<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasien Dalam Pengawasan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasien-dalam-pengawasan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2020 12:10:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasien Dalam Pengawasan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>8 PDP Covid-19 di Sidoarjo Dinyatakan Sembuh, Satu Tim Medis Positif</title>
		<link>https://memontum.com/8-pdp-covid-19-di-sidoarjo-dinyatakan-sembuh-satu-tim-medis-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 12:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Dalam Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110293</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar dan Rumah Sakit Mitra Keluarga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Kedelapan pasien yang sembuh itu, tujuh diantaranya berasal dari wilayah Sidoarjo dan seorang diantaranya berasal dari Surabaya. &#8220;Delapan PDP yang sembuh itu, bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar dan Rumah Sakit Mitra Keluarga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Kedelapan pasien yang sembuh itu, tujuh diantaranya berasal dari wilayah Sidoarjo dan seorang diantaranya berasal dari Surabaya.</p>
<p>&#8220;Delapan PDP yang sembuh itu, bisa memberikan semangat bagi lainnya, jika yang dicurigai terpapar Corona itu bisa sembuh juga,&#8221; terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman, Senin (30/3/2020) sore di Posko Penanganan Covid-19 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.</p>
<div id="attachment_110295" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-110295" decoding="async" class="size-full wp-image-110295" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200330_170733-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="PAPARAN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman memberikan paparan soal penanganan pasien Covid-19 di wilayah Sidoarjo dan persebarannya" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200330_170733-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200330_170733-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200330_170733-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG_20200330_170733-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-110295" class="wp-caption-text">PAPARAN &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman memberikan paparan soal penanganan pasien Covid-19 di wilayah Sidoarjo dan persebarannya</p></div>
<p>Kendati demikian, Syaf mengakui jika dari seluruh pasien yang dinyatakan positif terpapar virus Corona yang dirawat di lima Rumah Sakit rujukan di Sidoarjo belum ada yang sembuh sama sekali. Baginya data di Sidoarjo pasien positif Corona hanya 1 orang yang meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Untuk yang dua PDP yang sudah meninggal belum positif karena hasil uji laboratoriumnya swabnya belum ada. Jadi yang positif tak bisa diukur dari rapid test tapi harus lewat swab karena ada diketahui jumlah virus (Corona) di dalam tubuhnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Syaf memastikan saat ini ada 32 tempat tidur (bed) yang dapat digunakan merawat pasien isolasi karena terpapar Corona di lima rumah sakit rujukan di Sidoarjo. Dari total jumlah itu, masih ada delapan tempat tidur yang belum digunakan (kosong).</p>
<p>&#8220;Sebanyak 24 tempat tidur sekarang digunakan pasien yang diisolasi. Karena saat ini juga ada yang diisolasi di rumah karena riwayatnya hanya kontak dengan positif saja,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Oleh karenanya pihaknya mengusulkan Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo yang baru dibangun untuk tambahan ruang perawatan daripada merawat di puskesmas lainnya. Alasannya jika dirawat di puskesmas lain saat PDP dan positif jumlahnya banyak mengharuskan Puskesmas tutup operasi untuk layanan umum.</p>
