<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pecahkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pecahkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2025 10:09:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pecahkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sapi Sapu Jagat Pecahkan Rekor Nasional Kelas Ekstrem Bebas di Festival dan Expo Sapi Jember</title>
		<link>https://memontum.com/sapi-sapu-jagat-pecahkan-rekor-nasional-kelas-ekstrem-bebas-di-festival-dan-expo-sapi-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 13:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227358</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Jupriono, hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam penutupan Festival dan Expo Sapi Season 2, di Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Minggu (02/11/2025) tadi. Dalam even yang berlangsung selama dua hari ini, sapi kontes bernama Sapu Jagat milik Faisal dari Mojokerto, telah berhasil memecahkan rekor nasional. Sapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Jupriono, hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam penutupan Festival dan Expo Sapi Season 2, di Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Minggu (02/11/2025) tadi. Dalam even yang berlangsung selama dua hari ini, sapi kontes bernama Sapu Jagat milik Faisal dari Mojokerto, telah berhasil memecahkan rekor nasional.</p>



<p>Sapi Sapu Jagat itu, menjadi Juara Kelas Ekstrem Bebas dengan bobot 1.405 kilogram. Sapi tersebut, tercatat sebagai sapi ketiga terberat di dunia dan mencetak rekor nasional baru. Piala bergilir dan hadiah untuk Raihan itu, diserahkan langsung oleh Sekda Jupriono kepada Faisal.</p>



<p>Sebelumnya, kontes ini dibuka oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani bersama Menteri Pertanian, Amran dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Sabtu (01/11/2025) kemarin. Kegiatan ini, adalah bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor peternakan. Selain itu, juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong peternak lokal agar mampu berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai menyerahkan piala kepada para juara, Sekda Jupriono menegaskan Pemerintahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, berkomitmen untuk mendukung kegiatan peternakan secara berkelanjutan. &#8220;Kami sangat mengapresiasi, pagelaran ini (festival dan Expo sapi) mendorong peternak muda kita Indonesia menuju ketahanan pangan khususnya daging,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekda Jupriono juga menyebutkan, bahwa ada pemecahan rekor nasional dan catatan rekor dunia baru terjadi dalam kontes tersebut. &#8220;Mudah-mudahan tahun depan lebih semarak lagi. Kontes tahun ini tembus rekor nasional 1,405 ton. Artinya, peternak kita memiliki potensi yang luar biasa, untuk kelas dunia nomor 3 ini diraih Sapi Sapu Jagat,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Ke depan, Bupati Jember menurut Sekda Jupriono, berjanji akan menyelenggarakan kontes berikutnya dengan lebih semarak. &#8220;Bupati Gus Fawait mensuport penuh, tahun depan dengan acara yang lebih besar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Acara diselenggarakan oleh PPSI dengan dukungan penuh dari Pemkab Jember, APPSI dan TPD Jawa Timur. Event ini menjadi wadah edukasi dan motivasi bagi peternak muda dalam mengembangkan potensi sapi lokal unggulan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Kirab Ancak Agung di Alun-alun Jember Pecahkan Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-kirab-ancak-agung-di-alun-alun-jember-pecahkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226224</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Momen pemecahan museum rekor Indonesia (Muri) terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Jember Nusantara, Rabu (24/09/2025) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, ribuan pasang saksi mata menjadi saksi sejarah baru. Dalam peringatan itu, setidaknya ada sebanyak 449 susunan sayur mayur, jajanan tradisional hingga hasil bumi, disusun menjadi ancak agung terbanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Momen pemecahan museum rekor Indonesia (Muri) terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Jember Nusantara, Rabu (24/09/2025) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, ribuan pasang saksi mata menjadi saksi sejarah baru.</p>



<p>Dalam peringatan itu, setidaknya ada sebanyak 449 susunan sayur mayur, jajanan tradisional hingga hasil bumi, disusun menjadi ancak agung terbanyak memecahkan rekor Muri. Yang mana, rekor sebelumnya dipegang Kabupaten Demak, dengan sebanyak 99 gunungan.</p>



