<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pantauan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pantauan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Sep 2025 10:54:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pantauan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Cabai Merah Besar Tembus Rp 50 Ribu Perkg, Diskopindag Kota Malang Siapkan Pantauan Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-merah-besar-tembus-rp-50-ribu-perkg-diskopindag-kota-malang-siapkan-pantauan-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantauan]]></category>
		<category><![CDATA[perkg,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226271</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga Cabai Merah Besar di Kota Malang, terus mengalami lonjakan. Salah satunya, seperti yang terjadi di Pasar Mergan, yang mencapai Rp 50 ribu perkilogram, dari sebelumnya di kisaran Rp 35 hingga 40 ribu. Salah satu pedagang, Rahayu (50), mengaku kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir. Tentu kenaikan itu mempengaruhi daya beli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga Cabai Merah Besar di Kota Malang, terus mengalami lonjakan. Salah satunya, seperti yang terjadi di Pasar Mergan, yang mencapai Rp 50 ribu perkilogram, dari sebelumnya di kisaran Rp 35 hingga 40 ribu.</p>



<p>Salah satu pedagang, Rahayu (50), mengaku kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir. Tentu kenaikan itu mempengaruhi daya beli masyarakat.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya masih Rp 38 ribu, naik sedikit-sedikit, sekarang sudah Rp 50 ribu per kilo. Pembeli banyak yang kaget, tapi mau bagaimana lagi, kami ikut harga dari pengepul,” kata Rahayu, Jumat (26/09/2025) tadi.</p>



<p>Dari sisi konsumen, ujarnya, kenaikan harga ini jelas memberatkan. Seorang ibu rumah tangga, Rina, mengakui terpaksa mengurangi jumlah belanja karena adanya kenaikan harga itu.</p>



<p>&#8220;Biasanya beli setengah kilo untuk stok seminggu. Sekarang paling cuma seperempat kilo, soalnya mahal sekali,&#8221; keluhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, membenarkan adanya kenaikan harga cabai merah besar. Menurutnya, laporan terakhir harga cabai masih di angka Rp 45 ribu per kilogram, namun di lapangan bisa saja lebih tinggi.</p>



<p>“Melihat situasi hari ini, memang ada kenaikan harga sembako, terutama cabai. Nanti saya akan coba keliling di pasar untuk melihat langsung harga-harga di lapangan. Untuk daging ayam dan komoditas lain, nanti akan kami cek juga,” jelas Eko.</p>



<p>Lebih lanjut Eko menilai, kenaikan harga ini wajar karena hukum pasar sedang berjalan. Selain itu, faktor cuaca, terutama hujan, juga bisa berpengaruh pada produksi cabai. Sebagai langkah pengendalian, Diskopindag akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.</p>



<p>&#8220;Tapi kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan cabai. Kalau bisa dikurangi dulu supaya imbang, sambil menunggu pasokan kembali normal,” imbuh Eko.</p>



<p>Dengan situasi harga yang belum stabil, masyarakat diimbau tetap cermat dalam berbelanja kebutuhan pokok, sembari menanti langkah intervensi pasar dari pemerintah daerah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Potensi Bencana saat Lebaran 2024, KAI Daop 8 sebut Tujuh Titik Jadi Pantauan Khusus</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-potensi-bencana-saat-lebaran-2024-kai-daop-8-sebut-tujuh-titik-jadi-pantauan-khusus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[pantauan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tujuh titik perlintasan Kereta Api di Jalur Daop 8 Surabaya, menjadi pantauan khusus. Hal itu dilakukan, dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam yang dapat mengganggu perjalanan kereta api selama Idul Fitri 2024. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan bahwa dari tujuh titik tersebut, dua di antaranya yaitu berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tujuh titik perlintasan Kereta Api di Jalur Daop 8 Surabaya, menjadi pantauan khusus. Hal itu dilakukan, dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam yang dapat mengganggu perjalanan kereta api selama Idul Fitri 2024.</p>



<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan bahwa dari tujuh titik tersebut, dua di antaranya yaitu berada di jalur lintasan Pohgajih, Wlingi dan Jodipan, Kota Malang. &#8220;Karena saat ini masih musim hujan, maka rawan terjadi bencana. Seperti di Wlingi dan Sumber Pucung, itu dapat menyebabkan longsor dan mengganggu jalur kereta api. Kalau di Jodipan, arus sungai yang masih deras menjadi perhatian. Begitu juga, dengan kekuatan jembatan panjang yang bergetar,” kata Luqman, Rabu (27/03/2024) tadi.</p>



<p>Selain itu, daerah lain seperti Sumbermanjing Wetan, Surabaya Tandes, Lamongan dan Bojonegoro, juga rentan terhadap bencana alam dan banjir. Untuk mengatasi potensi bahaya di daerah rawan tersebut, KAI telah menyiapkan berbagai cara mitigasinya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami menugaskan petugas penjaga daerah rawan secara bergantian selama 24 jam. Selain itu, mereka juga telah menyiapkan alat material pos jaga yang terdiri dari batu, besi dan kayu, yang diletakkan di atas gerbong kereta api. Apabila diperlukan, mobilisasi alat-alat tersebut dapat dilakukan dengan cepat dengan menempatkannya di lokomotif di daerah tujuannya,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, jika KAI juga telah melakukan pemantauan dan pembersihan secara rutin di daerah-daerah rawan. Petugas penjaga juga telah ditempatkan di beberapa lokasi tersebut. Apabila terdapat potensi bahaya, petugas akan segera melaporkan ke pusat pengendali untuk pengambilan tindakan yang cepat dan tepat.</p>



<p>“Tentu dengan langkah-langkah tersebut, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi para penumpang kereta api selama masa angkutan lebaran kali ini,” imbuh Luqman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207793</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
