<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasar Besar Kota Batu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasar-besar-kota-batu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2021 10:49:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasar Besar Kota Batu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasar Besar Kota Batu Mulai Ramai Dikunjungi Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-besar-kota-batu-mulai-ramai-dikunjungi-pembeli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2021 10:49:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Besar Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142454</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dua hari Jelang hari raya Idul Fitri 1442, Pasar Besar Kota Batu sudah mulai nampak ramai dikunjungi pembeli. Walaupun, peningkatan itu belum sama seperti dua tahun lalu saat kondisi normal atau ketika belum ada pandemi Covid-19. Kepala UPT Pasar Besar Kota Batu, Agus Suyadi, mengungkapkan untuk konsumen Pasar Besar Kota Batu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dua hari Jelang hari raya Idul Fitri 1442, Pasar Besar Kota Batu sudah mulai nampak ramai dikunjungi pembeli. Walaupun, peningkatan itu belum sama seperti dua tahun lalu saat kondisi normal atau ketika belum ada pandemi Covid-19.</p>



<p>Kepala UPT Pasar Besar Kota Batu, Agus Suyadi, mengungkapkan untuk konsumen Pasar Besar Kota Batu jelang hari raya Idul Fitri sudah mulai nampak ada peningkatan. Dimana peningkatan pembeli di pasar saat ini sudah mencapai 10-15 persen dibanding hari biasa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong> </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jika hari biasa, para pembeli di Pasar Besar Kota Batu masih kurang dari 700 orang. Sedangkan untuk saat ini sudah mencapai 800-850 orang per hari,&#8221; kata Agus, kepada media, Selasa (11/05).</p>



<p>Walaupun saat ini sudah nampak ada peningkatan Jika dibandingkan dengan sebelum Pandemi Covid-19 jumlahnya masih sangat jauh berbeda. Dimana, ketika belum ada pandemi Covid-19 tingkat okupansi pasar jelang hari raya, satu hari bisa tembus lebih dari 1000 orang.</p>



<p>&#8220;Semenjak ada pandemi Covid-19 tingkat okupansi di pasar besar Kota Batu menurun sebanyak 30 persen,&#8221; ungkap Agus.</p>



<p>Dia menyebutkan, kondisi pasar itu akan terus ramai hingga H+7 pasca hari raya Idul Fitri. Dimana ketika menjelang hari raya, para pembeli banyak yang memburu barang-barang kebutuhan pokok. Selain itu masyarakat juga memburu pakaian dan kue untuk hari raya.</p>



<p>&#8220;Pokoknya, ketika menjelang hari raya, masyarakat banyak memburu barang-barang yang berhubungan dengan momen lebaran,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Agus menyebutkan hingga saat ini harga kebutuhan di Pasar Besar Kota Batu masih relatif stabil. Tidak ada harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Bahkan untuk harga beras, saat ini malah cenderung turun.</p>



<p>Dimungkinkan, untuk kenaikan harga kebutuhan pokok, diprediksi akan terjadi pada H-1 menjelang hari raya Idul Fitri. Kenaikan harga itu disebabkan karena permintaan barang yang meningkat.</p>



<p>&#8220;Jika melihat tahun-tahun sebelumnya, sangat dimungkinkan harga daging ayam akan mengalami kenaikan. Saat ini harganya Rp 38 &#8211; Rp 40 ribu, untuk kenaikannya kami belum bisa memprediksi,&#8221; jelas dia.</p>



<p>Dia juga mengungkapkan, saat ini daya beli masyarakat masih belum pulih sepenuhnya setelah dihantam pandemi. Ditambah lagi saat ini ada larangan mudik, yang pengaruhnya sangat signifikan terhadap daya beli masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya larangan mudik, imbasnya perputaran keuangan di pasar tidak seperti pada lebaran-lebaran sebelumnya. Karena dulu, ketika ada pemudik yang datang pasti mereka akan berbelanja di pasar,&#8221; terang dia.</p>