<p>Gunungan ancak tersebut, sebelumnya diarak menuju ke Alun-alun. Festival religi dan budaya ini, dibuka dengan Khotmil Qur’an serentak. Kemudian, dipilih sepuluh ancak terbaik dari desa, kecamatan dan sekolah, untuk dipilih sebagai simbol kreativitas masyarakat.</p>



<p>Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan bahwa kirab ancak agung terbanyak ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus melestarikan tradisi masyarakat. “Ancak atau gunungan berisikan hasil bumi, kemudian rezeki yang diperoleh bisa berupa makanan dan lainnya, yang nantinya disedekahkan setelah didoakan bersama. Kegiatan hari ini sekaligus memecahkan rekor Muri ancak terbanyak dalam kegiatan Maulid Nabi,” kata Kabag Kesra.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa selain dari desa dan kelurahan hingga sekolah, bahwa dukungan untuk acara ini datang dari berbagai pihak. Termasuk, pihak pengelola hotel yang mendapatkan berkah saat gelaran MTQ beberapa waktu lalu.</p>



<p>“Kami disupport dari seluruh OPD, kecamatan, desa, kelurahan, rumah sakit, perbankan dan beberapa hotel. Mereka juga sebelumnya ikut terlibat dalam kegiatan MTQ, kini kembali memberikan kontribusi untuk festival ini,” tambahnya.</p>



<p>Acara ini, ujarnya, adalah bagian dari ungkapan rasa syukur sekaligus sarana memperkuat kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan potensi pergerakan ekonomi dan pariwisata.</p>



<p>“Bentuk rasa syukur ini diwujudkan dengan sedekah kepada masyarakat. Selain itu, festival ini bisa menjadi event tahunan budaya yang menarik pariwisata, mengangkat potensi Jember, serta memberi berkah bagi UMKM yang ikut berjualan hasil bumi,” jelasnya.</p>



<p>Pengumuman resmi pemecahan rekor Muri dan doa bersama ini, menjadi rangkaian acara penutup. Pemerintah Kabupaten Jember berharap, bahwa festival ini akan terus berkembang dari tahun ke tahun dan mampu menghadirkan lebih banyak wisatawan. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226224</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Simba dan Rans Entertainment Pecahkan Rekor MURI Sarapan Sereal bersama 3.024 Orang di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/simba-dan-rans-entertainment-pecahkan-rekor-muri-sarapan-sereal-bersama-3-024-orang-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 03:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[sarapan]]></category>
		<category><![CDATA[sereal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219513</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Simba sereal bersama dengan Rans Entertainment dan Rans Simba Basketball (RSB), menggelar Pekan Sarapan Nasional bersama dengan 3.024 orang, di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (22/02/2025) tadi. Presiden Direktur PT Simba Indosnack Makmur – Combiphar Group, Lim Soeyantho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Simba sereal bersama dengan Rans Entertainment dan Rans Simba Basketball (RSB), menggelar Pekan Sarapan Nasional bersama dengan 3.024 orang, di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (22/02/2025) tadi.</p>



<p>Presiden Direktur PT Simba Indosnack Makmur – Combiphar Group, Lim Soeyantho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori sarapan sereal dengan peserta terbanyak di Indonesia. &#8220;Tentu ini spesial, karena rekor sebelumnya tercatat pada tahun 2010 dan selama lebih dari satu dekade belum ada yang berhasil memecahkannya. Hari ini, di Kota Malang rekor itu berhasil kita lampaui. Ini menunjukkan antusiame masyarakat Kota Malang yang luar biasa,&#8221; kata Lim Soeyantho.</p>



<p>Tidak hanya itu, melalui kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Simba dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sarapan sehat dan bergizi. Kota Malang dipilih menjadi lokasi pemecahan rekor karena dianggap kota terbesar kedua di Jawa Timur dan ke-12 terbesar di Indonesia dengan lebih dari 850 ribu penduduk.</p>



