<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pelaku &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pelaku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 15:17:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pelaku &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Empat Pelaku Copet Diringkus saat Beraksi di Konser Slank</title>
		<link>https://memontum.com/empat-pelaku-copet-diringkus-saat-beraksi-di-konser-slank</link>
					<comments>https://memontum.com/empat-pelaku-copet-diringkus-saat-beraksi-di-konser-slank#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[beraksi]]></category>
		<category><![CDATA[diringkus]]></category>
		<category><![CDATA[Konser]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232335</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota berhasil meringkus empat terduga copet yang beraksi saat di konser Slank di Lapangan Rampal, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Keempat terduga itu, adalah HK (31), warga kawasan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedunglandang, Kota Malang, MF (30), warga kawasan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, BW (30) dan MR (20), keduanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota berhasil meringkus empat terduga copet yang beraksi saat di konser Slank di Lapangan Rampal, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Keempat terduga itu, adalah HK (31), warga kawasan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedunglandang, Kota Malang, MF (30), warga kawasan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, BW (30) dan MR (20), keduanya warga kawasan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>Tidak tanggung-tanggung, dalam aksinya di konser Slank tersebut, komplotan ini berhasil mencopet 11 ponsel milik penonton. Untuk satu pelaku yakni WS alias Bagong, masih dalam pengejaran petugas dan sudah ditetapkan sebagai DPO.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengatakan bahwa setelah adanya laporan pencopetan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pelaku pertama yang berhasil dilacak adalah BW yang saat itu kedapatan ponsel Realmi C5s hasil pencopetan. Atas barang bukti itu, BW ditangkap di Jalan Mayjend Panjaitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Kamis (07/05/2026) siang.</p>



<p>&#8220;Tersangka BW mengaku melakukan aksi pencopetan dan berhasil menjarah 11 ponsel,&#8221; ujarnya saat rilis, Senin (11/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pengembangan, petugas kemudian berhasil menangkap HK, MF dan MR. Mereka mengaku bahwa 1 ponsel dibawa oleh BW untuk dimiliki sendiri, 4 ponsel telah dijual melalui media sosial sedangkan 6 lainnya berada di tangan Bagong yang saat ini masih DPO.</p>



<p>&#8220;Mereka mengaku masing-masing mendapat Rp 1 juta,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Adapun aksi pencopetan ini, dilakukan dengan pola terorganisir dan pembagian tugas yang rapi. “Modus yang digunakan adalah memanfaatkan kerumunan penonton. Sebanyak 3 pelaku bertugas mendorong dan mengalihkan perhatian korban, 1 orang bertiga sebagai eksekutor mengambil ponsel dan 1 orang lainnya menampung hasil curian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari pemeriksaan diketahui HK, MF dan WZ alias Bagong berperan sebagai pendorong korban, MR sebagai eksekutor yang mengambil telepon seluler, sementara BW bertugas menyimpan hasil curian. &#8220;Diduga komplotan melakukan pencopetan di setiap event, fokusnya di handphone karena yang mudah ditaruh dan sering di keluar masukkan korban. Keempat tersangka kami dijerat Pasal 477 Ayat (1) Huruf G Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian yang dilakukan secara bersama-sama, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/empat-pelaku-copet-diringkus-saat-beraksi-di-konser-slank/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bina Pelaku Jasa Wisata Transportasi, Sekda Budiar Ajak Sopir Jip Bromo Sinergi Pengembangan Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/bina-pelaku-jasa-wisata-transportasi-sekda-budiar-ajak-sopir-jip-bromo-sinergi-pengembangan-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[budiar]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231565</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menyapa dan memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan pelaku jasa wisata transportasi, bakti sosial, serta pemeriksaan kesehatan bagi kurang lebih 200 orang Sopir Jip Wisata Bromo, di Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Rabu (08/04/2026) tadi. Dalam momen itu, Sekda bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menyapa dan memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan pelaku jasa wisata transportasi, bakti sosial, serta pemeriksaan kesehatan bagi kurang lebih 200 orang Sopir Jip Wisata Bromo, di Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Rabu (08/04/2026) tadi. Dalam momen itu, Sekda bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, juga menyerahkan paket bantuan sosial (Bansos) sebagai bentuk kepedulian kepada para sopir yang turut mendukung pengembangan dunia pariwisata di Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Sekda Budiar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat strategis. Artinya, tidak hanya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pelaku jasa wisata, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas layanan pariwisata di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Malang. Dimana kawasan Bromo, Tengger dan Semeru, menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya tarik luar biasa, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>



