<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasal 80 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-80/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2020 10:33:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasal 80 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ayah Tiri Kejam Pembunuh Agnes Erlita, Vonis 17 Tahun Penjara</title>
		<link>https://memontum.com/ayah-tiri-kejam-pembunuh-agnes-erlita-vonis-17-tahun-penjara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2020 10:33:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[vonis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117155</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ayah tiri pembunuh Agnes Arlita (3) di sebuah rumah kontrakan Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (22/6/2020) siang, akhirnya jalani sidang vonis di PN Kota Malang. Majelis hakim Indarto SH MH menyebut pembunuhan yang terjadi pada akhir Oktober 2019, sangatlah sadis dan kejam hingga memberikan vonis kepada Ery Age [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Ayah tiri pembunuh Agnes Arlita (3) di sebuah rumah kontrakan Perum Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (22/6/2020) siang, akhirnya jalani sidang vonis di PN Kota Malang. Majelis hakim Indarto SH MH menyebut pembunuhan yang terjadi pada akhir Oktober 2019, sangatlah sadis dan kejam hingga memberikan vonis kepada Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, selama 17 tahun penjara.</p>
<p>Putusan ini tentunya lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebab dalam persidangan sebelumnya, JPU M Herianto SH menuntut Ery selama 20 tahun penjara karena tergolong sadis dan meresahkan masyarakat. Yakni dengan ancaman maksimal dari Pasal 80 Ayat 3 dan 4 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pertimbangan lainnya karena Ery tidak ada permintaan maaf kepada ibu korban dan keluarga besarnya.</p>
<div id="attachment_117157" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-117157" decoding="async" class="size-full wp-image-117157" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200622-WA0158-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Kasi Pidum Wahyu Hidayatullah SH dan JPU M Herianto SH. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200622-WA0158-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200622-WA0158-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200622-WA0158-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200622-WA0158-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-117157" class="wp-caption-text">Kasi Pidum Wahyu Hidayatullah SH dan JPU M Herianto SH. (gie)</p></div>
<p>Terkait vonis 17 tahun penjara ini, Ery yang dihadirkan secara virtual video call, menerima putusan tersebut. Kendati Ery menerima putusan itu, namun tidak untuk JPU yang merasa vonis lebih ringan dari tuntutannya. Di akhir perasidangan Herianto SH mengatakan masih pikir-pikir terkait vonis ini.</p>
<p>Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah SH mengatakan bahwa vonis 17 tahun penjara untuk terdakwa ini adalah 2/3 dari tuntutannya yakni 20 tahun penjara. &#8220;Kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan apakah akan ada upaya hukum lagi atau tidak. Masih ada waktu selama 7 hari,&#8221; ujar Wahyu.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, setelah sempat ber alibi dengan mengatakan kalau Agnes Arlita (3) anak tirinya tewas karena tenggelam, Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, akhirnya mengakui perbuatannya pada Kamis (31/10/2019) malam. Dia mengaku bahwa bermula saat Agnes buang air di celana. Ery kemudian memasukan Agnes ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan air sambil marah-marah.</p>
<p>Tidak hanya itu, saat si kecil ketakutan sambil bilang iya ayah-iya ayah, tidak menbuat Ery berbelas kasihan. Bahkan saat Agnes terjatuh tertelungkup, dia menginjak 2 kali dibagian punggung. Saat Agnes merintih kesakitan sambil membalikan badan, giliran perutnya yang diinjak oleh ayah tirinya tersebut hingga membuat nafasnya tersengal-sengal.</p>
<p>Penderitaaan Agnes tidak selesai disitu. Ery yang sudah kalut membakar kaki Agnes di atas kompor gas hingga mengalami luka bakar. Akibat injakan kaki tersebut ada pendarahan pada perut korban dan robekan pada usus besarnya hingga mengakibatkan meninggal dunia.</p>
<p>Kejadian ini berawal saat korban buang air besar di celana. Saat itu Ery yang hanya berdua bersama Agnes langsung membawany ke kamar mandi. Tubuh kecil Agnes diguyur air hingga tetjatuh. Saat itulah Agnes jatuh tertelungkup. Bukannya merasa kasihan, Ery malah menginjak punggung Agnes sebanyak 2 kali.</p>
