<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pantai paseban &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pantai-paseban/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2021 14:45:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pantai paseban &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Warga Paseban Kencong, Usir Alat Berat di Sempadan Pantai</title>
		<link>https://memontum.com/warga-paseban-kencong-usir-alat-berat-di-sempadan-pantai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 03:22:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<category><![CDATA[protes warga]]></category>
		<category><![CDATA[tambang pasir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91383-warga-paseban-kencong-usir-alat-berat-di-sempadan-pantai</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Setelah lama redup persoalan tambang Pasir yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, saat ini mulai memanas lantaran tiba-tiba ada alat berat yang berada di Sempadan Pantai Paseban tanpa sepengetahuan Pemerintah Desa dan Kecamatan Kencong. Kepala Desa Paseban, Lasidi Agung Santoso mengatakan, alat berat tersebut datang sekitar satu Minggu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Setelah lama redup persoalan tambang Pasir yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, saat ini mulai memanas lantaran tiba-tiba ada alat berat yang berada di Sempadan Pantai Paseban tanpa sepengetahuan Pemerintah Desa dan Kecamatan Kencong.</p>
<p>Kepala Desa Paseban, Lasidi Agung Santoso mengatakan, alat berat tersebut datang sekitar satu Minggu yang lalu, sempat dihentikan oleh warga ketika operasi, sebab masyarakat merasa resah dengan keberadaan alat berat tersebut.</p>
<p>&#8220;Alat berat datang dan mengambil tindakan sepihak dengan membuldoser tanah pesisir di situ dan tanah tersebut notabene yang dijaga oleh masyarakat sekitar sana mulai tahun 2008, tiba-tiba buldoser datang seketika masyarakat kaget, &#8221; ujar Lasidi, saat diwawancara di kantor Kecamatan Kencong, Rabu (28/8/2019) malam.</p>
<p>Masyarakat menghentikan kegiatan buldoser tersebut, sambung Lasidi, lantaran khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kemudian alat berat dipulangkan, secara prosedur, memasuki wilayah orang harus menghargai kearifan lokal yang mana dalam persoalan ini pemilik wilayah tidak mengetahui.</p>
<p>“Saya bisa menyebut itu datang secara ilegal, informasinya juga tidak jelas itu alat berat dari mana, baru sekitar 2 harian ini ada pemberitahuan dari PT Brantas Abi Praya melakukan pembangunan jalur lintas selatan dan sekarang juga dilakukan tes kekerasan tanah dengan alat sondir, &#8221; terang Lasidi.</p>
<p>Lasidi menjelaskan, surat pemberitahuannya sudah datang dari Bina Marga Provinsi bahwa ada pelaksanaan dan ini baru disebut ilegal.</p>
<p>Sementara yang kemarin, tidak jelas sebab tidak ada pemberitahuan dalam bentuk apapun, apalagi datang langsung main buldoser tentu itu tidak boleh.</p>
<p>Masih Lasidi, Buldoser tersebut sebelum ditangkap oleh warga sempat melakukan operasi sekitar 1 jam. Lantaran tidak ada kejelasan sehingga info yang masuk ke warga juga tidak jelas, multitafsir. Ada yang mengatakan dari tambang, tambak dan juga ada yang menyebut dari Brantas.</p>
<p>&#8220;Tapi semua tidak bisa dipertanggung jawabkan sebab tidak didahului dengan pemberitahuan resmi, apalagi kita lembaga resmi dan kita normatif saja lah. Jadi, saat silakukan pemberhentian semuanya kecewa, baik pemerintah desa, warga dan juga yang mendatangkan alat berat, &#8221; terang Lasidi.</p>
<p>Menurut Lasidi, tanah yang di buldoser tersebut merupakan tanah negara masuk di sempadan pantai. Jadi, tanah tersebut adalah tanah yang timbul, ribuan tahun kemudian menjadi tanah seperti itu.</p>
<p>Disebut sempadan pantai juga karena dikelola oleh Pemerintah Provinsi dan pernah dilakukan sosialisasi ke pemerintah yang wilayah-wilayah ada pantainya.</p>
