<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasal 112 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-112/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jul 2020 11:05:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasal 112 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ibu Muda Buceri yang Cantik Terlibat Bisnis Narkotika</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-muda-buceri-yang-cantik-terlibat-bisnis-narkotika</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[shabu-shabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118738-ibu-muda-buceri-yang-cantik-terlibat-bisnis-narkotika</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang ibu muda berwajah cantik, Dian alias Viola (23) warga Jl Taufiqiyah Bulupayung, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (8/7/2020) pukul 13.30, tampak malu-malu saat dirilis di Polresta Malang Kota. Ibu muda buceri alias bule cet sendiri ini, ditangkap petugas Reskoba Polresta Malang Kota beberapa hari lalu Dia diciduk saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Seorang ibu muda berwajah cantik, Dian alias Viola (23) warga Jl Taufiqiyah Bulupayung, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (8/7/2020) pukul 13.30, tampak malu-malu saat dirilis di Polresta Malang Kota. Ibu muda buceri alias bule cet sendiri ini, ditangkap petugas Reskoba Polresta Malang Kota beberapa hari lalu</p>
<p>Dia diciduk saat di Jl Lesanpuro, Gang I, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Barang Bukti (BB) narkotika jenis Shabu-Shabu (SS) seberat 0,30 gram.</p>
<div id="attachment_118739" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-118739" decoding="async" class="size-full wp-image-118739" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200708-WA0253-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Tersangka Viola. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200708-WA0253-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200708-WA0253-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200708-WA0253-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200708-WA0253-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-118739" class="wp-caption-text">Tersangka Viola. (gie)</p></div>
<p>Selain itu petugas juga menangkap tersangka berinisial AR ( 18) dan HUS alias Gundul (24) keduanya warga Jl KH Malik Dalam, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Keduanya adalah pengedar yang memasok Shabu kepada Viola.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa penangkapan ini bermula saat petugas Reskoba Polresta Malang Kota mendapat informasi kalau di Jl Lesanpuro sering terjadi transaksi narkoba. Bahkan yang melakukan transaksi adalah seorang perempuan.</p>
<p>Petugas Reskoba Polresta Malang Kota yang langsung dipimpin Kasat Reskoba AKP Anria Rosa Piliang SIK melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku. Dengan metode Under Cover Buy, petugas akhirnya berhasil menangkap Viola dengan BB 1 poket SS seberat 0,30 gram.</p>
<p>Viola mengaku kalau mendapat SS tersebut dari tersangka AR. Dari pengembangan ini, AR berhasil dibekuk di rumahnya dengan BB 10 Poket SS dengan total seberat 4, 26 gramdan 4 butir ekstasi.</p>
<p>Dari pengembangan lebih lanjut, AR mengaku kalau SS dan ekstasi tersebut didapat dari Hus alias Gundul, temannya. Dia hanya bertugas untuk mengantar SS tersebut kepada pembeli. Petugas kemudian menangkap Gundul di rumahnya. BB yang diamankan dari tangan Gundul lumayan banyak yakni 30,69 gram.</p>
<p>Namun penangkapan masih berhenti pada Gundul, dikarenakan belum diketahui keberadaan sosok TPK (DPO). Gundul mengaku bahwa dia menerima kiriman dari tangan TPK, namun setiap transaksi tidak pernah bertemu dikarenakan dilakukan dengan sistem ranjau.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa HUS alis Gundul adalah residivis kasus narkoba. Yakni pernah dipenjara di LP Lowokwaru selama 6 tahun. Nampaknya penjara tidak membuatnya kapok. Terbukti, dia kembali mengedarkan narkoba.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa pihaknya akan terus membrantas peredaran narkoba di Kota Malang.</p>
