<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pelestarian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pelestarian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2026 13:35:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pelestarian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penguatan Pelestarian Cagar Budaya, Komisi X DPR RI Lakukan Kunjungan ke Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/penguatan-pelestarian-cagar-budaya-komisi-x-dpr-ri-lakukan-kunjungan-ke-banyuwangi</link>
					<comments>https://memontum.com/penguatan-pelestarian-cagar-budaya-komisi-x-dpr-ri-lakukan-kunjungan-ke-banyuwangi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230160</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Banyuwangi, Rabu hingga Kamis (12/02/2026) besok. Kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayati dan diikuti sejumlah anggota DPR RI, mulai Denny Cagur, Karmila Sari dan Adde Rosi Khoerunnisa, tidak lain untuk melakukan pengawasan kebijakan pemerintah dalam pelestarian cagar budaya. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Banyuwangi, Rabu hingga Kamis (12/02/2026) besok. Kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayati dan diikuti sejumlah anggota DPR RI, mulai Denny Cagur, Karmila Sari dan Adde Rosi Khoerunnisa, tidak lain untuk melakukan pengawasan kebijakan pemerintah dalam pelestarian cagar budaya.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, Komisi X DPR RI juga membawa mitra kerja dari Kementerian Kebudayaan yang diwakili Subdirektorat Registrasi, Pengamanan dan Penyelamatan, Direktorat Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan, Tradisi. Sementara mengawali Kunker tersebut, Komisi X melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestaindani, Dewan Kesenian Blambangan, Tim Ahli Cagar Budaya, Komunitas Seni, akademisi, para budayawan hingga sejarawan Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (11/02/2026) tadi.</p>



<p>&#8220;Banyuwangi potensi budayanya luar biasa. Makanya kita ke sini, untuk fokus ke penguatan cagar budaya. Kita ingin lihat, sejauh mana sudah dilakukan intervensi dari pemerintah maupun yang belum tersentuh,&#8221; kata MY Esti Wijayati.</p>



<p>Dirinya juga bersyukur, karena Pemkab Banyuwangi telah memasukkan aspek perlindungan cagar budaya dalam kebijakan penataan ruang. Sehingga, tidak terjadi peralihan fungsi lahan yang berpotensi mengancam keberadaan situs bersejarah. Karena berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, dari sekitar 400 ribu lebih titik peninggalan yang ada di Indonesia, baru sekitar 5 persen yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.</p>



<p>Biasanya, kata Esti, permasalahan ada pada regulasi dan pendanaan cagar budaya. Regulasi sektoral lain seperti Undang-Undang Penataan Ruang, Undang-Undang Pemda, Undang-Undang Lingkungan Hidup dan berbagai peraturan menteri, sering kali terjadi muatan yang saling tumpang tindih atau bahkan kontradiktif dalam hal pengaturan ruang.</p>



<p>&#8220;Maka hasil kunjungan ke Banyuwangi ini tentu akan menjadi bahan rujukan dalam pengambilan keputusan mengenai pelestarian cagar budaya,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam momen itu menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki banyak situs dan bangunan sejarah. Diantaranya, seperti Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Pasar Banyuwangi, Asrama Inggrisan, penginapan Kiai Saleh, Museum Blambangan, Kantor Pos, ada pula salah satu sekolah yang menjadi cagar budaya seperti SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi.</p>



<p>Bahkan, Banyuwangi juga memiliki kawasan-kawasan tradisi dan struktur bangunan atau budaya yang terhubung dengan narasi panjang Kerajaan Blambangan, Kerajaan Macan Putih. Lalu, juga ada migrasi, ada peninggalan kolonialisme hingga perjuangan kemerdekaan.</p>



