<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasal 335 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-335/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2020 09:36:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasal 335 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Debt Colector Asal Jember Diamankan Polisi Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/debt-colector-asal-jember-diamankan-polisi-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 09:36:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[debt colector]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 335]]></category>
		<category><![CDATA[perampasan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Peringatan bagi debt colector yang semena-mena menarik nasabah tanpa mengindahkan aturan jika tidak ingin berurusan dengan aparat penegak hukum. Seperti yang dilakukan AD (39) warga Kabupaten Jember, Jawa Timur harus mendekam di rumah tahanan (Rutan) Mapolresta Banyuwangi gara-gara menarik secara paksa mobil Toyota Inova karena menunggak angsuran. Diduga pelaku bersama kawan-kawannya agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Peringatan bagi debt colector yang semena-mena menarik nasabah tanpa mengindahkan aturan jika tidak ingin berurusan dengan aparat penegak hukum.</p>
<p>Seperti yang dilakukan AD (39) warga Kabupaten Jember, Jawa Timur harus mendekam di rumah tahanan (Rutan) Mapolresta Banyuwangi gara-gara menarik secara paksa mobil Toyota Inova karena menunggak angsuran.</p>
<p>Diduga pelaku bersama kawan-kawannya agar bisa menarik mobil kepada nasabah yang menunggak angsuran dengan cara yang tidak ilegal. Mereka dengan cara kekerasan agar nasabah mau menyerahkan mobilnya.</p>
<p>Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, korban warga Banyuwangi yang saat itu sedang berhenti di pertigaan lampu merah utara Mall KDS Genteng. Tiba-tiba didatangi oleh pelaku dan beberapa temannya menggedor-gedor kaca cendela mobil yang dinaiki korban.</p>
<p>&#8220;Pelaku bersama teman-temanya menyampaikan kepada nasabah akan menarik mobilnya karena masih menunggak angsuran. Namun korban menolak,&#8221; ujar Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Senin (29/6/2020) siang.</p>
<p>Namun kata Kapolresta Banyuwangi karena korban menolak menyerahkan mobilnya, kemudian korban meninggalkan pelaku. Tapi pelaku dan kawan-kawannya mengejar korban.</p>
<p>&#8220;Korban menolak menyerahkan mobilnya, dan melanjutkan perjalanannya. Tapi pelaku mengejar korban. Hingga terjadi aksi kejar-kejaran di sepanjang jalan raya menuju arah Desa Gambiran (RS Al Huda),&#8221; terangnya.</p>
<p>Untuk menghentikan laju mobil yang dikendarai korban, pelaku membenturkan Honda Brio yang dikendarainya ke mobil Korban.</p>
<p>&#8220;Tindakan yang dilakukan oleh pelaku ini, korban merasa keamanannya terancam, dan melaporkan kasus ini ke Polisi,&#8221; paparnya.</p>
<p>Atas laporan tersebut lanjut Kombes Arman pihaknya langsung bergerak cepat dan mengejar pelaku.</p>
<p>&#8220;Pelaku sempat melarikan diri. Pada tanggal 22 Juni 2020 pelaku berhasil diamankan di Kabupaten Jember,&#8221; terangnya.</p>
<p>Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 335 KUHP atau pasal 365 KUHP Jo 53 KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.</p>
<p>&#8220;Selain mengamankan pelaku. Juga mengamankan barang bukti kendaraan berupa Toyota Inova milik korban. Sedangkan mobil Honda Brio milik pelaku masih dalam proses pencarian,&#8221; tutupnya. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sudah Cerai, Eh Kok Todongkan Pisau</title>