<p>&#8221; Tersangka Viola kami kenakan Pasal 112 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009. Tersangka AR kami kenakan Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009. Sedangkan untuk HUS alias Gundul dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009, berat barang bukti duatas 5 gram, ancamannya hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan pidana denda Rp 10 miliar,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jual SS, Arek Pekoren-Rembang Pasuruan Nginap di &#8220;Hotel Besi&#8221; Polres Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/jual-ss-arek-pekoren-rembang-pasuruan-nginap-di-hotel-besi-polres-pasuruan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2020 11:09:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116508</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Tergiur mendapatkan uang dengan cara mudah, Muhamad Lutfi (39) asal Dusun Ketimang, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Pasuruan. Pelaku ini ditangkap buru sergap Satreskoba Polres Pasuruan di sebuah rumah yang terletak di Desa Raci, Kecamatan Bangil, kabupaten setempat. “Pelaku berhasil kami amankan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Tergiur mendapatkan uang dengan cara mudah, Muhamad Lutfi (39) asal Dusun Ketimang, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Pasuruan. Pelaku ini ditangkap buru sergap Satreskoba Polres Pasuruan di sebuah rumah yang terletak di Desa Raci, Kecamatan Bangil, kabupaten setempat.</p>
<p>“Pelaku berhasil kami amankan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dengan adanya transaksi jual beli sabu. Kami menfamankan barang bukti sabu seberat 30,51 gram,” kata Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan saat konferensi pers Minggu (14/06/2020) sore.</p>
<p>Pelaku Mohamad Luthfi yang setiap harinya sebagai peternak ayam mengakui, ia sudah melakukan bisnis haram sudah 6 bulan berjalan dan barang yang didapat dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan di Malang.</p>
<p>&#8220;Ia juga berdalih tergiur mendapatkan uang banyak dan mudah dari bisnis sabu itu. Dalam satu kali transaksi, dirinya bisa mendapatkan laba rata-rata Rp 200 &#8211; Rp 300 ribu,&#8221; imbuh mantan Kasubdit IV Reskrimsus Polda Jatim ini.</p>
<p>Kini pelaku harus mendekam di hotel prodeo Polres Pasuruan dengan dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 atau Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman 20 tahun penjara. <strong>(hen/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116508</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polresta Malang Kota Ringkus Bandar Sabu dan Pil Happy Five Pakisaji &#8211; Sukun</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-malang-kota-ringkus-bandar-sabu-dan-pil-happy-five-pakisaji-sukun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 10:39:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113848-polresta-malang-kota-ringkus-bandar-sabu-dan-pil-happy-five-pakisaji-sukun</guid>

					<description><![CDATA[Total 3,9 Ons SS, 1370 Butir Happy Five Memontum, Kota Malang &#8211; Seorang bandar narkoba, ABN alias Ambon (34) warga Jl Garuda, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (6/5/2020) siang dirilis secara online di Polresta Malang Kota. ABN diringkus di rumahnya pada 1 Mei 2020 malam. Tidak hanya menangkap ABN, petugas Reskoba Polresta Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Total 3,9 Ons SS, 1370 Butir Happy Five</h2>
<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Seorang bandar narkoba, ABN alias Ambon (34) warga Jl Garuda, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (6/5/2020) siang dirilis secara online di Polresta Malang Kota.</p>
<p>ABN diringkus di rumahnya pada 1 Mei 2020 malam. Tidak hanya menangkap ABN, petugas Reskoba Polresta Malang Kota juga menangkap kurirnya yakni UCK alias Ucok (27) warga Jl Raya Candi, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>
<div id="attachment_113849" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113849" decoding="async" class="size-full wp-image-113849" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Polresta-Malang-Kota-Ringkus-Bandar-Sabu-dan-Pil-Happy-Five-Pakisaji-Sukun.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Tersangka Ambon dan Ucok saat dirilis di humas Kota Malang. (ist)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Polresta-Malang-Kota-Ringkus-Bandar-Sabu-dan-Pil-Happy-Five-Pakisaji-Sukun.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Polresta-Malang-Kota-Ringkus-Bandar-Sabu-dan-Pil-Happy-Five-Pakisaji-Sukun.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Polresta-Malang-Kota-Ringkus-Bandar-Sabu-dan-Pil-Happy-Five-Pakisaji-Sukun.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Polresta-Malang-Kota-Ringkus-Bandar-Sabu-dan-Pil-Happy-Five-Pakisaji-Sukun.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Polresta-Malang-Kota-Ringkus-Bandar-Sabu-dan-Pil-Happy-Five-Pakisaji-Sukun.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113849" class="wp-caption-text">Tersangka Ambon dan Ucok saat dirilis di humas Kota Malang. (ist)</p></div>
