<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peluang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peluang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2025 11:01:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peluang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dubes Bulgaria Kunjungi Kota Malang, Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan hingga Penempatan PMI</title>
		<link>https://memontum.com/dubes-bulgaria-kunjungi-kota-malang-bahas-peluang-kerja-sama-pendidikan-hingga-penempatan-pmi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bulgaria]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[penempatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226656</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, menyambut hangat kunjungan kehormatan (courtesy visit) Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, di Balai Kota Malang, pada Kamis (09/10/2025) tadi. Dalam suasana penuh keakraban itu, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dijalin antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan Republik Bulgaria, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin, menyambut hangat kunjungan kehormatan (courtesy visit) Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, di Balai Kota Malang, pada Kamis (09/10/2025) tadi. Dalam suasana penuh keakraban itu, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dijalin antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan Republik Bulgaria, terutama di bidang pendidikan tinggi, sains dan teknologi.</p>



<p>“Momen ini bukan sekadar silaturahmi diplomatik, namun juga pintu pembuka bagi berbagai peluang kolaborasi yang lebih luas antara Kota Malang dan Republik Bulgaria,” ujar Wawali, Ali Muthohirin.</p>



<p>Selain sektor pendidikan, Pemkot Malang juga berharap kerja sama dapat dikembangkan di bidang ekonomi dan kebudayaan. “Harapannya bisa ada pertukaran budaya dan promosi produk-produk unggulan Kota Malang, khususnya UMKM, agar bisa dikenal di Bulgaria melalui business matching,” lanjut Wawali Kota Ali.</p>



<p>Peluang kerja sama dalam penempatan tenaga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor formal Bulgaria juga turut dibahas. Saat ini, jumlah PMI asal Kota Malang tercatat ada sekitar 260 orang, mayoritas bekerja di kawasan Asia Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, kita bisa membuka peluang agar pekerja migran kita juga mendapat akses bekerja di Bulgaria. Kalau dari sisi SDM, kami yakin siap dan mumpuni,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Dubes Bulgaria, Tanya Dimitrova, menyampaikan antusiasmenya terhadap potensi kolaborasi dengan Kota Malang. Tanya menyebut, hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria sudah terjalin sejak masa Presiden Soekarno.</p>



<p>“Tak hanya di bidang politik, kami juga ingin memperluas kerja sama dalam pendidikan, bisnis dan kebudayaan. Kami dengan senang hati akan membantu mencarikan akses serta peluang yang bisa dikoneksikan dengan Kota Malang,” imbuh Tanya.</p>



<p>Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak berharap dapat mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Bulgaria, serta membuka peluang kerja sama nyata yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua negara. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226656</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Limbah MBG Lumajang Diolah Jadi Peluang Inovasi, Wirausaha hingga Kontribusi untuk Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/limbah-mbg-lumajang-diolah-jadi-peluang-inovasi-wirausaha-hingga-kontribusi-untuk-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diolah]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di balik aroma lezat Program Makan Bergizi Graatis (MBG), tersimpan potensi yang jarang diperhatikan, yaitu limbah makanan. Sebagian orang, melihatnya sebagai sampah. Namun bagi generasi muda di Lumajang, limbah itu bisa menjadi peluang untuk berinovasi, berwirausaha, dan berkontribusi bagi lingkungan. Asriafi Ath Thaariq, founder Waroeng Domba 99 dan Rumah Muda Berdaya, sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di balik aroma lezat Program Makan Bergizi Graatis (MBG), tersimpan potensi yang jarang diperhatikan, yaitu limbah makanan. Sebagian orang, melihatnya sebagai sampah. Namun bagi generasi muda di Lumajang, limbah itu bisa menjadi peluang untuk berinovasi, berwirausaha, dan berkontribusi bagi lingkungan.</p>



<p>Asriafi Ath Thaariq, founder Waroeng Domba 99 dan Rumah Muda Berdaya, sekaligus penerima kalpataru dan lencana inovasi desa kementerian desa, menekankan bahwa limbah MBG dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bermanfaat dan bernilai salah satunya eco enzyme produk ramah lingkungan bagi rumah tangga dan pertanian. “Ada beberapa peluang yang bagus saat ini, yaitu mencari limbah makanan dari Program MBG yang bisa dibuat eco enzyme,” ujarnya, Rabu (01/10/2025) tadi.</p>



<p>Asriafi menambahkan, eco enzyme bukan sekadar pembersih. Dari limbah makanan yang sama, bisa dibuat disinfektan, sabun, pupuk cair, hingga pakan magot untuk pertanian. Dengan demikian, limbah yang semula terbuang justru bisa bernilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan baru bagi pemuda.</p>