		<link>https://memontum.com/sudah-cerai-eh-kok-todongkan-pisau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2019 04:30:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 335]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sumbersari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87516-sudah-cerai-eh-kok-todongkan-pisau</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Setelah bercerai sekian lama, Ade Irmawan Nidiyani (29) warga Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, melaporkan mantan suaminya Irwan Sucahyono (26) karena mengancam dirinya dengan sebilah pisau. Korban yang sudah menikah lagi dengan Feri tersebut, merasa sering teraniaya. Pelakunya tidak lain mantan suaminya. Namun ke sekian kalinya, tersangka selalu mencoba ingin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Setelah bercerai sekian lama, Ade Irmawan Nidiyani (29) warga Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, melaporkan mantan suaminya Irwan Sucahyono (26) karena mengancam dirinya dengan sebilah pisau.</p>
<p>Korban yang sudah menikah lagi dengan Feri tersebut, merasa sering teraniaya. Pelakunya tidak lain mantan suaminya. Namun ke sekian kalinya, tersangka selalu mencoba ingin menemui suami sahnya yang sekarang, namun korban menghalangi.</p>
<p>Karena tidak diijinkan menemui suami sahnya, tersangka yang merupakan warga Lingkungan Lamparan, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, itu mengancam dengan perkataan kasar &#8216;pokok kalau tidak bisa menemui suami korban, hidupnya tidak akan tenang.</p>
<p>&#8220;Tersangka yang sudah lama bercerai dengan isterinya sebelumnya pernah melakukan ulah terhadap korban. Sering membawa sajam, kali ini mengulangi lagi dengan menyiapkan sajam yang diselipkan / dimasukkan di celananya,&#8221; kata Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustafa Kamil, Minggu (7/7/2019) siang.</p>
<p>Tujuan tersangka yang merupakan residivis kasus pencurian itu untuk bertemu suami sah korban dan akan mengancam dengan kekerasan. Tetapi korban tidak mempertemukannya.</p>
<p>Kemudian tersangka mengeluarkan sajam dari sakunya dengan mengancam pada korban dengan kata-kata tidak akan hidup tenang.</p>
<p>&#8220;Dari ancaman itu, ada warga mengetahui dan ada warga yang melaporkan dengan menelpon kepada petugas yang piket dan dilanjutkan ke unit reskrim Polsek Sumbersari,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kemudian, reskrim yang berjuluk Tim Srigala itu dapat mengamankan atau menangkap tersangka. Jadi barang bukti berupa senjata tajam yang berbentuk pisau dengan pegangan warna merah terbuat dari plastik.</p>
<p>&#8220;Tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 Jo Pasal 335 ayat (1) KUHP, tentang Kejahatan terhadap Kemerdekaan Seseorang (Perbuatan dengan ancaman kekerasan),&#8221; tegas Faruk. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ery Cahyadi Maafkan Penembak Mobilnya</title>
		<link>https://memontum.com/ery-cahyadi-maafkan-penembak-mobilnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 12:25:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 335]]></category>
		<category><![CDATA[penembakan]]></category>
		<category><![CDATA[PN Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=42038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8212; Sidang perdana kasus penembakan mobil Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi Pemerintah Kota Surabaya, dengan terdakwa Royce Muljanto (39) yang tak lain adalah anak dari pemilik &#8221; Liek Motor &#8221; mulai digelar (3/5/2018) Pada sidang kali ini, dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Anne [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8212; Sidang perdana kasus penembakan mobil Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi Pemerintah Kota Surabaya, dengan terdakwa Royce Muljanto (39) yang tak lain adalah anak dari pemilik &#8221; Liek Motor &#8221; mulai digelar (3/5/2018)</p>
<p>Pada sidang kali ini, dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana SH M.Hum dengan Jaksa Penuntut Umum Ali Prakosa SH dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Bertempat di ruang sidang Garuda 1 dengan agenda pembacaan dakwaan yang diteruskan dengan pemeriksaan saksi.</p>
<p>Dalam surat dakwaan yang di bacakan Ali Prakosa di depan majelis hakim, terdakwa dijerat sedikitnya dengan tiga pasal yaitu pasal 335 ayat (1) ke -1 KUHP, pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, serta pasal 406 KUHP.</p>
