<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasal 92 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasal-92/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2020 05:42:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasal 92 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kades Jampit Tersangka Alih Fungsi Hutan, Diamankan ke Polres Bondowoso</title>
		<link>https://memontum.com/kades-jampit-tersangka-alih-fungsi-hutan-diamankan-ke-polres-bondowoso</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2020 05:42:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[oknum kades]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 92]]></category>
		<category><![CDATA[polres bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112871-kades-jampit-tersangka-alih-fungsi-hutan-diamankan-ke-polres-bondowoso</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Polres Bondowoso Jawa Timur menangkap oknum Kepala Desa (Kades) Jampit kecamatan Ijen Bondowoso, berinisial S (50). Pasalnya, dia diduga melakukan alih fungsi lahan dengan menanam kentang dan kubis, di areal kawasan hutan di petak 101-1 RPH Blawan dan petak 101-5 RPH dataran Ijen. Penangkapan terhadap tersangka dilakukan Selasa (21/4/2020). Kasat Reskrim Polres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Polres Bondowoso Jawa Timur menangkap oknum Kepala Desa (Kades) Jampit kecamatan Ijen Bondowoso, berinisial S (50). Pasalnya, dia diduga melakukan alih fungsi lahan dengan menanam kentang dan kubis, di areal kawasan hutan di petak 101-1 RPH Blawan dan petak 101-5 RPH dataran Ijen. Penangkapan terhadap tersangka dilakukan Selasa (21/4/2020).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Jamal mengatakan tersangka merupakan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) telah membuka lahan dan melakukan kegiatan perkebunan dengan menanam kentang dan kubis di kawasan hutan lindung sejak Oktober 2019 lalu.</p>
<p>&#8220;Luas lahan yang dialih fungsikan kurang lebih sekitar 5,57 ha,&#8221; kata AKP Jamal.</p>
<p>Perbuatan tersangka dilakukan atas inisiatif sendiri dan tanpa ijin dari pihak yang berwenang. Kondisi ini, yang kemudian diduga mengakibatkan banjir pada saat hujan di sekitar kawasan tersebut.</p>
<p>&#8220;Alih fungsi lahan ini yang kemudian diduga salah satu penyebab banjir di kawasan kecamatan Ijen tersebut. Masih kami kembangkan lagi untuk tersangka lainnya,&#8221; ungkap AKP Jamal.</p>
<p>Selain tersangka, Polres juga mengamankan sejumlah barang bukti, satu sak warna kuning yang berisi sample kentang sisa panen, dan termasuk hasil pemeriksaan lapangan pada petak 101-1 RPH Blawan dan petak 101-5 RPH dataran Ijen</p>
<p>&#8220;Tersangka dijerat pasal 92 Ayat (1) huruf a jo pasal 17 Ayat (2) huruf b UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan jo pasal 78 Ayat (1) jo pasal 50 Ayat (3) huruf a UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan,&#8221; pungkasnya <strong>(dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 7050 Baby Lobster</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-banyuwangi-gagalkan-penyelundupan-7050-baby-lobster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2019 11:08:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Baby Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 92]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102180-polresta-banyuwangi-gagalkan-penyelundupan-7050-baby-lobster</guid>

					<description><![CDATA[Tangkap Pasutri, 5 TSK, 22 Kantong Benur Memontum Banyuwangi &#8211; Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan ribuan baby lobster yang akan diselundupkan ke luar negeri dan meringkus 5 terduga pelaku penyeludup benih udang (baby lobster). Kelima pelaku, yakni SLK (47) warga Kecamatan Pesanggaran, SGT warga Kecamatan Wongsorejo, MS (29) dan AW kedua warga Batang, Propinsi Jawa Tengah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Tangkap Pasutri, 5 TSK, 22 Kantong Benur</h2>
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan ribuan baby lobster yang akan diselundupkan ke luar negeri dan meringkus 5 terduga pelaku penyeludup benih udang (baby lobster).</p>