<p>&#8220;Sehingga saya rasa di Banyuwangi lengkap, dimana tidak hanya bicara masa lampau tetapi masa-masa perjuangan ini juga ada di Banyuwangi. Peninggalan-peninggalan bersejarah ini terus kita jaga dan kita rawat bersama-sama,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Bahkan, Pemkab Banyuwangi telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2019 tentang Arsitektur Osing. Aturan tersebut, mewajibkan bangunan pemerintah, fasilitas publik termasuk hotel dan homestay memasukkan unsur arsitektur yang menjadi entitas Banyuwangi dalam desainnya.</p>



<p>&#8220;Kami terus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada di Banyuwangi. Dan ini juga butuh dukungan dari pusat. Terima kasih atas dukungannya,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa Geopark Ijen telah menjadi bagian Unesco Global Geopark melalui Geopark Ijen sejak 2023. Tahun ini, Geopark Ijen dijadwalkan menjalani proses revalidasi.</p>



<p>&#8220;Insyallah nanti April akan ada revalidasi dan kami sedang mempersiapkan itu. Kami berharap dukungan dari Komisi X DPR RI terkait dengan proses revalidasi yang kami jalankan. Semoga Ijen Geopark kembali ditetapkan menjadi bagian dari Unesco Global Geopark,&#8221; ungkap Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/penguatan-pelestarian-cagar-budaya-komisi-x-dpr-ri-lakukan-kunjungan-ke-banyuwangi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispbudparpora Kota Kediri Gelar Seminar Kajian Koleksi Guna Dorong Pelestarian Benda Purbakala</title>
		<link>https://memontum.com/dispbudparpora-kota-kediri-gelar-seminar-kajian-koleksi-guna-dorong-pelestarian-benda-purbakala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispbudparpora]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri – Pelestarian benda purbakala dan peninggalan sejarah, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Selain memiliki nilai historis, sejumlah peninggalan tersebut juga menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Termasuk, memperkuat rasa kebanggaan nasional serta berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sebagai upaya menjaga warisan budaya, Dinas Kebudayaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> – Pelestarian benda purbakala dan peninggalan sejarah, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Selain memiliki nilai historis, sejumlah peninggalan tersebut juga menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Termasuk, memperkuat rasa kebanggaan nasional serta berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.</p>



<p>Sebagai upaya menjaga warisan budaya, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar Seminar Kajian Koleksi, yang melibatkan para pemuda dan mahasiswa pemerhati budaya. Kegiatan tersebut, berlangsung di Museum Airlangga Kota Kediri, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi simbol jati diri daerah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat. “Seminar ini menjadi simbol sekaligus petunjuk jati diri suatu daerah. Peninggalan sejarah adalah bukti nyata tradisi, nilai-nilai leluhur, dan identitas kolektif bangsa,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bambang menjelaskan, bahwa peninggalan sejarah berperan penting sebagai media pembelajaran konkret bagi generasi muda. “Benda-benda peninggalan menjadi sumber belajar langsung tentang peradaban, budaya, dan peristiwa masa lalu. Ini membantu generasi muda memahami sejarah secara nyata,” tambahnya.</p>



<p>Melalui pelaksanaan seminar ini, Bambang berharap para pelajar dan pemuda terus mendalami ilmu budaya. Dirinya juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri, yang telah menyelamatkan sejumlah arca dan benda sejarah untuk kemudian ditempatkan dan dirawat di Museum Airlangga.</p>



<p>“Harapan kami, generasi muda tidak berhenti mempelajari budaya. Pemerintah Kota Kediri telah menyelamatkan berbagai arca dan peninggalan sejarah, yang kini ditempatkan di Museum Airlangga untuk dipelajari bersama,” paparnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pelestarian Budaya, Wali Kota Malang Tampil di Pementasan Ludruk Genaro Ngalam di TMII</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pelestarian-budaya-wali-kota-malang-tampil-di-pementasan-ludruk-genaro-ngalam-di-tmii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[genaro]]></category>
		<category><![CDATA[Ludruk]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Pementasan]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri sekaligus ikut berpartisipasi sebagai pemain tamu dalam pementasan Ludruk Genaro Ngalam yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (09/11/2025) tadi. Kehadiran pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya kesenian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri sekaligus ikut berpartisipasi sebagai pemain tamu dalam pementasan Ludruk Genaro Ngalam yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (09/11/2025) tadi.</p>



