<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pegiat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pegiat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jul 2025 05:22:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pegiat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Wahyu Berangkatkan 110 Pegiat KORMI Kota Malang di Ajang FORNAS</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-wahyu-berangkatkan-110-pegiat-kormi-kota-malang-di-ajang-fornas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[fornas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 110 pegiat olah raga Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang, resmi diberangkatkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk mengikuti Festival Olah Raga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke 8 di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (21/07/2025) tadi. Dalam momen itu, pria nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 110 pegiat olah raga Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang, resmi diberangkatkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk mengikuti Festival Olah Raga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke 8 di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (21/07/2025) tadi. Dalam momen itu, pria nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, menyampaikan bahwa kontingen yang diberangkatkan terdiri dari atlet, pelatih dan official.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga berharap, agar nantinya para kontingen dapat mempertahankan capaian FORNAS di ajang sebelumnya. &#8220;Paling tidak, saya harap bisa seperti pada saat FORNAS di Bandung. Kota Malang yang tergabung dengan kontingen Jawa Timur, ada diurutan ke dua dan mudah-mudahan bisa dipertahankan,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Diuraikannya, agar pegiat Kota Malang mampu menyumbangkan emas di cabang orienteering dan aksi cheerleader (pemandu sorak). &#8220;Kita akan pertahankan. Ada beberapa emas yang nanti bisa kita kebut sampai dengan 1 Agustus 2025 mendatang,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa ada 72 Induk Organisasi Olah Raga (Inorga) yang diperlombakan dan dipertandingkan. Kota Malang sendiri, mengikuti 19 Inorga dan bergabung dengan Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Ada Asosiasi Pemandu Sorak Indonesia (APSI), cheerleader, senam tera, silat, panahan, Kempo, karate dan sebagainya. Ada beberapa nomor yang sifatnya permainan, pertandingan dan perlombaan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dalam FORNAS 8 Tahun 2025 ini, papar Wali Kota Wahyu, tidak membebani para pegiat dengan target tertentu agar tetap fokus dan tampil maksimal. “Tahun ini tidak ada target khusus, supaya teman-teman tidak terbebani. Tapi kita tetap berharap, mereka memberikan yang terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Mereka ini duta Kota Malang, mewakili Jawa Timur, untuk meraih prestasi yang membanggakan,” imbuh Baihaqi. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangun Ruang Digital Positif, Pemkab Banyuwangi, Polresta, Jurnalis dan Pegiat Medsos Kolaborasi</title>
		<link>https://memontum.com/bangun-ruang-digital-positif-pemkab-banyuwangi-polresta-jurnalis-dan-pegiat-medsos-kolaborasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222943</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Lintas sektoral di Banyuwangi sepakat membangun ruang digital yang sehat melalui gerakan Banyuwangi Positif. Gerakan ini, digagas sebagai upaya membendung penyebaran disinformasi dan hoaks di tengah masifnya arus informasi digital. Acara yang diinisiasi Pemkab Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, jurnalis dan penggiat media sosial (Medsos) yang tergabung dalam Komunitas Banyuwangi Positif, ini melibatkan kolaborasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Lintas sektoral di Banyuwangi sepakat membangun ruang digital yang sehat melalui gerakan Banyuwangi Positif. Gerakan ini, digagas sebagai upaya membendung penyebaran disinformasi dan hoaks di tengah masifnya arus informasi digital.</p>



<p>Acara yang diinisiasi Pemkab Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, jurnalis dan penggiat media sosial (Medsos) yang tergabung dalam Komunitas Banyuwangi Positif, ini melibatkan kolaborasi seluruh elemen strategis. Seperti organisasi IJTI, PWI, Banyuwangi Media Sosial Network, instansi pemerintahan, hingga aparat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh kemahasiswaan, NGO dan pengusaha.</p>



