<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pembangun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pembangun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 13:33:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pembangun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembangun Jembatan Sonokembang Gunakan Precast Beton, Pemkot Malang Siapkan Anggaran Rp 5 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/pembangun-jembatan-sonokembang-gunakan-precast-beton-pemkot-malang-siapkan-anggaran-rp-5-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[beton,]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[pembangun]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[precast]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[sonokembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229696</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, menargetkan pembangunan Jembatan Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, akan berlangsung di Februari 2026 mendatang. Sebagai tahapan, rencana pembangunan itu kini memasuki masa lelang. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan yakni sebesar Rp 5 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, menargetkan pembangunan Jembatan Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, akan berlangsung di Februari 2026 mendatang. Sebagai tahapan, rencana pembangunan itu kini memasuki masa lelang.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan yakni sebesar Rp 5 miliar. Besarnya anggaran tersebut, sejalan dengan perubahan desain dan spesifikasi konstruksi, termasuk penggunaan material precast beton.</p>



<p>&#8220;Konstruksi jembatan baru ini berbeda dengan jembatan lama. Kami bangun lebih tinggi dan lebih lebar, serta menggunakan material yang lebih bagus, yakni precast beton. Karena kualitasnya lebih baik, anggarannya juga menyesuaikan,&#8221; ujar Dandung, Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p>Penggunaan precast beton dipilih, ujarnya, karena dinilai memiliki kekuatan struktur yang lebih baik, mutu terkontrol, serta daya tahan jangka panjang dibandingkan konstruksi sebelumnya. Material tersebut, juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kerusakan serupa di masa yang akan datang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nantinya Jembatan Sonokembang akan memiliki panjang sekitar 17 meter, dengan lebar ditingkatkan dari 5,5 meter menjadi 9 meter. Selain itu, ketinggian jembatan juga akan disesuaikan dengan elevasi jalan di sekitarnya guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang sebelumnya ambrol pada Oktober 2025 lalu. Setelah lebih dari tiga bulan menggunakan Jembatan Bailey sebagai jembatan darurat, Pemkot Malang kini memastikan pembangunan permanen segera dilakukan.</p>



<p>Dandung menegaskan, selama proses pembangunan berlangsung, arus lalu lintas tetap dapat berjalan normal. Hal ini karena Jembatan Bailey akan tetap difungsikan hingga jembatan baru selesai dan resmi dioperasikan.</p>



<p>&#8220;Jembatan Bailey tetap digunakan sampai jembatan baru beroperasi, sehingga tidak ada penutupan total akses jalan,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229696</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Perayaan Hari Raya Kuningan, Wabup Mujiono Apresiasi Peran Umat Hindu di Pembangun Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-perayaan-hari-raya-kuningan-wabup-mujiono-apresiasi-peran-umat-hindu-di-pembangun-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan,]]></category>
		<category><![CDATA[mujiono]]></category>
		<category><![CDATA[pembangun]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221711</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi peran aktif Umat Hindu yang selama ini telah bahu-membahu dan bergotong-royong dalam memajukan Banyuwangi, bersama berbagai elemen masyarakat lainnya. Hal ini, disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (03/05/2025) tadi. Diketahui, bahwa Hari Raya Kuningan merupakan hari suci [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi peran aktif Umat Hindu yang selama ini telah bahu-membahu dan bergotong-royong dalam memajukan Banyuwangi, bersama berbagai elemen masyarakat lainnya. Hal ini, disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (03/05/2025) tadi.</p>



<p>Diketahui, bahwa Hari Raya Kuningan merupakan hari suci bagi Umat Hindu, yang dirayakan 10 hari setelah Hari Raya Galungan. Hari ini, diperingati sebagai momen kembalinya para leluhur ke istana masing-masing dan umat memohon keselamatan serta kemakmuran dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewata. Di Hari Raya Kuningan ini, tampak ribuan Umat Hindu di Kabupaten Banyuwangi memadati Pura Agung Blambangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Mujiono dalam kesempatan itu menekankan keguyuban (kebersamaan) dan kedamaian adalah modal berharga bagi Banyuwangi dalam membangun daerah. &#8220;Terima kasih Umat Hindu yang selama ini telah ikut bergotong-royong, memajukan Banyuwangi bersama berbagai elemen masyarakat lain. Keguyuban dan kedamaian adalah modal Banyuwangi dalam membangun daerah. Mari kita jaga modal yang kita miliki ini untuk menuju Banyuwangi yang lebih baik,&#8221; kata Wabup Mujiono.</p>



<p>Dirinya berharap, momentum Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk mempererat persatuan dan toleransi antar umat beragama. Kerukunan dan toleransi umat beragama, sangat fundamental dalam menciptakan masyarakat yang harmoni dan sejahtera di Banyuwangi.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) Banyuwangi, Sardiyanto, mengajak seluruh umat Hindu yang merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik sebagai cerminan dharma. &#8220;Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira, yakni introspeksi diri, serta mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi diantara kita,&#8221; papar Sardiyanto. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221711</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
