<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pasutri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pasutri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 07:19:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pasutri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasutri Asal Kediri Jadi Korban APG Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pasutri-asal-kediri-jadi-korban-apg-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227895</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sepasang suami istri (Pasutri) asal Desa Maron, Kabupaten Kediri, menjadi korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, setelah terjatuh saat melintas di Jembatan Perak, yang licin dan tertutup abu panas akibat aktivitas Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Keduanya mengalami luka bakar mencapai 20 persen dan sudah mendapat penanganan Satuan Tugas Penanganan Bencana Gunung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sepasang suami istri (Pasutri) asal Desa Maron, Kabupaten Kediri, menjadi korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, setelah terjatuh saat melintas di Jembatan Perak, yang licin dan tertutup abu panas akibat aktivitas Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Keduanya mengalami luka bakar mencapai 20 persen dan sudah mendapat penanganan Satuan Tugas Penanganan Bencana Gunung Semeru.</p>



<p>Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan bahwa korban telah mendapat penanganan awal dan dibawa ke Puskesmas Candipuro. “Kondisi mereka segera ditangani secara medis untuk luka bakarnya. Namun karena membutuhkan perawatan lebih intensif, korban kemudian dirujuk ke RS Pasirian,” kata Agus.</p>



<p>Diuraikan Agus, bahwa musibah yang menimpa Pasutri tersebut, terjadi saat kendaraan yang mereka gunakan, tergelincir akibat jalanan licin dan tertutup abu panas. Meskipun demikian, berkat koordinasi cepat petugas di lapangan, akhirnya berhasil mengevakuasi korban tanpa terlambat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>BPBD Lumajang juga kembali mengingatkan masyarakat yang masih berada di kawasan terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama, saat melintasi jalur yang rawan licin dan tertutup abu panas. Aparat gabungan juga terus memantau kondisi jalan dan lokasi rawan untuk mengantisipasi kecelakaan serupa.</p>



<p>Agus menekankan, akan pentingnya mematuhi imbauan evakuasi dan menghindari zona berbahaya. “Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Pergerakan di area terdampak harus dikendalikan agar tidak menambah korban,” tegasnya.</p>



<p>Dengan respons cepat dan koordinasi lintas sektor, pemerintah memastikan korban mendapatkan perawatan yang memadai, sekaligus menegaskan kesiagaan seluruh tim mitigasi bencana di Lumajang. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227895</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Operasi Cipta Kondisi, Satpol PP Kota Malang Amankan 17 Pasangan Bukan Pasutri di Satu Rumah Kos</title>
		<link>https://memontum.com/operasi-cipta-kondisi-satpol-pp-kota-malang-amankan-17-pasangan-bukan-pasutri-di-satu-rumah-kos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219744</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satpol PP Kota Malang menggelar operasi cipta kondisi dan berhasil mengamankan sebanyak 17 pasangan bukan suami istri (Pasutri) di dalam rumah kos, Kamis (27/02/2025) malam kemarin. Pelaksanaan operasi razia itu, dilakukan untuk menjaga kondusivitas menjelang Bulan Suci Ramadan 2025. Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Satpol PP Kota Malang menggelar operasi cipta kondisi dan berhasil mengamankan sebanyak 17 pasangan bukan suami istri (Pasutri) di dalam rumah kos, Kamis (27/02/2025) malam kemarin. Pelaksanaan operasi razia itu, dilakukan untuk menjaga kondusivitas menjelang Bulan Suci Ramadan 2025.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim, menyampaikan bahwa operasi tersebut menyasar salah satu rumah kos yang berada di Jalan Sigura-Gura Barat. &#8220;Operasi ini awalnya kami rencanakan menyasar ke beberapa lokasi. Namun, karena banyaknya pasangan yang ditemukan di satu rumah kos, yaitu di Kos Onyo, maka razia difokuskan di tempat tersebut,&#8221; kata Mustaqim, Jumat (28/02/2025) tadi.</p>



