<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pembeli &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pembeli/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 13:53:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pembeli &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis</title>
		<link>https://memontum.com/penjualan-hewan-kurban-lesu-pedagang-di-kota-malang-sebut-pembeli-turun-drastis</link>
					<comments>https://memontum.com/penjualan-hewan-kurban-lesu-pedagang-di-kota-malang-sebut-pembeli-turun-drastis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[drastis]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232673</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penjualan hewan kurban di Kota Malang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pedagang mengaku, bahwa daya beli masyarakat melemah, terutama untuk kambing, meski harga justru turun cukup signifikan. Salah satu penjual hewan kurban di kawasan Saxophone, Kecamatan Lowokwaru, Fahmi, mengatakan bahwa tren penjualan tahun ini berbeda dibanding Idul Adha tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penjualan hewan kurban di Kota Malang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pedagang mengaku, bahwa daya beli masyarakat melemah, terutama untuk kambing, meski harga justru turun cukup signifikan.</p>



<p>Salah satu penjual hewan kurban di kawasan Saxophone, Kecamatan Lowokwaru, Fahmi, mengatakan bahwa tren penjualan tahun ini berbeda dibanding Idul Adha tahun sebelumnya. Bahkan, hingga mendekati hari raya, stok hewan kurban masih tersisa cukup banyak.</p>



<p>“Kalau tahun lalu H-2 itu sudah ludes. Nah sekarang sampai sekarang masih ada sekitar 50 persen yang belum laku,” ujar Fahmi, Senin (25/05/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bila kondisi tersebut menjadi penurunan paling terasa, selama beberapa tahun terakhir. Padahal biasanya atau menjelang malam takbiran, stok hewan kurban sudah hampir habis terjual.</p>



<p>“Sekarang malah kebalikannya. Mudah-mudahan sampai malam takbiran masih bisa maksimal dan habis semua,” katanya.</p>



<p>Fahmi menjual total sekitar 70 ekor hewan kurban yang terdiri dari 38 kambing dan sisanya sapi. Untuk kambing, sebagian berasal dari peternakan sendiri dan sebagian didatangkan dari wilayah Jabung. Sedangkan, sapi banyak dipasok dari Madura.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau sapi dari Madura karena lebih ekonomis dan harganya lebih murah,” tambahnya.</p>



<p>Menariknya, di tengah penurunan minat beli, harga sapi justru mengalami kenaikan cukup tinggi. Fahmi menyebut, harga sapi naik hingga Rp 3 hingga 4 juta dibanding tahun lalu. Sedangkan kambing, mengalami penurunan cukup tajam akibat minimnya peminat.</p>



<p>“Harga sapi yang awalnya sekitar Rp18 juta sekarang jadi kisaran Rp 21 juta. Kalau kambing turun banget, tahun lalu dijual sekitar Rp 3,5 juta, kini turun menjadi Rp 2,9 juta hingga Rp 3 juta per ekor. Bisa lebih murah Rp 400 ribu,” ucapnya.</p>



<p>Menurut Fahmi, menurunnya minat masyarakat membeli kambing dipengaruhi banyaknya kebutuhan pengeluaran yang datang bersamaan dengan momentum Idul Adha, mulai biaya sekolah hingga kelulusan anak. Karena itu, di tahun ini dia lebih banyak menyediakan kambing kelas menengah ke bawah agar tetap terjangkau masyarakat.</p>



<p>“Kalau tahun lalu lebih banyak kelas jumbo, sekarang saya sediakan yang menengah ke bawah,” lanjutnya.</p>



