<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pantai malang selatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pantai-malang-selatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2021 03:43:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pantai malang selatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang Bersama Kemenko Marves Kunjungi Malang Selatan untuk Kembangkan Investasi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-bersama-kemenko-marves-kunjungi-malang-selatan-untuk-kembangkan-investasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2021 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kembangkan Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenko Marves]]></category>
		<category><![CDATA[pantai malang selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=139487</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Republik Indonesia, Basilio Dias Araujo, dan rombongan ke pesisir pantai wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang, Kamis (08/04). Titik kunjungan antara lain Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Pelabuhan Sendangbiru dan Pantai Tamban, yang berada di wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> – Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Republik Indonesia, Basilio Dias Araujo, dan rombongan ke pesisir pantai wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang, Kamis (08/04). Titik kunjungan antara lain Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Pelabuhan Sendangbiru dan Pantai Tamban, yang berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan keberadaan Cold Storage yang ada di Kecamatan Turen.</p>



<p>Dalam kegiatan ini, Bupati tampak juga ditemani Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan">Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok">Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi">Stabilkan Harga Cabai, TPID Kota Malang Siapkan Intervensi Via Warung Tekan Inflasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
</ul>


<p>&#8221;Kita harapkan nanti banyak pembangunan yang bisa dikembangkan terutama di bidang perikanan, wisata dan lainnya yang bisa digulirkan di Kabupaten Malang. Utamanya, bisa digulirkan juga program Sejuta Solar Cell ke perumahan warga. Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Marves sekarang berkunjung meninjau langsung ke sini mungkin nanti akan ada bantuan resort di Balekambang dan peninjauan atas peluang dibangunnya Pelabuhan Nasional,&#8221; jelas Bupati disela-sela mendampingi Basilio di Pantai Balekambang.</p>



<p>Deputi juga sempat mendengarkan paparan terkait Potensi Industri Perikanan Tangkap di UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Kabupaten Malang, Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sebelum kemudian melihat langsung lokasi pelabuhan Sendangbiru dan gedung pengolahan ikan tangkapan.</p>



<p>Kepada Humas Protokol Kabupaten Malang, Basilio menyampaikan, terbukanya jalur lintas selatan (JLS) diyakini nanti akan melihat masyarakat bisa menyambut terbukanya akses jalan dan menyiapkan infrastrukturnya. Seperti akses jalan sekitar pantai yang masih belum bagus, penataan kota yang mungkin belum bagus, dan penataan hotel yang belum bagus.</p>



<p>&#8221;Masyarakat bisa diuntungkan pasca terbukanya akses jalan ini. Saya ingin melihat kemungkinan untuk bisa mengembangkan potensi disini. Seperti Kabupaten Malang yang memiliki pesisir Malang Selatan ini adalah wilayah menghadap ke Samudera Hindia yang laut terbuka dengan terdapat banyak sekali ikan tuna. Ikan Tuna ini berimigrasi mulai dari Hindia melewati Samudera Hindia sampai ke Laut Timur, lalu ke Laut Arafura, lalu naik ke Sulawesi, turun lagi ke Arafura, Laut Timur ke Samudera Hindia lagi, begitu bolak balik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Deputi menambahkan, kalau nelayan Indonesia tidak menangkap ikan Tuna yang lewat itu, maka negara lain yang akan menangkapnya. Untuk menangkap ikan Tuna di wilayah Samudera Hindia itu ada organisasinya yakni Regional Fisheries Management Organization (RFMO).</p>



<p>Lembaga itulah yang menentukan kuota penangkapan ikan Tuna. Karena ikan Tuna merupakan ikan bermigrasi maka dianggap milik bersama seluruh dunia. Negara lain yang ikutan menangkap potensi ikan Tuna adalah negara sejauh seperti Spanyol dengan sampai meminta kuota sangat banyak untuk menangkap ikan ini di Samudera Hindia dan Pasific.</p>



<p>&#8221;Karena negara seperti Indonesia dan negara Pasific lainnya tidak sanggup menangkap ikan Tuna yang lewat disini. Termasuk kapal dari Jepang, China dan Korea itu menangkap ikan di tengah laut Samudera Hindia. Kita tidak bisa melihatnya karena kapal besar semua. Sementara kapal kita kecil-kecil semua.</p>



