<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasal 365 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-365/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2021 14:07:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasal 365 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Begal Dampit Cemburu Buta</title>
		<link>https://memontum.com/begal-dampit-cemburu-buta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 12:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek dampit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119769-begal-dampit-cemburu-buta</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Istri dibonceng pria lain membuat hati Tatok terbakar api cemburu. Ia pun melampiaskan kegeramannya dengan memberi pelajaran pada sang pria. Tatok nekat menjadi begal di siang bolong. Siang jadi begal disertai penganiayaan terhadap korban, 4 jam kemudian, Tatok dan seorang temannya disergap anggota Reskrim Polsek Dampit. Tatok Yulianto, 41 dan M Solehudin, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Istri dibonceng pria lain membuat hati Tatok terbakar api cemburu. Ia pun melampiaskan kegeramannya dengan memberi pelajaran pada sang pria. Tatok nekat menjadi begal di siang bolong.</p>
<p>Siang jadi begal disertai penganiayaan terhadap korban, 4 jam kemudian, Tatok dan seorang temannya disergap anggota Reskrim Polsek Dampit.</p>
<p>Tatok Yulianto, 41 dan M Solehudin, 45 warga Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan kini mendekam di terungku Polsek Dampit.</p>
<p>&#8220;Kami tangkap 2 pelaku kasus 365, perampasan sepeda motor. Tersangka bukan warga Dampit,&#8221; ungkap Kapolsek Dampit, AKP Novian, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH, dalam konfirmasi ponsel, Selasa (21/7/2020) sore.</p>
<p>Asal muasal pembegalan, lalu diuraikan detail Plt Kanit Reskrim Polsek Dampit, Ipda Choirul Mustofa SH. Duet tersangka beraksi, Kamis (16/7/2020) siang di Jalan Gunungkelop Lingkungan Sumberkembar Kel/Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kamis kejadian, pukul 11.00, korban Novan Hari Jumadi (29) membonceng seorang wanita. Wanita itu tidak lain adalah istri tersangka Tatok. Korban, warga Dusun/Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, naik motor melintasi jalan Babussalam Sumberkembar Dampit.</p>
<p>Terkejutlah korban saat mendadak dipepet pengendara Honda Beat berboncengan. Laju motor terhenti sekitar rumah warga setempat. Satu pelaku turun dan langsung memukuli wajah korban.</p>
<p>Puas melampiaskan kekesalannya, tersangka merampas sepeda motor Suzuki FU N 4061 GZ dan meninggalkan korban. Sepeda motor korban dibawa menuju Sumbermanjing Wetan.</p>
<p>&#8220;Perbuatannya baru sekali dilakukan. Bukan residivis atau pernah kena kasus menurut pengakuan tersangka. Pelaku berbuat dipicu karena istri dibonceng korban sehingga berbuah dendam,&#8221; urai Ipda Choirul Mustofa SH.</p>
<p>Usai beraksi, perbuatan tersangka dilaporkan ke Polsek Dampit sehingga jajaran anggota segera mengumpulkan keterangan saksi kejadian. Terungkaplah motif dan identitas pelaku berbuah keberhasilan penangkapan terhadap kedua tersangka.</p>
<p>Sekitar pukul 16.30, kedua tersangka dan barang bukti diangkut langsung menuju Mapolsek Dampit. Nasi telah menjadi bubur, aksi kesal akibat api cemburu membuat tersangka Tatok menyesali perbuatannya di jeruji besi polisi.</p>
<p>Tatok dan Solehudin dikenai dugaan pelanggaran pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara sehingga pihak kepolisian berwenang memenjarakan keduanya. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119769</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begal Motor Kepruk Helm di Sukodono Ternyata Kakak Adik</title>
		<link>https://memontum.com/begal-motor-kepruk-helm-di-sukodono-ternyata-kakak-adik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2020 13:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[Curas]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114870-begal-motor-kepruk-helm-di-sukodono-ternyata-kakak-adik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tidak butuh waktu lama petugas Unit Resmob Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo berhasil membekuk dua tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) bermodus kepruk helm di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Kedua tersangka kakak beradik itu, ditangkap di rumah dan di Warung Kopi (Warkop). Kedua tersangka itu adalah Nurul Y Andri alias Ambon Besar (30) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Tidak butuh waktu lama petugas Unit Resmob Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo berhasil membekuk dua tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) bermodus kepruk helm di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Kedua tersangka kakak beradik itu, ditangkap di rumah dan di Warung Kopi (Warkop).</p>
