<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pantai Tanjungsari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pantai-tanjungsari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2020 10:29:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pantai Tanjungsari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jutaan Ikan Loncat Terdampar di Pantai Tanjungsari Jember</title>
		<link>https://memontum.com/jutaan-ikan-loncat-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:29:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118509-jutaan-ikan-loncat-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</guid>

					<description><![CDATA[Nelayan Panen, Ratusan Kilogram Memontum Jember &#8211; Usai digegerkan kemunculan hiu tutul berukuran besar yang terdampar di pinggir pantai karena tersangkut jaring nelayan, Senin (6/7/2020) siang, kini warga nelayan desa Kepanjen kembali dihebohkan dengan munculnya jutaan ikan siak-siak (anakan lenguru dan tongkol) berloncatan naik ke daratan. Tidak terhitung ikan kecil tersebut terdampar di Pantai Tanjungsari, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Nelayan Panen, Ratusan Kilogram</h2>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Usai digegerkan kemunculan hiu tutul berukuran besar yang terdampar di pinggir pantai karena tersangkut jaring nelayan, Senin (6/7/2020) siang, kini warga nelayan desa Kepanjen kembali dihebohkan dengan munculnya jutaan ikan siak-siak (anakan lenguru dan tongkol) berloncatan naik ke daratan.</p>
<p>Tidak terhitung ikan kecil tersebut terdampar di Pantai Tanjungsari, masuk wilayah Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.</p>
<p>Dengan kejadian itu, sontak warga pun berhamburan menuju ke pantai, mereka saling berebut ikan ikan yang tergeletak dan berserakan di sepanjang pesisir pantai Tanjungsari. Ibarat rejeki yang turun langsung dari langit. Peristiwa langka ini bagi warga nelayan adalah sebuah keberkahan dari yang Maha Kuasa.</p>
<p>Menurut Kasim Ashari, seorang tokoh nelayan setempat menyebutkan, kemunculan jutaan ikan siak-siak melompat kedaratan pantai Tanjungsari terjadi sejak 3 hari yang lalu.</p>
<p>&#8220;Mulai hari Sabtu ikan itu terdampar semua, malam ini tambah banyak.Kemarin ada yang dapat 3 teripung, perkiraan beratnya 300 kg,&#8221; ujar Kasim.</p>
<p>Lanjut Ashari, kejadian alam seperti ini bagi nelayan setempat, merupakan hal yang biasa dan sering terjadi setiap tahunnya, terutama memasuki bulan 7 hingga 9.Namun peristiwa kali ini, memang jumlahnya lebih banyak dibanding kejadian sebelum-sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Hal ini terjadi, disebabkan ikan-ikan kecil dikejar oleh ikan besar, sehingga berlarian menyelamatkan diri hingga meloncat ke pesisir pantai,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Yang sering di pantai Tanjungsari, karena itu kawasan teluk, jadi gerombolan ikan ya di situ tempatnya, &#8221; pungkasnya.<strong> (bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118509</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hiu Tutul Terdampar di Jember, Warga Ramai-ramai Cincang Dagingnya</title>
		<link>https://memontum.com/hiu-tutul-terdampar-di-jember-warga-ramai-ramai-cincang-dagingnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118503-hiu-tutul-terdampar-di-jember-warga-ramai-ramai-cincang-dagingnya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ikan Hiu Tutul yang diperkirakan berbobot 1 ton lebih, dengan panjang sekitar 6 m, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari, Minggu (5/7/2020) pagi. Ironisnya, karena kurangnya pengetahuan, para nelayan tidak melaporkan kejadian ini pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Ikan Hiu Tutul yang diperkirakan berbobot 1 ton lebih, dengan panjang sekitar 6 m, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari, Minggu (5/7/2020) pagi.</p>
<p>Ironisnya, karena kurangnya pengetahuan, para nelayan tidak melaporkan kejadian ini pada yang berwajib. Usai dievakuasi ke darat, satwa langka dan dilindungi ini pun dicincang beramai-ramai oleh nelayan untuk dikonsumsi dagingnya tanpa memikirkan resiko jikalau daging hiu ini tidak menutup kemungkinan mengandung racun sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi manusia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118504" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Imam Muklas, salah satu anggota BPD Desa Kepanjen mengatakan, Hiu Tutul atau masyarakat setempat menyebutnya Mungsing Tahu, sebelum masuk jaring nelayan sebenarnya kondisinya masih hidup, namun usai tersangkut dan dievakuasi ke daratan dalam keadaan sudah mati.</p>
<p>&#8220;Menurut nelayan mulai tadi malam, nyangkut di jaring nelayan yang sedang melaut mencari ikan. Namun baru diangkat tadi pagi, &#8221; ujar Muklas.</p>
<p>Sebenarnya, sambung Muklas, Hiu Tutul ini tersangkut jaring nelayan diketahui sejak malam tadi, karena ukuran yang terlalu besar sehingga nelayan membutuhkan banyak orang untuk mengangkat sampai ke darat.</p>