<p>Salah satu peserta yang telah mempraktikkan ide ini, adalah Dzaki Fahruddin, seorang petani muda yang juga aktif di komunitas lingkungan. Dari dapur umum MBG di SPPG Yosowilangun, Dzaki mengumpulkan sisa makanan untuk diolah menjadi kompos dan pupuk cair.</p>



<p>“Selain mengurangi sampah, hasilnya juga bermanfaat untuk pertanian. Sekarang, saya sedang mengembangkan limbah ini menjadi inovasi lain yang bisa dijadikan produk bernilai jual,” ujarnya, sambil menunjukkan botol-botol eco enzyme yang telah siap dipasarkan.</p>



<p>Dzaki menuturkan, bahwa prosesnya sederhana namun membutuhkan disiplin. Limbah makanan dicacah kecil, dicampur gula merah dan air, kemudian difermentasi selama tiga bulan sebelum menjadi eco enzyme yang siap digunakan.</p>



<p>Menurut Asriafi, kunci keberhasilan terletak pada kesadaran dan kreativitas pemuda. “Limbah makanan seharusnya dipandang sebagai modal, bukan masalah. Dengan inovasi dan bimbingan, kita bisa menciptakan produk ramah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.</p>



<p>Selain Dzaki, Siti Aisyah, peserta lainnya, juga mencoba mengolah limbah MBG menjadi pupuk cair. “Awalnya saya ragu, tapi setelah melihat hasilnya, pupuk ini lebih subur daripada yang biasa saya pakai. Tanaman saya tumbuh lebih sehat, dan saya bisa menghemat biaya pertanian,” ujarnya.</p>



<p>Praktik ini menunjukkan bahwa limbah MBG tidak hanya bisa diubah menjadi produk jualan, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan. Bahkan beberapa peserta sudah bereksperimen mencampur eco enzyme dengan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bagi Asriafi, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif. Para pemuda belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan, mengelola sumber daya, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.</p>



<p>“Eco enzyme bukan hanya soal bisnis. Ini soal kesadaran kolektif, bagaimana kita mengubah sampah menjadi manfaat, lingkungan menjadi bersih, dan ekonomi tetap bergerak,” katanya.</p>



<p>Tidak semua dapur MBG mampu mengolah limbah makanan. Beberapa memberikan sisa makanan secara cuma-cuma ke tetangga untuk pakan ternak. Namun bagi mereka yang mau berinovasi, limbah MBG adalah bahan mentah yang bernilai tinggi.</p>



<p>Peserta lain, Rifqi Hidayat, menambahkan bahwa pengalaman mengolah limbah MBG mengajarkannya disiplin dan kesabaran. “Fermentasi membutuhkan waktu dan perhatian, tapi ketika eco enzyme jadi, rasanya bangga sekali. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi karya nyata,” ungkapnya.</p>



<p>Selain menghasilkan produk, praktik ini juga membangun jejaring komunitas muda peduli lingkungan. Pertemuan rutin antara peserta untuk bertukar pengalaman dan strategi pemasaran membuat ekosistem inovasi semakin hidup.</p>



<p>Asriafi berharap, program seperti ini bisa direplikasi di seluruh Lumajang. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas muda, dan penggiat inovasi, limbah makanan bisa menjadi sumber daya ekonomi dan edukasi lingkungan.</p>



<p>“Kita ingin generasi muda sadar bahwa setiap bahan memiliki potensi. Limbah makanan bisa jadi eco enzyme, pupuk, atau pakan magot. Ini adalah peluang usaha sekaligus kontribusi bagi bumi,” jelas Asriafi.</p>



<p>Dzaki menambahkan bahwa pengolahan limbah MBG bukan sekadar inovasi individu. “Ini adalah gerakan kolektif. Kita bisa menginspirasi desa lain untuk memanfaatkan limbah, mengurangi sampah, dan menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Asriafi, potensi ekonomi dari eco enzyme cukup menjanjikan. Satu liter eco enzyme bisa dijual dengan harga yang kompetitif, sementara pupuk cair atau pakan magot juga memiliki pasar tersendiri, baik untuk petani maupun pengusaha kecil.</p>



<p>Lebih dari itu, program ini menumbuhkan jiwa wirausaha hijau generasi muda belajar mengelola bisnis sambil peduli lingkungan. Eco enzyme menjadi simbol bagaimana kreativitas bisa mengubah masalah menjadi solusi bernilai.</p>