<p>“Semua yang hadir sepakat untuk membendung disinformasi di era digital saat ini. Banyuwangi yang indeks pembangunan manusianya cukup pesat wajib kita jaga bersama-sama,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, saat membuka forum group discussion (FGD) di Banyuwangi, Jumat (13/06/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, yang menjadi salah satu pemateri, menyambut baik inisiatif Banyuwangi. Dirinya menilai, keterlibatan lintas sektor merupakan pendekatan efektif dalam membangun etika bermedia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini sangat positif. Semua unsur hampir ada untuk memberikan edukasi, pemahaman kepada semua pihak baik masyarakat, wartawannya, penggiat media sosial, konten kreator, termasuk institusi terkait untuk bisa membuat produk jurnalistik yang baik dan benar,” kata Jazuli.</p>



<p>Jazuli berharap, gerakan serupa dapat terus digencarkan dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.</p>



<p>Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso, menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang berbagi dan diskusi terbuka antar elemen. “Pemda siap mendukung untuk mewujudkan Banyuwangi menjadi daerah yang nyaman untuk beraktivitas di media sosial. Semoga kegiatan ini tidak berhenti disini,” kata Budi.</p>



<p>Akhir dari diskusi ditutup dengan deklarasi Banyuwangi Positif. Tujuan dari gerakan ini adalah menciptakan citra yang baik tentang Banyuwangi di ruang digital. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222943</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Ekonomi Kreatif Apresiasi Langkah Pemkot Malang dalam Mendukung Pegiat Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-ekonomi-kreatif-apresiasi-langkah-pemkot-malang-dalam-mendukung-pegiat-ekonomi-kreatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mendukung]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, memberikan apreasiasi kepada Pemerintah Kota Malang dalam mendukung berkembangnya penggiat ekonomi kreatif di Kota Malang. Hal ini disampaikan Teuku Riefky, saat melakukan kunjungan kerja di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Selasa (29/04/2025) sore. Didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Menekraf Riefky [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, memberikan apreasiasi kepada Pemerintah Kota Malang dalam mendukung berkembangnya penggiat ekonomi kreatif di Kota Malang. Hal ini disampaikan Teuku Riefky, saat melakukan kunjungan kerja di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Selasa (29/04/2025) sore.</p>



<p>Didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Menekraf Riefky nampak antusias melihat kreasi dari sejumlah penggiat ekonomi kreatif yang ada di MCC. &#8220;Saya sampaikan apresiasi untuk Pemerintah Kota Malang, dalam mendukung penggiat ekonomi kreatif. Apalagi, saat ini sudah ada 17 sub sektor dan fasilitas yang diberikan di MCC ini,&#8221; kata Menekraf.</p>



<p>Untuk kedepannya, Menekraf dan Pemerintah Kota Malang akan terus berkolaborasi mendukung penggiat ekonomi kreatif di Kota Malang. &#8220;Kami akan terus berkolaborasi bersama Pak Wali Kota Malang, yang memiliki semangat luar biasa untuk mendukung para penggiat ekonomi krearif di Kota Malang. Kami berdua yakin, bahwa dengan mendukung ekonomi kreatif, sama dengan mendukung bertumbuhnya pembangunan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Setelah melihat ekonomi kreatif di MCC, Menekraf juga menyebut bahwa Kota Malang memiliki kreatifitas yang luar biasa. Oleh karena itu, pihaknya akan mendukung bersama agar ekonomi kreatif di Kota Malang, semakin maju dan berkembang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya harap hasil produk ekonomi kreatif ini tidak hanya di pasarkan di Kota Malang, namun melainkan juga ditingkat nasional bahkan internasional,&#8221; paparnya.</p>



