<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pecinta Alam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pecinta-alam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jun 2021 07:02:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pecinta Alam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lobby Balai Kota Malang Dipenuhi Musisi Nusantara Pecinta Alam</title>
		<link>https://memontum.com/lobby-balai-kota-malang-dipenuhi-musisi-nusantara-pecinta-alam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2021 07:02:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pecinta Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kolaborasi Pemkot (Pemkot) Malang, Museum Musik Indonesia (MMI), dan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dalam Pojok Karya yang berlokasi di Lobby Balaikota terus berlanjut. Kali ini mengusung tema hari Lingkungan Hidup, MMI menampilkan biografi dan karya musisi-musisi Indonesia yang getol menyuarakan pesan-pesan alam serta lingkungan. Wali Kota Malang, Sutiaji, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kolaborasi Pemkot (Pemkot) Malang, Museum Musik Indonesia (MMI), dan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dalam Pojok Karya yang berlokasi di Lobby Balaikota terus berlanjut. Kali ini mengusung tema hari Lingkungan Hidup, MMI menampilkan biografi dan karya musisi-musisi Indonesia yang getol menyuarakan pesan-pesan alam serta lingkungan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, merespon positif inisiasi kolaborasi dari ketiga pihak tersebut. &#8220;Tentu saya mengapresiasi dan mewadahi. Sekaligus memberi penajaman bahwa lobby bak etalase yang bertempat di Gedung Balai Kota memang banyak kunjungan,&#8221; ungkapnya, Sabtu (19/06).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-malang-sebut-lonjakan-harga-emas-dorong-inflasi-di-februari-2026">BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026</a></li>
</ul>


<p>Sehingga, lanjut Sutiaji, Lobby Balai Kota bisa diposisikan sebagai wahana dan duta infografis maupun informasi tentang ragam issue.</p>



<p>&#8220;Dan ini menurut saya bagus, mengawinkan antara literasi musisi nusantara dengan isu-isu kekinian,&#8221; tambah Sutiaji.</p>



<p>Terdapat 10 musisi yang biografinya dipajang pada Lobby Balaikota. &#8220;Di antaranya Ully Sigar Rusadi, Gombloh, The Rollies, Iwan Fals, The Gembells, Rita Ruby Hartland, Koes Plus, Frankie and Jane, Deddy Stanzah, dan Tina Silvana. Mereka semua legendaris,&#8221; jelas Ketua MMI, Hengki Herwanto.</p>



<p>Seperti putaran-putaran sebelumnya, MMI menyajikan catatan perjalanan musisi tanah air dengan menyesuaikan tema yang diusung.</p>



<p>Hengki pun menjelaskan alasan beberapa nama tersebut dipilih untuk ditampilkan dalam Pojok Karya yang berlangsung hingga 10 Juli 2021 itu.</p>



<p>&#8220;Pertama ada Ully Sigar Rusady, beliau adalah musisi dan aktivis lingkungan hidup. Salah satu lagu ciptaannya berjudul Harmoni Kehidupan terpilih menjadi Duta Indonesia ke Festival Pop Singer di Jepang tahun 1978,&#8221; ujar Hengki.</p>



<p>Kemudian Iwan Fals, seorang musisi sekaligus pencipta lagu dan kritikus yang menjadi salah satu legenda di Indonesia. Selanjutnya ada Tina Silvana yang merupakan penyanyi asal kota Malang bersuara khas dan unik.</p>



<p>&#8220;Debutnya mencuat setelah melahirkan album pertamanya berjudul Di Bukit Panderman. Dimana itu merupakan sebuah bukit yang elok di kaki Gunung Kawi Kota Batu yang biasa didaki oleh para pendaki gunung tingkat pemula,&#8221; sambungnya.</p>



<p>The Rollies, sebuah grup musik jazz rock, pop, soul funk yang berhasil menorehkan tinta emas saat lagu Kemarau ditetapkan menerima penghargaan Kalpataru di tahun 1979.</p>



<p>Lanjut, ada penyangi Ritta Rubby Hartland yang banyak merilis album yang bertemakan tentang alam, sosial dan lingkungan hidup.</p>



<p>&#8220;Ada band legendaris Koes Plus juga kita tampilkan di Pojok Karya. Mereka telah membuat Danau Kolam Susuk semakin dikenal melalui lagu mereka yang berjudul Kolam Susu. Danau itu memang asli ada, di Nusa Tenggara Timur. Melihat keindahan yang alami dan keunikan kolam tersebut, salah satu personelnya Yon Koeswoyo terkesima dan kemudian mengabadikan kolam tersebut dalam lagu berjudul Kolam Susu,&#8221; bebernya.</p>