<p>&#8220;Termasuk di situ pematokan batas tertinggi oleh Pemerintah Provinsi sudah dilakukan dan patoknya sampai sekarang ada. Tanah itu, mulai dulu dikuasai warga setempat yang notabene lebih pada ke urusan perut, sejatinya bila itu diklaim negara warga tidak memiliki rekomendasi apapun untuk mengelola di situ serta dapat dikatakan ilegal, &#8221; ungkap Lasidi.</p>
<p>Kata Lasidi, bila diperjualbelikan maka itu tindakan ilegal. Kemudian, memindah tangankan dengan menerima uang juga tindakan ilegal.</p>
<p>Maka dari itu, dalam hal ini negara hadir untuk mengatur semua itu. Sebab memang itu wilayah otoritas desa maka tidak sampai terjadi gesekan ketika wargamenghentikan aktifitas alat berat tersebut.</p>
<p>Lasidi menyebut tindakan yang dilakukan oleh warga dari berbagai pihak membenarkan baik dari Brantas maupun Muspika sendiri sebab masuk wilayah orang seharusnya menggunakan etika.</p>
<p>Selanjutnya Pemerintah Desa akan melakukan sosialisasi kepada warga untuk selalu mewaspadai sapapun yang meresahkan masyarakat.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantai Paseban Kencong Dibanjiri Wisatawan Malam Hari</title>
		<link>https://memontum.com/pantai-paseban-kencong-dibanjiri-wisatawan-malam-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2019 13:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=85742</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tujuh hari pasca lebaran idul Fitri 1440 H, atau biasa warga Nahdliyin menyebutnya lebaran Ketupat, suasana di pantai sebelah selatan Jember tepatnya di desa Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember pada saat malam hari ramai dikunjungi pengunjung. Mereka datang dari beberapa daerah, baik dalam maupun luar daerah kencong seperti dari kecamatan Umbulsari, Gumukmas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tujuh hari pasca lebaran idul Fitri 1440 H, atau biasa warga Nahdliyin menyebutnya lebaran Ketupat, suasana di pantai sebelah selatan Jember tepatnya di desa Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember pada saat malam hari ramai dikunjungi pengunjung.</p>
<p>Mereka datang dari beberapa daerah, baik dalam maupun luar daerah kencong seperti dari kecamatan Umbulsari, Gumukmas hingga kabupaten Lumajang, mereka datang kepantai tersebut pada malam hari karena pemandangannya pantai bagus.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-85745" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190612-WA0042-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>“Saya awalnya mendengar kabar dari teman saya, kalau di pantai Paseban bila malam hari pemnadangan Bagus dan ramai pengunjung, tak percaya, masa iya di pantai malam hari rame,” kata penjual Cilok yang mengaku bernama Eko asal desa/kecamatan Gumukmas, Rabu (12/6/2019) malam.</p>
<p>Edi salah satu pengunjung asal kabupaten Lumajang yang datang bersama keluarga mengaku sangat kaget, ternyata banyak orang yang datang di malam hari.</p>
<p>&#8220;Sama seperti informasi yang saya terima terkait aktifitas pantai Paseban setiap tahun pasti banyak pengunjung yang datang hingga malam hari, apalagi pada malam hari,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sehingga sambung Edi, keramaian pengunjung bisa dimanfaatkan pasar pada malam hari. Terlebih untik anak-anak yang merasa senang dengan situasi pantai pada malam hari, karena mereka bisa bermain dengan puas.</p>
<p>&#8220;Auasananya sama dengan informasi yang saya terima selama ini,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Hingga saat ini pengujung yang datang makin bertambah ramai, puncak keramaian menurut Mat, salah seorang panitia pantai Paseban terjadi menjelang lebaran kepatan.</p>