<p>Kehadiran pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya kesenian ludruk yang terus tumbuh dan diapresiasi masyarakat melalui Komunitas Genaro Ngalam. Selain menjadi ajang seni, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Wali Kota Wahyu, untuk menyapa dan memberi perhatian kepada warga Malang yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.</p>



<p>“Sebagai Bapak e Wong Malang, saya ingin kebersamaan dan jalinan emosional antara pemerintah daerah dan warganya terus terjaga di mana pun mereka berada,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Wahyu juga tampil di atas panggung, bersama sejumlah bintang tamu nasional. Diantaranya, seperti Cak Lontong, Cak Akbar, Tessy dan beberapa komedian ludruk lainnya. Kolaborasi tersebut, menghadirkan suasana hangat, jenaka, sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya Malang yang ditampilkan secara modern, namun tetap mempertahankan ruh tradisionalnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinannya akan terus membangkitkan serta melestarikan kebudayaan dan peninggalan masa lalu. “Menolak Lupa menjadi tagline saya sejak dahulu. Kebudayaan asli Ngalam dan peninggalan heritage harus kita jaga dan hidupkan kembali,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa Pemkot Malang telah mengaktifkan kembali gedung kesenian di Kota Malang dengan berbagai gelaran seni budaya. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada Komunitas Genaro Ngalam dan seluruh panitia yang sukses menghadirkan karya budaya di panggung nasional.</p>



<p>“Seni tradisi adalah jembatan yang menghubungkan identitas, sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Malang. Ludruk bukan hanya hiburan, tetapi cermin kearifan lokal yang mengajarkan kritik sosial, humor, dan persaudaraan. Pemerintah Kota Malang akan selalu mendukung upaya pelestarian budaya seperti ini, termasuk memperkuat rasa bangga sebagai arek Malang di mana pun berada,” tegasnya.</p>



<p>Acara sendiri, berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang hadir. Selain menjadi ajang silaturahmi warga Malang di perantauan, pementasan ini juga membuktikan bahwa seni tradisi tetap relevan dan dicintai lintas generasi. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelestarian Lingkungan, DLH Lumajang Ajak Semua Elemen Lakukan Gerakan Penghijauan Berbasis Kolaborasi</title>
		<link>https://memontum.com/pelestarian-lingkungan-dlh-lumajang-ajak-semua-elemen-lakukan-gerakan-penghijauan-berbasis-kolaborasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[elemen]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang secara terbuka mengajak dan memfasilitasi masyarakat, komunitas hingga lembaga untuk berkolaborasi dalam kegiatan penanaman pohon sebagai upaya nyata memperluas tutupan lahan dan menjaga keberlanjutan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Hertutik, menegaskan kesediaannya membantu penyediaan bibit pohon, sesuai ketersediaan jenis dan jumlah, bagi siapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang secara terbuka mengajak dan memfasilitasi masyarakat, komunitas hingga lembaga untuk berkolaborasi dalam kegiatan penanaman pohon sebagai upaya nyata memperluas tutupan lahan dan menjaga keberlanjutan Ruang Terbuka Hijau (RTH).</p>



<p>Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Hertutik, menegaskan kesediaannya membantu penyediaan bibit pohon, sesuai ketersediaan jenis dan jumlah, bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam aksi pelestarian lingkungan. “Semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan menanam, maka semakin cepat kita memenuhi target tutupan lahan yang ideal. Ini sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup kita bersama,” kata Hertutik, Senin (07/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, gerakan penghijauan yang berbasis kolaborasi ini bukan hanya penting secara ekologis, tetapi juga menjadi medium memperkuat semangat gotong royong antar warga dan membangun kesadaran bersama terhadap masa depan bumi. Dirinya juga menilai, bahwa kesadaran masyarakat Lumajang terhadap isu lingkungan kini semakin tumbuh. Hal ini, tentunya menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan Lumajang yang hijau, bersih dan adaptif terhadap perubahan iklim.</p>



