<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasar Sayur Batu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasar-sayur-batu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2021 07:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasar Sayur Batu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ketua Fraksi Golkar Sambangi Pasar Sayur Batu, Respon Kabar Gebyar Mu Tak Seirama Asa Mu</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-fraksi-golkar-sambangi-pasar-sayur-batu-respon-kabar-gebyar-mu-tak-seirama-asa-mu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 07:28:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Sayur Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135129</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Batu, Didik Machmud, jemput bola dalam merespon kabar sepinya Pasar Sayur Kota Batu. Aksi turun lapangan itu, dilakukannya untuk menyerap aspirasi dan masukan dari sejumlah pedagang. Termasuk, keluhan dari pedagang guna langkah-langkah lanjutan untuk dibawa ke Gedung DPRD Kota Batu. &#8220;Setelah mendapat informasi tentang pasar sayur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-batu">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Batu, Didik Machmud, jemput bola dalam merespon kabar sepinya Pasar Sayur Kota Batu.</p>



<p>Aksi turun lapangan itu, dilakukannya untuk menyerap aspirasi dan masukan dari sejumlah pedagang. Termasuk, keluhan dari pedagang guna langkah-langkah lanjutan untuk dibawa ke Gedung DPRD Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Setelah mendapat informasi tentang pasar sayur yang kondisinya sepi, saya jadi ingin tahu dan berkomunikasi langsung dengan pedagang,&#8221; kata Didik, Senin (22/02) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134850-pasar-sayur-batu-nasib-mu-kini-sepi-gebyar-mu-tak-seirama-asa-mu">Pasar Sayur Batu, Nasib Mu Kini Sepi Gebyar Mu Tak Seirama Asa Mu</a></strong></p>



<p>Dalam pengecekan Sabtu (20/02) itu, ternyata apa yang diberitakan memontum.com, memang benar adanya. Saat memasuki areal pasar, tampak stan pedagang banyak yang tutup dan sangat minim aktivitas jual beli layaknya sebuah pasar.</p>



<p>&#8220;Sungguh miris sekali. Pasar yang pernah menjadi jujugan para tengkulak luar daerah, kini seperti tidak beraktivitas,&#8221; terang Didik.</p>



<p>Terlebih lagi, saat politikus Golkar tersebut mendapat informasi bahwa setelah diresmikan setahun lalu, Diskoumdag Kota Batu, tidak pernah mengunjungi pasar sayur.</p>



<p>&#8220;Setahun diresmikan, kok dinas tidak pernah sowan untuk sekedar tahu. Apa aktivitas pedagang ini sudah berjalan normal atau belum, lha UPT nya kemana juga masak tidak ada yang peduli,&#8221; ungkapnya dengan kesal.</p>



<p>Saat melakukan komunikasi dengan pedagang yang berada di pasar, tambahnya, masukan dan keluhan dari pedagang tentang tempat berjualan, banyak disampaikan. Khususnya, untuk pedagang yang di dalam, seperti perlu adanya tambahan sekat agar saat di tinggal pulang merasa aman untuk dagangannya.</p>



<p>Hal itu, sebagaimana disampaikan, pedagang sayur yang sudah lebih dari 30 tahun menggeluti usahanya, Yudi. &#8220;Untuk stan yang di dalam, perlu adanya tambahan sekat agar saat barang ditinggal pulang merasa aman. Serta, pasar ini kalau bisa buka 24 jam nonstop dan bisa melayani pembelian eceran. Sebab, selama ini di pasar sayur masih memakai sistem lama atau menunggu tengkulak besar saja. Sehingga, perputaran uangnya pun cenderung lama. Berbeda dengan di Pasar Karangploso, pedagang pulang langsung bawa uang,&#8221; kata Yudi.</p>



<p>Hal tidak berbeda, juga disampaikan Jupri. Pedagang asal Dusun Santrean Desa Sumberjo, merupakan pedagang yang sudah lebih dari 40 berdagang bawang merah dan putih serta kentang, memilih untuk tetap bertahan meski tak seramai dulu.</p>



