<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemasaran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemasaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2025 12:39:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemasaran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Audiensi bersama Pengrajin Batik Situbondo, Mas Rio Tularkan Ilmu dan Siap Bantu Pemasaran</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-pengrajin-batik-situbondo-mas-rio-tularkan-ilmu-dan-siap-bantu-pemasaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pengrajin]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tularkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar audiensi bersama pengrajin batik se Kabupaten Situbondo, Selasa (06/05/2025) tadi. Pertemuan itu dilakukan, untuk mendengarkan aspirasi sekaligus membahas tantangan dan mencari solusi bersama tentang pemasaran batik lokal Situbondo. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menghadiri langsung dalam audiensi itu juga turut membagikan ilmu manajemen pemasaran kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar audiensi bersama pengrajin batik se Kabupaten Situbondo, Selasa (06/05/2025) tadi. Pertemuan itu dilakukan, untuk mendengarkan aspirasi sekaligus membahas tantangan dan mencari solusi bersama tentang pemasaran batik lokal Situbondo.</p>



<p>Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menghadiri langsung dalam audiensi itu juga turut membagikan ilmu manajemen pemasaran kepada para pengerajin batik. Termasuk, siap membantu dalam pemasaran batik lokal Situbondo.</p>



<p>&#8220;Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo siap untuk mempromosikan produk batik lokal Situbondo. Dalam waktu dekat ini, kita akan melaksanakan festival batik lokal Situbondo,” kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan komitmennya, untuk terus mendorong kreasi dan inovasi para pengerajin Batik Situbondo. “Saya minta kepada para pengrajin batik untuk terus berkreasi dan mengembangkan motif-motif baru yang unik dan menarik. Serta, meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasaran,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Mas Rio juga akan memberikan dukungan pelatihan kepada para pengrajin batik agar keterampilan dalam memotif batik semakin meningkat. “Dalam pemasaran saya akan berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Baik itu pemerintah, swasta maupun organisasi, untuk mendukung industri batik lokal Situbondo semakin berkembang,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan berbagai kegiatan, sambung Mas Rio, diharapkan industri batik Situbondo dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Selain itu, juga melestarikan warisan budaya membatik.</p>



<p>“Saya juga akan mengajari semua dalam pemasaran Batik Situbondo,” terang Mas Rio.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Mas Rio juga memesan 16 batik dengan motif Maronggi atau Kelor. “Bagi para pembatik yang bisa membuat motif Maronggi atau Kelor, saya pesan. Tapi, harus selesai kurang dari satu bulan,” kata Mas Rio.</p>



<p>Sementara itu, seorang pengrajin Maulana Batik, Yani, mengatakan dengan adanya diskusi langsung dengan Mas Rio, maka pengerajin Batik Situbondo harus maju bersama dengan cara sharing ilmu dan pengalaman. “Setelah Mas Rio berdiskusi dengan kami, maka harapannya kami para pengerajin Batik Situbondo, bisa maju bersama-sama. Siap naik kelas bareng Mas Rio,” kata Yani.</p>



<p>Dirinya bersama para pengerajin batik se Kabupaten Situbondo, juga meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, khususnya Mas Rio, untuk memberikan perhatian lebih kepada pembatik. “Kurang lebih 4 tahun, kami para pengerajin batik Situbondo tidak tersentuh oleh pemerintah. Untuk itu, kami meminta kepada Mas Rio, tidak hanya berjanji tapi harus direalisasikan mendorong semangat baru bagi para pengerajin Batik Situbondo,” imbuhnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemasaran Pisang Mas Kirana Lumajang Miliki &#8216;Dekengan Pusat&#8217; untuk Tembus Pasar Global</title>
		<link>https://memontum.com/pemasaran-pisang-mas-kirana-lumajang-miliki-dekengan-pusat-untuk-tembus-pasar-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[‘dekengan]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[kirana]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[pisang]]></category>
		<category><![CDATA[pusat]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang terus memperluas pengembangan pemasaran Pisang Mas Kirana. Bahkan, kini hasil produksi ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat, agar Pisang Mas Kirana tembus pasar global. Hal itu, disampaikan Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, saat menerima kunjungan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian RI bersama Food and Agriculture Organization (FAO) di Ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang terus memperluas pengembangan pemasaran Pisang Mas Kirana. Bahkan, kini hasil produksi ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat, agar Pisang Mas Kirana tembus pasar global.</p>