<p>Melihat potensi dan dukungan pemerintah Kota Malang, pihaknya yakin ekonomi kreatif di Kota Malang akan semakin besar. &#8220;Ke depan industri kreatif adalah lapangan kerja yang menjanjikan. Kami yakin, ekonomi kreatif akan tumbuh besar. Di sini perlu kehadiran pemerintah pusat, pemerintah kota dan semua pihak untuk kolaborasi bersama semakin menumbuhkan ekonomi kreatif. Mari kita dukung ekonomi kreatif di Kota Malang yang luar biasa ini,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa MCC didirikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Malang untuk memajukan perekomian Kota Malang dengan ekonomi kreatif. &#8220;Kami memanfaatkan 17 sub sektor untuk memberikan peluang sarana dan prasarananya. Alhamdulillah, banyak perkembangan. Memberikan kesempatan luar biasa untuk anak-anak muda memanfaatkan MCC ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan perhatiannya terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang. Terutama, dengan pemenuhan 17 sub sektor.</p>



<p>&#8220;Di Kementrian Ekonomi Kreatif sub sektor prioritasnya ada tujuh. Namun di Kota Malang, itu sudah memiliki 17 sub sektor. Inilah tadi, yang membuat Pak Menteri kagum. Pemerintah Kota Malang dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus mendukung pertumbujan ekonomi kreatif di Kota Malang,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penebangan Hutan Burno Lumajang Tuai Perhatian Pegiat Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/penebangan-hutan-burno-lumajang-tuai-perhatian-pegiat-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2025 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218406</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Penebangan hutan damaran yang dilakukan secara terus menerus oleh Perhutani di Hutan Burno Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, memunculkan kekhawatiran dan mendapat perhatian masyarakat. Itu karena, selain bisa berdampak pada bencana alam, juga pada matinya sumber mata air. Hal itu, diungkapkan salah seorang pegiat lingkungan Lumajang, Arsyad Subekti, kepada memontum.com, Rabu (15/01/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Penebangan hutan damaran yang dilakukan secara terus menerus oleh Perhutani di Hutan Burno Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, memunculkan kekhawatiran dan mendapat perhatian masyarakat. Itu karena, selain bisa berdampak pada bencana alam, juga pada matinya sumber mata air. Hal itu, diungkapkan salah seorang pegiat lingkungan Lumajang, Arsyad Subekti, kepada memontum.com, Rabu (15/01/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa peristiwa banjir bandang yang terjadi beberapa tahun silam di Ranu Pane dan tanah longsor di Argosari suatu misal, merupakan fakta bahwa telah terjadi ketidakseimbangan fungsi ekologi di area tersebut. &#8220;Apapun alasannya, penebangan pohon yang dilakukan berskala besar yang seolah tidak memperhatikan dampak ekologi yang ditimbulkan, itu menjadi salah satu faktor pemicu bencana,&#8221; kata Arsad.</p>



<p>Dirinya yang juga merupakan Ketua Aliansi Masyarakat Pecinta Lingkungan (Ampel) Lumajang, itu menyatakan bahwa Perhutani seharusnya tidak melakukan penebangan sebelum ada tegakan baru yang sudah layak. &#8220;Agar bisa mencegah terjadinya bencana alam, karena akar pohon yang kuat menyerap air hujan dan menahan tanah agar tidak labil. Di sisi lain, tentu untuk melindungi sumber-sumber mata air bagi kebutuhan masyarakat,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menilai, pengelolaan hutan haruslah berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan hutan lestari harusnya menjaga keseimbangan antara tiga pilar utama. Yakni ekologi, ekonomi dan sosial budaya.</p>



<p>&#8220;Penebangan hutan yang dilakukan secara bertubi-tubi beberapa tahun terakhir, membuat masyarakat yang bermukim di sekitar hutan menjadi khawatir. Lahan yang ditebang beberapa waktu lalu saja, hari ini menjadi ladang sayur dan tanaman pisang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Adm Perhutani Lumajang, Yanuar, ketika dikonfirmasi mengatakan jika penebangan yang dilakukan sudah seizin Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. &#8220;Itu tebangan sudah ada pengesahan dari Deprenc Jatim,&#8221; terangnya via WhatsApp sembari menjelaskan bahwa rencananya jumlah pohon yang akan ditebang sebanyak 782 pohon.</p>