<p>&#8220;Dalam konteks tersebut, keberadaan pelaku jasa wisata, khususnya sopir Jip, memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sebuah keniscayaan,&#8221; kata Sekda Budiar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui kegiatan pembinaan ini, Sekda Budiar berharap akan terjadi peningkatan pemahaman terkait standar pelayanan wisata dan terwujudnya pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan dan kebersihan. Dirinya juga mengajak semua, untuk membangun sinergi bersama yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah dan para pelaku jasa wisata.</p>



<p>Di sisi lain, lanjutnya, kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan ini, merupakan bentuk perhatian dan kepedulian bersama terhadap kesejahteraan para pelaku wisata. Menurutnya, hal itu penting karena pelayanan yang baik tentu diawali dari kondisi fisik dan kesehatan yang prima.</p>



<p>&#8221;Saya juga mengajak seluruh pelaku jasa wisata, untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi. Kita tidak hanya bertugas melayani wisatawan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam Bromo, Tengger, Semeru sebagai warisan yang harus kita jaga bersama,&#8221; urainya.</p>



<p>Sekda Budiar juga mengajak untuk membangun komitmen, bahwa wisata yang dikelola adalah pariwisata yang sustainable dan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi. Akan tetapi, juga menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.</p>



<p>&#8220;Mengakhiri kata, saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan wisata di kawasan Bromo dan kesejahteraan masyarakat. Amiin,&#8221; paparnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Jukir di Kota Malang Berhasil Diringkus</title>
		<link>https://memontum.com/dua-terduga-pelaku-pembunuhan-jukir-di-kota-malang-berhasil-diringkus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[diringkus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[terduga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231222</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua orang juru parkir (Jukir), Farid (45) dan Sulthan (24), keduanya warga Kota Malang, berhasil diringkus petugas Polresta Malang Kota, Senin (23/03/2026) dini hari. Keduanya ditangkap, terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap Jukir Saiful alias Kancil (42), warga Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, di salah satu kafe kawasan Jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua orang juru parkir (Jukir), Farid (45) dan Sulthan (24), keduanya warga Kota Malang, berhasil diringkus petugas Polresta Malang Kota, Senin (23/03/2026) dini hari. Keduanya ditangkap, terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap Jukir Saiful alias Kancil (42), warga Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, di salah satu kafe kawasan Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (20/03/2026) lalu.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa peristiwa itu terungkap setelah Satreskrim Polresta Malang Kota melakukan penyelidikan dengan mengecek rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian serta keterangan saksi. &#8220;Peristiwa pembunuhan tersebut berhasil kami ungkap dan kedua tersangka berikut barang bukti berhasil kami amankan. Mereka kami tangkap saat mencoba kabur di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar,&#8221; ujarnya, saat konferensi pers, Selasa (24/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, menjelaskan bahwa kejadian ini berawal saat korban bernama Saiful bersama tersangka sesama Jukir, saling mengonsumsi minuman keras (Miras) di lokasi kejadian. &#8220;Saat itu, tersangka Farid sakit hati dan marah dengan perkataan korban karena dituduh menggoda teman wanitanya. Setelah itu, mereka bertengkar dan kemudian Farid menusuk Saiful dengan pisau yang dibawanya dari rumah. Usai peristiwa itu, keduanya kabur ke Kabupaten Blitar. Barang bukti pisau dibuang di Bendungan Selorejo,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Usai ditangkap, peran masing-masing tersangka pun terungkap. Eksekutor penikaman adalah Farid, sedangkan Sulthan bertugas memegang tubuh korban.</p>