<p>DLH Lumajang juga mendorong semua elemen mulai dari individu, sekolah, komunitas, organisasi pemuda, hingga lembaga keagamaan untuk memanfaatkan peluang kolaborasi ini. Selain berdampak pada peningkatan kualitas udara dan penataan ekosistem lokal, kegiatan ini juga membangun kesadaran lintas generasi bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.</p>



<p>Dengan strategi partisipatif dan inklusif ini, DLH Lumajang tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Harapannya, inisiatif lokal ini dapat menjadi inspirasi kolektif menuju Indonesia yang lebih hijau dan tangguh di masa depan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penghijauan di Kawasan Hutan Kesambi, Ketua TP PKK Lumajang Tegaskan Pentingnya Pelestarian Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/penghijauan-di-kawasan-hutan-kesambi-ketua-tp-pkk-lumajang-tegaskan-pentingnya-pelestarian-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kesambi,]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223477</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Nathalia Yudha, menekankan bahwa pelestarian lingkungan bukan lagi semata urusan teknis dan kebijakan pemerintah. Sebaliknya, dari barisan rumah ke ruang publik, peran keluarga khususnya perempuan, juga menjadi kunci menjaga bumi tetap lestari. “Menanam pohon hari ini berarti menanam harapan untuk masa depan anak cucu kita. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Nathalia Yudha, menekankan bahwa pelestarian lingkungan bukan lagi semata urusan teknis dan kebijakan pemerintah. Sebaliknya, dari barisan rumah ke ruang publik, peran keluarga khususnya perempuan, juga menjadi kunci menjaga bumi tetap lestari.</p>



<p>“Menanam pohon hari ini berarti menanam harapan untuk masa depan anak cucu kita. PKK mendukung sepenuhnya kegiatan ini, karena sejalan dengan misi kami membentuk keluarga yang sadar lingkungan, sehat dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” kata Ketua TP PKK, dalam kegiatan penghijauan bertajuk &#8216;Pantai Lestari, Cemara Menyapa&#8217; di kawasan Hutan Kesambi, Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Sabtu (28/06/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan penanaman 100 pohon Cemara Laut dan 100 pohon Sukun, itu menjadi simbol kuat kolaborasi multipihak, sekaligus menegaskan bahwa gerakan hijau bisa tumbuh dari keluarga. Tidak hanya itu, momentum ini menjadi bagian dari rangkaian budaya Segoro Topeng Kaliwungu 2025, yang menyatukan nilai edukatif, ekologis dan kultural.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai bagian dari penggerak komunitas perempuan, TP PKK ingin menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini melalui edukasi kepada anak-anak, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga optimalisasi lahan pekarangan. Inisiatif kecil dari rumah ini, bisa menjadi energi besar bagi keberlanjutan lingkungan.</p>



<p>“PKK siap berperan sebagai penggerak, pendamping, sekaligus penjaga semangat keberlanjutan lingkungan melalui kekuatan perempuan dan keluarga,” tambahnya.</p>



<p>Dirinyapun mengapresiasi, langkah Dinas Lingkungan Hidup yang telah mengintegrasikan gerakan pelestarian dengan pemberdayaan komunitas. “Kami berharap gerakan seperti ini menjadi budaya baru, yang terus berkembang di seluruh kawasan pesisir Lumajang,” katanya.</p>