<p>Ketika ditanya apa memang sudah dilakukan kajian terkait dampak ekologinya pasca dilakukan penebangan dan apakah nanti tidak akan membahayakan lingkungan, Yanuar menyatakan bahwa itu sudah sesuai perencanaan. &#8220;Itu memang tebangan yg direncanakan dan daur nya sdh masak tebang,&#8221; katanya, Rabu (15/01/2025) tadi. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218406</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pegiat Anti Korupsi Situbondo Blak-blakan Dukung Paslon Karna-Khoirani</title>
		<link>https://memontum.com/pegiat-anti-korupsi-situbondo-blak-blakan-dukung-paslon-karna-khoirani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[blak-blakan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[karna-khoirani]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215351</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pegiat anti korupsi sekaligus pengusaha Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, secara blak-blakan mendukung pasangan calon (Paslon) Karna-Khoirani (Karunia) di Pilkada Situbondo 2024. Dukungan itu diberikan, karena di dalam Paslon nomor urut 2 Pilkada Situbondo, ada sosok seorang Nyai yang mempunyai pondok pesantren dan seorang santri tulen yakni Nyai Khoirani, yang menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pegiat anti korupsi sekaligus pengusaha Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, secara blak-blakan mendukung pasangan calon (Paslon) Karna-Khoirani (Karunia) di Pilkada Situbondo 2024. Dukungan itu diberikan, karena di dalam Paslon nomor urut 2 Pilkada Situbondo, ada sosok seorang Nyai yang mempunyai pondok pesantren dan seorang santri tulen yakni Nyai Khoirani, yang menjadi calon wakil bupati.</p>



<p>&#8220;Pada 12 Oktober 2024 ini, saya HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menyatakan dukungan politik kepada pasangan Karunia (Karna-Khoirani). Meskipun saya mendukung KPK dalam upaya memenjarakan koruptor, namun kita semua tahu bahwa ada peraturan KPU yang menyatakan proses hukum peserta Pilkada ditangguhkan sampai pemilihan selesai,&#8221; katanya, Sabtu (12/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Ji Lilur-sapaan akrab pria asal Dusun Sokaan, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, ini juga meyakini bahwa Paslon Karunia menang Pilkada. &#8220;Terlepas dari status hukum yang menimpa calon bupati, saya yakin pasangan Karunia akan menang dalam Pilkada. Sehingga, ketika kasus hukumnya berjalan, maka membuka peluang bahwa Nyai Khoirani akan dilantik sebagai Bupati Situbondo. Ini tentunya, nanti adalah sejarah baru bagi Kota Santri kita, yaitu pemimpin yang berasal dari keluarga pesantren memimpin Situbondo,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Jih Lilur yang juga seorang, sangat optimis bahwa Nyai Khoirani mampu membawa Situbondo menuju era pemerintahan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dengan dukungan dari aktivis anti korupsi. &#8220;Saya percaya bahwa Nyai Hj Khoirani dengan dukungan dari aktivis anti korupsi sebagai wakil bupati, maka akan membawa Situbondo menuju era pemerintahan bersih dan bebas dari KKN,&#8221; paparnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215351</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Ribu Pegiat Seni dari Sumatra hingga Bali Meriahkan Gelaran Situbondo Ethnic Festival 3</title>
		<link>https://memontum.com/3-ribu-pegiat-seni-dari-sumatra-hingga-bali-meriahkan-gelaran-situbondo-ethnic-festival-3</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213346</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak sekitar 3 ribu pegiat kesenian tari dari Sumatera hingga Bali, saling unjuk kebolehan dalam pagelaran akbar Situbondo Ethnic Festival (SEF) 3 Tahun 2024 di Kabupaten Situbondo, Sabtu (24/08/2024) tadi. Bertajuk Ritus Insparies The Dance, acara tersebut dibuka Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 3 ribu pegiat kesenian tari dari Sumatera hingga Bali, saling unjuk kebolehan dalam pagelaran akbar Situbondo Ethnic Festival (SEF) 3 Tahun 2024 di Kabupaten Situbondo, Sabtu (24/08/2024) tadi. Bertajuk Ritus Insparies The Dance, acara tersebut dibuka Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur serta perwakilan kepala daerah dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Ketua Pelaksana SEF 2024, sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Wawan Setiawan, mengatakan bahwa tujuan kegiatan SEF 3 ini untuk melestarikan dan menampilkan kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Situbondo. &#8220;Situbondo Ethnic Festival ini merupakan gelaran ketiga kalinya digelar sejak Bapak Bupati Karna Suswandi memimpin,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, Sekda Sekda juga menjelaskan jika dalam kegiatan tersebut menampilkan sedikitnya 17 tari tradisional di kecamatan di Kabupaten Situbondo. Diantaranya, juga ditampilkan oleh perwakilan dari sekolah serta perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Juga ada penampilan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, STKW Surabaya dan Universitas Negeri Malang dan perwakilan dari daerah dari Sumatera hingga Bali,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan jika SEF 2024 merupakan inovasi terbaru pemerintah daerah Kabupaten Situbondo. &#8220;Semoga dengan adanya SEF 3 ini, Kabupaten Situbondo bisa dikenal baik di tingkat regional maupun internasional,&#8221; paparnya.</p>