<p>&#8220;Tersangka Farid yang menusuk korban sebanyak 7 kali dan tersangka Sulthan membantu memegangi korban. Dengan luka terbanyak berada di area dada,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat 3 subsider Pasal 262 ayat 4 KUHP Nasional. Untuk ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sasaran Lokasi Parkiran, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Bawah Umur Ditangkap</title>
		<link>https://memontum.com/sasaran-lokasi-parkiran-dua-terduga-pelaku-curanmor-di-bawah-umur-ditangkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[Ditangkap]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[parkiran]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[terduga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229951</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota berhasil menangkap dua terduga pelaku Curanmor bawah umur. Mereka adalah MY (16) dan RHP (10), siswa kelas 4 SD, dan keduanya warga kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kedua tersangka itu, ditangkap karena diduga telah mencuri Honda Beat di area parkiran warga di Jalan Industri Timur Kampung Baru, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota berhasil menangkap dua terduga pelaku Curanmor bawah umur. Mereka adalah MY (16) dan RHP (10), siswa kelas 4 SD, dan keduanya warga kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>



<p>Kedua tersangka itu, ditangkap karena diduga telah mencuri Honda Beat di area parkiran warga di Jalan Industri Timur Kampung Baru, RT 6 /RW 5, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Selasa (27/01/2026) malam. Keduanya, kemudian berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing pada Minggu (01/02/2026).</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa kedua pelaku merupakan di bawah umur dan melakukan aksinya dengan berkeliling mencari sasaran motor yang tidak terkunci stang stir. &#8220;Pelaku kemudian mendatangi parkiran milik warga di kawasan Blimbing. Malam itu, pelaku berhasil mencuri motor Honda Beat yang terparkir dalam kondisi tidak terkunci stang stir,&#8221; ujarnya, dalam pers rilis di Mapolresta Malang Kota, Selasa (03/02/2026) sekitar pukul 16.00.</p>



<p>Aksi pencurian ini, lanjutnya, terekam kamera CCTV milik warga sekitar. Dalam rekaman CCTV, keduanya sempat mendorong motor Beat tersebut. Saat sudah jauh dari lokasi, mereka kemudian mengotak atik rumah kontak dengan kunci motor Vario.</p>



<p>&#8220;Keduanya kemudian berhasil menyalakan mesin motor dan langsung kabur,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kejadian itu, baru diketahui oleh korbannya yakni Andika (26), pada keesokan paginya. Karena telah kehilangan motor, Andika kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota. Dari hasil penyelidikan polisi, kedua pelaku anak ini berhasil diamankan petugas.</p>



<p>&#8220;Si YM telah memotivasi RHP yang masih berusia 10 tahun sehingga mau diajak untuk mengambil motor. RHP mau dengan harapan dan keinginan untuk memiliki motor sendiri. Selain itu, RHP belum bisa menentukan apakah cara yang dilakukan ini melawan hukum atau tidak. Celah ini yang kemudian dimanfaatkan oleh YM untuk bisa mempengaruhi RHP supaya ikut dengannya mengambil motor korban,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ternyata tidak hanya sekali, YM dan RHP diduga sudah dua kali melakukan aksi Curanmor. &#8220;Hasil curian tidak dijual, melainkan dipakai untuk keperluan sehari-hari. Karena masih di bawah umur, keduanya tidak kami lakukan penahanan. YM sendiri sudah tidak sekolah, sedangkan RHP masih duduk di bangku SD,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 477 Ayat 1 Huruf F KUHP baru. &#8220;Kami akan bersinergi dengan Bapas untuk dilakukan penelitian perihal penanganan pidana anak. Dengan harapan hasil kesimpulan dan rekomendasi dari Bapas akan kami jadikan pedoman untuk tindak lanjut berikutnya. Apakah itu bisa dilakukan diversi atau apapun nanti hasilnya, tentunya kita juga masih memikirkan masa depan anak tersebut,&#8221; urainya.</p>