<p>Barang Bukti (BB) yang diamankan dari kedua tersangka total Sabu (SS) seberat 3,9 ons dan pil Happy Five sebanyak 1370 butir. Kini antara bandar dan kurirnya ini kompak jalani hari -harinya di balik jeruji besi Polresta Malang Kota.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa petugas mendapat informasi kalau ABN sebagai bandar narkiba. Dia adalah seorang residivis kasus narkotika.</p>
<p>Saat ditangkap, ABN mengatakan kalau dia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu kurir. Kurir memiliki tugas mengantar narkoba ke pelanggan dengan sistem ranjau yang sudah disepakati.</p>
<p>Dari informasi ini, petugas kemudian membekuk UCK di rumahnya dengan BB berupa 3 Ons SS dan 137 strep (1370 butir) Pil Happy Five. Atas barang bukti itu, UCK tidak bisa lagi mengelak.</p>
<p>Pada jaringan ini, ABN menjual SS miliknya seharga Rp 900 ribu per gram. Sedangkan Pil Heppy Five dijual Rp 600 ribu per 1 strep isi 10 butir.</p>
<p>Aksi peredaran narkoba ini dimulai sejak Februari 2020. Sedangkan UCK baru mendapat barang dari ABN pada 24 April 2020 di kawasan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Yakni dengan komisi Rp 3 juta jika mampu mengantar / meranjau seberat 1 Ons SS.</p>
<p>Kini petugas Reskoba Polresta Malang Kota terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yakni bandar besar yang berada di atas ABN.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa kedua teraangka adalah pengedar dan kurirnya.</p>
<p>&#8220;Keduanya kami kenakan Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009. Pasal 62 Jo 71 UU No 5 Tahun 1997. Dengan ancaman selama 20 tahun dan denda Rp 8 miliar,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113848</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu di Luar Negeri, Harusnya Jaga Nenek, Malah Beli Sabu Malam Hari</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-di-luar-negeri-harusnya-jaga-nenek-malah-beli-sabu-malam-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2020 06:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Tajinan]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112573-ibu-di-luar-negeri-harusnya-jaga-nenek-malah-beli-sabu-malam-hari</guid>

					<description><![CDATA[Musim Corona, di Rumah Aja Malah Aman Memontum Malang &#8211; Musim corona, bukannya di rumah aja jaga nenek tersangka ini malah ngluyur malam hari dan beli Sabu (SS) di seputaran Kedungkandang. Pulangnya, tersangka pengangguran ini disergap anggota Polsek Tajinan (Polres Malang). Yakni tersangka Amar Hasan (24) warga Dusun Ketitang, Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Musim Corona, di Rumah Aja Malah Aman</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Musim corona, bukannya di rumah aja jaga nenek tersangka ini malah ngluyur malam hari dan beli Sabu (SS) di seputaran Kedungkandang. Pulangnya, tersangka pengangguran ini disergap anggota Polsek Tajinan (Polres Malang).</p>
<p>Yakni tersangka Amar Hasan (24) warga Dusun Ketitang, Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Saat dompetnya diperiksa, anggota menemukan plastik mencurigakan. Bareng disinari senter, plastik tersebut berisi Sabu (SS).</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="400"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span><source src="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/04/VID-20200421-WA0059.mp4" type="video/mp4" /></video><br />
<strong>Video : Statement Kapolsek Tajinan, AKP Octa Panjaitan. (Memontum.com) </strong></p>
<p>Tersangka sendirian, diringkus anggota Sabtu (18/4/2020) pukul 02.00, di Jalan Raya Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Kami patroli, lihat orang mencurigakan. Kami hentikan dan menggeledah, diketemukan bukti SS. Ngakunya beli ke Kota Malang. Sepoket seharga Rp 1,2 juta,&#8221; ungkap Kapolsek Tajinan, AKP Octa Panjaitan, mendampingi Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH kepada Memontum.com.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan Kanitreskrim Ipda Suyanto.&#8221;Awalnya juga kami dapat informasi bahwa di situ rawan kejahatan, sehingga kami patroli. Saat kami dapati ada yang melintas dan mencurigakan,&#8221; ungkap Ipda Suyanto.</p>
