<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pecinan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pecinan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Mar 2025 09:15:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pecinan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Warsubi bersama Wakil dan Ketua TP PKK Tinjau Gelaran Festival Pecinan Jombang 2025</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-warsubi-bersama-wakil-dan-ketua-tp-pkk-tinjau-gelaran-festival-pecinan-jombang-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[pecinan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, bersama Wakil Bupati, Salmanudin serta Ketua Tim Penggerak PKK, Yuliati Nugrahani Warsubi, meninjau gelaran pelaksanaan Festival Pecinan Jombang 2025 di sepanjang Jalan Buya Hamka. Pelaksanaan yang diinisiasi Pemkab Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), itu mendapat sambutan antusias warga masyarakat. Disampaikan Bupati Warsubi, bahwa festival ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, bersama Wakil Bupati, Salmanudin serta Ketua Tim Penggerak PKK, Yuliati Nugrahani Warsubi, meninjau gelaran pelaksanaan Festival Pecinan Jombang 2025 di sepanjang Jalan Buya Hamka. Pelaksanaan yang diinisiasi Pemkab Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), itu mendapat sambutan antusias warga masyarakat.</p>



<p>Disampaikan Bupati Warsubi, bahwa festival ini menjadi oase di tengah Bulan Ramadan 1446 Hijriyah. Pelaksanaan Festival Pecinan ini, tentunya membawa warna baru di tengah kota santri. Itu karena, semangat kebersamaan dan toleransi terasa kental dan menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suka cita. Terlebih, ada ratusan ornamen lampion yang dipadu atraksi barongsai dan deretan bazar.</p>



<p>&#8220;Festival ini luar biasa. Perpaduan Budaya Tionghoa dan kearifan lokal Jombang, menciptakan suasana yang hangat dan meriah di Bulan Ramadan,&#8221; kata Bupati Jombang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam Festival Pecinan kali ini memang menyuguhkan pengalaman yang tidak terlupakan. Berbagai stan kuliner hingga jajanan khas Jombang, juga turut disuguhkan untuk menggugah selera masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan tidak ketinggalan, deretan Pakaian Adat Tionghoa yang memesona, juga turut dihadirkan. Serta, tampak pula stan dari Bank Jombang, yang turut memeriahkan suasana. Termasuk dari atas panggung, alunan merdu Lagu Mandarin juga memecah keheningan gerimis.</p>



<p>&#8220;Festival Pecinan ini bertujuan agar kita dapat berbaur dengan semuanya. Kita adalah wujud keberagaman, Bhineka Tunggal Ika dari Sabang sampai Merauke. Dan tentunya, ini wajib kita jaga, persaudaraan, ketentraman hingga seluruh masyarakat semua dilindungi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bupati Warsubi juga berpesan, bahwa festival ini bukan hanya tentang budaya dan kuliner, tapi juga tentang kebersamaan, kerukunan, gotong royong dan toleransi. Terlebih, Jombang merupakan kota yang kaya akan keberagaman dan Festival Pecinan adalah bukti nyata dari hal itu.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang,&#8221; paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadirkan Berbagai Kuliner Khas Tirai Bambu, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Pecinan</title>
		<link>https://memontum.com/hadirkan-berbagai-kuliner-khas-tirai-bambu-pemkab-banyuwangi-gelar-festival-pecinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2024 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bambu]]></category>
		<category><![CDATA[berbagai]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pecinan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Pecinan di Pecinan Street Food, kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Kecamatan Banyuwang. Festival ini, menyuguhkan beragam atraksi seni hingga aneka kuliner khas Tionghoa, yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 23 hingga 25 Februari 2024 “Festival Pecinan ini menjadi salah satu event penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Pecinan di Pecinan Street Food, kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Kecamatan Banyuwang. Festival ini, menyuguhkan beragam atraksi seni hingga aneka kuliner khas Tionghoa, yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 23 hingga 25 Februari 2024</p>



<p>“Festival Pecinan ini menjadi salah satu event penting dalam Banyuwangi Festival. Pelaksanaan festival ini menunjukkan bagaimana keguyuban dan keramahan semua etnis yang ada di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (23/02/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, selama pelaksanaan berlangsung, pengunjung bisa mencicipi aneka kuliner khas Negeri Tirai Bambu. Seperti nasi ayam hainan, bebek dan ayam peking, dimsum, kwetiau dan masih banyak lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, ada juga aneka jajanan seperti bakpao, kue keranjang, bakcang, burger Shanghai dan sebagainya. Semua makanan tersebut, sudah bersertifikasi halal.</p>



<p>&#8220;Sembari menikmati penganan favorit, pengunjung bisa bersantai menikmati atraksi seni yang kental nuansa Imlek. Ada tari barongsai, seni bela diri wushu dan lainnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi, M Lutfi, menjelaskan bahwa seluruh makanan yang disajikan dalam festival ini sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Kemenag. Selain itu, para UMKM yang terlibat juga terus mendapatkan pendampingan dari Asosiasi Chef Banyuwangi.</p>