<p>Event tersebut, tambah Bupati Karna, bukan hanya mempersembahan seni semata. Namun, juga merupakan wujud dari semangat gotong royong dan kebersamaan dalam melestarikan warisan budaya yang begitu kaya.</p>



<p>&#8220;Tarian tradisional dan gerakannya yang mempesona, mengajarkan kita tentang nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang tak ternilai. Saya berharap kesenian di Kabupaten Situbondo, khususnya bisa terjaga dan dilestarikan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kegiatan SEF 2024 ini, lanjut Karna Suswandi, juga berdampak baik untuk perputaran ekonomi di kabupaten Situbondo. &#8220;Sejak tadi malam, semua hotel dan penginapan di Kabupaten Situbondo penuh diisi oleh peserta SEF dari berbagai kota. Selain itu, UMKM dan warung juga merasakan dampaknya sebab selain peserta masyarakat yang menonton juga ikut membelanjakan uangnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bung Karna juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan SEF 2024 itu. &#8220;Kepada masyarakat Kabupaten Situbondo dan semua pihak yang terlibat, kami sampaikan terima kasih atas dedikasinya. Khususnya, untuk Dinas Pendidikan sebagai leading sektor,&#8221; paparnya. <strong>(her/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213346</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Ribu Pegiat Ikuti Ajang Forkot, Pj Wali Kota Wahyu Optimis Raih Posisi Pertama di Forda 2024</title>
		<link>https://memontum.com/dua-ribu-pegiat-ikuti-ajang-forkot-pj-wali-kota-wahyu-optimis-raih-posisi-pertama-di-forda-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[forkot,]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[posisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Olah Raga Masyarakat Tingkat Kota (Forkot) 1 Kota Malang, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (10/07/2024) tadi. Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Wahyu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite Olah Raga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Festival Olah Raga Masyarakat Tingkat Kota (Forkot) 1 Kota Malang, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (10/07/2024) tadi.</p>



<p>Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Wahyu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang. Terlebih, kegiatan itu juga untuk meningkatkan kebugaran masyarakat Kota Malang.</p>



<p>“Event ini sangat luar biasa. Apalagi melalui Forkot ini juga untuk mempersiapkan pegiat-pegiat dalam ajang Festival Olah Raga Masyarakat Daerah (Forda) kedua yang akan dilaksanakan pada November mendatang,” tambah Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, Wahyu juga mengatakan bahwa dalam ajang Forda pertama tahun 2023 lalu, Kota Malang telah berhasil menduduki peringkat kedua. Sehingga, diharapkan di tahun 2024 ini Kota Malang dapat meraih hasil yang terbaik.</p>