<p>&#8220;Hari ini, puncaknya masyarakat yang datang dan di pastikan malam nanti akan bertambah,&#8221; ungkap Edi yang mengunjungi pantai bersama kerabatnya. <strong> (tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85742</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sadis! Pembunuh Janda Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/sadis-pembunuh-janda-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2019 11:01:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 338]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/75457-sadis-pembunuh-janda-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Sekali Bersebadan, Kali Kedua Perkosa hingga Kepruk Helm Memontum Jember &#8211; Polres Jember berhasil mengungkap pembunuh Idayati (42), janda asal Lumajang yang sempat bikin geger karena mayatnya ditemukan tertelungkup nyaris tanpa busana di Pantai Paseban, Kencong, Jember, pada 21 Januari 2019 lalu. Tersangkanya adalah Muhamad Safi’i (23), asal Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, dan MN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Sekali Bersebadan, Kali Kedua Perkosa hingga Kepruk Helm </strong></h2>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Polres Jember berhasil mengungkap pembunuh Idayati (42), janda asal Lumajang yang sempat bikin geger karena mayatnya ditemukan tertelungkup nyaris tanpa busana di Pantai Paseban, Kencong, Jember, pada 21 Januari 2019 lalu.</p>
<p>Tersangkanya adalah Muhamad Safi’i (23), asal Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, dan MN (17), asal Desa / Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-75459" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190127-WA0049-copy-1.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Keduanya diringkus Polisi ketika saat nongkrong di sebuah warung kopi Desa Dawuhan Wetan, kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jumat, (25/1/2019) malam.</p>
<p>Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan ini merupakan hasil kerjasama Resmob Polres Jember dan Tim Cobra Polres Lumajang dalam melakukan proses penyelidikan.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/23773-siapa-mayat-wanita-berbaju-kuning-pantai-paseban" target="_blank" rel="noopener">Siapa Mayat Wanita Berbaju Kuning Pantai Paseban?</a></p>
<p>&#8220;Diketahui bahwa keduanya, MS dan MN dua hari sebelum mayat ditemukan, tersangka melakukan hubungan badan 2 lawan 1 (Salome) dengan korban,&#8221; kata Kusworo Minggu (27/1/2019) siang.</p>
<p>Sambung Kapolres, menurut pengakuan pelaku, dua hari kemudian kedua pelaku datang dan meminta melakukan hubungan badan kembali, korban melayaninya dan sesudahnya meminta uang sebesar 1 juta rupiah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75457</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Wanita Baju Kuning Pantai Paseban Itu, Orang Ber-KTP Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/mayat-wanita-baju-kuning-pantai-paseban-itu-orang-ber-ktp-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2019 15:57:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Mrs X]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kencong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/74556-mayat-wanita-baju-kuning-pantai-paseban-itu-orang-ber-ktp-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Belum sampai 1 x 24 jam, Senin (21/1 /2019) siang, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi nama mayat wanita berbaju kuning yang ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Paseban Kecamatan Kencong tadi siang. Mayat wanita bernama Idayati (42) warga Jalan Dr Soetomo, Kabupaten Lumajang. Mayat diketahui identitasnya setelah pihak inafis Polres Jember bersama Polsek Kencong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Belum sampai 1 x 24 jam, Senin (21/1 /2019) siang, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi nama mayat wanita berbaju kuning yang ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Paseban Kecamatan Kencong tadi siang.</p>
<p>Mayat wanita bernama Idayati (42) warga Jalan Dr Soetomo, Kabupaten Lumajang. Mayat diketahui identitasnya setelah pihak inafis Polres Jember bersama Polsek Kencong mencermati &#8220;ciri otentik&#8221; di tubuh korban.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-74576" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Mayat Wanita Baju Kuning Pantai Paseban Itu, Orang Ber-KTP Lumajang" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/xMayat-Wanita-Baju-Kuning-Pantai-Paseban-Itu-Orang-Ber-KTP-Lumajang-1.jpg.pagespeed.ic_.OiiTDhZxZw.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Diberitakan sebelumnya, mayat wanita setengah telanjang ditemukan Bambang (50) warga Dusun Meleman Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, seorang pencari barang bekas atau pemulung.</p>