<p>Selanjutnya dia menginjak perut Agnes hingga gadis kecil ini kejang-kejang dan sulit bernafas. Saat tubuhnya mengigil Ery menjadi panik hingga membawanya di atas kompor. Rencananya hendak dipanaskan malah membuat luka bakar pada kaki Agnes. Saat dilarikan di RD Reva Husada. Kepada ibu korban, Ery mengaku kalau Agnes meninggal akibat tenggelam di bak kamar mandi. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117155</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesta Miras, Penjual Nasgor Tusuk Rusuk Pelajar Bantur</title>
		<link>https://memontum.com/pesta-miras-penjual-nasgor-tusuk-rusuk-pelajar-bantur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2019 12:36:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Miras]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bantur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100810-pesta-miras-penjual-nasgor-tusuk-rusuk-pelajar-bantur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Rudi Santoso (36) warga Dusun Bekur RT 41/RW 09 Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, masih menginap di rumah tahanan Polsek Bantur. Ia menjadi tersangka penusuk Anak Baru Gede (ABG). Selasa (26/11/2019) malam, tersangka diringkus Unit Reskrim Polsek Bantur di warung kopi seputaran Desa Sumberejo Gedangan. Ia dibekuk usai menganiaya pelajar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Rudi Santoso (36) warga Dusun Bekur RT 41/RW 09 Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, masih menginap di rumah tahanan Polsek Bantur. Ia menjadi tersangka penusuk Anak Baru Gede (ABG).</p>
<p>Selasa (26/11/2019) malam, tersangka diringkus Unit Reskrim Polsek Bantur di warung kopi seputaran Desa Sumberejo Gedangan. Ia dibekuk usai menganiaya pelajar di bawah umur berinisial VCA (15) warga Bantur.</p>
<div id="attachment_100811" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-100811" decoding="async" class="size-full wp-image-100811" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="Barang bukti pisau. (ist/Humas Polres Malang)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191127-WA0201-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-100811" class="wp-caption-text">Barang bukti pisau. (ist/Humas Polres Malang)</p></div>
<p>Berdasar rilis Humas Polres Malang, Sabtu (23/11/2019) pukul 23.30, tersangka dan korban minum minuman keras depan halaman parkir Alfamart Desa Rejosari Bantur.</p>
<p>Di tengah-tengah pesta miras, tersangka tersinggung omongan korban. Cek cok mulut itu sempat dilerai warga Kalipare namun tersangka justru menuju rombong miliknya.</p>
<p>Ia mengambil pisau dari rombongnya dan menyabetkan ke arah korban. Sabetan itu mengenai rusuk korban. Saat korban terjatuh, sabetan kedua mengenai lutut korban.</p>
<p>Pisau sempat dilemparkan mengenai rolling door Alfamart dan kemudian diamankan seorang warga. Usai menyabetkan pisau, tersangka meninggalkan korban yang kondisi terluka.</p>
<p>Warga yang mengetahui kejadian segera menolong korban. Sempat pula korban dibawa menuju perawatan. Bersamaan, kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek Bantur.</p>
<p>Terima laporan korban, petugas menyergap tersangka dan menyita barang bukti pisau milik tersangka. &#8220;Kami amankan tersangka dan barang bukti. Korbannya masih di bawah umur,&#8221; ungkap Kapolsek Bantur, AKP Nuryono kepada Memontum.com.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 80 Jo Pasal 76 C Undang- Undang RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo Pasal 351 KUHP.<strong> (sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bocah 3 Tahun Terpukul Penagih Hutang di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bocah-3-tahun-terpukul-penagih-hutang-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2019 13:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Pakusari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100698-bocah-3-tahun-terpukul-penagih-hutang-di-jember</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Datang dengan kondisi mabuk, Ahmad Ridho Setiawan (20) hendak menagih hutang marah-marah dan berusaha memukul IA (27) warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Namun pukulan tersangka malah mengenai anak IA yang berinisial MM berumur 3 tahun, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 01.15 tengah dini hari. Menurut Kapolsek Pakusari Ajun Komisaris Polisi Yuliati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Datang dengan kondisi mabuk, Ahmad Ridho Setiawan (20) hendak menagih hutang marah-marah dan berusaha memukul IA (27) warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember.</p>