<p>&#8220;Selain itu, Kota Malang juga merupakan pusat wisata dan pendidikan. Namun, edukasi tentang sarapan sehat masih belum terlalu tinggi, sehingga kami melihatnya sebagai tempat yang tepat untuk melakukan sosialisasi ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Komisaris Utama Rans Entertainment sekaligus Komisaris Rans Simba Basketball, Raffi Ahmad, turut hadir dalam acara ini. Dirinya juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Malang yang melampaui target awal 2.500 peserta hingga mencapai lebih dari 3.000 peserta.</p>



<p>&#8220;Terima kasih masyarakat Kota Malang yang telah hadir pagi ini untuk sarapan bersama. Antusiasmenya luar biasa. Rans bersama Simba ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sarapan bergizi, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga seluruh keluarga,&#8221; kata Raffi.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa visi Rans tidak hanya untuk menghibur masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat dari segi kesehatan. &#8220;Kami ingin masyarakat tidak hanya bahagia tetapi juga sehat. Terima kasih kepada Simba atas komitmennya untuk menghadirkan edukasi tentang makanan bergizi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, juga mengapreasiasi pemecahan MURI tersebut. Terlebih, tim MURI juga telah melakukan pengecekan jumlah peserta yang mengikuti acara tersebut. &#8220;Ini luar biasa, ada sebanyak 3.024 orang. Saya dan tim juga sudah mengecek tadi jumlah pesertanya dan itu sesuai,&#8221; imbuh Osmar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219513</post-id>	</item>
		<item>
		<title>500 Kilogram Buah Apel Olahan Siap Pecahkan Rekor MURI di Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/500-kilogram-buah-apel-olahan-siap-pecahkan-rekor-muri-di-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 10:20:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kilogram]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 500 kilogram Buah Apel yang diolah menjadi roti atau dikenal Apel Strudel yang ditata berjajar sepanjang 780 meter, bakal memecahkan rekor Musim Rekor Indonesia (Muri). Rencana pemecahan rekor yang digagas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ini akan digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (11/08/2023) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 500 kilogram Buah Apel yang diolah menjadi roti atau dikenal Apel Strudel yang ditata berjajar sepanjang 780 meter, bakal memecahkan rekor Musim Rekor Indonesia (Muri). Rencana pemecahan rekor yang digagas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ini akan digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (11/08/2023) besok.</p>



<p>Ketua PHRI, Sujud Hariadi, mengatakan digunakannya bahan Buah Apel untuk pemecahan rekor Muri tersebut dikarenakan Kota Batu sejak lama dikenal dengan Buah Apel. &#8220;Jadi, nantinya sebanyak 500 kilogram buah apel yang diolah menjadi apel strudel, akan dijajar sepanjang 780 meter untuk memecahkan rekor Muri,&#8221; terangnya di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait bahan baku Apel untuk bahan olahan menjadi 500 kilogram itu, tambahnya, mendapatkan bantuan dari petani apel milenial untuk dijadikan selai. Selain itu, ada juga sebanyak 400 kilogram tepung dan telur, yang mendapatkan bantuan dari beberapa hotel di Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Secara teknis, semua sudah dibuat dan tinggal ditata di Graha Pancasila untuk pemecahan rekor Muri. Selai sudah mulai disiapkan satu minggu lalu dari salah satu hotel. Dan, roti ini dibuat oleh tenaga pastry dari hotel dan melibatkan murid SMK di Kota Batu,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Alasan mengapa dijajar sepanjang 780 meter, paparnya, karena panjang tersebut tepat di HUT RI Ke-78. Dan, sekaligus kegiatan itu menjadi rangkaian di Peringatan HUT RI Ke-78.</p>