<p>Korban ditemukan Bambang di sebuah Tumpukan sampah dengan kondisi setengah telanjang, Korban tidak memakai pakaian bawah (Celana atau Rok) dan badan posisi telungkup. Tidak ada identitas yang dibawa korban.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/23773-siapa-mayat-wanita-berbaju-kuning-pantai-paseban" target="_blank" rel="noopener">Siapa Mayat Wanita Berbaju Kuning Pantai Paseban?</a></p>
<p>Guna mengetahui sebab kematian korban, pihak Polsek Kencong membawa jenazah ke RS Dokter Soebandi. Setelah mendapat mengetahui identitas korban. Pihak kepolisian akan memintai keterangan anggota keluarganya untuk mendapat petunjuk.</p>
<p>Hingga kini, pihak kepolisian belum memberi keterangan resmi terkait kasus mayat Idayati. Sebab kematian korban juga masih terus diselidiki petugas. <strong>(yud/oso)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Ritual Maut Ditemukan, Kondisi Korban Membusuk</title>
		<link>https://memontum.com/mayat-ritual-maut-ditemukan-kondisi-korban-membusuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 12:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kencong]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35340-mayat-ritual-maut-ditemukan-kondisi-korban-membusuk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Mayat warga Dusun Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo di temukan nelayan pencari Ikan paseban. Posisi Mayat saat ditemukan dalam kondisi membusuk. Setelah melakukan pencarian lebih dari 2 hari, satu korban atas nama Sunari (26) yang tenggelam di Pantai Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, akhirnya ditemukan, Rabu (4/4/2818) kemarin sore. Tubuh Sunari (26) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8212; Mayat warga Dusun Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo di temukan nelayan pencari Ikan paseban. Posisi Mayat saat ditemukan dalam kondisi membusuk. Setelah melakukan pencarian lebih dari 2 hari, satu korban atas nama Sunari (26) yang tenggelam di Pantai Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, akhirnya ditemukan, Rabu (4/4/2818) kemarin sore.</p>
<p>Tubuh Sunari (26) warga Dusun Kertakata Kulon Desa Roto Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo ini ditemukan warga setempat sekira pukul 16.30 WIB. Penemunya adalah Edi (35), warga Desa Paseban Kecamatan Kencong.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180404-WA0184-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-35341" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180404-WA0184-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180404-WA0184-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180404-WA0184-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180404-WA0184-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Awalnya, Edi ini memancing ikan di tepi pantai. Tiba-tiba yang bersangkutan melihat ada tubuh manusia yang sudah berada di tepi pantai. Tubuh itu terbawa ombak,” kata Wakapolsek Kencong Iptu M. Nai ketika dilokasi penemuan mayat. </p>
<p>Jenazah itu diduga adalah Sunari yang pada Senin (2/4/2018) dini hari lalu tenggelam, setelah melakukan ritual penyembuhan di Pantai Paseban Jember. Kala itu, Sunari masuk ke dalam 14 orang rombongan yang berangkat dari Krucil, Minggu (1/4/2018) sore.</p>
<p>Pada Senin (2/4/2018) tengah malam, 10 orang laki-laki dari rombongan itu menggelar ritual terlebih dahulu. Mereka bertelanjang bulat dan mandi di tengah laut. Caranya, dengan lengan saling mengunci dan berjalan perlahan menuju lautan lepas. Sedangkan 4 perempuan menunggu di pinggir pantai.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/35053-kasus-ritual-maut-paseban-toha-ngaku-hanya-diajak" rel="noopener" target="_blank">Kasus Ritual Maut Paseban, Toha Ngaku Hanya Diajak</a> )</p>