<p>Kombes Pol Putu Kholis juga mengimbau masyarakat, agar lebih waspada saat memarkir motor. Selain melakukan kunci stang, pemilik motor juga diminta untuk menggunakan kunci ganda.</p>



<p>&#8220;Kami juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang sangat tinggi di Kota Malang dengan pemasangan CCTV. Tentunya mempermudah identifikasi dan juga bersama-sama untuk bisa mempersempit ruang gerak kelompok sindikat kejahatan,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Audiensi bersama Pelaku Usaha Stockpile, Bupati Lumajang Tegaskan Pentingnya Pajak Pasir Dukung PAD</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-pelaku-usaha-stockpile-bupati-lumajang-tegaskan-pentingnya-pajak-pasir-dukung-pad</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[Stockpile]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229453</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menerima audiensi pelaku usaha stockpile pasir di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (13/01/2026) tadi. Pertemuan itu, menjadi ruang komunikasi untuk membangun kesamaan pandangan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, terkait pengelolaan pertambangan pasir sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam audiensi ini, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan pentingnya penguatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menerima audiensi pelaku usaha stockpile pasir di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (13/01/2026) tadi. Pertemuan itu, menjadi ruang komunikasi untuk membangun kesamaan pandangan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, terkait pengelolaan pertambangan pasir sesuai ketentuan yang berlaku.</p>



<p>Dalam audiensi ini, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan pentingnya penguatan pengawasan pajak pasir sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menciptakan pengelolaan sektor pertambangan pasir yang tertib dan berkelanjutan. Dirinya juga menekankan, bahwa pengawasan pajak yang tertata dan terukur memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan penerimaan daerah.</p>



<p>&#8220;Dengan sistem pengawasan yang berjalan baik, kontribusi sektor pertambangan pasir diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bunda Indah juga menanggapi berbagai masukan dari pelaku usaha, termasuk usulan penataan sistem checkpoint pengawasan kendaraan pengangkut pasir. Menurutnya, penempatan titik pengawasan yang tepat perlu dikaji secara menyeluruh agar mendukung akurasi pendataan angkutan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.</p>



<p>“Pengawasan yang tertib diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memastikan pelaksanaan kewajiban pajak berjalan sesuai ketentuan, serta mendukung keteraturan lalu lintas angkutan pasir,” jelas Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga menilai, inisiatif pembentukan paguyuban sebagai langkah positif yang dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dengan koordinasi yang baik, proses pendataan, pembinaan dan pengawasan dapat dilaksanakan secara lebih efektif.</p>



<p>Bupati Lumajang juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menjalankan pengelolaan sektor pertambangan pasir secara konsisten, transparan dan berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.</p>



<p>Melalui dialog yang berkesinambungan, Bunda Indah berharap sektor pertambangan pasir dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah serta mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Lumajang secara berkelanjutan.</p>



<p>Sementara itu, perwakilan pengusaha stockpile, Didik, menyampaikan bahwa para pelaku usaha siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung penataan sektor pertambangan pasir. Dirinya menjelaskan, rencana pembentukan paguyuban pemilik stockpile dan penambang pasir sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar pelaku usaha.</p>