<p>Hal itu, disampaikan Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, saat menerima kunjungan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian RI bersama Food and Agriculture Organization (FAO) di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Kamis (17/10/2024) tadi. &#8220;Ini kabar baik. Kehadiran bapak-ibu, seolah membuat ada &#8216;dekengan pusat&#8217;. Sehingga, paling tidak kami dibantu dan ada tempat berkeluh kesah. Ini menjadi titik awal menggelorakan Pisang Mas Kirana di Jawa Timur, nasional dan bahkan pasar internasional,&#8221; kata Pj Bupati Lumajang.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Kelompok Pascapanen dan Pengolahan Hortikultura, Dirjen Hortikultura Kementan, Ofi Nidausoleha, mengungkapkan bahwa Pisang Mas Kirana merupakan komoditi unggulan dari Kabupaten Lumajang. Pisang Mas Kirana menjadi salah satu komoditi yang menjadi primadona di pasar domestik maupun prospektif dilirik pasar global.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pisang ini, tambahnya, memiliki karakteristik ukuran, rasa dan warna kulit yang kuning cerah. Sehingga, banyak diminati pasar domestik maupun pasar global. Karena karakternya yang khas, pisang ini baru bisa dikembangkan di tiga kecamatan di Lereng Gunung Semeru yakni di Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit.</p>



<p>Pisang Mas Kirana sendiri menjadi fokus dalam program One Country One Priority Product (OCOP) FAO. &#8220;Pisang Mas Kirana menjadi spesial agricultural product, atau produk yang memiliki keunggulan dan potensial. Untuk itu, harus kita tindak lanjuti bagaimana produktivitas dan kita ingin merevolusi atau modernisasi agar Pisang Mas Kirana lebih bagus lagi. Kita ingin kegiatan ini bisa berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, National Programme Assistant FAO, Theresa Amorita Siahaan, menjelaskan bahwa kehadirannya bersama tim akan melakukan tiga kegiatan utama. Yakni, Good Agricultural Practices (GAP) yaitu budidaya pertanian yang baik melalui fasilitasi lab kultur jaringan, Good Handling Practices (GHP) atau penanganan pasca panen yang baik. &#8220;Serta, diversifikasi pasar, yang target market kami saat ini adalah Singapura dan Tiongkok,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kendala Pengusaha Keripik Tempe, Pemkot Malang Diminta Beri Dukungan Pemasaran dan Harga Kedelai</title>
		<link>https://memontum.com/kendala-pengusaha-keripik-tempe-pemkot-malang-diminta-beri-dukungan-pemasaran-dan-harga-kedelai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diminta]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[kedelai]]></category>
		<category><![CDATA[kendala]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemasaran yang sulit dan harga kedelai yang tinggi, menjadi kendala dari salah satu pengrajin dan pengusaha Keripik Tempe Sanan. Salah satunya, dialami oleh Pemilik usaha Keripik Tempe Amanah, Imam Ghazali. Menurut Imam, pemasaran itu menjadi kendalanya, karena banyaknya pesaing yang ada dan Toko Pusat Oleh-oleh Khas Malang tidak menerima semua produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemasaran yang sulit dan harga kedelai yang tinggi, menjadi kendala dari salah satu pengrajin dan pengusaha Keripik Tempe Sanan. Salah satunya, dialami oleh Pemilik usaha Keripik Tempe Amanah, Imam Ghazali.</p>



<p>Menurut Imam, pemasaran itu menjadi kendalanya, karena banyaknya pesaing yang ada dan Toko Pusat Oleh-oleh Khas Malang tidak menerima semua produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga, itu sedikit merepotkan.</p>



<p>“Kalau kami, untuk pemasaran itu hanya melalui sales dan distribusinya hanya ke Kota Batu dan ke Kalimantan. Itu aja,” kata Imam, Jumat (14/06/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, Imam berharap agar ke depan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, nantinya dapat membantu mengenai pemasaran produk UMKM. Terutama, di Sentra Industri Keripik Sanan tersebut.</p>