<p>Disisi lain, saat ini pedagang di pasar besar Kota Batu juga tidak berani mengumpulkan setok barang terlalu banyak. Karena yang terpenting saat ini adalah kondisi perekonomian bisa berjalan terlebih dahulu. Meski begitu, hingga kini kelangkaan barang masih belum terjadi. Bahkan dirinya memastikan, kebutuhan bahan pokok di Kota Batu masih tercukupi hingga dua bulan ke depan. <strong>(bir/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142454</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendataan Relokasi Pasar Besar Ditolak  HPP</title>
		<link>https://memontum.com/pendataan-relokasi-pasar-besar-ditolak-hpp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2020 16:14:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[HPP]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Besar Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121438-pendataan-relokasi-pasar-besar-ditolak-hpp</guid>

					<description><![CDATA[MEMONTUM KOTA BATU – Rencana relokasi pedagang oleh Pemerintah Kota Batu ditolak Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Besar Batu sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Tuntutan yang mereka ajukan dinamakan 3D, yakni dana revitalisasi, DED dan data pedagang. Johan Bambang Irawan, Wakil Ketua HPP mengatakan, pihaknya belum bisa membicarakan relokasi sebelum tuntutan tersebut dipenuhi. “3 D itu terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMONTUM KOTA BATU</strong> – Rencana relokasi pedagang oleh Pemerintah Kota Batu ditolak Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Besar Batu sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Tuntutan yang mereka ajukan dinamakan 3D, yakni dana revitalisasi, DED dan data pedagang. Johan Bambang Irawan, Wakil Ketua HPP mengatakan, pihaknya belum bisa membicarakan relokasi sebelum tuntutan tersebut dipenuhi.</p>
<p>“3 D itu terkait keberadaan dana revitalisasi Pasar Besar Batu, transparansi DED dan data pedagang yang masih carut-marut,” ujar Johan saat ditemui di Pasar Besar Batu, Rabu (12/8/2020).</p>
<p>Ia mendesak agar Pemkot Batu menyelesaikan terlebih dahulu pendataan pedagang. Katanya, ada data yang berada di Bank Jatim dan Polda Jatim.</p>
<p>“Hal itu harus diselesaikan dulu oleh Pemkot Batu. Kami meminta UPT untuk menghentikan pendataan pedagang mulai Kamis (13/8/2020) karena muncul banyak pertanyaan yang membuat pedagang gelisah,” akunya.</p>
<p>Di sisi lain, Johan juga mengatakan tidak elok kalau relokasi dilakukan saat masa pandemi seperti sekarang. Ia meminta agar proses relokasi dihentikan dulu.</p>
<p>“Kami minta dihentikan dulu, khawatir pembangunan terjadi mangkrak hingga pedagang terjebak di penampungan,” urainya.</p>
<p>Pihaknya juga siap untuk membuka dialog jika tuntutan 3D terpenuhi. Bahkan kesepakatan tersebut telah ada di lembar paguyuban. Johan mengatakan, pihaknya melakukan pendataan internal. Ia mengaku heran karena data PKL berubah dari sebelum pandemi dengan saat pandemi.</p>
<p>“Seperti sebelum pandemi, data PKL pasar pagi sebanyak 959 sekarang jadi 1097. Itu buat kami heran, makanya kami bikin pendataan internal supaya sinkron,” paparnya.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono saat dikonfirmasi memberikan penjelasan, pendataan dilakukan agar proses pembangunan bisa berjalan sesuai rencana dan kebutuhan. Ia menegaskan kalau Pemkot Batu berkomitmen, dalam pembangunan pasar ini mengutamakan kepentingan warga dan khususnya pedagang.</p>
<p>“Namanya pendataan itu, berarti teman-teman UPT memulai karena kami melihat untuk relokasi perlu pendataan. Saat ini tahap verifikasi. Artinya, yang namanya didata itu untuk mengetahui sejauh mana kondisi pasar supaya konsep pembangunan sesuai kondisi sebenarnya,” ujar Eko melalui sambungan telefon.</p>