<p>Meski penjualan menurun, Fahmi memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan. “Alhamdulillah sehat semua. Sebelum dijual juga sudah disuntik dari peternakan,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/penjualan-hewan-kurban-lesu-pedagang-di-kota-malang-sebut-pembeli-turun-drastis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232673</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Raya Idul Adha, Penjual Hewan Kurban di Pasuruan Kebanjiran Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-raya-idul-adha-penjual-hewan-kurban-di-pasuruan-kebanjiran-pembeli</link>
					<comments>https://memontum.com/jelang-hari-raya-idul-adha-penjual-hewan-kurban-di-pasuruan-kebanjiran-pembeli#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232609</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Mendekati Hari Raya Idul Adha, lapak-lapak penjualan hewan kurban di Kota dan Kabupaten Pasuruan, mulai kebanjiran pembeli. Momen tahunan ini, membawa berkah tersendiri bagi para penjual hewan kurban yang mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam waktu singkat. Salah satunya, seperti dirasakan Irfan, pedagang kambing kurban yang membuka lapak di Jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Mendekati Hari Raya Idul Adha, lapak-lapak penjualan hewan kurban di Kota dan Kabupaten Pasuruan, mulai kebanjiran pembeli. Momen tahunan ini, membawa berkah tersendiri bagi para penjual hewan kurban yang mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam waktu singkat.</p>



<p>Salah satunya, seperti dirasakan Irfan, pedagang kambing kurban yang membuka lapak di Jalan Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Baru dua pekan berjualan, hampir seluruh kambing dagangannya ludes diborong warga.</p>



<p>“Kalau total saya punya 80 kambing dan 20 ekor sapi. Sudah laku 60 kambing dan 5 sapi,&#8221; kata Irfan, Jumat (22/05/2026) tadi.</p>



<p>Tingginya minat masyarakat membeli kambing kurban, ujarnya, tidak lepas dari harga yang relatif terjangkau serta layanan tambahan yang memudahkan pembeli. Irfan memberikan penawaran spesial, yakni setiap pembelian 1 ekor sapi, mendapatkan bonus 1 ekor anakan kambing. Sedangkan pembelian 10 ekor sapi bonus 1 ekor anakan sapi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pelayanan yang lengkap, kualitas kambing dan sapi dengan harga yang bersaing juga menjadi alasan banyak pelanggan kembali membeli di lapaknya setiap tahun. &#8220;Lumayan juga sih promo ini membuat banyak warga jadi beli kambing dan sapi di sini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditanya soal harga kambing dan sapi kurban, Irfan menjelaskan kalau harganya bervariasi. Yakni, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4,7 juta perekor, untuk ukuran dan jenis kambing. Sedangkan sapi, berkisar Rp 20 juta ke atas.</p>



<p>Dari hasil penjualan itu, dirinya mengaku mampu meraup omzet hingga sekitar puluhan juta selama musim penjualan kurban tahun ini. &#8220;Lumayan lah mas untungnya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Salah satu pembeli, Abdul Rahman, mengaku sudah tiga tahun ini menjadi pelanggan tetap di lapak milik Fani. Dirinya merasa puas, karena selain harga kambing yang sesuai kantong, proses pengiriman hingga ke masjid tempat penyembelihan juga sangat membantu.</p>



<p>“Lebih praktis karena diantar langsung saat hari penyembelihan,” katanya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jelang-hari-raya-idul-adha-penjual-hewan-kurban-di-pasuruan-kebanjiran-pembeli/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232609</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Penjual Hewan Kurban Sapi di Kota Malang Kebanjiran Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-penjual-hewan-kurban-sapi-di-kota-malang-kebanjiran-pembeli</link>
					<comments>https://memontum.com/jelang-idul-adha-penjual-hewan-kurban-sapi-di-kota-malang-kebanjiran-pembeli#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232464</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan hewan kurban di Kota Malang mulai menggeliat. Salah satunya, seperti terlihat di lapak Spesialis Sapi Madura Al-Firdhaus Qurban di Jalan Terusan Sulfat, yang hampir kehabisan stok sapi akibat tingginya permintaan masyarakat. Pedagang Sapi, Muhammad Sufi (39), mengaku tahun ini menjadi musim kurban paling ramai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan hewan kurban di Kota Malang mulai menggeliat. Salah satunya, seperti terlihat di lapak Spesialis Sapi Madura Al-Firdhaus Qurban di Jalan Terusan Sulfat, yang hampir kehabisan stok sapi akibat tingginya permintaan masyarakat.</p>