<p>&#8220;Lebih baik pakai puskesmas (Sidodadi) yang baru selesai dibangun itu. Tempat tidur bisa diambilkan dari puskesmas rawat inap, listrik dan air maupun ruangannya bisa disulap Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Dinkes tinggal menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan dokter spesialis paru saja,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sedangkan saat ditanya soal tim medis yang dinyatakan positif terpapar Corona, Syaf mengakui ada seorang tenaga medis. Tugasnya adalah sebagai perawat.</p>
<p>&#8220;Untuk tenaga medis 1 orang postif. Dia sebagai perawat. Untuk dokternya dari Surabaya bukan dari Sidoarjo,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110293</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Mahasiswa Asal Jakarta Positif Corona Dirawat di Kota Malang, PDP Sejak 20 Maret, 29 Maret Hasil Lab Positif</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-mahasiswa-asal-jakarta-positif-corona-dirawat-di-kota-malang-pdp-sejak-20-maret-29-maret-hasil-lab-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 03:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Dalam Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110154</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Walikota Malang H Sutiaji melalui Kabag Humas Kota Malang, Widianto, Minggu 29 Maret 2020 petang, mengingatkan agar warga Kota Malang tetap waspada dan tetap mengibarkan bendera perang terhadap Covid-19. Jangan lengah jika mendengar kabar baik sembuhnya pasien terinfeksi corona, kemudian warga merasa situasi sudah aman. Walikota Malang Sutiaji melalui Kabag Humas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Walikota Malang H Sutiaji melalui Kabag Humas Kota Malang, Widianto, Minggu 29 Maret 2020 petang, mengingatkan agar warga Kota Malang tetap waspada dan tetap mengibarkan bendera perang terhadap Covid-19. Jangan lengah jika mendengar kabar baik sembuhnya pasien terinfeksi corona, kemudian warga merasa situasi sudah aman.</p>
<p>Walikota Malang Sutiaji melalui Kabag Humas Kota Malang, Widianto, mencermati perkembangan covid 19 di Kota Malang, menyatakan total 3 pasien positif corona yang telah sembuh. Namun, per tanggal 29 Maret 2020 malam, Kabag Humas Kota Malang yang didapuk menjadi bagian dari jubir satgas Covid 19 Kota Malang ini, menyampaikan jika ada tambahan satu pasien positif yang dirawat di RKZ (Panti Waluyo) Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Iya kita bersyukur, 3 PDP positif telah sembuh dan dipulangkan. Masih harus menjalankan isolasi mandiri secara ketat dan juga tetap diobservasi perkembangannya,&#8221; tutur Pak Aji. Namun, imbuh pria penghobi bulu tangkis tersebut, warga Kota Malang tidak boleh lengah. Harus tetap waspada dan patuh terhadap imbauan pemerintah.</p>
<p>&#8220;Tetap waspada. Kita jangan lengah. Jangan mudah menyepelekan dan menyederhanakan perkembangan yang ada. Terlebih perlu saya informasikan, baru ter-update ada tambahan 1 pasien positif baru. Artinya &#8216;musuh&#8217; (corona) masih di depan kita,&#8221; tegas Wiwid, demikian Kabag Humas Kota Malang akrab disapa. Dia menambahkan, ada PDP baru juga yang masuk di rumah sakit rujukan kota Malang.</p>
<p>Terkait 1 pasien positif covid 19 yang baru dilansir, Kabag Humas Kota Malang ini menuturkan, bahwa pasien tersebut laki-laki. Tidak memiliki riwayat keterkaitan dengan PDP positif sebelumnya dan atau dengan PDP yang sedang dalam perawatan.</p>