<p>Eko meminta agar semua pihak saling mendukung. Saat ini, tahapan demi tahapan tengah dilakukan untuk merealisasikan pembangunan pasar. Ia pun tidak ingin ada persoalan salah dan benar, melainkan bersama-sama membangun.</p>
<p>“Kata kuncinya adalah perencanaan, kata kunci paling pokok adalah pendataan supaya perlindungan terhadap pedagang itu benar. Kondisi sebenarnya itu yang kami gambar, artinya Pemerintah Kota Batu melindungi masyarakat dan pedagang, untuk perencanaan yang baik itu berawal dari pendataan yang benar,” tegasnya.</p>
<p>Diskumdag mengaku masih baru memulai pendataan. Setelah itu, akan ada pembicaraan dengan pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan pedagang.</p>
<p>“Kalau misalnya paguyuban mau membantu, ya monggo, tapi kapasitasnya harus bersama, bukan berjalan sendiri. Sinkronisasi data penting, lebih awal didapat lebih baik agar perencanaan cepat dan matang,” katanya.<strong> (bir/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121438</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nasi Empok Pecel Mak Panin Pasar Besar Kota Batu Banyak Digemari Warga Luar Kota</title>
		<link>https://memontum.com/nasi-empok-pecel-mak-panin-pasar-besar-kota-batu-diburu-warga-luar-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2019 09:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Besar Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101390-nasi-empok-pecel-mak-panin-pasar-besar-kota-batu-diburu-warga-luar-kota</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Menekuni sebuah usaha tidak harus di awali dengan modal yang besar, hal ini di tuturkan oleh Mak Panin begitu ia biasa di sapa. Wanita yang setiap hari berdagang nasi empok pecel ini mengaku memulai usahanya sekitar lebih dari 35 tahun. Berdagang di lapak kecil berukuran 2 X 2 m, tempatnya tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Menekuni sebuah usaha tidak harus di awali dengan modal yang besar, hal ini di tuturkan oleh Mak Panin begitu ia biasa di sapa. Wanita yang setiap hari berdagang nasi empok pecel ini mengaku memulai usahanya sekitar lebih dari 35 tahun. Berdagang di lapak kecil berukuran 2 X 2 m, tempatnya tidak sulit untuk di cari, tepatnya berada di unit 1 blok c berhadapan dengan toko bahan Pokok (Bunder ) di pasar besar Kota Batu.</p>
<p>Ia menuturkan pada awal memulai usahanya berdagang makanan khas kota Batu, adalah untuk memenuhi kebutuhan warga pedagang pasar besar Batu.</p>
<p>&#8221; Dulu saat mengawali usaha jualan nasi empok pecel ini, ya hanya berharap warga pasar (pedagang)  yang menjadi pelanggannya, namun sekarang banyak warga yang sedang berbelanja menjadi pelanggannya, &#8221;</p>
<p>Dari hal kecil tersebut kini usahanya bisa dikatakan sangat maju, bahkan dari pantauan memontum. Com tidak sedikit warga yang rela antri hanya untuk menikmati hidangan nasi empok yang di padu dengan pecel dan sayur lodeh buah nangka muda (tewel).</p>
<p>Menurut Panin yang asli warga kampung baru Kelurahan Sisir ini, bahwa setiap hari buka warung sejak pukul 06.00 sampai 09.30 dengan rata-rata kami melayani 300 bungkus. &#8220;Setiap hari kami buka jam 06.00 s/d 09.30 dan kebanyakan konsumen tidak makan di tempat melainkan di bungkus, karena memang tempatnya yang tidak memadai,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Sementara itu salah satu pelanggan Elly dari Surabaya saat di wawancarai memontum.com menuturkan bahwa dirinya sudah lebih dari 5 tahun ini jadi pelanggannya.</p>
<p>&#8220;Kami sudah 5 tahun ini jadi pelanggannya, memang tidak setiap hari sih, hanya pas berlibur saja tapi bisa dikatakan sering sebab hampir setiap weekend kami bersama keluarga ke Batu, kami dapat referensi dari teman dan setelah mencoba kami sangat cocok, harga juga sangat terjangkau, perbungkus rp. 8000 dengan citarasa yang luar biasa, &#8221; pungkasnya.  <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101390</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