<p>Usai dilakukan penggrebekan, tambahnya, para pasangan tersebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Kota Malang. Hasil pendataan, menunjukkan bahwa sebagian besar bukan warga Kota Malang, melainkan mahasiswa dari berbagai daerah.</p>



<p><strong>Baca juga&nbsp; :</strong></p>





<p>&#8220;Ada yang berasal dari Lahat (Sumatera Selatan), Kediri, Lampung, Lamongan, hingga Solo. Sementara yang berasal dari Kota Malang, hanya sekitar dua hingga tiga orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, dari hasil pemeriksaan, lima orang yang terbukti terlibat dalam praktik dugaan prostitusi online diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang. Selain itu, sembilan orang dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring), sementara 16 orang lainnya diwajibkan untuk melakukan wajib lapor.</p>



<p>&#8220;Razia ini kami lakukan karena adanya aduan dari masyarakat. Sehingga, kami tindak lanjuti dengan membuka semua kamar. Hasilnya, hampir semua kamar dihuni oleh pasangan bukan suami istri. Ada yang terlibat dalam praktik dugaan prostitusi online (open BO) dan ada juga yang merupakan sesama mahasiswa,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di akhir, Mustaqim juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang ada di sekitar lingkungannya. &#8220;Jika ada indikasi tempat yang digunakan untuk praktik asusila, segera laporkan kepada kami. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi, sehingga kami bisa segera menindaklanjutinya,&#8221; imbuh Mustaqim. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasutri Hanyut saat Sebrangi Sungai di Jember, Jenazah Istri Ditemukan dengan Kondisi Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/pasutri-hanyut-saat-sebrangi-sungai-di-jember-jenazah-istri-ditemukan-dengan-kondisi-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[sebrangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218422</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Jenazah Imro&#8217;atul Jamilah (56) warga Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, akhirnya berhasil ditemukan di Muara Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kamis (16/01/2025) sekitar pukul 08.00. jenazah korban tersebut, ditemukan oleh warga beserta petugas Polsek Ambulu, Basarnas, unsur SAR dan relawan, setelah sebelumnya melakukan pencarian. Diketahui, sebelumnya korban bersama suaminya, Slamet [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Jenazah Imro&#8217;atul Jamilah (56) warga Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, akhirnya berhasil ditemukan di Muara Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kamis (16/01/2025) sekitar pukul 08.00. jenazah korban tersebut, ditemukan oleh warga beserta petugas Polsek Ambulu, Basarnas, unsur SAR dan relawan, setelah sebelumnya melakukan pencarian.</p>



<p>Diketahui, sebelumnya korban bersama suaminya, Slamet (58), dikabarkan hanyut di Sungai Bengawan, saat menyebrangi sungai menggunakan rakit dari jeriken. Hanyutnya pasangan suami istri (Pasutri) ini, kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian dan SAR hingga langsung dilakukan pencarian.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, pagi tadi Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban bernama Imro&#8217;atul Jamilah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal. Jenazah korban sudah dievakuasi dan di bawa ke Puskesmas Ambulu, kemudian diserahkan kepada keluarga korban,&#8221; ujar Koordinator Basarnas Pos Sar Jember, Andi Irawan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, dalam pencarian ini dilakukan pembagian dalam beberapa regu. &#8220;Kita bagi menjadi tiga regu. Jadi regu pertama LCR Basarnas itu dari TKP menuju ke hilir dan perahu karet punya MDMC sama, juga dari TKP menuju ke hilir. Kemudian, regu ketiga yaitu kita standbykan speedboot milik Tim Sar gabungan, yaitu Sar Rimbalaut, yang mana start pencariannya dari muara pantai Payangan menuju ke hulu. Untuk sampai saat ini, proses pencarian masih tetap kita laksanakan. Untuk hari ini kita akhiri sampai 17.00 dan kita akan lakukan evaluasi kembali,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Andi juga mengatakan, bahwa sebelumnya Pasutri tersebut berusaha menyebrangi Sungai Bengawan, dengan menggunakan rakit yang telah dimodifikasi dengan jeriken. Namun nahas, akibat derasnya aliran sungai, Pasutri tersebut hanyut terbawa air.</p>