<p>Dari pemeriksaan tersangka mengaku beli Rp 1,2 juta di seputaran Kedungkadang. Malam itu ia baru selesai transaksi.&#8221;Dia mengaku dipakai sendiri dan sudah 3X, biasanya poket kecil, Rp 750 ribu,&#8221; ujar Ipda Suyanto.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112574" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_112812-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_112812-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_112812-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_112812-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_112812-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Di hadapan Octa Panjaitan, tersangka mengaku tinggal bersama sang nenek. Orangtuanya di luar negeri. Dia sendiri pengangguran dan memiliki uang jutaan dari kiriman ibunya.</p>
<p>&#8220;Saya pengangguran. Uang Rp 1,2 juta dari orangtua. Saya bilang uang buat makan minum sehari-hari,&#8221; aku tersangka. &#8220;Itu dipakai bisa sebulan. Buat nenangkan pikiran saja Pak. Kacau Pak. Saya tinggal di rumah saja sama nenek,&#8221; ujar Amar kepada Octa Panjaitan.</p>
<p>Barang bukti disita berupa ponsel Vivo, seplastik Sabu seberat 1,06 gram, korek api, dompet dan tas pinggang hitam. Ia dikenai dugaan pelanggaran Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.<strong> (sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/04/VID-20200421-WA0059.mp4" length="6565998" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112573</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Simpan 4,23 Gram SS, Warga Janti Terancam 12 Tahun Penjara</title>
		<link>https://memontum.com/simpan-423-gram-ss-warga-janti-terancam-12-tahun-penjara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2020 12:22:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[shabu-shabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112155-simpan-423-gram-ss-warga-janti-terancam-12-tahun-penjara</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Siek Budi Santoso (45) warga Jl Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Rabu (15/4/2020) siang masih terus jalani pemeriksaan di Reskoba Polresta Malang Kota. Saat ditangkap beberapa hari lalu, dia kedapatan memiliki 4,23 gram Shabu-Shabu (SS) dan 7 butir Inex yang disimpan di laci kamarnya. Saat ditangkap polisi, dia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Siek Budi Santoso (45) warga Jl Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Rabu (15/4/2020) siang masih terus jalani pemeriksaan di Reskoba Polresta Malang Kota. Saat ditangkap beberapa hari lalu, dia kedapatan memiliki 4,23 gram Shabu-Shabu (SS) dan 7 butir Inex yang disimpan di laci kamarnya.</p>
<p>Saat ditangkap polisi, dia mengaku SS dan Inex miliknya tidak untuk dijual melainkan untuk dipakai sendiri. Namun sampai saat ini, dia mengaku kalau tidak mengenal si pengedar dikarenakan sistem pengirimannya ranjau.</p>
<div id="attachment_112156" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-112156" decoding="async" class="size-full wp-image-112156" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Simpan-423-Gram-SS-Warga-Janti-Terancam-12-Tahun-Penjara.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Tersangka Siek Budi Santoso. (ist)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Simpan-423-Gram-SS-Warga-Janti-Terancam-12-Tahun-Penjara.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Simpan-423-Gram-SS-Warga-Janti-Terancam-12-Tahun-Penjara.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Simpan-423-Gram-SS-Warga-Janti-Terancam-12-Tahun-Penjara.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Simpan-423-Gram-SS-Warga-Janti-Terancam-12-Tahun-Penjara.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Simpan-423-Gram-SS-Warga-Janti-Terancam-12-Tahun-Penjara.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-112156" class="wp-caption-text">Tersangka Siek Budi Santoso. (ist)</p></div>
<p>Informasi Memontum.com bahwa penangkapan ini bermula setelah petugas mendapat informasi kalau Budi seringkali melakukan transaksi narkoba. Dari informasi ini, petugas melakukan penyelidikan hingga mendatangi rumah Budi.</p>
<p>Petugas melakukan pengeledahan hingga mendapati narkoba di laci kamar. Dia mengaku kalau SS miliknya dibeli seharga Rp 4,2 juta dan Inex dibeli seharga Rp 2 juta dari seseorang berinisial D (buron).</p>
<p>Namun dia tidak tahu siapa sosok D dikarenakan transaksinya melalui telp dan pengirimanya sistem ranjau. Yakni diletakan di depan ruko di kawasan Jl Raya Sulfat. Sejak Januari hingga April 2020, dia sudah mendapatkan kiriman sebanyak 5 kali SS.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa pihaknya akan terus membrantas peredaran narkoba di Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Tersangka kami kenakan Pasal 112 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112155</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurir Narkoba Blimbing Dibekuk Jual 1 Ons SS Komisi Rp 5 juta</title>