<p>Biografi penyanyi Lestari Alamku, Gombloh, juga terpajang disana. Maha karya almarhum Gombloh mengingatkan bahwa menjaga dan merawat kembali kelestarian alam patut untuk dilakukan.</p>



<p>Berikutnya ada group musik tahun 1960, The Gembells yang pernah membawakan lagu Balada Kalimas. Karya lagu-lagu The Gembells banyak yang bertema tentang kritik sosial, dan salah satu judul lagu Peristiwa Kaki Lima yang dicekal oleh pemerintah pada saat itu.</p>



<p>&#8220;Terus ada Franky Hubert Sahilatua &amp; Jean Mauren Sahilatua atau biasa di kenal dengan nama Franky &amp; Jane. Mereka memiliki kelebihan penulisan lirik yang naratif dengan tema pemujaan akan alam,&#8221; jelas Hengki. Terakhir ada, Deddy Stanzah yang melalui lagu Sepercik Api, dia seakan mengucapkan salam bagi dunia. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Bersama Pecinta Alam Tanam Bibit di Pantai Watu Pecak</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-bersama-pecinta-alam-tanam-bibit-di-pantai-watu-pecak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2020 08:20:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pohon Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pecinta Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128035</guid>

					<description><![CDATA[Peringati Hari Pohon Sedunia, Sebar Ribuan Bibit Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, bersama pecinta alam melaksanakan penanaman bibit pohon di kawasan pesisir Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Minggu (22/11) pagi. Sejumlah penghijauan itu dilakukan, guna memperingati Hari Pohon Sedunia Tahun 2020. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, Bupati Lumajang sangat mengapresiasi penanaman bibit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Peringati Hari Pohon Sedunia, Sebar Ribuan Bibit</strong></h3>
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, bersama pecinta alam melaksanakan penanaman bibit pohon di kawasan pesisir Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Minggu (22/11) pagi. Sejumlah penghijauan itu dilakukan, guna memperingati Hari Pohon Sedunia Tahun 2020.</p>
<p>Dalam serangkaian pelaksanaan itu, Bupati Lumajang sangat mengapresiasi penanaman bibit yang dilakukan. Karena, bisa mengurangi abrasi air laut dan kerusakan lingkungan serta melindungi habitat di sekitar pesisir pantai.</p>
<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi kepada kawan-kawan pecinta alam dan lingkungan, yang hari ini hadir di Watu Pecak. Kita semua punya pikiran dan tujuan yang sama, dalam melakukan hal yang nyata dalam melestarikan lingkungan di pesisir selatan, terutama di pantai Watu Pecak,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkan, bahwa laut menjadi bagian dari kehidupan sosial yang selalu berdampingan. Bagi masyarakat yang berada di pesisir selatan, laut sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.</p>
<p>Bupati Lumajang menegaskan, bahwa dirinya berkewajiban untuk mengambil langkah dan kebijakan yang memiliki tujuan utama yakni pelestarian lingkungan. Menurutnya, hal itu sangat berpengaruh terhadap keselamatan jiwa dan kelestarian lingkungan juga lebih utama dari segalanya.</p>
<p>&#8220;Begitu ada indikasi melakukan kerusakan terhadap lingkungan, adanya indikasi orang-orang yang akan menggangu lingkungan, akan berhadapan dengan saya Bupati Lumajang,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang berkeinginan, untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang ada di pesisir selatan Kabupaten Lumajang, untuk dijadikan sebagai tempat konservasi lingkungan. Sehingga, kedepannnya pemanfaatan pesisir pantai selatan harus dalam rangka konservasi alam dan lingkungan.</p>
<p>Panitia Kegiatan, Aak Abdullah, menjelaskan kalau kegiatan penanaman bibit pohon tersebut diikuti oleh berbagi komunitas pecinta alam baik dari Kabupaten Lumajang, maupun dari luar Lumajang.</p>
<p>Seperti, dari wilayah Jember, Banyuwangi, bahkan dari serikat pedagang kaki lima Surabaya. Total bibit pohon yang ditanam di pesisir pantai selatan khususnya di wilayah pantai Watu Pecak, mencapai 2.500 bibit.</p>
<p>&#8220;Hari ini total bibit pohon ada 2.500 bibit. Terdiri dari bibit Pohon Mangrove, Cemara Laut dan masih banyak beberapa bibit pohon yang lainnya. Serta tidak kalah penting, ada beberapa bibit pohon Baobab yang berasal dari Afrika, memiliki bentuk pohon yang besar dengan diameter kurang lebih 5 meter,&#8221; ungkapnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128035</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