<p>&#8220;Empat puluh tahun lebih saya berdagang bawang dan kentang. Seingat saya, mulai tahun 80-an sampai sekarang. Era tahun 2000-an, pasar ini masih ramai. Namun, setelah bawang putih lokal tidak lagi ada stok melimpah karena bawang impor mulai masuk ke pasar, awal itulah kita merasa pasar mulai sepi,&#8221; ujar Jupri. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasar Sayur Batu, Nasib Mu Kini Sepi. Gebyar Mu Tak Seirama Asa Mu</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-sayur-batu-nasib-mu-kini-sepi-gebyar-mu-tak-seirama-asa-mu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 08:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Sayur Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134850</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Setahun lalu, persisnya 17 Februari 2020, Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, memberikan asa besar dalam peresmian Pasar Sayur Kota Batu. Maklum, Batu sebagai Kota Pertanian, sudah pasti memiliki peluang besar dalam mengekplorasi hasil pertanian di kalangan petani. Tidak hanya itu, dalam peresmian tersebut, pun digelar dengan gebyar cukup meriah. Hadir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-batu"><strong>Kota Batu</strong> </a>&#8211; Setahun lalu, persisnya 17 Februari 2020, Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, memberikan asa besar dalam peresmian Pasar Sayur Kota Batu.</p>



<p>Maklum, Batu sebagai Kota Pertanian, sudah pasti memiliki peluang besar dalam mengekplorasi hasil pertanian di kalangan petani.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam peresmian tersebut, pun digelar dengan gebyar cukup meriah. Hadir sejumlah Forkompinda Kota Batu, yang kala itu pandemi Covid-19 memang masih belum melanda Indonesia secara global.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/133658-antusias-wisatawan-ke-coban-putri-sepi">Antusias Wisatawan ke Coban Putri Sepi</a></strong></p>



<p>Harapan besar, disampaikan Wali Kota Dewanti, agar pasar berdampak positif terhadap masyarakat Kota Batu. Terkhusus, untuk para pedagang.</p>



<p>Seiring berjalannya waktu, atau setahun persis berlalu, memontum.com yang Rabu (17/02) tadi ingin memantau perkembangan asa pasar, mendapati kenyataan yang berbeda. Kondisi pasar tampak sepi dan tidak sampai 20 persen, bedak dan kios yang buka.</p>



<p>Pada bedak di deretan depan misalnya, nampak beberapa pedagang bawang merah dan putih serta pedagang kentang, sedang memilah dan mensortir barang dagangannya. Sedangkan di dalam pasar, hanya ada tumpukan sayur kol dan sawi putih. Itu pun, juga dalam jumlah yang relatif sedikit untuk ukuran pasar sayur yang cukup luas tersebut.</p>



<p>Salah satu pedagang, Hj Kasiani, saat ditemui memontum.com menuturkan, kondisi saat setelah diresmikan hingga sampai saat ini, masih sepi.</p>



<p>&#8220;Kondisinya tidak berubah, masih saja sepi. Mungkin, ini karena masih pandemi dan bakul atau penjual, banyak yang belanja di pasar sayur Karangploso dan Mantung di Kabupaten Malang,&#8221; ujar Kasiani, yang sudah berdagang sejak Tahun 1985 ini.</p>



<p>Ketua komisi B DPRD Kota Batu, H Hari Danah Wahyono, menyikapi kondisi pasar sayur yang sepi aktivitas, menilai karena ada beberapa faktor.</p>



<p>&#8220;Pasar sayur Kota Batu, memang tidak seperti pada masa keemasannya dulu, sekitar tahun 1990 an. Di mana, pada waktu itu barang kebutuhan para tengkulak seperti bawang merah dan putih, menjadi primadonanya. Selain, kentang dan sayur lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, bawang putih sudah mulai langkah. Penyebabnya, masuknya bawang impor dan produksi lokal kalah bersaing karena konsumen lebih memilih bawang putih impor yang besar-besar hingga petani tak lagi menanamnya,&#8221; jelas abah Nanang, panggilan akrab politisi Gerindra ini.</p>



<p>Selain itu, perubahan Kota Batu yang sedang berkembang menjadi tempat wisata, juga turut menjadi akibat karena jalanan kota sering macet.</p>



<p>Ditambah, dengan berkembangnya pasar sayur Mantung di Pujon dan Karangploso Kabupaten Malang, menjadikan para tengkulak tidak perlu repot-repot masuk ke Kota Batu.</p>



<p>Diakuinya, posisi kedua pasar milik Kabupaten Malang itu, berada pada pintu masuk ke Kota Batu, dari arah Timur ada pasar sayur Karangploso dan di sisi barat ada pasar sayur Mantung di Pujon.</p>



<p>&#8220;Tentu saja, kedua pasar sayur tersebut lebih representatif bagi para tengkulak, sebab barang tersedia dengan lengkap, dan yang jelas tidak kena macet,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133131-ppkm-batu-berdampak-pada-okupansi-hotel-dan-resto-di-bawah-10-persen">PPKM Batu Berdampak Pada Okupansi Hotel dan Resto di Bawah 10 Persen</a></strong></p>