<p>Saksi yang dihadirkan oleh JPU berjumlah 5 orang, 1 orang saksi dibacakan keterangannya oleh Ali Prakoso karena tidak dapat hadir. Adapun saksi-saksi tersebut yakni Ery Cahyadi saksi korban, Mahfud dan M. Sudaryanto saksi satpam perumahan, Fadly Badjebeer dan Arik Triono. Sedangkan dari pihak kepolisian yaitu J Agung Sulistya sebagai saksi penangkapan.</p>
<p>Jaksa pun membacakan keterangan dari saksi ahli yang tidak dapat hadir pada sidang perdana kali ini yaitu Langgeng Bayu Laksono dari Polda Jatim dan Erik Hermawan Prasetyo dari Perbakin. Dari keterangan para saksi ahli tersebut Royce mengakui bahwa dirinya telah melanggar. Dari tidak adanya surat ijin kepemilikan senjata yang sudah ditetapkan oleh Undang-Undang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Acungkan Air Soft Gun, Anggota Perbakin Jombang Diciduk Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/acungkan-air-soft-gun-anggota-perbakin-jombang-diciduk-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2018 18:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 335]]></category>
		<category><![CDATA[pengancaman]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kota jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8212; Santoso (47) anggota Perbakin Jombang, Diamankan petugas reskrim polsek kota lantaran melakukan ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata api jenis air soft gun kepada pegawai rumah sakit Muhamadiyah di Jl.Dr. Sutomo Kel. Jombatan Kec/Kab. Jombang, Selasa(1/5/2018). Kepala polisi sektor Kota AKP Suparno menjelaskan, mulanya tersangka santoso menanyakan jumlah biaya perawatan rawat inap istrinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8212; Santoso (47) anggota Perbakin Jombang, Diamankan petugas reskrim polsek kota lantaran melakukan ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata api jenis air soft gun  kepada pegawai rumah sakit Muhamadiyah di Jl.Dr. Sutomo Kel. Jombatan Kec/Kab. Jombang, Selasa(1/5/2018). Kepala polisi sektor Kota AKP Suparno menjelaskan, mulanya tersangka santoso menanyakan jumlah biaya perawatan rawat inap istrinya selama diopname di Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang. </p>
<p>Kemudian korban menjelaskan prosedur serta menunjukkan perincian biayanya sekitar Rp 4.695.000 (empat juta enam ratus sembilan puluh lima ribu rupiah ).</p>
<p><a href="https://memontum.com/40624-acungkan-air-soft-gun-anggota-perbakin-jombang-diciduk-polisi/img-20180501-wa0260-copy" rel="attachment wp-att-40627"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-40627" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Namun, pelaku jusrtru marah-marah, tidak terima dengan adanya prosedur dan penjelasan korban. Kemudian<br />
menarik tangan korban dan juga berteriak teriak didalam Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang.</p>
<p>&#8220;Pelaku tidak terima dengan penjelasan korban kemudian mencabut senjata api pistol jenis air soft gun warna hitam yang sudah disimpan dari balik baju celananya dan ditodongkan ke arah kepala korban,&#8221; ujar AKP Suparno.</p>
<p><a href="https://memontum.com/40624-acungkan-air-soft-gun-anggota-perbakin-jombang-diciduk-polisi/img-20180501-wa0259-copy" rel="attachment wp-att-40628"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-40628" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Lebih lanjut, ujar Suparno, setelah dilakukan penangkapan , dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan  satu buah pistol jenis air Soft Gun berwarna hitam N-70 Makarov jenis MP-654K Caliber 4,5 mm yang berisi peluru sebanyak 12 butir berbentuk gotri.</p>
<p>&#8220;Akibat kejadian tersebut korban atau pegawai lainnya merasa ketakutan dan shock, selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan petugas di Polsek Jombang guna proses lebih lanjut. Sementara pelaku kita Tindak Pidana melakukan ancaman dan kekerasan, sebagaimana dimaksud pasal 335 ( 1 ) ke 1e KUHP,&#8221; pungkas AKP Suparno. <strong>(ham/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40624</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