<p>&#8220;Yang bersangkutan berasal dari Jakarta. Sedang menempuh pendidikan di Kota Malang, dan di sini (Kota Malang) tinggal di rumah kos. Mengalami gejala klinis setelah menempuh perjalanan dari Jakarta, dan sudah masuk perawatan pada 20 Maret kemarin. Baru hari ini, keluar hasil labnya. Kalau mengacu data kependudukan sebagai warga Jakarta, seharusnya tidak menjadi data PDP positif Kota Malang. Sebagaimana warga Kabupaten Malang yang juga sedang dirawat di rumah sakit rujukan di Kota Malang. Namun karena bentang kendali domisili memang relatif jauh dan apabila sembuh akan diisolasi di Malang, maka masuk dalam data kami (Kota Malang),&#8221; urai Wiwid.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Berikut data Covid-19 Kota Malang Per 29 Maret 2020 :</strong></p>
<p>a. ODP 165 (99 dipantau, 66 telah melewati masa pantau)</p>
<p>b. Positif Covid-19 : 4 orang</p>
<p>&#8211; sembuh 1 ( RSSA &#8211; rumah)<br />
&#8211; sembuh 1 (RSSA &#8211; rumah)<br />
&#8211; sembuh 1 (RST &#8211; rumah)<br />
&#8211; dirawat 1 (RKZ), catatan : mahasiswa (warga asal Jakarta), kos di Kota Malang, sebelumnya sudah dalam perawatan. Secara data, seperti halnya warga Batu dan Kabupaten Malang, seharusnya tidak dimasukkan data Kota Malang. Namun memperhatikan bentang kendali dengan domisilinya jauh, maka diampuh jadi data Kota Malang.</p>
<p>c. PDP total : 16 orang</p>
<p>&#8211; meninggal 1 orang (RSSA)<br />
&#8211; meninggal 1 balita (RS Lavalette)<br />
&#8211; sehat 5 orang (RKZ 2 orang, Lavalette 3 orang)<br />
&#8211; masih dirawat 9 orang:<br />
RS Lavalette 2 orang, RST 2 orang (baru masuk), RSUD Kota 1 orang, RS Prima Husada 1 orang, RSSA 2 orang (baru masuk) dan RKZ 1 orang. <strong>(yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110154</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1 PDP Balita Kota Malang Meninggal, Belum Dinyatakan Positif Corona</title>
		<link>https://memontum.com/1-pdp-balita-kota-malang-meninggal-belum-dinyatakan-positif-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2020 12:13:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Dalam Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Satu lagi, korban meninggal berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kota Malang, Jumat (27/3/2020) siang. Korban meninggal mirip dengan gejala penderita Covid-19 dan belum dinyatakan positif. Berdasar rilis update data Covid-19 Kota Malang, Jumat (27/3/2020) sore, tercatat sebanyak 142 ODP, terdiri dari 94 warga Kota Malang dan 48 tenaga kesehatan. Positif atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Satu lagi, korban meninggal berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kota Malang, Jumat (27/3/2020) siang. Korban meninggal mirip dengan gejala penderita Covid-19 dan belum dinyatakan positif.</p>
<p>Berdasar rilis update data Covid-19 Kota Malang, Jumat (27/3/2020) sore, tercatat sebanyak 142 ODP, terdiri dari 94 warga Kota Malang dan 48 tenaga kesehatan.</p>
<p>Positif atau terkonfirmasi derita Covid-19 sebanyak 3 orang. Sembuh 1 orang, 1 orang dirawat di RSUD Dr Saiful Anwar Malang Malang dan 1 orang dirawat di RST Soepraoen Sukun Malang.</p>
<p>Data terbaru, Jumat (27/3 /2020) sore, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kemudian bertambah 1 meninggal. Satu meninggal saat dirawat di RSSA Malang dan 1 pasien PDP meninggal di RS Lavalete.</p>
<p>&#8220;Terkonfirm disebutkan anak-anak. Belum dinyatakan positif,&#8221; urai Nur Widiyanto, Kabag Humas Pemkot Malang, saat dikonfirmasi melalui ponsel, Memontum.com, Jumat (27/3/2020) sore.</p>
<p>Informasi lain didapat Memontum.com, pasien yang meninggal masih berusia di bawah 2 tahun atau masih balita.</p>
<p>Gejala sebelum meninggal, mirip dengan gejala penderita Covid-19. Yakni, demam, sesak nafas dan batuk. Selain gejala tersebut, pasien mengalami kejang-kejang sejak Kamis (26/3/2020) malam.</p>
<p>Sebelumnya, korban meninggal pasien PDP berjenis kelamin pria dan berusia lebih 50 tahun.</p>
<p>Selain data tersebut, 2 orang dinyatakan sembuh sebanyak 2 orang. Masih dalam perawatan, 8 orang, diantaranya 4 orang di Lavalete, 2 orang di RKZ, 1 orang fi RSUD Kota dan 1 orang RS Prima Husada. <strong>(sos/yan/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109979</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1 Pasien PDP di Kota Malang, Dinyatakan Sembuh dan Pulang</title>
