<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pelukis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pelukis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 08:21:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pelukis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-pelukis-nusantara-meriahkan-festival-seni-lukis-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia serta Komunitas Pelukis Sumenep (Klops), selenggarakan Festival Seni Lukis Madura. Festival ini, berlangsung meriah dan diikuti puluhan pelukis dari berbagai daerah di Nusantara. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan ini sejatinya merupakan wujud nyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia serta Komunitas Pelukis Sumenep (Klops), selenggarakan Festival Seni Lukis Madura. Festival ini, berlangsung meriah dan diikuti puluhan pelukis dari berbagai daerah di Nusantara.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan ini sejatinya merupakan wujud nyata kepedulian dan partisipasi aktif mulai pemerintah, dunia usaha, seniman serta masyarakat Madura dalam melestarikan seni budaya melalui media seni rupa. “Festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi bagian dari wadah ekspresi dan pelestarian seni lukis, untuk menciptakan karya terbaik dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai kearifan lokal,” kata Bupati Achmad Fauzi, di Pendopo Agung Keraton, Sabtu (25/10/2025) tadi.</p>



<p>Pihaknya mengapresiasi, para pelukis dan komunitas seni yang tetap produktif di era modern. Ini membuktikan, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak menjadi penghalang bagi kreativitas dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.</p>



<p>“Para pelukis dan seniman di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tetap mampu menghadirkan karya yang sarat makna, serta menggambarkan keindahan budaya daerah. Ini bukti, bahwa seni dan budaya tetap relevan di setiap zaman,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fauzi menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan, sebagai bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kesenian bukan hanya sarana hiburan, tetapi instrumen pembangunan yang mampu menumbuhkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sehingga, pemerintah daerah memberikan ruang bagi para pelaku seni lukis untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan,” tegas Bupati.</p>



<p>Festival Seni Lukis Madura sendiri, dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, Kepala DPUTR, Erik Susanto, dan Perwakilan PT Indaco Warna, Andika, yang ditandai dengan sebuah goresan.</p>



<p>Di tempat yang sama, Kepala DPUTR, Erik Susanto, menjelaskan peserta Festival Seni Lukis Madura sebanyak 61 pelukis. Tidak hanya dari 4 Kabupaten di Pulau Madura, tetapi dari daerah lain seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo, Magelang dan Yogyakarta.</p>



<p>“Kami tidak hanya menyelenggarakan festival seni lukis semata, tetapi mengadakan lelang 10 lukisan terbaik sebagai penghargaan terhadap karya seni dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif,” imbuhnya. <strong>(kom/sum/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Asta Citra Perupa Malang Pamerkan 72 Lukisan Karya 38 Pelukis Jawa Timur di Gedung DPRD Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/asta-citra-perupa-malang-pamerkan-72-lukisan-karya-38-pelukis-jawa-timur-di-gedung-dprd-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pamerkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[perupa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218278</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Asta Citra Perupa Malang kembali menggelar pameran lukisan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Acara yang berlangsung mulai 6 hingga 12 Januari 2025 ini, memamerkan 72 lukisan karya 38 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ketua pelaksana pameran, Bambang Simbah Randika Santoso, menyampaikan bahwa ini merupakan pameran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Asta Citra Perupa Malang kembali menggelar pameran lukisan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Acara yang berlangsung mulai 6 hingga 12 Januari 2025 ini, memamerkan 72 lukisan karya 38 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur.</p>



<p>Ketua pelaksana pameran, Bambang Simbah Randika Santoso, menyampaikan bahwa ini merupakan pameran kesembilan sejak Asta Citra Perupa Malang didirikan. Acara ini menjadi wadah bagi para pelukis dari berbagai aliran untuk menampilkan karya terbaiknya.</p>