<p>Memang ikan itu terlihat oleh nelayan muncul ke permukaan sejak sore kemarin dan berkeliaran hingga ke pinggir sekitar ombak pantai.</p>
<p>&#8220;Akhirnya nyangkut di jaring tadi malam karena posisi jaring nelayan di pinggir,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Muklas menuturkan, bisa jadi karena kekurangtahuan warga nelayan, terkait ikan Hiu Tutul dilindungi sehingga temuan ini tidak dilaporkan ke pihak aparat.</p>
<p>&#8220;Mereka tidak tahu dilindungi atau tidak yang langsung dimanfaatkan begitu saja, bahkan sekarang sama warga di potong-potong untuk diambil dagingnya untuk di konsumsi, &#8221; kata Muklas.</p>
<p>Sementara Petugas Teknis Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi&#8217;i, dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku kaget, sebab dirinya merasa tidak mendapatkan laporan terkait penemuan ikan Hiu Tutul di Pantai Tanjungsari pada pagi ini.</p>
<p>Terlebih lagi, kata Dia, dikabarkan ikan tersebut ditemukan mati tidak kubur, justru malah dicincang untuk di konsumsi dagingnya.</p>
<p>&#8220;Terlepas ikan itu kena jaring atau terdampar, itu tidak boleh dikonsumsi. Dikhawatirkan ikan itu terjangkit penyakit sehingga menular, &#8221; kata Imam.</p>
<p>Dia menengarai penyebab Hiu Tutul muncul hingga ke pinggir pantai, sebenarnya ikan sifatnya bergerombol, mungkin karena mengejar makanan sampai ke pinggir pantai.</p>
<p>&#8220;Atau mungkin karena terjangkit penyakit, sehingga Ikan itu ke pinggir, &#8221; terangnya.</p>
<p>Bisa jadi kalau kena jaring berarti ikan itu kondisi sehat, namun terlepas sehat atau sakit, tidak boleh dikonsumsi karena ikan hiu tutul memang dilindungi.</p>
<p>Kata Imam, kedepan kalau ada ikan seperti itu terlepas kena jaring atau sakit sehingga terdampar dipinggir, kalau sudah mati harus cepat dikubur, bekerjasama dengan pengawas dan pokmas.</p>
<p>&#8220;Perkiraan kami ikan itu sudah terjangkit penyakit, karena jika ikan kena hempasan ombak akan melawan, jika dikonsumsi bisa berbahaya, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Imam berharap, seandainya nanti terjadi peristiwa seperti ini, diusahakan kalau memang sudah mati cepat dikubur, jika masih sehat dilepas lagi.</p>
<p>&#8220;Karena Hiu Tutul hewan dilindungi, &#8221; pungkasnya. <strong>(bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkai Hiu Tutul Penyu, Terdampar di Pantai Tanjungsari Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bangkai-hiu-tutul-penyu-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 11:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=92743</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Seekor hiu tutul dan Penyu ukuran jumbo di temukan nelayan, terdampar di bibir pantai Tanjungsari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten, Sabtu (14/9/19) sekitar pukul 06.00. Kedua hewan langka itu ditemukan dalam kondisi sudah mati. Meski sudah dalam mati namun kondisi ikan Hiu Tutul terlihat masih segar, sebaliknya bangkai penyu dalam dalam kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Seekor hiu tutul dan Penyu ukuran jumbo di temukan nelayan, terdampar di bibir pantai Tanjungsari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten, Sabtu (14/9/19) sekitar pukul 06.00. Kedua hewan langka itu ditemukan dalam kondisi sudah mati.</p>
<p>Meski sudah dalam mati namun kondisi ikan Hiu Tutul terlihat masih segar, sebaliknya bangkai penyu dalam dalam kondisi sudah membusuk, adapun jarak lokasi penemuan bangkai hiu tutul dengan bangkai penyu sekitar 500 m ke barat.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92746" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=650%2C365&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="365" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=600%2C337&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=200%2C112&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Beredarnya kabar penemuan kedua bangkai binatang langka ini,sontak membuat heboh warga sekitar pantai Tanjungsari, mereka berbondong-bondong mendatangi Pantai Tanjungsari, untuk menyaksikan langsung di lokasi penemuan kedua hewan langka itu.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun memontum.com menyebutkan, sebelum peristiwa ini terjadi, sekitar satu minggu lalu ada beberapa nelayan mengaku telah melihat ikan hiu muncul ke permukaan laut dan berkeliaran di pinggiran pantai Tanjungsari, padahal selama ini nelayan di situ tidak pernah melihat ikan hiu tutul yang berkeliaran kesana-kemari apalagi hingga ke pinggir pantai.</p>
<p>&#8220;Saya menduga mungkin ikan hiu yang kemarin berkeliaran adalah ikan hiu yang sama dengan bangkai hiu yang di temukan sekarang ini,&#8221; ujar Ashari seorang nelayan asal Desa Kepanjen.</p>
<p>Terkait penemuan dua binatang langka ini, Pj Kepala Desa Kepanjen H Imam Suroso menjelaskan, bahwa dirinya mengetahui hal ini atas laporan dari warga nelayan.</p>