<p>“Mudah-mudahan, melalui ajang Forkot pertama untuk persiapan Forda kedua di Surabaya nanti pada November, kami optimis Kota Malang akan menjadi urutan pertama. Apalagi, di bawah kepemimpinannya Pak Ketua Kormi Kota Malang, Sofyan Edi ini,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Wali Kota Wahyu juga menegaskan komitmen Pemkot Malang dalam mendukung KORMI Kota Malang. Mulai dari penyelenggaraan, pembinaan hingga pelaksanaan kegiatan Forda.</p>



<p>“Kami support semua kebutuhan yang memang dibutuhkan oleh KORMI Kota Malang, sampai dengan pelaksanaan Forda di Surabaya mendatang. Harapannya ajang ini dapat mendorong partisipan masyarakat dalam kegiatan olah raga ini,” ujar Wahyu.</p>



<p>Sementara itu, Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menyampaikan bahwa kegiatan Forkot 1 di Kota Malang diikuti oleh 2000 pegiat dari 27 Induk Olahraga (Inorga). Diharapkan, nantinya kegiatan Forda yang akan digelar pada November 2024 mendatang dapat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>“Tentu kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Tentu tidak bisa sendiri, harus bersama-sama karena ini adalah olah raga yang lahir dari masyarakat. Jadi tingkat partisipasi dan swadaya tinggi. Oleh karena itu butuh support,” tegas Bung Edi.</p>



<p>Lebih lanjut, Bung Edi menyampaikan bahwa kegiatan Forkot tersebut nantinya akan berlangsung selama dua minggu. Nantinya akan ada 14 venue yang disiapkan untuk kegiatan Forkot tersebut.</p>



<p>“Ada 14 venue yang disiapkan, semua dibantu oleh pemerintah dan masyarakat karena tempat-tempat itu adalah fasilitas pemerintah. Di Malang sendiri cabor senam, terutama Senam Tera Indonesia (STI) menjadi unggulannya,” imbuh Edi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Kediri bersama Pegiat Perlindungan Anak Rapatkan Barisan untuk Tangani Anak Putus Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-kediri-bersama-pegiat-perlindungan-anak-rapatkan-barisan-untuk-tangani-anak-putus-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[barisan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[rapatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tangani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209421</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pemkot Kediri bersama dengan Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) dan pegiat perlindungan anak di Kota Kediri, merapatkan barisan tangani anak putus sekolah. Hal tersebut tercermin, dalam sebuah kegiatan berbalut halal bihalal yang terselenggara di Ngronggo Sport Art Center Kota Kediri, Rabu (08/05/2024) tadi. Berkonsep sarasehan, kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 50 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pemkot Kediri bersama dengan Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) dan pegiat perlindungan anak di Kota Kediri, merapatkan barisan tangani anak putus sekolah. Hal tersebut tercermin, dalam sebuah kegiatan berbalut halal bihalal yang terselenggara di Ngronggo Sport Art Center Kota Kediri, Rabu (08/05/2024) tadi.</p>



<p>Berkonsep sarasehan, kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 50 orang perwakilan. Diantaranya, dari Satgas PPA, TRC, SKB dan Pengelola PKBM di Kota Kediri.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menyampaikan bahwa penanganan anak putus sekolah menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Kediri. Dengan demikian, penanganannya harus dilakukan sematang dan sebaik mungkin.</p>



<p>“Jangan biarkan anak-anak kita, saudara kita, tetangga kita dan orang-orang disekitar kita putus sekolah. Sebab, pendidikan merupakan hal yang fundamental sebagai bekal setiap individu menyambut masa depan,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Karenanya, perlu dukungan semua pihak. &#8220;Perlu peran serta dari berbagai pihak, utamanya para pegiat perlindungan anak untuk bekerja sama dalam melakukan penanganan anak putus sekolah,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Kediri bersama dengan setiap pegiat perlindungan anak dan masyarakat di Kota Kediri, lanjutnya, isu anak putus sekolah dapat tertangani dengan baik dan diharapkan dapat hasil yang maksimal. &#8220;Penanganan anak putus sekolah sedikit berbeda dengan anak pada umumnya. Selain pendidikan, mereka juga memerlukan pendampingan dan motivasi yang kuat supaya mereka mau dan semangat untuk melanjutkan pendidikan mereka,” imbuh Anang.</p>