<p>Seperti kapal dari nelayan kita di Pelabuhan Sendangbiru itu yang paling besar hanya 30 GT, kalau kapal ini dipakai untuk ke tengah laut Samudera Hindia sampai 200 Mil laut maka pasti tidak kuat. Dengan demikian, adanya potensi ikan Tuna yang begitu besar, dan nelayan kita dengan kapal ukuran kecil saja sudah bisa menangkap ikan Tuna dengan ukuran besar 1 Meter lebih, punya berat 60-70 kg, artinya ikan Tuna ini bisa ditemukan di pinggir juga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Oleh karena itu, pihaknya mencoba mendorong bagaimana Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa mengembangkan pelabuhan besar, bisa di wilayah Malang selatan agar kapal besar juga bisa masuk dan bisa menangkap ikan lebih besar lagi. Deputi juga akan membantu dengan beberapa pengusaha yang juga datang ke pesisir Malang selatan untuk bisa melihat peluang apa yang bisa dikembangkan.</p>



<p>Termasuk diantaranya listrik karena listrik masih kurang, tempat pengolahan ikan yang gedungnya sudah ada namun dalam 4 tahun dibangun belum ada yang mengelola. Harapannya, segera bisa mendapat mitra untuk melakukan kerjasama baik dengan Bupati Malang dan Kabupaten Malang. <strong>(hms/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139487</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menengok Telaga &#8216;Bidadari&#8217; di Pantai Malang Selatan (2)</title>
		<link>https://memontum.com/menengok-telaga-bidadari-di-pantai-malang-selatan-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2017 14:45:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantai malang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/243-menengok-telaga-bidadari-di-pantai-malang-selatan-2</guid>

					<description><![CDATA[# Wisata Edukasi, Simpan Seribu Misteri Selain keindahahnya sangat luar biasa dan menakjubkan, wisata telaga Bidadari yang terletak di ujung paling selatan bagian hutan lindung seluas 560 ha desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang ini ternyata juga wisata edukasi.Tidak sedikit pengunjung minta dijelaskan tentang jenis pohon dan tumbuhan lain. Selain untuk kelengkapan skripsi juga bahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Wisata Edukasi, Simpan Seribu Misteri</strong></h2>
<blockquote><p><em><strong>Selain keindahahnya sangat  luar biasa dan menakjubkan, wisata telaga Bidadari yang terletak di ujung paling selatan bagian hutan lindung seluas 560 ha desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang ini ternyata juga wisata edukasi.Tidak sedikit pengunjung minta dijelaskan tentang jenis pohon dan tumbuhan lain. Selain untuk kelengkapan skripsi juga bahan penelitian&#8230;&#8230;</strong></em></p></blockquote>
<p>&#8220;Kebanyakan pengunjung dari kalangan mahasiswa, berdatangan dari Sidoarjo, Pasuruan. Mereka juga banyak tanya, mulai dari jenis pohon, mistis hingga adanya binatang buas dalam kawasan ini&#8221;,urai Jukianto tour guide yang dengan setia mengantar perjalanan kami menuju telaga Bidadari.</p>
<p>Tambah dia, wisata yang satu ini ternyata lain dari puluhan destinasi wisata yang membentang disepanjang pesisir 4 wilayah kecamatan, yakni mulai dari Donomulyo, Bantur, Gedangan dan Sumawe.</p>
<p>&#8220;Sebelum memasuki kawasan ini,ada beberapa aturan yang harus dia taati. Pertama, kami hanya batasi durasi waktu selama dua jam. Kedua, tak boleh buang sampah dalam kawasan hutan. Dan yang ketiga, selain tidak  boleh berkata jorok juga ada keterbatasan antara laki-laki dan perempuan.Karena yang datang kesini belum tentu mereka suami isteri.Toh itu ada, itupun masih jarang sekali&#8221;, beber Juki.</p>
<p> &#8220;Bagaimana jikalau mereka melanggar?&#8221;,tanya kami mendesak.</p>
<p>Dikatakan, sekitar dua tahun lalu, dua orang wisatawan tiba-tiba hilang. Satu orang diketemukan tak bernyawa, seorang lagi sampai sekarang tak ketahuan dimana rimbanya.</p>
<p>&#8220;Kawasan telaga Bidadari ini banyak menyimpan mistis dan sakral oleh orang-orang tertentu. Di sekitar kawasan ini juga masih banyak dihuni oleh sejumlah binatang buas. Selain hanya terlihat dengan kekuatan gaib juga dengan mata kita yang sesungguhnya. Itupun jarang sekali, selama ini hanya beberapa mata saja yang pernah melihatnya&#8221;, urai Juki.  Itulah fenomena telaga &#8216;Bidadari&#8217;, di mata dunia hanyalah sebuah hamparan batu berwarna kuning langsap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">243</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