<p>&#8220;Pameran kali ini dikemas menarik dengan tema Gebyar Pameran Lukisan dan Seni Budaya. Pesertanya tidak hanya dari Malang Raya, tetapi juga dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Banyuwangi. Kami berharap pameran ini menjadi kontribusi nyata seniman Malang Raya untuk Kota Malang, Jawa Timur dan Bangsa Indonesia,&#8221; ujar Bambang, Jumat (10/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain lukisan, pameran ini juga menampilkan karya seni lain seperti udeng khas Malang, berbagai jenis keris, dan cendera mata hasil karya pelaku seni di Malang Raya. Pameran ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, sesuai jam kerja DPRD Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, salah satu peserta pameran, Arif Budiman, mengaku sangat antusias bisa kembali berpartisipasi dalam ajang seni ini. Ia mengungkapkan bahwa pameran ini menjadi momentum penting baginya setelah berhenti berkarya selama sepuluh tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Pameran ini memberikan saya semangat baru untuk kembali melukis. Saya menampilkan dua karya lukis saya di sini,&#8221; ujar Arif.</p>



<p>Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga mampu menginspirasi para seniman untuk terus b</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218278</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Wisata Edukasi Lukis dan 3D Kampung Lukis Ruslan, Mas Dhito Berharap juga Cetak Pelukis Muda</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-wisata-edukasi-lukis-dan-3d-kampung-lukis-ruslan-mas-dhito-berharap-juga-cetak-pelukis-muda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[ruslan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meresmikan wisata edukasi lukis dan 3D, yaitu Kampung Lukis Ruslan yang menjadi bagian dari Desa Wisata Dawung, Kecamatan Ringinrejo. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, mengapresiasi keberhasilan Desa Wisata Dawung dalam membuat paket wisata yang tidak seperti kebanyakan desa wisata lainnya, terutama di Kabupaten Kediri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meresmikan wisata edukasi lukis dan 3D, yaitu Kampung Lukis Ruslan yang menjadi bagian dari Desa Wisata Dawung, Kecamatan Ringinrejo. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, mengapresiasi keberhasilan Desa Wisata Dawung dalam membuat paket wisata yang tidak seperti kebanyakan desa wisata lainnya, terutama di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Kampung Lukis Ruslan yang ada di Desa Dawung, ini merupakan potensi yang tidak dimiliki banyak daerah. Karena, pelukis itu tidak ada di semua tempat,&#8221; kata bupati muda ini, Jumat (22/09/2023) tadi.</p>



<p>Karenanya, Mas Dhito mengaku bangga dengan berdirinya Kampung Lukis Ruslan. Diharapkan, ke depan mampu munculnya bibit-bibit pelukis Kabupaten Kediri.</p>



<p>Di kampung lukis ini, imbuhnya, tidak hanya menjadi galeri lukisan. Namun, juga terdapat kelas melukis. Setidaknya, terdapat sekitar 100 orang belajar melukis di Kampung Lukis Ruslan.</p>



<p>&#8220;Sudah banyak anak-anak (belajar di Kampung Lukis Ruslan) mulai dari TK sampai SMA, dari yang pakai krayon sampai ada yang mulai menggunakan cat, kanvas,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Mas Dhito berharap, Kampung Lukis Ruslan dapat mencetak banyak pelukis, sehingga kebudayaan khususnya seni lukis di Kabupaten Kediri dapat lebih berkembang. Harapan itu, pun sejalan dengan diluncurkannya tagline Kabupaten Kediri yang baru, yakni Kediri Berbudaya. Di sisi lain, dengan adanya bandara Kediri, diharapkan berdampak pada tingginya kunjungan ke desa wisata yang ada di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Adanya bandara nanti, ini harapannya bisa menjadi destinasi wisata yang memberikan keuntungan bagi warga Desa Dawung, pada khususnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kepala Desa Dawung, Slamet Widodo, yang juga mendampingi bupati, berharap Kampung Lukis Ruslan sebagai wisata edukasi lukis dan 3D pertama di Kabupaten Kediri, ikut berkontribusi bagi perkembangan pariwisata di Bumi Panjalu. &#8220;Bersama Desa Wisata Dawung, dengan dibukanya Kampung Lukis Ruslan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Pelukis Ruslan, menyampaikan bahwa di Kampung Lukis miliknya itu setiap pekannya khusus Hari Minggu, dibuka kelas lukis. Setelah diresmikan oleh bupati, dirinya berharap semakin banyak menarik wisatawan yang datang termasuk mereka yang akan belajar melukis.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, dalam acara peresmian itu, Bupati Kediri, Mas Dhito, kembali menantang pelukis Ruslan untuk menggelar pameran tunggal. Mas Dhito pun menyiapkan lokasi pameran, baik itu Convention Hall SLG ataupun di Pendopo Panjalu Jayati.</p>