<p>“Paguyuban ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan dan penguatan koordinasi. Sehingga, aktivitas usaha dapat berjalan tertib serta selaras dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Didik. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motif Pembunuhan Perempuan di Kota Malang, Pelaku Kecewa Wajah Korban Tidak Sesuai Profil Foto</title>
		<link>https://memontum.com/motif-pembunuhan-perempuan-di-kota-malang-pelaku-kecewa-wajah-korban-tidak-sesuai-profil-foto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229071</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Terduga pelaku pembunuhan perempuan di rumah kontrakan di Kota Malang, MK alias Musa (29), warga kawasan Kelurahan Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mengaku menghabisi korban, SM (23), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, karena merasa kecewa. Hal itu karena, antara wajah SM dengan foto profil yang terpasang di salah satu aplikasi open [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Terduga pelaku pembunuhan perempuan di rumah kontrakan di Kota Malang, MK alias Musa (29), warga kawasan Kelurahan Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mengaku menghabisi korban, SM (23), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, karena merasa kecewa. Hal itu karena, antara wajah SM dengan foto profil yang terpasang di salah satu aplikasi open BO, tidak sesuai.</p>



<p>Penasehat Hukum (PH) Musa, Guntur Putra Abdi Wijaya, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula saat tersangka Musa menjalin kencan dengan korban lewat aplikasi open BO. &#8220;Tadi tersangka sempat mengatakan, bahwa dirinya kecewa karena wajah perempuan yang disewanya tidak sesuai dengan foto profil,&#8221; ujar Guntur saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025) tadi.</p>



<p>Meskipun foto tidak sesuai, ujarnya, namun Musa tetap memakai jasa SM, untuk berhubungan badan. Aksi pembunuhan sendiri, itu terjadi setelah korban meminta bayaran sebesar Rp 200 ribu.</p>



<p>&#8220;Tersangka dan korban sempat berhubungan badan sebanyak satu kali di rumah kontrakan tersebut pada Sabtu (27/12/2025) malam. Sempat terjadi cek cok, saat korban meminta bayarannya sebesar Rp 200 ribu,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kejadian itu, tersangka ternyata tidak memiliki uang sebesar Rp 200 ribu. Sehingga, tersangka menyerahkan ponselnya sebagai jaminan. Namun, korban menolak dan tetap meminta uang Rp 200 ribu.</p>



<p>&#8220;Karena tidak punya uang, tersangka menyerahkan HP sebagai jaminan. Namun korban tetap menolak dan mengancam akan melapor ke warga,&#8221; urainya.</p>



<p>Diduga karena panik, Musa kemudian menuju dapur dan mengambil sebilah pisau. Selanjutnya, Musa dari arah belakang menikamkan pisau dapur tersebut ke leher dan wajah korban.</p>



<p>&#8220;Korban meninggal di lokasi. Tersangka sempat kabur dari Lantai 2 dan berhasil ditangkap saat sembunyi tak jauh dari lokasi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Akibat perbuatannya tersebut, tersangka Musa bakal meringkuk di penjara dalam waktu lama. Yaitu, dikenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah di sebuah rumah kontrakan yang Jalan Ikan Gurami, RT 06/RW 06, Kelurahan Tunjung Sekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 22.30. Perempuan tersebut, tergeletak di lantai kamar dengan kondisi beberapa luka tusuk. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229071</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Imbau Pelaku Wisata Waspada Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-imbau-pelaku-wisata-waspada-cuaca-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 06:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata. Kepala Disporapar Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut telah disampaikan kepada pengelola industri pariwisata, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga pelaku usaha pariwisata lainnya. “Melalui surat edaran Kemendagri dan Kementerian Pariwisata, kami sudah menyampaikan kepada seluruh stakeholder pariwisata di Kota Malang agar mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kita tetap harus waspada dan terus berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujar Baihaqi, Kamis (18/12/2025) tadi.</p>



<p>Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, Baihaqi menyebut capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang masih menunjukkan tren positif. Dari target 3,3 juta kunjungan wisatawan pada tahun ini, realisasinya telah mencapai sekitar 90 persen.</p>



