pagi menuju Malang dari surabaya. Niat rombongan berjumlah 19 pemuda-pemudi itu untuk rekreasi. Sabtu (15/9/2018) sore, rombongan tiba. </p>
<p>Setiba di pantai, rombongan mendirikan tenda dan bermalam. Paginya, rombongan menikmati pemandangan pantai. Beberapa orang kemudian menyiapkan perahu karet. Sekitar pukul 10.00, perahu dimasukkan ke permukaan air. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/IMG-20180916-WA0051-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-19521" data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>Korban Nadia dan tiga temannya naik perahu karet. Perahu meluncur ke titik puluhan meter dari pantai. Mendadak ombak besar datang dan menghantam. Satu terjatuh. Nadia tenggelam. Excel berusaha menyelam menolong korban. </p>
<p>Siapa sangka, badan Excel justru terseret ombak. &#8220;Empat orang pegangan perahu. Saya di pinggiran. Ombak datang. Pertama masih di situ. Ombak kedua sudah hilang. Saya coba cari, &#8221; ungkap seorang mahasiswa saat ditanya Ipda Arief, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55820</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
