<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasal 135 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-135/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2020 03:06:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasal 135 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sempat Ditutup Polda Jatim, Pabrik Kue Bidara di Lumajang Diduga Beroperasi Kembali</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-ditutup-polda-jatim-pabrik-kue-bidara-di-lumajang-diduga-beroperasi-kembali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2020 03:06:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Bidara]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 135]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107929-sempat-ditutup-polda-jatim-pabrik-kue-bidara-di-lumajang-diduga-beroperasi-kembali</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pabrik kue Bidara di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang yang beberapa waktu lalu sempat di Tutup Polda Jatim diduga kembali beroperasi dikala proses hukum masih berjalan. Dari pantauan media ini kamis (5/3/2020) siang nampak seperti ada aktifitas didalam pabrik tersebut. Terlihat asap mengepul dari dalam pabrik dan terdengar suara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pabrik kue Bidara di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang yang beberapa waktu lalu sempat di Tutup Polda Jatim diduga kembali beroperasi dikala proses hukum masih berjalan. Dari pantauan media ini kamis (5/3/2020) siang nampak seperti ada aktifitas didalam pabrik tersebut.</p>
<p>Terlihat asap mengepul dari dalam pabrik dan terdengar suara mesin, police line yang sebelumnya dijadikan segel pintu gerbang pabrik juga sudah tak ada lagi. Namun wartawan media ini gagal menemui pihak pabrik dikarenakan gerbang pabrik tertutup.</p>
<p>Dari keterangan warga sekitar, pabrik tersebut beraktifitas sejak seminggu yang lalu. &#8220;Wonten, angsal seminggu, enggeh, damel jajan (Ada, sudah satu minggu, iya, bikin kue),&#8221; ujar warga yang enggan disebutkan namanya.</p>
<p>Sementara itu Kapolsek Tikung Iptu Gatot Budi Hartono ketika dikonfirmasi apakah Pabrik Kue Bidara tersebut sudah dibuka kembali, Ia mengatakan jika Pabrik tersebut masih tetap ditutup. &#8221; Tetap ditutup itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya Dirkrimum <a href="https://lumajang.memontum.com/1353-pabrik-jajan-bahan-telor-busuk-lumajang-terbongkar-lhoh-berdiri-sejak-2014" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Polda Jatim</a> pada selasa 7 januari lalu telah menyegel Pabrik Kue Bidara milik IS (43) warga Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung itu. Saat itu Direktur reserse kriminal umum Kombes Pitra Ratulangi mengutarakan, jika pemilik usaha ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lumajang.memontum.com/1345-bos-kue-lumajang-diciduk-buser-surabaya-istri-lapor-kades" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bos Kue Lumajang Pakai Telur ‘Busuk’, Polda Jatim Gerebek Pabrik</a></p>
<p>&#8220;Saat ini tersangkanya satu, &#8216;IS&#8217;. Dan ini tidak menutup kemungkinan akan menambah lagi tersangka lain,&#8221; ucapnya waktu itu.</p>
<p>Pabrik yang sudah beroperasi sejak 2014 tersebut sebelumnya ditutup pasca ditemukannya telur gagal tetas/invertil (busuk) yang diduga dipakai sebagai bahan campuran untuk membuat kue Bidara. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107929</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pabrik Jajan Bahan Telor Busuk Lumajang Terbongkar ! Lhoh, Berdiri Sejak 2014</title>
		<link>https://memontum.com/pabrik-jajan-bahan-telor-busuk-lumajang-terbongkar-lhoh-berdiri-sejak-2014</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 12:44:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 135]]></category>
		<category><![CDATA[pidana khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103579-pabrik-jajan-bahan-telor-busuk-lumajang-terbongkar-lhoh-berdiri-sejak-2014</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Polda Jawa Timur, berhasil mengungkap produksi camilan atau makanan ringan, berbahan telur busuk di Lumajang. Ironisnya, produksi ini telah berjalan sejak 2014 dan baru kali ini terbongkar. Pelaku usaha bernama Imam syafii (43) warga Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekong, Kabupaten Lumajang. Ia mengaku menjalani usahanya lebih dari 5 tahun atau 2014 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Polda Jawa Timur, berhasil mengungkap produksi camilan atau makanan ringan, berbahan telur busuk di Lumajang. Ironisnya, produksi ini telah berjalan sejak 2014 dan baru kali ini terbongkar.</p>
<p>Pelaku usaha bernama Imam syafii (43) warga Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekong, Kabupaten Lumajang. Ia mengaku menjalani usahanya lebih dari 5 tahun atau 2014 dan mengaku benar memakai telur busuk atau gagal tetes, biasa disebut telur invertil.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103582" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0092-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0092-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0092-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0092-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0092-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Di lokasi, Kombes Pitra Ratulangi, Direktur reserse kriminal umum Polda Jatim mengatakan cara tersangka Imam syafii (tersangka) memproduksi makanan ringan.</p>
<p>Yakni tiap kali produksi berbahan 15 kg tepung tapioka, 3000 telur infertil, 40 saset garam, 70 kg bumbu balado dan 180 kg minyak. Bahan tersebut menghasilkan 150 bal dengan keuntungan mencapai Rp 4,5 juta.</p>
<p>&#8220;Seminggu bisa produksi empat kali kalau selama empat tahun tinggal kalikan sendiri, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Kombes Pitra juga menyampaikan bahwasanya dalam proses produksi kue tersebut Imam Syafii menggunakan telur busuk yang diperoleh dengan cara memesan pada seseorang bernama Selli. Ia adalah pengepul telur infertil asal Probolinggo dengan per butir telur seharga Rp 300. Harga normalnya Rp 1000.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103581" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0094-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0094-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0094-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0094-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0094-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dia juga mengungkapkan kalau tersangka hanya memiliki badan usaha yang bernama Rejeki, memiliki IMB dan ijin gangguan (HO). Namun tidak mendaftarkan merk produknya di pemerintah setempat. Padahal kelas usahanya sudah bukan home industri lagi.</p>