<p>Disinggung mengenai tantangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, Ruslan mengaku sebelumnya tidak bisa mempersiapkan pameran karena masih terfokus pada penyelesaian pembangunan kampung lukis. &#8220;Ke depan, karenanya akan tetap diusahakan (untuk menggelar pameran, red),&#8221; ujar Ruslan.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi ke Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Mas Dhito Dorong Pelukis Kediri Naik Level</title>
		<link>https://memontum.com/silaturahmi-ke-sanggar-kampung-lukis-ruslan-di-desa-dawung-mas-dhito-dorong-pelukis-kediri-naik-level</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dawung,]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[level]]></category>
		<category><![CDATA[lukis]]></category>
		<category><![CDATA[mas]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ruslan]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191621</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri. Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kediri</strong> &#8211; Kepedulian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap pelaku seni di Bumi Panjalu, memang tidak bisa diragukan. Terlebih, dengan dimunculkannya tagline Kediri Berbudaya sebagai destination branding baru Kabupaten Kediri.</p>



<p>Salah satu perhatian yang kembali dilakukan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada pelaku seni ini dengan mengunjungi Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Jumat (23/06/2023) tadi. &#8220;Kediri berbudaya ini salah satunya adalah berkesenian. Karenanya, saya mendorong Pak Ruslan, selaku pelukis yang ada di Kabupaten Kediri, supaya beliau ini segera mengadakan pameran tunggal,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Dimulai dari Ruslan, Mas Dhito berharap nantinya akan muncul pelukis lain dari Kabupaten Kediri, yang bisa dikenal level nasional bahkan internasional. Karena, dirinya selaku kepala daerah, siap memfasilitasi para pelukis ketika nantinya siap mengadakan pameran. Adapun tempat yang bisa digunakan, dirinya mencontohkan adalah Pendopo Panjalu Jayati maupun Convention Hall.</p>



<p>&#8220;Dimana pun boleh dan nanti kita sediakan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Sanggar Kampung Lukis Ruslan di Desa Dawung yang dikunjungi Mas Dhito, sendiri masih proses penyelesaian. Meski begitu, di tempat itu sudah aktif digunakan kegiatan berkumpul pelaku seni lukis, termasuk mengajar seni lukis kepada warga.</p>



<p>Kampung Lukis Ruslan, ini menjadi salah satu daya tarik yang dimililiki Desa Wisata Dawung. Mas Dhito pun mengakui, bahwa keberadaan kampung lukis tersebut menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki desa wisata lain di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Banyak desa yang membuat desa wisata dengan konsep berbagi macam. Desa Dawung ini memiliki Pak Ruslan, yang saat ini beliau memberikan ilmunya kepada warga yang punya bakat dan minat di seni lukis,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain berdiskusi, Mas Dhito dalam kunjungannya juga melihat-lihat lebih dekat karya-karya Ruslan yang mengambil aliran realis. Banyak lukisan berukuran besar terpajang di dinding yang menggambarkan suasana pedesaan.</p>



<p>Selain itu, di bagian dinding lain juga tengah dalam pengerjaan untuk dilukis 3 dimensi. Salah satu yang sudah terlihat hampir selesai merupakan lukisan kawanan gajah.</p>



