<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasar Kepanjen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasar-kepanjen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Mar 2022 11:07:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasar Kepanjen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasar Kepanjen Malang Segera Digelontor Migor Curah 12 Ton</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-kepanjen-malang-segera-digelontor-migor-curah-12-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 11:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Kepanjen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166598</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, melaksanakan tinjauan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 1443 H di Pasar Kepanjen, Selasa (29/03/2022) tadi. Turut hadir mendampingi Kepala UPTD Pasar Kepanjen, Edy Tri, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara&#8217;langi, Kasat Lantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah beserta jajarannya. &#8220;Hari ini saya bersama Kepala Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, melaksanakan tinjauan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 1443 H di Pasar Kepanjen, Selasa (29/03/2022) tadi. Turut hadir mendampingi Kepala UPTD Pasar Kepanjen, Edy Tri, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara&#8217;langi, Kasat Lantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah beserta jajarannya.</p>



<p>&#8220;Hari ini saya bersama Kepala Pasar Kepanjen dan beberapa rekan-rekan Satgas Pangan, melakukan pengecekan harga di pasar, utamanya bahan pokok,&#8221; kata AKBP Ferli Hidayat, sesuai melaksanakan tinjauan.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa menurut pantauannya, ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan sudah tercukupi. &#8220;Kita keliling tadi, minyak goreng masih tersedia stoknya. Selain itu, juga tersedia kedelai, bawang, telur dan lain sebagainya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>AKBP Ferli juga memaparkan, jika di Pasar Kepanjen, akan ada pasokan minyak curah sebanyak 12 ton. &#8220;Kita sama-sama dapat informasi bahwa minyak goreng curah nanti akan ada stok 12 ton ke pasar-pasar. Karena masih ada sedikit kesulitan bagi masyarakat yang mencarinya. Semoga segera terdistribusi dalam satu atau dua hari ke depan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pasar Kepanjen, Edi Tri, menjelaskan bahwa pasokan 12 ton minyak goreng curah bakal digelontorkan ke para pedagang Pasar Kepanjen dari distributor. &#8220;Ini saya baru mendapat telepon, untuk disuruh mendata. Saya minta NPWP para pedagang akan dilaporkan ke PT Rajawali (Distributor minyak goreng curah) untuk segera didistribusikan,&#8221; tuturnya. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pedagang Beras Pasar Kepanjen Mengeluh Penjualan Turun, Stok Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-beras-pasar-kepanjen-mengeluh-penjualan-turun-stok-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 14:14:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Kepanjen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Penjualan beras yang menurun membuat para pedagang Pasar Kepanjen Kabupaten Malang, resah. Stok beras yang berlimpah justru, membuat kesulitan para pedagang. Beberapa pedagang mengeluh saat ditemui di pasar Kepanjen Kabupaten Malang. Pasalnya, stok beras yang dimiliki tidak kunjung berkurang. Ini dikarenakan kurangnya minat pengunjung pasar. &#8220;Kalau normal biasanya bisa menjual 1 kuintal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Penjualan beras yang menurun membuat para pedagang Pasar Kepanjen Kabupaten Malang, resah. Stok beras yang berlimpah justru, membuat kesulitan para pedagang.</p>
<p>Beberapa pedagang mengeluh saat ditemui di pasar Kepanjen Kabupaten Malang. Pasalnya, stok beras yang dimiliki tidak kunjung berkurang. Ini dikarenakan kurangnya minat pengunjung pasar.</p>
<p>&#8220;Kalau normal biasanya bisa menjual 1 kuintal dalam sehari. Sekarang hanya 20 kg sehari,&#8221; ungkap Saiful, salah satu pedagang sembako di pasar Kepanjen.</p>
<p>Meski sudah diterapkan new normal, tapi pasar tetap sepi pengunjung. Padahal harga beras sudah kian bersahabat.</p>
<p>&#8220;Mungkin penyebab tidak lakunya beras ini, dikarenakan orang masih takut mau datang ke pasar, untuk berkumpul di keramaian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Harapan para pedagang kedepannya, setelah diberlakukannya new normal, masyarakat bisa datang lagi ke pasar tanpa rasa takut akan berkumpul di keramaian dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.  <strong>(mg2/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasar Kepanjen Perketat Protokol Kesehatan, Tak Pakai Masker Kena Sanksi</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-kepanjen-perketat-protokol-kesehatan-tak-pakai-masker-kena-sanksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 11:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[sanksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117372</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasar Kepanjen memperketat penerapan protokol kesehatan baik bagi para pedagang maupun para pengunjung pasar. Bahkan dalam hal ini, pihak pengelola Pasar Kepanjen bekerja sama dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang untuk bersama-sama mengawasi para pedagang dan pengunjung yang datang. Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Pasar Kepanjen, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasar Kepanjen memperketat penerapan protokol kesehatan baik bagi para pedagang maupun para pengunjung pasar. Bahkan dalam hal ini, pihak pengelola Pasar Kepanjen bekerja sama dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang untuk bersama-sama mengawasi para pedagang dan pengunjung yang datang.</p>
<p>Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Pasar Kepanjen, Suyadi mengatakan, pengetatan penerapan protokol kesehatan tersebut dilakukan juga menyusul transisi new normal di Kabupaten Malang. Terlebih lagi Pasar Kepanjen merupakan salah satu pasar di Kabupaten Malang yang memiliki aktifitas yang tinggi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-117374" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0150-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0150-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0150-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0150-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200624-WA0150-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Ya kami ingin bersama-sama menjaga, karena retribusi kan sudah dibebaskan. Yang kami inginkan, baik para pedagang maupun pengunjung pasar bisa tertib dan menjalankan protokol kesehatan sesuai arahan Kemenkes,&#8221; ujar Suyadi saat ditemui di sela kegiatannya, Rabu (24/6/2020).</p>
