<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pembelajaran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pembelajaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Dec 2025 12:04:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pembelajaran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelar Festika Jatim 2025, Disdik Jatim Tekankan AI sebagai Alat Bantu Pembelajaran</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-festika-jatim-2025-disdik-jatim-tekankan-ai-sebagai-alat-bantu-pembelajaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik]]></category>
		<category><![CDATA[festika]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228756</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Festika) Jawa Timur tahun 2025 di Kota Malang, Senin (15/12/2025) tadi. Gelaran itu, mengambil tajuk Digitalisasi Pembelajaran Bermakna Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, termasuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Festika) Jawa Timur tahun 2025 di Kota Malang, Senin (15/12/2025) tadi. Gelaran itu, mengambil tajuk Digitalisasi Pembelajaran Bermakna Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.</p>



<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), tidak dapat menggantikan peran guru dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mentransfer nilai dan karakter yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi.</p>



<p>“Di dalam seorang guru itu ada transfer of attitude, sensitivitas dan nilai. Itu tidak bisa dilakukan oleh AI. Teknologi hanyalah tools, sementara di balik teknologi itu tetap manusia,” kata Gubernur Khofifah.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap berbasis nilai kemanusiaan. Menurutnya, guru tetap menjadi figur yang digugu dan ditiru dalam mentransformasikan teknologi kepada peserta didik.</p>



<p>“Artificial Intelligence, teknologi dan informasi ini adalah alat. Nilainya tetap ada pada guru. Teknologi jangan ditempatkan sebagai sesuatu yang bebas nilai,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa sejak awal pemerintah pusat telah menegaskan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses pembelajaran maupun peran tenaga pendidik. “AI bukan menggantikan proses pembelajaran, tetapi membantu proses pembelajaran itu sendiri. Karena itu kami mengenalkan AI kepada guru dan murid agar mereka memahami mana sisi positif dan mana sisi negatifnya,” kata Aries.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa penggunaan AI di dunia pendidikan diharapkan tetap menjadikan teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas dan proses berpikir manusia. “Menulis tidak diambil alih oleh AI, berkarya juga tidak digantikan AI. AI hanya sebagai alat bantu. Kita tidak boleh kalah dengan teknologi, tapi harus mampu bersanding dengannya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tambahnya.</p>



<p>Aries juga menyoroti karakteristik generasi Z yang lebih cepat memahami pembelajaran berbasis visual. Kehadiran AI dan teknologi dinilai mampu membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif.</p>



<p>“Pemerintah juga membagikan Interactive Learning Lab (IPL) di sekolah-sekolah untuk memudahkan proses pembelajaran. Fitur-fitur teknologi ini harus dikuasai guru agar pembelajaran lebih mudah diterima siswa,” tuturnya.</p>



<p>Melalui Festika Jatim 2025, menurutnya menjadi wadah para guru yang telah memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Kegiatan itu, diharapkan melahirkan bibit-bibit guru baru yang adaptif terhadap teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan.</p>



<p>“Banyak guru kita sudah memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Festika ini menjadi ruang berbagi dan inspirasi agar semakin banyak guru yang bersemangat menggunakan teknologi secara bijak,” imbuh Aries. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Pembelajaran sebagai Orang Tua dan Anak, Bupati Kediri bersama Istri Antar Buah Hati Masuk Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/beri-pembelajaran-sebagai-orang-tua-dan-anak-bupati-kediri-bersama-istri-antar-buah-hati-masuk-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pendidikan pertama anak berawal dari keluarga. Karenanya, tidak heran bila tatkala seorang anak baru kali pertama masuk sekolah, orang tua berperan penting untuk memberikan motivasi bagi anak yang akan mengenal lingkungan pendidikan baru. Setidaknya, gambaran itulah yang dilakukan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bersama istri, Eriani Annisa Hanindhito, di hari pertama anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pendidikan pertama anak berawal dari keluarga. Karenanya, tidak heran bila tatkala seorang anak baru kali pertama masuk sekolah, orang tua berperan penting untuk memberikan motivasi bagi anak yang akan mengenal lingkungan pendidikan baru. Setidaknya, gambaran itulah yang dilakukan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bersama istri, Eriani Annisa Hanindhito, di hari pertama anak masuk sekolah, Senin (14/07/2025) tadi.</p>