<p>“Harapan kami setelah ada kunjungan dari Pj Wali Kota Malang ini, ke depan nantinya dapat dibantu mengenai pemasarannya. Karena itu yang menurut kami sedikit agak repot,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, untuk menyikapi kenaikan harga kedelai, Imam mengaku jika harga keripik tempe juga akan dinaikkan. Sebab, jika itu tidak dilakukan, maka dia mengalami kerugian dan tidak balik modal.</p>



<p>“Paling tinggi harga kedelai bisa sampai Rp 15 ribu, padahal biasanya Rp 10 ribu. Nah kalau harga kedelai pas lagi mahal, mau tidak mau harga keripik tempe juga kita naikkan Rp 100 rupiah,” ucapnya.</p>



<p>Padahal dalam satu kali produksi keripik tempe dia bisa menghabiskan sampai dengan 1 ton kedelai. Sedangkan untuk jumlah tempe bisa menghabiskan 50 lonjor tempe.</p>



<p>“Tapi kalau penjualan saat ini sudah stabil, alhamdulillah dan harga kedalai sekarang Rp 10.500. Untuk harga jual kami per pack nya Rp 7.500. Di sini ramai kalau pas hari raya dan alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap juga,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini Diskopindag selalu memberikan support bagi para UMKM. Terutama, mengenai perizinan merek, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pelatihan.</p>



<p>“Tetapi untuk pelatihan memang belum menyeluruh, nanti akan kami agendakan sesuai dengan intruksi Pj Wali Kota Malang. Kemudian untuk support lain yang akan kami berikan nanti mengenai promosi produk akan lebih kita berikan sepenuhnya,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemasaran UMKM Offline Masih Jadi Kendala, Ini Upaya Diskopindag Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pemasaran-umkm-offline-masih-jadi-kendala-ini-upaya-diskopindag-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[kendala]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[offline]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204818</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang masih terus berupaya meningkatkan pemasaran produk bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu dilakukan, karena beberapa upaya pemasaran beberapa diantaranya masih menjadi kendala. Sehingga, masyarakat juga harus mengikuti perkembangan zaman yang ada. Kepala Bidang UMKM Diskopindag Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang masih terus berupaya meningkatkan pemasaran produk bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu dilakukan, karena beberapa upaya pemasaran beberapa diantaranya masih menjadi kendala. Sehingga, masyarakat juga harus mengikuti perkembangan zaman yang ada.</p>



<p>Kepala Bidang UMKM Diskopindag Kota Malang, Farid Suaidi, menyampaikan bahwa Diskopindag untuk mensiasati itu telah mengakomodir pelaku UMKM melalui komunitas dan asosiasi. &#8220;Di kami, banyak UMKM yang berada di bawah naungan komunitas dan juga asosiasi. Tetapi, juga banyak UMKM yang tidak masuk komunitas dan asosiasi. Sehingga, ini harus kami akomodir semuanya, agar kendala mengenai pemasaran ini nantinya dapat terselesaikan secara merata,” kata Farid, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>Masih menurut Farid, para pelaku UMKM ini menginginkan penjualan yang dilakukan secara online, sama ramainya dengan penjualan secara offline. Sehingga, dalam hal ini Diskopindag Kota Malang juga telah memberikan ruang melalui pameran-pameran yang dilakukan.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>:</p>





<p>“Kami menyediakan tempat, kemudian sering melakukan pameran. Karena keterbatasan juga, tidak mungkin semua dilibatkan ke pameran. Akhirnya semua kita gilir dan gantian. Tapi yang pasti legalitas, produk, kemasan, Kota Malang itu sudah paling bagus,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Diskopindag Kota Malang menurutnya juga bekerjasama dengan bank maupun instansi lainnya, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembinaan UMKM. Sehingga, banyak pelaku UMKM dari Diskopindag Kota Malang yang diikutsertakan dalam pembinaan dan pameran.</p>



<p>“Bank Indonesia punya CSR untuk memasarkan produk. Biasanya mereka itu minta data ke kami terkait UMKM, setelah itu melakukan kurasi dan tim kurasi dari kami juga. Jadi binaan bank-bank itu sebenarnya dari kami, mereka tinggal melanjutkan untuk membantu pemasarannya,” paparnya.</p>



