<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasar Comboran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasar-comboran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2020 11:59:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasar Comboran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sidak Dadakan di Pasar Comboran</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-dadakan-di-pasar-comboran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 11:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Comboran]]></category>
		<category><![CDATA[sidak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123207</guid>

					<description><![CDATA[Satgas Temui Puluhan Orang Tak Bermasker Memontum Kota Malang &#8211; Tim Satgas Gabungan Covid 19 lakukan sidak dadakan ke pasar Comboran, Kamis (3/9/2020) siang. Gabungan tim satgas yang terdiri dari Dishub, Satpol PP hingga Dinas Kesehatan Kota Malang itu tegakkan Instruksi Presiden (Inpres) No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Satgas Temui Puluhan Orang Tak Bermasker</strong></h3>
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Satgas Gabungan Covid 19 lakukan sidak dadakan ke pasar Comboran, Kamis (3/9/2020) siang. Gabungan tim satgas yang terdiri dari Dishub, Satpol PP hingga Dinas Kesehatan Kota Malang itu tegakkan Instruksi Presiden (Inpres) No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.</p>
<p>Program yang dicanangkan Gubernur Jatim, Khirufah Indar Parawansa, yakni Jatim Bermasker. Tim Satgas berhasil menciduk puluhan orang yang tidak memakai masker. &#8220;Ini masih kita beri sanksi sosial agar jera. Setelah sanksi sosial dan peringatan, nanti akan ada sanksi administrasi di tahap selanjutnya, pekan depan,&#8221; terang Anton Viera, Kasi Operasi dan Penegakan Satpol PP Kota Malang.</p>
<p>Sidak ini dilakukan mulai dari Jalan Irian Jaya hingga Klojen Kota Malang. Petugas mendapati puluhan orang yang tidak bermasker. Tak hanya pedagang saja, pembeli dan pengendara yanh sekedar lewat Pasar Comboran.</p>
<p>Masyarakat yang tidak memakai masker langsung diberi sanksi sosial berupa menyapu jalan, membersihkan sampah yang berserakan hingga menyanyikan lagu nasional.</p>
<p>Pasar Comboran, yang mayoritas penjual barang bekas itu diberi imbauan lewat loudspeaker dari mobil milik Dinas Kesehatan Kota Malang. Tujuannya untuk mengedukasi dan sosialisasi agar masyarakat mau memakai masker.</p>
<p>&#8220;Karena ini masih menghimbau, kedepannya kita akan berikan sanksi denda Rp 100 ribu,&#8221; tambah Anton. Peraturan denda tersebut sudah jelas tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) No 30 Tahun 2020.</p>
<p>&#8220;Operasi seperti ini akan terus kita lakukan, agar masyarakat tahu dan patun untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Apalagi pandemi ini juga belum usai,&#8221; tutupnya. <strong>(cw2/man)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123207</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dulu Bedhol Patok, Kini Pasar Comboran, Berwajah Baru dan Lebih Rapi</title>
		<link>https://memontum.com/dulu-bedhol-patok-kini-pasar-comboran-berwajah-baru-dan-lebih-rapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2020 02:39:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Comboran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104185-dulu-bedhol-patok-kini-pasar-comboran-berwajah-baru-dan-lebih-rapi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tanggal 23 Januari 2020 menjadi target tuntas semua pedagang dan PKL besi, harus masuk di Pasar Comboran Timur. Pasca itu, wajah jalan Moh. Yamin, jalan Halmahera dan jalan Sartono, akan lebih cerah. Tak akan nampak lagi kesan kumuh bedak, ruas jalan kembali normal dan tentunya lingkungan sekitar area akan semakin nampak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tanggal 23 Januari 2020 menjadi target tuntas semua pedagang dan PKL besi, harus masuk di Pasar Comboran Timur. Pasca itu, wajah jalan Moh. Yamin, jalan Halmahera dan jalan Sartono, akan lebih cerah. Tak akan nampak lagi kesan kumuh bedak, ruas jalan kembali normal dan tentunya lingkungan sekitar area akan semakin nampak asri.</p>