<p>Sebelum mengawali rutinitas harian, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, bersama istri, Mbak Cicha, menyempatkan mengantarkan anak keduanya, Shadiya Ansarra Pramana, untuk mulai masuk pendidikan kelompok bermain (KB) di Jalan Soekarno Hatta, Ngasem. Apa yang dilakukan Mas Dhito, ini bisa menjadi pembelajaran bagi setiap orang tua. Di tengah kesibukan sebagai pejabat, dirinya tetap meluangkan waktu bagi buah hatinya.</p>



<p>Di sisi lain, yang dilakukan Mas Dhito tersebut menjadi wujud pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Tujuan dari gerakan ini, tentunya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan, pendidikan dan perlindungan anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menyampaikan bahwa di Kabupaten Kediri, ada surat edaran untuk para ayah yang memiliki anak sekolah baik tingkat TK-SMA. Dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa bagi para ayah bisa mengantar putra atau putrinya di hari pertama masuk sekolah.</p>



<p>&#8220;Apa yang dilakukan Mas Bupati menjadi contoh. Di tengah kesibukannya, beliau meluangkan waktu untuk mengantar putrinya masuk sekolah di hari pertama ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Diterangkan Andadari, pola asuh yang baik bagi anak paling utama berasal dari kedua orang tua. Melalui surat edaran tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi orang tua khususnya ayah yang memiliki tanggung jawab terhadap pola asuh anak. &#8220;Kita harap momentum hari ini dapat menjadi pengingat kembali di tengah kesibukannya, peran ayah sangat diperlukan dalam pola asuh untuk membentuk karakter anak,&#8221; urai Andadari.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi atas contoh yang ditunjukkan Mas Dhito, kepada buah hatinya. Hal itu, sebagaimana jargon yang diusung, diharapkan perhatian yang ditunjukkan para ayah menjadikan Kabupaten Kediri yang berbudaya dengan anak-anak yang berkarakter. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Google for Education Leader, Kadisdikbud Situbondo Usulkan Model Pembelajaran Budi Pekerti</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-google-for-education-leader-kadisdikbud-situbondo-usulkan-model-pembelajaran-budi-pekerti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[education]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kadisdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<category><![CDATA[pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman, menghadiri acara Diskusi Pembelajaran Berbasis Digital yang diprakarsai oleh Google For Education Indonesia, Selasa (29/04/2025) tadi. Kegiatan Google for Education Leader Series yang akan berlangsung di Google Indonesia, Pacific Century Place Tower, Level 45 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman, menghadiri acara Diskusi Pembelajaran Berbasis Digital yang diprakarsai oleh Google For Education Indonesia, Selasa (29/04/2025) tadi. Kegiatan Google for Education Leader Series yang akan berlangsung di Google Indonesia, Pacific Century Place Tower, Level 45 SCBD Lot 10, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, ini menghadirkan 50 peserta dengan melibatkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, kepala yayasan, kepala sekolah, serta pemimpin daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.</p>



<p>Dalam diskusi ini, Plt Kepala Disdikbud Fathor Rakhman mengusulkan Model Pembelajaran Terintergrasi Berbasis Digital dengan menonjolkan penguatan karakter atau budi pekerti. Sementara Kabupaten Situbondo, diundang karena berhasil dalam mengimplementasikan solusi teknologi pendidikan melalui program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam sesi diskusi, Kabupaten Situbondo mengusulkan Model Pembelajaran Terintergrasi Berbasis Digital dengan menonjolkan Penguatan Karakter atau Budi Pekerti,&#8221; kata Fathor.</p>