<p>Dengan kolaborasi yang terus berkembang, limbah MBG kini memiliki wajah baru, yaitu dari sisa makanan menjadi eco enzyme, pupuk, dan pakan, sekaligus media edukasi, peluang usaha, dan pemberdayaan generasi muda.</p>



<p>Dzaki menutup perbincangan dengan keyakinan: “Kita membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa berdampak besar. Limbah MBG bukan lagi sampah, tapi modal untuk masa depan yang lebih hijau, kreatif, dan mandiri. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Audiensi bersama Hipka Lumajang, Bunda Indah Dorong Peluang Usaha Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-hipka-lumajang-bunda-indah-dorong-peluang-usaha-baru-untuk-pertumbuhan-ekonomi-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan audiensi bersama pengurus Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Lumajang, di Ruang Mahameru Kantor Bupati, Selasa (03/06/2025) tadi. Dalam audiensi itu, dirinya kembali menyampaikan komitmennya untuk menumbuhkan peluang-peluang usaha baru yang berkelanjutan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Pelaksanaan audiensi ini, tentunya menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan audiensi bersama pengurus Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Lumajang, di Ruang Mahameru Kantor Bupati, Selasa (03/06/2025) tadi. Dalam audiensi itu, dirinya kembali menyampaikan komitmennya untuk menumbuhkan peluang-peluang usaha baru yang berkelanjutan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.</p>



<p>Pelaksanaan audiensi ini, tentunya menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Khususnya, dalam pemberdayaan generasi muda sebagai pelaku utama inovasi dan kewirausahaan di daerah.</p>



<p>“Saya sangat bangga melihat anak-anak muda Lumajang yang sudah mampu mengelola usaha dengan cara kreatif dan memiliki pasar masing-masing. Saya berharap ke depan, peluang bisnis yang mereka ciptakan semakin beragam dan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lumajang,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Dirinya juga mengingatkan, bahwa membangun dan mengembangkan usaha baru memerlukan tekad kuat, konsistensi serta semangat pantang menyerah. “Saya yakin generasi muda Lumajang memiliki potensi besar untuk mewujudkan itu semua,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua Hipka Lumajang, Danang, dalam kesempatan itu menyoroti potensi besar UMKM di Lumajang, yang saat ini masih perlu didorong agar lebih optimal dan kompetitif. Salah satu usulan strategis dari Hipka, adalah pembentukan laboratorium bisnis yang berfungsi sebagai pusat analisis pasar, pengembangan packaging serta pengujian kelayakan produk.</p>



<p>“Laboratorium bisnis ini diharapkan menjadi ruang inovasi dan fasilitasi bagi UMKM agar dapat berkembang dengan basis riset yang kuat dan kualitas produk yang lebih terjamin,” ujar Danang.</p>



<p>Kehadiran Hipka, tambahnya, sebagai wadah pengusaha muda dan diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis individual. Namun, juga memperkuat ekosistem usaha yang mendukung pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan.</p>



<p>Audiensi ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas pengusaha muda menjadi kunci penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas di Lumajang. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak inovasi bisnis yang lahir dan berkembang, memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya tarik investasi di wilayah Lumajang. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BI dan Pemprov Akselerasi Pertumbuhan Investasi, Bupati Banyuwangi Tawarkan Peluang Kereta Gantung Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/bi-dan-pemprov-akselerasi-pertumbuhan-investasi-bupati-banyuwangi-tawarkan-peluang-kereta-gantung-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[akselerasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gantung]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221708</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bank Indonesia dan Pemprov Jatim terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan investasi di Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini dilakukan, karena selama beberapa tahun terakhir, daerah ujung di Timur Jawa itu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. &#8220;Kami sangat senang, karena Banyuwangi terus didukung BI dan Pemprov. Kami sudah diskusi potensi dan proyek-proyek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bank Indonesia dan Pemprov Jatim terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan investasi di Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini dilakukan, karena selama beberapa tahun terakhir, daerah ujung di Timur Jawa itu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Kami sangat senang, karena Banyuwangi terus didukung BI dan Pemprov. Kami sudah diskusi potensi dan proyek-proyek apa saja yang perlu ditingkatkan dan difasilitasi oleh Pemprov dan BI,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Sabtu (03/05/2025) tadi.</p>



<p>Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Petrus Endria, sendiri telah bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi guna membahas percepatan investasi Jawa Timur, Rabu (30/4/2025) lalu. Petrus hadir bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Jatim, Dyah Wahyu.</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ipuk membeberkan sejumlah program yang membutuhkan intervensi lebih untuk dapat segera diselesaikan. Seperti, kereta gantung di Taman Wisata Alam Ijen, pengembangan pelabuhan Tanjung Wangi, jalur transportasi untuk pengangkutan gerbong produksi PT INKA hingga rencana pengembangan kawasan industri di Wongsorejo.</p>