<p>Di sisi lain, saat ini Pemkot Malang telah memiliki program ‘Kamis Mbois Ilakes,’ yang mewajibkan para ASN di lingkungan Pemkot Malang untuk menggunakan produk-produk UMKM pada hari Kamis. “Tentu hal itu juga menjadi salah satu bentuk dukungan bagi para pelaku UMKM Kota Malang,” imbuhnya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204818</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantu Pemasaran Produk UMKM Kediri, Mas Dhito Gandeng Supermarket dan Minimarket</title>
		<link>https://memontum.com/bantu-pemasaran-produk-umkm-kediri-mas-dhito-gandeng-supermarket-dan-minimarket</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Minimarket]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Supermarket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195238</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bakal menggandeng supermarket atau minimarket untuk membantu memasarkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kediri. Mas Dhito-sapaan bupati muda ini memberikan perhatian serius pada perkembangan UMKM. Bahkan tidak hanya memberikan pendampingan dan pelatihan, namun juga dalam membantu memasarkan produk. Sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bakal menggandeng supermarket atau minimarket untuk membantu memasarkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kediri.</p>



<p>Mas Dhito-sapaan bupati muda ini memberikan perhatian serius pada perkembangan UMKM. Bahkan tidak hanya memberikan pendampingan dan pelatihan, namun juga dalam membantu memasarkan produk.</p>



<p>Sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Tutik Purwaningsih, bahwa menindaklanjuti arahan bupati pihaknya telah menyurati pihak minimarket yang ada di Kabupaten Kediri. &#8220;Kita nantinya juga akan undang dan pertemukan pihak minimarket dengan UMKM,&#8221; katanya, Senin (07/08/2023) tadi.</p>



<p>Harapan Mas Dhito, yaitu supaya minimarket menyediakan stand untuk UMKM sekaligus mengingatkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2021 yang mewajibkan pusat pembelanjaan dan toko swalayan menyediakan ruang usaha atau promosi untuk UMKM. Setelah pertemuan dan terdapat komitmen antara pihak minimarket dengan pelaku UMKM, dalam jangka pendek diharapkan minimarket harus dapat memasarkan produk UMKM sekitar.</p>



<p>&#8220;Untuk jangka menengah dan panjang, produk UMKM bisa masuk minimarket di semua wilayah Kabupaten,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Menurut Tutik, selama kepemimpinan Mas Dhito, pelaku UMKM mendapatkan perhatian serius. Termasuk, pada fasilitasi perijinan dan mengikutkan produk UMKM dalam kurasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dinas Perdagangan dalam hal ini, bekerjasama dengan instansi lain termasuk Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri. &#8220;Saat ini kita juga perlu siapkan UMKM-nya memastikan kualitas dan kontinuitas produk,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Menjaga kualitas dan kontinuitas ini penting supaya produk yang dijual nantinya dapat bertahan dan diterima di pasaran. Pelaku UMKM dituntut supaya produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.</p>



<p>Di sisi lain, pelaku UMKM juga memiliki komitmen terhadap penyediaan produk ketika nantinya sudah masuk ke minimarket. Penjaminan keberlangsungan pasokan ini perlu diperhatikan para pelaku UMKM.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Kediri sendiri terdapat ribuan pelaku UMKM. Untuk membantu pemasaran, pemerintah daerah pun kerap menggandeng pelaku UMKM dalam setiap event yang diadakan.</p>



<p>Dengan menggandeng UMKM dalam event yang diadakan pemerintah daerah itu, Mas Dhito berharap produk yang dihasilkan pelaku UMKM dapat semakin dikenal luas publik.</p>



<p>Untuk memperluas jangkauan pasar, dalam acara Jumat Ngopi di Pendopo Panjalu Jayati pada 21 Juli 2023, Mas Dhito menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan supaya produk UMKM bisa masuk minimarket.</p>



<p>&#8220;Kita akan bantu kalau bisa masuk supermarket. Kita minta pemilik untuk memberikan stand UMKM, mereka harus menyediakan spot untuk UMKM kabupaten,&#8221; tutur Mas Dhito kala itu.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195238</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