<p>Acara Google for Education Leader Series 2025 ini, sambung Fathor, bertujuan untuk menjelajahi potensi AI dalam dunia pendidikan. Dengan harapan, akan dapat mendorong inovasi dan kolaborasi antar lembaga pendidikan.</p>



<p>“Momen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo untuk memamerkan keberhasilannya dalam mengembangkan sistem pendidikan modern yang berbasis teknologi. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Bupati Lumajang Ajak Calon Guru Penggerak Berinovasi sebagai Pelopor Pembelajaran</title>
		<link>https://memontum.com/pj-bupati-lumajang-ajak-calon-guru-penggerak-berinovasi-sebagai-pelopor-pembelajaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berinovasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Pelopor]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[penggerak]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215899</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, membuka kegiatan Lokakarya 7 dengan tema &#8216;Panen Hasil Belajar&#8217; yang merupakan kulminasi dari proses pembelajaran dalam Program Guru Penggerak (PGP), di Aula SMK Muhammadiyah Lumajang, Minggu (27/10/2024) tadi. Pj Bupati Lumajang yang akrab dengan nama Bunda Yuyun, ini menyampaikan bahwa konteks transformasi pendidikan menuju model yang lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, membuka kegiatan Lokakarya 7 dengan tema &#8216;Panen Hasil Belajar&#8217; yang merupakan kulminasi dari proses pembelajaran dalam Program Guru Penggerak (PGP), di Aula SMK Muhammadiyah Lumajang, Minggu (27/10/2024) tadi.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang yang akrab dengan nama Bunda Yuyun, ini menyampaikan bahwa konteks transformasi pendidikan menuju model yang lebih relevan dengan kebutuhan abad 21. Dimana, Guru Penggerak memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan komunitas sekolah untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia.</p>



<p>“Bahwa pendidikan Indonesia ke depan harus lebih inklusif, partisipatif dan adaptif yang merupakan kunci untuk menciptakan generasi penerus bangsa, berkarakter Pancasila, berakhlak mulia dan mampu bersaing di era global,” kata Pj Bupati Yuyun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Bupati Lumajang berharap, Guru Penggerak Lumajang mampu memimpin dan menciptakan lingkungan belajar yang bisa merangkul semua peserta didik, mendorong keterlibatan aktif seluruh stakeholder, serta responsif terhadap perubahan dan tantangan zaman. “Untuk itu kepemimpinan instruksional, inovasi pembelajaran dan penguasaan teknologi digital merupakan kompetensi kunci yang harus diimplementasikan oleh setiap Guru Penggerak dalam melaksanakan tugas mulia ini,” tambahnya.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang juga mengajak 211 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 10 Kabupaten Lumajang, untuk terus bergerak dan berinovasi sebagai pelopor pembelajaran yang berpusat pada murid, menyenangkan, menantang dan relevan dengan kebutuhan zaman. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215899</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fasilitasi Angkutan Gratis Siswa, Bupati Jember Harap Tenaga Pendidik Lakukan Pembelajaran Luar Kelas</title>
		<link>https://memontum.com/fasilitasi-angkutan-gratis-siswa-bupati-jember-harap-tenaga-pendidik-lakukan-pembelajaran-luar-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidik]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213695</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, menekankan kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Jember, untuk terus bisa melakukan pembelajaran di luar kelas. Seperti suatu misal, dengan menggunakan lingkungan alam dan budaya. Melalui langkah ini, diharapkan bisa memberikan pengalaman belajar yang berkesan untuk siswa. Terlebih, hal itu juga menjadi salah satu anjuran pembelajaran dalam implementasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, menekankan kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Jember, untuk terus bisa melakukan pembelajaran di luar kelas. Seperti suatu misal, dengan menggunakan lingkungan alam dan budaya.</p>



<p>Melalui langkah ini, diharapkan bisa memberikan pengalaman belajar yang berkesan untuk siswa. Terlebih, hal itu juga menjadi salah satu anjuran pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.</p>