<p>Pedagang Sapi, Muhammad Sufi (39), mengaku tahun ini menjadi musim kurban paling ramai. Sebab, sudah 10 hari mendirikan lapak, di hari pertama ada sebanyak 24 ekor sapi yang langsung terjualkan. Kemudian, di hari berikutnya, penjualan stabil di angka lima hingga tujuh ekor per hari, bahkan sempat mencapai delapan ekor.</p>



<p>&#8220;Tinggi banget pembeliannya. Pokok sangat melonjak. Tahun sekarang alhamdulillah. Kalau tahun lalu mampu menjual sekitar 50 ekor sapi. Sementara tahun ini angka penjualan sudah mencapai 75 ekor. Kami juga punya stok sekitar 100 ekor, jadi masih aman,” kata Sufi, Senin (18/05/2026) tadi.</p>



<p>Seluruh sapi yang dijual merupakan sapi lokal Madura yang didatangkan langsung dari Kabupaten Pamekasan. Menurut Sufi, sapi Madura memiliki karakteristik khas yang menjadi alasan banyak pembeli memilihnya.</p>



<p>“Kulitnya lebih tipis, tulangnya kecil, kepala kecil, tapi dagingnya padat dan kesat. Itu yang dicari pembeli,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tingginya permintaan tidak hanya datang dari Kota Malang saja, bahkan berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, mulai Surabaya, Gresik, Lumajang, Pasuruan, Pandaan hingga Kota Batu. Beberapa instansi, termasuk dari lingkungan Polda Jawa Timur, juga tercatat menjadi pembeli.</p>



<p>&#8220;Untuk penjualan kami ada secara online dan offline. Kalau online lewat TikTok, tetapi hampir semuanya datang langsung ke lapak. Online ada, tapi lebih banyak offline,” tuturnya.</p>



<p>Harga sapi yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 16 juta hingga Rp 39 juta per ekor. Pembeli umumnya memilih sapi kelas menengah untuk kebutuhan masjid dengan kisaran harga Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.</p>



<p>Bahkan, seluruh sapi yang dijualkan juga dilengkapi surat kesehatan hewan dari Dinas Peternakan. Pemeriksaan rutin juga dilakukan sejak proses pengiriman dari Madura hingga masa karantina sebelum masuk ke wilayah Kota Malang.</p>



<p>Sufi memperkirakan permintaan sapi kurban masih akan terus meningkat hingga mendekati Idul Adha. Dalam beberapa hari terakhir, ia bahkan kembali mendatangkan tambahan sapi menggunakan dua truk pengiriman.</p>



<p>“Semakin dekat Idul Adha biasanya makin ramai. Yang awalnya dua ekor per hari, sekarang bisa lima sampai delapan ekor,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jelang-idul-adha-penjual-hewan-kurban-sapi-di-kota-malang-kebanjiran-pembeli/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232464</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Polresta Malang Tangkap Karyawan SPBU dan Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/penyalahgunaan-bbm-bersubsidi-polresta-malang-tangkap-karyawan-spbu-dan-pembeli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersubsidi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang karyawan SPBU berinisial A (42), warga kawasan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan seorang pembeli BBM Pertalite berinisial ABS (29), warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ditangkap petugas Polresta Malang Kota, Kamis (15/04/2026) sekitar pukul 04.00. Petugas menangkap A, karena diduga menjual Pertalite kepada ABS, yang membawa mobil modifikasi penuh jerigen 35 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang karyawan SPBU berinisial A (42), warga kawasan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan seorang pembeli BBM Pertalite berinisial ABS (29), warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ditangkap petugas Polresta Malang Kota, Kamis (15/04/2026) sekitar pukul 04.00.</p>



<p>Petugas menangkap A, karena diduga menjual Pertalite kepada ABS, yang membawa mobil modifikasi penuh jerigen 35 liter di SPBU Pertamina Jalan Yulius Usman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Adapun barang bukti yang diamankan, mobil Daihatsu, 14 jerigen 35 liter berisi pertalite, 9 jerigen 36 liter kosong, rangkaian pompa, print out barcode pertalite dan ponsel.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengatakan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait kegiatan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi jenis pertalite di SPBU Pertamina Jalan Julius Usman Kota Malang. &#8220;Tersangka ABS melakukan aksinya dengan dibantu A, selaku karyawan SPBU,&#8221; ujar AKP Rahmad Aji, saat rilis, Selasa (21/04/2026) tadi.</p>