		<link>https://memontum.com/kurir-narkoba-blimbing-dibekuk-jual-1-ons-ss-komisi-rp-5-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2020 11:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kurir Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[shabu-shabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111529</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Seorang kurir narkotika berinisial RD (27) warga Jl A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (9/4/2020) siang, dirilis secara online di Mapolresta Malang Kota. Pria yang pernah menjadi pedagang di Pasar Blimbing ini ditangkap beberapa hari lalu dengan Barang Bukti (BB) berupa Shabu-Shabu (SS) seberat 4,26 ons dan 20 butir ekstasi. Meakipun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Seorang kurir narkotika berinisial RD (27) warga Jl A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (9/4/2020) siang, dirilis secara online di Mapolresta Malang Kota. Pria yang pernah menjadi pedagang di Pasar Blimbing ini ditangkap beberapa hari lalu dengan Barang Bukti (BB) berupa Shabu-Shabu (SS) seberat 4,26 ons dan 20 butir ekstasi.</p>
<p>Meakipun kedapatan BB narkotika yang jumlahnya cukup besar namun RD bersikukuh bahwa dirinya hanyalah sebagai kurir. Adapaun untuk prnjualan 1 ons SS akan mendapat komisi Rp 5 juta sedangkan untuk penjualan Pil Ekstasi akan mendapatkan komisi Rp 2 juta per 150 butir.</p>
<div id="attachment_111532" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-111532" decoding="async" class="size-full wp-image-111532" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200409-WA0103-copy.jpg?resize=740%2C363&#038;ssl=1" alt="Tersangka RD saat dirilis secara online di Polresta Malang Kota. (Ist)" width="740" height="363" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200409-WA0103-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200409-WA0103-copy.jpg?resize=300%2C147&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200409-WA0103-copy.jpg?resize=600%2C294&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200409-WA0103-copy.jpg?resize=200%2C98&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-111532" class="wp-caption-text">Tersangka RD saat dirilis secara online di Polresta Malang Kota. (Ist)</p></div>
<p>Informasi Memontum.com bahwa petugas Reskoba Polresta Malang Kota mendapat informasi kalau RD telah menjadi pengedar narkotika SS dan ekstasi. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap RD di rumahnya.</p>
<p>Saat ditangkap, RD tidak bisa mengelak karena di dalam kamarnya ditemukan BB barang 5 bungkus plastic klip sedang berisi Narkotika jenis shabu dan 6 bungkus plastic klip kecil berisi Narkotika jenis shabu dengan total berat ± 4,26 Ons serta Ekstasi/ Inex sebanyak 20 butir seberat 11,24 gram.</p>
<p>Kepada petugas, RD mengaku bahwa barang tersebut adalah milik JN, kenalannya. Sistem pengirimannya memakai sistem ranjau di tempat sampah Jl. Raya Karanglo, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Shabu didapatkan pada hari Kamis (3/4/2020) pukul.19.00 sebanyak 5 ons. Sedangkan sedangkan pada pukul 23.00, dia mendapat kiriman 150 butir ekstasi. Namun dia mengatakan kalau hanya sebagai kurir yang diminta JN untuk mengantar ke pelanggan. Saat ini sudah 130 butir ekstasi berhasil dikirim ke pelanggan.</p>
<p>&#8220;Saya punya hutang hingga terpaksa jadi kurir. Untuk 1 ons SS saya akan mendapat komisi Rp 5 juta. Sedangkan ekstasi saya akan dapat komisi Rp 2 juta jika bisa mengantar 150 bitir ke pelanggan. Setiap pengiriman saya juga menggunakan sistem ranjau seperti yang sudah ditentukan JN,&#8221; ujar RD.</p>
<p>Tersangka juga telah mengaku mendapatkan shabu dan inex untuk diedarkan kembali sudah 6 kali ini dalam waktu bulan Januari &#8211; April 2020.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka ditangkap karena kasus narkotika.</p>
<p>&#8220;Tersangka kami kenakan Pasal 112 ayat (2) UU. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00. Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap para pelaku lainnya,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111529</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Brongkal Jual Sabu Masuk Bui Wonosari</title>
		<link>https://memontum.com/pemuda-brongkal-jual-sabu-masuk-bui-wonosari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 05:43:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[operasi pekat]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Wonosari]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109389</guid>

