<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pelari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pelari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Sep 2025 09:40:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pelari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ratusan Pelari Mancanegara Meriahkan Gelaran Ijen Green Trail Run 2025</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pelari-mancanegara-meriahkan-gelaran-ijen-green-trail-run-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelari]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sekitar 378 pelari mancanegara dan berbagai wilayah di Indonesia, meramaikan ajang Ijen Green Trail Run 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu 6 hingga 7 September 2025, besok. Gelaran event bertaraf internasional ini, menyuguhkan lintasan menantang di Lereng Gunung Ijen dan Gunung Ranti, Kabupaten Banyuwangi. Sekedar diketahui, Gunung Ranti sendiri terletak di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sekitar 378 pelari mancanegara dan berbagai wilayah di Indonesia, meramaikan ajang Ijen Green Trail Run 2025, yang berlangsung selama dua hari, yaitu 6 hingga 7 September 2025, besok. Gelaran event bertaraf internasional ini, menyuguhkan lintasan menantang di Lereng Gunung Ijen dan Gunung Ranti, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Sekedar diketahui, Gunung Ranti sendiri terletak di Kawasan Pegunungan Ijen, yang mana memiliki ketinggian 2.601 mdpl. Lokasinya, terletak di barat daya Gunung Ijen dan menyuguhkan panorama indah yang menambah daya tarik lomba.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa sport tourism menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya, yakni diwujudkan dengan terselenggaranya Ijen Green Trail Run 2025.</p>



<p>&#8220;Keindahan dan kondisi alam Banyuwangi sangat layak dijadikan spot sport tourism. Banyuwangi tidak hanya tempat terbaik untuk olah raga sepeda, namun kami juga akan mengembangkan olah raga lari di Banyuwangi. Selain itu, event ini juga berdampak positif pada ekonomi daerah, karena menggerakkan sektor transportasi, penginapan, kuliner dan para peserta biasanya pulang membawa oleh-oleh,&#8221; kata Bupati Ipuk, Sabtu (06/09/2025) tadi.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, menambahkan bahwa ajang ini masuk kalender Asia Trail Master, atau salah satu seri bergengsi di dunia trail run. Karenanya, peserta lari pun berasal dari berbagai negara.</p>



<p>“Tercatat ada 37 runner asing dari 11 negara. Selebihnya, berasal dari berbagai kota di Indonesia,” kata Alfin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rincian peserta asing, tambahnya, cukup beragam. Seperti dari Singapura ada 12 pelari, Jepang 6 orang, China 4 orang, Malaysia dan Vietnam masing-masing 3 orang, serta Brunei Darussalam, Filipina dan Mesir, masing-masing 2 orang. Selain itu, juga ada pelari asal Prancis, Belanda dan Jerman.</p>



<p>Ijen Green Trail 2025 sendiri, dibagi dalam empat kategori. Yakni 8 km, 14 km, 25 km dan 50 km. Setiap jalur, menghadirkan tantangan sekaligus panorama khas Banyuwangi, mulai pegunungan, hutan, hingga trek ekstrem.</p>



<p>Kategori 50 km sendiri, telah dilepas pertama di Paltuding Ijen, Sabtu (06/09/2025) pukul 14.00. Para pelari harus menuntaskan rute lari maraton dengan total waktu maksimal 18 jam.</p>



<p>“Peserta memulai start di Paltuding dan finish di situ. Beberapa pelari kategori 50 km, sudah masuk garis akhir sekitar pukul 20.34. Kategori ini, didominasi peserta asing, sementara runner Indonesia berjumlah 13 orang,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian kategori 25 km, akan start dengan batas waktu 8 jam, pada Minggu (07/09/2025) pukul 04.00. Selanjutnya kategori 14 km, start pukul 05.00, dengan cut off time 4,5 jam. Kategori terakhir, yakni 8 km, dimulai pukul 05.30, dengan batas waktu 3 jam. Kelas ini menjadi favorit karena diikuti 150 peserta.</p>



<p>Sebelum race utama, para peserta juga diajak keliling menikmati wisata Banyuwangi pada Jumat (05/09/2025) kemarin. Mereka berkunjung seperti ke Pulau Tabuhan hingga De Djawatan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tetralogy East Java Running Festival Meriah, Bupati Banyuwangi Berbaur bersama 1200 Pelari</title>
		<link>https://memontum.com/tetralogy-east-java-running-festival-meriah-bupati-banyuwangi-berbaur-bersama-1200-pelari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbaur]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Meriah]]></category>
		<category><![CDATA[pelari]]></category>
		<category><![CDATA[running]]></category>
		<category><![CDATA[tetralogy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meriahkan gelaran Tetralogy East Java Running Festival (EJRF) di Pantai Boom Marina, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (26/01/2025) tadi. Sekitar 1200 pelari dari berbagai daerah, memeriahkan event kolaborasi Polda Jawa Timur dan Pemkab Banyuwangi. Para pelari dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Lombok, Malang dan daerah lainnya, turut dalam kompetisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meriahkan gelaran Tetralogy East Java Running Festival (EJRF) di Pantai Boom Marina, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (26/01/2025) tadi. Sekitar 1200 pelari dari berbagai daerah, memeriahkan event kolaborasi Polda Jawa Timur dan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Para pelari dari berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Lombok, Malang dan daerah lainnya, turut dalam kompetisi dengan tiga kategori, yakni 2,5 km, 5 km dan 10 km tersebut. Mereka menyusuri perkampungan dan kawasan ikonik di Banyuwangi Kota seperti Taman Sritanjung, Taman Tirtawangi (Patung Kuda) dan Taman Blambangan.</p>