<p>&#8220;Investasi tersebut rata-rata berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Secara garis besar, Banyuwangi terbuka untuk berbagai potensi investasi yang akan masuk,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, Banyuwangi juga fokus investasi di sektor pertanian dan pangan. “Peluang investasi di sektor pangan dan pertanian terbuka lebar di Banyuwangi. Petani kami juga sudah banyak yang mengembangkan produk organik,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Petrus menjelaskan kedatangan BI dalam rangka menggali lebih jauh potensi investasi di Banyuwangi. Ini sebagai upaya pemenuhan target peningkatan ekonomi nasional, di angka 8 persen pada tahun 2029, sebagaimana diamanatkan dalam target kerja Presiden RI Prabowo Subianto.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2024 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyuwangi non migas sebesar Rp 108.229,52 miliar, menempatkan Banyuwangi pada posisi PDRB tertinggi ke-8 di Jatim. Ini menjadikan Banyuwangi masuk dalam kategori daerah dengan potensi investasi besar.</p>



<p>“Kami melihat Banyuwangi sangat berpotensi untuk menjadi tujuan investasi utama di Jatim. Terlebih, Banyuwangi memiliki PDRB terbesar ke-8, banyak penduduk ke-5 dan wilayah terluas di Jatim. Banyuwangi juga memiliki potensi sumber daya alam, pertanian, pariwisata dan potensi industri, karena memiliki laut dengan kedalaman yang cukup untuk pengembangan industri,” tambah Petrus.</p>



<p>Selain itu, infrastruktur Banyuwangi juga mendukung akselerasi pertumbuhan investasi. Di Banyuwangi ada pelabuhan, bandara, hingga pabrik kereta api terbesar se-Asia Tenggara. Ditambah lagi jalan tol Trans Jawa yang ditargetkan menyambung ke Banyuwangi mulai tahun ini.</p>



<p>“Fasilitas ini menjadi nilai tambah bagi investor untuk masuk berinvestasi. Tentu ini akan menjadi pengungkit ekonomi di Banyuwangi,” ujarnya.</p>



<p>Kepala DPM PTSP Jatim, Dyah Wahyu, menambahkan dengan beragam potensi yang dimiliki, kinerja investasi Banyuwangi menjadi salah satu yang terbesar di Jatim. Pada 2024, realisasi investasi Banyuwangi menduduki peringkat ke-11 dari 38 kabupaten atau kota se-Jatim dengan total investasi sebesar Rp 3,4 triliun.</p>



<p>“Dengan nilai investasi yang menyumbang di urutan ke-11, maka Banyuwangi kami potret sebagai wilayah pengungkit investasi yang patut untuk dikembangkan,” ujarnya.</p>



<p>Dyah juga menyebut, DPMPTSP bersama BI Jatim telah memotret arah pengembangan perekonomian untuk Banyuwangi. “Selain pengembangan pariwisata yang memang sudah maju, Banyuwangi juga berpotensi besar untuk pengembangan industri hilir, penguatan rantai pasok logistik, serta distribusi barang dan transportasi. Pemprov akan membantu dan mendukung,” jelasnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221708</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Baca Peluang dan Tantangan MBG, PC PMII Kota Malang Gelar Sosialisasi untuk Peningkatan Ekonomi</title>
		<link>https://memontum.com/baca-peluang-dan-tantangan-mbg-pc-pmii-kota-malang-gelar-sosialisasi-untuk-peningkatan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219733</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menghadirkan dua nara sumber, Jumat (28/02/2025) tadi. Sosialisasi yang diikuti sekitar 40 peserta, dari elemen santri, akademisi, praktisi dan elemen masyarakat, itu bertujuan menganalisis peluang dan tantangan MBG sebagai strategi peningkatan ekonomi masyarakat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menghadirkan dua nara sumber, Jumat (28/02/2025) tadi. Sosialisasi yang diikuti sekitar 40 peserta, dari elemen santri, akademisi, praktisi dan elemen masyarakat, itu bertujuan menganalisis peluang dan tantangan MBG sebagai strategi peningkatan ekonomi masyarakat.</p>



<p>Ketua Umum PC PMII Kota Malang, Dicky Wahyu Firmansyah, memberikan apresiasinya terhadap berkelanjutan program MBG. Namun, tentunya hal itu harus ada keterlibatan penuh elemen masyarakat bawah, secara khususnya.</p>



