<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pasrah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasrah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Sep 2024 08:38:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pasrah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tiga Kios di Pasar Comboran Ludes Tak Tersisa, Pedagang Pasrah dan Harap Ada Kepastian Relokasi</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-kios-di-pasar-comboran-ludes-tak-tersisa-pedagang-pasrah-dan-harap-ada-kepastian-relokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[tersisa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214152</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Musibah kebakaran di Pasar Comboran Baru Barat Kota Malang, menyisakan kesedihan mendalam bagi para pedagang. Salah satunya, seperti yang diceritakan Rahmawati (45), yaitu seorang pedagang yang sudah berjualan selama 16 tahun di pasar tersebut. Rahma mengaku, bahwa dirinya telah kehilangan seluruh barang dagangannya akibat musibah itu. Apalagi, dirinya di pasar tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Musibah kebakaran di Pasar Comboran Baru Barat Kota Malang, menyisakan kesedihan mendalam bagi para pedagang. Salah satunya, seperti yang diceritakan Rahmawati (45), yaitu seorang pedagang yang sudah berjualan selama 16 tahun di pasar tersebut.</p>



<p>Rahma mengaku, bahwa dirinya telah kehilangan seluruh barang dagangannya akibat musibah itu. Apalagi, dirinya di pasar tersebut memiliki tiga kios yang menjual pakaian dan barang pecah belah. Akibat musibah itu, semuanya barang jualannya ludes terbakar.</p>



<p>“Total kerugian saya jika ditafsir sekitar Rp 15 juta. Bagi saya, kerugian itu besar. Apalagi, juga banyak teman-teman yang bernasib sama dan jauh lebih besar kerugiannya,&#8221; kata Rahma, Sabtu (14/09/2024) tadi.</p>



<p>Dari musibah itu, Rahma berharap Pemerintah Kota Malang dapat segera mengambil langkah cepat untuk melakukan renovasi dan memberikan tempat relokasi. Sehingga, para pedagang dapat segera kembali berjualan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pedagangkan cari makan sekarang. Jadi kalau tidak cepat-cepat kerja kembali, gimana? Saya minta, agar secepatnya biar bisa jualan lagi,” ucap Rahma.</p>



<p>Lebih lanjut, Rahma juga mengungkapkan bahwa sebelum terjadi kebakaran, dirinya juga baru saja sampai rumah setelah menutup kios sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, setelah mendengar kabar kebakaran, dirinya langsung bergegas menuju ke pasar kembali.</p>



<p>&#8220;Saya dikabari terjadi kebakaran pukul 18.00 WIB dan langsung ke sini. Padahal saat itu, baru sampai rumah dan langsung balik lagi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Meski kehilangan segalanya, Rahma mengatakan jika dirinya tidak trauma dan tetap ingin berjualan di Pasar Comboran. Namun, untuk saat ini modal yang dimiliki sudah habis dan tidak tersisa.</p>



<p>“Harapan saya, proses pembersihan dan renovasi ini dapat segera diselesaikan. Sehingga dapat kembali beraktivitas berjualan. Meskipun, untuk modal juga sudah tidak ada dan tidak punya apa-apa sama sekali,” imbuhnya sambil berkaca-kaca. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Seorang Ibu dengan Anak Lumpuh Otak, dari Pasrah hingga Berjuang di Paguyuban</title>
		<link>https://memontum.com/perjuangan-seorang-ibu-dengan-anak-lumpuh-otak-dari-pasrah-hingga-berjuang-di-paguyuban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak. Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak.</p>



<p>Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari makan, mandi dan sebagainya.</p>



<p>&#8220;Pokoknya segala keperluan Marissa, semuanya dibantu. Karena punggungnya lemas, dia kalau duduk terlalu lama tidak kuat,&#8221; kata Agustiningsih, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p>Ketiga anak Agustiningsih, siapa sangka juga memiliki kondisi yang serupa. Sementara sang ibu, mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Apalagi, dokter yang dituju tidak menjelaskan alasan-alasan itu dapat terjadi. Padahal, sang ibu menginginkan adanya penjelasan dan jalan keluar.</p>



<p>“Saya juga bingung, harusnyakan ini dijelaskan oleh dokter, kok bisa anak saya seperti ini. Anak pertama saya yang sudah kuliah dan hampir menikah, itu sebelum meninggal saat pandemi Covid-19 lalu, juga mengalami kondisi sama. Saya sudah pasrah. Saya syukuri saja, meskipun tiga-tiganya dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Agustiningsih menambahkan, bahwa dirinya juga sudah berusaha dengan mencoba memberikan terapi kepada sang anak. Dari hatinya bergerak untuk melakukan terapi sendiri bagi sang anak. Terlebih, baginya kader terbaik untuk anak adalah orangtuanya sendiri.</p>