<p>Kelima pelaku, yakni SLK (47) warga Kecamatan Pesanggaran, SGT warga Kecamatan Wongsorejo, MS (29) dan AW kedua warga Batang, Propinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, dari penangkapan 5 orang terduga pelaku tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 4 box sterefom, 22 kantong plastik berisi baby lobster, 1 set oksigen dan 2 unit mobil Honda Brio dan Avanza yang digunakan oleh para pelaku untuk memindahkan barang.</p>
<p>&#8220;Aktor penyeludupan baby lobster ini, pemeran utamanya suami istri. Dua orang lainnya hanya sebagai kurir, dan 1 orang lainnya sebagai pembeli,&#8221; ungkap AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Senin (16/12/2019) siang, di Mapolresta Banyuwangi.</p>
<p>Dalam setiap kantong plastik, kata AKBP Arman Asmara berisi kurang lebih 320 benih lobster. &#8220;Satu kantong plastik berisi 320 baby lobster, padahal yang diamankan ada 22 kantong plastik, kurang lebih ada 7.050 baby lobster,&#8221; kata Kapolresta Banyuwangi.</p>
<p>Masih menurut AKBP Arman Asmara terungkapnya kasus dugaan penyelundupan benih udang ini, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata laporan tersebut benar. Pada Kamis (12/12/2019) pihaknya langsung bergerak dan mengamankan para pelaku, berikut barang buktinya.</p>
<p>&#8220;Benih udang ini kiriman dari kiriman dari NTB diangkut mempergunakan truk. Sesampainya Banyuwangi barang-barang ini dipindahkan ke mobil Brio. Rencananya, ribuan benur ini akan dikirim keluar Jawa dan selanjutnya akan di kirim ke luar Negeri,&#8221; kata AKBP Arman.</p>
<p>&#8220;Pengungkapan kasus penyelundupan benur dan mengamankan 5 tersangka ini atas kesingapan anggota Polresta Banyuwangi,&#8221;tambahnya.</p>
<p>Atas perbutannya, kelima tersangka dijerat pasal 92 dan/atau pasal 88 UU No.45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 2 dan pasal 7 Permen KP RI No.56/ Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (panulirus spp), Kepiting (seyla spp), dan rajungan (portonus pelagicus spp) dari wilayah NKRI.</p>
<p>&#8220;Ancaman hukumannya maksimal 8 tahu , dan denda sebesar Rp 1,5 miliar. Akibat ulah para tersangka ini, negara mengalami kerugian miliaran rupiah,&#8221; terang Kapolresta Banyuwangi.</p>
<p>Di tempat yang sama, staf Teknis Kantor Karantina Ikan Wilayah kerja Banyuwangi, Budhi Prihanta mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja anggota Polresta Banyuwangi. Atas kesingapannya, berhasil mengungkap dan mengamankan benih udang (baby lobster) yang akan diselundupkan ke luar negeri.</p>
<p>Sementara itu, Budhi Prihanta, Staf Teknis Kantor Karantina Ikan Wilayah Kerja Banyuwangi. &#8220;Baby lobster ini akan dilepas liarkan kembali di perairan Banyuwangi, tepatnya akan dilepas di pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo,&#8221; ujar Budhi. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102180</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Trenggalek Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Baby Lobster</title>
		<link>https://memontum.com/polres-trenggalek-ungkap-kasus-jual-beli-ribuan-baby-lobster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 12:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Baby Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 92]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97919-polres-trenggalek-ungkap-kasus-jual-beli-ribuan-baby-lobster</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ungkap kasus jual beli baby lobster (benur), 2 pelaku ditangkap jajaran Satreskrim Polres Trenggalek. Kedua pelaku yakni Bibit Sugiono (40) warga Dusun Ketawang RT08/RW02, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dan Khoirul Anam (37) warga Dusun Sumber RT37/RW08, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak membenarkan adanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ungkap kasus jual beli baby lobster (benur), 2 pelaku ditangkap jajaran Satreskrim Polres Trenggalek. Kedua pelaku yakni Bibit Sugiono (40) warga Dusun Ketawang RT08/RW02, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dan Khoirul Anam (37) warga Dusun Sumber RT37/RW08, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak membenarkan adanya penangkapan terhadap 2 pelaku ilegal fishing benih lobster yang kerap terjadi di wilayah Trenggalek.