<p>“Festival ini setiap harinya akan dimulai pukul 16.00 hingga 22.00,” ujar Lutfi.</p>



<p>Di festival ini, para pecinta barang antik juga akan dimanjakan dengan pameran dan bazar barang antik, yang mayoritas berasal dari peninggalan China. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Imlek, Orderan Lampion Lesu</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-imlek-orderan-lampion-lesu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2021 04:06:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[lampion]]></category>
		<category><![CDATA[pecinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134487</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pandemi Covid-19 berimbas pada segala sektor. Tidak terkecuali, saat di masa perayaan Imlek. Penjualan lampion yang biasanya bergairah, bahkan mampu terbang tinggi, kini turut lesu seiring pandemi Covid-19. Seperti yang diceritakan salah satu pegawai di Pengusaha Lampion, Said, yang terletak di Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Baca: Selama PPKM Mikro, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pandemi Covid-19 berimbas pada segala sektor. Tidak terkecuali, saat di masa perayaan Imlek. </p>



<p>Penjualan lampion yang biasanya bergairah, bahkan mampu terbang tinggi, kini turut lesu seiring pandemi Covid-19.</p>



<p>Seperti yang diceritakan salah satu pegawai di Pengusaha Lampion, Said, yang terletak di Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134422-selama-ppkm-mikro-pemkot-malang-upayakan-bantuan-hibah-rp-500-ribu-per-rt">Selama PPKM Mikro, Pemkot Malang Upayakan Bantuan Hibah Rp 500 ribu Per RT</a></strong></p>



<p>Tidak hanya masalah penjualan, yang turut terdampak pandemi. Namun, orderan lampion, pun beberapa urung karena Covid-19.</p>



<p>&#8220;Ada yang sudah deal orderan, tapi batal karena pihak pemesan tidak bisa bikin event. Lumayan banyak, sekitar 3000-an lampion pesanan yang dibatalkan,&#8221; ujarnya, Kamis (11/02) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Said, dari orderan pun menurun meski tidak begitu signifikan. &#8220;Penurunan ada, tapi tidak begitu banyak. Sekitar 10 sampai 25 persen lah, untuk penurunannya dibandingkan saat Imlek tahun lalu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Walaupun ada penurunan, industri lampion di Kota Malang, masih bisa bertahan. Karena sehari-hari di luar Imlek dan perayaan hari besar lain, pesanan masih ada.</p>



<p>&#8220;Sehari-hari non Imlek pasti ada pesanan, ya rata-rata per hari 125 buah yang kami produksi. Entah buat restauran, even dan hiasan rumah. Malah yang banyak dari luar kota, Malang ada tapi nggak banyak,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lampion yang dirinya buat bersama 5 karyawan lainnya itu, dibanderol mulai Rp 18ribu sampai 20 ribu untuk diameter 20cm.</p>



<p>Hal senada, pun diungkapkan pemilik Cempaka Lampion, Ahmad Samsyudin. Selama pandemi ini pesanan lampion di tempatnya yang berlokasi di Jalan Juanda Gang V, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, menurun cukup drastis.</p>



<p>&#8220;Tahun kemarin biasanya sampai nolak-nolak, karena perbulan pesanan bisa sampai lima ribu pesanan. Tapi sekarang cuma sekitar seribu sampai seribu lima ratusan, itu sudah bagus banget,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pemesan lampionnya pun paling banyak dari Jakarta, Surabaya, hingga Bandung. Sedangkan di Malang sendiri, pesanan hanya untuk dekorasi restoran ataupun pernikahan.</p>



<p>&#8220;Pas Imlek itu biasanya yang dipesan bentuk bola, kapsul dan oval. Untuk luar kota saya sering kirim ke Jakarta, Surabaya dan Bandung. Kalau Malang sendiri paling buat kafe, resto atau nikahan dan nominalnya memang kecil,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134386-sanggar-seni-kampung-adakan-pelatihan-seni-terapan-bertema-payung">Sanggar Seni Kampung Adakan Pelatihan Seni Terapan Bertema Payung</a></strong></p>



<p>Untuk harga sendiri, diakuinya saat ini dia menaikkan harga sebanyak Rp 5 ribu. Normalnya dulu sekitar Rp 25 ribu untuk lampion termurah, sekarang menjadi Rp 30 ribu. &#8220;Harga bahannya naik sekarang,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Disamping itu, pria yang akrab disapa Ahmad ini, menegaskan walau pesanannya menurun drastis, dirinya tetap mempertahankan 17 karyawannya. Bahkan sempat dirinya menjadi tukang parkir dan menggadaikan mobilnya ketika awal pandemi, selama 7 bulan nihil pesanan.</p>



<p>&#8220;Saya berprinsip, dengan usaha ini bisa membantu dan memberdayakan warga kampung saya. Yang paling terpenting adalah kekompakan dan tetap mau bersama-sama dalam kondisi apapun. Kalau rugi itu gapapa, penting karyawan saya masih bisa kerja,&#8221; paparnya.<strong> (cw1/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134487</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