<p>Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia turut serta dalam event tersebut. Sepanjang rute tampak warga antusias mendukung dan memberi semangat para pelari. Bahkan ada juga yang menawarkan minuman dan camilan sebagai bentuk support kepada para pelari.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berterima kasih pada Polda Jawa Timur, yang menjadikan Banyuwangi menjadi tuan rumah perdana Tetralogy EJRF. &#8220;Terima kasih atas dukungan Polda Jatim yang turut mendukung memajukan wellness tourism, menawarkan konsep wisata berbasis kesehatan di Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk, yang turut serta berlari bersama ribuan peserta lain.</p>



<p>Menurutnya, lari saat ini sudah menjadi lifestyle dan banyak digandrungi. Saat ini, muncul banyak komunitas lari bahkan ada komunitas lari malam hari di berbagai daerah.</p>



<p>&#8220;Di Banyuwangi kami berusaha untuk mewadahi berbagai komunitas olah raga seperti dengan berbagai event yang digelar di Banyuwangi,&#8221; jelas Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berbagai event sport tourism digelar di Banyuwangi untuk memfasilitasi para pecinta olahraga Indonesia, seperti sepeda, paralayang, tenis, sepatu roda dan berbagai event lainnya mulai berskala nasional hingga internasional.</p>



<p>Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara, mengatakan EJRF merupakan event tetralogy pertama. Banyuwangi dipilih, karena telah berpengalaman menggelar sport tourism.</p>



<p>&#8220;Banyuwangi perdana karena telah berpengalaman menggelar event olahraga. Dukungan masyarakat Banyuwangi sangat luar biasa. Setelah dari Banyuwangi menyusul di Kota Kediri, Madiun dan diakhiri di Surabaya,&#8221; ujar mantan Kapolresta Banyuwangi periode 2020-2021 itu.</p>



<p>Karena bertajuk Tetralogy, penyelenggara akan menyandingkan pelari terbaik dari seluruh rangkaian East Java Running Festival. Dalam setiap perlombaan, para pelari akan mendapat poin sesuai dengan posisi finish masing-masing. Poin itu nantinya akan diakumulasikan untuk menentukan penyandang pelari terbaik.</p>



<p>Para pelari terlihat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan poin maksimal. Seperti halnya Dewi Nur Laily, juara race 5k kategori perempuan. Dirinya mengaku terus berlatih untuk meningkatkan kecepatan rata-rata selama sebulan terakhir. Dewi berhasil mencatatkan waktu tercepat 26 menit 47 detik. &#8220;Alhamdulillah terbayarkan ke depan ingin memperpendek waktu lagi,&#8221; tutur pelari kelahiran 1999 itu.</p>



<p>Ada juga Slamet (60), yang semangatnya tak surut meski usia sudah tidak muda lagi. Warga Kelurahan Lateng, ini tetap antusias berlari bersama anak dan cucunya. &#8220;Saya senang sekali bisa ikut lomba lari ini. Meski sudah tua, tapi semangat harus tetap muda,&#8221; ujar Slamet yang memilih kategori lari 2,5k. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pelari Partisipasi di Gelaran Malang Night Run 2024</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pelari-partisipasi-di-gelaran-malang-night-run-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelari]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekitar 750 peserta nampak antusias ikuti gelaran Malang Night Run (MNR) 2024, yang diselenggarakan oleh SIWO Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Sabtu (07/09/2024) malam. Pelaksanaan itu, mengambil start mulai dari Balai Kota Malang dan finish di Gedung DPRD Kota Malang.&#160; Peserta lari sendiri, diberangkatkan dan kedatangannya disambut langsung oleh Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekitar 750 peserta nampak antusias ikuti gelaran Malang Night Run (MNR) 2024, yang diselenggarakan oleh SIWO Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Sabtu (07/09/2024) malam. Pelaksanaan itu, mengambil start mulai dari Balai Kota Malang dan finish di Gedung DPRD Kota Malang.&nbsp;</p>



<p>Peserta lari sendiri, diberangkatkan dan kedatangannya disambut langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sakedang, Wakapolresta Malang Kota, AKBP Adhitya Panji Anom, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, Ketua Umum PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim dan Ketua PWI Malang Raya, Cahyono.</p>



<p>Pada kedatangan para peserta di garis finish, mereka langsung disambut dengan dilakukan pengalungan medali.</p>



<p>Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sakedang, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Malang Night Run yang dinilai inovatif dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Event SIWO PWI Malang Raya ini luar biasa dan ini yang pertama di Indonesia. Saya berharap, ini bisa direplikasi di tempat lain juga,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, menurutnya event MNR juga bukan hanya tentang olah raga saja. Namun, juga menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat dan upaya mendukung sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, juga berharap agar kegiatan Malang Night Run, bisa menjadi kalender tahunan di PWI Jawa Timur. “Kegiatan ini sangat luar biasa, semoga bisa rutin dilaksanakan setiap tahun,&#8221; kata Lutfil.</p>



<p>Selain itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menilai bahwa kegiatan MNR akan menjadi sarana promosi wisata lokal. “Ini bukan sekadar ajang lari, tetapi juga menggerakkan ekonomi Kota Malang,&#8221; ujar Baihaqi.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua Siwo PWI Malang Raya, Lucky Aditya, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya acara ini, terutama sponsor utama dari Bea Cukai dan Satpol PP Kota Malang. &#8220;Event ini menghidupi banyak sektor, mulai dari perhotelan, UMKM, kuliner, hingga fotografer jalanan. Terima kasih telah menjadi bagian dari mimpi ini,&#8221; imbuh Lucky.</p>



<p>Para pelari menyusuri rute sepanjang 8 kilometer yang melewati sejumlah ikon wisata Kota Malang, seperti Alun-Alun Tugu, Balai Kota, Kayutangan Heritage, Ijen Boulevard, hingga Stasiun Kotabaru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213915</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