<p>Dengan langkah itu, diharapkan semua sekolah di Jember, pun diharapkan bisa memanfaatkan tempat wisata yang ada untuk belajar. Sehingga, mengintegrasikan pengalaman langsung dengan konsep akademis.</p>



<p>Bupati Hendy menegaskan bahwa banyak program Pemkab Jember yang mendukung tercapainya Merdeka Belajar. Salah satunya, seperti peresmian Tugu Titik 0 Kilometer.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Keberadaan Tugu Titik 0 Kilometer tersebut bisa menjadi pembelajaran sejarah penting Jember, kepada siswa. Selain itu, juga bisa menjadi lokasi belajar yang mengasyikkan,” kata Bupati Hendy, Senin (2/08/2024) tadi.</p>



<p>Ditegaskannya, bahwa bukan hanya Tugu Titik 0 Kilometer yang bisa menjadi bahan pembelajaran. Namun, bisa juga Pasar Tanjung, dimana untuk belajar ilmu matematika.</p>



<p>Mengenai hal ini, paparnya, Pemkab Jember siap memfasilitasi transportasi untuk sekolah yang mengadakan kegiatan belajar di luar kelas. Sehingga, metode ini bisa membangkitkan minat dan motivasi belajar yang lebih besar pada siswa.</p>



<p>“Pengalaman belajar di luar kelas, ini akan memiliki nilai yang berkesan untuk mereka,” tambahnya.</p>



<p>Angkutan gratis untuk siswa saat ini, ungkapnya, juga sudah berjalan. Bahkan, pihak sekolah harus benar-benar memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213695</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Pembelajaran Diferensiasi Nasi Tiga Beras Raih Penghargaan 5 Terbaik Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-pembelajaran-diferensiasi-nasi-tiga-beras-raih-penghargaan-5-terbaik-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diferensiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212432</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Raihan penghargaan inovasi yang masuk 5 terbaik Nasional, bukan hanya diraih oleh SMPN 2 Kota Malang. Namun, prestasi dan penghargaan serupa juga diterima SMPN 13 Kota Malang. Yakni, melalui pengembangan metode pembelajaran bertajuk Layanan Siswa Istimewa Galas Berwirausaha (Nasi Tiga Beras). Pembelajaran inovasi tersebut, merupakan diferensiasi bagi siswa istimewa yang berkiblat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Raihan penghargaan inovasi yang masuk 5 terbaik Nasional, bukan hanya diraih oleh SMPN 2 Kota Malang. Namun, prestasi dan penghargaan serupa juga diterima SMPN 13 Kota Malang. Yakni, melalui pengembangan metode pembelajaran bertajuk Layanan Siswa Istimewa Galas Berwirausaha (Nasi Tiga Beras).</p>



<p>Pembelajaran inovasi tersebut, merupakan diferensiasi bagi siswa istimewa yang berkiblat pada kurikulum nasional, yakni Merdeka Belajar. Diharapkan melalui inovasi tersebut, nantinya dapat melayani para siswa istimewa, sehingga dapat tumbuh secara optimal.</p>



<p>“Dengan semangat pendidikan inklusif menjadi sebuah implementasi Merdeka Belajar yang lahir untuk menciptakan pembelajaran berkualitas dengan disesuaikan kebutuhan dan kondisi siswa. Sehingga, harapannya mereka mempunyai tingkat pendidikan dengan kualitas yang sama dengan siswa reguler,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Selasa (30/07/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan Nasi Tiga Beras itu merupakan hasil replikasi inovasi Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma&#8217;Siti) dari SMP Negeri 10 Kota Malang. Dimana sebelumnya, telah mendapatkan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Klaster Pemerintah Kota Tahun 2023 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mereka ini sangat luar biasa, karena bisa berinovasi dengan memberikan pembelajaran diferensiasi, seperti Jarik Ma’Siti, SIMBA ASIA, dan NASI TIGA BERAS ini,” ujar Suwarjana.</p>