<p>Kedua tersangka itu adalah Nurul Y Andri alias Ambon Besar (30) dan Nuriyan Y Andre alias Ambon Kecil (25). Kedua kakak beradik ini warga Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Andri ditangkap di rumahnya dan Andre ditangkap saat berada di warung di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo tanpa perlawanan.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan petugas langsung menangkap kedua tersangka seusai mendapatkan laporan korban Budi Santoso (42) warga Petemon Kuburan, Kelurahan/Kecamatan Sawahan, Surabaya.</p>
<p>&#8220;Kedua tersangka warga Desa Plumbungan atau warga sekitar TKP. Keduanya masih ada hubungan darah yakni kakak adik. Di kampung keduanya dipanggil Ambon Besar dan Ambon Kecil,&#8221; katanya, Senin (18/5/20).</p>
<p>Saat diperiksa, lanjut Ambuka di hadapan penyidik Ambon Bersaudara ini mengakui semua perbuatannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan keduanya memiliki peran berbeda-beda. Peran Andri menganiaya korban menggunakan helm dan membawa kabur motor korban.</p>
<p>&#8220;Sedangkan peran Andre menganiaya dan menendang korban hingga jatuh tersungkur,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain mengamankan kedua tersangka, kata Ambuka petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sepeda motor Honda Beat bernopol L 3539 IR beserta STNK dan pecahan helm yang digunakan untuk memukul korban.</p>
<p>&#8220;Kedua tersangka dijerat pasal berlapis yakni 365 KUHP tentang Curas dan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, kedua tersangka berdalih jika tidak berniat membawa kabur motor korban. Para tersangka mengaku hanya meminjam motor korban untuk mengantarkan ibu. Seusai meminjam motor itu tidak dikembalikan, tapi ditaruh di rumah tersangka.</p>
<p>&#8220;Apa pun alasan tersangka, keduanya telah melakukan tindak pidana curas dan pengeroyokan. Kedua tersangka ditangkap karena melanggar hukum yakni merampas barang seseorang dan melakukan penganiayaan,&#8221; pungkasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114870</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begal Singosari Bermotif Sakit Hati?</title>
		<link>https://memontum.com/begal-singosari-bermotif-sakit-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2020 09:52:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113944-begal-singosari-bermotif-sakit-hati</guid>

					<description><![CDATA[Korban &#8220;Jebule&#8221; Wanita Idaman Lain Memontum Malang &#8211; Masih ingat rampok jalanan Sabtu pagi mbegal, Minggu malam ditangkap silup? Penyidikan dan pemeriksaan lanjutan menguak informasi baru bahwa tersangka dan korban saling kenal mengenal. Tersangka Ahmad Faiz Satu Romsi (37) Sumberwuni Desa Kalirejo Lawang ini mengenal Evy Setyorini (34) warga Gedangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Korban &#8220;Jebule&#8221; Wanita Idaman Lain</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Masih ingat rampok jalanan Sabtu pagi mbegal, Minggu malam ditangkap silup? Penyidikan dan pemeriksaan lanjutan menguak informasi baru bahwa tersangka dan korban saling kenal mengenal.</p>
<p>Tersangka Ahmad Faiz Satu Romsi (37) Sumberwuni Desa Kalirejo Lawang ini mengenal Evy Setyorini (34) warga Gedangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Bahkan keduanya pernah &#8220;memadu kasih&#8221;.</p>
<div id="attachment_113945" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113945" decoding="async" class="size-full wp-image-113945" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Singosari-Bermotif-Sakit-Hati.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Tersangka Ahmad Faiz di Mapolsek Singosari. (sos)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Singosari-Bermotif-Sakit-Hati.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Singosari-Bermotif-Sakit-Hati.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Singosari-Bermotif-Sakit-Hati.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Singosari-Bermotif-Sakit-Hati.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Singosari-Bermotif-Sakit-Hati.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113945" class="wp-caption-text">Tersangka Ahmad Faiz di Mapolsek Singosari. (sos)</p></div>