<p>&#8220;Peran korporasi pemerintah masih dominan. Jadi, ini perlu adanya pelibatan masyarakat UMKM dalam proses pelaksanaan hingga pengawasannya,&#8221; kata Dicky.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa kualitas makanan dan minuman (Mamin) yang disajikan program MBG, juga masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, kerap ditemukan adanya ketidaksamaan terkait kualitas makanan minuman di setiap daerah.</p>



<p>&#8220;Selain itu, perlu adanya peningkatan kualitas kandungan gizi yang disajikan dan Standard Operating Procedure (SOP) yang sudah ditentukan perlu adanya pengawasan lagi,&#8221; ujar Dicky.</p>



<p>Kemudian, lanjutnya, terkait sasaran penerima MBG, yang dirasa belum tepat sasaran. Sekolah yang seharusnya menjadi prioritas, yaitu bagi siswa yang masuk dalam keluarga berpendapat rendah.</p>



<p>&#8220;Kepastian pendanaan harus dipastikan dan dimanajemen betul sebagai keberlanjutan program yang efektif dan efisien, sesuai dengan tujuan program MBG,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nara sumber pertama, Yatimul Ainun, dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwasa program strategis nasional MBG sangatlah bagus. Tapi secara teknis pelaksanaan program MBG harus dievaluasi dan diperbaiki dalam sistem operasional.</p>



<p>&#8220;Fakta lapangan akibat program MBG, ditemukan banyak kantin sekolah yang dirugikan, pasalnya minim siswa yang makan di kantin. Sehingga, pengusaha cathering yang awalnya kerja sama dengan sekolah sudah lagi tidak digunakan. Sementara, waktu belajar terganggu mulai dari pembagian nasi hingga proses makannya. Tentunya, ini menyita waktu belajar dan lamanya waktu pendistribusian mengakibatkan makanan tidak lagi fresh,&#8221; kata Ainun.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan adanya tantangan dalam pelaksanaan teknis MBG. Sehingga, perlu adanya atensi sebagai bahan evaluasi.</p>



<p>&#8220;Pertama bagi pesantren yang jumlah santrinya kurang dari 3 ribu, akibatkan mereka harus ikut dapur luar. Kedua menu yang tidak sesuai selera siswa, kemudian bagi mitra mengeluhkan terkait pembayaran yang terlambat. Sebagai mahasiswa, mari berperan aktif dalam mengawal program pemerintahan yang berpihak kepada rakyat bawah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan terkait peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peluang bagi generasi yang memang membutuhkan program ini. &#8220;Adanya program MBG, diharapkan mampu menciptakan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat bawah. Karenanya, pemerintah dapat kolaborasi dengan UMKM yang terlibat aktif dalam program MBG ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, nara sumber dua dari Dosen Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Dr Mofit Jamroni, mengatakan bahwa program MBG juga sebagai wujud dukungan kedaulatan pangan Indonesia. Hal ini, terkait dengan banyaknya hasil bumi berupa produk olahan yang dapat dimanfaatkan untuk mensukseskan MBG.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya potensi kekayaan hayati yang melimpah seperti 77 jenis karbohidrat, 110 jenis rempah, 388 jenis buah, 228 jenis sayuran, 40 jenis bahanamin dan 26 jenis kacang-kacangan, harapanya dapat dikelolah dengan baik. Sehingga, sirkulasi ekonomi tetap berputar lebih baik,&#8221; ujarnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219733</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Malang Sebut Pembongkaran Pasar Besar Peluang Kedua yang Tidak Boleh Gagal</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-sebut-pembongkaran-pasar-besar-peluang-kedua-yang-tidak-boleh-gagal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218760</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, sebut pembongkaran total Pasar Besar Malang kali ini merupakan peluang kedua yang tidak boleh disia-siakan. Sebelumnya, peluang pertama gagal terlaksana meski anggaran telah tersedia, akibat adanya penolakan dari sejumlah pihak. Pria yang kerap disapa Arief, itu menyampaikan bahwa dalam kesempatan ini tidak boleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, sebut pembongkaran total Pasar Besar Malang kali ini merupakan peluang kedua yang tidak boleh disia-siakan. Sebelumnya, peluang pertama gagal terlaksana meski anggaran telah tersedia, akibat adanya penolakan dari sejumlah pihak.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Arief, itu menyampaikan bahwa dalam kesempatan ini tidak boleh gagal untuk dibongkar total. Apalagi, saat ini dikawal langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan.</p>