<p>&#8220;Jadi, awalnya Pak Slamet itu sudah berhasil menyeberang dan selanjutnya tinggal menarik istrinya. Namun pada saat menarik, posisi air pasang dan menghempas rakit yang dinaiki oleh sang istri. Lalu Pak Slamet berusaha untuk menolong istrinya, namun naasnya korban juga hanyut terbawa arus sungai,&#8221; ujarnya. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Tumbang di Jalan Karanglo Malang Sebabkan Pasutri Meninggal dan Tutup Akses Jalan Utama</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-tumbang-di-jalan-karanglo-malang-sebabkan-pasutri-meninggal-dan-tutup-akses-jalan-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2024 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[karanglo]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217134</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pohon berukuran besar mendadak tumbang di Jalan Raya Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, atau Jalan Utama Singosari-Kota Malang, Jumat (29/11/2024) sekitar 18.15. Akibat kejadian itu, akses jalan utama pun menjadi tertutup. Bahkan, dua orang yang diinformasikan pasangan suami istri (Pasutri), meninggal dunia dan juga melukai beberapa orang pemakai jalan utama. Selain itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pohon berukuran besar mendadak tumbang di Jalan Raya Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, atau Jalan Utama Singosari-Kota Malang, Jumat (29/11/2024) sekitar 18.15. Akibat kejadian itu, akses jalan utama pun menjadi tertutup. Bahkan, dua orang yang diinformasikan pasangan suami istri (Pasutri), meninggal dunia dan juga melukai beberapa orang pemakai jalan utama.</p>



<p>Selain itu, kejadian juga mengakibatkan kemacetan panjang, baik dari arah Surabaya-Malang maupun Malang-Surabaya. Sementara untuk kedua korban, meninggal usai posisi keduanya terjepit bodi mobil Agya yang ringsek tertimpa pohon.</p>



<p>&#8220;Satu korban trauma dibawa ke IGD RS Prima Husada. Untuk korban lain dirujuk ke RSSA,&#8221; ujar salah seorang relawan yang berada di lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolsek Singosari, Kompol Masyhur Ade, mengatakan bahwa setelah mendapat laporan dari masyarakat pihaknya segera mendatangi lokasi. &#8220;Pohon tumbang menutup Poros Surabaya &#8211; Malang, tepatnya di Jalan Raya Karanglo, Dusun Karanglo, Desa Banjararum. Pohon menimpa tiga kendaraan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diantara kendaraan yang menjadi korban, yaitu Mobil Daihatsu Agya, dalam kondisi rusak berat di bagian atap penyok atau ambles ke dalam, Mobil Ertiga yang mengalami kerusakan bagian depan dan motor Honda Revo. Di dalam mobil Agya itu terdapat satu keluarga terdiri atas sepasang suami istri di bagian depan dan dua anaknya di bagian belakang.</p>



<p>Dalam peristiwa ini, sang istri yang berada di jok depan samping kiri meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas sendiri, sempat kesulitan mengevakuasi korban yang sudah tergencet bodi mobil dan pohon. Sedangkan kedua anaknya yang berada di bagian belakang, berhasil dievakuasi meski kondisinya trauma berat melihat kedua orang tuanya meninggal dunia. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217134</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lacak Pelaku Begal Pasutri Probolinggo hingga Sebabkan Sang Suami Tewas, Polisi Turunkan K-9</title>
		<link>https://memontum.com/lacak-pelaku-begal-pasutri-probolinggo-hingga-sebabkan-sang-suami-tewas-polisi-turunkan-k-9</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<category><![CDATA[turunkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209880</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Satreskrim Polres Probolinggo terus melakukan penyelidikan kasus pembegalan atau perampokan yang menimpa pasangan suami istri (Pasutri) hingga hilangnya nyawa sang suami, Maskur Mairullah (35), warga Desa Bringi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, untuk mengurai kejadian hingga mengungkap pelaku aksi nekad itu, petugas juga menurunkan Unit K-9 atau anjing pelacak ke lokasi kejadian, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Satreskrim Polres Probolinggo terus melakukan penyelidikan kasus pembegalan atau perampokan yang menimpa pasangan suami istri (Pasutri) hingga hilangnya nyawa sang suami, Maskur Mairullah (35), warga Desa Bringi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, untuk mengurai kejadian hingga mengungkap pelaku aksi nekad itu, petugas juga menurunkan Unit K-9 atau anjing pelacak ke lokasi kejadian, Minggu (26/05/2024) malam.</p>