<p>Lebih lanjut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Guru BK SMPN 13 Kota Malang, Sinthian Susan, menyampaikan bahwa gagasan tersebut sudah ada sejak tahun 2022 lalu. Itu merupakan sebuah inovasi pembelajaran kontekstual dan kewirausahaan bagi siswa istimewa.</p>



<p>“Jadi tidak hanya memberikan materi yang dikaitkan dengan situasi kewirausahaan, namun juga melatih siswa untuk menghasilkan produk. Sebagai contoh, sekolah memberikan keterampilan membuat telur asin juga beternak ayam ras,” jelas Susan.&nbsp;</p>



<p>Hal tersebut dilakukan, menurutnya juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri para siswa inklusi, bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Sehingga, dengan keistimewaan yang dimiliki tidak menjadi hambatan untuk lebih inovatif dan makin peraya diri, khususnya dalam berwirausaha.</p>



<p>“Bagaimanapun keadaannya, pasti mereka punya potensi di bidangnya. Mereka berhak mendapat pendidikan tanpa perbedaan. Berbekal asesmen diagnostik non-kognitif berupa tes psikologi serta identifikasi bakat dan minat terhadap siswa inklusi, kami ciptakan program pelayanan Nasi Tiga Beras yang bertujuan menggali potensi kemampuan wirausaha siswa inklusi,” imbuh Susan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Kota Malang Dorong Pembelajaran Outing Class Via Kunjungan Museum</title>
		<link>https://memontum.com/disdikbud-kota-malang-dorong-pembelajaran-outing-class-via-kunjungan-museum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[outing]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212091</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang akan segera menjadwalkan kunjungan museum bagi siswa SD dan SMP. Itu dilakukan, sebagai bagian dari pembelajaran outing class (di luar kelas, red). Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa dengan kunjungan ke museum yang ada di Kota Malang, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang akan segera menjadwalkan kunjungan museum bagi siswa SD dan SMP. Itu dilakukan, sebagai bagian dari pembelajaran outing class (di luar kelas, red).</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa dengan kunjungan ke museum yang ada di Kota Malang, itu untuk memperkenalkan pada para siswa dan siswi. Apalagi, di Kota Malang ada beberapa museum yang tentunya kaya akan berbagai sumber informasi dan sejarah.</p>



<p>“Memang kita jadwalkan untuk SD dan SMP karena ini kan juga tahun ajaran baru. Mungkin kalau ada kesulitan terlalu jauh, bisa kita gunakan bis atau elf sekolah. Bis sekolah dari pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB kan diparkir, nah itu bisa digunakan untuk jemput anak-anak kunjungan ke museum, tugas pembelajaran outing classnya,” kata Suwarjana, Senin (22/07/2024) tadi.</p>



<p>Disamping itu, dengan adanya kunjungan ke museum tersebut, diharapkan juga dapat mengurangi kunjungan edukatif ke luar kota. Sehingga, bisa lebih efisien dari segi waktu dan biaya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita tidak harus dengan kunjungan yang jauh, tanpa biaya atau pun dengan biaya yang murah. Di Kota Malang sendiri ini ada museum-museum yang harus diketahui oleh anak-anak ini,” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, Disdikbud Kota Malang juga memanfaatkan museum untuk mengadakan berbagai gelaran acara. Itu dilakukan sebagai bagian upaya memperkenalkan museum-museum tersebut.</p>