<p>Kombes Pitra juga mengungkapkan bahwasanya dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan diamankan beberapa barang bukti, diantaranya 1unit mobil box warna hitam, berisikan telur Invertil, (gagal netas) sebanyak 5000 butir, 1000 invertil yang telah siap olah dan sebuah tas coklat serta ponsel.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103580" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0093-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0093-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0093-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0093-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0093-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Dari hasil perbuatannya pelaku dikenakan pasal 135 KUHP dan undang undang nomor 18 tahub 2012 tentang pangan<br />
tentang tindak pidana khusus. memproduksi, menyimpan, mengangkut, dan mengedarkan bahan pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi kesehatan&#8221;, urai Kombes Pitra.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lumajang.memontum.com/1345-bos-kue-lumajang-diciduk-buser-surabaya-istri-lapor-kades" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bos Kue Lumajang Pakai Telur ‘Busuk’, Polda Jatim Gerebek Pabrik</a></p>
<p>Sementara itu kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo IGN mengatakan bahwa makanan yang berbahan dari telur yang tidak layak konsumsi, biasanya tercemar bakteri ecoli. Bakteri ini salah satu penyebab diare.</p>
<p>&#8220;Karena bakteri e coli ini biasanya hidup di usus bagian bawah, tapi kalau masuk di bagian atasnya bisa menyebabkan diare, &#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau kebersihan kurang dan mengemasnya kurang higienis bisa bisa makanan yang sudah dikemas itu jadi tercemar, selain itu ada jenis bakteri tertentu sekalipun dengan pemanasan kadang kadang tidak mati, &#8221; lanjutnya.</p>
<p>Bayu juga mengatakan kalau bakteri e coli itu termasuk akut, sehingga hanya butuh waktu 2 &#8211; 3 hari orang bisa diare.</p>
<p>&#8220;Dan pada intinya kalau telur busuk itu sudah tercemar bakteri dan itu merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia juga mengungkapkan kalau hal itu dan itu sangat merugikan kesehatan apalagi pada anak anak, karena daya tahan tubuh anak tidak sama dengan orang dewasa.</p>
<p>&#8220;Dan perlu diketahui bahwa penyebab kematian anak di Indonesia pada kasus diare cukup tinggi. Disamping gangguan pernapasan&#8221;, pungkasnya. <strong>(bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arjo, Peluang Bisnis di Trenggalek, Tapi Dilarang Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/arjo-peluang-bisnis-di-trenggalek-tapi-dilarang-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 13:23:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 135]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=39298</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap 4 pelaku peredaran miras tanpa izin atau ilegal di 4 Tempat Kejadian Perkara yang berbeda di Kota Keripik Tempe. Penangkapan ini berawal saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran minuman keras jenis arak jowo (Arjo). Pelaku yakni N, K, MYN, dan PHW yang kesemuanya merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8212; Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap 4 pelaku peredaran miras tanpa izin atau ilegal di 4 Tempat Kejadian Perkara yang berbeda di Kota Keripik Tempe. Penangkapan ini berawal saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran minuman keras jenis arak jowo (Arjo).</p>
<p>Pelaku yakni N, K, MYN, dan PHW yang kesemuanya merupakan warga Trenggalek berhasil di amankan petugas saat akan memasarkan minuman keras jenis arjo ini.  </p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan adanya penangkapan keempat pelaku peredaran miras di Trenggalek. “Polisi berhasil menangkap 4 pelaku dari 4 TKP yang berbeda membawa sejumlah minuman keras siap edar, “ terangnya, Rabu (25/4/2018).</p>
<div id="attachment_39301" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/39298-arjo-peluang-bisnis-di-trenggalek-tapi-dilarang-polisi/img-20180425-wa0184-copy" rel="attachment wp-att-39301"><img aria-describedby="caption-attachment-39301" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180425-WA0184-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Polisi amankan puluhan botol miras jenis arak jowo" width="650" height="366" class="size-full wp-image-39301" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180425-WA0184-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180425-WA0184-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180425-WA0184-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180425-WA0184-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-39301" class="wp-caption-text"><em><strong>Polisi amankan puluhan botol miras jenis arak jowo</strong></em></p></div>
<p>Selain melakukan penangkapan terhadap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti miras jenis arak jowo. Saat dilakukan penggledahan, beberapa pelaku sempat menyembunyikan barang bukti miras ini kedalam semak &#8211; semak. Akan tetapi hal tersebut masih diketahui oleh petugas. </p>
<p>Beberapa barang bukti yang didapatkan diantaranya puluhan botol arak jowo dalam kemasan botol 600 ml dan 1500 ml. </p>
<p>“Rencananya minuman keras jenis arak jodo ini akan di jual kepada pemesannya di wilayah Kabupaten Trenggalek saja. Berdasarkan pengakuan pelaku, minuman keras tersebut di didapat dari Solo Jawa Tengah, “ imbuh Didit. </p>
<p>Saat ini keempat pelaku masih menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya ini pelaku akan dikenakan pasal 135 sub pasal 142 Undang-undang RI no 14 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman penjara 2 tahun.</p>
<p>Menurut keterangan pelaku, ia menjual minuman keras jenis arjo tersebut seharga Rp 25-30 ribu rupiah per botol ukuran 60ml dan Rp 50 ribu rupiah untuk botol ukuran 1500ml. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39298</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