<p>&#8220;Penemuan ikan hiu dan penyu sudah saya laporkan ke Pihak Kecamatan Gumukmas kemudian akan di tindak lanjuti melalui Dinas Perikanan yang ada di Kecamatan,&#8221; kata Imam.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://memontum.com/92371-ikan-paus-terdampar-mati-di-pantai-eks-tambang-pasir-besi-lumajang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ikan Paus Terdampar Mati di Pantai Eks Tambang Pasir Besi Lumajang</a></p>
<p>Sementara itu petugas Lapangan Dinas Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi&#8217;i mengatakan jika ikan Hiu tutul warna hitam yang baru saja di temukan nelayan, sebenarnya habitatnya berada di laut utara.</p>
<p>&#8220;Hiu tutul ini biasanya hidup di perairan dalam, kemungkinan suasana dingin sehingga ikan itu naik ke permukaan untuk mencari kehangatan,&#8221; terang Syafi’i.</p>
<p>Imam mewanti-wanti kepada masyarakat, agar jangan mengkonsumsi ikan tersebut,karena di khawatirkan akan menyebabkan Penyakit yang berbahaya.</p>
<p>&#8220;Rencananya sore ini akan di kubur tadi sudah di lakukan pengecekan ukuran dan berat badan ikan, panjang kurang lebih 5 m, lebar 1 m dan berat 1,5 ton,&#8221; pungkasnya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keindahan Pantai Tanjungsari Pukau Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/keindahan-pantai-tanjungsari-pukau-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2019 13:23:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/85757-keindahan-pantai-tanjungsari-pukau-wisatawan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pantai Tanjungsari yang terletak di Dusun Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan, Gumukmas Kabupaten Jember menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang sedang menikmati liburan lebaran 1440 Hijriyah/2019 ini. Betapa tidak, pantai yang tepat berada di tengah-tengah antara pantai Pancer Puger dan pantai Paseban Kencong tersebut selain indah pemandangannya juga masih alami, selain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pantai Tanjungsari yang terletak di Dusun Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan, Gumukmas Kabupaten Jember menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang sedang menikmati liburan lebaran 1440 Hijriyah/2019 ini.</p>
<p>Betapa tidak, pantai yang tepat berada di tengah-tengah antara pantai Pancer Puger dan pantai Paseban Kencong tersebut selain indah pemandangannya juga masih alami, selain itu di pantai Tanjungsari ini ombaknya tidak begitu besar sehingga terasa aman bagi pengunjung pantai yang sedang mandi di laut, terutama bagi anak-anak.</p>
<p>Hal yang menarik lainnya adalah hutan cemaranya, pengunjung bisa menikmati indahnya laut sambil berada di dalam kawasan hutan Cemara, menurut keterangan petugas pengamanan pantai Tanjungsari Miskat Widodo mengatakan, jika kunjungan wisatawan untuk lebaran kali ini membludak, yakni lebih banyak dari tahun kemarin.</p>
<p>&#8220;Dua hari ini , kemarin 3 ribu orang dan hari ini sekitar 10 ribu orang berkunjung ke pantai Tanjungsari ini,&#8221; kata Miskat.</p>
<p>Sebagai tim keamanan SAR pantai Tanjungsari lanjut Miskat, dirinya fokus untuk pengamanan anak-anak yang sedang mandi di laut agar tidak terseret ombak, selain itu juga pengamanan kendaraan para pengunjung. Dia berharap pantai Tanjungsari dapat dikenal secara luas.</p>
<p>“Kami mulai melakukan pembenahan – pembenahan agar lebih menarik dan semakin diminati masyarakat. Rencana ke depan akan dibuat wisata kuliner, pernak-pernik, ” ujarnya.</p>
<p>Sedangkan ke arah timur sambung Miskat juga ada hutan Cemara laut yang rencananya akan dibangun wisata ke Nusa Barong.</p>
<p>”Kelebihan dari pantai Tanjungsari gelombangnya kecil pemandangan yang indah dan jaraknya lebih dekat dari Nusa Barong,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sementara salah satu pengunjung pantai Tanjungsari yang asal Kecamatan Kalisat Jember Hasbi mengungkapkan, jika dirinya sengaja datang berkunjung ke pantai ini bersama keluarga atas dasar rasa penasaran dan keinginan tahuannya karena selama ini dirinya hanya mendengar nama pantai Tanjungsari saja.</p>
<p>“Benar saja, saat datang di pantai Tanjungsari ini saya merasa kagum pada keindahan yang alami Pantai Tanjungsari ini, selain itu ombaknya juga bagus juga lumayan indah pantainya, hanya dari kebersihannya yang kurang di sini,&#8221; kesan Hasbi pada pantai Tanjungsari.</p>
<p>Imel Rajawali seorang Pengunjung asal Kecamatan Kaliwates Kabupaaten Jember berharap kedepan Pemerintah daerah bisa mengangkat menjadi obyek pariwisata yang lebih dikenal luas di Pantai Tanjungsari.</p>
<p>&#8220;Yang menarik kita bisa melihat nelayan mencari ikan secara langsung,juga pemandangan cukup bagus dan sejuk, tapi kayaknya kurang bersih karena sampah-sampah masih berserakan,&#8221; jlentreh Imel. <strong>(rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85757</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