<p>Disamping itu, dirinya juga menjelaskan bahwa ada berbagai latar belakang yang mendasari anak putus sekolah untuk melanjutkan studi mereka disamping hambatan finansial. “Perlu pendekatan secara emosional juga untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka. Sehingga, kembali bersemangat untuk melanjutkan studi,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua YLPA Kota Kediri, Ulul Hadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap berkolaborasi untuk menuntaskan permasalahan anak putus sekolah di Kota Kediri. “Pemenuhan hak anak tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, melainkan perlu sinergi dari lembaga lembaga non pemerintah termasuk aktivis pegiat perlindungan anak. Hal tersebut, sejalan dengan target peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri,” ujarnya.</p>



<p>Dengan langkah itu, lanjutnya, maka hak pendidikan dapat dimiliki oleh setiap anak di Kota Kediri, terutama anak-anak bermasalah dengan berbagai hambatan-hambatan yang dihadapi.</p>



<p>Dalam kesempatan sama, pelaksanaan juga dikemas sesi diskusi membahas mengenai strategi penanganan anak putus sekolah dan solusi untuk menghadapi suatu kendala termasuk prosedur pendaftaran PKBM/SKB. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember bersama Forkopimda hingga Pegiat Pendidikan Resmikan Tugu Titik 0 KM</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-bersama-forkopimda-hingga-pegiat-pendidikan-resmikan-tugu-titik-0-km</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2024 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Jember, KH MB Firjaun Barlaman serta Ketua TP PKK bersama Wakil, meresmikan langsung Tugu 0 km Kabupaten Jember. Tugu tersebut diresmikan, seusai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-Alun Kabupaten Jember yang diikuti jajaran Forkopimda dan perwakilan pelajar serta pegiat pendidikan, Kamis (02/04/2024) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Jember, KH MB Firjaun Barlaman serta Ketua TP PKK bersama Wakil, meresmikan langsung Tugu 0 km Kabupaten Jember. Tugu tersebut diresmikan, seusai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-Alun Kabupaten Jember yang diikuti jajaran Forkopimda dan perwakilan pelajar serta pegiat pendidikan, Kamis (02/04/2024) tadi.</p>



<p>Disampaikan Bupati Hendy, bahwa Tugu 0 km yang baru diresmikan akan memberikan manfaat edukasi sejarah kepada masyarakat, khususnya kalangan siswa sekolah. &#8220;Ini adalah sebuah kewajiban bagi kita warga Jember, untuk mengenal dan memahami sejarah kota kita. Hari ini kita berdiri bersama di titik 0 Kabupaten Jember, untuk bersama-sama menyaksikan peresmian Tugu 0 km baru yang beberapa waktu lalu dibangun oleh teman-teman dari Dinas PU Cipta Karya,&#8221; kata Bupati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya berterimakasih kepada teman-teman Seni Budaya Kabupaten Jember, karena telah memberi arahan dan ide-ide kreatif untuk membangun Tugu 0 km tersebut. &#8220;Berdirinya Tugu 0 km ini adalah usulan dari teman-teman Seni Budaya Kabupaten Jember, yang cinta terhadap kearifan lokal,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati Hendy menjelaskan, pembangunan Tugu 0 km ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal sejarah Kabupaten Jember dengan segala potensinya. &#8220;Tugu 0 km ini telah disesuaikan secara estetik, dan juga fungsinya adalah sebagai penanda wilayah kota. Agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang temu dan titik kumpul, para pemandu wisata. Untuk memulai perjalanan sejarah di Kota Jember ini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209012</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
