<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasal 88 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-88/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 17:20:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasal 88 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Asik Mesum Threesome, Panti Pijat di Kediri Digrebek Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/asik-mesum-threesome-panti-pijat-di-kediri-digrebek-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2019 00:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 296]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 88]]></category>
		<category><![CDATA[polres kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89615-asik-mesum-threesome-panti-pijat-di-kediri-digrebek-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Lagi asyik berhubungan badan bertiga atau threesome di Spa and Massage D&#8217;Glamour Jalan Raya Gampengrejo, Kabupaten Kediri digerebek polisi. Prostitusi yang berkdok Spa and Massage D&#8217;Glamour Gampengrejo ini menyediakan gadis dibawah umur untuk melayani hasrat para lelaki hidung belang dengan pijat plus-plus. Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal menjelaskan, kasus ini diungkap dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Lagi asyik berhubungan badan bertiga atau threesome di Spa and Massage D&#8217;Glamour Jalan Raya Gampengrejo, Kabupaten Kediri digerebek polisi.</p>
<p>Prostitusi yang berkdok Spa and Massage D&#8217;Glamour Gampengrejo ini menyediakan gadis dibawah umur untuk melayani hasrat para lelaki hidung belang dengan pijat plus-plus.</p>
<p>Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal menjelaskan, kasus ini diungkap dari informasi masyarakat tentang adanya praktek prostitusi yang melibatkan anak-anak perempuan di bawah umur. &#8220;Anak-anak yang masih di bawah umur ini dipekerjakan sebagai terapis, &#8221; katanya saat gelar kasus di Mapolres Kediri, Jumat (2/8/2019).</p>
<p>Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, polisi melakukan penyelidikan dan kebenarannya, polisi melakukan penggerebekan pada Selasa (30/7/ 2019 ) pukul 15.30 WIB.</p>
<p>Bahkan, saat penggerebekan, polisi menangkap basah yang melakukan threesome atau hubungan badan bertiga di dalam kamar VIP D&#8217;Glamor.</p>
<p>Dalam penggrebegan itu polisi mengamankan dan menetapkan Liyan Permana Puyra (32) warga Perum Wilis Indah Kota Kediri sebagai pemilik D&#8217;Glamour sebagai tersangka.</p>
<p>Selain itu, polisi juga mengamankan dua terapis yang saat penggerebegan sedang threesome melibatkan SB alias Sisil (17) dan ME alias Intan (18 )</p>
<p>Berdasarkan keterangan Liyan Permana Puyra, tarif untuk threesome ini Rp 500 ribu per satu orang terapis.</p>
<p>Selain layanan threesome, D&#8217;Glamour Spa and Massage menyediakan layanan handjob dengan tarif Rp 200 ribu, blowjob dengan tarif Rp 300 ribu dan fulljob tarifnya Rp 50 ribu, dn tarif tersebut diluar paket kamar.</p>
<p>Polisinenjerat tersangka Liyan Permana Puyra pasal 88 jo pasal 761 UU R1 nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP.</p>
<p>Dari D&#8217;Glamour Spa and Massage , polisi mengamankan barang bukti 1 Iembar sprei warna ooklat, 4 bungkus tisu basah, 2 buah kondom merk fiesta, 1 mangkok cream pijat, 1 buah buku catatan keuangan, 3 lembar sertifikat terapi, 1 lembar SOP D-Glamour, 1 buah HP untuk operasional dan, uang tunai Rp 984 ribu.<strong> (uni/aji/mid/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bawa Baby Lobster, Warga Desa Gumayun Jateng Ditahan Polsek KPT Ketapang</title>
		<link>https://memontum.com/bawa-baby-lobster-warga-desa-gumayun-jateng-ditahan-polsek-kpt-ketapang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 12:10:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Baby Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 88]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan]]></category>
		<category><![CDATA[polres banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=42020</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Polres Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan penyelundup baby lobster antar pulau, di pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Selasa (8/5/2018). Dari penangkapan tersebut, aparat Polres Banyuwangi, berhasil mengamankan 2 (dua) kardus berisi benih lobster, masing-masing kardus berisi 50 plastik berisi baby lobster. Kapolres Banyuwangi, AKBP. Donny Aditiyawarman kepada sejumlah awak media mengatakan, terbongkarnya penyelundup benih lobster [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8212; Polres Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan penyelundup baby lobster antar pulau, di pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Selasa (8/5/2018). Dari penangkapan tersebut, aparat Polres Banyuwangi, berhasil mengamankan 2 (dua) kardus  berisi benih lobster, masing-masing kardus berisi 50 plastik berisi baby lobster.</p>
<p>Kapolres Banyuwangi, AKBP. Donny Aditiyawarman kepada sejumlah awak media mengatakan, terbongkarnya penyelundup benih lobster (baby libster) ini ketika petugas  Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT)  melakukan razia  kendaraan dipintu keluar masuk pelabuhan Tanjungwangi (ASDP Ketapang) mendapati satu unit truk membawa 2 kardus yang mencurigakan.</p>
<p>&#8220;Setelah dibuka box itu, ternyata isinya benih lobster,&#8221; ujar AKBP Donny Aditiyawarman. Setelah itu, aparat Kapolsek KPT mengamankan pemilik 2 kardus yang berisikan baby lobster atau benih lobster, yakni Darmono (52) warga  Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Karena terbukti membawa barang yang dilindungi oleh undang-undang, pemilik benih lobster ini kami amankan di Mapolsek KPT Ketapang,&#8221;terangnya.</p>
<p>Dari keterangan tersangka Darmono, jika barang yang dibawanya ini titipan seseorang warga NTB dan akan diambil oleh seseorang setiba di Banyuwangi.</p>
<p>&#8220;Kalau pengakuan tersangka, barang ini (benih lobster) ini titipan dari warga NTB dan akan diambil oleh seseorang ketika tiba di Banyuwangi,&#8221;papar Kapolres Banyuwangi.</p>
<p>Dari penangkapan tersebut,  petugas mengamankan 1 unit truk Mitsubishi Vokt FE 74s warna kuning, Nopol B 9175 PCC, 100 platik berisi baby lobster, setiap plastik berisi 250 ekor baby lobster, atau sebanyak 25 ribu ekor baby lobster dan 1 buah HP Nokia warna hitam.</p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka Darmono dijerat pasal 88 dan pasal 92 Undang-undang 45/2009 tentang perubahan Undang-undang nomor 31/2004 tentang perikanan, Jo pasal 2 dan pasal 7 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Nomor : 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan atu pengeluaran Lobster, Kepting, dan Rajungan dari wilayah Negara Republik Indonesia Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.</p>
<p>&#8220;Untuk mempermudahkan tersangka menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan di tahan di tahanan Polres Banyuwangi &#8220;tandas Kapolres Banyuwangi, AKBP. Donny Aditiyawarman. <strong>(gus/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42020</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