					<description><![CDATA[Operasi Pekat 2020 Polsek Wonosari &#8211; Polres Malang Memontum Malang &#8211; Tatok Wijaya (28) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Senin (23/3/2020) siang masih meringkuk di tahanan Polsek Wonosari (Polres Malang). Sabtu (21/3/2020) malam, ia disergap anggota Reskrim Polsek Wonosari saat menunggu pemesan poketan Sabu (SS) di seberang jalan Indomaret [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Operasi Pekat 2020 Polsek Wonosari &#8211; Polres Malang</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tatok Wijaya (28) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Senin (23/3/2020) siang masih meringkuk di tahanan Polsek Wonosari (Polres Malang).</p>
<p>Sabtu (21/3/2020) malam, ia disergap anggota Reskrim Polsek Wonosari saat menunggu pemesan poketan Sabu (SS) di seberang jalan Indomaret seputaran Pagelaran.</p>
<p>Saat ditangkap, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk poketan Sabu. &#8220;Barang buktinya 2 plastik transparan, total berat berisi 0,6 gram SS,&#8221; ungkap AKP Edi Purnama kepada Memontum.com, Senin siang.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan keberhasilan dan penindakan operasi pekat 2020,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut Edy, berawal pihaknya berhasil mendapat informasi dari masyarakat terkait bisnis jual beli narkoba tersangka. Ia kemudian memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan.</p>
<p>Meluncurlah Ipda Yoni Pribadi bersama sejumlah anggota guna penyelidikan. Di sekitaran Pagelaran, petugas mengamati pemuda yang dicurigai. Benar saja, tersangka Tatok telah tiba di lokasi sekitar Indomaret.</p>
<p>&#8220;Dia ngakunya baru pertama kali beli. Pertama kali juga ditangkap. Kami terus dalami dan kembangkan ke pelaku lain,&#8221; terang Ipda Yoni Pribadi kepada Memontum.com.</p>
<p>Menurut polisi yang hobi olahraga bulu tangkis ini, barang bukti selain 2 plastik transparan isi SS, pihaknya juga menyita barang bukti ponsel, uang Rp 200 ribu dan bungkus rokok.</p>
<p>Gara-gara membawa dan diduga menjual narkoba jenis SS, tersangka diduga melanggar jeratan pasal 112 juncto pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. <strong>(gie/sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jukir Jualan SS, Ngaku Kulakan dari Napi Lapas Madiun</title>
		<link>https://memontum.com/jukir-jualan-ss-ngaku-kulakan-dari-napi-lapas-madiun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 12:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<category><![CDATA[sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109054</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Seorang pengedar narkoba dan pelanggannya, Saiful Anwar (34) seorang juru parkir dan Farky Idya Putra (28) hingga Kamis (19/3/2020) siang masih kompak menjadi penghuni tahanan Mapolresta Malang Kota. Ngeri, tersangka jukir mengaku kulak Sabu dari seorang napi yang dipenjara di Lapas Madiun. Jukir mengaku warga Jl Panglima Sudirman Gang Manunggal, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pengedar narkoba dan pelanggannya, Saiful Anwar (34) seorang juru parkir dan Farky Idya Putra (28) hingga Kamis (19/3/2020) siang masih kompak menjadi penghuni tahanan Mapolresta Malang Kota. Ngeri, tersangka jukir mengaku kulak Sabu dari seorang napi yang dipenjara di Lapas Madiun.</p>
<p>Jukir mengaku warga Jl Panglima Sudirman Gang Manunggal, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang kos di Jl Simpang Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan warga Jl MT Haryono VI, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu disergap anggota Sat Reskoba Polresta Malang Kota beberapa saat lalu.</p>
<div id="attachment_109056" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-109056" decoding="async" class="size-full wp-image-109056" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0113-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="Tersangka Saiful dan Farky berkopiah, saat dirilis di Mapolresta Malang Kota. (gie)" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0113-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0113-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0113-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0113-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-109056" class="wp-caption-text">Tersangka Saiful dan Farky berkopiah, saat dirilis di Mapolresta Malang Kota. (gie)</p></div>
