<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pantai Mayangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pantai-mayangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2021 07:32:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pantai Mayangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dan Posal Mayangan Probolinggo Kini Dinahkodai Lettu Laut (P) Eko Meiyanto</title>
		<link>https://memontum.com/dan-posal-mayangan-probolinggo-kini-dinahkodai-lettu-laut-p-eko-meiyanto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2021 07:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dan Posal]]></category>
		<category><![CDATA[Eko Meyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Mayangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132073</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Jabatan Komandan Posal (Pos Pengamat TNI-AL) Mayangan Probolinggo diserah terimakan dari Peltu Mes Agus Suyono kepada Lettu Laut (P) Eko Meiyanto yang juga menjabat sebagai Komandan Unit Inteljen Pangkalan TNI AL Banyuwangi. Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 sesuai Surat Perintah Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono S. E. M. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Jabatan Komandan Posal (Pos Pengamat TNI-AL) Mayangan Probolinggo diserah terimakan dari Peltu Mes Agus Suyono kepada Lettu Laut (P) Eko Meiyanto yang juga menjabat sebagai Komandan Unit Inteljen Pangkalan TNI AL Banyuwangi. Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 sesuai Surat Perintah Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono S. E. M. Tr. Hanla, Kamis (14/01).</p>



<p>Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono yang memimpin langsung jalannya upacara sertijab mengatakan serah terima jabatan dilingkugan TNI-AL merupakan bagian dari dinamika organisasi.</p>



<p>“Selain sebagai penyegaran organisasi, serah terima jabatan juga menjadi sarana untuk regenerasi organisasi,” ucapnya.</p>



<p>Lebih jauh, Letkol Laut (P) Joko Setiyono menambahkan, Pos Pengamat TNI-AL (Posal) Mayangan Probolinggo merupakan salah satu bagian dari mata dan telinganya Lanal Banyuwangi yang mana wilayah kerja Lanal Banyuwangi meliputi Kabupaten / Kota Probolinggo.</p>



<p>“Sesuai dengan tugas pokoknya TNI-AL dalam hal ini Lanal Banyuwangi selain mempunyai tugas pokok Wilayah pertahanan laut, juga sekaligus melaksanakan pembinaan potensi maritim serta melaksanakan ops. perairan terbatas,” terang Letkol Laut (P) Joko.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut orang nomer satu di Lanal Banyuwangi ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dan Posal Mayangan Probolinggo atas segala dedikasi dan pengabdianya.</p>



<p>“Kepada Peltu Mes Agus Suyono, terima kasih atas pengabdiannya selama ini sebagai Komandan Pos TNI-AL khususnya Lanal Banyuwangi.” Ujarnya</p>



<p>“Kepada Lettu Laut (P) Eko Meiyanto akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya semoga Allah SWT, meridhoi apa yang telah kita laksanakan bersama, demi kejayaan TNI-AL, Bangsa dan Negara.” Pungkasnya kepada Lulusan Diktukpa Angkatan 44 ini. Dalam prosesi upacara yang berlangsung dengan khidmat ini, turut dihadiri oleh jajaran Perwira Staff dan seluruh jajaran Dan Posal Wilayah Kerja Lanal Banyuwangi beserta unsur maritim terkait.<strong>(geo/ed2).</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132073</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nelayan Nekat Melaut Meski Gelombang Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-nekat-melaut-meski-gelombang-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2020 14:18:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Mayangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129651</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebanyak 22 provinsi berpotensi diguyur hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang pada bulan Nopember hingga Desember 2020. Cuaca ekstrem pun membuat tangkapan ikan para nelayan menurun hingga 50%. &#8220;Berdasarkan pengalaman, tangkapan turun drastis. Yang namanya bekerja dengan alam tentunya kondisi cuaca sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebanyak 22 provinsi berpotensi diguyur hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang pada bulan Nopember hingga Desember 2020. Cuaca ekstrem pun membuat tangkapan ikan para nelayan menurun hingga 50%.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan pengalaman, tangkapan turun drastis. Yang namanya bekerja dengan alam tentunya kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan pendapatan nelayan,&#8221; terang salah satu nelayan, Umar (45), Minggu (13/12/2020)</p>
<p>Dia menjelaskan, para nelayan pun tak akan berhenti melaut meski nantinya cuaca ekstrem melanda daerahnya. Sebab itu merupakan sumber satu-satunya mereka dalam menafkahi keluarganya di rumah.</p>
<p>&#8220;Menghadapi cuaca ekstrem, nelayan khususnya dengan kapal-kapal di atas 60 Gross Ton akan tetap melaut karena hanya ini satu-satunya keahlian mereka. Apabila terjadi ombak besar, mereka akan menepi di pulau terdekat sambil menunggu situasi membaik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Umar menambahkan, bagi nelayan yang memiliki kapal dengan kapasitas tidak besar, maka mereka akan memanfaatkan cuaca yang dinilai tak berbahaya. &#8220;Pasti ada jeda atau istilahnya nyolong waktu di mana ombak tidak terlalu besar,&#8221; kata dia.</p>
<p>Nelayan lainnya, Adi mengungkapkan, meskipun ada informasi dari BMKG Jawa Timur, terkait cuaca ekstrem, namun nelayan ditempatnya masih nekat pergi melaut mencari ikan. Mereka yang pergi melaut kata dia hanya sebagian nelayan, seperti perahu yang berukuran kecil, yang biasanya mencari, lobster maupun kepiting.</p>
<p>Sedangkan untuk perahu besar jumlahnya hanya sedikit yang pergi melaut 10 sampai 15 perahu saja. &#8220;Kalau untuk perahu kecil seperti nelayan mencari kepiting dan lobster, banyak yang pergi melaut, tapi ya di pinggir-pinggir saja,” jelasnya</p>
<p>Untuk harga ikan seperti tongkol maupun lemuru sekarang masih normal Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram tapi kalau malam tahun baru biasanya naik sampai Rp35 ribu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Syahbandar PPP Mayangan, Arif Wahyudi mengatakan, berdasarkan keterangan BMKG Jatim wilayah perairan selat mudra akan terjadi cuaca ekstrem pada periode 15 – 20 desember 2020.</p>
<p>“Untuk itu masyarakat nelayan diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstriem tersebut,” imbaunya.<strong> (geo/mzm)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129651</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