<p>Saat itu, ABS menggunakan sarana mobil dengan tangki kendaraan telah dimodifikasi agar tidak terlihat masyarakat saat mengisi BBM ke jerigen. &#8220;Dari tangki terdapat selang penghubung. Dengan bantuan pompa, selang itu dapat mengisi jerigen-jerigen yang terdapat di dalam mobil,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelum proses pengisian itu, ABS menunjukan barcode pembelian pertalite kepada tersangka A. Untuk 1 barcode, diperuntukan 1 mobil dengan jatah 120 liter pertalite setiap harinya. Setelah terisi 120 liter, ABS kembali menunjukan barcode yang lain untuk pengisian kembali hingga semua jerigen yang di dalam mobil terisi pertalite.</p>



<p>&#8220;Tersangka ABS memiliki 5 barcode pengisian pertalite. Dia mengaku 2 barcode miliknya sendiri dan 3 lainnya beli di Facebook. ABS menyiapkan 23 jerigen 35 liter. Kemudian pertalite itu akan dijual kembali untuk eceran dan dijual kepada beberapa toko. Untuk tersangka A mendapat imbalan dari ABS sebesar Rp 5000 setiap 1 jerigen. Sedangka ABS menjual kembali ke toko-toko dengan keuntungan sekitar Rp 700 perliternya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk tersangka dikenakan Pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana ditambah dan diubah dengan Pasal 40 angka 9 UU RI No 6 Tahun 2023 tentang tentang cipta kerja. &#8220;Tersangka ABS terancam hukuman 6 tahun penjara. Sengka A ditambah 2/3 dari maksimum ancaman pidana,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain menangkap ABS dan A, petugas juga menangkap RC (30), warga kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, di waktu yang bersamaan di SPBU Jalan Yulius Usman, Kota Malang. Saat itu, RC mengisi pertalite ke motor Thunder miliknya secara berulang-ulang untuk dimasukan ke dalam jerigen.</p>



<p>&#8220;RC juga mengecer bensin pertalite dan juga menjualnya ke toko-toko,&#8221; tambah AKP Rahmad Aji. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masih dalam Proses Perlawanan, Yayan Riyanto Ingatkan Tak Ada Perlindungan untuk Pembeli Aset Milik Kliennya</title>
		<link>https://memontum.com/masih-dalam-proses-perlawanan-yayan-riyanto-ingatkan-tak-ada-perlindungan-untuk-pembeli-aset-milik-kliennya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 07:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kliennya]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[perlawanan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[riyanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222384</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang nampaknya akan tetap melakukan lelang aset milik Eka Pragawinata (78), pengusaha pengolahan karet dan saos, warga Jalan Indragiri, Kota Malang, pada Selasa (27/05/2025) mendatang. Yakni, sebuah aset yang terletak di Jalan Simpang LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Terkait hal ini, Kuasa Hukum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang nampaknya akan tetap melakukan lelang aset milik Eka Pragawinata (78), pengusaha pengolahan karet dan saos, warga Jalan Indragiri, Kota Malang, pada Selasa (27/05/2025) mendatang. Yakni, sebuah aset yang terletak di Jalan Simpang LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Terkait hal ini, Kuasa Hukum Eka Pragawinata, yakni Dr Yayan Riyanto SH MH, mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang membeli aset milik kliennya di Jalan Simpang LA Sucipto Malang. &#8220;Walaupun kami sudah akan masuk sidang gugatan perlawanan lelang, ternyata KPKNL tetap ngotot bila lelang tidak bisa dibatalkan. Kami baru terima suratnya,&#8221; ujarnya, Sabtu (24/05/2025) tadi.</p>



<p>Seperti diketahui, bahwa Eka dan empat saudaranya secara resmi mengajukan perlawanan terhadap eksekusi lelang yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum. Alasannya ada cacat hukum dalam perjanjian yang tertulis di notaris saat akad peminjaman uang Rp 25 miliar ke Bank Panin Dubai Syariah.</p>