<p>Namun pukulan tersangka malah mengenai anak IA yang berinisial MM berumur 3 tahun, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 01.15 tengah dini hari.</p>
<p>Menurut Kapolsek Pakusari Ajun Komisaris Polisi Yuliati, sesuai dengan keterangan yang diperoleh, pada saat tersangka memukul IA, namun dihalangi ayah korban (Suami IA) yang berinisial FA (26). Pada saat itu kondisinya sedang menggendong korban.</p>
<p>“Kejadian pemukulan itu terjadi di ruang tamu, karena ada cekcok, FA keluar dengan menggendong MM dan saat IA dipukul, FA menghalangi, sehingga pukulan itu mengenai tubuh korban sontaknya korban menangis histeris, hingga mengalami luka memar di bagian mata sebelah kanan,” terang Yuliati.</p>
<p>Melihat pukulan tersangka mengenai anaknya lanjut Yuliati, tersangka keluar ruangan dan kabur, sehingga IA melaporkan kejadian ini ke Polsek Pakusari.</p>
<p>&#8220;Mendapat laporan Unit Reskrim Polsek pakusari melakukan penyelidikan keberadaan tersangka, “ lanjutnya.</p>
<p>Berbekal barang bukti yakni 2 lembar hasil Visum luka korban sambung Yuliati, petugas mengadakan pencarian terhadap tersangka. Tak berlangsung lama kemudian petugas mengetahui keberadaan tersangka di rumah tinggalnya dan melakukan penagkapan.</p>
<p>“Petugas mengamankan tersangka dan digelandang ke Mapolsek Pakusari untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, untuk tersangka disangka dengan pasal 80 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014, Tentang Perlindungan anak dan atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP, &#8221; pungkasnya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ayah Tiri Pembunuh Sadis, Jenazah Agnes Tersenyum</title>
		<link>https://memontum.com/ayah-tiri-pembunuh-sadis-jenazah-agnes-tersenyum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2019 07:34:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98959-ayah-tiri-pembunuh-sadis-jenazah-agnes-tersenyum</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Hati siapa yang tidak bersedih melihat meninggalnya Agnes Arlita (3) yang dibunuh secara keji oleh Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tak lain adalah adalah ayah tirinya. Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, yang sempat langsung melihat jenazah Agnes sebelum diotopsi di kamar jenazah RSSA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Hati siapa yang tidak bersedih melihat meninggalnya Agnes Arlita (3) yang dibunuh secara keji oleh Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tak lain adalah adalah ayah tirinya.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, yang sempat langsung melihat jenazah Agnes sebelum diotopsi di kamar jenazah RSSA Malang, merasa sangat bersedih dan menyayangkan adanya kejadian ini.</p>
<div id="attachment_98960" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98960" decoding="async" class="size-full wp-image-98960" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy-1.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="SADIS : Tersangka Eri Age saat dirilis di Mapolres Malang Kota. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy-1.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy-1.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy-1.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy-1.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98960" class="wp-caption-text">SADIS : Tersangka Eri Age saat dirilis di Mapolres Malang Kota. (gie)</p></div>
<p>Walaupun mengalami siksaan yang kejam oleh Ery Age, ayah tirinya, namun jenazah Agnes terlihat seperti tersenyum. Ada senyuman pada bibir gadis kecil yang tak berdosa ini. Hal ini seperti yang diceritakan AKBP Dony Alexander SIK saat bertemu Memontum.com pada Jumat (1/11/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Sebelum dilakukan otopsi, saya melihat jenazah korban. Jenazahnya terlihat senyum. Semoga almarhumah saat ini sudah berada di surga,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Kejadian ini sangat disayangkan dan semoga tidak kembali terulang.</p>
<p>&#8220;Saya sangat menyesali adanya kejadian ini. Saya sangat bersedih. Semoga tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Orang tua, sekalipun ayah tiri, harus bisa memberikan kasih sayang. Tersangka akan kami proses secara profesional,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://kotamalang.memontum.com/1967-ayah-tiri-kejam-pembunuh-agnes-arlita-punggung-dan-perut-diinjak-kaki-dibakar" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ayah Tiri Kejam Pembunuh Agnes Arlita, Punggung dan Perut Diinjak, Kaki Dibakar</a></p>
<p>Senada seperti yang diceritakan oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna SH SIK. Dia melihat langsung jenazah Agnes memancarkan senyuman pada bibirnya.</p>