<p>Memastikan proses pindah dari sekitar 336 pedagang dan PKL berjalan dengan baik, Walikota Malang Sutiaji menyempatkan diri untuk memonitor prosesnya (15/1/2020). Monitoring ke titik lokasi bedak penampungan yang berlokasi di koridor jalan Moh Yamin, Sutiaji merespon positif atas inisiatif dari para pedagang dan PKL yang membongkar secara mandiri bedak bedak penampungan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104187" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0110-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0110-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0110-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0110-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0110-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Ini saya ingin pastikan semuanya berjalan sesuai jadwal. Meskipun batas akhir pemindahan pada tanggal 23 Januari, namun saya berharap tanggal 20 Januari, semuanya sudah masuk ke dalam Pasar Comboran Timur. Sehingga setelahnya kita juga bisa berfokus merapikan bahu bahu jalan yang sebelumnya di tempati bedak bedak penampungan, &#8220;tutur Sutiaji.</p>
<p>Hal lain yang dipesankan kepada jajaran Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) kota Malang, terkait fasilitas toilet, memastikan air hujan tidak masuk, serta mempertimbangkan cat dinding tidak menggunakan warna putih. &#8220;Ini khan pasar besi, pedagangnya juga tangannya pasti belepotan dengan minyak oli, itu pasti membekas kuat pada warna putih. Mungkin nanti perlu diaksen lain, sehingga bekas bekas oli tidak nampak kotor ke dinding, &#8220;ujar Walikota penghobby olah raga bulu tangkis ini.</p>
<p>Menyempatkan diri ngobrol dengan para pedagang yang beberapa sudah beraktifitas di dalam pasar, Walikota Malang menilai para pedagang antusias menempati lapak lapak yang telah tersedia di dalam pasar Comboran Timur.</p>
<p>Pasar Comboran Timur dibangun, usai pasar besi comboran terbakar di 13 Oktober 2016. Dalam up gradenya, Pasar Comboran Timur selain mampu menampung secara keseluruhan pedagang, juga mampu mengakomodir PKL yang berlokasi di jalan Sartono. Seperti diketahui PKL di Jl Sartono SH, selama ini berpotensi menganggu kelancaran arus lalu-lintas di Jl Gatot Subroto, yang merupakan akses jalan menuju kabupaten Malang (Malang Selatan), Blitar dan Lumajang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104186" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0107-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0107-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0107-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0107-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200115-WA0107-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sehingga pasca perpindahan, diharapkan arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi normal kembali.<br />
Bagi warga Malang, pasar comboran pasti terhubung dengan pasar loak, pasar barang rongsokan bahkan pasar kumuh yang tak layak untuk dikunjungi.</p>
<p>Sejarah nama Comboran adalah tempat &#8220;BEDHOL PATHOK&#8221; bagi kuda, tepatnya adalah tempat memberi makan dan minum kuda (bahasa jawa Nyombor). Dengan kata lain tempat parkir Kuda atau Dokar sebagai alat transportasi tempo dulu. Dalam perkembangannya berubah menjadi terminal angkutan umum seperti bemo, dengan titik sentral mendukung keberadaan Pasar Besar di sebelah utaranya.</p>
<p>Dan terminal itu, dalam perjalanan waktu dipergunakan sebagai pasar loak onderdil mobil (tepatnya didepan Pasar comboran). Begitulah Kawasan Comboran yang mempunyai ciri unik, berangkat dari sekitar nama aktivitas yang terjadi disaat itu, bisa berkembang didukung pengolahan fisik dan non fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan aktifitas yang terjadi dijamannya.</p>