<p>Sejak pertengkaran dengan korban, ia kesulitan &#8220;mencari dana uang tambahan&#8221;. Lho kok??? Ya, tersangka seolah &#8220;mengeruk&#8221; uang dari korban. Pasalnya, saat berpacaran di luar sepengetahuan keluarga, tersangka meminta korban memenuhi kebutuhan pembayaran kreditan motor.</p>
<p>Keterangan ini diungkapkan Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono SH saat ditemui Memontum.com di Mapolsek Singosari. &#8220;Ada pembelian sepeda motor dan korban dimintai bayar juga. Sudah belasan kali cicilan,&#8221; ungkap Supriyono SH.</p>
<p>Tersangka Ahmad Faiz sebenarnya memiliki istri sah dan anak. &#8220;Motor itu mau saya gadaikan. Uangnya buat keperluan, anak saya, pacar 3 tahunan. Butuh uang makan. Bayar SPP,&#8221; sebut Faiz di hadapan penyidik Polsek Singosari.</p>
<p>Aksi perampasan sepeda motor atau mbegal dilakukan tersangka Sabtu (2/5/2020) pagi. Korban pagi naik Honda Beat N-5840-HF hendak bekerja ke salah satu pabrik di Randuagung Singosari.</p>
<p><strong>BACA : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3183-sabtu-pagi-mbegal-minggu-malam-disergap-isilop-singosari" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Sabtu Pagi Mbegal, Minggu Malam Disergap Silup Singosari</a></li>
<li><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3188-begal-anyaran-singosari-jebule-terlilit-hutang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Begal Anyaran Singosari, “Jebule” Terlilit Hutang</a></li>
</ul>
<p>Seolah punya niat buruk dan aksi rampok, tersangka menyiapkan pisaunya. &#8220;Saya tunggu di situ, dari jauh, saya ke depane, motor saya saut, saya pegang setirnya. Mau ngomong baik-baik. Tas ada isi Hp sama botol, tasnya memang putus, &#8221; aku tersangka.</p>
<p>Tersangka mengakulah sakit hati. Sebab ia diminta bersungguh-sungguh berhubungan serius dengan korban dan bercerai dengan istri resminya. &#8220;Saya diminta bersungguh-sungguh agar saya ngurus cerai. Pertengkaran itu karena dia (korban&#8211;red) gak mau disebut perebut laki orang,&#8221; aku tersangka.<strong> (sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Begal Anyaran Singosari, &#8220;Jebule&#8221; Terlilit Hutang</title>
		<link>https://memontum.com/begal-anyaran-singosari-jebule-terlilit-hutang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2020 14:49:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[Curas]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113589-begal-anyaran-singosari-jebule-terlilit-hutang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kerja serabutan dan terlilit hutang membuat tersangka Ahmad Faiz Satu Romsi (37) kehilangan akal sehat. Ia nekat menjadi rampok jalanan atau begal &#8220;anyaran&#8221; dengan modal pisau dapur. &#8220;Sulit cari uang, dia kerja serabutan, tukang, ya kuli, dan banyak yang nagih hutang. Terlilit hutang juga rupanya,&#8221; sebut Ipti Supriyono SH, Kanitreskrim Polsek Singosari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kerja serabutan dan terlilit hutang membuat tersangka Ahmad Faiz Satu Romsi (37) kehilangan akal sehat. Ia nekat menjadi rampok jalanan atau begal &#8220;anyaran&#8221; dengan modal pisau dapur.</p>
<p>&#8220;Sulit cari uang, dia kerja serabutan, tukang, ya kuli, dan banyak yang nagih hutang. Terlilit hutang juga rupanya,&#8221; sebut Ipti Supriyono SH, Kanitreskrim Polsek Singosari kepada Memontum.com.</p>
<div id="attachment_113590" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113590" decoding="async" class="size-full wp-image-113590" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Anyaran-Singosari-Jebule-Terlilit-Hutang.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Tersangka Ahmad Faiz. (Humas Polres Malang)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Anyaran-Singosari-Jebule-Terlilit-Hutang.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Anyaran-Singosari-Jebule-Terlilit-Hutang.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Anyaran-Singosari-Jebule-Terlilit-Hutang.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Anyaran-Singosari-Jebule-Terlilit-Hutang.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Begal-Anyaran-Singosari-Jebule-Terlilit-Hutang.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113590" class="wp-caption-text">Tersangka Ahmad Faiz. (Humas Polres Malang)</p></div>