<p>Gugatan perlawanan itu diajukan oleh Yayan Riyanto bersama dua tim kuasa hukumnya VLF Bili SH MH dan Rifqi I Wibowo, dari kantor Law Firm Yayan Riyanto ke Pengadilan Agama (PA) Kota Malang pada 18 Mei 2025. Perlawanan eksekusi lelang aset Eka yang kini mencapai Rp 44 miliar ini, ditujukan kepada KPKNL Malang, PT Bank Panin Dubai Syariah Malang, notaris Diah Aju Wisnuwardhani dan BPN Kota Malang. Perlawanan ini dilakukan karenadinilai ada cacat hukum.</p>



<p>Melalui surat resmi KPKNL Malang Nomor S-2329/KNL.1003/2025 tertanggal 21 Mei 2025 yang dia terima, pelaksanaan lelang Eksekusi Hak Tanggungan atas perkara No.10/Pdt.Eks-HT/2021/PA.Mlg tetap berjalan. &#8220;Kami mengingatkan agar calon pembeli berhati-hati. Ingat SHM tidak akan bisa beralih nama ke pemenang lelang karena masuk dalam objek perkara perlawanan lelang,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mantan Ketua DPC Peradi RBA Kota Malang menyebut, bahwa dalam gugatannya yang akan disidang Rabu (28/05/2025) mendatang, BPN Kota Malang masuk sebagai turut tergugat untuk menjamin SHM tidak beralih nama ke pihak lain. Karenanya, permintaan agar calon pembeli berhati-hati mengacu pada kasus kliennya yang lain yakni, Eko Budi, warga Surabaya sebagai pembeli lelang tanah bekas Apartemen Taman Melati di kawasan Dinoyo, Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Klien saya Eko Budi sebagai pembeli lelang yang beritikad baik, 12 tahun sudah membeli tanah itu. Pernah eksekusi pengosongan lahan, tapi sekarang lahan itu bisa dieksekusi lagi oleh pengadilan. Ini tandanya, tidak ada perlindungan hukum untuk pembeli lelang ,&#8221; terangnya.</p>



<p>Tahun lalu, polemik soal tanah di Dinoyo bekas Apartemen Taman Melati mencuat kembali. Hal ini dikarenakan lahan seluas 5.035 m² hendak dieksekusi PN Malang, meski sudah dibeli secara lelang oleh Eko Budi sebesar Rp 6 miliar. “Klien kami membeli usai menang lelang oleh PN Malang pada 2013,” kata Yayan.</p>



<p>Namun, pemilik lahan yang lama, Meriyati, 68, warga Kota Malang tidak puas dan mengajukan lagi perlawanan hingga upaya banding yang diajukan atas putusan PN Malang berhasil dikabulkan oleh PT Surabaya.</p>



<p>“Amar putusannya, menerima dan mengabulkan gugatan mereka sebagian, menyatakan Meriyati sebagai pemilik lahan dan menyatakan tidak sah sertifikat pengganti, risalah lelang hingga klien kami harus mengosongkan lahan itu,” ungkapnya.</p>



<p>Kembali ke eksekusi lelang milik Eka Pragawinata, Yayan mengingatkan agar calon pembeli berhati-hati dan meminta untuk melakukan proses cek dan ricek lebih dulu. &#8220;Daripada sudah beli, ternyata tidak dapat menguasai, apalagi minta SHM balik nama. Harusnya akan lebih baik apabila Ketua PA Malang menunda proses lelang sampai perkara yang akan disidangkan Rabu, 28 Mei 2025 mempunyai kekuatan hukum tetap. Jangan menuruti permohonan dari Bank Panin Dubai Syariah Malang,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Foto Resmi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Banyak Diburu Pembeli, Stok di Pasaran Masih Terbatas</title>
		<link>https://memontum.com/foto-resmi-presiden-prabowo-dan-wapres-gibran-banyak-diburu-pembeli-stok-di-pasaran-masih-terbatas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[diburu]]></category>
		<category><![CDATA[gibran]]></category>
		<category><![CDATA[pasaran]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[terbatas,]]></category>
		<category><![CDATA[wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215666</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Foto resmi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, siapa sangka masih sulit dicari dan dibeli di pasaran. Bahkan, beberapa pedagang seperti di Pasar Buku Wilis, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pun merasakan cukup terbatasnya foto yang kini mulai banyak dicari masyarakat itu. Salah satu penjual, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Foto resmi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, siapa sangka masih sulit dicari dan dibeli di pasaran. Bahkan, beberapa pedagang seperti di Pasar Buku Wilis, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pun merasakan cukup terbatasnya foto yang kini mulai banyak dicari masyarakat itu.</p>