<p>Pasar comboran terletak disepanjang jalan Irian Jaya, jalan Moh. Yamin dan Jl Halmahera ( sepanjang rel kereta api Pertamina). Sehingga apabila ada kereta api penganggkut BBM melintas para pedagang ramai-ramai menyingkirkan barang dagangannya dan para pengunjung semburat minggir dan apabila kereta sudah lewat. Orang-orang kembali berkumpul lihat barang barang yang diinginkan.</p>
<p>Pasar ini (dulu) memang terlihat kurang tertata dengan rapi masih semrawut penataan pedagang kaki limanya.</p>
<p>Dengan telah tuntasnya pembangunan Pasar Comboran Timur, semoga pasar ini menjadi pasar tematik yang berkhas dan sekaligus menjadi destinasi wisata tersendiri. Seperti halnya pasar klewer Solo atau pasar Beringharjo di Yogyakarta atau bahkan Pasar Sukowati di Bali.<strong> (*yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104185</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pedagang Sudah Bisa Masuk di Bangunan Baru Pasar Comboran</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-sudah-bisa-masuk-di-bangunan-baru-pasar-comboran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 12:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Comboran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103577-pedagang-sudah-bisa-masuk-di-bangunan-baru-pasar-comboran</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pasar Comboran Kota Malang telah siap untuk difungsikan. Hal itu telah dipastikan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), bahwa bangunan Pasar Comboran yang baru telah selesai dibangun dan siap untuk digunakan. Selasa (7/1/2020) pagi jajaran Pemerintah Kota Malang yang dipimpin Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau Pasar Comboran. Kesiapan bangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pasar Comboran Kota Malang telah siap untuk difungsikan. Hal itu telah dipastikan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), bahwa bangunan Pasar Comboran yang baru telah selesai dibangun dan siap untuk digunakan.</p>
<p>Selasa (7/1/2020) pagi jajaran Pemerintah Kota Malang yang dipimpin Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau Pasar Comboran.</p>
<p>Kesiapan bangunan baru Pasar Comboran semakin dapat dipastikan setelah pihak Diskoperindag Kota Malang melakukan pertemuan dengan beberapa perwakilan pedagang pasar comboran.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut membahas beberapa hal yang berkaitan pemindahan pedagang pasar comboran untuk segera menempati bangunan baru Pasar Comboran.</p>
<p>Untuk diketahui, selama proses pembangunan berlangsung, pedagang pasar comboran tersebar di beberapa titik tak jauh dari area sekitar Pasar Comboran.</p>
<p>Menurut Koordinator Paguyuban Pasar Baru Timur Comboran, Arif Zaki, dari pertemuan tersebut telah ditemui titik terang bahwa nanti pada tanggal 23 Januari 2020, seluruh pedagang sudah harus masuk menempati bangunan yang baru.</p>
<p>&#8220;Artinya, petunjuk dari Bapak Kepala Diskoperindag juga sudah jelas, bahwa nanti pada tanggal 23 Januari 2020 semua pedagang sudah harus masuk. Jadi untuk proses pemindahannya, kami (pedagang) sudah bisa mulai besok dilakukan,&#8221; ujar Arif Zaki saat ditemui Selasa (7/1/2020) siang.</p>
<p>Maka dari itu, untuk menjaga agar proses pemindahan berjalan lancar, Arif mengatakan, pihaknya juga akan terus melakukan komunikasi dengan pihak Diskoperindag. Mengingat proses boyongan pedagang juga harus dilakukan secara bertahap.</p>
<p>&#8220;Yang pasti kami akan terus komunikasi dengan Diskoperindag, karena untuk hal teknis pun juga akan kami koordinasikan. Kami juga mengapresiasi Pemkot Malang atas apa yang telah dilakuan oleh Pasar Comboran, yang rencananya juga akan dijadikan sebagai salah satu ikon Kota Malang. Kalau bicara masalah kurang, kita sebagai manusia tidak akan pernah puas, namun yang jelas saat ini Pasar Comboran telah jauh lebih baik,&#8221; jelas Arif.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, meskipun para pedagang diberi waktu hingga tanggal 23 Januari 2020 agar sudah masuk menempati tempat yang sudah disiapkan, Diskoperindag masih memberi kelonggaran hingga akhir Januari. Mengingat, proses pemindahan yang cukup sulit dan harus dilakukan bertahap.</p>