<p>“Kemarin di museum pendidikan yang ada di Kedungkandang sudah kita pakai untuk lomba, kemudian juga jalan sehat. Kita arahkan ke sana biar masyarakat tahu kita punya museum pendidikan, antara bulan ini atau Agustus juga ada lomba di Museum Empu Purwa,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, selain kunjungan ke berbagai museum, nantinya outing class juga bisa dilakukan ke Gedung Malang Creative Center (MCC). Apalagi, itu juga inisiatif dari Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. “Iya bisa juga dengan kunjungan ke Gedung MCC,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212091</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Disdikbud Jombang Gelar Bimtek untuk Guru PAUD</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-pembelajaran-kurikulum-merdeka-disdikbud-jombang-gelar-bimtek-untuk-guru-paud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimtek]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran paradigma baru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (26/02/2024) tadi. Guna memaksimalkan pelaksanaan itu, turut hadir nara sumber yang berasal dari Fasilitator, Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak serta Pengajar Praktik. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran paradigma baru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (26/02/2024) tadi. Guna memaksimalkan pelaksanaan itu, turut hadir nara sumber yang berasal dari Fasilitator, Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak serta Pengajar Praktik.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek dilakukan agar setiap kegiatan di satuan pendidikan mengandung unsur proses belajar. “Guru-guru PAUD harus sudah terbiasa dengan Kurikulum Merdeka. Karenanya, mari kita segera move on. Memang kurikulum harus diganti setiap saat, sesuai tantangan zaman,” kata Kadisdikbud Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa kemampuan dan keterampilan yang dikuasai seorang anak didik, sangatlah penting agar mampu memenuhi tuntutan akademis di unit pendidikan berikutnya. Sebab, seorang anak harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, identitas sosial, jaringan sosial serta metode belajar mengajar.</p>



<p>Adanya kegiatan Bimtek ini, ujarnya, diharapkan para guru PAUD di Kabupaten Jombang, bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. “Ketika guru PAUD bisa membiasakan diri dengan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga pendidikan, maka implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang PAUD sudah pasti akan berjalan lancar. Ini tentunya sesuai dengan yang diharapkan,” tambahnya.</p>



<p>Perlu diketahui, Bimtek dilaksanakan mulai tanggal 19 Januari hingga 29 Februari dan diikuti 480 guru PAUD di Kabupaten Jombang. Pelaksanaan terbagi menjadi dua gelombang serta tersebar di empat lokasi. Yakni, Aula 1 Disdikbud Jombang, SDN Losari 1 Kecamatan  Ploso, SKB Mojoagung dan SDN Ngoro 1 Kecamatan Ngoro. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MGMP Bahasa Jawa SMP Gelar Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/mgmp-bahasa-jawa-smp-gelar-workshop-penguatan-pembelajaran-bahasa-jawa-berbasis-kearifan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen, menghadiri gelaran Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal dalam Reksa Basa untuk Generasi Z, Senin (29/01/2024) tadi. Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali pertemuan. Dalam kesempatan itu, Kadisdikbud mengapresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Senen, menghadiri gelaran Workshop Penguatan Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal dalam Reksa Basa untuk Generasi Z, Senin (29/01/2024) tadi. Pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, dijadwalkan akan berlangsung selama empat kali pertemuan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Kadisdikbud mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dilaksanakan oleh MGMP Bahasa Jawa SMP. Itu karena, workshop tersebut sangat mendukung kurikulum merdeka dengan mengedepankan kearifan lokal. MGMP Bahasa Jawa SMP juga sudah membuat buku bahan ajar sendiri untuk siswa dan itu sangat bagus karena bisa sesuai dengan budaya Kabupaten Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Penjenengan (Anda, red) juga harus mengikuti perkembangan zaman untuk pembelajarannya. Hal tersebut dilakukan, agar anak-anak bisa tertarik dan harus berbasis IT,” katanya.</p>



<p>Pembina MGMP Bahasa Jawa SMP, Nur Kolis, mengatakan bahwa MGMP ini merupakan wadah belajar sekaligus berkolaborasi bagi guru negeri maupun swasta. Dirinya juga berharap, agar partisipasi anggota terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Monggo kito gunakan buku engkang sampun wonten niku (buku yang sudah ada, red). Proses pembuatannya sangat panjang dan saya yakin buku itu baik. Karena, ini mengandung unsur kearifan lokal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Perlu diketahui, materi yang disampaikan juga sepenuhnya merupakan kearifan lokal Kabupaten Jombang. Diantaranya, seperti Campursari, Besutan, Sandur Manduro dan Jula-juli.<strong> (azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205408</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