<p>Pelaku warga Sumberwuni Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, ini ketiban apes untuk aksi pertama kali menjadi pelaku begal. Sepeda motor yang dirampasnya gagal terjual. Ia pun masuk bui Polsek Singosari.</p>
<p>Apa yang dialami tersangka seolah kualat dengan korbannya dan korban lainnya. Sebab, tersangka diduga pula sebagai pelaku penipuan. Namun, urusan dengan pihak kepolisian, baru sekali dialaminya lantaran kasus perampasan motor.</p>
<p>Sabtu (2/5/2020) pagi aksi, pelaku sempat memutuskan tas bahu korban Evy Setyorini (34). Korban asal warga Gedangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu memang sempat tarik menarik tas miliknya.</p>
<p>Akibat penarikan tas, salah satu jari korban luka lecet. Waktu kejadian, meski ramai banyak orang korban sempat memilih diam sejenak karena ketakutan. Usai dikejar dan dirampas tas miliknya, barulah korban berteriak kencang.</p>
 Korban tunjukkan luka lecet. (Humas Polres Malang)
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/3183-sabtu-pagi-mbegal-minggu-malam-disergap-isilop-singosari" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Sabtu Pagi Mbegal, Minggu Malam Disergap Isilop Singosari</a></p>
<p>Apesnya pelaku kejahatan seolah menjadi fenomena baru di Malang Raya, terutama Singosari. Belum semingguan ini, Polsek Singosari juga meringkus 2 tersangka penipuan, mengamankan tersangka percobaan pencurian yang berstatus napi asimilasi.</p>
<p>Apesnya pelaku juga terjadi di Kota Malang, Kota Batu, Kecamatan Turen, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Blimbing, Kedungkandang, Sukun dan nyaris wilayah hukum Polsek di Kota Malang. Berulangkali, ulah pelaku kejahatan juga gagal lantaran semakin sadarnya masyarakat melaksanakan siskamling di kampung masing-masing. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113589</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sabtu Pagi Mbegal, Minggu Malam Disergap Silup Singosari</title>
		<link>https://memontum.com/sabtu-pagi-mbegal-minggu-malam-disergap-isilop-singosari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2020 14:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[Curas]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Singosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113587-sabtu-pagi-mbegal-minggu-malam-disergap-isilop-singosari</guid>

					<description><![CDATA[Belum 24 Jam, Pelaku &#8216;Ndoprok&#8217; Sel Memontum Malang &#8211; Musim apes bagi pelaku kejahatan sebulanan ini, apalagi masuk Singosari. Giliran, pelaku begal alias perampasan atau bisa disebut rampok jalanan, ketiban apes saat beraksi di wilayah Hukum Polsek Singosari (Polres Malang). Sabtu (2/5/2020) pagi, beraksi merampas sepeda motor, Minggu (3/5/2020) malam, tersangka Ahmad Faiz Satu Romsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Belum 24 Jam, Pelaku &#8216;Ndoprok&#8217; Sel</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Musim apes bagi pelaku kejahatan sebulanan ini, apalagi masuk Singosari. Giliran, pelaku begal alias perampasan atau bisa disebut rampok jalanan, ketiban apes saat beraksi di wilayah Hukum Polsek Singosari (Polres Malang).</p>
<p>Sabtu (2/5/2020) pagi, beraksi merampas sepeda motor, Minggu (3/5/2020) malam, tersangka Ahmad Faiz Satu Romsi (37) disergap anggota Polsek Singosari.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="400"><source src="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/05/dc6a75f0433e41fca63cc8d3c98490b9.mp4" type="video/mp4" /></video></p>
<p>Pria warga Sumberwuni Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang diringkus petugas, Minggu (3/5/2020) pukul 01.45 saat berada di Jalan Raya Dengkol depan Indomaret, Dengkol Singosari</p>
<p>Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH, melalui Kapolsek Singosari, AKP Farid Fatoni membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap tersangka begal atau rampok.</p>
<p>&#8220;Kami terima laporan, kami lidik dan tangkap. Kami sita barang bukti sepeda motor yang dirampas pelaku,&#8221; ungkap Kapolsek Singosari, AKP Farid Fatoni kepada Memontum.com, Minggu (3/5/2020) pagi.</p>
<p>Dijelaskan detail Iptu Supriyono SH, Kanitreskrim Polsek Singosari, aksi tersangka sendirian terjadi saat korban Evy Setyorini (34) warga Gedangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, bermaksud melewati Singosari, berangkat bekerja.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="400"><source src="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/05/VID-20200503-WA0079.mp4" type="video/mp4" /></video></p>