<p>Dengan semangat gotong royong, kegiatan Pantai Lestari, Cemara Menyapa bukan sekadar aksi tanam pohon, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif. Sebuah pesan bahwa keberlanjutan lingkungan bukan dimulai dari kebijakan, melainkan dari meja makan, halaman rumah, hingga sekolah anak-anak. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223477</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengendalian Hama Tikus, Bupati Lumajang Siapkan Edukasi dan Dukung Pelestarian Burung Hantu</title>
		<link>https://memontum.com/pengendalian-hama-tikus-bupati-lumajang-siapkan-edukasi-dan-dukung-pelestarian-burung-hantu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[pengendali]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tikus,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221615</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung upaya pelestarian burung hantu sebagai pengendali alami hama tikus di wilayah pertanian. Dukungan itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menerima audiensi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Mujiburrahman, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Rabu (30/04/2025) tadi. Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Muhammad [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung upaya pelestarian burung hantu sebagai pengendali alami hama tikus di wilayah pertanian. Dukungan itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menerima audiensi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Muhammad Mujiburrahman, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Rabu (30/04/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Muhammad Mujiburrahman menyarankan agar pemerintah daerah menerbitkan larangan penangkapan maupun perburuan burung hantu. Karena, hal itu dinilainya penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung pertanian bebas dari hama tikus secara alami.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi usulan itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyatakan bahwa edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya keberadaan burung hantu dalam ekosistem pertanian akan terus digencarkan. “Kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak memburu burung hantu, karena hewan ini sangat membantu petani dalam mengendalikan hama tikus,” katanya.</p>



<p>Langkah ini, tambahnya, sejalan dengan upaya Kabupaten Lumajang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan mendukung solusi ramah lingkungan untuk mengatasi gangguan hama. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kartinian Ning Kayutangan, Wali Kota Malang Sebut Tak Sekedar Peragaan Busana Tapi Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/kartinian-ning-kayutangan-wali-kota-malang-sebut-tak-sekedar-peragaan-busana-tapi-pelestarian-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[kartinian]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekedar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran pelaksanaan Kartinian ning Kayutangan, yang digelar di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (20/04/2025) tadi. Kegiatan Kartinian itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang peragaan busana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran pelaksanaan Kartinian ning Kayutangan, yang digelar di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (20/04/2025) tadi. Kegiatan Kartinian itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang peragaan busana, tetapi juga sarat nilai pelestarian budaya. &#8220;Tak hanya memperagakan dan mengenalkan batik dan kebaya, pada kesempatan ini juga tersampaikan pesan bagaimana menggunakan batik dan kebaya yang baik dan sesuai etika orang ketimuran. Kita juga bangga, karena dalam acara ini banyak kaum muda yang terlibat. Sehingga, diharapkan mereka nantinya menjadi pewaris dalam melestarikan warisan leluhur ini,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, ditambahkannya bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program seribu event yang tengah digalakkan Pemkot Malang. Karena semakin seringnya kegiatan budaya digelar di kawasan Kayutangan Heritage, maka akan mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kerakyatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kurang dari seratus model, yang didominasi oleh ibu-ibu tadi memperagakan busana batik dan kebaya. Tentu ini juga dalam rangka peringatan Hari Kartini sekaligus HUT ke-111 Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang, menyampaikan bahwa peragaan tersebut merupakan upaya nyata dalam melestarikan batik dan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. “Kami ingin mengajak dan menyampaikan pesan bahwa batik dan kebaya ini harus terus dilestarikan sepanjang masa,” ujar Ki Demang.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, dengan keterlibatan generasi muda bahkan anak-anak dalam acara tersebut, diharapkan ke depan tongkat estafet pelestarian budaya tetap terjaga, di tengah arus modernisasi. &#8220;Di tengah kemajuan zaman dan teknologi, sebagai generasi muda harus terlibat dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian batik dan kebaya ini,” imbuh Ki Demang. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>14 Tahun Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang, Disparbud Apresiasi Pelestarian Seni Tari</title>
