<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasar Keputran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasar-keputran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Apr 2020 13:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasar Keputran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang PSBB, Pemkot Surabaya Terapkan Protokol Kesehatan di Pasar Keputran Utara</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-psbb-pemkot-surabaya-terapkan-protokol-kesehatan-di-pasar-keputran-utara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2020 13:53:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Keputran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[PSBB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112995-jelang-psbb-pemkot-surabaya-terapkan-protokol-kesehatan-di-pasar-keputran-utara</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Pasar Keputran Utara Surabaya. Oleh karena itu, stand di dalam pasar tersebut juga diberi garis pembatas untuk menjaga jarak antara pedagang dan pembeli. Bahkan, para pedagang maupun pembeli juga diwajibkan menggunakan masker. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Pasar Keputran Utara Surabaya.</p>
<p>Oleh karena itu, stand di dalam pasar tersebut juga diberi garis pembatas untuk menjaga jarak antara pedagang dan pembeli. Bahkan, para pedagang maupun pembeli juga diwajibkan menggunakan masker.</p>
<p>Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, Pasar Keputran Utara merupakan salah satu pasar grosir di Kota Surabaya. Sehingga para pembeli di pasar tersebut, kebanyakan adalah para pedagang partai besar.</p>
<p>&#8220;Mereka pedagang grosir dengan barangnya sendiri yang begitu banyak,” ungkapnya, Minggu (26/4/2020).</p>
<p>Oleh karena itu, pihaknya pun menerapkan beberapa protokol kesehatan di pasar tersebut. Salah satunya dengan cara memasang garis pembatas untuk menjaga jarak antar pedagang dan pembeli. Namun, karena kesadaran para pedagang yang dinilai kurang, sehingga garis pembatas itupun rusak.</p>
<p>&#8220;Mulai kemarin kita buat line (garis) untuk membatasi pedagang dan pembeli, tetapi tadi malam itu rusak karena memang kondisinya selalu ramai,&#8221; kata dia.</p>
<p>Namun, Agus Hebi memastikan, bakal terus mensosialisasikan physical distancing atau jaga jarak kepada para pedagang dan pembeli di lingkungan pasar tersebut. Bahkan, Pemkot Surabaya juga menggandeng jajaran Satpol PP, Kepolisian dan TNI untuk mengedukasi para pedagang itu. “Rencana kita kasih pembatas lagi agar pedagang dan pembeli tidak bersentuhan,” ungkapnya.</p>
<p>Selain memasang garis pembatas dan mewajibkan penggunaan masker di area pasar, pihaknya juga menerapkan kebijakan dua titik lokasi untuk bongkar muat barang. Sebab, ia menilai, selama ini baik pembeli maupun pedagang terkadang sembarang ketika melakukan bongkar muat barang.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini dibatasi, bongkar muat itu tidak boleh sembarang. Bongkar muat kita batasi hanya dua tempat. Kita juga lakukan penjagaan setiap malam minta bantuan Satpol PP,” imbuhnya.</p>
<p>Di tempat terpisah, Direktur Pembinaan Pedagang, PD Pasar Surya, M Taufiqurrahman menambahkan, pihaknya terus mensosialisasikan penggunaan masker selama beraktivitas di pasar. Hal ini diberlakukan baik kepada pedagang maupun pengunjung atau pembeli. &#8220;Jika tidak memakai masker, tidak boleh masuk area pasar,” kata Taufiqurrahman.</p>
<p>Dalam beberapa kejadian, ia menerangkan ada pembeli yang tidak memakai masker. Tindakan yang dilakukan adalah meminta pembeli tersebut untuk keluar dari area pasar. “Ini demi kepentingan bersama,” tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Taufiqurrahman juga mengatakan, agar selama masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua pedagang dan pembeli mengikuti protokol tersebut. Sebab, ia mengkhawatirkan jika ada pelanggaran terhadap protokol PSBB itu, operasional pasar bakal dihentikan sementara.</p>
<p>&#8220;Jadi, mari kita patuhi protokolnya. Jangan sampai pasar kita tidak beroperasional karena ditemukan adanya pelanggaran terhadap protokol PSBB itu,” pungkasnya. <strong>(ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112995</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Covid-19, PD Pasar Surya Pasang Kipas Semprot Disinfektan di Pasar Keputran Utara</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-covid-19-pd-pasar-surya-pasang-kipas-semprot-disinfektan-di-pasar-keputran-utara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 09:41:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Keputran]]></category>
		<category><![CDATA[PD Pasar Surya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya memasang kipas angin yang menyemprotkan disinfektan di Pasar Keputran Utara. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan agar tak terjadi penularan virus Covid-19, karena pasar merupakan tempat berkerumunnya orang yang melakukan proses jual beli. Direktur Teknik Usaha PD Pasar Surya, Muhibiddin, menyampaikan bahwa pihaknya memasang empat unit kipas angin yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya memasang kipas angin yang menyemprotkan disinfektan di Pasar Keputran Utara. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan agar tak terjadi penularan virus Covid-19, karena pasar merupakan tempat berkerumunnya orang yang melakukan proses jual beli.</p>
<p>Direktur Teknik Usaha PD Pasar Surya, Muhibiddin, menyampaikan bahwa pihaknya memasang empat unit kipas angin yang menyemprotkan disinfektan di Pasar Keputran Utara. Rinciannya, tiga unit dipasang di lantai bawah, sedangkan satu unit di lantai atas.</p>
<p>“Kita sesuaikan dengan daya yang terpasang di masing-masing unit. Jika dayanya kurang, maka kita pindah atau kurangi,” jelasnya.</p>
<p>Muhibiddin mengatakan, tujuan pemasangan kipas angin yang menyemprotkan disinfektan adalah untuk menanggulangi virus yang ada di pasar tradisional. Ia menjelaskan, sebuah kipas angin yang diberi disinfektan dapat menyemprotkan sebanyak 40 liter. Apabila kipas menyala terus, diperkirakan lama semprotan sekitar tiga jam. “Tapi bergantung juga dengan speed (kecepatan kipas),” tegasnya.</p>
<p>Pemasangan kipas angin yang menyemprotkan disinfektan tak hanya di Pasar Keputran. Rencananya, PD Pasar Surya juga akan memasang di pasar tradisional lain yang berada di bawah naungan PD Pasar Surya.</p>
<p>“Di Pasar Tambah Rejo, Kapas Krampung akan kita pasang. Kita koordinasi dengan pemerintah kota. Kita harus siapkan titiknya dahulu. Gak bisa asal menaruhnya. Karena di tiap lokasi ada batasan dayanya,” papar Muhibiddin.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyatakan, bahwa penyemprotan disinfektan di pasar tradisional bertujuan untuk mengurangi mikroorganisme dan virus. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Langkah lain yang dilakukan pemerintah kota untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar, yakni dengan mendisiplinkan pedagang supaya mereka mau cuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.</p>
<p>“Di pasar banyak aktifitas, maka perlu penyemprotan ini,” sebutnya.</p>
<p>Mengenai penutupan pasar sementara, Hebi menegaskan belum akan dilakukan. Pasalnya, belum ada kebijakan lock down. Untuk itu, sebanyak 81 pasar tradisional yang ada di Surabaya tetap buka.“Khawatirnya, kalau ada penutupan panic buying dan sebagainya. Kita tak menginginkan itu,” kata Hebi.</p>
<p>Untuk meminimalisir mikro organisme dan virus, di pasar-pasar tradisional akan disemprot disinfektan empat hari sekali dan hal itu terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya. <strong>(Riz/Ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110225</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