<p>Dalam kondisi seperti saat ini, menurut Abah Nanang, pemerintah harus memiliki solusi dan bisa berinovasi agar pasar sayur tidak sepi bahkan mangkrak.</p>



<p>&#8220;Pemerintah, melalui dinas harus hadir dan memberikan solusi kepada para pedagang. Memiliki inovasi bagaimana membuat konsep baru, mengajak berdiskusi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ide menjadikan pasar sayur sebagai rest area, tambahnya, mungkin bisa dilakukan. Namun, sasaran dan tujuannya, harus jelas.</p>



<p>Selain menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Batu, juga memiliki alternatif untuk mengajak wisatawan sekaligus sambil belanja di Pasar Sayur Batu.</p>



<p>&#8220;Pedagang yang memiliki SK, tetap di prioritaskan. Tetapi, kembali lagi harus didiskusikan dahulu,&#8221; paparnya. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134850</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PT Bintang Wahana Tata, Rekanan Proyek Pembangunan Pasar Sayur Serahkan Hasil Pekerjaan</title>
		<link>https://memontum.com/pt-bintang-wahana-tata-rekanan-proyek-pembangunan-pasar-sayur-serahkan-hasil-pekerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2020 11:58:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Sayur Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123313</guid>

					<description><![CDATA[MEMONTUM KOTA BATU – Pembangunan pasar sayur Kota Batu tahap 2 memang telah diresmikan pada 17 Februari 2020 dan sudah ada kegiatan di dalamnya. Tetapi ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pihak kontraktor, diantaranya adalah masa perawatan. Karena ada beberapa pekerjaan yang dianggap perlu penyempurnaan. Untuk itu ,Jumat (4/9/2020), pihak kontraktor bersama dinas terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMONTUM KOTA BATU</strong> – Pembangunan pasar sayur Kota Batu tahap 2 memang telah diresmikan pada 17 Februari 2020 dan sudah ada kegiatan di dalamnya. Tetapi ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pihak kontraktor, diantaranya adalah masa perawatan. Karena ada beberapa pekerjaan yang dianggap perlu penyempurnaan.</p>
<p>Untuk itu ,Jumat (4/9/2020), pihak kontraktor bersama dinas terkait meninjau sekaligus menyerahan pekerjaan yang telah final.</p>
<p>Wahyu Prasetyawan, Direktur PT. Bintang Wahana Tata mengungkapkan telah melaksanakan semua pekerjaan (perbaikan) sesuai arahan.</p>
<p>&#8220;Kami telah merampungkan pekerjaan pembangunan pasar sayur sesuai dengan arahan dari para pihak terkait, selain perbaikan atap yang sempat rusak tersapu angin. Kami, juga konsentrasi pada perbaikan saluran irigasi yang sempat menjadi kendala,&#8221; jelas Wawan, panggilan akrab Direktur PT. Bintang Wahana Tata.</p>
<p>Untuk memastikan saluran sanitasi itu lancar, PT. BWT juga mendatangkan 6 ribu liter air dukungan dari DAMKAR Kota Batu. Setelah DAMKAR menyalurkan air dari tanki ke saluran drainase tampak lancar dan tidak ada kendala.</p>
<p>&#8220;Saluran drainase yang awalnya terkoneksi pada satu saluran, telah diperbaiki dan dibagi menjadi dua sisi, yaitu saluran sebelah barat dan timur, jadi saluran drainase terbagi menjadi dua bagian itu yang menjadi lancar, &#8221; tambahnya.</p>
<p>Wawan juga menyampaikan bahwa beberapa pekerjaan yang perlu ada perbaikan karena memang salah satu kendalanya terjadi disebabkan lemahnya perencanaan.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya pekerjaan sudah sesuai dengan rencana awal, namun setelah pekerjaan mencapai 50-60 persen ada penambahan seperti saluran drainase, padahal dalam kontrak awalnya tidak ada,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk itu kedepan diharapkan setiap program kegiatan hendaknya dilakukan perencanaan yang lebih baik, agar kedepannya tidak terulang kembali dengan memilih konsultan perencana yang mumpuni kualitasnya. Hal ini agar kedepannya pekerja di lapangan tidak ribet.</p>
<p>Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Bangun Yulianto mengiyakan bahwa pada Jumat (4/9/2020), telah dilakukan pengecekan ulang sekaligus penyerahan hasil pekerjaan di Pasar Sayur Batu. <strong>(bir/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123313</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