<p>&#8220;Ketika Wali Kota Malang saat ini dijabat oleh Pj Pak Iwan ada peluang dari pusat. Ini peluang yang kedua dan tidak boleh gagal. Apapun yang terjadi pasar besar harus dibangun. Jangan sampai ada penolakan, kalau ada penolakan dan tiba-tiba pasar ini ada kejadian sesuatu yang tidak kami inginkan apakah yang menolak mau bertanggung jawab? Pasti Pemkot Malang yang disalahkan,&#8221; jelas Arief, Selasa (28/01/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya juga mengajak seluruh pihak, untuk menyepakati pembongkaran ini demi kepentingan bersama. Dirinya memastikan bahwa Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang siap menerima masukan dari para pedagang untuk mengatasi kekhawatiran yang ada.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pak Eko sebagai perwakilan Pemkot Malang sudah siap berdialog dan DPRD juga terbuka untuk mendengar aspirasi pedagang. Hal-hal seperti biaya gratis, tidak ada penambahan pedagangndan ukuran bedak yang tetap sudah diatur dalam rekomendasi pansus. Ini menjadi acuan yang masih berlaku hingga hari ini,” tambahnya.</p>



<p>Arif menegaskan, bahwa pembangunan ulang Pasar Besar bertujuan untuk menciptakan fasilitas yang lebih baik tanpa menghilangkan identitasnya sebagai pasar tradisional. “Kami tidak ingin menghilangkan pasar tradisional, tetapi fasilitasnya harus lebih baik daripada kondisi saat ini,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Arief juga menyampaikan bahwa peluang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) harus dimanfaatkan dengan maksimal. “Anggaran ini bisa dicantolkan ke program PU, khususnya untuk pasar besar. Jangan sampai peluang ini terlewatkan lagi,” imbuh Arief.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk saat ini Pemkot Malang tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) terkait pembongkaran total Pasar Besar Malang dan diharapkan pada pertengahan Februari 2025 sudah terselesaikan. Dengan perkiraan anggaran yang nantinya dibutuhkan sekitar Rp 275 miliar untuk pembangunan tiga lantai. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218760</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stakeholder Forum 2024, Pj Bupati Lumajang Urai Sektor Pertanian Jadi Peluang hingga Tingkatkan Ekonomi</title>
		<link>https://memontum.com/stakeholder-forum-2024-pj-bupati-lumajang-urai-sektor-pertanian-jadi-peluang-hingga-tingkatkan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[stakeholder]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, menghadiri Stakeholder Forum 2024 se-Wilayah Sekarkijang, di Rock Convention Center (RCC), Kamis (05/12/2024) tadi. Dalam sambutannya, dirinya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memprioritaskan sektor pertanian sebagai peluang memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini, tentunya sangat tepat karena Kabupaten Lumajang memiliki potensi besar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, menghadiri Stakeholder Forum 2024 se-Wilayah Sekarkijang, di Rock Convention Center (RCC), Kamis (05/12/2024) tadi. Dalam sambutannya, dirinya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memprioritaskan sektor pertanian sebagai peluang memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini, tentunya sangat tepat karena Kabupaten Lumajang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.</p>



<p>&#8220;Salah satu program prioritas Lumajang tahun 2025, yaitu perluasan lapangan pekerjaan dan membangun keunggulan ekonomi di sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan yang berbasis pada kerakyatan,&#8221; kata Bunda Yuyun-sapaan Pj Bupati Indah Wahyuni.</p>



<p>Bunda Yuyun mengurai, bahwa di sektor pertanian dan perkebunan, Lumajang adalah daerah produsen yang cukup berkontribusi secara nasional. Bahkan, dirinya mencatat pada komoditas pangan, Lumajang dapat menghasilkan padi 469.347 ton pertahun dan Ubi Jalar Pasrujambe sebagai unggulan yang berpeluang untuk ekspor dengan produksi 177 kwintal pertahun.</p>



<p>Selain itu, Lumajang juga memiliki ragam komoditas buah unggulan, seperti Pisang Mas Kirana, Pisang Agung dan pisang lainnya dengan produktivitas 716 ton per tahun. Di samping juga, buah unggulan lain seperti Alpukat Mentega, Salak Pondoh dan manggis yang banyak dikembangkan oleh masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan produksi obat-obatan seperti Kapulaga yang telah diekspor ke Negara China oleh Kelompok Tani Argo Mulyo, Pasrujambe tercatat sebesar 34 ton per bulan dengan nilai Rp 2,38 miliar. &#8220;Di sektor perkebunan Lumajang menghasilkan tebu 1.159.369 ton per tahun dan Kopi Robusta 1.921 ton per tahun. Ke depan bisnis di bidang pertanian memiliki peluang besar, karena kebutuhan manusia tidak lepas dari kebutuhan pangan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, saat ini kebutuhan itu tidak hanya terbatas pada pangan, melainkan juga sebagai lifestyle, yaitu keinginan manusia untuk hidup lebih baik dengan memilih makanan yang enak, segar dan sehat.</p>