<p>Sabtu (3/5/2020) pukul 05.30, korban naik Honda Beat N-5840-HF melewati Pertigaan Jalan Perusahaan depan Pabrik KSI Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Meski jalanan ramai orang, mendadak muncul pria membawa pisau sembari mendorong korban. Pelaku lalu merampas motor dan mengancam korban. Ketakutan, korban sempat lari. Namun pelaku semakin beringas mengejar korban. Ia menarik sampai putus tas korban. Puas merebut tas, pelaku kabur.</p>
<p>Tak lama, kejelian dan ketelitian petugas melakukan olah kejadian perkara berbuah hasil. Tersangka tak berkutik dan tanpa perlawanan saat diringkus petugas. Adapun barang bukti disita termasuk tas berisi alat kosmetik, ponsel Asus milik korban dan sebilah pisau.</p>
<p>&#8220;Kami terima laporan, beberapa jam kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi, pulbaket. Kami dapat ciri-ciri pelaku terlebih terekam CCTV sehingga segera kami lakukan penangkapan,&#8221; papar Iptu Supriyono SH kepada Memontum.com.</p>
<p>Perkara ini tengah didalami penyidik Reskrim Polsek Singosari. Tersangka dikenai dugaan jeratan pasal 365 KUHP Tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau 368 KUHP Tentang tindak pidana perampasan. <strong>(sos/tim) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/05/dc6a75f0433e41fca63cc8d3c98490b9.mp4" length="3579560" type="video/mp4" />
<enclosure url="https://kabupatenmalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/44/2020/05/VID-20200503-WA0079.mp4" length="4259606" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113587</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arek Krian Rampas HP Pakai Sajam, Nyaris Dihajar Warga, Temannya Kabur</title>
		<link>https://memontum.com/arek-krian-rampas-hp-pakai-sajam-nyaris-dihajar-warga-temannya-kabur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 13:23:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Curas]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[polsek krian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107786-arek-krian-rampas-hp-pakai-sajam-nyaris-dihajar-warga-temannya-kabur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Nasib apes dialami Eko Widodo. Pemuda 24 tahun tamatan sekolah SMP warga Tambak, Kelurahan Tambakkemeraan, Kecamatan Krian, Sidoarjo ini nyaris dihajar warga. Hal ini setelah upayanya merampas Hand Phone (HP) di depan toko semi modern (Alfamidi) Dusun Bareng, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo mengalami kegagalan. &#8220;Tersangka dan barang buktinya sudah kami amankan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Nasib apes dialami Eko Widodo. Pemuda 24 tahun tamatan sekolah SMP warga Tambak, Kelurahan Tambakkemeraan, Kecamatan Krian, Sidoarjo ini nyaris dihajar warga. Hal ini setelah upayanya merampas Hand Phone (HP) di depan toko semi modern (Alfamidi) Dusun Bareng, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo mengalami kegagalan.</p>
<p>&#8220;Tersangka dan barang buktinya sudah kami amankan di Polsek untuk proses hukum dan pengembangan,&#8221; kata Kapolsek Krian, Kompol Kholil, Selasa (3/3/2020).</p>
<p>Lebih jauh, Kholil menceritakan kasus ini bermula saat korban Alfian Anwari warga Dusun Sambirono, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo duduk di atas motor Honda Vario bernopol W 2217 ZV bersama Triana Putri Dusun Bareng, Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Tak berselang lama muncul pemuda dengan penuh tato di lengannya menghampiri korban sambil menodongkan pisau.</p>
<p>&#8220;Tersangka meminta paksa HP sambil mencabut kunci sepeda motor sekaligus membentak-bentak. Karena kaget dan takut korban tidak menyerahkan HP dan kunci motor itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Saat itu, lanjut Kholil tersangka bersama seorang rekannya. Namun, seorang teman tersangka masih berada di atas jok motornya. Seketika korban berteriak maling.</p>
<p>&#8220;Spontan warga sekitar yang mendengar teriakan mengejar dan menangkap tersangka. Alhasil petugas Polsek Krian yang berpatroli langsung mengamankan tersangka dari amukan massa itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara lanjut Kholil teman tersangka lolos dari kejaran warga. Namun polisi sudah mengantongi identitasnya. Pemuda yang kabur itu adalah S. Kini S menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam pengejaran Unit Reskrim Polsek Krian.</p>