<p>&#8220;Saya melihat senyuman pada jenazah Agnes. Surga bersamamu saat ini,&#8221; ujar AKP Komang.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, meninggalnya Agnes Arnelita (3) dengan kondisi beberapa luka lebam di bagian tubuh dan kepala serta luka bakar pada bagian kaki, akhirnya menyisakan tanda tanya besar hingga timbul dugaan tewas akibat pembunuhaan, pada Rabu (30/10/2019) siang. Bahkan dibagian punggung terdapat luka lebam yang cukup besar. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ayah Tiri Kejam Pembunuh Agnes Arlita,  Punggung dan Perut Diinjak, Kaki Dibakar</title>
		<link>https://memontum.com/ayah-tiri-kejam-pembunuh-agnes-arlita-punggung-dan-perut-diinjak-kaki-dibakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2019 06:03:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98955-ayah-tiri-kejam-pembunuh-agnes-arlita-punggung-dan-perut-diinjak-kaki-dibakar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Setelah sempat ber alibi dengan mengatakan kalau Agnes Arlita (3) anak tirinya tewas karena tenggelam, Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, akhirnya mengakui perbuatannya pada Kamis (31/10/2019) malam. Dia mengaku bahwa bermula saat Agnes buang air di celana. Ery kemudian memasukan Agnes ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat ber alibi dengan mengatakan kalau Agnes Arlita (3) anak tirinya tewas karena tenggelam, Ery Age Anwar (36) warga asal Sukoharjo, Jawa Tengah, akhirnya mengakui perbuatannya pada Kamis (31/10/2019) malam. Dia mengaku bahwa bermula saat Agnes buang air di celana. Ery kemudian memasukan Agnes ke kamar mandi dan mengguyurnya dengan air sambil marah-marah.</p>
<p>Tidak hanya itu, saat si kecil ketakutan sambil bilang iya ayah-iya ayah, tidak menbuat Ery berbelas kasihan. Bahkan saat Agnes terjatuh tertelungkup, dia menginjak 2 kali dibagian punggung. Saat Agnes merintih kesakitan sambil membalikan badan, giliran perutnya yang diinjak oleh ayah tirinya tersebut hingga membuat nafasnya tersengal-sengal.</p>
<div id="attachment_98956" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98956" decoding="async" class="size-full wp-image-98956" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Tersangka Ery Age Anwar, tampak kompor gas yang digunakan membakar kaki anak tirinya. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191101-WA0016-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98956" class="wp-caption-text">Tersangka Ery Age Anwar, tampak kompor gas yang digunakan membakar kaki anak tirinya. (gie)</p></div>
<p>Penderitaaan Agnes tidak selesai disitu. Ery yang sudah kalut membakar kaki Agnes di atas kompor gas hingga mengalami luka bakar.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat rilis pada Jumat (1/11/2019) pukul 09.00, mengatakan bahwa tersangka akhirnya mengakui telah melakukan penganiayaan kepada korban hingga mengakibatkan meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Terjadi pendarahan pada perut korban, usus besarnya terjadi robekan hingga mengakibatkan meninggal dunia,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Dijelaskan bahwa kronologis dari pengakuan tersangka bahwa, saat korban buang air besar di celana, langsung dibawa ke kamar mandi.</p>
<p>&#8220;Tersangka mengatakan bahwa korban awalnya BAB di celana, dibawa ke kamar mandi, diguyur air. Korban sempat bilang iya-iya, saat dimarahi oleh tersangka. Saat korban terjatuh, punggungnya diinjak sebanyak 2 kali dan 1 kali pada bagian perut. Hal itu membuat korban sulit bernafas hingga kejang-kejang. Saat itulah dibawa keluar kamar mandi, &#8221; urai Dony.</p>
<p>&#8220;Tersangka mengaku panik hingga mengoleskan minyak telon ke badan korban. Selanjutnya karena tubuh korban terus menggigil dan kejang-kejang hingga dipanaskan ke kompor mengakibatkan luka bakar pada bagian kaki. Saat dibawa ke RS Reva Husada, sempat ada tindakan medis, namun korban akhirnya meninggal,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1936-balita-kedungkandang-tewas-luka-lebam-dan-bakar-diduga-korban-pembunuhan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Balita Kedungkandang Tewas Luka Lebam dan Bakar, Diduga Korban Pembunuhan</a></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan pada beberapa saksi, bahwa korban sering menyampaikan telah dipukul dan dicubit oleh ayahnya.</p>