<p>Bunda Yuyun juga mengakui, saat ini investasi pada industri pertanian terutama di hilir berada di kota-kota besar, sehingga menambah rantai pasok dan distribusi yang cukup panjang. Sedangkan petani di daerah cenderung memerlukan kecepatan pembayaran sehingga muncul tengkulak atau pengepul.</p>



<p>Oleh sebab itu, kegiatan Stakeholder Forum yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, diharapkan ada investor bidang industri yang mau mendirikan usahanya di daerah. &#8220;Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kami berharap akan ada investor bidang industri yang mendirikan usahanya di daerah, sehingga akan lebih banyak menyerap tenaga kerja. Petani lebih terjamin kesejahteraannya dan dapat meningkatkan PAD tentunya,&#8221; harapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nobar Timnas U-23, Mas Dhito Sebut Peluang ke Olimpiade Paris Bukan Mustahil dan Siap Geber Nobar Kembali</title>
		<link>https://memontum.com/nobar-timnas-u-23-mas-dhito-sebut-peluang-ke-olimpiade-paris-bukan-mustahil-dan-siap-geber-nobar-kembali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[mustahil]]></category>
		<category><![CDATA[Olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208886</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-2 di fase semifinal Piala Asia U-23 Asian Football Confederation (AFC). Meski harus mengalami kekalahan, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengaku optimis bahwa Tim Garuda mampu mengamankan peluang tiket menuju Olimpiade Paris 2024. Hal itu disampaikan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Muda, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-2 di fase semifinal Piala Asia U-23 Asian Football Confederation (AFC). Meski harus mengalami kekalahan, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengaku optimis bahwa Tim Garuda mampu mengamankan peluang tiket menuju Olimpiade Paris 2024.</p>



<p>Hal itu disampaikan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Muda, saat gelaran Nonton Bareng (Nobar) semifinal antara Timnas Indonesia melawan Uzbekistan yang bertempat di Depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Senin (29/4/2024) tadi. “Kalau Indonesia bisa menang di pertandingan perebutan Juara III, maka ke Olimpiade yang terakhir kali tahun 1958 bukan hal yang tidak mungkin,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, meski Indonesia gagal meraih kemenangan saat menghadapi Uzbekistan, mimpi Indonesia untuk bersinar di panggung Olimpiade Paris, itu tetap terbuka setelah 68 tahun menunggu. Karena, Indonesia masih harus berjuang lebih keras untuk mengamankan tiket menuju Olimpiade Paris 2024 di laga perebutan Juara III mendatang.</p>



<p>Kendati meraih hasil yang tidak diharapkan, Mas Dhito tetap mengapresiasi perjuangan tim nasional kelompok umur di bawah 23 tahun itu. Pasalnya, Jeam Kelly Sroyer dan kawan-kawan berhasil melampaui target yang dipasang oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yaitu lolos ke babak delapan besar Piala Asia U-23 AFC.</p>



<p>“Tentunya ini sudah melampaui batas (target, red). Sudah masuk semifinal dan masih ada perebutan Juara III. Sampai hari ini, Timnas Indonesia U23 sudah mencatat sejarah,” tegas bupati berusia 31 tahun itu.</p>



<p>Laga yang berlangsung di Stadion di Stadion Abdullah bin Khalifa tersebut, sejak awal babak pertama, kedua kubu saling mencoba mendominasi permainan dengan melancarkan serangan dari kaki ke kaki. Hal itu terlihat di 15 menit, Uzbekistan telah mendapatkan tendangan pojok sebanyak kedua kali.</p>



<p>Timnas Indonesia yang juga berupaya menahan tekanan tim lawan, sangat menjaga transisi bertahan dengan compact. Ketegangan bertahan itu akhirnya lebih mencair, setelah memasuki menit 20, saat Indonesia mencoba bermain sedikit lebih tenang untuk mendominasi permainan.</p>



<p>Ketenangan itu terlihat ketika pemain Indonesia Witan Sulaeman, mendapat benturan di area kotak penalti. Namun, seusai wasit melihat tayangan ulang menggunakan teknologi VAR, akhirnya dinyatakan bahwa benturan bersih oleh pemain Uzbekistan Abdukodir Khusanov.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Babak pertama pun di tutup dengan skor kacamata 0-0. Dengan statistik penguasaan bola 39 persen&nbsp; Indonesia dan 61 persen Uzbekistan. Ditambahi dengan dua kartu kuning untuk pemain Indonesia Nathan dan Pratama Arhan.</p>