<p>&#8220;Kasus ini masih terus dikembangkan. Tersangka bakal dijerat pasal 365 Ayat (1) KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan hukuman 9 tahun penjara,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Asyik Main Game, Bocah SD Donomulyo Dijambret, Pelaku Apes Ndlosor</title>
		<link>https://memontum.com/asyik-main-game-bocah-sd-donomulyo-dijambret-pelaku-apes-ndlosor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 13:48:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106989-asyik-main-game-bocah-sd-donomulyo-dijambret-pelaku-apes-ndlosor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Teriakan bocah Sekolah Dasar (SD) menggema dan sekejap saja menarik perhatian warga. Penghadangan dilakukan massa, apeslah seorang jambret meski seorang lagi berhasil kabur. Minggu (23/2/2020) siang bolong atau pukul 12.00 seolah menjadi karma perbuatan jambret ini. Dialah tersangka Nanang Kosim (34) mengaku warga Dusun Sumberkombang RT06 RW01, Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Beruntung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Teriakan bocah Sekolah Dasar (SD) menggema dan sekejap saja menarik perhatian warga. Penghadangan dilakukan massa, apeslah seorang jambret meski seorang lagi berhasil kabur.</p>
<p>Minggu (23/2/2020) siang bolong atau pukul 12.00 seolah menjadi karma perbuatan jambret ini. Dialah tersangka Nanang Kosim (34) mengaku warga Dusun Sumberkombang RT06 RW01, Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.</p>
<p>Beruntung nyawanya terselamatkan setelah diamankan anggota Polsek Donomulyo yang datang ke lokasi kejadian. Meski kemudian, satu pelaku bisa lolos dari hadangan warga dan petugas.</p>
<p>Sebut saja, bersama Gopal, tersangka Nanang Kosim naik sepeda motor Satria FU hitam melintasi jalan raya Donomulyo. Seolah mencari mangsa, tersangka tertarik dengan keberadaan seorang bocah kecil sendirian.</p>
<p>Bocah itu, sebut saja Franco&#8211;nama samaran korban (9) warga Kedungsalam Donomulyo yang berada depan toko BiMart, sekitar Dusun Salamrejo Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Ia tertunduk duduk sendirian asyik memainkan ponsel Vivo. Sekitar pukul 12.30, lewatlah 2 pelaku. Tersangka Nanang turun dari motor. Ia mendekati korban. Pura-pura sok kenal sok dekat, tersangka berusaha pinjam ponsel korban. Alasannya untuk mencatat nomor telpon.</p>
<p>Korban sontak menolaknya. Namun pelaku justru menarik ponsel korban. Saat itu pula, korban berteriak dan mengundang perhatian warga. Hanya beberapa menit kemudian, tersangka gagal kabur. Sementara pelaku lain, kabur mengebut naik motornya seolah ketakutan bakal dihajar massa.</p>
<p>Dari lokasi apesnya tersangka, informasi kejadian diterima Polsek Donomulyo. Kapolsek Donomulyo, AKP H Gianto segera meluncurkan anggotanya ke lokasi dan mengamankan tersangka Nanang Kosim. Beruntung massa tidak mengamuk dan menghajarnya habis-habisan. Nyawanya selamat.</p>
<p>Turut mengamankan tersangka, Ipda M Arief Karnawan SH, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo. &#8220;Kami masih memintai keterangannya. Satu pelaku kami kejar,&#8221; urai Arief kepada Memontum.com, Senin sore.</p>
<p>Kini, tersangka Nanang mendekam di bui Polsek Donomulyo. Ia diperiksa itensif petugas. Tersangka dijerat pasal 365 dan atau pasal 368 KUHP Tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pidana perampasan. Ancamannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rampok Umpan Cewek Lewat Fesbuk,  Polisi &#8220;Gadungan&#8221; Wagir Ditembak Polisi Asli</title>
		<link>https://memontum.com/rampok-umpan-cewek-lewat-fesbuk-polisi-gadungan-wagir-ditembak-polisi-asli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 17:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[perampokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Singo Arema Police]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106710-rampok-umpan-cewek-lewat-fesbuk-polisi-gadungan-wagir-ditembak-polisi-asli</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Ulah kawanan perampok, Saiful Zainudin Cs (29) warga Pandanlandung Timur, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dalam melakukan aksinya sudah cukup terorganisir. Bahkan Saiful dalam aksinya menyamar sebagai polisi mengaku jadi anggota Polsek Dau. Dia mengumpankan Melati Lorensa (20) pacarnya, warga Jl Bandulan, Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun, Kota Malang untuk memancing korbannya. Kini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Ulah kawanan perampok, Saiful Zainudin Cs (29) warga Pandanlandung Timur, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dalam melakukan aksinya sudah cukup terorganisir. Bahkan Saiful dalam aksinya menyamar sebagai polisi mengaku jadi anggota Polsek Dau.</p>