<p>“Menjadi terapis karena dari hati. Kita mempunyai anak seperti ini, kemudian saya ikut paguyuban, akhirnya hati tidak bisa diam. Harus terjun ke dalam paguyuban, sehingga kegiatan saya rutin di paguyuban,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya paguyuban disabilitas sendiri menjadi tempat Agustiningsih menemukan penghiburan dan dukungan. Dengan bergabung di paguyuban, hatinya dapat terhibur. Apalagi melihat anak-anak yang senang berkumpul dengan teman-temannya.</p>



<p>“Alhamdulillah. Dengan adanya paguyuban ini, apalagi sekarang lebih maju, sudah dapat perhatian dari pemerintah, kelurahan, kecamatan,” tambahnya.</p>



<p>Agustiningsih berharap, agar semua orang tua yang memiliki anak disabilitas tidak membiarkan anak-anak mereka terkurung. Dalam menerima kondisi anak-anaknya juga membutuhkan waktu yang lama.</p>



<p>“Saya sampai tidak bisa cerita. Semua itu dari yang kuasa. Kita sudah berusaha,l dan cari jalan terbaik. Tentu anak-anak ini dilahirkan huga juga ingin bahagia, ingin melihat dunia yang lain. Jadi harapan saya cuma ingin kedepannya anak-anak disabilitas lebih diperhatikan,&#8221; imbuh Agustiningsih. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengerjaan Relokasi Mal Sarinah Belum Rampung, Korban Kebakaran Malang Plaza hanya Pasrah</title>
		<link>https://memontum.com/pengerjaan-relokasi-mal-sarinah-belum-rampung-korban-kebakaran-malang-plaza-hanya-pasrah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[hanya]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[mal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[plaza,]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[sarinah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192211</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Korban kebakaran Malang Plaza atau sejumlah pemilik tenant di Malang Plaza, sepertinya harus bersabar untuk bisa kembali berjualan. Itu karena, meski sudah dijanjikan bisa menempati Mal Sarinah, pasca peristiwa kebakaran, namun hingga kini lahan untuk relokasi itu masih berproses alias belum rampung dikerjakan. Salah satu perwakilan paguyuban korban Malang Plaza, Fathkul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Korban kebakaran Malang Plaza atau sejumlah pemilik tenant di Malang Plaza, sepertinya harus bersabar untuk bisa kembali berjualan. Itu karena, meski sudah dijanjikan bisa menempati Mal Sarinah, pasca peristiwa kebakaran, namun hingga kini lahan untuk relokasi itu masih berproses alias belum rampung dikerjakan.</p>



<p>Salah satu perwakilan paguyuban korban Malang Plaza, Fathkul Azis, mengatakan jika pihaknya sebenarnya sudah menantikan untuk bisa berjualan kembali. Bahkan, dirinya juga selalu melakukan koordinasi bersama dengan pedagang lain, termasuk juga dengan pihak Malang Plasa. Hanya saja, proses pengerjaan di Mal Sarinah, sampai sekarang belum selesai.</p>



<p>&#8220;Sampai sekarang memang masih belum selesai. Salah satunya, seperti untuk pemasangan sekat ditempat relokasi. Karenanya, kami dari pedagang hanya bisa menunggu,&#8221; kata Aziz, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p>Atas kejadian ini, dirinya pun tidak memungkiri sedikit kecewa. Apalagi, manajemen Malang Plaza menjanjikan relokasi bisa berjalan pada awal Juni. Namun karena ada beberapa hal, kemudian mundur menjadi Juli.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Makanya kalau dibilang rugi, ya rugi. Karena pastinya rugi waktu. Tapi pihak Malang Plasa, itu sudah mempersilahkan kami dan semua pedagang untuk melihat kapanpun yang dimau untuk mengecek progres pengerjaannya. Jadi kekecewaan kita, sedikit tertutupi dengan kondisi lokasi yang sudah ada progres,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dirinya, tentu saja progres relokasi segera rampung. Sehingga, pedagang bisa kembali berjualan, meskipun sekarang di Mal Sarinah.</p>



<p>&#8220;Pastinya semua pedagang juga menunggu. Karenanya, kita semua saling memberikan kabar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kuasa Hukum Manajemen Malang Plaza, Solehoddin, mengatakan jika saat ini penyekatan konter-konter di Mal Sarinah hampir selesai. Namun, masih menunggu pengiriman etalase yang masih di kerjakan dari pabrik.</p>



<p>“Semoga awal Juli ini bisa rampung semuanya. Sekarang ini, itu masih pemasangan titik-titik saluran listrik ke konter-konter,” ucap Solehoddin.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com, beberapa etalase yang ada di sisi Selatan sudah mulai tertata dan berjejer dengan rapi di masing-masing sekat yang telah dipasang. Bahkan, instalasi kelistrikan juga telah siap digunakan. Namun, untuk di sisi Utara masih terlihat beberapa pekerja masih membuat sekat dan penempatan etalase. Selain itu, juga masih ada ruang kosong yang belum terisi etalase. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192211</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