<p>&#8220;Dahulu agenda PHRI dimasukkan dalam HUT Kota Batu. Tetapi, tahun ini dimajukan. Selain sekaligus menjadi satu rangkaian dengan HUT RI Ke-78 juga untuk menghindari musim hujan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk itu, Sujud berharap dengan adanya event yang baru pertama kali di Kota Batu, bahkan secara nasional, ini layak dikunjungi oleh wisatawan. Sehingga, diharapkan akan mampu mendongkrak jumlah wisatawan ke Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Kami berharap, dengan pemecahan rekor Muri di Kota Batu juga secara nasional ini, maka potensi apel bisa lebih dikenal masyarakat luas. Tentunya, tamu dari luar Kota Batu juga meningkat,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kearifan Lokal, Gelaran 1.569 Penari Boran dan Gebyar 4.540 Sego Boran Lamongan Pecahkan Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kearifan-lokal-gelaran-1-569-penari-boran-dan-gebyar-4-540-sego-boran-lamongan-pecahkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[boran]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[sego]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi. Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi.</p>



<p>Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Bahkan, hal tersebut dikukuhkan dengan diberikannya Piagam Penghargaan MURI dengan Nomor 11.081-11.082/R.MURI/VII/2023, dari Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, yang diserahkan oleh perwakilan Tim MURI, Sri Widayati kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Disampaikan Sri Widayati, bahwa pencatatan Muri ditujukan untuk mengapresiasi karsa dan karya superlatif yang diciptakan oleh putra-putri Indonesia. Juga, sebagai sarana pencatat sejarah yang menginspirasi profesionalisme dan integritas generasi penerus bangsa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, di Kabupaten Lamongan sendiri telah tercatat beberapa Rekor Muri, diantaranya pembuatan Wingko Babat terbesar, bakar ikan di atas kapal terbanyak, pembuatan tenun ikat colet terpanjang dan masih banyak lainnya. Ditambah, dengan pemecahan kali ini yakni Pagelaran Kolosal Tari Boran 1.569 peserta dan Gebyar 4.540 Sego Boran.</p>



<p>&#8220;Setelah diverifikasi, dilakukan penghitungan dan tepat dengan angka tersebut (1.569 penari dan 4.540 porsi Sego Boran). Sehingga, kegiatan ini luar biasa tentunya, sebagai wujud nyata dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal Handarbeni (memiliki), Hangrungkebi (mempertahankan), Nguri-uri (merawat, menjaga, melestarikan) kebudayaan asli Lamongan. Mengangkat kearifan lokal dari Kabupaten Lamongan, maka oleh Ketua Umum MURI, Bapak Jaya Suprana, Rekor MURI ini tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional namun dikukuhkan sebagai rekor dunia,&#8221; kata Sri Widayati.</p>



<p>Bupati Yuhronur Efendi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Nasi Boranan merupakan kuliner budaya asli Lamongan yang sudah berlangsung lama. Kemudian, ini diekspresikan dalam bentuk tarian yang saat ini dijadikan sebagai muatan lokal untuk bisa ditarikan oleh seluruh siswa yang ada di Kabupaten Lamongan.</p>



<p>&#8220;Seiring dengan pencapaian Rekor MURI ini tentu kita akan semakin menegaskan bahwa Lamongan ini memiliki sebuah tarian yang sudah membudaya. Dan tentu di dalam Tarian Nasi Boran itu ada nilai-nilai filosofi yang merupakan nilai-nilai masyarakat Lamongan yakni kemandirian, loyal, nyaman, dan sebagainya, yang berusaha untuk ditunjukkan dalam bentuk tarian itu,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah, kegiatan bertajuk &#8216;Lamongan Menari&#8217; kolaborasi antara berbagai sektor (Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan) ini ditujukan untuk mengenalkan seni tradisi Tari Boranan kepada khalayak luas. &#8220;Seluruh Penari Boran yang ada di Kabupaten Lamongan ini adalah pelajar yang terdiri dari tingkat SD sebanyak 400 siswa, tingkat SMP 600 siswa, SMA/SMK 400 siswa, MA-MTS-MI sebanyak 169 siswa, total adalah 1.569 penari. Dimana angka tersebut adalah kita ambil dari semangat Hari Jadi Lamongan yang ditetapkan lahirnya di tahun 1569 M. Berikutnya kami juga menyajikan sejumlah 4.540 porsi Sego Boran yang berfilosofi dari umur Lamongan yang menginjak angka 454 tahun,&#8221; terang Siti Rubikah.<strong>&nbsp;(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194007</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