<p>Informasi Memontum.com bahwa petugas Reskoba Polresta Malang Kota mendapat informasi kalau ada jukir yang nyambi jualan narkoba. Petugas kemudian melakukan pelacakan hingga mengetahui keberadaan Saiful.</p>
<p>Akhir pekan lalu, petugas kemudian melakukan penggerebekan hingga akhirnya berhasil menangkap Saiful di kamar kosnya. Barang Bukti (BB) yang diamankan cukup banyak yakni Shabu-Shabu (SS) seberat 58,41 gram yang sudah dikemas dalam poketan-poketan besar dan kecil.</p>
<p>Setelah dilakukan pengembangan, salah satunya pesan-pesan WA di ponselnya ditemukan nama salah satu pelanggannya yakni Farky.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap Farky dengan BB SS seberat 0,3 gram. Saiful mengaku bahwa sebelumnya dia menjual 1 poket SS kepada Farky seharga Rp.125 juta.</p>
<p>Dengan menjual 1 poket SS itu maka Saiful mendapat keuntungan sebesar Rp 250 ribu.</p>
<p>Lebih mengejutkan lagi, bahwa Saiful mendapat pasokan SS dari YG yang mengaku sebagai napi di LP Madiun. Bahkan dia mengaku sudah 7 kali ini mendapat kiriman SS dari YG.</p>
<p>&#8220;Saya transaksinya melalui ponsel kemudian barang dikirim denga sistem ranjau di Jl Danau Matana, Sawojajar . Pembeliannya sistem bayar belakang. Jika barang sudah habis baru dilakukan pembayaran. Saya kenal dengan YG dikenalkan teman saya saat sama-sama masih berada di penjara,&#8221; ujar Saiful.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangka SA dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan 112 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009.</p>
<p>&#8220;Sedangkan FIP kami kenakan Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009. Kami masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109054</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kerja Sopir Lagi Sepi Order,  Nyambi Jual SS dan Ekstasi</title>
		<link>https://memontum.com/kerja-sopir-lagi-sepi-order-nyambi-jual-ss-dan-ekstasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 11:04:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 112]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109051</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pengedar narkotika, Fajar Aminuddin (33) sopir, warga Jl Jaksa Agung Suprapto Gang III, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang kos di Jl Bareng Kulon Gang VI, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (19/3/2020) pukul 14.00, dirilis di Mapolresta Malang Kota. Sebelumnya, dia ditangkap di rumah kosnya dengan Barang Bukti (BB) berupa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Pengedar narkotika, Fajar Aminuddin (33) sopir, warga Jl Jaksa Agung Suprapto Gang III, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang kos di Jl Bareng Kulon Gang VI, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (19/3/2020) pukul 14.00, dirilis di Mapolresta Malang Kota.</p>
<p>Sebelumnya, dia ditangkap di rumah kosnya dengan Barang Bukti (BB) berupa 22 poket Shabu-Shabu (SS) dengan total berat 4,81 gram dan Ekstasi/ Inex berat 0,14 gram.</p>
<p>Kepada petugas, dia mengaku mengedarkan SS karena ingin tambahan pendapatan sehari-hari.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa petugas Reskoba Polresta Malang mendapat informasi kalau Fajar telah mengedarkan narkoba.</p>
<p>Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap Fajar di tempat kosnya.</p>
<p>Kepada petugas, Fajar mengaku kalau dia mengedarkan SS untuk tambahan sehari-hari. SS dan Inex tersebut dibeli dari kenalannya bernama Imam. Untuk SS dibeli seharga Rp 5 juta dan Inex dibeli seharga Rp 200 ribu.</p>
<p>Namun dia mengaku tidak mengetahui dimana alamat Imam, dikarenakan setiap transaksi selalu menggunakan sistem ranjau di Jl Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Saya sudah 3 kali transaksi pembelian. Semuanya menggunakan sistem ranjau,&#8221; ujar Fajar.</p>
<p>Shabu miliknya kemudian dijadikan poketan-poketan kecil dan diedarkan kembal. Untuk 1 poketnya, dia mengambil keuntungan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Seperti halnya BB yang diamankan petugas, SS sudah berupa poketan kecil kecil siap diedarkan ke pelanggan.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka Fjr adalah pengedar narkotika jenis SS.</p>
<p>&#8220;Tersangka kami kenakan Pasal 112 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009. Kami masih melakukan pengembangan,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.<strong> (gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109051</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