		<link>https://memontum.com/1-pasien-pdp-di-kota-malang-dinyatakan-sembuh-dan-pulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2020 13:33:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Dalam Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109184</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSSA Malang, dinyatakan sembuh. Hal itu seperti rilisan Humas Pemkot Malang pada Jumat (20/3/2020) pukul 19.45. Dalam rilis tersebut, pihak RSSA melalui Wakil Direktur Pelayanan Medis RSSA, dr Syaifullah menegaskan PDP yang dirawat di RSSA telah dinyatakan sembuh. Informasi tersebut diutarakan juru bicara satgas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSSA Malang, dinyatakan sembuh. Hal itu seperti rilisan Humas Pemkot Malang pada Jumat (20/3/2020) pukul 19.45. Dalam rilis tersebut, pihak RSSA melalui Wakil Direktur Pelayanan Medis RSSA, dr Syaifullah menegaskan PDP yang dirawat di RSSA telah dinyatakan sembuh.</p>
<p> Informasi tersebut diutarakan juru bicara satgas Convid 19 Kota Malang, dr Husnul Muarif, Jumat (20/3/2020) malam. </p>
<p>&#8220;Kita patut bersyukur (Alhamdulillah). Kabar ini memberikan rasa optimisme, bahwa corona bisa disembuhkan, &#8221; respon Walikota Malang Sutiaji usai menerima informasi tersebut dalam grup Humas. </p>
<p>Namun demikian, Walikota  tetap berpesan agar setiap orang untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan secara mandiri. Kata kuncinya adalah membangun imune (daya tahan tubuh) serta sementara waktu membatasi beraktifitas di luar rumah.</p>
<p>Dengan demikian, atas informasi terbaru tersebut (per 20 Maret 2020), maka data perkembangan convid 19 di kota Malang terpotret ODP 72 orang dan  PDP : 4 org (dengan record 1 meninggal, 2 PDP masih menunggu hasil balitbangkes,  1 PDP Positive dinyatakan sembuh).</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memiliki 10 Pasien Dalam Pengawasan (DPD) Covid 19 (Corona Virus). Dari 10 pesien itu ada 2 pesien baru dan masih  dilakukan tes uji swab yang dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan 8 pasien, sebanyak 2 orang dinyatakan positif Covid 19, salah satunya adalah mahasiswa UB.</p>
<p>Terkait mahasiswa Teknik Industri UB yang positif Corona dosampaikan oleh pihak RSSA pada Rabu (18/3/2020) siang. Wakil Direktur pelayanan medik dan keperawatan, RS Saiful Anwar Malang, dr. Syaifullah Asmiragani, SP.OT (K) Spine, bahwa hasil tes uji Swab ini diketahui pada Rabu pukul 08.00.</p>
<p>Dimana 1 pasien yang semula berstatus PDP, dinyatakan positif. Dengan hasil Lab yang sudah diketahui, kini dilakukan koordinasi dengan pihak kampus. Yakni dengan Rektor, Fakultas Teknis  Industri. </p>
<p>&#8220;Kami sudah merawat 8 orang dengan PDP, yang baru saja bertambah 2 artinya total 10 orang. Dua ini baru kita kirimkan swab nya, dan mungkin dua sampai tiga hari lagi hasilnya akan diketahui,&#8221; ujar Syaifullah.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, dari 8 pasien dua dinyatakan positif Covid-19, dan 6 lainnya dinyatakan tidak terindikasi atau negatif Covid-19.</p>
<p>&#8220;Untuk yang positif sedang kami telusuri yang bersangkutan.  Kontak dengan siapa saja, dengan tempat kosnya bahkan makan dimana termasuk kontak dengan siapa di rumah.  Satu pasien meninggal yang kami swab ternyata positif, dan satu yang membaik kondisinya juga dinyatakan positif,&#8221; ujar Syaifullah.  </p>
<p> Ketua Tim Satgas Corona UB, dr. Aurick SpEM, akan terus menelusuri terkait aktivitas yang bersangkutan dan meminta jangan sampai ada stigma negatif.</p>
<p>&#8220;Aktifitas akan kami telusuri, namun kami meminta supaya jangan ada stigma negatif kepada yang bersangkutan,&#8221; ujar Aurick. <strong>(gie/oso)</strong><br />