<p>Sementara Ruslan sendiri mengungkapkan, bahwa Sanggar Kampung Lukis yang didirikan itu dirintis sejak mulai Pandemi Covid-19. Setidaknya, ada sekitar 100 orang belajar melukis di sanggar miliknya.</p>



<p>Kehadiran Bupati Kediri ke sanggar miliknya, diakuinya sangat memberikan motivasi bagi dirinya. Dorongan untuk mengadakan pameran tunggal, menurutnya menjadi tantangan karena saat ini dirinya masih berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan sanggar. Terlebih, untuk menghasilkan satu karya lukis realis, setidaknya waktu yang dibutuhkan lebih dari sebulan.</p>



<p>&#8220;Semoga saja nanti bisa. Karena saat ini, PR saya harus menyelesaikan yang 3D karena berkaitan dengan desa wisata. Jadi mau tidak mau, saya harus gas pol supaya segera cepat selesai,&#8221; ujarnya termotivasi.&nbsp;<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191621</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Art dalam Pandemi Covid-19, Pelukis Asal Malang Pamerkan 75 Lukisan di Gedung DPRD</title>
		<link>https://memontum.com/art-dalam-pandemi-covid-19-pelukis-asal-malang-pamerkan-75-lukisan-di-gedung-dprd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 15:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meskipun saat ini masih dalam masa pendemi, namun tidak membuat seniman lukis asal Malang berhenti berkarya. Mereka terus bangkit dan menyuguhkan karya-karya terbaiknya dalam Pameran Lukisan &#8216;Art dalam Pandemi Covid-19&#8217; yang didakan di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11/2020) siang. Sebanyak 75 karya lukis seniman asal Malang yang mencoba bangkit dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meskipun saat ini masih dalam masa pendemi, namun tidak membuat seniman lukis asal Malang berhenti berkarya. Mereka terus bangkit dan menyuguhkan karya-karya terbaiknya dalam Pameran Lukisan &#8216;Art dalam Pandemi Covid-19&#8217; yang didakan di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11/2020) siang.</p>
<p>Sebanyak 75 karya lukis seniman asal Malang yang mencoba bangkit dari pandemi Covid-19. Berbagai aliran lukisan tampil dengan nilai seni yang tinggi, karya 32 pelukis yang tergabung dalam komunitas seni lukis &#8216;Asta Citra Perupa Malang&#8217;.</p>
<p>Bambang Randika Santoso, Ketua Panitia Pameran Lukisan &#8216;Art dalam Pandemi Covid-19&#8217; mengatakan bahwa event ini sangat berarti di masa pandemi Covid-19.</p>
<p>“Ini sangat berarti bagi kami. Karena selama pandemi susah melakukan pameran. Event kan ndak ada. Jadi kami bersyukur sekali diberi ruang pamer ini di gedung dewan. Harapannya kita bisa bangkit kembali dan terus berkreasi,” ujar Bambang.</p>
<p><div id="attachment_127734" style="width: 860px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-127734" decoding="async" class="size-full wp-image-127734" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Salah satu karya yang dipamerkan. (gie)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Salah-satu-karya.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-127734" class="wp-caption-text">Salah satu karya yang dipamerkan. (gie)</p></div></p>
<p>Pameran berlangsung sejak 16 hingga berakhir pada 22 November 2020. Dijelaskan oleh Bambang bahwa harga lukisan yang dipamerkan beragam. Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta.</p>
<p>&#8220;Tema lukisan pun beragam pula. Ada yang beraliran abstrak, realis seperti lukisan panorama dan pemandangan hingga lukisan portrait seseorang,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Karya yang terpajang di halaman dalam Gedung Dewan ini diantaranya hasil karya pelukis-pelukis handal asal Malang. Beberapa pelukis asal Malang yang memamerkan karyanya dalam pameran lukis &#8216;Art dalam Pandemi Covid-19&#8217; diantaranya Bambang Simbah, Suyitno, Suderi, Ratih Wendarianti, Gatot AR, Irwan Purnomo, dan beberapa lainnya.</p>
<p>Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.mengapresia pameran lukisan &#8216;Art dalam Pandemi Covid-19&#8217;. Kami berikan apresiasi kepada para seniman yang terus berkreasi.</p>