<p>Pada ritual ketiga, barisan laki-laki itu tergulung ombak hingga ke tepi pantai. Bahkan 4 orang yakni Supri (57), Ahmad (22), Sunari (26) dan Salam (28) sempat tidak terlihat oleh anggota lainnya. Salam berhasil selamat, Supri dan Ahmad ditemukan sesaat setelahnya dalam keadaan tidak bernyawa.</p>
<p>“Sedangkan jenazah Sunari ini hingga kini masih dalam proses evakuasi. Evakuasi ini mungkin memerlukan waktu yang sedikit lama. Karena jaraknya yang jauh beberapa kilometer ke timur dari lokasi kejadian. Selain itu, medannya juga berat. </p>
<p>Ahirnya hingga pukul 19.30 wib Mayat Sunari berhasil di evakuasi dan dibawa ke Puskesmas kencong oleh pihak Mapolsek kencong dan Komandan team sar gabungan jember,  basarnas,Sar opa,Dukom pintu merah dan TNI. <strong>(Lum/nay)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35340</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Seban Dihibur Sang Lengger, Karya Sineas SMK PGRI 05 Kencong</title>
		<link>https://memontum.com/warga-seban-dihibur-sang-lengger-karya-sineas-smk-pgri-05-kencong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2017 16:04:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar]]></category>
		<category><![CDATA[pantai paseban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/7100-warga-seban-dihibur-sang-lengger-karya-sineas-smk-pgri-05-kencong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Sineas muda multi media dari SMK PGRI 05 Kencong menggelar nonton bareng hasil karya sendiri. Film bergenre kolosal cerita perjuangan penari latar tersebut, menarik minat ratusan penonton warga Desa Paseban. Durasi film 30 menit tersebut diputar di pinggir pesisir pantai Paseban, Minggu (18/11/2017) malam. Dengan penerangan yang sangat redup membuat warga terlarut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Sineas muda multi media dari SMK PGRI 05 Kencong menggelar nonton bareng hasil karya sendiri. Film bergenre kolosal cerita perjuangan penari latar tersebut, menarik minat ratusan penonton warga Desa Paseban. </p>
<p>Durasi film 30 menit tersebut diputar di pinggir pesisir pantai Paseban, Minggu (18/11/2017) malam. Dengan penerangan yang sangat redup membuat warga terlarut dalam cerita yang melegenda asal Wonosobo tersebut. </p>
<p>Tari Lengger sendiri, adalah tarian sakral yang memang ada filosofi perjuangan penyebaran agama Islam di tlatah Jawa pada jaman wali ataupun kerajaan. </p>
<p>Mengupas sedikit tari Lengger adalah cerita rakyat tentang kisah asmara Galuh Candra Kirana dan Panji Asmoro Bangun, pada jaman kerajaan Jenggolo Puro dan Jenggolo Manik. Untuk mempererat pemerintahan kedua kerajaan besar itulah, kisah pilu ini berawal.</p>
<p>Saat kedua pasangan ini disatukan, ternyata ada seseorang yang iri hati. Hingga salah satu pasangan perempuan bernama Galuh Candra Kirana terusir dari kerajaan dan menyamar sebagai penari Lengger jalanan. Hingga pada akhir cerita, sang putri membuka kedok. Siapa dia sebenarnya dan menikahlah keduanya hingga kemakmuran kedua kerajaan tersebut tercipta. </p>
<p>Kisah penari Lengger yang difilmkan para sineas muda ini, adalah perjuangan seorang wanita yang tangguh dalam hal cobaan dan cemohan orang di sekitarnya. Mereka memandang sisi lain sang penari yang banyak dikerubungi lawan jenis.</p>
<p>&#8220;Kadang membuat image jelek, kadang sebagian warga yang tidak mengerti akan perjuangan sang Lengger,&#8221; ujar salah satu guru sastra SMK PGRI 05 Kencong, Utok Tri Wahyono Spd. </p>
<p>Utok juga menambahkan jika pembuatan film ini melibatkan kurang lebih 40 siswa siswi. Menghabiskan waktu 1 bulan karena meliputi 4 tempat berbeda. Juga melibatkan aktor anak figuran dari sekolah MI Mudipaca Dusun Balekambang, untuk menambah senergritas antar penerus bangsa.</p>
<p>&#8220;Ini untuk wawasan bersama tentang pelestarian budaya warisan nenek moyang,&#8221; pungkasnya. <strong>(lum/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7100</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