<p>“Kami optimis hingga akhir tahun target tersebut bisa tercapai. Indikasinya sudah terlihat dari hasil pemantauan di beberapa titik wisata yang menunjukkan peningkatan kunjungan, apalagi menjelang libur sekolah,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun demikian, Baihaqi mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, baik bagi pengelola wisata maupun wisatawan. Menurutnya, kehati-hatian perlu ditingkatkan mengingat bencana dapat terjadi kapan saja.</p>



<p>“Kewaspadaan tetap harus dilakukan. Jika terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, sebaiknya aktivitas wisata bisa dihindari sementara. Wisatawan juga kami imbau untuk selalu memantau perkiraan cuaca,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kebencanaan di sejumlah daerah, menurutnya Disporapar Kota Malang tidak menggelar agenda kegiatan pariwisata besar di akhir tahun ini.</p>



<p>“Kita juga harus prihatin terhadap saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang menghadapi bencana. Karena itu, akhir tahun ini tidak ada event yang kami laksanakan,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Perekonomian Warga, 319 Pelaku UMKM Digelontor Stimulus Pengembangan Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-perekonomian-warga-319-pelaku-umkm-digelontor-stimulus-pengembangan-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[digelontor]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[stimulus]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228598</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menyerahkan secara simbolis bantuan stimulus pengembangan usaha untuk total sebanyak 319 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kota Probolinggo, di Halaman Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip, Selasa (09/12/2025) tadi. Prosesi penyerahan yang diikuti Pj Sekda Rey Suwigtyo, Staf Ahli Wawan Soegyantono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menyerahkan secara simbolis bantuan stimulus pengembangan usaha untuk total sebanyak 319 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kota Probolinggo, di Halaman Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip, Selasa (09/12/2025) tadi. Prosesi penyerahan yang diikuti Pj Sekda Rey Suwigtyo, Staf Ahli Wawan Soegyantono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Ketua Komisi 1 DPRD Isah Juanidah, Kepala DKUP Slamet Swantoro, camat dan perwakilan kepala perangkat daerah, untuk tahap awal diberikan kepada 177 perwakilan.</p>



<p>Sementara sisanya atau 142 orang pelaku UMKM, akan menerima bantuan pada pertengahan Desember. Adapun sejumlah bantuan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) dan melalui tahun anggaran 2025, itu diantaranya seperti mesin jahit listrik, kompresor bensin, peralatan tukang, kompresor listrik, cutting aluminium, rombong aluminium, etalase, peralatan dapur, mesin selep, oven gas dan freezer box.</p>



<p>Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, mengatakan bahwa pelaku UMKM yang menerima bantuan ini, sesuai dengan daftar penerima belanja barang yang diserahkan masyarakat pada anggaran DKUP. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas usaha, mendorong perkembangan usaha mandiri berkelanjutan.</p>



<p>“Tujuannya untuk meningkatkan produk UMKM, sekaligus memfasilitasi UMKM lebih siap berkompetisi untuk meningkatkan semangat dan motivasi berusaha,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Aminuddin berpesan kepada seluruh pelaku UMKM yang menerima bantuan stimulus ini, untuk meningkatkan kualitas melalui alat yang digunakan karena lebih cepat dan lebih rapi pengerjaannya. Penerima bantuan ini ada mereka yang sudah punya basic usaha.</p>



<p>“Awalnya alatnya biasa, sekarang listrik. Dengan alat baru ini, semoga bisa tingkatkan kualitas. Jika tidak ditingkatkan, maka stimulus yang diberikan tidak sesuai tujuan (meningkatkan produksi dan ekonomi),” kata Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Pemanfaatan stimulus yang baik dibarengi dengan pemberian modal kerja melalui Koperasi Merah Putih (KMP) maka proses usaha akan berkelanjutan. Wali kota pun menginformasikan, KMP ada di setiap kelurahan di Kota Probolinggo dan saat ini sedang proses pembangunan.</p>