		<link>https://memontum.com/14-tahun-sanggar-tari-citra-budaya-lumajang-disparbud-apresiasi-pelestarian-seni-tari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di tengah arus globalisasi, seni tari tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa. Sebagai warisan yang mencerminkan nilai luhur, sejarah dan kepercayaan, seni tari perlu terus dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, saat menghadiri perayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di tengah arus globalisasi, seni tari tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa. Sebagai warisan yang mencerminkan nilai luhur, sejarah dan kepercayaan, seni tari perlu terus dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, saat menghadiri perayaan 14 Tahun Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang di Gedung Dr Sudjono, Minggu (16/02/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang akan selalu mendukung perkembangan seni dan kebudayaan daerah, karena seni tari memiliki nilai yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang. &#8220;Kami dari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh peran aktif para seniman dan sanggar tari untuk terus mengembangkan dan memajukan seni tari di Lumajang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Yuli juga mengapresiasi, acara yang digelar Sanggar Tari Citra Budaya, sebagai wadah bagi para seniman untuk menampilkan dan mengenalkan beragam tarian daerah kepada masyarakat. Apalagi, keberadaan banyak sanggar tari di Lumajang, merupakan aset penting yang dapat turut menyemarakkan berbagai event budaya di daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam kalender event Kabupaten Lumajang, ada berbagai agenda yang mengangkat seni dan budaya, seperti Segoro Topeng Kaliwungu. Ini menjadi peluang bagi para pelaku seni untuk berkontribusi dan menjadikan kesenian sebagai daya tarik wisata,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Yuli berharap, para pemerhati budaya dan pelaku seni terus meningkatkan kemampuan mereka agar seni tari Lumajang tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga bisa dikenal secara nasional bahkan internasional. &#8220;Saya optimis, dengan sinergi antara pemerintah dan para seniman, kesenian dan kebudayaan di Lumajang akan semakin berkembang dan menjadi kebanggaan daerah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang, Chusnul Chowatini, menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun sanggar ini bukan sekadar acara selebrasi, tetapi juga menjadi ajang untuk memotivasi para generasi muda agar semakin mencintai seni tari. &#8220;Kami ingin seni tari di Lumajang terus berkembang, dikenal lebih luas, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk belajar dan melestarikan budaya daerah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme para pelaku seni, diharapkan seni tari di Lumajang dapat terus eksis dan menjadi kebanggaan yang mengangkat citra daerah hingga kancah nasional. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pelestarian Sumber Mata Air Kali Semingkir, DLH Lumajang dan Pemdes Kolaborasi Tanam Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pelestarian-sumber-mata-air-kali-semingkir-dlh-lumajang-dan-pemdes-kolaborasi-tanam-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemdes]]></category>
		<category><![CDATA[semingkir,]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang mendukung upaya pelestarian Sumber Mata Air Kali Semingkir di Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit. Kegiatan pelestarian berupa penanaman pohon di sekitar sumber mata air itu, sebagai upaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Kertowono, yang merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga sumber mata air. &#8220;Kami sangat mendukung dan tentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang mendukung upaya pelestarian Sumber Mata Air Kali Semingkir di Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit. Kegiatan pelestarian berupa penanaman pohon di sekitar sumber mata air itu, sebagai upaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Kertowono, yang merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga sumber mata air.</p>



<p>&#8220;Kami sangat mendukung dan tentu mengapresiasi segala bentuk pelestarian lingkungan. Sumber Kali Semingkir ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maka kiranya perlu dijaga. Salah satunya dengan kegiatan tanam pohon seperti yang dilakukan hari ini,&#8221; kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, Selasa (14/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ada ratusan pohon yang ditanam di kawasan tersebut, diantaranya Pohon Sukun dan Bambu. Selain masyarakat, ada beberapa lembaga yang juga dilibatkan, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Gucialit, Polsek dan Koramil Gucialit, KRPH wilayah Gucialit, BPP Gucialit, Pramuka Gucialit, LMDH Desa Kertowono dan SKD Desa Kertowono.</p>



<p>Sementara itu, Camat Gucialit, Siswanto, berpesan kepada masyarakat utamanya Pemerintah Desa Kertowono agar melakukan pemantauan terhadap pohon yang sudah ditanam. &#8220;Saya juga titip kepada pemerintah desa agar nanti juga memonitor perawatan pohon yang kita tanam ini, supaya kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi kita semua,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218360</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