<p>Tidak tanggung-tanggung, sebanyak dua anjing pelacak dari Unit K-19 Polda Jatim, turut diturunkan. Dua anjing tersebut, dibawa ke TKP pembegalan untuk melacak pelaku.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Probolinggo Iptu Putra Fajar Adi Winarsa, mengatakan bahwa saat pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kejadian itu. Salah satunya, dengan menerjunkan dua anjing pelacak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kasat juga mengatakan, bahwa dari hasil informasi yang didapat, pelaku ini bersenjatakan celurit dan bermasker. &#8220;Berdasarkan penyelidikan dan olah TKP, pelaku menghadang korban di TKP dengan Sajam Celurit. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan juga menunggu hasil Unit K-9,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Pasutri Maskur Mairullah (35) dan Pujiana Marwari (23), menjadi korban begal saat melintas dengan menggunakan motor di Desa Pikatan, Kecamatan Maron, Minggu (26/05/2024) malam. Dalam kejadian itu, sang suami tewas setelah menerima bacokan dari pelaku begal. Sedangkan dompet dan HP, diketahui raib dari diri korban. Sementara sang istri, berhasil selamat dan meminta bantuan warga dengan menggunakan motor yang sebelumnya digunakan bersama sang suami. <strong>(nun/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209880</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kompak Maling Motor, Pasutri Asal Pamekasan Dibekuk Petugas</title>
		<link>https://memontum.com/kompak-maling-motor-pasutri-asal-pamekasan-dibekuk-petugas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kompak]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AD dan AI, warga Desa Jalmak, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, harus berurusan dengan Satreskrim Polresta Pamekasan. Itu karena, keduanya kompak melakukan aksi Curanmor Honda Scoopy M 4827 BY. Dugaan aksi ini terbongkar, setelah pemilik sepeda motor melaporkan ke Polres Pamekasan, tertanggal 15 Mei 2024. Kapolres Pamekasan melalui Kasatreskrim Polres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AD dan AI, warga Desa Jalmak, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, harus berurusan dengan Satreskrim Polresta Pamekasan. Itu karena, keduanya kompak melakukan aksi Curanmor Honda Scoopy M 4827 BY. Dugaan aksi ini terbongkar, setelah pemilik sepeda motor melaporkan ke Polres Pamekasan, tertanggal 15 Mei 2024.</p>



<p>Kapolres Pamekasan melalui Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung saat motor korban terparkir tanpa pengawasan di tepi jalan, Jumat (10/05/2024) lalu. Sementara kendaraan, saat itu juga tengah tidak dikunci stir.</p>



<p>&#8220;Kejadiannya di depan warung nasi Jalan Raya Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Tahu ada motor terparkir, kemudian mereka (pelaku, red) berhenti dan berbalik arah mendekati sepeda motor milik korban, yang jaraknya kurang lebih 3 meter,&#8221; katanya, saat konferensi pers di Mapolres Pamekasan, Senin (27/05/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam aksinya itu, tambahnya, sang istri berperan menunggu di atas sepeda motor yang digunakan sebagai sarana. Sedangkan sang suami, melancarkan aksi pencurian.</p>