<p>Selain itu, Suyadi juga mengatakan, beberapa pedagang dan pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker ada yang diberi sanksi oleh personel Satpol PP yang bertugas di Pasar Kepanjen. Sanksi yang diberikan berupa menyapu sebagian area Pasar Kepanjen.</p>
<p>&#8220;Kalau sanksi itu kan Satpol PP yang berwenang. Tapi itu semua kan juga demi keberlangsungan Pasar Kepanjen. Penerapan protokol kesehatan tersebut juga kami sampaikan setiap hari kepada para pedagang, maupun pengunjung yang datang,&#8221; imbuh Suyadi.</p>
<p>Selain itu, ia juga tidak memungkiri, jika pembebasan retribusi kios pasar di Kabupaten Malang juga berdampak pada turunnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi.</p>
<p><a href="https://memontum.com/117206-denda-razia-tak-pakai-masker-sebaran-di-wag-pasti-hoax" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Baca Juga :</strong> Denda Razia Tak Pakai Masker Sebaran di WAG, Pasti Hoax</a></p>
<p>&#8220;Yang jelas pasti menurun, maka dari itu, yang kami harapkan tidak hanya pedagang, seluruh masyarakat yang juga masih menggunakan Pasar Kepanjen untuk bersama-sama menjaga,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Untuk diketahui, besaran retribusi kios di Pasar Kepanjen beragam, dimana besaran retribusinya berdasarkan jenis kios, luas kios dan jenis dagangan yang dijual. Besaran retribusi untuk kios di Pasar Kepanjen berkisar Rp 1.500 hingga Rp 10.000. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Cegah Covid-19, KKI Kepanjen Bagi Masker</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-cegah-covid-19-kki-kepanjen-bagi-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 11:04:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Kebaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[masker]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Kepanjen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111039</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Suasana Pasar Kepanjen Minggu (5/4/2020) pagi ini terlihat berbeda. Ada sejumlah emak-emak yang tampil beda sembari membagikan masker kepada para pedagang dan masyarakat di Pasar Kepanjen. Tidak hanya sekedar membagikan masker, emak-emak milenial tersebut juga mengusung tema budaya. Mereka terlihat anggun dengan mengenakan setelan kebaya sambil mebagikan masker. Ketua Komunitas Kebaya Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Suasana Pasar Kepanjen Minggu (5/4/2020) pagi ini terlihat berbeda. Ada sejumlah emak-emak yang tampil beda sembari membagikan masker kepada para pedagang dan masyarakat di Pasar Kepanjen. Tidak hanya sekedar membagikan masker, emak-emak milenial tersebut juga mengusung tema budaya. Mereka terlihat anggun dengan mengenakan setelan kebaya sambil mebagikan masker.</p>
<p>Ketua Komunitas Kebaya Indonesia Kepanjen, Riri Pertiwi mengatakan bahwa pembagian masker gratis ini merupakan bentuk kepedulian mereka ditengah pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Selain ke pasar, emak-emak milenial itu juga membagikan masker kepada petani.</p>
<p><div id="attachment_111041" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-111041" decoding="async" class="size-full wp-image-111041" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0070-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Anggota Komunitas Kebaya Indonesia Kepanjen saat berbagi masker. (Foto-Foto Giman) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0070-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0070-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0070-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0070-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-111041" class="wp-caption-text">Anggota Komunitas Kebaya Indonesia Kepanjen saat berbagi masker. (Foto-Foto Giman)</p></div></p>
<p>&#8220;Pertama kemarin kepada petani, kita bagikan ke petani di Desa Jatikerto. Ini tadi di Pasar Kepanjen kita bagikan 300 masker, kemudian sasaran kita di Pasar Sengguruh dan terakhir di Pasar Gondanglegi. Totalnya 1.000 lebih masker,&#8221; kata Riri, Minggu (5/4/2020) siang.</p>
<p>Riri menambahkan, masker yang dibagikan tersebut dibuat secara mandiri. Komunitas Kebaya Indonesia Kepanjen kebetulan mendapatkan bantuan kain dari donatur, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk masker.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-111042" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0074-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0074-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0074-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0074-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0074-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Ada donatur kain, akhirnya kita cari konveksi yang mau menjahit masker dengan harga murah. Dananya dari spontanitas anggota. Anggotanya sementara ada 40 orang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Terakhir, Riri berharap, tidak hanya aksi sosial saja yang akan diingat oleh masyarakat dari Komunitas Kebaya Indonesia, namun lebih dari itu ada nilai-nilai kebudayaan yang harus dipahami.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-111043" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0076-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0076-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0076-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0076-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200405-WA0076-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Harapannya kalau bisa perempuan Indonesia khususnya di Kepanjen berdaya dan berbudaya. Berdayanya apa? Kita disini mempunyai pelatihan buat ibu-ibu biar punya penghasilan sendiri. Untuk berbudaya kita bisa lewat tingkah laku kita, kita sopan santun, memakai kebaya, karena kebaya juga warisan budaya kita, kalau bukan kita siapa lagi yang mau melestarikan,&#8221; pungkasnya. <strong>(gim/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111039</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