<p>Salah satu penjual, Anang Saifudin, mengaku jika dirinya baru menerima dan menjual foto resmi itu sejak Minggu (20/10/2024) kemarin, atau setelah pelantikan. Padahal sebelumnya, foto-foto tersebut sebenarnya sudah banyak dicari masyarakat. Hanya saja, foto resmi yang biasanya dipasang oleh masyarakat tersebut, justru baru diperolehnya setelah pelantikan.</p>



<p>&#8220;Sejak Sabtu (19/10/2024) lalu, sebenarnya masyarakat sudah banyak yang mencari. Namun, Minggu (20/10/2024) kemarin, foto berpasangan itu baru ada dan siap jual,&#8221; kata Anang, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun foto presiden dan wakil presiden akhirnya ada, tambahnya, namun untuk jumlah dan ukurannya masih terbatas. Karenanya, dirinya terus mengusahakan untuk bisa memenuhi pesanan atau permintaan dari masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk foto presiden dan wakil, ujarnya, dirinya baru memiliki yang berukuran sekitar 25&#215;35 cm. Adapun harganya, yaitu Rp 10 ribu perset. Sementara saat ini, dirinya hanya memiliki 10 set foto saja.</p>



<p>&#8220;Baru ada ukuran kecil ini dan nanti akan saya ambilkan yang ukuran lebih besar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pedagang lain, Inu, juga membenarkan mengenai tingginya permintaan foto pasangan presiden dan wakil. Terutama, permintaan dari institusi atau sektor pendidikan. &#8220;Banyak yang sudah mencari, terutama dari sekolah-sekolah. Tapi barangnya baru datangnya kemarin (Minggu, red),&#8221; kata Inu.</p>



<p>Sebagai informasi, pelantikan Presiden, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menandai awal kepemimpinan untuk periode 2024-2029. Acara pelantikan diselenggarakan dalam sidang paripurna istimewa MPR RI di Jakarta, yang juga ditandai dengan simbolis pertukaran tempat duduk antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta antara Ma’ruf Amin dan Gibran Rakabuming Raka. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ditinggal Layani Pembeli Bensin, Rumah dan Mobil Warga Probolinggo Ludes Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/ditinggal-layani-pembeli-bensin-rumah-dan-mobil-warga-probolinggo-ludes-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bensin]]></category>
		<category><![CDATA[ditinggal]]></category>
		<category><![CDATA[layani]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209183</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Rumah milik Saiful Arifin (49), di Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, hangus terbakar, Selasa (07/05/2024) siang. Kebakaran tersebut, diduga disebabkan karena lupa mematikan kompor saat meninggalkan rumah. Warga setempat, Moh Hifdil Hasan Maulana (27), mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30. Saat itu, sudah terlihat asap hitam dan warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Rumah milik Saiful Arifin (49), di Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, hangus terbakar, Selasa (07/05/2024) siang. Kebakaran tersebut, diduga disebabkan karena lupa mematikan kompor saat meninggalkan rumah.</p>



<p>Warga setempat, Moh Hifdil Hasan Maulana (27), mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30. Saat itu, sudah terlihat asap hitam dan warga setempat kemudian langsung mendatangi rumah korban.</p>