<p>Beberapa saat kemudian, ungkapnya, keduanya pun berhasil dan langsung pulang sambil membawa motor curian. Sementara korban, langsung melaporkan kejadian ke Polres. Termasuk, menjelaskan pula bahwa di jok motor juga ada HP.</p>



<p>&#8220;Pemilik motor saat melapor juga sambil membawa bukti rekaman CCTV. Dari sinilah, pelaku kemudian berhasil diamankan petugas di rumahnya. Sementara dari hasil pemeriksaan, motor korban diketahui sudah dijual seharga Rp 3 juta kepada SW, yang juga sudah berhasil ditangkap,&#8221; jelasnya.</p>



<p>AKP Doni menambahkan, atas kejadian tersebut, Pasutri ini diancam dengan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke 4e, 5e KUHP. &#8220;Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasutri Probolinggo Dibegal hingga Sebabkan Sang Suami Kehilangan Nyawa</title>
		<link>https://memontum.com/pasutri-probolinggo-dibegal-hingga-sebabkan-sang-suami-kehilangan-nyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dibegal]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209866</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri), Maskur Mairullah (35) dan Pujiana Marwari (23), asal Desa Bringi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban begal alias perampokan, Minggu (26/05/2024) malam. Tragisnya dalam kejadian itu, sang suami yakni Maskur, harus kehilangan nyawa akibat bacokan aksi pelaku. Istri korban, Pujiana Marwati, mengatakan bahwa kejadian ini bermula saat dirinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri), Maskur Mairullah (35) dan Pujiana Marwari (23), asal Desa Bringi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban begal alias perampokan, Minggu (26/05/2024) malam. Tragisnya dalam kejadian itu, sang suami yakni Maskur, harus kehilangan nyawa akibat bacokan aksi pelaku.</p>



<p>Istri korban, Pujiana Marwati, mengatakan bahwa kejadian ini bermula saat dirinya bersama suami mengendarai sepeda motor Honda Beat, usai kulak (beli, red) tempe di Desa Kedungsari, Kecamatan Maron. Saat sampai di Desa Pikatan, Kecamatan Maron, tiba-tiba dirinya dihadang oleh orang yang tidak dikenal.</p>



<p>&#8220;Saya disuruh untuk kabur dengan sepeda, sementara suami turun melakukan perlawanan kepada orang yang menghadang,&#8221; katanya.</p>



<p>Dari kejadian awal itu, Pujiana mengaku kemudian melarikan diri dan mencari pertolongan warga. Setelah itu, dirinya pun kembali ke lokasi kejadian dan mendapati suaminya telah tergeletak dengan luka parah akibat diserang pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Setelah saya kembali (TKP perampokan, red), suami sudah terluka di punggungnya. Lalu bersama warga dibawa ke Rumah Sakit RS dr Mohsaleh,&#8221; terangnya.</p>



<p>Namun sayangnya, ujarnya, setelah beberapa jam kemudian, suaminya tidak tertolong dan meninggal dunia di RS dr Mohsaleh Kota Probolinggo. &#8220;Ciri-ciri pelakunya berperawakan gemuk dan memakai masker. Selain membacok suami saya, pelaku membawa kabur ponsel dan dompet milik suami saya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kapolsek Maron, AKP Agus Supriyanto, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi termasuk istri korban. Saat ini, pihaknya sedang mendalami kasus pembegalan tersebut.</p>



<p>&#8220;Saat ini kami dengan Tim Satreskrim Polres Probolinggo sedang dalam penyelidikan kasus ini,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209866</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Tahun Beraksi, Pasutri Spesialis Curanmor di Pamekasan Dibekuk bersama 15 Motor</title>
		<link>https://memontum.com/empat-tahun-beraksi-pasutri-spesialis-curanmor-di-pamekasan-dibekuk-bersama-15-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[spesialis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206440</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AS (35) dan H (30), warga Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, kompak diduga menjadi pelaku spesialis pencurian sepeda motor (Curanmor). Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengatakan bahwa terungkapnya aksi dari dua terduga pelaku adalah berkat keberhasilan dari Tim Opsnal Satreskrim Polres Pamekasan, Jumat (23/02/2024) lalu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AS (35) dan H (30), warga Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, kompak diduga menjadi pelaku spesialis pencurian sepeda motor (Curanmor).</p>