<p>“Tujuan Koperasi Merah Putih ini untuk pengembangan ekonomi masyarakat di kelurahan dengan kredit usaha ringan dan mudah. Manfaatkan betul agar dirasakan efeknya oleh masyarakat,” terang Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Pemberian stimulus bagi pelaku UMKM, ini merupakan bukti komitmen dirinya dan Wawali Ina Dwi Lestari, untuk mendorong perekonomian masyarakat meningkat dan kemiskinan bisa diturunkan. “Jadikan ini (stimulus) pemicu untuk meningkatkan kualitas usaha bapak dan ibu sekalian. Pemkot Probolinggo berkomitmen mencari pemasaran untuk usaha bapak/ibu,” papar wali kota. <strong>(kom/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komitmen Menuju Kota Kreatif Dunia, Wawali Kota Malang Sebut MCC Jadi Rumah Besar Pelaku Ekraf</title>
		<link>https://memontum.com/komitmen-menuju-kota-kreatif-dunia-wawali-kota-malang-sebut-mcc-jadi-rumah-besar-pelaku-ekraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227521</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rangkaian kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Gedung Malang Creative Center (MCC), menjadi momentum penting bagi Kota Malang dalam memperkuat perannya sebagai pusat Ekonomi Kreatif (Ekraf) Nasional. Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin. Pria yang akrab disapa Ali, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rangkaian kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Gedung Malang Creative Center (MCC), menjadi momentum penting bagi Kota Malang dalam memperkuat perannya sebagai pusat Ekonomi Kreatif (Ekraf) Nasional. Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Ali, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menjadikan MCC sebagai ruang kolaborasi besar bagi seluruh pelaku Ekraf di Indonesia. “Kami ingin menjadikan Kota Malang sebagai rumah bersama bagi semua anak bangsa pelaku Ekrar. Dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, sudah ada 13.958 event yang terselenggara di MCC. Kegiatan ini melibatkan 216 kolaborator dan menghimpun lebih dari 2.867 pelaku Ekraf, dengan 708 ribu penerima manfaat. Ini bukti bahwa MCC benar-benar menjadi rumah besar bagi anak bangsa yang konsen terhadap perkembangan ekonomi kreatif,” jelas Wawali Ali, Sabtu (08/11/2025) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Wawali Ali menyampaikan, bahwa Pemkot Malang memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan Malang Mbois dan Berkelas. MCC, menurutnya, menjadi simbol semangat dan wadah produktif bagi kolaborasi lintas sektor, yang mengantarkan Kota Malang menuju panggung dunia.</p>



<p>“MCC ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif, inspiratif dan menjadi pengantar bagi Kota Malang sebagai kota kreatif dunia yang sesungguhnya,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wawali Ali juga mengungkapkan, rasa syukur atas pencapaian besar Kota Malang yang baru saja resmi ditetapkan sebagai jejaring Kota Kreatif UNESCO di bidang Media Arts. “Alhamdulillah, upaya kami dalam mengembangkan industri kreatif membuahkan hasil membanggakan. Penetapan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia oleh Unesco adalah bentuk pengakuan global atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, mengatakan bahwa penyelenggaraan ICCF di Malang Raya menjadi momen bersejarah sekaligus kado istimewa bagi perjalanan panjang komunitas kreatif di Indonesia. “Ini luar biasa besar. Kehadiran Menteri Ekraf menjadi kado 10 dekade kita berproses. Kota Malang hari ini sudah resmi ditetapkan Unesco sebagai Malang City of Media Arts. Fasad MCC sendiri terinspirasi dari Candi Badut, candi tertua di Jawa Timur, yang menjadi simbol akar budaya dan semangat inovasi,” tutur Vicky.</p>



<p>Menurutnya, ICCF 2025 adalah hasil nyata dari kerja kolaborasi antara akademisi pemerintah, dan komunitas yang menjadi fondasi utama gerakan kreatif di Indonesia. “Ini kerja kolaborasi yang menyatukan semua elemen. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap kreativitas yang lahir dari Malang bisa menjadi inspirasi nasional dan membawa keberkahan,” imbuh Vicky. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227521</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