<p>&#8220;Warga kemudian pergi ke rumah yang terbakar itu dan langsung mengambil air di sungai untuk nyiram apinya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Kraksaan, Kompol Sujianto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun dari penyelidikan sementara, didapat keterangan bahwa istri korban, Rohma, sebelumnya menyalakan kompor untuk memasak dan ditinggal keluar rumah sekitar 1 jam.</p>



<p>&#8220;Ada dugaan, api itu berasal dari kompor yang menyala. Istri korban sendiri, saat itu sedang memasak namun lupa dan ditinggal ke luar rumah untuk melayani pembeli bensin di depan rumahnya,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat kebakaran tersebut, Saiful Arifin yang saat kejadian ada di belakang rumah, mengalami luka bakar ringan. Luka itu, dialami saat mencoba membantu memadamkan api. Sementara untuk kerugian, ditafsir hingga Rp 150 juta, karena juga terdapat mobil.</p>



<p>Kapolsek juga menjelaskan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan olah Tempat Kejadian Peerkara (TKP) dan mendatangkan Tim Identifikasi Polres Probolinggo. &#8220;Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, istri korban, Rohma, tidak menapik bahwa dirinya memang meninggalkan korban dalam kondisi menyala. Itu karena, pada saat bersamaan ada pembeli bensin di depan rumahnya. &#8220;Saya keluar, karena ada yang mau beli bensin. Ya agak lama saya di luar, terus terdengar suara ledakan (dari kebakaran, red) itu,&#8221; ujar Rohma.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Damkar Kabupaten Probolinggo, Mustopo, mengatakan pihaknya menurunkan 10 personel dalam pemadaman kebakaran ini. Proses pemadaman api berjalan lancar karena lokasi kebakaran berdekatan dengan sungai. &#8220;Alhamdulillah api cepat dipadamkan dengan dibantu warga yang menyiramkan air ke rumah yang terbakar,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>50 Lebih Pengembang Perumahan di Kota Batu Tak Miliki Izin, DPKPP Minta Calon Pembeli Teliti</title>
		<link>https://memontum.com/50-lebih-pengembang-perumahan-di-kota-batu-tak-miliki-izin-dpkpp-minta-calon-pembeli-teliti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[calon]]></category>
		<category><![CDATA[DPKPP]]></category>
		<category><![CDATA[izin]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lebih]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembang]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[teliti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194725</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sekitar 50 lebih pengembang perumahan di Kota Batu, tidak memiliki izin. Kepastian ini diketahui, setelah Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, membentuk tim khusus yang beranggotakan sembilan orang untuk memantau kawasan perumahan di wilayah Kota Batu. Kepala DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto, mengatakan dengan adanya temuan itu, agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sekitar 50 lebih pengembang perumahan di Kota Batu, tidak memiliki izin. Kepastian ini diketahui, setelah Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, membentuk tim khusus yang beranggotakan sembilan orang untuk memantau kawasan perumahan di wilayah Kota Batu.</p>



<p>Kepala DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto, mengatakan dengan adanya temuan itu, agar bagi calon pembeli yang berminat untuk membeli perumahan, wajib meneliti dahulu statusnya. Yakni, calon pembeli wajib tahu kelengkapan izin dari masing-masing pengembang.</p>



<p>&#8220;Ada 50 lebih pengembang perumahan di Kota Batu, yang tidak mempunyai izin dan belum lengkap izinnya. Ini harus dipahami calon pembeli,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Selasa (01/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sedangkan, tambahnya, tercatat dari 50 lebih perumahan yang tidak miliki izin ini, muncul ketika dinasnya membentuk tim khusus yang memantau kawasan yang dibangun atau berencana dibangun perumahan. &#8220;Jadi, di Kota Batu ini sering dijumpai para developer membangun unit dahulu. Baru kemudian, mengurus izinnya belakangan. Padahal, tidak semua izin akan dikeluarkan, ketika kawasan yang akan dibangun adalah lahan terlarang. Contohnya, seperti lahan hijau dan sebagainya. Bisa-bisa nanti malah berpotensi dijerat pidana,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk itu, tegas Bangun, pihaknya juga sudah melayangkan surat teguran kepada para pengembang. Harapannya, mereka segera mengurus perizinan sesuai aturan. Bila nanti surat teguran itu tidak direspon, maka izin operasional perumahan bisa dicabut secara permanen.</p>