<p>&#8220;Mulai besok pedagan sudah bisa mulai proses pindahan. Karena memang yang dipindahkan juga banyak ada sebagian yang berat-berat, itu perlu proses dan bertahap. Kami juga menyediakan beberapa kendaraan dan alat yang mungkin bisa digunakan oleh para pedagang secara gratis,&#8221; ujar Wahyu.</p>
<p>Diskoperindag mencatat, saat ini ada sebanyak 332 pedagang yang nantinya akan menempati bangunan baru Pasar Comboran. Selain pedagang sebelumnya yang telah memikliki lapak, bangunan baru Pasar Comboran juga telah menyediakan tempat bagi para PKL.</p>
<p>Selain itu, Wahyu mengatakan, pihaknya juga akan memasang aliran listrik di setiap sudut lapak. Yang nantinya akan memudahkan pedagang untuk memindahkan dagangannya saat sore atau menjelang malam hari.</p>
<p>Sementara itu, untuk mengantisipasi adanya nama pedagang yang dobel atau pemindahtanganan lapak, Diskoperidag juga aka melakukan pemutakhiran data. Hal itu dilakukan untuk pendataan siapa saja nanti yang akan menempati lapak, atau mungkin ada lapak yang dialihkan ke pedagang lain.</p>
<p>Selain itu, Wahyu juga mengatakan, bahwa untuk menempati lapak di bangunan baru Pasar Comboran tersebut, para pedagang tidak dikenakan biaya sama sekali, dan posisi penempatan lapak telah disepakati untuk didapatkan dengan dilakukan pengundian.</p>
<p>&#8220;Karena ini kan aset Pemerintah Kota Malang dan pedagang hanya menempati saja, dan pedagang hanya akan ditarik retribusi, dan tidak ada biaya administrasi di awal,&#8221; pungkasnya.<strong> (gim/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pedagang Rombeng Tewas Mendadak</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-rombeng-tewas-mendadak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 13:21:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Comboran]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80914-pedagang-rombeng-tewas-mendadak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Supardi (72) pedagang rombeng / Barang bekas, warga Jl BS Riadi Gang I, Keluarahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (12/3/2019) pukul 12.30, tewas mendadak. Dia tewas saat berada di Pasar Comboran Lantai III Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga jenazah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Supardi (72) pedagang rombeng / Barang bekas, warga Jl BS Riadi Gang I, Keluarahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (12/3/2019) pukul 12.30, tewas mendadak.</p>
<p>Dia tewas saat berada di Pasar Comboran Lantai III Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com, bahwa siang itu Supardi makan siang bersama Amsah (58), istrinya. Namun usai makan, Supardi terjatuh. Saat ditolong oleh warga, kondisinya sudah meninggal. Kejadian itu sempat membuat kaget para pengunjung dan pedagang Pasar Comboran hingga memadati lokasi.</p>
<p>Petugas Polsekta Klojen melakukan oleh TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Jenazah Supardi kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Namun pihak keluarga keberatan dan membuat surat pencabutan untuk tidak dilakukan otopsi.</p>
<p>Kapolsekta Klojen Kompol Budi Harianto saat bertemu Memontum.com di kamar mayat RSSA Malang, nenjelaskan bahwa diduga korban meninggal karena sakit jantung.</p>
<p>&#8221; Diduga kuat menderita sakit jantung dan komplikasi. Pihak keluarga membuat surat pencabutan untuk tidak dilakukan otopsi. Tidak ada unsur penganiayaan dan pidana lainnya karena murni jantung,&#8221; ujar Kompol Budi Harianto. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80914</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