<p>Dia mengumpankan Melati Lorensa (20) pacarnya, warga Jl Bandulan, Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun, Kota Malang untuk memancing korbannya.</p>
<div id="attachment_106711" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-106711" decoding="async" class="size-full wp-image-106711" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0120-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Para pelaku diamankan polisi. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0120-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0120-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0120-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0120-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-106711" class="wp-caption-text">Para pelaku diamankan polisi. (gie)</p></div>
<p>Kini Saiful dan Melati sudah berhasil diringkus tim Singo Arema Police Polresta Malang Kota. Tidak hanya menangkap Saiful dan Melati, petugas juga membekuk M Afan Savani Adam (18) warga Jl Gapuro, Kelurahan Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.</p>
<p>Dibekuk pula, seorang penadah bernama Dewa Saputra (36) warga Jl Legok, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ke empat tersangka ini dirilis pada Rabu (18/2/2020) sekitar pukul 14.00.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa korban bernama Yulius (19) kenalan dengan Melati Lorensa melalui media sosial Facebook. Mereka kemudian bertukar nomer telp hingga berlanjut komunikasi melalui Whatsapp. Karena sudah cukup akrab, korban kemudian mengajak Melati untuk bertemu.</p>
<p>Ajakan ini diterima Melati hingga membuat korban bahagia. Namun ada syaratnya yakni korban diminta untuk membawa miras. Selama ini korban tidak sadar bawa chat melalui WA tersebut bukan dilakukan Melati. Melainkan yang selama ini membalas chat korban adalah Saiful Zainudin.</p>
<p>Pada Sabtu (8/2/2020) pukul 18.00, korban kemudian mendatangi lokasi yang disepakati. Yakni depan SPBU Mergan. Korban benar-benar tidak mengetahui bahwa dirinya bakal dijebak Saiful Zainudin untuk dirampok.</p>
<p>Saat itu Melati datang bersama Afan Safani menemui korban di depan SPBU Mergan. Selanjutnya korban diajak ke sebuah lapangan di kawasan Jl Bandulan Barat untuk pesta Miras. Sesampainya di Bandulan Barat, tiba-tiba datang Saiful bersama D (DPO) menyamar sebagai petugas kepolisian dari Polsek Dau.</p>
<p>Dengan berbekal pistol FN korek api, Saiful menodong dan bahkan sempat memukulkan pistol koreknya ke helm korban. Proses dibuat seolah-olah Saiful dan D melakukan pengrebekan dan menuduh korban hendak transaksi narkotika.</p>
<p>Bergaya marah-marah, Saiful akan melakukan memproses kasus ini di Polsek Dau. Selanjutnya dia merampas HP Samsung J 2 Prime dengan alasan akan dilakukan pengecekan transaksi. Motor Honda Beat milik korban juga dibawa.</p>
<p>Sementara itu Melati melakukan action seolah-olah sedang ketakutan. Apalagi Saiful mengatakan akan membawanya ke Polsek Dau. Korban juga merasa takut hingga membolehkan motornya dibawa oleh para pelaku.</p>
<p>Dengan merampas motor Honda Beat, HP dan helm milik korban Saiful kemudian pergi sambil membawa Melati untuk jaminan. Barang-barang tersebut dibawa untuk jaminan di Polsek Dau. Saiful meminta supaya korban datang untuk mengurus proses perdamaian agar kasus narkotikanya tidak diproses.</p>
<p>Usai mengusai barang-barang milik korban, Saiful kemudian menjual motor Beat tersebut seharga Rp 1,2 juta kepada Dewa Saputra. Sedangkan HP J2 Prime tersebut dijual seharga Rp 650. Uang yang terkumpul kemudian dibagi. Saiful mendapatkan bagian Rp 500 ribu, D mendapatkan Rp 500 ribu, Melati mendapatkan uang Rp 550 ribu sedangkan Afan dapat Rp 100 ribu.</p>
<p>Aksi ini terbongkar setelah Tim Singo Arema Police mendapat laporan korban. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap para pelaku. Saat ditangkap Saiful melakukan perlawanan hingga terpaksa kakinya dilumpuhkan dengan timah panas. Kepada petugas, Saiful mengaku Melati adalah calon istrinya.</p>