<p>&#8220;Selain dengan Satpol PP, kami juga sudah koordinasi dengan pihak desa untuk melakukan monitoring agar bisa mengurus izin segera di tingkat desa. Saran saya untuk segera diurus dan bila tidak, bisa-bisa nanti malah IMB dan PBG-nya tidak keluar,&#8221; paparnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194725</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam Sekolah di Kota Malang Ramai Diserbu Pembeli</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-tahun-ajaran-baru-toko-seragam-sekolah-di-kota-malang-ramai-diserbu-pembeli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 10:28:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[ramai]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seragam]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[toko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193141</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang tahun ajaran baru, salah satu toko seragam sekolah, yakni Toko Yulia Seragam yang berada di Pasar Besar Kota Malang, ramai diserbu pengunjung. Seperti yang terjadi Kamis (13/07/2023) tadi, sejumlah pembeli hingga pelanggan, memadati areal toko. Salah satu pembeli, Heni Fitriasari, mengatakan jika dirinya membeli seragam sekolah di tempat itu, rutin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang tahun ajaran baru, salah satu toko seragam sekolah, yakni Toko Yulia Seragam yang berada di Pasar Besar Kota Malang, ramai diserbu pengunjung. Seperti yang terjadi Kamis (13/07/2023) tadi, sejumlah pembeli hingga pelanggan, memadati areal toko.</p>



<p>Salah satu pembeli, Heni Fitriasari, mengatakan jika dirinya membeli seragam sekolah di tempat itu, rutin dilakukan selama dua tahun sekali. Sebab, diakuinya jika sang anak terus tumbuh dan berkembang. Sehingga, perlu adanya seragam baru yang digunakan ketika sekolah.</p>



<p>“Belanja seperti ini, itu mesti dua tahun sekali. Apalagi, anak juga tumbuh tambah besar. Selain seragam, pasti tas sama sepatu juga minta baru. itu tiap dua tahun sekali, setidaknya,” kata Heni saat ditemui.</p>



<p>Di toko tersebut, Heni hanya membeli tiga jenis pakaian atasan, untuk satu orang anaknya. Harga yang dijualkan, menurutnya relatif lebih murah, daripada harus membeli di sekolah.</p>



<p>“Tadi beli seragam atasan yang putih, pramuka sama batik. Karena bawahannya itu masih ada, yakni punya kakaknya. Harganya di sini lebih murah daripada di sekolah. Karena kalau untuk masuk SD, nilai Rp 500 ribu hanya cuma dapat batik sama baju olah raga saja,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, pemilik Toko Yulia Seragam, Ahmad Riyadi, menyampaikan jika toko miliknya ramai diserbu pembeli selama satu bulan ini. Bahkan, mendekati hari-hari masuk sekolah tahun ajaran baru, biasanya akan semakin ramai.</p>



<p>“Mungkin perhari ada 100 orang pembeli. Itu karena, seminggu sebelum masuk, itu biasanya jadi puncak-puncak pembeli. Apalagi H-1, 2 dan 3 tambah ramai sekali,” ujar Achmad.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika dirinya saat ini mampu menjualkan sekitar 50 pasang seragam perharinya. Angka penjualan tersebut, pun masih sama dibanding tahun lalu. Hanya saja, waktu libur saat ini lebih panjang dibanding sebelum-sebelumnya.</p>



<p>“Tahun lalu sebenarnya sama. Cuma tahun ini, liburnya panjang dan prosesnya agak panjang. Karena kita juga ada konveksi sendiri, sehingga kalau ada orderan kosong bisa langsung jahit dan langsung jadi. Jadi, masuk keluarnya hampir imbang,” lanjutnya.</p>



<p>Harga yang ditawarkannya, pun juga relatif murah. Namun, tergantung dari model dan ukuran pembeli. Harga seragam yang berlengan panjang sendiri Rp 110 ribu perpasang dan yang berlengan pendek Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu. Toko Yulia Seragam sendiripun buka mulai pagi hingga sore hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193141</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