<p>&#8220;Untuk ibunya, masih kita lakukan pendalaman. Namun saat kejadian penganiayaan hingga membuat korban meninggal, ibunya tidak ada di rumah karena sedang bekerja. Saat ini ayah tiri korban adalah tersangka tunggal,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p>Atas perbuatannya itu, Ery terancam hukuman 20 tahun penjara. &#8220;Dia kami kenakan Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 Tahun 2014 ancaman 15 sampai 20 tahun penjara. Kita masih melakukan pengembangan. Sebab awalnya si istri juga membenarkan alibi suaminya yakni korban meninggal karena tenggelam. Namun apakah karena ibunya tidak ada di lokasi hingga percaya saja cerita suaminya. Ibu korban baru menikah dengan tersangka secara siri 4 bukan lalu,&#8221; ujar AKBP Dony.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/1941-agnes-arnelita-meninggal-bukan-karena-tenggelam" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Agnes Arnelita Meninggal, Bukan Karena Tenggelam</a></p>
<p>Sementara itu tersangka Ery Age mengatakan bahwa dia menganiaya anak tirinya dengan alasan sebagai pembelajaran karena Agnes sering buang air sembarangan.</p>
<p>&#8220;Biasanya hanya mencubit, kalau mukul jarang-jarang. Kalau kemarin itu saya ingin kasih pembelajaran,&#8221; ujar Ery dengan santainya.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, meninggalnya Agnes Arnelita (3) dengan kondisi beberapa luka lebam dibagian tubuh dan kepala serta luka bakar pada bagian kaki, akhirnya menyisakan tanda tanya besar hingga timbul dugaan tewas akibat pembunuhan, pada Rabu (30/10/2019) siang. Bahkan dibagian punggung terdapat luka lebam yang cukup besar. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98955</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Residivis Rampok Bacok Anak, Tumbang Ditembak Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/residivis-rampok-bacok-anak-tumbang-ditembak-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2019 07:33:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[rampok]]></category>
		<category><![CDATA[residivis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98488-residivis-rampok-bacok-anak-tumbang-ditembak-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Seorang residivis asal Tulungagung harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran diketahui melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat mencoba kabur hingga akhirnya petugas harus melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas. Menurut informasi yang diterima, kasus penganiayaan dan penyerangan terhadap anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Seorang residivis asal Tulungagung harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran diketahui melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat mencoba kabur hingga akhirnya petugas harus melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas.</p>
<p>Menurut informasi yang diterima, kasus penganiayaan dan penyerangan terhadap anak dibawah umur ini terjadi pada Sabtu (19/10/2019) sekira pukul 02.00. Pelaku yakni Kristian Eko Gunawan alias Bodong warga Dusun Tempel Rt 04 Rw 02 Desa Tanggulkundung Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.</p>
<div id="attachment_98489" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98489" decoding="async" class="size-full wp-image-98489" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191024-WA0026-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191024-WA0026-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191024-WA0026-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191024-WA0026-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191024-WA0026-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98489" class="wp-caption-text">Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya</p></div>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvin Simanjuntak membenarkan adanya penangkapan pelaku atas kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur. &#8220;Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengamankan seorang pelaku yang juga residivis kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur serta kepemilikan senjata tajam tanpa ijin,&#8221; ungkap Kapolres saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2019) siang.</p>
<p>Kapolres menegaskan pelaku merupakan residivis 4 kali perkara anirat senjata tajam dan perampasan di wilayah hukum Polres Tulungagung.</p>
<p>Penangkapan dilakukan setelah mendapatkan laporan kejadian berdasarkan keterangan para saksi mengarah kepada pelaku. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku. Berdasarkan informasi pada Sabtu (19/10/2019) sekitar jam 11.00, bertempat dirumah Efan dengan alamat Desa Pandean Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku.</p>