<p>&#8220;Saya jengkel karena calon istri saya dirayu-rayu hingga korban kita beri pelajaran,&#8221; ujar Saiful.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa tersangka ditangkap terkait kasus perampokan.</p>
<p>&#8220;Tersangka saat melakukan aksinya mengaku sebagai petugas kepolisian sambil membawa pistol korek. Tiga pelaku berhasil kami tangkap dan satu buron. Penadahnya juga sudah berhasil kami tangkap. Untuk tiga tersangka kami kenakan Pasal 365 KUHP sedangkan penadahnya kami kenakan Pasal 480 KUHP,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3X Jambret, Ndlosor Ditembak Polisi,  Ngaku Demi Biaya Operasi Istri</title>
		<link>https://memontum.com/3x-jambret-ndlosor-ditembak-polisi-ngaku-demi-biaya-operasi-istri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 15:45:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106630-3x-jambret-ndlosor-ditembak-polisi-ngaku-demi-biaya-operasi-istri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Dua pelaku jambret yang kerap mengincar mahasiswi dan ibu-ibu, M Khosim (34) dan Zainul Arifin (34) keduanya warga Dusun Karajan, Desa Kayoman, Kelurahan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/2/2020) pukul 21.00, dibekuk petugas Resmob Polresta Malang Kota. Kosim dibekuk di kawasan Kayoman dan Zainul dibekuk di Desa Coek Pasuruan. Keduanya merupakan pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Dua pelaku jambret yang kerap mengincar mahasiswi dan ibu-ibu, M Khosim (34) dan Zainul Arifin (34) keduanya warga Dusun Karajan, Desa Kayoman, Kelurahan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/2/2020) pukul 21.00, dibekuk petugas Resmob Polresta Malang Kota. Kosim dibekuk di kawasan Kayoman dan Zainul dibekuk di Desa Coek Pasuruan.</p>
<p>Keduanya merupakan pelaku yang telah melakukan serangkaian aksi penjambretan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.</p>
<div id="attachment_106631" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-106631" decoding="async" class="size-full wp-image-106631" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0077-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Tersangka Khosim (duduk di kursi roda) dan Zainul saat dirilis di Mapolreta Malang Kota. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0077-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0077-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0077-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0077-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-106631" class="wp-caption-text">Tersangka Khosim (duduk di kursi roda) dan Zainul saat dirilis di Mapolreta Malang Kota. (gie)</p></div>
<p>Untuk aksinya di Kota Malang, keduanya telah menjambret Alya (19) mahasiswi di Kota Malang, warga Jl Srigading, Desa Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Alya dijambret beberapa jam sebelumnya saat berada di Fly Over Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Akibat dari kejadian itu, Alya kehilangan tas miliknya yang berisikan HP Samsung A 50.</p>
<p>Aksi penjambretan ini selanjutnya dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Atas informasi itu, petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan Khosim di Desa Kayoman. Saat itu petugas berhasil mengamankan HP Samsung Galaxy A50 hasil jambretan khosim.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa saat akan ditangkap Khosim melakukan perlawanan hingga kaki kanannya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Khosim mengaku bahwa dirinya hanya sebagai Joki, sedangkan eksekutornya adalah Zainul. Atas pengakuan itu, Zainul pun berhasil dibekuk petugas. Dia juga mendapat hadiah timah panas pada kakinya karena melawan petugas.</p>
<p>&#8220;Saya tiga kali jambret. Sebanyak 2 kali di Singosari dan 1 kali di Kota Malang. Saya nekat jambret karena butuh uang. Anak saya meninggal dalam usia 6 bulan kandungan hingga harus diperasi caisar,&#8221; ujar Khosim.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Loenardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa kedua tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP jo Pasal 363 KUHP.</p>
<p>&#8220;Kedua tersangka berhasil kami amankan. Karena melakukan perlawanan kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur. Untuk sementara tersangka mengaku 3 X melakukan aksi penjambretan. Untuk 2 penadahnya saat ini juga sudah kami amankan,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106630</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