<p>Memulai babak kedua, Indonesia terus mendapat pressing tinggi dari kubu Uzbekistan sehingga membuat Timnas Garuda cukup kesulitan dalam membangun serangan dan hanya mengandalkan serangan balik.</p>



<p>Upaya menciptakan peluang sempat berbuah gol, namun gol Muhammad Ferarri dibatalkan usai kaki Ramadhan Sananta dinyatakan offside meski sangat tipis di depan garis pertahanan Uzbekistan. Kemudian, momentum justru berbalik, Uzbekistan merobek gawang Indonesia melalui tandukan Husain Norchaev di menit 69. Skor berubah menjadi 0-1 sementara.</p>



<p>Tidak hanya itu, pada menit 84 Indonesia harus bermain dengan 10 pemain lantaran kapten Garuda Rizky Ridho mendapat ganjaran kartu merah usai menekel Jasurbek Jaloliddinov. Kelengahan pun terjadi, Uzbekistan menambah kedudukan melalui Own Goal (OG) Pratama Arhan di menit 86. Skor bertambah menjadi 2-0 bagi tim lawan.</p>



<p>Keadaan itu tak membuat Garuda berhenti berjuang. Terlihat Marselino Ferdinan melakukan tembakan ke arah gawang, namun masih sedikit melebar ke arah sasaran. Melihat kebuntuannya, Pelatih Indonesia Shin Tae-Yong memasukkan tiga pemain sekaligus, Ikhsan Zikraj, Rio Fahmi, Dony Tri Pamungkas dengan menarik keluar Pratama Arhan, Fajar Fatur Rahman, Ivar Jenner.</p>



<p>Namun hingga sang pengadil pertandingan memberikan tambahan waktu 90+16’ tak merubah kedudukan. Skor akhir 0-2 untuk kemenangan Uzbekistan dengan statistik penguasaan bola 37 persen Indonesia dan 63 persen Uzbekistan.</p>



<p>Hasil tersebut membuat Indonesia gagal mencapai final dan menduduki bangku perebutan Juara III dan bakal bertemu Irak.</p>



<p>Sementara itu, melihat antusias masyarakat dalam mendukung Tim Nasional Garuda, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana akan menggelar Nobar lanjutan dalam pertandingan perebutan Juara III. &#8220;Nobarnya luar biasa. Nanti kita lanjut (Nobar) di tanggal 2 Mei untuk perebutan Juara III,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wacana Bangun Stadion Baru, Pemkot Malang Buka Peluang untuk Investor</title>
		<link>https://memontum.com/wacana-bangun-stadion-baru-pemkot-malang-buka-peluang-untuk-investor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang membuka peluang bagi sejumlah investor yang ingin membangun stadion baru di Kota Malang. Stadion yang diwacanakan itu, yakni stadion standar FIFA. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa stadion baru itu nantinya akan dibangun di sisi timur Kota Malang, atau di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Lokasi itu dipilih, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang membuka peluang bagi sejumlah investor yang ingin membangun stadion baru di Kota Malang. Stadion yang diwacanakan itu, yakni stadion standar FIFA.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa stadion baru itu nantinya akan dibangun di sisi timur Kota Malang, atau di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Lokasi itu dipilih, agar berdekatan dengan akses jalan tol di wilayah Madyopuro, Kota Malang.</p>



<p>“Beberapa investor memang ingin membangun stadion baru di Kota Malang. Ini stadion baru dan karena memang mereka melihat potensi dari keolahragaan dan prestasi yang ada di Kota Malang, itu sangat baik,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Senin (19/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini, Pj Wali Kota Wahyu membuka peluang bagi siapa saja, yang ingin terlibat atau menjadi investor. Apabila, pembangunan dilakukan di aset milik Pemkot Malang, maka menurutnya harus ada kerja sama yang baik. Meskipun mengenai penentuan lokasinya, itu masih dalam tahap pembicaraan.</p>



<p>“Saya silahkan kalau mau di aset pemerintah. Tapi, harus ada kerja sama,” katanya.</p>



<p>Kemudian, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar nantinya stadion baru tersebut juga dapat difungsikan sebagai sport center. Sehingga, tidak hanya menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan olah raga saja, namun juga pusat kegiatan olah raga beragam serta dapat meningkatkan kualitas dan variasi kegiatan olah raga di Kota Malang.</p>



<p>“Iya kita lakukan nanti bisa jadi sport center. Saya minta sekaligus saja, bukan hanya nasional tapi Internasional standart FIFA nanti,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206119</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