<p>&#8220;Saya selaku Ketua DPRD Kota Malang mendukung penuh kegiatan ini dengan menggunakan lobby gedung DPRD Kota Malang. Semoga dapat memberikan penyegaran dan menumbuhkan kreativitas-kreativitas pelukis dan penggiat seni lainnya untuk terus berkarya. Tetap semangat dan terus berkarya,” ujar Made.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127732</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Candi Deres, Disparbud Jember Gelar Lukis On The Spot</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-candi-deres-disparbud-jember-gelar-lukis-spot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2017 15:12:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[candi deres]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/13568-promosikan-candi-deres-disparbud-jember-gelar-lukis-spot</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Demi memajukan destinasi wisata dan pengenalan Situs Cagar budaya Candi Deres yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, (Disparbud) gelar acara Reog dan Jatilan. Selain itu pihak Disparbud juga mengadakan lomba melukis On the Spot bertema Candi Deres peninggalan jaman Majapahit hindu jawa tersebut juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Demi memajukan destinasi wisata dan pengenalan Situs Cagar budaya Candi Deres yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, (Disparbud) gelar acara Reog dan Jatilan. </p>
<p>Selain itu pihak Disparbud juga mengadakan  lomba melukis On the Spot bertema Candi Deres peninggalan jaman Majapahit hindu jawa tersebut juga melibatkan puluhan KPJ, (komunitas perupa Jember)  yang turut andil dalam kegiatan pada Minggu (17/12/2017). </p>
<p>Candi Deres yang memang sebelumnya masih sangat jarang dikenal banyak kalangan ahirnya sama pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dibangunlah Gapura selamat datang dan juga pagar depan agar warga yang datang dari jauh tau jika di Dusun Deres tersebut ada peningalan jaman majapahit dan menjadi tlatah para raja ketika memijakan kaki di Kabupaten Jember kala itu. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0266-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-13570" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0266-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0266-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0266-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0266-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Disparbud dalam rangkaian acara tersebut juga mengajak pihak Muspika, aparat kepolisian, Dewan dan tentunya juga pihak desa Purwoasri melalui kepala desa bernama Syahuri.</p>
<p>&#8220;Kami libatkan pihak desa dan beberapa elemen masyarakat seperti karang taruna pemuda purwoasri bersatu untuk bersama menjaga situs berharga yang dibangun tahun 1900 SM,&#8221; ucap Susmiadi (shoez studio) selaku Kabid Kebudayaan Disparbud kabupaten Jember. </p>
<p>Dirinya juga menambahkan jika untuk para peserta lomba yang menang melukis dengan tema candi tersebut akan diserahkan peserta kepada disparbud. &#8220;Nantinya akan dilelang untuk kepentingan kemajuan seni lukis kabupaten Jember,&#8221; pungkasnya. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0262-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-13569" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0262-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0262-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0262-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171217-WA0262-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kepala Desa Purwoasri Syahuri menyatakan,  &#8220;Saya dan warga sangat berterima kasih pada Kabupaten Jember yang sudah bersusah payah membangun gapura dan pagar untuk situs candi Deres di wilayah kami ini. Semoga kedepan infrastruktur lain lekas menyusul.&#8221;</p>
<p>Terlihat di lokasi masyarakat yang sedari pagi sudah memadati kawasan candi guna melihat gelaran yang diselenggarakan dinas pariwisata. Menampilkan seni reog dan jatilan juga melukis candi. Seorang warga Desa Gumukmas, Masruroh berharap gelaran seperti ini terus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Saya pribadi berterima kasih karena pihak terkait sudah peduli sekali pada cagar budaya seperti ini,&#8221; pungkasnya. <strong>(Lum/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13568</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