&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109184</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSSA Malang Rawat 10 PDP Corona, 2 Negatif Meninggal, 1 Positif Meninggal, 1 PDP Positif Membaik</title>
		<link>https://memontum.com/rssa-malang-rawat-10-pdp-corona-2-negatif-meninggal-1-positif-meninggal-1-pdp-positif-membaik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 12:44:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Dalam Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[RSSA Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108946</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Sebagai rumah sakit rujukan utama, saat ini Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang telah menerima sejumlah 10 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) kasus Covid-19. “Sampai hari ini, RSSA telah merawat 8 orang dengan PDP. Dan baru saja bertambah 2 orang, jadi total 10 pasien. Dua pasien ini baru kita kirimkan swab-nya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Sebagai rumah sakit rujukan utama, saat ini Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang telah menerima sejumlah 10 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) kasus Covid-19.</p>
<p>“Sampai hari ini, RSSA telah merawat 8 orang dengan PDP. Dan baru saja bertambah 2 orang, jadi total 10 pasien. Dua pasien ini baru kita kirimkan swab-nya ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hari ini. Kemungkinan dua sampai tiga hari lagi hasilnya akan diketahui,” jelas Wakil Direktur RSSA Kota Malang, Syaifullah Asmiragani, saat menggelar Konferensi Pers, Rabu (18/3/2020) siang.</p>
<p>Ditambahkannya, dari 8 pasien PDP sebelumnya, 2 dinyatakan positif Covid-19, dan 6 lainnya dinyatakan tidak terindikasi atau negatif Covid-19. Dari 8 pasien PDP tersebut, 2 pasien diantaranya telah meninggal dunia (MD) dengan status negatif Covid-19, atau pneumonia akut. “Sementara pasien ke-7 dan ke-8 itu positif Covid-19. Dimana satu pasien perempuan 51 tahun (ke-8) telah meninggal dunia, dan satu pasien PDP (ke-7) membaik kondisinya,” imbuh Syaifullah, didampingi Kepala IRNA 1 RSSA, dr Didi Candradikusuma, SpPD.</p>
<p>Berdasarkan contact tracing (pelacakan kontak atau proses identifikasi kontak orang dengan suspect, red), kedua pasien berstatus positif Covid-19 ini memiliki hubungan pekerjaan di tempat milik salah satu pasien PDP negatif Covid-19. “Keduanya (positif Covid-19) tidak memiliki hubungan kekerabatan, namun ada hubungan pekerjaan,” jelas Syaifullah.</p>
<p>Disebutkannya, saat ini pasien pria berstatus mahasiswa PTN ini dirawat di ruang isolasi. Kondisinya pun terus membaik dari waktu ke waktu. Jika kondisinya terus mengalami peningkatan, maka dalam waktu dekat pasien sudah dapat dipulangkan. “Melihat kondisi pasien dulu. Jika sudah membaik betul dan hasil lab berikutnya negatif, maka akan dipulangkan,” tuturnya.</p>
<p>Syaifullah menyampaikan jika pasien mendapatkan perawatan intensif sebagaimana yang ditetapkan, seperti pemasangan oksigen, antibiotik, hingga imun. Namun, yang paling penting adalah memberi support untuk sembuh. “Untuk menghilangkan kejenuhan dan kesepian, dia bermain gadget. Dia juga berhubungan sama orangtua dan teman-temannya lewat smartphone,” tandasnya. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108946</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Sidoarjo Pastikan 6 PDP Corona Dirawat di 3 Rumah Sakit Rujukan</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-sidoarjo-pastikan-6-pdp-corona-dirawat-di-3-rumah-sakit-rujukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 11:27:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Dalam Pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108931</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo memastikan saat ini ada 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di tiga rumah sakit rujukan yang ada di Sidoarjo. Rata-rata para pasien ini, statusnya masih menunggu hasil Swap Laboratorium yang dikirim ke Rumah Sakit Unair, Surabaya. Keenam pasien itu, rinciannya 2 pasien dirawat di RSUD Sidoarjo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo memastikan saat ini ada 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di tiga rumah sakit rujukan yang ada di Sidoarjo. Rata-rata para pasien ini, statusnya masih menunggu hasil Swap Laboratorium yang dikirim ke Rumah Sakit Unair, Surabaya.</p>
