<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>patung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/patung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jan 2025 14:32:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>patung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Imlek, Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Gelar Tradisi Pencucian Patung Dewa</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-imlek-klenteng-eng-an-kiong-kota-malang-gelar-tradisi-pencucian-patung-dewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[pencucian]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218629</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2576, Klenteng Eng An Kiong menggelar tradisi pencucian patung dewa yang menjadi bagian dari ritual Sembayang Song Sen. Pelaksanaan itu digelar, selama tiga hari, yaitu mulai Kamis (23/01/2025) hingga Sabtu (25/01/2025) mendatang. Pembantu muda-mudi Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa Sembayang Song Sen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2576, Klenteng Eng An Kiong menggelar tradisi pencucian patung dewa yang menjadi bagian dari ritual Sembayang Song Sen. Pelaksanaan itu digelar, selama tiga hari, yaitu mulai Kamis (23/01/2025) hingga Sabtu (25/01/2025) mendatang.</p>



<p>Pembantu muda-mudi Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, mengatakan bahwa Sembayang Song Sen memiliki filosofi mendalam sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diterima selama setahun terakhir. Sekaligus, juga mengantarkan roh para dewa ke langit.</p>



<p>&#8220;Inikan momen imlek, jadi kami melakukan Sembayang Song Sen. Diharapkan tahun depan mendapatkan hal-hal yang lebih baik,&#8221; ucap David.</p>



<p>Di Klenteng Eng An Kiong sendiri, saat ini memiliki 25 patung dewa, termasuk Dewa Po Te Koh, dewa bumi yang menjadi tuan rumah utama klenteng. Patung tersebut berusia lebih dari 200 tahun dan lebih tua dari usia klenteng yang kini genap 200 tahun. Patung-patung lainnya termasuk Dewa Chaw Kun Kong, dewa dapur, serta beberapa patung tambahan yang usianya lebih muda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Patung-patung ini diturunkan dari altar, dibuka pakaiannya, lalu dibersihkan menggunakan air bunga. Pembersihan dilakukan oleh pengurus dan umat secara sukarela.Tradisi ini dilakukan karena roh suci para dewa dianggap sedang naik ke langit, sehingga patung-patung dapat dibersihkan,” ujarnya.</p>



<p>Selain Sembayang Song Sen, juga diadakan berbagai kegiatan lain, termasuk ritual kias untuk menetralisir keberuntungan bagi shio yang diprediksi kurang baik tahun ini, seperti ular, harimau, dan babi. “Kias ini seperti ruwatan dalam budaya Jawa, dilakukan di awal tahun untuk memastikan keberuntungan berjalan mulus,” tambahnya.</p>



<p>Rangkaian perayaan Imlek nantinya akan dimeriahkan oleh atraksi barongsai dan pertunjukan wayang potehi, serta diakhiri dengan Cap Go Meh. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati tradisi meramal nasib menggunakan bambu dan mencicipi kue keranjang yang melambangkan harapan akan hal-hal manis di tahun mendatang.</p>



<p>&#8220;Kami berharap imlek di tahun ini dan yang akan datang semakin baik, khususnya untuk warga Malang. Semoga warga Malang mendapatkan banyak berkah, Indonesia lebih maju dan semakin makmur,&#8221; imbuh David. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Imlek, Umat Klenteng Eng An Kiong Lakukan Sembahyangan dan Pembersihan Patung</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-imlek-umat-klenteng-eng-an-kiong-lakukan-sembahyangan-dan-pembersihan-patung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[pembersihan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[sembahyangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebelum melakukan penurunan dan pembersihan patung-patung yang ada di Klenteng Eng An Kiong, para umat Konghucu melakukan sembahyangan Sin Beng atau Para Suci. Prosesi ini diadakan, sebagai persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2024. Humas Kelenteng Eng An Kiong, Chong Nguk Choi, menyampaikan jika sembahyangan itu juga sebagai bentuk pembersihan diri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebelum melakukan penurunan dan pembersihan patung-patung yang ada di Klenteng Eng An Kiong, para umat Konghucu melakukan sembahyangan Sin Beng atau Para Suci. Prosesi ini diadakan, sebagai persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2024.</p>



<p>Humas Kelenteng Eng An Kiong, Chong Nguk Choi, menyampaikan jika sembahyangan itu juga sebagai bentuk pembersihan diri. Apalagi menyambut Tahun Baru Imlek, semua harus diperbarui dan dibersihkan.</p>



<p>“Karena tradisinya orang kuno waktu Song Sen (Sembahyang), itu kalau di dapur masih ada barang-barang yang sudah tidak layak pakai itu harus dibuang. Menjelang Tahun Baru Imlek, itu semuanya harus diperbarui dan dibersihkan,” jelas perempuan yang akrab dipanggil Luluk Indraningsih, Sabtu (03/02/2024) tadi.</p>



<p>Pembersihan patung itu dilakukan, lanjutnya, diseluruh ruangan yang ada di Klenteng. Namun, khusus di hari ini hanya untuk Para Suci yang berada di altar depan dan yang pertama kali ada di Klenteng Eng An Kiong.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Untuk di Altar ini, itu ada satu patung Fu De Cheng Shen dan enam pendamping. Jadi, total ada tujuh patung untuk yang dibersihkan di altar ini. Setelah dicuci nanti bajunya juga diganti, karena kalau setahun kan sudah kotor,” jelasnya.</p>



<p>Untuk umat yang hadir mengikuti sembahyangan di Klenteng tersebut, paparnya, ada sekitar 50 orang. Sembahyangan para umat itu, dilakukan dengan berpindah-pindah dari altar satu ke altar lainnya, dengan menyebut nama Para Suci satu persatu.</p>



<p>“Para suci disini ada 15-16, di setiap ruangan yang ada para suci disembahyangi terlebih dahulu,” ujarnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, agar dalam perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini, Negara Indonesia bisa damai dan tentram, apalagi menjelang Pemilu 2024. “Nanti yang terpilih dalam Pemilu mau siapapun itu, semoga yang terbaik, rakyatnya tidak merasa terganggu dan rakyat damai sentosa,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk perayaan Imlek di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tidak mengadakan acara Wayang Potehi dan Cap Go Meh. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205721</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