<p>Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengatakan bahwa terungkapnya aksi dari dua terduga pelaku adalah berkat keberhasilan dari Tim Opsnal Satreskrim Polres Pamekasan, Jumat (23/02/2024) lalu. Dimana dalam penangkapan dan pengembangan keduanya, diduga mereka telah melakukan aksinya sejak lama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Modus Pasutri ini dalam melakukan aksinya dengan cara hunting untuk mencari sasaran sepeda motor. Keduanya saling berbagi peran, dimana diantaranya adalah dengan merusak rumah kunci kontak motor menggunakan alat Kunci T,&#8221; katanya saat konferensi pers, di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan, Senin (26/02/2024) tadi.</p>



<p>AKBP Jazuli menambahkan, dari pengakuan tersangka, bahwa Pasutri ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2021 lalu. Sementara dari aksinya itu, Polres Pamekasan berhasil mengamankan 15 sepeda motor dan terus dilakukan pengembangan.</p>



<p>&#8220;Adapun pasal yang digunakan, Pasal 363 Ayat 1 ke 3, 4, 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara,&#8221; tegasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasutri Kotaanyar Jadi Korban Jambret di Paiton Probolinggo, Tas Isi Uang Amblas dan Korban Jatuh dari Motor</title>
		<link>https://memontum.com/pasutri-kotaanyar-jadi-korban-jambret-di-paiton-probolinggo-tas-isi-uang-amblas-dan-korban-jatuh-dari-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[amblas]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kotaanyar]]></category>
		<category><![CDATA[paiton,]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Apes menimpa pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Adalah Masduki dan Chusnul Khotimah, yang menjadi korban pencurian dan kekerasan (curas) atau jambret di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Akibat kejadian itu, tas korban yang berisi uang tunai sebesar Rp 2 juta dan HP Vivo y21s, amblas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Apes menimpa pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Adalah Masduki dan Chusnul Khotimah, yang menjadi korban pencurian dan kekerasan (curas) atau jambret di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Akibat kejadian itu, tas korban yang berisi uang tunai sebesar Rp 2 juta dan HP Vivo y21s, amblas disikat pelaku.</p>



<p>Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori, mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula saat Masduki membonceng istrinya, Chusnul Khotimah, dengan menggunakan motor Honda Vario di Jalan Raya Paiton. Keduanya, berjalan dari Barat ke Timur, pada Jumat (06/10/2023) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat tengah berboncengan itulah, tetiba ada motor yang mengikuti dari belakang dan menarik tas yang posisinya dikalungkan Chusnul Khotimah.</p>



<p>&#8220;Korban sempat reflek mencoba mempertahankan, namun tidak berhasil. Bahkan, korban sampai terjatuh dari sepeda motornya bersama dengan suami korban,&#8221; kata Kapolsek, Sabtu (07/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Karena terjatuh, tas milik korban akhirnya berhasil dibawa kabur orang tidak kenal tersebut. Tas milik korban itu, berisi STNK, KTP Chusnul Khotimah dan uang tunai sebesar Rp 2 juta dan HP.</p>



<p>&#8220;Dari kejadian itu, warga yang mengetahui kemudian menolong korban. Termasuk, mengantarkannya ke Polsek Paiton, untuk melaporkan kejadian itu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Terkait kejadian itu, tegasnya, pihaknya masih melakukan pengembangan di TKP. Termasuk, mengidentifikasi ciri-ciri pelaku berikut sarana yang digunakan. &#8220;Kami sudah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. Kami masih mendalami kasus tersebut,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199399</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