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-97921" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0080-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0080-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0080-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0080-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0080-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kembali jajaran Satreskrim Polres Trenggalek menangkap pelaku Bibit di jalan raya Karangan. Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa pelaku tengah membawa baby lobster (benur) dengan jumlah yang cukup banyak menggunakan kendaraan roda 4, &#8221; ungkap Kapolres saat dikonfirmasi media, Selasa (15/10/2019) sore.</p>
<p>Dijelaskan Kapolres, dari informasi masyarakat tersebut, diduga pelaku telah melakukan<br />
pengangkutan dan pemasaran baby lobster secara illegal. Dalam penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa 5 buah kardus masing-masing terdapat 32 kantong plastik berisi 100 baby lobster yang disembunyikan dalam mobil Toyota Avanza AG 1245 YF.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku Bibit, baby lobster tersebut adalah milik pelaku Khoirul Anam yang akan dijual ke Jakarta.</p>
<p>&#8220;Dalam hal ini, pelaku Bibit yang tidak memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), hanya berperan sebagai supir dengan upah sebesar Rp 1,6 juta untuk sekali mengantar benih lobster ke Jakarta, &#8221; imbuhnya.</p>
<div id="attachment_97920" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-97920" decoding="async" class="size-full wp-image-97920" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0079-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Kapolres Trenggalek menunjukan barang bukti pengungkapan kasus jual beli baby lobster. (mil) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0079-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0079-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0079-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191015-WA0079-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-97920" class="wp-caption-text">Kapolres Trenggalek menunjukan barang bukti pengungkapan kasus jual beli baby lobster. (mil)</p></div>
<p>Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, menurut keterangan pelaku Bibit, petugas berhasil menangkap pelaku Khoirul di rumahnya tanpa perlawanan. Dari penangkapan tersebut dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 karung kantong plastik, 1 buah handpone OPPO F11 biru, 1 buah handpone NOKIA merah, dan 3 bendel nota bukti transaksi jual beli benih lobster.</p>
<p>&#8220;Pelaku Khoirul mengaku bahwa barang bukti berupa baby lobster yang disita dari pelaku bibit adalah miliknya. Dan akan dijual ke Vietnam melalui Jakarta atas nama pemesan Ujang. Sampai saat ini, kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Ujang, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain mengamankan 2 pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti diantaranya 16 ribu ekor baby lobster, 160 kantong plastik, 5 karton bekas kemasan rokok, 1 unit handphone merek Samsung, 1 unit mobil Toyota Avanza warna putih, uang tunai Rp 1,6 juta, dan 3 bendel nota bukti transaksi jual beli baby lobster.</p>
<p>Kapolres menuturkan dari hasil penyidikan sementara, pelaku Khoirul sudah 4 kali melakukan transaksi dengan jumlah rata &#8211; rata 16 ribu &#8211; 20 ribu baby lobster setiap sekali antar.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini tim masih mendalami kasus ini. Apakah benar baru 4 kali atau bahkan lebih, &#8221; kata Kapolres.</p>
<p>Pelaku Khoirul mengaku, ia mendapat keuntungan Rp 15 juta setiap pengiriman 15 ribu hingga 20 ribu baby lobster.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa pelaku Khoirul selalu mengepul baby lobster disepanjang perairan Teluk Prigi dari para petani baby lobster.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Kepada kedua pelaku akan dikenakan pasal 92 Subs pasal 100 UU RI No 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UURI No. 45 tahun 2009 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.<strong> (mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97919</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