<p>Keenam pasien itu, rinciannya 2 pasien dirawat di RSUD Sidoarjo, 2 pasien dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Waru serta 2 pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Siti Hajar, Sidoarjo.</p>
<div id="attachment_108935" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108935" decoding="async" class="size-full wp-image-108935" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0110-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="PENANGANAN - Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori dan anggotanya hearing bersama Dinkes dan tiga pimpinan Rumah Sakit rujukan pasien Corona di ruang rapat DPRD Sidoarjo membahas penanganan Virus Corona di Sidoarjo, Rabun(18/3/2020)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0110-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0110-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0110-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0110-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108935" class="wp-caption-text">PENANGANAN &#8211; Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori dan anggotanya hearing bersama Dinkes dan tiga pimpinan Rumah Sakit rujukan pasien Corona di ruang rapat DPRD Sidoarjo membahas penanganan Virus Corona di Sidoarjo, Rabun(18/3/2020)</p></div>
<p>&#8220;Dari keenam pasien itu, dua diantaranya yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Mitra Keluarga adalah pasangan suami istri (pasutri),&#8221; terang Kepala Dinkes Pemkab Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman, Rabu (18/3/2020) saat hearing bersama Komisi D DPRD Sidoarjo, Dinkes, RSUD, RS Mitra Keluarga dan RS Siti Hajar Sidoarjo di ruang rapat DPRD Sidoarjo.</p>
<p>Lebih jauh, Syaf memaparkan selain ada pasien yang dirawat di rumah sakit itu, Dinkes Pemkab Sidoarjo memiliki tugas untuk membentuk Satgas Penanganan Virus Corona (Covid-19). Rencananya, Satgas itu bakal dibawa kendali Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Tugas Satgas ini akan menangani masalah penyebaran Covid-19 itu. Termasuk soal mendata ulang Orang Dengan Resiko (ODR) jumlahnya mencapai 324 orang. Apalagi 142 diantara ODR itu belum terdeteksi alamatnya karena tidak memberikan alamat sebenarnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Saat ini, sebelum Satgas Penanganan Virus Covid-19 terbentuk, Dinkes Pemkab Sidoarjo juga sudah membagikan masker dan hand sanitizer untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu juga membagikan thermal gun (alat pengukur suhu tubuh).</p>
<p>&#8220;Kami pun menyiapkan baju penanganan Virus Corona atau Hasmat (astronot) 30 unit di setiap puskesmas serta rumah sakit rujukan dengan makaimal 30 baju per rumah sakit rujukan yang ada di Sidoarjo,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori menegaskan Dinkes Pemkab Sidoarjo harus segera membentuk Satgas itu. Alasannya, agar penanganan bisa tertangani secara maksimal.</p>
<p>&#8220;Tentu di dalam Satgas itu berisi sejumlah pihak terkait agar tidak menyulitkan dalam pendataan Orang Dengan Resiko (ODR), Orang Dalam Pemantauan (ODP), muapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan kalau ada yang positif meski belum ada penangannya tidak menyebar kemana-mana. Termasuk soal SOP penanganan setiap pasien,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108931</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