<p>&#8220;Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatanya melakukan pembacokan kepada korban sebanyak sekitar 3 kali menggunakan parang yang sudah dipersiapkannya. Pelaku juga menggunakan masker kemudian pelaku tanpa ijin juga mengambil barang berupa 1 (satu) buah handphone merk ASUS milik saksi Edifa, &#8221; paparnya.</p>
<p>Pada saat diminta menunjukkan barang bukti lain, lanjut Kapolres, pelaku berupaya melawan petugas dan melarikan diri sehingga petugas harus melumpuhkan pelaku dengan timah panas di kakinya.</p>
<p>Selain mengamankan pelaku, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 potong kaos oblong warna hitam kondisi robek kecil lengan kanan, 1 potong celana jeans warna biru kondisi robek kecil saku sebelah kanan, pecahan kalsibot, 1 bilah parang tanpa gagang panjang dan 1 lembar masker.</p>
<p>Sedangkan batang bukti dari pelaku yang juga diamankan adalah 1 buah handphone merk ASUS warna putih.</p>
<p>&#8220;Saat ini pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut, &#8221; tegas Kapolres.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 2 ayat (1) UU.RI No.12/Drt/1951 Jo.Pasal 76 C Jo.Pasal 80 ayat (2) UU.RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98488</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Cukuri Rambut Siswa SD, 3 Guru Banyuwangi Masuk Bui</title>
		<link>https://memontum.com/gara-gara-cukuri-rambut-siswa-sd-3-guru-banyuwangi-masuk-bui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2019 11:41:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[oknum guru]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 170]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Rogojampi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93738-gara-gara-cukuri-rambut-siswa-sd-3-guru-banyuwangi-masuk-bui</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menahan 3 oknum guru SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari yang mencukur rambut puluhan siswa secara paksa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 2b Banyuwangi. Tiga guru tersebut, yakni arya, Joko dan Rizki ditetapkan menjadi tersangka oleh Polsek Rogojampi sejak bulan Juli 2019. Namun ketiganya tidak ditahan. Bahkan terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menahan 3 oknum guru SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari yang mencukur rambut puluhan siswa secara paksa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 2b Banyuwangi.</p>
<p>Tiga guru tersebut, yakni arya, Joko dan Rizki ditetapkan menjadi tersangka oleh Polsek Rogojampi sejak bulan Juli 2019. Namun ketiganya tidak ditahan. Bahkan terkait kasus ini, Arya dipindah tugas mengajarnya di SDN 1 Kaotan, Kecamatan Blimbingsari.</p>
<div id="attachment_93739" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-93739" decoding="async" class="size-full wp-image-93739" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190925-WA0068-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="BUI : Tiga oknum guru SDN 2 Patoman saat menjalani pemeriksaan tahap 2 di Kejari Banyuwangi. (tut) " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190925-WA0068-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190925-WA0068-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190925-WA0068-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190925-WA0068-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190925-WA0068-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-93739" class="wp-caption-text"><strong>BUI : Tiga oknum guru SDN 2 Patoman saat menjalani pemeriksaan tahap 2 di Kejari Banyuwangi. (tut) </strong></p></div>
<p>Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Banyuwangi Koko Erwinto Danarko melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ari Dewanto membenarkan pihaknya menahan 3 oknum guru terkait pencukuran rambut siswa secara paksa.</p>
<p>Menurut Ari Dewanto, tiga tersangka yang di tahan tersebut, 1 guru olahraga SDN 2 Patokan dan 2 guru ekstra kurikuler silat.</p>
<p>&#8220;Benar, setelah dilakukan pemeriksaan, satu guru olahraga dan 2 guru ekstra kurikuler SDN 2 Patoman kami tahan,&#8221; ungkap Ari Dewanto, Rabu (25/9/2019) siang.</p>
<p>Menurut Ari Dewanto, saat ketiga oknum guru tersebut diperiksa Polsek Rogojampi, ketiganya di tetapkan menjadi tersangka, dan dijerat pasal 80 ayat (1) Undang-undang Perlindungan Anak Jo pasal 64. Namun setelah setelah dilakukan pemeriksaan di Kejari Banyuwangi, ketiga tersangka terbukti memenuhi unsur pasal 170 KUHP, sehingga Kejari Banyuwangi menahan ketiga oknum guru tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, Pasal 170 itu sudah diterapkan sejak bulan Juli 2019 lalu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lanjut Ari Dewanto, setelah dilakukan penahanan, secepatnya berkas tiga tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.</p>
<p>&#8220;Berkas 3 oknum guru ini, segera kami limpahkan ke PN Banyuwangi, agar segera disidangkan,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Tiga oknum guru SDN 2 Patoman menjalani pemeriksaan tahap 2 di Kejari Banyuwangi selama 5 jam. Setelah itu, ketiganya langsung di giring menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Jaksa Penuntut Umum, untuk dibawa ke Lapas Banyuwangi. <strong>(tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunuh Teman,  7 Pemabuk Diringkus, Seorang Buron</title>
		<link>https://memontum.com/bunuh-teman-7-pemabuk-diringkus-seorang-buron</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2018 16:55:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polres probolinggo kota]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap kasus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/34217-bunuh-teman-7-pemabuk-diringkus-seorang-buron</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8212; Kepolisian Polres Probolinggo Kota telah mengungkap kasus pembunuhan Faizin yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang tak lain temannya sendiri. Polisi menetapkan delapan tersangka pembunuhan terhadap Muhammad Faizin yang mayatnya ditemukan di sebuah taman di Kota Probolinggo. Tujuh tersangka diamankan dan satu masih buron. Delapan tersangka tersebut adalah Septian Bagus Prabowo (25) warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8212; Kepolisian Polres Probolinggo Kota telah mengungkap kasus pembunuhan Faizin yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang tak lain temannya sendiri. Polisi menetapkan delapan tersangka pembunuhan terhadap Muhammad Faizin yang mayatnya ditemukan di sebuah taman di Kota Probolinggo. Tujuh tersangka diamankan dan satu masih buron. </p>
<p>Delapan tersangka tersebut adalah Septian Bagus Prabowo (25) warga Kelurahan Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Muhammad Usman (20) warga Kelurahan Triwung Kidul, Kademangan, Kota Probolinggo, Fatok Fauzan (22) warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kademangan, Kota Probolinggo, M H-H (15) warga Kademangan, Kota Probolinggo; Nur Rahmat (20) warga Desa Laweyan, Kabupaten Probolinggo, Choirul Umam (20) warga Kelurahan Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo, A-R (16) warga Kelurahan Sumberwetan, Kedopok Kota Probolinggo dan Soni (20) warga Bangil, Kabupaten Pasuruan masih buron. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_20180328_131302-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-34218" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_20180328_131302-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_20180328_131302-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_20180328_131302-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_20180328_131302-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Untuk kasus ini satu pelaku masih dalam pengejaran anggota Reskrim Polres Probolinggo Kota,&#8221; ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal kepada Memontum.com, Rabu (28/3/2018).</p>
<p>Alfian menambahkan bahwa, kedelapan pelaku ini dinilai sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban. Karena sebelum pembunuhan tersebut terjadi, korban bersama para pelaku melakukan ngelem dan mabuk bareng. Setelah itu, korban dengan berboncengan motor diajak oleh dua pelaku dan diturunkan di taman yang menjadi lokasi pembunuhan.</p>
<p>&#8220;Kedelapan pelaku melakukan aksinya di taman pinggir jalan di Ketapang. Punggung dan dada korban ditusuk hingga ada 20 tusukan,&#8221; tambah Alfian.</p>
<p>Dari hasil pengembangan yang dilakukan, bahwa motif yang membuat para pelaku tersebut menganiaya korban adalah karena korban dianggap tidak loyal. Korban dianggap tidak banyak memberikan hasil ngamennya untuk acara mabuk bareng dan ngelem yang sering dilakukan.</p>
<p>&#8220;Karena tidak pernah loyal kepada teman-temannya, dari situlah para tersangka melampiaskan emosinya menghabisi nyawa korban,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dari delapan pelaku ini dinilai sadis dalam melakukan pembunuhan kepada korban. Dari aksi perencanaan pembunuhan tersebut , pelaku dikenakan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. </p>
<p>&#8220;Ini sudah termasuk perbuatan yang dadis, dan para pelakku melanggar pasal 80 ayat junto 76 C undang undang RI nomor 15 tahun 2014 tentang perubahan undang undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,&#8221; tutup Alfian. <strong>(pix/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34217</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
